Powered by Blogger.


Bong Pal tiba-tiba mencium Hyun Ji dan Hyun Ji hanya diam di sana saking kagetnya. Dia melamun terus bahkan setelah Bong Pal menarik diri. Hmm... apakah ingatannya kembali? Entahlah, karena Hyun Ji terus diam. Tapi karena merasa sudah berjasa membantu Hyun Ji mengingat masa lalunya, Bong Pal dengan canggung meminta Hyun Ji untuk membantunya juga.

"Kalau kau membantuku dalam eksorsis maka aku akan mengabaikan hutang 10 juta won-mu padaku" ujar Bong Pal.

Tapi saat dia menoleh ke Hyun Ji, dia mendapati Hyun Ji terus melamun. Bong Pal langsung menyadarkannya tapi Hyun Ji hanya meminta maaf lalu menghilang. Bong Pal jadi kesal, mengira Hyun Ji melarikan diri.



Di sebuah apartemen, seorang wanita muda tampak sedang merias diri dengan cantik. Tapi di hapenya, tampak banyak hujatan jahat dari netizen yang menuduhnya pelac*r dan melakukan aborsi. Wanita itu menatap bayangannya yang cantik dengan sedih sebelum akhirnya membawa hapenya ke ruang tamu.


Perlahan dia menaruh hapenya di bawah, menyalakan lagu sedih... Dan tak lama kemudian, melalui bayangan pigura foto dan rekaman hape, kita melihatnya gantung diri dan darahnya menetes di atas hapenya.


Keesokan harinya, Bong Pal sedang sikat gigi saat tiba-tiba dia teringat ciumannya dengan Hyun Ji semalam dan reaksi Hyun Ji yang langsung melarikan diri setelahnya. Bong Pal langsung mengomeli dirinya sendiri karena sekarang dia merasa kalau dia semalam dia dipermainkan oleh hantu perawan. Saking kesalnya, dia melampiaskannya dengan menggosok giginya kuat-kuat.


Saat hendak membuat sarapan, dia mendapati kulkasnya hampir kosong. Dia langsung mengutuki Hyun Ji dan menuduhnya sebagai penyebab dia lupa belanja. Lalu dengan ahlinya dia membuat bekal sederhana dengan bahan-bahan yang ada didalam kulkas, telur dadar gulung.

Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kemana perginya Biksu Myung Chul. Tak disadarinya, golok Myung Chul yang tergeletak di pojokan, tiba-tiba berkilau. Hmm... apakah itu pertanda akan adanya hantu? Bong Pal keluar rumah sambil celingukan sepanjang jalan mencari Hyun Ji dan jadi kesal karena tidak melihatnya dimana-mana.


Im Seo Yeon lewat di depan klinik hewan milik Hye Sung dan mendapati puppy yang tercebur ke selokan ternyata masih belum diadopsi. Hyun Ji melihat puppy itu masih duduk di kandangnya lalu memikirkan sesuatu.


Punya sasaran baru, Kyung Ja langsung berkeliling kampus mencari Hye Sung sambil berteriak-teriak memanggilnya "Sayangku! Sayangku! Sayangku! Dimana kau?! Sayangku!"

Hyun Ji ternyata sedang merenung di cafe. Kyung Ja datang tak lama kemudian dan memberitahu Hyun Ji kalau dia baru saja pergi mencari 'Sayangku'... "Setelah 30 tahun lamanya, aku akhirnya menemukan pria impianku. Sekarang aku hanya akan mengikutinya saja"

Hyun Ji tak percaya mendengarnya, bukankah pria yang terakhir waktu itu juga Kyung Ja sebut pria impiannya. Kyung Ja menyangkalnya, pria yang sekarang ini sungguhan pria impiannya karena pria itu tampan dan tinggi... "Dia menatapku langsung dengan matanya yang jernih dan membuat perutku jumpalitan. Selain itu, dia juga berdada bidang jadi dia sempurna untuk ditempeli"


Hyun Ji hanya menanggapinya dengan mengangguk murung. Kyung Ja jadi heran ada apa dengannya, apa terjadi sesuatu. Hyun Ji akhirnya curhat tentang ciumannya dengan Bong Pal semalam. Kyung Ja kaget, tak menyangka kalau sesuatu yang lembut dan hangat itu bukan soondae melainkan bibir seorang pria.

Dia jadi iri, tapi dia cepat-cepat menyadarkan dirinya dan serius lagi saat dia bertanya apakah setelah berciuman kedua kalinya dengan Bong Pal, Hyun Ji mengingat sesuatu lagi? Hyun Ji mengingat ciumannya semalam tapi ternyata dia tidak mengingat apapun saat berciuman dengan Bong Pal. Dia bingung sendiri apa yang sebenarnya terjadi, padahal saat pertama kali melakukannya, ingatannya benar-benar kembali.

"Apa yang harus kulakukan, unnie?" tanya Hyun Ji


Bong Pal makan siang di taman kampus seperti biasa, tapi Seo Yeon tak ada di sana. Hyun Ji tiba-tiba muncul dan bertanya apakah Bong Pal mencarinya. Bong Pal mengacuhkannya dan Hyun Ji tiba-tiba menggodanya sambil tersenyum manis "Sudah sehari kita baru bertemu lagi, masa kau tidak senang bertemu denganku? Aku sangat senang bertemu denganmu"

Bong Pal langsung melempar tatapan tajam ke Hyun Ji dan dengan kesal mengatai Hyun Ji tidak tahu malu, egois dan arogan lalu memutuskan untuk mengacuhkannya lagi dan pergi. Hyun Ji mendesah kesal tapi dia teringat saran Kyung Ja yang menyarankannya untuk menempel pada Bong Pal terus karena siapa tahu ingatannya akan kembali lagi nanti. Hyun Ji bisa melakukannya dengan dalih meminta Bong Pal untuk mengajarinya belajar untuk ujian SAT. Maka Hyun Ji pun langsung bangkit kembali dengan semangat baru untuk mengejar Bong Pal.


Seo Yeon menemui Hye Sung di kampus dan meminta izin untuk memelihara puppy yang diselamatkannya waktu itu. Hye Sung menyetujuinya dan menyuruh Seo Yeon untuk datang setelah kelas usai nanti.


Bong Pal dan Hyun Ji kebetulan lewat dan melihat Seo Yeon tertawa bersama Hye Sung. Bong Pal sedih dan Hyun Ji langsung menggodanya dengan bernyanyi "Ucapkan selamat tinggal pada cinta~~~"


Hyun Ji terus mengikuti Bong Pal sampai ke perpus dan berkata kalau dia akan membantu misi eksorsisnya. Tapi Bong Pal terus diam mengacuhkannya. Kesal, Hyun Ji langsung merebut bukunya dan menuntut Bong Pal menjawabnya.

Bong Pal menuntut Hyun Ji mengembalikan bukunya. Hyun Ji tidka mau dan jadilah mereka rebutan buku... sebelum akhirnya Bong Pal sadar kalau orang-orang sedang menatapnya dengan aneh. Malu, Bong Pal langsung cepat-cepat melarikan diri dan Hyun Ji terus mengejarnya sambil memberitahu Bong Pal kalau dia akan membantu menyingkirkan hantu-hantu.



"Kau kira aku akan mempercayai kata-kata hantu lagi?"

"Kenapa tidak? Aku ini bisa dipercaya"

Bong Pal tak percaya "Kau berbohong tentang ingatanmu. Aku tahu apa sebenarnya maumu"

"Aku tidak berbohong!"

"Lalu apa? Apa ingatanmu kembali?"

"Ti-tidak... belum"

"Tuh kan. Aku diberitahu untuk tidak mempercayai ucapan hantu perawan"

Hyun Ji berusaha meyakinkan Bong Pal bahwa ingatannya memang sungguh-sungguh kembali saat ciuman yang pertama, tapi entah kenapa kali ini tidak. Karena itulah dia melakukan ini. Dia sungguh tidak berbuat licik, karena itulah dia memohon pada Bong Pal untuk mempercayainya. Kalau ingatannya tidak kembali, lalu kenapa Hyun Ji ingin membantunya? tanya Bong Pal.


"Itu... aku bertanya-tanya apakah kau bersedia membantuku belajar ujian SATs? Kau pasti pintar karena kuliah di tempat ini"

"Kenapa juga hantu belajar SATs?"

"Aku tidak ingat, tapi kurasa aku gentayangan karena aku tidak ujian. Kupikir mungkin aku akan bisa pergi jika aku lulus ujian" bujuk Hyun Ji sambil menatap Bong Pal dengan puppy eyes "Bantu aku. Tidak sulit kan"

Tiba-tiba dia punya ide bagus dengan memberikan penawaran pada Bong Pal. Jika Bong Pal membantunya belajar maka dia akan membayar hutang 10 juta wonnya melalui eksorsis dengan perhitungan dua juta per eksorsis. Bong Pal tidak mau lalu menawar 1 juta per eksorsis. Hyun Ji mencoba menawar 800 ribu per eksorsis. Bong Pal menawar 500 ribu per eksorsis dan itu adalah penawaran terakhirnya. Hyun Ji setuju.


Sementara itu di klub Ghostnet, Chun Sang malas ke kampus gara-gara terlalu sibuk nge-game dengan si netizen ber-ID Sadako dan Chun Sang bertekad untuk mengalahkan si Sadako itu. Saking berapi-apinya, dia sampai mengutuk "Mati kau, Sadakoooooo!!!"


Bong Pal sedang belanja ke supermarket saat Hyun Ji tiba-tiba melempar sikat gigi ke trolinya. Hyun Ji merasa perlu karena nantinya mereka tinggal bersama, kan sekarang mereka satu tim. Bong Pal menolak, dia tidak mau tinggal dengan hantu.

"Jadi kau mau aku mondar-mandir membasmi hantu dan belajar, begitu?" tanya Hyun Ji dan Bong Pal langsung mengangguk. Hyun Ji berusaha membujuknya untuk tinggal bersama saja, bukankah lebih nyaman tinggal bersama "Sejujurnya, aku tidak punya tempat tujuan. Kumohon, kumohon"

Mendesah kesal, Bong Pal akhirnya mengalah tapi dia menuntut Hyun Ji untuk menurunkan harga eksorsisnya jadi 250 ribu per hantu. Hyun Ji langsung protes, kapan hutangnya akan lunas kalau harganya serendah itu.

"Lupakan saja kalau begitu" ujar Bong Pal

"Ah, baiklah, baiklah! Deal!"


Bong Pal pun melanjutkan belanjanya. Tapi saat melewati area daging, Hyun Ji tiba-tiba muncul di atas trolinya dan menghalanginya untuk menuntut Bong Pal membeli daging. Bong Pal tidak mau dan ujung-ujungnya mereka rebutan daging...

 

Tapi sesaat kemudian, Bong Pal menyadari ahjumma yang sedang menatapnya dengan aneh. Karena pastinya di mata ahjumma, Bong Pal sedang bertengkar dengan udara kosong. Malu, Bong Pal terpaksa memasukkan daging itu kedalam trolinya. Hyun Ji senang.


Keluar dari supermarket, Hyun Ji berjalan sambil melompat-lompat riang, senang karena dia akan makan daging. Tapi Bong Pal menggerutu kesal karena gara-gara Hyun Ji, belanjaan bulanannya jadi meningkat pesat. Saat melewati toko baju, Hyun Ji langsung menghentikan Bong Pal dan meminta Bong Pal untuk membelikan sebuah gaun yang menarik perhatiannya dan mengklaim bahwa gaun itu untuk merayakan kerja sama mereka. Tapi Bong Pal menolak.

Hyun Ji terus berusaha membujuknya "Aku tahu kalau baju itu pasti akan terlihat bagus sekali jika kupakai. Bukankah menurutmu seperti itu?"

"Tidak. Tidak akan terlihat bagus sama sekali padamu"

Dia hendak pergi tapi Hyun Ji mencegahnya dan memaksa Bong Pal untuk melihatnya. Dia lalu masuk kedalam manekin baju itu. Bong Pal langsung terdiam terpesona, tapi dia tetap menolak membelikannya lalu pergi.


Di kliniknya hewan, Hye Sung memeriksa si puppy sebelum dia serahkan pada Seo Yeon. Sementara para pegawainya Hye Sung, cemburu melihat Hye Sung bersama seorang wanita cantik.


In Rang pulang dan menemukan Chun Sang teler gara-gara dia kalah telak dari Sadako. Parahnya, si Sadako malah meledeknya habis-habisan.

 

Di dalam kamarnya, si Sadako menonton berita tentang kasus bunuh diri seorang penyanyi tenar bernama Miz. Dan korban juga merekam proses kematiannya. Tiba-tiba komputernya si Sadako mati dan layar TV-nya berubah noise.

Tiba-tiba hapenya berbunyi dan video bunuh dirinya Miz muncul di hapenya. Shock, Sadako langsung melempar hapenya ke kolong kasur. Lalu tiba-tiba layar TV-nya berubah memutar video Miz. Sadako langsung mundur ketakutan.


Dan saat itu pula, tiba-tiba sosok hantu Miz merangkak keluar dari kolong kasurnya dan menyerangnya.


Hyun Ji masih terus menggerutu kesal karena Bong Pal tidak membelikannya baju itu. Dia berusaha memperlihatkan seragamnya yang sekarang sudah lusuh setelah dia pakai selama 5 tahun dan karena itulah dia butuh baju baru. Tapi Bong Pal tetap menolak dan mengingatkan Hyun Ji ada hantu yang sudah mati satu abad dan tidak ganti baju. Lagipula hantu tidak seharusnya mengeluh masalah baju.

"Apa kau bahkan bisa memakainya kalau kubelikan untukmu"

"Tentu saja, kau hanya perlu membakarnya. Orang-orang biasnaya membakar baju orang mati"

"Membeli baju baru lalu membakarnya?" tanya Bong Pal tak percaya "Aku tidak punya persediaan uang banyak"

 

Bong Pal lalu meletakkan sikat giginya Hyun Ji di samping sikat giginya sendiri. Hyun Ji sangat senang hingga dia terus menatap sikat giginya dengan kagum. Ini adalah hadiah pertamanya setelah 5 tahun meninggal dunia, jadi tentu saja dia sangat senang.

"Hantu bisa menyikat gigi, yah?" tanya Bong Pal heran

"Kenapa? Memangnya tidak boleh? Aku ini hantu yang higienis. Apa sih masalahmu?"

"Kau bilang ini hadiah pertamanya setelah 5 tahun. Kalau begitu sudah 5 tahun kau belum sikat gigi. Kau memang sangat higienis" ujar Bong Pal menyindir


Bong Pal lalu memasak makan malam untuk mereka. Tapi Myung Chul tiba-tiba mengetuk pintunya. Terpaksa Hyun Ji harus menghilang. Myung Chul ternyata menghilang seharian karena mencari goloknya dan langsung bingung saat melihat goloknya ternyata ada di pojokan rumah Bong Pal. Tentu saja dia heran, kenapa goloknya bisa ada di sana. Apa Bong Pal yang mengambilnya. Bong Pal menyangkal dan berbohong mengatakan kalau golok itu sudah ada di situ sejak kemarin.


Myung Chul masih agak bingung. Tapi perhatiannya langsung teralih saat dia mencium aroma harum daging. Myung Chul langsung memakan dagingnya dengan lahap sementara Hyun Ji hanya bisa merana di luar jendela melihat dagingnya dimakan Myung Chul. Parahnya lagi, Myung Chul bahkan memakan sepanci daging itu sampai ludes tak bersisa.


Saat Myung Chul masuk kamar mandi, Hyun Ji muncul dan langsung stres melihat dagingnya habis. Myung Chul tiba-tiba keluar sambil memegang sikat gigi pink-nya Hyun Ji. Mengira kalau Bong Pal membelikan sikat gigi pink itu untuknya, dia langsung menggunakannya dan Hyun Ji hanya bisa berteriak tak berdaya "TIIIIDDDDAAAAKKK!!!"


Myung Chul tidur nyenyak setelah itu. Hyun Ji benar-benar kesal padanya dan langsung mengutuk agar Myung Chul terjatuh dari sofa. Dan sesaat kemudian, kutukannya benar-benar terwujud. Myung Chul berguling dan terjatuh dari sofa. Hyun Ji senang.


Tapi dia bertanya-tanya dimana dia bisa tidur. Dia lalu masuk ke kamarnya Bong Pal dan lagi-lagi dia mendapati Bong Pal tidur meringkuk ke dinding. Karena masih ada tempat kosong di kasur, Hyun Ji langsung berbaring di sana. Tapi tiba-tiba Bong Pal berbalik hingga wajah mereka jadi sangat dekat dan membuat Hyun Ji jadi teringat dengan ciumannya.


Bong Pal terbangun tengah malam dan mendapati Hyun Ji tertidur di sampingnya. Awalnya agak kesal tapi melihat Hyun Ji bersedekap karena kedinginan dalam tidurnya, Bong Pal akhirnya menyelimutinya lalu keluar dan tidur di lantai.


Sialnya, Myung Chul terjatuh dari sofa lagi dan mengenainya. Dia tidak bangun malah memeluk Bong Pal. Bong Pal melepaskan diri dan langsung naik tidur di sofa.


Keesokan paginya, Myung Chul bertanya kenapa Bong Pal tidur di sofa dan bukannya di kamarnya. Bong Pal berbohong karena kamarnya panas. Kalau kepanasan lalu kenapa Bong Pal semalam memeluknya. Myung Chul tiba-tiba curiga... "Jangan-jangan kau... kau rindu pelukanku?"

"Yang benar saja!"


Setelah Bong Pal buang sampah, Myung Chul pamit karena ada urusan "Kau makanlah dengan baik. Aku akan bertemu lagi denganmu di upacara peringatan ibumu. Dan jangan berkeliaran membasmi hantu. Dan jangan dekat-dekat dengan hantu perawan. Mereka itu cuma pembawa masalah saja. Mereka itu monster, mengerti?"


Hmm... kenapa dia berpesan seperti itu? Apa dia bisa melihat Hyun Ji? Tiba-tiba dia menoleh ke arah Hyun Ji yang mempelototinya dengan kesal. Tapi dia mengklaim kalau dia tidak bisa melihat apapun. Begitu dia keluar, Hyun Ji langsung menggerutuinya.

Bersambung ke part 2

2 comments

Lanjt mba sinopsisnya...ska suka bnget

Keren bgt sinopsis y .wlo cerita y tentang hantu tapi nur ga merasa takut malah nur rasa lucu bgt derama y.makasih sinopsis y,di tunggu kelanjutan y ya

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon