Powered by Blogger.


Ayumu mulai mengajari Michiko memasak tapi dia ragu kalau Michiko akan bisa mempelajarinya dengan cepat apalagi Michiko bahkan tidak bisa memotong sayurannya dengan baik dan benar. Ayumu bertanya-tanya tentang apa yang dia katakan saat dia mabuk semalam tapi Michiko tetap tidak mau memberitahukan detilnya dan hanya berkata kalau Ayumu hanya mengatakan sesuatu yang sudah dia dengar dari Akira dan Haruko.



"Haruko itu sangat baik yah? Saat aku bertanya tentang bunga, dia bahkan mengirimiku email"

"Dia mengirimmu email? Kau ini apa?"

"Mantan bawahanmu dan sekarang pegawai paruh waktumu"

"Lalu kenapa kau menemuinya dan kenapa kau bisa bertemu dengannya?"

"Entahlah. Karena kau selalu membantuku dalam banyak hal, jadi aku ingin membalas kebaikanmu"

"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mengharapkan hal-hal seperti itu"

"Bukankah semalam kita sudah berjanji kalau aku akan membantumu mendapatkan cintamu"

Ayumu tidak percaya, tidak mungkin dia akan mengatakan hal-hal semacam itu "Dengar yah, walaupun aku bisa membantumu tapi tidak ada yang bisa kau lakukan untukku"


Sebal, Michiko langsung mengalihkan perhatiannya lagi pada bawang bombay yang sedang dicincangnya. Tapi Ayumu lagi-lagi mengkritikinya gara-gara irisannya yang terlalu besar. Michiko tidak mengerti apa salahnya dengan ukuran segini, tapi Ayumu bersikeras kalau ukuran dalam memasak sangat penting karena bisa membuat hasilnya jadi beda.

"Dalam memasak, memikirkan detil terkecil untuk membuat makanan bagi orang lain itu sangat penting"


Tak lama kemudian, omuricenya Michiko akhirnya jadi juga. Tapi yah, tentu saja hasil penampilannya tidak sebagus masakannya Ayumu tapi lumayan lah untuk ukuran seorang pemula. Saat Michiko mencicipinya, ternyata hasilnya enak juga.

Michiko baru menyadari bahwa memasak bersama ternyata rasanya sangat menyenangkan. Memasak bagi orang lain akan membuat kita berpikir untuk melakukannya dengan penuh kepedulian.


Ayumu tersenyum mendengarnya dan teringat masa lalunya saat dia membuatkan kopi untuk mendiang kakaknya dan Haruko. Bagaimana dulu dia membuatkan kopi jahe untuk Haruko yang sedang tidak enak badan dan Haruko sangat berterima kasih padanya atas kepeduliannya itu dan memuji kehebatan Ayumu dalam memasak.


Ayumu masih melamun saat Michiko selesai makan dan tiba-tiba saja memanggilnya dari halaman belakang dan memberitahunya kalau bunga yang layu kemarin, sekarang sudah tumbuh tunas. Mereka melihat tunas bunga itu bersama-sama dan Ayumu langsung menatap Michiko dengan kagum.


Keesokan harinya, Michiko meng-sms Daichi dan mengusulkan ide untuk membatalkan liburan mereka ke luar kota karena dia ingin berkunjung ke rumahnya Daichi dan memasak untuknya. Sms itu terkirim, tapi sampai beberapa lama kemudian tetap tidak ada balasan dari Daichi.

Siang harinya, Michiko murung karena masih belum ada balasan dari Daichi. Apa berkunjung ke rumahnya itu ide yang buruk? pikirnya.


Tapi tiba-tiba Daichi muncul dengan senyum lebar dan dengan sangat antusias bertanya apakah Michiko benar-benar mau datang ke rumahnya dan memasak untuknya. Michiko berkata iya tapi sebenarnya dia tidak terlalu pandai memasak.

"Apapun yang Shibata-san masak, aku akan sangat senang. Kalau begitu sampai jumpa hari minggu nanti" ujar Daichi lalu cepat-cepat kembali ke pekerjaannya.


Di hari minggu, Michiko datang ke rumah Daichi dengan membawa beberapa belanjaan. Dia melihat sekeliling dan menilai rumahnya Daichi rapi, bersih dan tata ruangannya simple. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah 'medan perang' aka ranjang. Daichi sampai heran melihat Michiko mempelototi tempat tidurnya sampai segitunya.


Malam harinya, omurice-nya Michiko pun akhirnya jadi. Tapi hasilnya malah lebih kacau daripada percobaan pertamanya dulu. Michiko sampai malu sendiri saat dia harus menghidangkannya pada Daichi.

Daichi mencoba mencicipinya... dan ternyata rasanya enak juga. Tapi saat Michiko mengaku sejujurnya kalau dia belajar membuat omurice itu dari Ayumu, Daichi tampak tidak senang. Dia langsung bertanya cemas, apakah Michiko dan Ayumu dulu pernah pacaran.


Michiko menyangkalnya tapi dia mengaku kalau dia tinggal disana bersama Ayumu. Michiko bercerita kesulitan hidup yang dialaminya pasca perusahaannya yang dulu bangkrut, bagaimana susahnya mencari pekerjaan baru hingga ia mengalami kesulitan keuangan dan terlilit hutang. Ayumu lah yang membantunya dan meminjaminya uang, bahkan memberinya pekerjaan paruh waktu di cafe dan memberinya tempat tinggal. Bisa dibilang kalau Ayumu itu adalah pelindungnya.


Melihat ekspresi Daichi, Michiko mengira kalau Daichi tak mempercayainya. Dia mengira hubungan mereka putus sampai disini. Tapi yang tidak disangkanya, Daichi ternyata mempercayainya dan senang dengan kejujurannya.

Michiko tak percaya mendengarnya, apa Daichi benar-benar tidak masalah bersama orang seperrtinya. Daichi meyakinkannya bahwa dia sama sekali tidak mempermasalahkannya. Daichi langsung mencondongkan wajahnya, mau mencium Michiko. Tapi Michiko tidak siap dan langsung menghindar dan mengalihkan perhatian Daichi pada makanan lagi.


Daichi memperhatikan kegugupannya dan cepat-cepat menghentikan ocehan Michiko dengan berkata "Aku sungguh mencintaimu"


Daichi langsung mencondongkan wajahnya kembali. Michiko langsung memejamkan mata, menanti ciuman Daichi...


Tapi Daichi ternyata cuma mau mengambil saos yang nempel di dagunya Michiko. hahahaha!


Malu, Michiko langsung berceloteh panjang lebar tentang betapa buruknya dalam hal memasak. Tapi tiba-tiba Daichi menghentikan celotehannya dengan mengecup bibir Michiko.


Michiko benar-benar shock kali ini. Daichi hendak menciumnya lagi, tapi tepat saat itu juga tiba-tiba hape Daichi berbunyi. Michiko cepat-cepat mengalihkan perhatiannya dengan memberikan coklat valentine untuk Daichi.


Daichi mengacuhkan hapenya dan menerima coklatnya Michiko dengan dengan senang hati lalu memeluknya dan berkata "Shibata-san, kau selalu berusaha keras dalam segala hal bukan? Karena itulah, aku selalu ingin membantumu atau lebih tepatnya menjagamu walaupun kau lebih tua dariku"


Tepat saat Michiko berpikir kalau mereka akan melakukannya malam ini, hapenya Daichi tiba-tiba berbunyi lagi. Daichi akhirnya mengecek hapenya. Entah apa isi sms itu dan dari siapa, tapi seketika itu pula sikap Daichi tampak berubah.


Bahkan dia langsung cepat-cepat mengakhiri pertemuan mereka dengan meminta Michiko untuk pulang sekarang karena takutnya 'pelindungnya Michiko' cemas. Tapi, dia menyarankan agar lain kali dia minta izin dulu pada pelindungnya itu jika Michiko mau menginap disini.


Dalam perjalanan pulang, Michiko menelepon Akira dan memberitahunya tentang ciumannya dengan Daichi tadi. Akira tertawa mendengar keantusiasan Michiko padahal itu cuma ciuman. Tapi walaupun cuma ciuman, tetap saja itu momen terhebat bagi Michiko. Akira penasaran kenapa mereka tidak lanjut saja setelah ciuman itu. Michiko memberitahunya itu karena Daichi menerima sms, Michiko mengira mungkin itu sms kerjaan soalnya Daichi itu gila kerja.


Tapi Michiko kemudian mengalihkan topik dan meminta izin Akira untuk mendukung hubungan Ayumu dan Haruko. Dia ingin membantu Ayumu mendapatkan cintanya dan berbahagia karena hanya dengan cara itu dia bisa membalas kebaikan Ayumu padanya selama ini. Akira cukup shock mendengarnya. Tapi dia kagum juga mendengar kepedulian Michiko pada orang lain.


Michiko sebenarnya sudah menyiapkan hadiah coklat untuk Ayumu juga. Tapi setibanya di cafe, dia melihat Ayumu sedang bersama Haruko dan di hadapan Ayumu ada sebungkus kue coklat. Melihat itu, Michiko akhirnya tidak jadi memberikan hadiah coklatnya dan cepat-cepat naik ke kamarnya dan meninggalkan mereka berduaan padahal Haruko sebenarnya mau memberikan hadiah kue coklat juga untuk Michiko.


"Kau tidak perlu memberinya coklat, lagipula kau kan tidak punya urusan dengannya"

"Ini coklat persahabatan"

"Michiko-chan sangat menarik, aku menyukainya. Tolong berikan padanya yah?"

"Baiklah"

Haruko lalu memberitahu Ayumu kalau Michiko pernah bertanya padanya tentang bagaimana cara membuat bunga Christmas Rose mekar lagi dan mereka banyak berdiskusi tentang masalah itu lewat email.


Di kamarnya, Michiko membuka hadiah coklat yang tadinya mau dia berikan untuk Ayumu sambil menggerutu kesal karena Ayumu ternyata sudah dapat coklat dari Haruko. Tapi... lama-lama dia heran dengan perasaannya sendiri.

Kenapa dia kesal? Apa jangan-jangan... dia cemburu? Tidak! Tidak mungkin dia cemburu! Tapi kalau begitu, ini perasaan apa? Simpati kah? Simpati untuk orang yang tinggal serumah dengannya? Mungkin cuma simpati karena selama ini Ayumu selalu baik padanya.

Jika pada Ayumu saja dia merasa depresi seperti ini, Daichi pasti jauh lebih depresi memikirkannya tinggal bersama pria lain. Michiko akhirnya memutuskan untuk mencari apartemen lain.


Keesokan harinya, Cafe Himawari tiba-tiba kedatangan tamu kejutan... Daichi. Mereka berdua jelas tampak tidak senang melihat satu sama lain, tapi Ayumu tetap bersikap profesional saat Daichi memesan omurice.


Selama Daichi menikmati omuricenya, trio preman mengintipnya dengan penasaran.


Sementara Kakek bolak-balik memperhatikan Daichi dan Ayumu yang sama-sama tidak saling memandang, Kakek tersenyum geli melihat semua itu.


Setelah selesai makan, Daichi memuji kelezatan omuricenya Ayumu "Rasanya mirip dengan masakannya (Michiko)" ujar Daichi


Ayumu berterima kasih atas pujiannya walaupun tampak jelas dia tidak senang sama sekali. Setelah Daichi pergi, Kakek yang sedari tadi memperhatikan segalanya, berkata bijak pada semua orang "Mendoakan kebahagiaan diri sendiri adalah kecemburuan. Tapi mendoakan kebahagiaan orang lain adalah cinta tanpa kompensasi"


Malam harinya saat mereka bertemu di kamar mandi untuk gosok gigi bareng (mereka udah kayak suami istri aja), Michiko memberitahu Ayumu kalau dia ingin pindah dari rumah ini. Ayumu setuju. Dan mereka kemudian melanjutkan acara gosok gigi mereka dengan canggung.


Keesokan harinya saat Michiko turun untuk sarapan, dia mendapati makanan hangat sudah siap seperti biasanya. Melihat itu, Michiko langsung sedih, menyadari kalau dia pindah maka tidak akan ada lagi sarapan hangat yang menantinya tiap pagi. Dan saat dia pulang kerja di malam hari, tidak akan ada lagi daging untuknya. Dan tidak akan ada lagi seseorang yang akan melihatnya pergi kerja setiap pagi.


"Ada apa denganmu?"

"Shunin, aku belum memutuskan kemana aku mau pindah. Tapi, terima kasih atas segalanya. Sebagai balas budi..."

"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak mengharapkan balasan. Lain kali kalau kau bertemu pria yang menyusahkan lagi, aku pasti akan membantumu"

Michiko sangat tersentuh mendengarnya. Tapi baru saja mengucap kata-kata yang menyentuh hati, Ayumu tiba-tiba mengucap sesuatu yang menyakitkan hati. Mewanti-wanti Michiko untuk tidak melakukan sesuatu sembarangan, apalagi Michiko itu jenis wanita yang sama sekali tidak bisa membedakan antara membantu orang lain dengan menghidupi orang lain.


Mereka lalu mendiskusikan tentang kepemilikan Eigo kayak suami istri mau cerai dan membicarakan hak asuh anak. Ayumu berkata kalau Michiko tetaplah pemilik Eigo tapi dia yang akan merawat Eigo sampai Michiko bisa merawat dirinya sendiri dulu. Tiba-tiba sesuatu menarik perhatian mereka, tunas bunga Christmas Rose-nya sekarang sudah mekar.


Ayumu hampir saja mau berterima kasih pada Michiko tapi dia malah memergoki Michiko mencuri daging ikannya. Dasar Michiko! Ayumu lalu mengeluarkan sesuatu... lingerienya Michiko yang terjatuh di depan cafe. Malu, Michiko langsung menyambarnya dan Ayumu menggerutu sebal karea Michiko menjatuhkan benda itu didepan cafe. Bikin sial saja, gerutu Ayumu.

"Berhentilah menghina lingerie sexy ku"

"Jagalah benda itu dengan baik, itu lingerie sexy mu satu-satunya kan?"

"Aku sudah seksi, jadi satu saja sudah cukup!"

"Seksi? Seksi? Seksi? (hahahahaha!)"

Kesal dan malu, Michiko bertekad untuk segera angkat kaki dari rumah ini! Pokoknya harus! Sesegera mungkin!


Saat mereka makan siang bersama, Michiko memberitahu Daichi kalau dia mau pindah tapi belum memutuskan mau pindah kemana. Daichi senang mendengarnya dan mengusulkan agar Michiko pindah ke rumahnya saja. Daichi beralasan kalau mereka tinggal bersama maka mereka bisa menghemat lebih banyak uang. Michiko shock.

7 comments

ini michiko mau bantuin ayumu sm haruko, tp malah cemburu sendiri ..

mb ini uda tamat kah di televisi nya ???

Penasaran sama daichi saya mah,,,,,siapa ya yang sms dia?

Daichi ini sangat mencurigakan….

Daichi ini sangat mencurigakan….

Duh aq pengennya michiko jadi sama ayumu aja. Udah kayak soulmate yg kompak biar sering bertengkar. Mbak ima semangat terus ya ngerecapnya. Stay healthy and keep fighting!

semangat...semangat jangan smp berhenti nulis sinopsisnya ya...

Keren ceritanya maaf baru comment sekarang.Michiko polos banget, aku yakin si daichi punya selingkuhan.Dia berasa kayak si Viki konsprirasi hati donk kalo sampe dugaan Ayumu bener??

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon