Powered by Blogger.

Karat bagian 1: Kasus orang hilang di jalan tol.


Sepasang kekasih tengah berkendara di sebuah jalan tol. Tapi mobil mereka tidak bisa melaju dengan cepat karena didepan mereka ada sebuah truk yang terus menerus meliuk-liuk menghalangi jalan mereka. Sepasang kekasih itu menduga mungkin si supir truk sedang ngantuk.

Saat mereka akhirnya bisa mendahului truk, mereka malah terkejut melihat truk yang mereka dahului itu menabrak sebuah mobil sedan hitam. Tapi anehnya, saat si supir truk keluar untuk melihat mobil sedan hitam yang ditabraknya ternyata mobil sedan hitam itu kosong.



Setelah resmi terbentuk, tim investigasi orang hilang aka M, memutuskan untuk menjadikan rumah baru Soo Hyeon sebagai markas. Saat mereka hendak makan bersama, kepala polisi datang untuk memberikan kasus pertama untuk mereka. Kasus menghilangnya si pengemudi mobil sedan hitam di jalan tol.

Pemilik mobil sedan hitam itu bernama Ha Tae Joo, seorang direktur perencanaan perusahaan farmasi Wonsin. Sebuah perusahaan farmasi besar yang saat ini tengah mengepalai proyek penelitian dan pengembangan obat baru senilai 10 milyar Won yang dibiayai oleh pemerintah. Tae Joo adalah kepala dan penganggung jawab proyek besar itu. Kasus menghilangnya Tae Joo ini jadi sangat penting karena diduga kasus ini ada hubungannya dengan mata-mata industri yang bisa merugikan kekayaan negara.


Soo Hyeon dan Dae Young pun akhirnya pergi ke TKP sementara Seo Joon si ahli IT tetap di markas untuk mencari segala informasi tentang Ha Tae Joo. Di mobil sedan itu, Soo Hyeon mendapati ada setelan jas pria di jok belakang dan di bagian bagasi ada beberapa makanan balita dan mainan anak.


So Hyeon mendapati ada yang aneh saat dia menemukan sebuah tiket masuk tol tertempel di atap mobil padahal di mobil itu ada Hi-pass (tiket tol elektronik). Soo Hyeon menduga mungkin Tae Joo berputar arah secara ilegal di jalan tol.


Polisi lalu lintas tidak percaya karena di jalan tol tidak bisa berputar balik. Tapi setelah menyelidiki area jalan tol itu, dugaan Soo Hyeon terbukti benar. Tae Joo memang putar arah secara ilegal dengan cara menabrak pembatas jalan.


Sementara itu, Dae Young menemukan jejak tangan di pagar pembatas jalan tol. Dia menduga setelah memarkir mobilnya, Tae Joo pasti melompati pagar pembatas dan melarikan diri melewati area tanah lapang di sekitar jalan tol itu.


Dae Young pun mulai menulusuri jejak tangan itu. Di area tanah lapang, dia mendapati jejak-jejak kaki yang kemudian menuntunnya sampai ke seberang... ke sebuah SPBU sekaligus area peristirahatan.


Seo Joon menelepon kedua rekannya untuk memberitahu mereka bahwa dari data komputernya Tae Joo, dia mendapati Tae Joo menyewa mobil ilegal.

 

Lalu tak lama kemudian, Dae Young pun menemukan fakta tentang mobil mencurigakan yang selalu terparkir di area peristirahatan yang tidak terkena CCTV. Dari seorang penjual cumi panggang di area peristirahatan, Dae Young mendapat informasi tentang mobil sedan putih yang terlihat mencurigakan dan selalu parkir di area yang berada tepat di depan tokonya yang mana area depan tokonya itu adalah area yang tidak terkena CCTV.

Menurut keterangan si penjual cumi panggang, mobil itu di parkir disana oleh seorang pria yang kemudian naik bis dan meninggalkan mobil itu begitu saja. Tak lama kemudian mobil itu tiba-tiba menghilang, lalu beberapa saat kemudian dia melihat mobil itu sudah kembali lagi tepat di area parkir yang sama. Saking curiganya, si penjual cumi panggang bahkan mencatat nomor pelat mobil sedan putih itu... sebuah informasi yang hanya mau dia berikan setelah Dae Young memberinya selembar uang. Ha!


Dae Young lalu menyelidiki mobil itu lewat rekaman CCTV di tempat peristirahatan dan mendapati dalam sehari mobil sedan putih itu 2 kali melewati tempat itu dan selalu parkir di area yang tidak terkena CCTV. Dia lalu menelepon Soo Hyeon untuk mengabarkan tentang mobil sedan putih ilegal itu.

Soo Hyeon sendiri tengah menyelidiki rekaman CCTV di gerbang tol. Terlihat Tae Joo memang lewat gerbang tol tersebut dengan menggunakan mobil sedan hitam dan setelan jas. Tapi setelah mendapat informasi dari Dae Young, dia menemukan rekaman CCTV lain yang memperlihatkan Tae Joo lewat jalan tol tersebut dengan memakai mobil sedan putih dan baju yang berbeda.


Mereka kemudian kembali ke markas untuk membahas keluar masuknya Tae Joo di jalan tol. Tae Joo meninggalkan kantornya jam 2 siang. Jam 2.50 Tae Joo terlihat melewati gerbang tol dengan menggunakan sedan hitamnya. Setelah melewati gerbang tol, dia putar arah secara ilegal dan setelah itu memarkir mobilnya di TKP. Disana dia mengganti bajunya lalu berjalan ke tempat istirahat jalan tol dengan berjalan kaki lewat tanah lapang.


Sesampainya di tempat peristirahatan, Tae Joo langsung mengambil mobil putih ilegalnya lalu mengemudikannya kembali ke Seoul. Mobil ilegal itu melewati gerbang tol Seoul dan tiba di Seoul jam 6.05 sore. Setelah jam itu, Tae Joo dan mobil ilegalnya tidak diketahui keberadaannya.

Tae Joo dan mobil ilegalnya kembali terlihat melewati gerbang tol pada pukul 7.42 malam, dia berputar arah di tempat yang sama lalu kembali ke tempat peristirahatan lagi dan memarkir mobil ilegalnya di area parkir yang sama.

Yang jadi pertanyaan, pada selang waktu antara jam 6.05 dan 7.42 apa yang dilakukan Tae Joo di Seoul? Keanehan lainnya, selang 22 menit sejak jam 7.42, Tae Joo malah terlihat kembali ke tempat peristirahatan lalu pergi dengan mengemudikan mobil ilegalnya lagi jam 9.49. Pertanyaan yang kedua, kenapa Tae Joo kembali ke tempat peristirahatan dan pergi dengan mobil ilegalnya lagi?

Dae Young menduga mungkin dalam jarak waktu 22 menit itu, Tae Joo sebenarnya hendak kembali ke mobil sedan hitamnya tapi karena waktu itu ada kejadian truk menabrak mobil sedan hitamnya, dia melihat banyak polisi di sekitar mobilnya. Terpaksa dia musti berbalik kembali ke tempat peristirahatan dan menghilang dengan mobil ilegalnya.


Dae Young lalu menemui istrinya Tae Joo. Di rumah mereka Dae Young melihat foto bayi berusia 1 tahun. Entah kenapa istrinya Tae Joo tampak gugup dengan keberadaan Dae Young, bahkan dia tampak canggung saat dia berkata kalau anak mereka sedang tidur.

Lebih anehnya lagi, saat Dae Young hendak bertanya tentang Tae Joo, istrinya Tae Joo malah tiba-tiba menyela dan bersikeras tidak mau diadakan investigasi orang hilang terhadap suaminya. Istrinya Tae Joo bersikeras kalau suaminya tidak menghilang dan tidak pula melarikan diri. Dia sangat yakin bahwa suaminya akan segera kembali.


Menurut informasi 2 orang satpam penjaga gedung apartemennya Tae Joo, sekitar seminggu yang lalu ada orang iseng yang meledakkan petasan di taman bermain yang berada di depan gedung apartemennya Tae Joo. Bunyi petasannya sangat keras seperti bom hingga membuat istrinya Tae Joo sangat kaget sampai pingsan dan harus dilarikan ke IGD. Pak satpam yakin kalau itu ulahnya orang iseng karena di area sekitar situ ada banyak preman tapi Dae Young tampak meragukan dugaan pak satpam.


So Hyeon mencari informasi tentang Tae Joo di kantornya. Menurut keterangan beberapa pegawai Wonsin, Tae Joo adalah seorang atasan yang hebat. Tapi sekitar seminggu yang lalu mereka memperhatikan Tae Joo tampak aneh. Dia jadi sering absen dan mengabaikan proyek IR-nya (Investor Relation).


Setelah menginterogasi beberapa pegawai, So Hyeon langsung menemui presdir Wonsin. Setelah mendengar Tae Joo yang merupakan salah satu pegawai penting yang telah dikenalnya selama lebih dari 10 tahun menghilang, presdir Wonsin bukannya mencemaskan Tae Joo malah mencemaskan kesuksesan proyek IR-nya yang akan dipresentasikan besok dan karenanya dia meminta So Hyeon untuk tidak mempublikasi menghilangnya Tae Joo ini agar masalah ini tidak mempengaruhi kesuksesan proyek IR-nya.

Dia tidak ingin proyek ini gagal, terlebih karena dana awal proyek ini senilai 10 milyar Won dari pemerintah dan mereka juga akan menambahkan 100 milyar Won. Bisa dibayangkan berapa nilai kesuksesan mereka jika mereka berhasil mengembangkan obat baru ini.

Soo Hyeon jadi bertanya-tanya, jika proyek IR ini sangat penting lalu apa kira-kira hal yang jauh lebih penting bagi Tae Joo hingga dia memutuskan untuk mengabaikan proyek ini.


Di sebuah supermarket, Tae Joo membeli beberapa produk keperluan bayi. Uang tunainya kurang tapi dia tidak ingin memakai kartu kredit karena dia sedang dalam pelarian, akhirnya dia memutuskan untuk mengurangi belanjaannya. Dia kemudian pergi ke penginapan dan mendengar suara bayi menangis dari dalam kamarnya sambil berteriak memanggil "Ayah, ayah, ayah". Tae Joo pun langsung masuk dan berusaha menenangkan bayi itu. Hmm... kayaknya bukan bayinya Tae Joo soalnya fisiknya lebih gede daripada bayi umur satu tahun.


Dae Young menyelidiki arena bermain tempat 'petasan' yang meledak di dekat rumahnya Tae Joo. Dari tempat itu, Dae Young menyadari kalau petasan itu meledak di tempat yang bisa dilihat Tae Joo sekeluarga dari jendela apartemen mereka.

Sementara itu, Seo Joon berusaha melacak lokasi Tae Joo dengan menggunakan rekaman hapenya. Dia lalu memberitahu Soo Hyeon bahwa tempat-tempat yang dikunjungi Tae Joo bisa dibilang aneh. Setelah mendapat informasi dari Seo Joon itu, Soo Hyeon langsung menelepon Dae Young dan bertanya, apakah Dae Young suka menyetir atau mendaki? Tanpa mencurigai alasan kenapa Soo Hyeon bertanya seperti itu, Dae Young langsung saja menjawab "Mendaki"


Dan ternyata yang dimaksud Soo Hyeon adalah menyuruh Dae Young mendaki gunung yang cukup terjal sampai-sampai di tengah jalan Dae Young langsung ngos-ngosan. Sementara itu, Soo Hyeon menuju tempat yang sama tapi lewat jalan lain dengan menggunakan mobil. Sepanjang perjalanan, Soo Hyeon memperhatikan ada banyak kamera CCTV yang terpajang di depan rumah-rumah penduduk.


Dae Young kecakepan dan memutuskan untuk istirahat. Tiba-tiba istrinya menelepon dan Dae Young langsung tampak merasa bersalah. Ternyata dia dan istrinya sedang menjalani program KB karena mereka ingin punya anak tapi Dae Young lupa dengan janji pengobatan mereka.


Tak lama kemudian, Dae Young tiba di sebuah kuil. Soo Hyeon sudah tiba duluan disana. Kuil itu ternyata tempat yang belakangan ini sering dituju oleh Tae Joo. Melihat dari banyaknya kamera CCTV sepanjang jalan yang dilalui Soo Hyeon, dia menduga kalau Tae Joo datang ke tempat ini dengan cara jalan kaki mendaki gunung yang terjal seperti yang dilalui Dae Young tadi.


Soo Hyeon lalu bicara dengan biksu kepala sementara Dae Young nyamperin seorang biksu kecil yang sedang asyik main game online di hapenya. Dia lalu memperlihatkan foto Tae Joo pada si biksu kecil dan bertanya apakah dia pernah melihat orang di foto itu.


Sebenarnya dia cuma asal nanya, eh tapi yang mengejutkannya, si biksu kecil langsung mengangguk lalu menyeretnya ke sebuah tempat dimana biasanya dia melihat Tae Joo berdiri. Dae Young bertanya-tanya apa yang dilakukan Tae Joo di tempat ini? si biksu kecil langsung menjawabnya dengan membuat gerakan seperti meneropong. Dae Young jadi makin penasaran, apa yang sebenarnya diperhatikan Tae Joo dari tempat ini.


Menurut keterangan biksu kepala, Tae Joo memang datang kemari. Dia melihat Tae Joo tampak sangat gelisah dan berkata padanya kalau hidupnya seperti mau hancur, Tae Joo sangat frustasi tidak tahu harus bagaimana. Dan apa jawaban biksu?

"Karat secara alami berasal dari baja lalu perlahan-lahan menelan baja itu"


Seo Joon menelepon dan memberitahu mereka bahwa dia sudah menyelidiki ada apa di sekitar kuil itu dan mendapati kalau Ryu Jong Guk (presdir perusahaan farmasi Wonsin) punya rumah di sekitar area itu. Di hapenya Tae Joo juga ada note tentang alamat presdir, Seo Joon yakin kedua hal ini bukan sebuah kebetulan. Dae Young mencoba meneropong dan menyadari kalau dia memang bisa melihat rumah presdir Wonsin dari kuil itu. Tapi untuk apa Tae Joo diam-diam meneropong rumah presdir Wonsin.


Soo Hyeon tiba-tiba tanya berapa umur anak Tae Joo? Dae Young berkata sekitar 1 tahunan. Tapi berdasarkan mainan dan segala keperluan balita yang dia temukan di bagasi mobilnya Tae Joo, Soo Hyeon yakin sekali kalau mainan dan makanan balita dalam mobilnya Tae Joo itu untuk bayi diatas usia 3 tahun. Dari semua bukti ini, Soo Hyeon menduga kalau Tae Joo pasti melakukan penculikan anak.


Dalam perjalanan pulang, Seo Joon memberitahu mereka bahwa kemarin malam kantor polisi Gangnam menerima laporan penculikan anak yang terjadi di sebuah rumah sakit. Laporan kasus penculikan ini tampak mencurigakan karena si pelapor sekaligus wali anak yang diculik adalah Ryu Jong Guk tapi selang 5 menit kemudian, dia malah membatalkan laporan penculikan itu. Sudah pasti Tae Joo lah yang telah menculik anak presdir Wonsin.

Sementara itu, Tae Joo sedang kebingungan karena anaknya presdir Won Sin demam dan terus menerus berteriak-teriak memanggil ayahnya. Tidak tahan lagi, Tae Joo akhirnya memanggil seseorang dan minta bantuannya.


Dae Young bertanya-tanya, kenapa Tae Joo yang tengah berada di ambang kesuksesan, malah menculik anak presdir perusahaannya sendiri? Jika semua barang-barang dan makanan bayi yang ditemukan dalam mobil Tae Joo memang sudah persiapkan sebelum dia menculik anaknya presdir, itu menunjukkan kalau Tae Joo sedang dalam keadaan yang benar-benar panik.

Membawa anak 3 tahun dan diburu polisi, pastinya akan membatasi aksi Tae Joo dan karenanya dia pasti punya komplotan, dan satu-satunya orang yang paling mungkin adalah istrinya Tae Joo sendiri. Mereka akhirnya memutuskan untuk berbagi tugas, Dae Young menemui istrinya Tae Joo sementara Soo Hyeon pergi menemui pak presdir.

Dalam perjalanan masuk ke ruang presdir, Soo Hyeon berpapasan dengan wanita sekretaris pak presdir yang hendak keluar kantor.


Begitu masuk, Soo Hyeon tanpa basa-basi langsung mengkonfrontasi pak presdir tentang penculikan anaknya yang terjadi selama dia dalam perjalanan pulang dari rumah sakit setelah menemui ibunya (istrinya pak presdir sedang dalam perawatan jangka panjang). Pertanyaannya, kenapa hanya dalam selang waktu 5 menit, pak presdir membatalkan laporan hilangnya anaknya?


Pak presdir akhirnya menunjukkan sebuah video pada Soo Hyeon. Video yang memperlihatkan Tae Joo menculik anaknya di parkiran. Video itu dikirimkan padanya oleh seseorang. Setelah melihat video itulah, pak presdir memutuskan untuk membatalkan laporannya. Walaupun Tae Joo menculik anaknya tapi dia yakin kalau anaknya baik-baik saja di tangan Tae Joo. Karena Tae Joo tahu betul betapa pentingnya anaknya baginya, anak itu adalah satu-satu darah daging yang akhirnya lahir saat dia sudah setua ini.


Soo Hyeon tidak percaya, karena penculikan ini jelas-jelas sudah direncanakan dengan sangat rapi. Dia cemas dengan keselamatan anaknya pak presdir dan karenanya ia menyarankan agar sebaiknya mereka menemukan Tae Joo dengan cara memasukkan namanya dalam daftar buron. Tapi pak presdir tidak setuju. Dia masih bersikeras ingin merahasiakan masalah ini sampai proyek IR-nya selesai. Dia tidak mau kehilangan investasi sebesar itu.

"Lalu bagaimana dengan keselamatan anak anda?"

Pak presdir tetap bersikeras untuk menunggu kabar dari Tae Joo saja, lagipula Tae Joo tidak punya alasan untuk menyakiti anaknya. Frustasi dengan sikap pak presdir, Soo Hyeon memberitahunya bahwa rekaman video itu tidak direkam oleh kamera CCTV jadi sudah pasti ada pihak ketiga yang terlibat. Orang yang tahu tentang rencana penculikan itu dan sengaja menunggu di tempat kejadian untuk merekam penculikan yang dilakukan Tae Joo. Apa alasannya? Apa hubungan Tae Joo dengan orang yang merekam video ini? Apa tujuan mereka? Semua pertanyaan inilah yang harus mereka cari tahu jawabannya. Dan paling penting, pihak ketiga ini mungkin yang paling berbahaya dalam kasus ini.


Anaknya pak presdir akhirnya tidur dengan tenang setelah Tae Joo menyuntikan insulin pada anak itu. Setelah mulai tenang, Tae Joo keluar untuk menemui orang yang memberinya insulin... yang ternyata adalah Ji Soo, sekretarisnya pak presdir. Tapi sepertinya, Ji Soo tidak tahu menahu tentang penculikan itu, dia bahkan tidak tahu untuk apa Tae Joo memerlukan obat itu.

Dia bertanya-tanya apa sebenarnya yang terjadi sampai Tae Joo bersembunyi di tempat ini? Dan kenapa polisi sampai mencarinya? Tapi menyadari Tae Joo tidak mau memberinya jawaban, Ji Soo akhirnya menyerah dan berjanji akan merahasiakan masalah ini "Tapi jika kau merasa ini tidak benar, kembalilah selagi kau masih bisa"


Dae Young menemui istrinya Tae Joo dan langsung menuduh suaminya menculik anak itu. Tapi yang tidak Dae Young sangka-sangka, istrinya Tae Joo langsung berteriak-teriak histeris membela suaminya sampai akhirnya dia keceplosan mengatakan kalau yang diculik itu anak mereka sendiri.


Kaget, Dae Young langsung masuk kamar bayi dan mendapati kamar itu memang kosong dan satu-satunya yang dia temukan hanya sebuah hape yang tergeletak di box bayi.

Di hape itu, ada beberapa video rekaman bayinya Tae Joo yang dikirim si penculik secara berkala. Istrinya Tae Joo sepertinya tidak tahu apapun tentang penculikan anak orang lain yang dilakukan suaminya. Dia mengira kalau suaminya pergi hanya untuk menyelamatkan anak mereka.


Kejadian ini bermula 8 hari yang lalu, Tae Joo dan istrinya panik saat mendapati box bayi mereka kosong. Tiba-tiba Tae Joo menerima telepon dari seseorang yang nomornya dirahasiakan. Orang itu menyuruhnya melihat keluar jendela. Dari jendela, mereka bisa melihat sebuah boneka yang diletakkan di atas luncuran taman bermain. Tiba-tiba boneka itu meledak dan si penculik mengancam mereka untuk tidak melapor ke polisi atau kalau tidak maka bayi mereka akan bernasib sama seperti boneka itu.


Dae Young melaporkan masalah ini pada Soo Hyeon dan berkesimpulan bahwa si penculik menuntut Tae Joo melakukan sesuatu untuk menebus anaknya. Mereka menduga kalau permintaan si penculik pasti anaknya presdir Won Sin. Karena itulah, Tae Joo menculik anaknya presdir Won Sin untuk ditukar dengan anaknya sendiri.


Saat Soo Hyeon hendak pergi, dia malah bertemu Seo Joon. Menurut penyelidikan Seo Joon, Tae Joo sepertinya punya hubungan gelap dengan wanita lain. Saat Seo Joon menunjukkan foto wanita selingkuhannya Tae Joo, Soo Hyeon langsung ingat kalau dia adalah sekretarisnya presdir Won Sin yang pernah berpapasan dengannya. Seo Joon datang untuk memastikan apakah Ji Soo adalah komplotannya Tae Joo. Saat mereka mendatangi meja sekretarisnya, Ji Soo sedang tidak ada. Rekannya Ji Soo memberitahu mereka kalau Ji Soo pergi ke rumah sakit. Seo Joon langsung memanfaatkan keadaan ini untuk meng-hack komputernya Ji Soo.


Berkat nasehat Ji Soo, Tae Joo sekarang mulai ragu. Dia tengah berpikir untuk menelepon presdir Won Sin saat tiba-tiba si penculik mengiriminya video rekaman anaknya lagi. Kali ini dalam video yang diterimanya, si penculik muncul di video dan menyapa Tae Joo dengan dandanan badut. Tae Joo langsung menangis histeris karenanya.


Saat dia kembali ke kamarnya, dia malah jadi lebih panik lagi karena mendapati anaknya presdir Won Sin tiba-tiba menghilang. Si penculik tiba-tiba meneleponnya dan berkata kalau dia ingin melakukan pertukarannya sekarang. Tae Joo langsung kembali ke kamarnya, mengambil sebuah nota, mencatat perintah si penculik lalu merobeknya asal-asalan saking paniknya.


Soo Hyeon menunggu kedatangan Ji Soo di luar gedung Won Sin. Begitu dia melihat Ji Soo hendak keluar dari taksi, dia langsung menghampirinya, memperkenalkan dirinya lalu memaksa Ji Soo masuk kembali dan menyuruh pak supir untuk membawa mereka kembali ke tempat Ji Soo pergi barusan.

Dalam perjalanan, Soo Hyeon memberitahukan kasus ini pada Ji Soo yang tampak kaget mendengar semuanya. Karena kasus ini melibatkan nyawa 2 bayi, Soo Hyeon langsung menuntut Ji Soo untuk memberitahukan keberadaan Tae Joo sekarang juga. Begitu Ji Soo memberitahukannya, Soo Hyeon langsung melaporkannya pada Dae Young dan meminta Dae Young untuk memanggil bantuan.


Mereka pun langsung menggerebek kamar penginapannya Tae Joo tapi tentu saja kamar itu sudah kosong. Para polisi yang lain langsung berpencar mencari Tae Joo sementara Soo Hyeon dan Dae Young memeriksa kamar itu. Saat itulah, Soo Hyeon melihat sisa sobekan notes di meja. Yakin kalau Tae Joo barusan menulis sesuatu, Soo Hyeon langsung mencoret-coret bagian belakang notes itu dengan pensil dan mendapati bekas tembusan tulisan tentang lokasi pertukaran 'Pemakaman Krisan'.


Mereka lalu mengirimkan bekas botol obat yang mereka temukan di kamarnya Tae Joo pada Joo Young. Dari hasil penelitiannya, dia mendapati bahwa obat itu adalah insulin. Joo Young cemas dengan keadaan anaknya pak presdir, karena dia takut insulin itu diberikan dalam jumlah yang berlebihan.


Walaupun anaknya presdir Won Sin menghilang, Tae Joo tetap akan melakukan pertukarannya. Dia langsung pergi ke supermarket untuk membeli berbagai barang-barang bayi untuk dia samarkan jadi anaknya presdir Won Sin. Setibanya di pemakaman, dia melihat ada sebuah kereta bayi yang terletak didekat pasangan lansia, seorang bapak dan istrinya tampak lumpuh di kursi roda.

Tae Joo langsung berlari ke arah kereta bayi itu, berharap melihat bayinya. Tapi begitu membukanya, bukannya mendapati bayinya, dia malah mendapati foto mendiang seorang wanita muda. Tae Joo langsung berteriak-teriak pada bapak itu dan menuntut dimana anaknya berada. Bapak itu sendiri tampak bingung dan tidak mengerti apa maksud Tae Joo.


Dalam kepanikannya, Tae Joo melihat kembali foto mendiang wanita muda itu dan seketika itu pula, dia langsung terdiam tegang. Tampaknya, dia mengenali foto mendiang wanita muda itu. Heran melihat Tae Joo, bapak itu lalu melongok kedalam kereta bayi yang sedari tadi dijaganya. Dan langsung kaget karena foto itu adalah foto mendiang putrinya, Chae Rin.


Polisi tiba saat itu juga. Tae Joo ditelepon si penculik yang menyuruhnya lari dan baru saat itulah Tae Joo menyadari kehadiran polisi dan langsung melarikan diri dan naik ke lantai atas. Dae Young dan Soo Hyeon pun berusaha mengejarnya. Menyadari jalan buntu, Tae Joo langsung berusaha melawan Dae Young dengan tabung pemadam kebakaran. Dalam perkelahian mereka, Dae Young berhasil memasangkan borgol kedalam tangan Tae Joo tapi Tae Joo langsung menyemprotkan tabung itu ke wajah Dae Young sampai akhirnya dia berhasil melepaskan diri.


Soo Hyeon berusaha mengejarnya, dia hendak memotong jalan dengan melompat tapi malah terjatuh ke atas sebuah mobil yang tak sengaja lewat didepannya. Soo Hyeon terjatuh kesakitan dari mobil itu. Seorang tukang bunga, datang membantunya. Dan saat itulah, Tae Joo memanfaatkan keadaan untuk melarikan diri dengan mencuri mobil si tukang kebun.


Setelah gagal menangkap Tae Joo, Soo Hyeon menanyai pasangan lansia yang tadi. Si bapak mengaku bahwa ada seseorang yang memintanya untuk menjaga kereta bayi itu sebentar, dia tidak ingat wajahnya karena orang itu memakai topi dan kacamata hitam. Yang tidak dia mengerti, kenapa foto mendiang putrinya, Chae Rin, ada didalam kereta bayi yang dititipkan orang itu.

Soo Hyeon lalu bertanya apa hubungan Chae Rin dengan Tae Joo dan apakah dia kenal dengan Tae Joo yang bekerja di perusahaan farmasi Won Sin? Si bapak berkata kalau putrinya dulu bekerja di perusahaan Won Sin "Di perusahaan itu, dia bunuh diri. 8 tahun yang lalu tepat di hari ini"


Dae Young dan para polisi lainnya, meneliti mobilnya Tae Joo dan terheran-heran kenapa dalam 2 kereta bayi, tidak ada bayi satupun. Anaknya Tae Joo tidak ada dan anaknya presdir Won Sin pun tidak ada. Dan walaupun mereka menemukan banyak barang-barang bayi di mobilnya Tae Joo. Tapi anehnya, mereka tidak mendapati adanya jejak bayi di mobil itu. Dia lalu ditelepon polisi lain yang barusan menanyai si pemilik penginapan. Dari si pemilik penginapan, Dae Young akhirnya menyadari kalau anak presdir Won Sin menghilang sebelum Tae Joo pergi melakukan pertukaran di pemakaman. Hal ini menjelaskan kenapa Tae Joo tidak membawa bayi saat dia melakukan pertukaran. Pasti ada seseorang yang mengambil anak itu terlebih dulu.


Soo Hyeon menyimpulkan bahwa 2 penculikan ini sepertinya sudah direncanakan oleh si pelaku utama. Sejak awal, si pelaku tidak berniat melakukan pertukaran. Apa yang dilakukan si pelaku ini tampaknya hanya untuk mengingatkan Tae Joo tentang Chae Rin dan kematiannya 8 tahun yang lalu. Karena si pelaku memiliki kedua anak itu maka sudah pasti mereka harus mencari orang itu terlebih dulu, Soo Hyeon berinisiatif menyebutnya sebagai 'X'.

Kemungkinan si X adalah orang yang kenal Chae Rin dan karenanya langkah pertama mereka adalah menyelidiki orang terdekat Chae Rin. Penculikan kedua anak ini jelas bukan dimaksudkan untuk mengeruk sejumlah uang atau semacamnya tapi hanya untuk membuat kedua orang tua bayi-bayi itu menderita.


4 comments

Aseeeeek!!!
Di lanjut lg...
Gumawo eonni hihi

Makin lama makin seruu.... penasaran sama lanjutannya.
Lanjutin lagi ya kakak... fighting ya :)
Gumawo eonni ... :)

Ud nonton..seru c awal" tp endingnya gak bgt mba..berasa nyesel ngikutin..pdhal ud antusias bgt

keren mbak .. udah nonton gara-gara baca sinopsis ep. 1 kemaren di blog mbak. Jadi penasaran. Berharap ada Season 2 nya. Kukira mbak nggak lnjt lg buat sinop nya soalnya udah lama bgt.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon