Powered by Blogger.

Episode 1 - part 1


Di sebuah cafe, seorang pria sedang sibuk bekerja dengan laptopnya tapi dia terus menerus menggaruk-garuk kepala belakangnya. Yang tak diketahuinya, kepalanya gatal gara-gara belaian dan ciuman mesra seorang hantu wanita yang menempel padanya.

Hyun Ji kebetulan lewat dan langsung masuk menghampiri hantu centil bernama Kyung Ja itu. Saat Hyun Ji memberitahunya kalau dia barusan berkelahi dengan seseorang, Kyung Ja langsung panik mengira Hyun Ji membunuh pria itu. Kalau dia sampai melakukannya maka dia tidak akan terpilih. Hyun Ji meyakinkannya kalau dia cuma menghajar pria itu tapi tidak sampai mati.



Hyun Ji berada di sekolah itu tampaknya untuk mencari sesuatu. Tapi dia belum menemukannya dan berniat datang lagi besok. Dari percakapan mereka sepertinya Hyun Ji sudah berusaha mencari-cari selama 5 tahun. Dia benar-benar heran kenapa dia masih bergentayangan dan bukannya masuk surga atau neraka.

"Mungkin kau masih punya urusan yang belum kau selesaikan atau... kau dibunuh oleh seseorang. Mereka bilang kau akan gentayangan kalau itu terjadi padamu. Kau benar-benar tidak ingat bagaimana kau mati?"

"Tidak. Aku bahkan tidak ingat siapa orang tuaku. Yang kutahu adalah namaku Kim Hyun Ji (sambil menunjukkan label nama di seragamnya). Tapi aku bahkan tidak tahu apakah ini benar-benar namaku. Aku berusaha mencari sekolahku. Tapi siapa sangka kalau negara ini punya banyak sekali sekolah SMA?"

Kyung Ja menyarankannya untuk mencoba ikut ujian saja. Bukankah saat mereka pertama kali bertemu dulu, Hyun Ji hendak ujian tanpa mengetahui kalau dia sudah mati. Kyung Ja menduga mungkin penyesalan Hyun Ji adalah dia belum ikut ujian. Siapa tahu kalau Hyun Ji ikut ujian, semua ingatannya akan kembali. Hyun Ji memikirkan saran itu, haruskah dia melakukannya?


Tapi ngomong-ngomong, dia juga penasaran dengan Kyung Ja. Penyesalan apa yang Kyung Ja miliki dan membuatnya bergentayangan di dunia.

"Apa yah?" bisik Kyung Ja mesra ke telinga si pria tapi tentu saja si pria hanya bisa merasakan hawa dingin aneh yang membuatnya bergidik.

Ternyata Kyung Ja sudah membuntuti pria itu selama 2 tahun lamanya dan selama itu dia selalu berharap agar pria itu cepat mati tapi sampai sekarang pria itu masih juga belum mati. Kyung Ja lalu beranjak pergi, dia mau pergi ke gereja untuk berdoa akan pria yang ditaksirnya ini cepat mati. Dasar nih hantu!


Keesokan harinya, Bong Pal memasak sarapan untuk Myung Chul. Tapi semua masakannya adalah sayur-sayuran. Myung Chul langsung menggerutu kesal, dia maunya makan sosis dan Bong Pal tidak membelikan sosis pesanannya kemarin. Bong Pal yang masih kesal gara-gara kemarin, langsung balas menggerutu dan mengkritiki Myung Chul yang sudah kehilangan sense-nya sebagai biksu gara-gara dia kebanyakan makan sosis.

Saat mereka duduk bersama dan mulai makan, saat itulah Myung Chul baru menyadari wajah Bong Pal yang babak belur. Awalnya Bong Pal menolak menjawab pertanyaan Myung Chul, tapi kemudian dia mulai bertanya-tanya penasaran tentang apakah hantu wanita itu biasanya punya kekuatan super.

Myung Chul mengiyakannya, hantu perempuan yang punya dendam biasanya sangat kuat "Orang bilang dendam wanita itu tiada batas"

Dia menyarankan Bong Pal untuk berhati-hati dengan hantu semacam itu, hantu seperti itu bisa saja menghisap seluruh energi tubuhnya. Bong Pal semakin penasaran dan terus bertanya-tanya tentang apa kelemahan hantu wanita. Myung Chul hendak menjawab tapi saat itu juga dia mulai curiga, kenapa Bong Pal sangat penasaran tentang hantu.

Bong Pal dengan canggung beralasan bahwa dia cuma ingin tahu saja sebagai persiapan seandainya dia bertemu hantu perempuan yang menyerangnya. Myung Chul tambah curiga, Bong Pal pasti babak belur gara-gara hantu. Dia langsung mengomeli Bong Pal dan Bong Pal berusaha membela diri dan menyalahkan si hantu yang menyerangnya duluan.

"Kalau kau menanganinya dengan benar waktu itu maka hal ini pasti tidak akan terjadi" gerutu Bong Pal. (Hmm... apa yah yang dimaksudnya?)

Myung Chul membela diri dan berkata itu karena hantunya sangat kuat. Tapi saat Bong Pal tak mempercayainya, akhirnya dia menyerah dan mengakui bahwa semua ini kesalahannya.

"Karena itulah, tolong katakan padaku bagaimana cara melawan balik" bujuk Bong Pal "Bagaimana kalau aku dihajar seperti ini lagi"


Beberapa saat kemudian, Myung Chul membawa Bong Pal ke sebuah rumah kosong. Myung Chul langsung celingukan mencari hantu. Hmm... dia bisa melihat hantu atau tidak yah? Kok malah Bong Pal yang musti menunjukkan dimana hantunya berada.

Myung Chul berjongkok di tempat yang ditunjuk Bong Pal. Err... memang ada hantu pria mabuk di sana. Tapi Myung Chul tidak melihat ke arahnya. Dia justru melihat ke arah lain dan mengklaim ada hantu anak kecil di hadapannya sambil menasehati Bong Pal bahwa untuk mengetahui kelemahan hantu maka dia harus menatap matanya.

Myung Chul yakin sekali kalau ini pasti hantu anak kecil lalu melemparinya dengan beras. Bong Pal stres melihatnya dan memutuskan untuk pergi meninggalkannya sendirian dengan membawa tas berisi segala peralatan milik pengusiran setan milik Myung Chul.


Tapi tepat setelah Bong Pal pergi, Myung Chul tiba-tiba menoleh dan menatap si hantu mabuk. (Oh, dia beneran bisa melihat hantu yah? Terus kenapa dia bohong?) Dia melempari si hantu dengan beras sampai si hantu marah besar. Dan entah apa yang terjadi padanya karena kita hanya mendengarnya menjerit memanggil Bong Pal.


Gara-gara mereka kemarin melarikan diri cuma gara-gara kucing, situs ghostnet langsung dibanjiri berbagai komentar negatif. Chun Sang kesal tapi semua komentar negatif itu malah membuatnya makin bersemangat untuk mencoba lagi dan membuktikan keberanian mereka pada para penonton mereka.

Maka malam harinya, mereka kembali ke SMA Seoyi dengan tekad dan semangat baru walaupun sebenarnya mereka masih takut-takut. Bahkan sebelum masuk, mereka berdua memutuskan untuk meminum obat terlebih dulu. Begitu masuk, mereka memasang beberapa kamera CCTV di beberapa tempat strategis.

Kali ini mereka memutuskan untuk memulai aksi mereka langsung dari toilet. Setelah menyapa para penonton mereka, menyuruh penonton ambil snack terlebih dulu, bahkan menyuruh penonton pergi ke toilet terlebih dulu, mereka pun mulai menyalakan semua kamera mereka.


Pada saat yang bersamaan, Bong Pal juga kembali ke sana dengan membawa semua peralatan pengusiran setan milik Myung Chul, termasuk sebilah golok. Dan langit mengiringi aksinya dengan terus menerus melontarkan petir-petir menggelegar yang membuat suasana semakin seram.

Sementara Bong Pal berjalan masuk sambil bawa golok, Hyun Ji sedang membuka-buku alumni. Dia sedang mencari data dirinya. Tapi dia sama sekali tak menemukan data dirinya di sana, apa mungkin dia bukan murid sekolah itu?

"Aku datang, hantu!" teriak Bong Pal.

Hyun Ji tak percaya mendengarnya datang lagi, kebetulan dia sedang bad mood dan butuh pelampiasan dan Bong Pal datang di saat yang tepat. Dia langsung keluar dan menantang Bong Pal. Bong Pal langsung maju menyerangnya. Tapi Hyun Ji tetap santai.


Bong Pal semakin mendekat dan langsung mengayunkan goloknya pada Hyun Ji. Tapi Hyun Ji menghilang tepat waktu dan muncul di belakang Bong Pal dan menendang bokongnya. Bong Pal menyerang lagi. Hyun Ji menghilang lagi dan muncul lagi di belakangnya dan menendangnya sampai Bong Pal jatuh terjerembap.

Hyun Ji langsung melayang ke arahnya. Bong Pal ketakutan mengira Hyun Ji akan menyerangnya. Tapi Hyun Ji tiba-tiba menghilang. Dimana dia?


"Hei" sapanya dari belakang. Bong Pal ketakutan dan langsung bangkit menjauhinya. Tapi dia masih belum mau menyerah begitu saja dan langsung menyerang Hyun Ji.


Tapi Hyun Ji menghindari serangannya dengan mudah dan menghajar Bong Pal dengan jurus karatenya. Memelintirnya, menonjok perutnya dan menendangnya.


Dia hendak menyerang lagi tapi Bong Pal langsung mendorongnya hingga mereka terjatuh terguling-guling di tangga... hingga Bong Pal mendarat di atas Hyun Ji dan bibirnya tak sengaja mencium bibir Hyun Ji. Kaget, Bong Pal langsung cepat-cepat bangkit dengan canggung. Hyun Ji lebih shock darinya karena tepat setelah itu, tiba-tiba ingatan terakhirnya muncul kembali.


Dalam ingatannya, Hyun Ji tampak tergeletak di tengah-tengah jalan raya dan guyuran hujan deras. Kepalanya bersimbah darah, dalam keadaan sekarat dia melihat beberapa pejalan kaki berkumpul mengerubunginya dan di seberang jalan ada sebuah gedung Akademi Bahasa.


"Hei, aku tidak bermaksud melakukan itu. Jangan salah paham. Ka-kau kan tahu sendiri kalau kita terguling-guling" ujar Bong Pal terbata-bata.

Hyun Ji masih terbaring shock di sana sambil menyentuh bibirnya. Tapi saat Bong Pal menuduhnya bahwa dia pasti sudah sering berciuman sebelum dia mati, Hyun Ji langsung bangkit. Bong Pal malah meledeknya, masa iya itu ciuman pertamanya.

"Iya, itu adalah ciuman pertamaku, brengs*k!" teriak Hyun Ji lalu menendang itunya Bong Pal.


Jeritannya membahana sampai kedalam toilet tempat Chun Sang ketiduran gara-gara kelamaan menunggu hantu yang tak kunjung muncul.

Chun Sang tersentak bangun tapi In Rang tak mendengar apapun karena dia sedang sibuk membrowsing informasi daftar para siswa yang meninggal dunia sejak sekolah ini dibangun. Mereka terlalu fokus mempelajari daftar itu sampai tak menyadari salah satu kamera di lorong menangkap penampakan hantu.

Tiba-tiba petir menggelegar hebat sampai ke toilet dan mengagetkan mereka berdua walaupun mereka pura-pura tidak ketakutan. Chun Sang memutuskan mau tidur lagi. Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba dia merasakan hembusan hawa dingin aneh yang merasuk ke punggungnya.


Chun Sang menoleh dan saat itulah dia melihat asap hitam aneh itu. Perlahan dia menengadah dan langsung menjerit sejadi-jadinya melihat hantu yang muncul diatas bilik. Mereka berdua langsung melarikan diri dan si hantu mengejar mereka.


Mereka berlari melewati Bong Pal dan Hyun Ji. Bong Pal langsung menjerit ketakutan dan Hyun Ji juga menjerit ketakutan. Ha! hantu kok takut hantu?... Hyun Ji melarikan diri ke arah lain sementara ketiga pria masuk kedalam lift sambil menjerit-jerit heboh.

Si hantu mengejar mereka dengan cepat tapi untung lah pintu lift menutup saat itu juga. Bong Pal lega, mengira mereka sudah aman.


Tapi tiba-tiba tangan si hantu menembus pintu lift dan mencekik leher Bong Pal kuat-kuat. Chun Sang membuka kembali pintu liftnya dan Bong Pal langsung menonjok si hantu sampai dia terjatuh.


Tapi si hantu tiba-tiba bangkit dan berubah wujud jadi hantu laki-laki, lalu menoleh ke belakang... ke arah Hyun Ji yang tertinggal seorang diri. Bong Pal dan Hyun Ji saling berpandangan cemas tapi pintu lift menutup saat itu juga. Chun Sang dan In Rang terus menerus menjerit-jerit bahkan sekalipun mereka sudah keluar gedung.


Tapi mereka tidak bisa pulang karena hujan turun deras. In Rang tiba-tiba ingat dengan daftarnya dan menduga kalau hantu itu pasti hantu guru bahasa inggris yang mati 18 tahun silam.


Dia guru cabul yang mati saat dia sedang mengintip seorang siswi dari atas bilik toilet. Si siswi kaget dan sontak melempar tong sampah pada guru itu. Dia terjatuh dan terpeleset sampai kepalanya membentur wastafel dan mati.


Bong Pal jadi semakin cemas mendengarnya dan langsung masuk kembali untuk menyelamatkan Hyun Ji. Sementara itu, Hyun Ji sedang berjuang sendirian melawan si hantu cabul. Kekuatan hantu itu lebih besar darinya hingga Hyun Ji terpelanting jauh.

Si hantu mendekatinya dan mengelus wajahnya sebelum akhirnya dia mencekik leher Hyun Ji kuat-kuat, mengangkatnya ke udara lalu membantingnya. Tapi tepat saat itu juga, Bong Pal datang dan langsung melempar goloknya. Si hantu berhasil menghindarinya dan langsung membanting dan menendang Bong Pal.

Chun Sang dan In Rang memutuskan untuk kembali dan merekam si hantu. Tepat saat itu juga, mereka melihat Bong Pal hampir terjatuh dari jendela. Sontak mereka langsung menjerit ketakutan lagi.


Hyun Ji bersembunyi di balik kursi dan langsung memutar bola matanya, tak percaya melihat Bong Pal malah tunduk pada si hantu, dia bahkan berlutut pada si hantu sambil memohon-mohon pada si hantu untuk melepaskannya.


Dia berusaha mengalihkan perhatian pada si hantu pada Hyun Ji. Itu cuma taktik agar dia bisa menyerang si hantu tapi si hantu ternyata sudah mengetahui niatnya dan langsung mencekiknya kuat-kuat, mengangkatnya ke udara dan berputar-putar. Tak bisa tinggal diam begitu saja, Hyun Ji langsung menendang itunya si hantu sampai si hantu menjerit keras hingga membangunkan pak satpam.


Pertarungan terus berlangsung dengan sengit. Tapi saat si hantu tengah menyerang Bong Pal, Hyun Ji melihat ada tanda merah tampak berkelip di kepala bagian belakang si hantu. Dia langsung bangkit untuk membantu Bong Pal menghajar si hantu.


Saat si hantu menyerangnya, Hyun Ji cepat-cepat memberitahu Bong Pal kelemahan si hantu ada di kepala belakangnya. Bong Pal langsung ambil golok dan menyerang bagian belakang kepala si hantu dan seketika itu pula si hantu menghilang.


Bong Pal babak belur dan Hyun Ji acak-acakan saat mereka akhirnya turun. Mereka saling memuji kehebatan masing-masing yang menurut masing-masing lumayan. Bong Pal penasaran ingin tahu namanya dan Hyun Ji pun tak ragu memperkenalkan dirinya.

Tapi saat Hyun Ji bertanya balik, Bong Pal menjawabnya dengan agak ragu dan malu. Reaksinya cukup beralasan karena begitu mendengar nama Bong Pal, Hyun Ji langsung ketawa ngakak.



Tapi walaupun sekarang hantunya sudah menghilang, Bong Pal masih belum bertemu dengan Nona Help Me yang menyewa jasanya.

"Hei, apa kau tahu 'Help Me'?" tanya Bong Pal. Hyun Ji langsung canggung dan menjawab tidak tapi sambil mengalihkan tatapannya dari Bong Pal.

Bong Pal langsung tahu dia berbohong. Dia langsung curiga, jangan-jangan Help Me itu Hyun Ji. Dia berusaha menyangkal tapi sangkalannya itu malah semakin memperkuat dugaan Bong Pal. Yakin Hyun Ji lah orangnya, dia langsung menuntut Hyun Ji untuk memberikan uang 10 juta won-nya.

"Hei, mana ada hantu yang punya uang?" protes Hyun Ji

"Lalu kenapa kau meminta bantuanku?"

"Itu karena aku takut sama hantu itu"

"Kau hantu tapi kau takut hantu, yah? Sudahlah, pokoknya berikan 10 juta ku!"

"Kubilang aku tidak punya!"

Hyun Ji mengklaim kalau Bong Pal tidak membasmi hantu itu seorang diri, mereka membasminya bersama-sama, jadi kenapa juga dia harus membayar Bong Pal. Capek meladeni Hyun Ji, Bong Pal memperingatkan Hyun Ji untuk tidak muncul di hadapannya lagi dan mereka pun pergi ke dua arah yang berbeda.


Tapi tepat saat Bong Pal hendak keluar gedung, dia malah dihadang oleh satpam dan dua orang polisi.


Hyun Ji pergi ke cafe untuk menemui Kyung Ja yang melihat ada yang aneh dengan bibirnya Hyun Ji. Dengan canggung Hyun Ji berkata kalau bibirnya cuma tertabrak sesuatu. Tapi saat bibirnya tertabrak itu, tiba-tiba ingatannya muncul kembali. Tapi masalahnya, sekarang dia sudah lupa lagi. Apa yang harus dilakukannya sekarang? tanya Hyun Ji frustasi.

"Apa lagi? Tabrakkan saja dirimu pada sesuatu lagi" jawab Kyung Ja enteng.

Tapi Kyung Ja penasaran, dia menabrak apa? Hyun Ji menjawab kalau dia menabrak sesuatu yang lembut dan hangat. Dan Kyung Ja malah menduga jangan-jangan Hyun Ji menabrak soondae (sosis darah).


Bong Pal dibawa ke kantor polisi dan diinterogasi. Saat menggeledah tasnya Bong Pal, bukannya menemukan buku, pak polisi malah menemukan golok. Polisi juga menemukan kamera milik Chun Sang yang ketinggalan dan kamera itu merekam toilet.


Jelas saja pak polisi salah paham mengira itu milik Bong Pal, dia bahkan tak percaya saat Bong Pal menyangkal kepemilikan kamera itu. Kalau kamera itu bukan milik Bong Pal, berarti buku tabungan itu juga pasti bukan miliknya, bukan? Bong Pal mengklaim kalau buku tabungan itu benar miliknya. Pak polisi jadi semakin curiga, mahasiswa apa bisa punya uang tabungan sebanyak itu.

Takut dikira orang cabul, Bong Pal berusaha meyakinkan pak polisi bahwa dia bukan orang yang menghasilkan uang dengan cara menjual video-video semacam itu. Tapi pak polisi malah semakin yakin kalau Bong Pal adalah orang cabul yang mendapatkan uangnya dari menjual video-video semacam itu. Dengan keyakinan itu, pak polisi pun langsung memasukkan Bong Pal kedalam sel.

Bawahan pak polisi melapor bahwa Bong Pal sama sekali tidak punya video ataupun gambar-gambar aneh didalam hapenya. Dia juga sudah menghubungi walinya Bong Pal. Menurut keterangan bawahannya, ibu Bong Pal sudah meninggal dunia sejak lama sementara ayahnya masih ada tapi di hapenya Bong Pal tidak ada nomor kontak ayahnya. Bahkan nomor kontak di hapenya cuma ada satu.


Hyun Ji berjalan melewati sebuah taman dan melihat sepasang kekasih sedang berciuman yang membuatnya teringat kembali dengan ciumannya dengan Bong Pal.


Beberapa saat kemudian, Myung Chul datang ke kantor polisi untuk menjemput Bong Pal. Myung Chul heran kenapa polisi meneleponnya dan bukannya ayahnya, ada apa dengan nomor kontak ayahnya. Bong Pal dengan entengnya menjawab, mungkin terhapus.

Dia lalu mempertanyakan banyaknya uang yang Bong Pal miliki di rekeningnya, apa Bong Pal bekerja dengan cara mengusir hantu. Saat Bong Pal tak menjawab, Myung Chul langsung marah dan mengomel "Berapa kali aku bilang, jangan melakukan hal semacam itu?"

"Kenapa kau harus teriak-teriak? Aku butuh uang"

"Buat apa kau butuh uang?"

"Kau bilang sendiri kan? Mataku bisa diperbaiki jika aku memiliki 10 juta won, karena itulah aku melakukannya"

Dia berusaha meyakinkan Myung Chul bahwa dia melakukan pekerjaannya dengan hati-hati. Tapi tetap saja Myung Chul mengomel cemas, dia takut kalau Bong Pal akan menjadi hantu juga kalau dia terus berurusan dengan hantu.

"Memangnya sekarang aku normal?" gerutu Bong Pal. Sebelum pergi, dia berjanji bahwa lain kali dia akan membuatkan sosis terbaik untuk Myung Chul.


Hyun Ji datang ke kampusnya Bong Pal mencarinya. Dia berjalan-jalan di sekitar kampus dan melihat interaksi para mahasiswa. Ada yang bercanda tawa dengan teman-temannya dan ada pula yang bermesraan dengan pacarnya. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara salakan anjing.

Dia langsung pergi mencari asal suara dan melihat beberapa orang sedang berkumpul di depan selokan karena ada seekor puppy terperangkap didalamnya. Mereka kesulitan mengambilnya karena si puppy menolak didekati dan menggigit siapapun yang hendak mengambilnya.


Seorang pria memberanikan diri mengulurkan tangannya kedalam selokan. Dia bahkan menolak memakai sarung tangan karena takut membuat si puppy jadi semakin ketakutan padanya. Dia bicara dengan lembut pada si puppy dan mengulurkan tangannya.



Dan benar saja, puppy itu langsung menggigitnya. Tapi pria itu bertahan sampai akhirnya dia sukses mengeluarkan puppy itu dan menggendongnya dengan sayang.

Seorang mahasiswa memanggilnya Profesor lalu memberikan sapu tangan untuk tangannya yang berdarah gara-gara gigitan si puppy. Hyun Ji melihat label nama di jas pria itu dan mengetahui namanya adalah Joo Hye Sung (Kwon Yool), seorang profesor jurusan kedokteran hewan.

"Bukankah dia terlalu muda untuk jadi seorang profesor? Wow, bahkan profesor di kampus ini keren" ujar Hyun Ji kagum, dia jadi semakin suka dengan kampus ini.

Tapi dia ingat tujuan utamanya kemari dan memutuskan untuk pergi. Saat dia menghilang, angin berhembus hingga menjatuhkan sebuah sapu. Hye Sung melihatnya tapi dia tak terlalu memikirkannya dan membubarkan semua orang.


Hyun Ji masuk ke ruang informasi dan saat seorang pegawai beranjak pergi, dia langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari data diri Bong Pal dan menemukan alamatnya. Dia sudah menunggu lama saat Bong Pal akhirnya pulang. Bong Pal langsung kesal melihatnya, buat apa Hyun Ji datang kemari?

"Aku hanya perlu mengkonfirmasi satu hal. Jadi bertahanlah, oke?" ujarnya. Dia tampak agak ragu dan terlebih dulu memperingatkan Bong Pal untuk tidak salah paham.


Dia lalu melayang tepat ke arah Bong Pal... sangat dekat ke wajahnya hingga bibir mereka hampir bersentuhan.

5 comments

ceritanyaa kereeennnn

Dimalaysia baru tayang hari ini ingin tau kelanjutan ceritanya

Keren kim so hyun si cewek judes tapi cantik bisa juga berperan jadi hantu beda bget karakternya di drama sebelumnya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon