Powered by Blogger.


Sebelum pergi menjemput Prikkang, Sibtis terlebih dulu rekaman untuk U-Report. Dalam rekamannya, dia memberitahu bahwa hari ini dia akan pergi ke pertanian milik keluarganya dengan membawa seseorang untuk mengingatkan orang itu akan kenangan indah bersama mereka dulu.


Prikkang menolak keras pergi ke pertaniannya Sibtis. Tapi Ayah tetap memaksa agar Prikkang bisa belajar disiplin selama 1 bulan pulang. Dan kebetulan peternakannya Sibtis sedang membutuhkan seorang pekerja ekstra.

"Ayah ingin aku pergi bersama cowok ini? Bagaimana bisa ayah mempercayainya? Lihat dia! Ayah benar-benar ingin aku tinggal bersamanya?"

"Dia bukan 'cowok ini'. Panggil dia P'Sibtis. Dia itu bakalan jadi bos-mu"

"Betul. Selama kau di peternakanku, kau harus memanggilku 'Bos'"


Dia lalu menyuruh Prikkang untuk mengepak semua barang-barangnya dan bersiap-siap dalam kurun waktu 5 menit, sekarang juga. Jika Prikkang gagal menyelesaikan melakukan perintahnya tepat waktu maka dia akan dihukum. Dan waktunya sudah dimulai dan sekarang Prikkang hanya punya waktu 4.30 menit.

Kesal, Prikkang akhirnya kembali ke kamarnya sambil menggerutu dan Sibtis tersenyum geli melihatnya. Ayah cuma bisa geleng-geleng melihat kelakuan putrinya itu. Ayah memohon pada Sibtis untuk menjaga Prikkang untuknya lalu minta nomor hapenya Sibtis.


Sibtis memberikannya dan saat ayah mencoba me-misscall, dia malah mendapati nomor Sibtis sudah ada didalam daftar kontaknya atas nama 'F*ck You'. (hahahaha!) Ayah kaget menyadari Sibtis adalah orang yang pernah dia marahi di telepon waktu itu.

Flashback,


Dulu, Sibtis dan Prikkang kecil sedang asyik kejar-kejaran di tempat bermain mereka yang biasanya, yang ada pohon besar dan ayunannya. Sibtis cemas dan berusaha meminta Prikkang untuk tidak cepat-cepat, takut Prikkang terjatuh.

Prikkang tidak mau dan terus berlari sampai akhirnya dia kesandung dan terjatuh. Sibtis cemas lalu membantu mengobati luka Prikkang dan mengomeli Prikkang karena terlalu bersemangat sampai dia terjatuh.

"Aku tidak akan bermain-main lagi" janji Prikkang

"Sungguh?"

"Sungguh!"

Kembali ke masa kini,


Prikkang tidur sepanjang perjalanan. Setibanya di pertanian, Sibtis berusaha membuka seatbelt-nya Prikkang dengan lembut. Wajah mereka jadi sangaaaat dekat. Tenggelam dalam suasana, Sibtis mulai mencondongkan wajahnya untuk mencium Prikkang... tapi Prikkang terbangun saat itu juga dan langsung memprotes kedekatan Sibtis padanya.

"Aku cuma melepaskan seatbelt-mu" alasan Sibtis


Prikkang membawa banyak barang sampai satu koper penuh. Mereka harus jalan mendaki bukit tapi Sibtis tidak mau membantu Prikkang membawakan kopernya, bersikeras menyuruh Prikkang untuk mengurus sendiri barang-barang pribadinya, lagipula salah Prikkang sendiri kenapa dia musti bawa barang sebanyak itu.

Prikkang terus menggerutu sepanjang jalan sampai akhirnya mereka tiba di puncak. Dan saat itulah, Prikkang akhirnya terdiam kagum melihat keindahan tempat itu. Sibtis menunjuk satu area dan menjelaskan bagaimana dulu tempat itu sulit ditanami. Tapi berkat tekad ayahnya, akhirnya sekarang tempat itu jadi hijau dan subur.


"Indah kan?"

"Iya. Sama seperti namanya Winarndin (Surga Dunia)"

"Karena itulah kenapa aku belajar agrikultur. Setelah lulus, aku bisa membantu ayahku untuk mengembangkan pertanian ini menjadi lebih baik"

Dulu dia pernah bertanya pada ayahnya, kenapa ayahnya tidak memilih pekerjaan lain yang lebih gampang agar mereka tidak perlu susah payah menahan diri dari teriknya sinar matahari. Tapi ayahnya bilang bahwa dia bahagia menjadi petani "Apa yang kita butuhkan dalam hidup adalah saat kita bisa memiliki kebahagiaan yang sudah ada tepat didepan mata kita"

Sayang, percakapan romantis mereka sirna seketika saat Prikkang mulai mengungkit-ngungkit sifat playboynya Sibtis. Kesal, Sibtis akhirnya memutuskan untuk turun ke pertaniannya. Prikkang bingung, bukankah tempat ini pertaniannya Sibtis. Sibtis membenarkannya, ini memang tanah pertaniannya. Tapi tempat mereka berdiri saat ini adalah viewpoint. Sementara untuk mencapai resor, mereka masih harus berkendara lagi cukup jauh.

"Koper pink-mu kelihatannya sangat berat saat kau menyeretnya naik bukit. Tapi akan lebih baik saat kau menyeretnya turun" goda Sibtis lalu pergi meninggalkan Prikkang yang kesal tapi terpaksa harus menyeret turun kembali kopernya yang berat.


Sesampainya di resor, mereka disambut hangat oleh kedua orang tua Sibtis. Prikkang pun senang bertemu lagi dengan Paman dan Bibi yang tak menyangka melihat Prikkang sudah tumbuh dewasa dan makin cantik. Paman berkata kalau seandainya dia bertemu dengan Prikkang di tempat lain, dia pasti akan mengenali Prikkang.

"Siapa juga yang tidak mengingatkannya?" kata Bibi


Sambil menatap Sibtis, Prikkang menyatakan ada orang yang tidak mengingatnya. Orang itu sangat menyedihkan, bego dan otaknya perlu diperiksa. Kesal, Sibtis hampir saja menghukum Prikkang tapi Prikkang cepat menghindar dan bersembunyi di balik Paman dan Bibi.

"Ayah, ibu. Putra kalian berdiri di sini, seharusnya kalian memelukku dan bukannya memeluk dia" protes Sibtis "Kalian sepertinya lebih mencintainya daripada putra kalian sendiri, tahu tidak?"

"Memang iya" kata Paman

"Kau betul" timpal Bibi

"Ibu!"


Tidak dapat pelukan dari kedua orang tuanya, Sibtis malah dapat pelukan hangat dari dua orang pekerja Winarndin yang tampak sangat antusias menyambut kepulangan Sibtis. Paman dan Bibi lalu mengajak Prikkang masuk untuk istirahat


Saat Sibtis membawa Prikkang berkeliling rumah, dia menyadari ada banyak perubahan dan renovasi di resor itu. Sibtis dengan bangga memamerkan sebuah gedung yang dia klaim dia desain sendiri dengan gaya Italy. Tapi Prikkang mengacuhkan Sibtis untuk kenalan dengan dua orang pekerja yang sedari tadi membuntuti mereka.

Yang pertama bernama Hed yang artinya jamur karena dia suka makan jamur dan dia bicara dalam dialek utara. Sementara yang satunya bernama Ped (dia yang jadi June di Kiss The Series) yang bicara dengan dialek selatan. Dulu waktu kecil Ped pernah mencuri bebek dan kepergok dan sejak itulah dia dinamakan Ped yang mirip suara kwek bebek.

Prikkang memperkenalkan namanya pada mereka lalu berusaha memberi mereka uang tip tapi mereka menolak karena bos mereka melarang mereka menerima uang tip. Bos mereka memerintahkan mereka melayani dengan hati.

"Senyumanmu saja sudah cukup membuat kami bahagia" rayu Ped. Dan Hed harus menghentikannya dan mengingatkannya bahwa Prikkang adalah ceweknya bos mereka.


Cemburu pada Hed/Ped, Sibtis langsung mengusir mereka dan mengajak Prikkang masuk ke kamarnya. Tapi bukannya membiarkan Prikkang istirahat, Sibtis malah menyuruh Prikkang untuk ganti baju dan mulai bekerja sekarang.

"Tapi kan sekarang sudah sore. Tidak bisakah aku bekerja mulai besok saja?"

"Kalau kau enggan bekerja maka kau harus tidur di kandang kuda bersama kuda-kudaku. Atau kalau kau lapar maka kau boleh makan rerumputan"

Pokoknya selama Prikkang tinggal di sini, dia harus bekerja sebagai ganti uang akomodasi dan makanan. Prikkang harus ingat bahwa di tempat ini, Sibtis adalah bosnya jadi Prikkang wajib mengikuti semua perintahnya. Jika tidak maka dia akan menghukum Prikkang. Memangnya apa hukumannya? tantang Prikkang.

"Aturan 5 G sibtis" ujar Sibtis "Jika kau ingin tahu apa itu, coba saja kau tentang aku"

Sibtis hanya akan memberi Prikkang waktu 5 menit untuk ganti baju, jika tidak maka Prikkang akan merasakan hukuman 5G-nya. Saat Prikkang masih bersikeras menolak, Sibtis mengancam akan membantu Prikkang ganti baju kalau dia tidak mau ganti baju sendiri. Prikkang akhirnya menurut tapi menuntut Sibtis keluar dulu.


Di luar, Sibtis malah mendapati Hed/Ped sedang menguping didepan jendela dan berpikir yang aneh-aneh. Sibtis mengklaim kalau dia hanya menganggap Prikkang itu seperti adiknya sendiri. Tapi Hed/Ped tak percaya, mereka tahu kalau Prikkang adalah cinta pertama Sibtis yang dicintai Sibtis sejak dia masih kecil. Lagipula cara Sibtis memandang Prikkang sama sekali tidak seperti seorang kakak memandang adik.

"Lihatlah, kau ikut bahagia saat kami melihatmu bahagia, bos" seru mereka lalu mendekap Sibtis erat-erat.

Tak suka, Sibtis langsung melepaskan pelukan mereka dengan kesal. Mereka langsung protes, Sibtis jadi dingin pada mereka gara-gara kedatangan seorang wanita padahal mereka sudah bersumpah setia jadi saudara. Sibtis akhirnya tertawa dan mulai menunjukkan sikap aslinya dan bicara dalam dialek. Dia mengingatkan mereka bahwa disini ada cewek jadi mereka harus membantunya untuk tetap cool. Kalau Prikkang sampai tahu dia bicara dalam dialek, Prikkang pasti bakalan menertawainya.


Mereka baru saja mendiskusikan rencana mereka untuk membantu Sibtis mendapatkan hati Prikkang saat tiba-tiba saja Prikkang keluar. Tapi bukannya memakai baju kerja, Prikkang malah memakai pakaian modis ala cowgirl. Sebal karena Prikkang tak patuh padanya, Sibtis langsung mengancam dan menyuruh Hed/Ped untuk menangkap Prikkang tapi Prikkang langsung masuk kembali ke kamarnya.


Beberapa saat kemudian, Prikkang akhirnya keluar dengan baju kerja yang benar dan Sibtis memerintahkannya untuk duduk membelakanginya lalu mulai menyisir rambut Prikkang untuk mengepang rambut Prikkang. Saat itu, mereka mengenang kembali kenangan masa kecil mereka.

Flashback,


Dulu, Prikkang pernah kembali setelah main dalam keadaan rambut berantakan dan banyak ranting pohon nyangkut di rambutnya. Sibtis membantunya mengeluarkan semua itu dari rambutnya dan berinisiatif untuk merapikan rambut Prikkang dengan cara mengepangnya.


Setelah selesai, Sibtis menyuruh Prikkang untuk mengepang rambutnya mulai sekarang agar tidak berantakan dan tidak mudah tersangkut segala benda aneh. Hmm... itu menjelaskan kenapa Prikkang suka mengepang rambutnya sampai dia beranjak dewasa.

Kembali ke masa kini,


Prikkang diam-diam tersenyum senang walaupun setelah itu dia pura-pura ngambek dan berkata kalau Sibtis mengepang rambutnya terlalu kuat sampai kulit kepalanya sakit. Mendesah melihat sikap judes Prikang, Sibtis berkomentar bahwa Prikkang lah yang seharusnya tidak usah tumbuh dewasa.


Dia lalu mengajak Prikkang untuk mulai bekerja sekarang... membersihkan poop kuda di kandang kuda. hahaha! Dan lucunya lagi, Prikkang malah melakukannya pakai tangan padahal ada sekop di dekatnya. Sibtis sampai harus mengajarinya bahwa alat di dekatnya itu namanya sekop dan gunanya untuk membantu Prikkang menyekop poop kuda.

Baru melakukannya satu detik, Prikkang sudah protes duluan dan mengkritik Sibtis karena dia duduk diam saja dan bukannya membantu mereka. Sibtis dengan santainya menyuruh Prikkang untuk konsen kerja saja, kalau tidak maka malam ini Prikkang harus tidur di kandang kuda ini.

Kesal, Prikkang dengan sengaja melempar poop kuda ke Sibtis lalu dengan tampang sok tak berdosa berkata "Oopps, sorry. Aku melemparnya terlalu kuat"

Tapi perbuatan kekanak-kanakannya itu malah membuatnya harus membayar mahal karena Sibtis langsung memerintahkan Hed/Ped untuk keluar dan menyuruh Prikkang untuk membersihkan semuanya sendirian.


Malam harinya, Prikkang pegal-pegal. Cholly menelepon saat itu dan menanyakan bagaimana hidupnya di Winarndin, apakah benar-benar seperti surga dunia sesuai namanya. Prikkang langsung menggerutui Sibtis yang jauh lebih buruk di sini ketimbang di kampus. Cholly mengingatkan Prikkang bahwa semua ini adalah salahnya sendiri, kalau saja malam itu Prikkang tidak banyak minum maka dia tidak mungkin berakhir di sana.

"Ngomong-ngomong, kirimi aku foto-foto P'Sibtis. Aku akan menempatkannya di U-Report show" pinta Cholly

"Kurasa aku tidak akan punya waktu memotret. Tapi kalau bisa, akan kukirim padamu" janji Prikkang


Sebelum mengakhiri teleponnya, Cholly mewanti-wanti Prikkang untuk waspada dan jangan membuka pintu kalau ada orang yang mengetuk pintunya tengah malam. Prikkang yakin itu tidak akan terjadi. Tapi tak lama kemudian, tiba-tiba dia mendengar jendelanya diketuk seseorang. Prikkang jadi mulai takut.

"Siapa itu?" tanya Prikkang. Tidak ada jawaban, tapi orang itu mengetuk lagi.

Prikkang akhirnya memberanikan diri untuk membuka jendela... dan Sibtis muncul bagai hantu sampai membuatnya menjerit ketakutan. Dia datang untuk memberitahu Prikkang tentang jadwal kerja besok pagi.

"Kau kan bisa meneleponku saja"

"Kalau begitu berikan nomor teleponmu"

"Tidak mau"

"Kalau begitu aku akan datang mengetuk pintumu setiap malam. Besok jam 6 pagi, berpakaianlah yang benar dan bersiap-siap"

Prikkang langsung melongo mendengar jadwal kerjanya yang terlalu pagi. Sibtis lagi-lagi mengingatkannya untuk tidak telat atau dia akan dihukum dengan hukuman 5 G ala Sibtis. Tapi karena Sibtis tidak mau ngasih tahu apa hukumannya, Prikkang jadi tidak takut sama sekali malah meremehkan.


Sibtis lalu menyuruh Prikkang keluar. Mengira Sibtis mau menghukumnya di luar, Prikkang malah ngotot tidak mau keluar dan mengolok-olok Sibtis. Tapi ternyata Sibtis menyuruh Prikkang keluar karena dia membawa anggur, itu adalah buah kesukaan Prikkang.

Prikkang tersentuh tapi dia tetap ngotot tidak mau keluar. Sibtis akhirnya menyerah, dia berkata bahwa dia akan meninggalkannya di luar dan menyuruh Prikkang untuk mengambilnya sendiri nanti.


Tapi sebelum pergi, Sibtis menyuruh Prikkang untuk menempelkan telinganya ke jendela dengan alasan ada sesuatu yang mau dia bisikkan pada Prikkang. Prikkang ragu tapi pada akhirnya menurut.

Begitu pipinya nempel ke jendela... *Muach* Sibtis mengecupnya lewat jendela "Met malam, Prikkang"


Keesokan subuh, Sibtis mendapati buah anggurnya masih di luar dan Prikkang masih belum bangun padahal jam 6 tinggal 5 menit lagi. Sibtis langsung mengetuk pintu dan mengancam akan menerobos masuk ke kamar Prikkang jika Prikkang tidak keluar dalam waktu 5 menit.

Terpaksalah Prikkang harus buru-buru bangkit dari tidurnya dan cepat-cepat ganti baju sementara Sibtis terus menghitung mundur 10-9-8-7-6-5-4-3-2... Prikkang akhirnya membuka pintu tepat waktu. Tidak jadi dihukum deh padahal Sibtis sudah berencana untuk menghukum Prikkang dengan Getting fierce (mungkin dengan cara menyeret Prikkang secara paksa).


Kali ini, Sibtis membawa Prikkang ke kebun dan menyuruh Prikkang untuk membuat pupuk yang terbuat dari poop hewan. Walaupun menggerutu karena harus berurusan dengan poop lagi tapi pada akhirnya Prikkang terpaksa harus melakukannya. Tapi dia melakukannya dengan setengah hati dan asal-asalan.

Sibtis lama-lama jadi tak sabaran melihat kelambatan Prikkang dan langsung memegangi tangan Prikkang dan memaksa Prikkang bekerja lebih cepat dan ujung-ujungnya malah membuat pupuk itu terciprat ke Prikkang.


Prikkang termangu melihat Sibtis tampak menikmati pekerjaannya. Dan Sibtis mendapati Prikkang sedang menatapnya, dia langsung menggodanya "Kau lihat apa?"

"Tidak. Aku tidak melihatmu, aku melihat poop ini"


Kesal, Sibtis langsung mencoreng wajah Prikkang dengan pupuk poopnya. Ujung-ujungnya mereka jadi bertengkar tapi kelihatan seperti pasangan sedang bermesraan.


Di jam istirahat, Prikkang sudah sangat kelaparan. Tapi Sibtis memberinya makan siang satu rantang penuh dan mood Prikkang langsung membaik seketika. Sibtis memberitahunya bahwa semua makanan itu dibuat dari semua bahan yang ada di tanah pertanian ini.


Prikkang sangat menikmati makan siangnya... sampai saat Sibtis memaksa ingin menyuapinya. Prikkang tidak mau tapi Sibtis langsung mencekoki Prikkang kayak mencekoki obat pada anak kecil sampai Prikkang batuk-batuk.


Hed memberi Prikkang air tapi setelah itu mereka tidak mau pergi. Ingin berduaan saja dengan Prikkang, Sibtis memerintahkan mereka pergi. Sibtis lalu minum teh dan Prikkang diam-diam memotretnya. Tapi Sibtis memergokinya, Prikkang pun menjelaskan kalau dia memotretnya demi Cholly.


Sibtis tidak keberatan, malah menawarkan diri untuk berpose dengan benar aka pose telanjang. Prikkang langsung heboh sendiri sambil menggerutu kesal saat Sibtis hendak membuka kaosnya. Sibtis juga sebal melihat wajah jutek Prikkang dan memutuskan untuk menghukum Prikkang dengan salah satu aturan 5 G-nya, yaitu Getting H*rny dan langsung nyosor.


Tapi untunglah Prikkang selamat berkat kedatangan anjing besar Sibtis yang bernama Eva. Sibtis memberitahu Prikkang kalau Eva ini anjing yang sangat keras kepala dan tidak pernah patuh padanya "Kekeraskepalaannya mengingatkanku pada seseorang" sindir Sibtis.

"Tidak ada yang suka diperintah"

"Aku bos di sini, semuanya harus mematuhiku"

Melihat Prikkang sepertinya menyukainya Eva, Sibtis memutuskan untuk memberikan pekerjaan baru pada Prikkang yaitu melatih Eva, sekarang juga. Dia bahkan tidak peduli walaupun saat itu siang bolong dan panas matahari sangat terik. Jika Prikkang menolak maka dia akan menghukum Prikkang.


Dalam narasinya, Prikkang mengeluhkan sikap bossy Sibtis dan aturan 5 G-nya yang tidak masuk akal. Apa sajakah 5 G itu? Yang pertama adalah Getting jealous. Suatu kali Prikkang terlalu dekat dengan Ped, Sibtis langsung cemburu dan memisahkan mereka.


Kedua adalah Getting possesive. Sibtis benar-benar bersikap seperti seorang pacar posesif yang tak suka melihat ceweknya pakai rok mini dan baju terbuka. Ketiga adalah Getting Fierce. Setiap kali Prikkang malas, Sibtis langsung bertindak kasar untuk mendisplinkan Prikkang.


Keempat adalah Getting Extreme. Tindakannya bisa lebih kasar kalau Prikkang bersikeras tidak mau menurut padanya.


Dan kelima adalah hukuman yang paling menakutkan, yaitu Getting h*rny. Karena Sibtis suka sekali cari kesempatan untuk nyosor tapi sejauh ini dia gagal terus.


Tapi kadang Sibtis juga bisa bersikap lembut dengan diam-diam memberinya sekeranjang anggur tanpa menganggunya atau melindunginya dari terik matahari dengan topi koboinya.

"Tapi playboy tetap saja playboy"

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon