Powered by Blogger.

Karat bagian 2: Keadilan.


Setelah berhasil melarikan diri dari polisi, Tae Joo bersembunyi di sebuah gudang dan mengobati lukanya sendiri. Si penculik tiba-tiba meneleponnya dan memberitahunya kalau anak-anak masih aman. Tae Joo bertanya siapa sebenarnya dia dan apakah semua ini berhubungan dengan Chae Rin, dia tidak mengerti kenapa dia melakukan hal seperti ini padanya. Tapi si penculik berkostum badut itu tidak mempedulikannya dan berkata kalau dia mengirimkan hadiah pada istrinya Tae Joo.



Dae Young dan rekan-rekannya sudah menunggu di rumahnya Tae Joo dengan alat penyadap. Telepon tiba-tiba berbunyi, mereka langsung menyalakan peralatan mereka dan Dae Young memberi aba-aba pada istrinya Tae Joo sebelum mengangkat teleponnya. Tapi telepon itu ternyata dari Tae Joo yang bertanya apakah ada sesuatu yang dikirim ke rumah.


Istrinya bilang tidak tapi tepat saat itu juga, mereka mendengar bel pintu berbunyi. Yang datang adalah petugas pengantar paket yang dialamatkan pada istrinya Tae Joo. Istrinya Tae Joo langsung keluar untuk mengecek paket itu dan Dae Young pun langsung mengambil alih teleponnya. Dae Young berusaha bicara baik-baik dan bertanya Tae Joo dimana... saat tiba-tiba saja, mereka mendengar istrinya Tae Joo menjerit histeris.


Isi paket itu adalah beberapa helai rambut anaknya disertai sebuah foto yang memperlihatkan rambut anaknya yang barusan dipotong. Dalam paket itu juga ada sebuah pesan ancaman agar Tae Joo tidak menyerah pada polisi. Istrinya Tae Joo langsung berusaha merebut teleponnya kembali dari Dae Young sambil berteriak-teriak menyuruh suaminya untuk tidak mengatakan apapun pada polisi. Tae Joo langsung menutup teleponnya sementara istrinya Tae Joo masih terus menjerit-jerit histeris sampai dia pingsan.


Sementara itu, Soo Hyeon dan Seo Joon menonton rekaman berita tentang kasus bunuh dirinya Chae Rin 8 tahun yang lalu. Bunuh dirinya Chae Rin tertangkap kamera CCTV, dimana dia terlihat berada di atap gedung lalu menyalakan korek yang akhirnya membakar dirinya sendiri. Diduga bajunya disiram bahan kimia sehingga api menjalar dengan sangat cepat. Begitu menyala, api itu langsung membakar ke bagian tubuh atas dengan sangat cepat.

Saat itu terjadi, peristiwa itu cukup mengejutkan sampai terjadi keributan. Tapi yang paling menarik perhatian Soo Hyeon adalah jam berapa berita ini disiarkan. Seo Joon berkata jam 12 siang di hari insiden itu terjadi. Jelas waktu adalah hal paling aneh menurut Soo Hyeon, karena bunuh dirinya Chae Rin terjadi jam 11 dan video rekaman itu malah langsung masuk media hanya dalam waktu satu jam kemudian. Soo Hyeon menduga ada seseorang yang dengan sengaja mengirimkan video rekaman CCTV itu ke media.


Soo Hyeon lalu pergi menemui polisi yang pernah menangani kasus itu dulu. Menurut keterangan si polisi, kejadian pembakaran itu jelas-jelas bunuh diri, bahkan hasil otopsi pun menunjukkan bunuh diri. Dan lagi, di rekaman CCTV terlihat Chae Rin tampak mengatur api untuk membakar tubuhnya sendiri. Soo Hyeon tidak mempedulikannya dan tetap menuntut si polisi untuk menunjukkan rekaman video CCTV yang asli padanya.

Saat Soo Hyeon sedang menonton rekaman CCTV-nya, pak polisi memberitahunya bahwa waktu itu media sangat ribut membahas masalah ini. Yang mereka permasalahkan bukan masalah bunuh dirinya tapi bagaimana wanita itu membakar dirinya sendiri dan apa alasannya, apakah dia diasingkan di tempat kerjanya sendiri atau semacam itu. Soo Hyeon terheran-heran melihat video rekaman itu karena dia merasa rekaman itu bukan rekaman CCTV kantor.

Dari pengamatan mata tajam dan otak jeniusnya, Soo Hyeon mulai membandingkan rekaman CCTV yang dimiliki polisi ini dan rekaman CCTV yang disiarkan di media. Dan dari pengamatannya, dia menyadari walaupun kedua video itu terlihat sama tapi tak serupa, ada sedikit perbedaan angle diantara kedua video itu. Karena itulah, dia menduga kalau rekaman yang disiarkan di media, pasti direkam dengan menggunakan kamera CCTV lain.


Seo Joon tiba-tiba meneleponnya dan melaporkan penemuannya. Dia menemukan akun socmed-nya Chae Rin yang belum tertutup yang didalamnya berisi beberapa postingan foto dirinya bersama Tae Joo dan pesan-pesan bernada agak mesra yang ditujukan pada Tae Joo.


Komisaris polisi Park mendatangi ruang monitor CCTV Wonsin untuk menanyai adanya kamera CCTV lain yang merekam kejadian bunuh dirinya Chae Rin. Petugas keamanan berkata bahwa itu tidak mungkin. Dia lalu menunjukkan banyaknya kamera CCTV yang terpasang di semua sudut perusahaan. Karena itulah tidak mungkin ada orang yang bisa memasang kamera CCTV sendiri di atap, jika hal itu terjadi pasti aksinya akan langsung ketangkap kamera yang lain.

Tapi tiba-tiba saat itu juga, komisaris Park dapat video call dari Soo Hyeon yang memberitahunya kalau saat ini sedang berada di bawah salah satu kamera CCTV di atap gedung Wonsin. Kepala polisi memang melihat Soo Hyeon dari salah satu kamera CCTV atap gedung. Soo Hyeon memberitahu pak kepala polisi untuk terus mengamati monitor CCTV dan tetap terhubung dengannya karena dia akan berjalan mulai dari atap sampai lobi.

Dengan bantuan blueprint gedung, Soo Hyeon mulai berjalan dari atap melewati tangga darurat dan tempat-tempat tertentu dengan menghindari kamera CCTV... sampai akhirnya dia tiba di lobi. Dan yang mencengangkan pak kepala polisi dan si petugas keamanan Wonsin, selama Soo Hyeon mulai berjalan dari atap sampai lobi, dia tidak terlihat di kamera CCTV manapun.


Apa yang barusan dilakukan Soo Hyeon, membuktikan bahwa dugaannya tentang adanya orang yang memasang kamera CCTV lain di atap tanpa ketangkap kamera yang lain, terbukti benar. Orang itu pastilah orang yang punya jabatan tinggi sehingga dia bisa mengakses struktur bangunan, memasang CCTV di lokasi yang tepat lalu merencanakan rute keluar yang tepat. Dan fakta kalau video itu bisa sampai dikirimkan ke media pastinya hanya bisa di lakukan oleh petinggi perusahaan dengan tujuan agar tidak ada yang curiga.

Soo Hyeon yakin kalau Chae Rin bukan bunuh diri tapi dibunuh. Soo Hyeon lalu memberikan bukti dugaannya yaitu rekaman CCTV yang sudah diamati Seo Joon. Terlihat dari 2 frame video yang di-zoom, api yang membunuh Chae Rin, terpercik mulai dari bagian dada. Dan api itu terlihat sudah menyala bahkan sebelum Chae Rin menyalakan korek apinya. Dari sini, sudah bisa dipastikan kalau Chae Rin dibakar dengan cara kejam dan penculikan kedua bayi itu dikarenakan kasus pembunuhan Chae Rin 8 tahun yang lalu. Komisaris Park akhirnya memberi izin agar kasus pembunuhan Chae Rin dibuka kembali.


Menurut keterangan Joo Young, Chae Rin mati karena sesak napas yang diakibatkan oleh penyebaran api yang sangat cepat membakar tubuh bagian atasnya dan merusak organ pernapasannya. Yang paling aneh, spi tidak mungkin bisa menyebar ke atas dengan secepat itu. Jadi bisa dipastikan ada semacam pemicu api di sekitar tubuh bagian atas Chae Rin.


Soo Hyeon kembali ke atap gedung Won Sin dan mulai merekontruksi kejadian itu. Dengan mengikuti langkah-langkah Chae Rin berdasarkan yang terlihat video rekaman, ia mulai berjalan ke tempat Chae Rin bunuh diri.

Soo Hyeon mengingat bagaimana Chae Rin tampak berjalan mantap ke tempat itu, seolah memang tempat itu memang sudah ditentukan oleh seseorang yang menyuruhnya berjalan dan berdiri di tempat itu. Tapi selama berjalan ke tempat itu, Chae Rin tampak melihat ke arah lain terus menerus. Dari tempat itu, Soo Hyeon melihat adanya jam dinding. Pasti jam itulah yang di lihat Chae Rin, tapi untuk apa dia terus menerus memastikan jamnya. Dan bagaimana caranya seseorang menyuruhnya berjalan ke tempat itu dan membuat bajunya ternoda bahan kimia yang mudah terbakar.


Karena si penjahat tampaknya tahu betul setiap gerak-gerik Tae Joo sekeluarga, Dae Young pun langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari alat penyadap yang mungkin dipasang di rumah itu. Dan dugaannya terbukti benar saat mereka menemukan alat itu tersembunyi di belakang sebuah kotak hadiah ultah bayi.


Dalam kotak mainan itu, tertera nama dan alamat tokonya. Dae Young pun pergi ke sana, tapi si petugas toko berkata bahwa hadiah itu bukan dari mereka karena mereka tidak menyediakan produk VIP khusus. Dae Young memberitahunya kalau hadiah itu diberikan oleh supir layanan limusin sebulan yang lalu. Si petugas toko mulai mengingat kembali dan akhirnya dia ingat kalau sebulan yang lalu memang ada seseorang bernama Park Jun Myung yang bekerja paruh waktu jadi supir limusin, orang itu bekerja hanya sebentar saja lalu setelah itu berhenti.

Dae Young melihat resume Park Jun Myung, dan tiba-tiba saja dia merasa seperti pernah melihat orang itu. Tapi dimana?...


Sepanjang perjalanan kembali, Dae Young masih terus resah memikirkan dimana dia pernah Park Jun Myung... saat tiba-tiba sebuah truk mendahuluinya dan mengagetkannya. Saat itulah, Dae Young langsung ingat dimana dia pernah melihat Park Jun Myung. Dia adalah supir truk yang menabrak mobil sedan hitamnya Tae Joo di jalan tol.


Di tempat lain, seorang pria tampak memasukkan 2 buah ampul obat kedalam sebuah tas. Seseorang tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan tuan Kim. Si tuan Kim langsung memasukkan beberapa barang lain kedalam tas lalu membuka lemari yang ternyata isinya kostum badut.


Berdasarkan penyelidikan Seo Joon supir truk itu sebenarnya bernama Kim Yoon Jae, dia seorang mantan tentara yang sekarang tempat tinggalnya tidak diketahui. Tidak ada informasi lain karena dia seorang yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Dari informasi itu, Dae Young menyimpulkan bahwa Yoon Jae lah otak utama penculikan ganda ini yang tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian polisi supaya kasus pembunuhan Chae Rin dibuka kembali.


Seo Hyeon mulai menyelidiki tentang Chae Rin yang ternyata memang pernah mendapat ketidakadilan di tempat kerja. Dia lulusan jurusan farmasi dan awalnya merupakan seorang peneliti tapi kemudian dipindahkan di bagian gudang. Karena masalah itu, Chae Rin sempat melayangkan tuntutan tapi tak lama kemudian tuntutan itu dibatalkan oleh kedua orang tuanya setelah Chae Rin meninggal dunia karena masalah skandal video p*rno.


Ternyata dalam usahanya melawan tuntutan Chae Rin, Tae Joo sengaja mengundang kedua orang tuanya ke kantor dan memperlihatkan video dimana Chae Rin terlihat menari vulgar. Tae Joo berkata kalau video itu dikirimkan Chae Rin padanya dan menuduh Chae Rin sengaja merayunya, dia bahkan mengklaim kalau Chae Rin pernah mengajaknya berkencan. Padahal sebenarnya, Tae Joo sendirilah yang mencuri video itu dari hapenya Chae Rin yang kemudian dia kirimkan ke hapenya sendiri setelah dia membuat Chae Rin tertidur.

Tae Joo dengan liciknya mengancam akan memposting video ini di website perusahaan untuk mencari tahu apakah ada karyawan pria lain yang pernah dirayu Chae Rin. Ayahnya Che Rin tentu saja tidak percaya tuduhan Tae Joo pada putrinya. Tapi demi melindungi reputasi putrinya, terpaksa ayahnya Chae Rin memutuskan untuk menarik tuntutan itu.


Soo Hyeon lalu pergi mengunjungi kedua orang tua Chae Rin dan menanyai sang ayah tentang apakah dia memperhatikan ada yang aneh dari kesehatan putrinya waktu itu. Dengan desahan berat, ayahnya Chae Rin langsung mengiyakannya, tentu saja ada yang aneh, semuanya sangat aneh. Anaknya tewas dengan cara seperti itu pun sudah aneh.


Soo Hyeon lalu masuk ke kamarnya Chae Rin dan menggeledah barang-barangnya. Dalam buku diarynya, Soo Hyeon menemukan ada beberapa foto bayi-bayi. Dari salah satu foto, Soo Hyeon mendapati nama seorang dokter kandungan bernama Eun Ji Won. Soo Hyeon pun langsung melaporkan nama itu pada Seo Joon. Selain itu, Soo Hyeon juga menemukan kartu nama seorang psikolog.


Soo Hyeon lalu menemui si psikolog yang mengkonfirmasi kalau Chae Rin memang pernah jadi pasiennya. Chae Rin sering kali merasa cemas dan pernah beberapa kali bilang kalau dia merasa seperti ada seseorang yang mengawasinya. Tapi suatu hari, Chae Rin datang padanya dan berkata kalau dia sudah tidak perlu obat lagi karena dia sedang hamil. Karena itulah, si psikolog sangat kaget dan bingung kenapa setelah itu Chae Rin malah bunuh diri.


Sementara itu, Tae Joo masih berada di tempat persembunyiannya. Saat si penculik meneleponnya lagi, Tae Joo berusaha memohon-mohon agar anaknya dikembalikan padanya dan mengingatkan si penculik pada janjinya bahwa dia akan mengembalikan anaknya kalau dia melakukan semua yang si penculik perintahkan padanya dan dia sudah melakukan semua yang dia perintahkan.

Yoon Jae dengan santainya menjawab bahwa yang dia janjikan hanyalah bahwa dia akan menyelamatkan hidup anaknya Tae Joo jika Tae Joo berhasil menculik anaknya presdir Won Sin. Dia tidak pernah bilang kalau dia akan mengembalikan anaknya Tae Joo. Frustasi, Tae Joo langsung mengakui semua kesalahannya dan dosa yang dia perbuat pada Chae Rin, dia bersedia dihukum asalkan anaknya dikembalikan.

Yoon Jae akhirnya setuju untuk mengembalikan anaknya Tae Joo, tapi hanya setelah Tae Joo melakukan misi keduanya. Tae Joo harus mengungkapkan kebenaran kasus pembunuhan Chae Rin 8 tahun yang lalu, besok di hadapan publik saat presdir Wonsin mengadakan rapat IR.


Begitu Dae Young kembali, Seo Joon memperlihatkan video rekaman yang dikirim tersangka Kim Yoon Jae pada istrinya Tae Joo setiap hari. Jelas cara ini digunakan untuk mengintimidasi Tae Joo hingga Tae Joo akhirnya menculik anak orang lain. Mereka berdua mulai memperhatikan video itu dengan lebih teliti.

Di latar video itu, Seo Joon mendapati sebuah kalender yang sepertinya berasal dari sebuah bank di daerah Gyeonggi sementara Dae Young mendapati sesuatu yang aneh dari sebuah balon yang terletak dekat anaknya Tae Joo. Seo Joon memperbesar gambarnya dan dari refleksi balon, samar-samar mereka bisa melihat ada beberapa box bayi-bayi lain di dekat box bayinya Tae Joo. Dae Young pun langsung memerintahkan Seo Joon untuk mencari semua tempat pernitipan anak atau panti asuhan yang terletak di area dekat bank di daerah Gyeonggi, lalu setelah itu dia sendiri langsung beranjak pergi ke daerah Gyeonggi.


Seo Joon akhirnya menemukan sebuah berita yang berhubungan dengan Chae Rin. 8 tahun yang lalu, ada kasus kematian tiga bayi yang meninggal dunia setelah mendapatkan vaksin flu yang diproduksi perusahaan Wonsin. Seo Joon melaporkannya pada Soo Hyeon yang kemudian pergi menemui pengacara yang dulu menangani kasus ini.

Menurut informasi dari pengacara, ketiga bayi itu tewas karena vaksin yang diberikan pada ketiga bayi itu adalah vaksin yang tercemar. Yang jadi masalah, walaupun kematian ketiga bayi itu disebabkan efek samping vaksin tersebut, tapi mereka tidak punya cukup bukti.

Dari informasi yang dia dengar vaksin yang tercemar itu berjumlah sekitar 100 vaksin. Vaksin-vaksin yang tercemar itu seharusnya dihancurkan tapi diduga pihak perusahaan sengaja mengeluarkannya dan akhirnya terjadilah masalah tersebut. Hal ini diketahuinya, berkat informasi dari seorang informan misterius. Ada yang bilang kalau informan itu adalah orang dalam perusahaan tapi tidak ada yang tahu identitasnya.

Dia juga sempat mendapat telepon dari seseorang yang mengatakan kalau dia punya bukti akan kasus ini dan bukti itu berupa 2 buah ampul vaksin yang tercemar. Tapi pada akhirnya, kasus ini dihentikan karena saksi itu tidak pernah muncul pada janji pertemuan mereka. Pengacara menduga, mungkin orang itu ketakutan. Waktu itu mereka sepakat untuk bertemu pada tanggal 5 maret 2007. Soo Hyeon langsung terperanjat menyadari kematian Chae Rin pun terjadi pada tanggal 5 maret 2007.


Sudah bisa dipastikan kalau Chae Rin lah saksi kunci kasus kematian 3 bayi itu. Dan dia mati terbunuh saat dia hendak menyerahkan bukti vaksin tercemar itu pada pengacara. Kasus penculikan anak ganda ini, tujuan utamanya ternyata bukan cuma untuk mengungkapkan kasus pembunuhan Chae Rin tapi juga untuk mengungkapkan kasus pembunuhan ketiga bayi.

Ada kemungkinan kalau Kim Yoon Jae berhubungan dengan kematian bayi-bayi itu, walaupun mereka masih tidak tahu apa. Kemungkinan, salah satu bayi yang mati itu adalah bayinya Yoon Jae dan Yoon Jae melakukan kejahatan penculikan ganda ini sebagai aksi balas dendam.

Dae Young tiba-tiba ingat kalau Yoon Jae pindah sekitar 3 tahun yang lalu, saat itu anak presdir Won Sin lahir. Sudah pasti dia merencanakan kejahatan ini sejak putranya presdir Won Sin lahir dan dia mulai melaksanakannya begitu anaknya Tae Joo lahir. Jika sumber penculikan ganda ini adalah kasus kematian 3 bayi, Soo Hyeon dan Dae Young menyadari bahwa kedua anak yang diculik itu bukan cuma alat untuk balas dendam tapi tujuan dari balas dendam itu sendiri.

Seo Joon menemukan informasi sebuah tempat penitipan anak di sebuah gereja di daerah Gyeonggi. Pastur yang bertugas disana pernah wamil dalam divisi yang sama dengan Yoon Jae.



Di sebuah box telepon umum, Tae Joo menelepon presdir Won Sin. Dia berusaha meminta presdir Won Sin untuk mengakui perbuatan mereka pada Chae Rin besok di rapat IR agar anak mereka berdua selamat. Presdir Won Sin yang saat itu sedang berada dalam taksi, menolak memenuhi permintaan Tae Joo.

Tae Joo mengancam akan mengungkapkan kasus itu sendiri kalau presdir tidak mau, dia bahkan mengancam akan melakukan sesuatu yang buru pada anaknya presdir. Tapi presdir tetap santai-santai saja menanggapinya, karena ternyata presdir sudah tahu kalau anaknya sudah tidak berada di tangan Tae Joo lagi.


Taksi yang ditumpangi pak presdir berhenti didepan gereja. Ternyata dia sendiri dapat surat ancaman dari Yoon Jae yang menyuruhnya untuk melakukan perintahnya, jika tidak maka dia akan membunuh anaknya presdir. Presdir diam-diam masuk ke dalam gereja dan langsung menuju kamar penitipan anak-anak dan berhenti di box bayinya Tae Joo.

Pada saat yang bersamaan, Tae Joo dapat kiriman gambar 2 ampul vaksin tercemar dari Yoon Jae. Lalu tak lama kemudian, dia di-video call Yoon Jae yang menunjukkan pak presdir tengah menyuntikkan cairan vaksin cacat itu pada anaknya.Tae Joo langsung menangis pilu dan menjerit-jerit histeris melihat anaknya dibunuh presdir Won Sin.



Bersambung ke part 2

2 comments

Semangat kakak nulis lanjutannya... fighting.

Nglanjutin project yang tertunda ya....Good Job!!!Semangat ya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon