Powered by Blogger.


Puas menggerutui Myung Chul, Hyun Ji langsung minta makan pada Bong Pal. Beberapa saat kemudian, Hyun Ji memakan semua makanan pemberian Bong Pal dengan sangat lahap. Tapi melihat Hyun Ji makan dengan rakus malah membuat Bong Pal jadi cemas uangnya akan habis hanya demi membiayai makan Hyun Ji. Dan karenanya, dia langsung mengusulkan agar mereka merevisi kontrak mereka. Yaitu menurunkan kesepakatan harga menjadi 200 ribu per eksorsis.

"Aku punya persediaan makanan untuk seminggu. Tapi bagaimana bisa kau menghabiskan setengahnya hanya dalam satu hari? Apa menurutmu kau tidak kebangetan?" gerutu Bong Pal.

Hyun Ji langsung melihat kedalam kulkasnya Bong Pal yang ternyata memang hampir kosong. Dia jadi canggung tapi tetap ngotot kalau dia tidak makan banyak dan beralasan kalau dia bisa membasmi hantu dengan baik kalau dia makan dengan baik.

"Kau bahkan belum mulai bekerja. Kenapa? Kalau kau tidak suka maka kita bisa melupakan segalanya"

"Hei, dasar. Terserah kau sajalah" ujar Hyun Ji lalu minta tambah nasi.

Selesai makan, Hyun Ji melihat Bong Pal mau keluar. Dia mau ikut tapi Bong Pal melarang dan memperingatkan Hyun Ji agar mereka tidak saling mencampuri urusan pribadi masing-masing.



Dendam pada si Sadako, Chun Sang dengan dengan ditemani In Rang mendatangi kamar asrama Sadako untuk menghajar si Sadako itu. In Rang cemas karena katanya si Sadako itu bisa bela diri. Chun Sang tampak cemas juga, tapi kemudian dia menolak mempercayainya dan bertekad untuk menampar si Sadako itu.

Chun Sang menggedor pintunya dan menuntut Sadako keluar. Tidak ada jawaban, Chun Sang langsung mendengus sinis mengira Sadako takut padanya. Saat masih saja tak ada jawaban, Chun Sang akhirnya langsung membuka pintunya dan langsung shock mendapati Sadako sudah mati dengan jari-jari patah, mata terbelalak dan darah mengalir dari kedua matanya. Mereka ketakutan dan langsung lari terbirit-birit.


Beberapa saat kemudian, polisi tiba di TKP dan menginterogasi mereka. Menurut keterangan salah satu detektif, Sadako itu memang terkenal sering berkomentar jahat di internet dan sudah sering dituntut. Dan dia juga pernah dituntut oleh mendiang Miz.


Chun Sang dan In Rang kemudian dibawa ke kantor polisi dan Detektif langsung menuduhnya membunuh Sadako karena dendam. Tentu saja Chun Sang dan In Rang langsung membantahnya dan meyakinkan Detektif kalau Sadako sudah mati saat mereka datang. Detektif tak percaya tapi rekannya yang sudah melihat rekaman CCTV di TKP, memberitahu Detektif bahwa pernyataan mereka memang benar adanya.

Dia kemudian memperlihatkan daftar hujatan-hujatan jahat yang sering dilakukan oleh Sadako dan seorang leader anti-gans bernama Kim Kyung Ho. Sama seperti Sadako, Kim Kyung Ho juga sudah mati dengan cara yang sama persis seperti Sadako. Selama kedua polisi berdiskusi, Chun Sang tampak jelas gugup dan gelisah.

Polisi berkata ada orang ketiga yang sering menghujat Miz dan dia masih hidup, orang itu ber-ID Black Star BJ 10004. Chun Sang benar-benar ketakutan karena ID itu adalah nama internetnya. Tapi dia menyangkal menulis semua hujatan jahat itu dan mengklaim kalau Sadako meng-hack ID-nya dan menggunakannya untuk menghujat Miz. Tapi kedua polisi jadi cemas.


Kembali ke kamar mereka, Chun Sang dan In Rang menonton siaran berita kematian Miz. Chun Sang gelisah dan bertanya-tanya "Kematian Sadako tidak ada hubungannya dengan Miz, kan? Kenapa detektif menyuruhku menelepon jika terjadi sesuatu? Perasaanku jadi tidak enak"

In Rang membuka situs anti-fans Miz dan mendapati beberapa netizen menggosipkan kematian orang-orang yang pernah menghujat Miz dan mereka menduga jangan-jangan mereka terkena kutukan Miz. Mereka jadi curiga kalau sasaran berikutnya mungkin Chun Sang.

Chun Sang ketakutan tapi dia menolak mempercayainya "Aku sangat menyukai Miz. Apa yang harus kulakukan? Apa hantunya akan mendatangiku?"

In Rang jadi ketakutan juga dan tiba-tiba saja memutuskan kalau dia harus pulang kampung... padahal kampung halamannya ada di Seoul. hehe. Chun Sang langsung menggerutu kesal karena In Rang malah membuatnya semakin ketakutan.


Tiba-tiba laptopnya menyala sendiri, memperlihatkan video Miz. Sontak saja Chun Sang dan In Rang langsung berangkulan ketakutan. Mereka makin panik saat lampu tiba-tiba berkedip-kedip dan mayat Min Ze dalam video, tiba-tiba membuka mata. Sontak saja mereka berdua langsung lari ketakutan.


Di tempat lain, seorang wanita tampak sedang mengetik komentar jahat tentang mendiang Miz. Dia lalu naik lift sambil terus mengetik tanpa menyadari tombol lift berubah dengan sendirinya. Tiba-tiba lampu lift berkedip-kedip dan hapenya berubah memperlihatkan video kematian Miz. OMO! OMO! OMO!

Wanita itu dengan takut-takut melirik ke belakang... dan di sanalah hantu Miz berada. Dan sesaat kemudian, mayat wanita itu tergeletak di lift dengan mata terbelalak dan berlinang air mata darah.


Hyun Ji mengikuti Bong Pal ke kelas dan memutuskan untuk ikut belajar juga karena menurutnya menyenangkan "Selain itu, aku mungkin tidak akan pernah bisa jadi mahasiswa. Apa kau tidak kasihan padaku"

"Hanya kalau kau bisa diam"

Begitu kelas selesai, Hyun Ji mengeluh karena kelasnya kelamaan sampai dia lapar lalu mengajak Bong Pal makan. Dia melihat gadis yang ditaksir Bong Pal sedang ada di depan dan langsung menyemangati Bong Pal untuk mendekati Seo Yeon dan mengajaknya makan siang bersama.


Bong Pal malu dan hendak menghindar tapi Hyun Ji sengaja mencubit Bong Pal sampai membuat Bong Pal berteriak kesakitan. Teriakannya menarik perhatian Seo Yeon. Dia mendekati Bong Pal tapi Bong Pal terlalu gugup sampai tidak bisa berkata-kata. Bahkan saat Seo Yeon bertanya apakah kelasnya sudah selesai, Bong Pal hanya menjawab iya dengan sopan. Hyun Ji stres melihatnya.

Bong Pal dengan gugup berusaha memberanikan diri untuk mengucapkan kata makan siang. Hyun Ji senang dan terus menyemangatinya untuk mengajak Seo Yeon makan siang. Tapi Bong Pal benar-benar gugup dan akhirnya hanya berkata "Selamat menikmati makan siangmu"

Seo Yeon juga mengucapkan selamat menikmati makan siang untuk Bong Pal lalu cepat-cepat pergi karena kebetulan saat itu dia melihat Hye Sung baru keluar kelas dan dia langsung menyusulnya.


"Selamat menikmati makan siangmu. Apa kau bisa kencan dengan seseorang kalau seperti ini terus?" ledek Hyun Ji
"Diam kau!"
"Diam kau"
"Jangan mengulang ucapanku!"
"Jangan mengulang ucapanku"
"Kau mau mati?"
"Aku memang sudah mati! Weeeek!"


Seo Yeon mengejar Hye Sung dan memberitahunya kalau puppy-nya baik-baik saja, tapi tidak banyak makan. Hye Sung berkata bahwa mungkin karena puppy itu belum terbiasa dengan tempat barunya, tapi jika Seo Yeon cemas maka dia boleh membawa puppy-nya ke klinik. Dia ada waktu sore ini atau besok. Seo Yeon berkata bahwa dia akan membawanya ke klik besok.


Setelah Seo Yeon pergi, Hye Sung melihat seorang mahasiswi sedang memberi makan seekor kucing. Hye Sung langsung menghampiri wanita itu dan mengingatkannya untuk tidak memberi makan kucing liar di tempat ini.

Wanita itu jadi gugup. Tapi tak disangkanya, Hye Sung ternyata tidak marah. Dia justru menyarankannya untuk memberi makan kucing liar itu di pojokan saja agar dia tidak ketahuan sekuriti. Wanita itu lega mendengarnya.

Hye Sung memperhatikan si kucing tampaknya baru saja melahirkan. Wanita itu membenarkannya lalu bertanya apa kira-kira makanan terbaik untuk kucing yang baru saja melahirkan. Hye Sung menyarankan suwir dada ayam atau daging sapi.


Tapi Hye Sung berkata ingin memeriksa kucing itu lebih dulu. Dia hendak menggendongnya tapi kucing itu tiba-tiba memberontak  dan melukainya. Seketika itu pula, raut wajah Hye Sung tampak berubah jahat tapi dia cepat-cepat menutupinya saat berpaling kembali ke wanita itu.


Myung Chul sedang mengurung diri di toilet rumah duka sambil merekam doa. Saat dia mulai memimpin upacara peringatan, dia memutar rekamannya jadi dia hanya perlu bergaya sambil mengetuk ikan kayu-nya... tapi tiba-tiba saja hapenya berbunyi dan ringtonenya bernada ngebeat.


Malu dan tak mungkin mengangkatnya, akhirnya dia malah mengetuk-ngetuk ikan kayunya mengikuti irama ringtone dan membuat pihak keluarga kebingungan. Parahnya lagi, dia malah menggoyang tubuhnya seirama lagu. Setelah itu dia mengklaim bahwa ini adalah doa Budhisme modern.


Hapenya tiba-tiba berbunyi lagi, Myung Chul akhirnya keluar untuk mengangkat teleponnya. Dia menyuruh orang yang meneleponnya untuk pergi menemui seseorang bernama Park Ji Hoo, orang itu adalah teman ayahnya Bong Pal dan Myung Chul memintanya menemui orang itu untuk mengetahui apa yang dia mau. Setelah itu dia hendak kembali tapi malah mendapati pihak keluarga sedang menatapnya tajam.


Hyun Ji masih terus berusaha memberikan nasehat cinta pada Bong Pal dan menyarankannya untuk segera menyatakan perasaannya pada Seo Yeon "Kenapa? Apa kau malu? Apa kau mau noona membantumu?"

"Noona apaan? Kalau kau ingin membantuku, diam saja"

In Rang tiba-tiba berlari buru-buru menghampirinya. Mengira kalau In Rang cuma mau merekrutnya lagi, Bong Pal berniat pergi. In Rang cepat-cepat menjelaskan dan meminta Bong Pal untuk membantu Chun Sang.


Sementara itu, kita melihat Chun Sang sedang meringkuk sendirian di kamarnya sambil membentengi dirinya sendiri dengan salib dan pil sedatif.


In Rang menjelaskan duduk perkara yang melibatkan Chun Sang dan mendiang Miz dan Sadako, tapi penjelesannya terlalu ribut dan tidak beraturan hingga membingungkan Bong Pal dan Hyun Ji. Chun Sang meneleponnya saat itu tapi ditengah-tengah percakapan mereka, tiba-tiba sinyal mereka terganggu.

Telepon mereka terputus dan tiba-tiba saja video kematian Miz menyala dengan sendirinya di hapenya Chun Sang dan mata hantu Hyun Ji tiba-tiba terbelalak padanya. Refleks, Chun Sang menjerit ketakutan dan melempar hapenya sementara video rekaman Hyun Ji terus terputar. Panik, In Rang langsung menyeret Bong Pal untuk menyelamatkan Chun Sang.


Chun Sang melarikan diri tapi hantu Miz sudah menghadangnya di luar kamar asrama. Shock, Chun Sang langsung masuk kembali dan mengunci pintu. Dan dia terus mencengkeram gagang pintu dengan ketakutan saat lampu kamarnya terus berkedip-kedip.

Saat itu juga tiba-tiba dia melihat darah menetes-netes dari atas. Dengan ketakutan Chun Sang menengadah dan mendapati Miz terjun dari atap dengan tangan terulur dengan hendak mencekiknya. Sontak Chun Sang mundur menjauh. Tapi Miz tiba-tiba muncul tepat di hadapannya, Chun Sang shock hebat hingga dia pingsan.


Miz hendak meremukkan jari-jemari Chun Sang tapi Hyun Ji muncul saat itu juga dan menyerangnya. Miz menyerang balik tapi Hyun Ji berhasil menghindar dan menendangnya hingga Miz menghantam dinding.


"Hentikan semua ini. Membunuh orang tidak akan mengubah apapun" Hyun Ji berusaha membujuk Miz sambil berjalan mendekatinya.

Tapi Miz tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali di belakang Hyun Ji dan mendorongnya "Yang kuinginkan hanyalah mendapat pujian. Kenapa mereka begitu membenciku? Kenapa mereka sangat membenciku?!"


Bong Pal menerobos masuk saat itu juga dan melempar Miz menjauh dari Hyun Ji. Miz tiba-tiba menghilang lagi dan langsung menyerang Bong Pal dari belakang hingga dia pingsan lalu melempar Hyun Ji. Hyun Ji bangkit dan menyerang kaki Miz hingga dia terjatuh.

Hyun Ji langsung naik ke atas tubuh Miz dan berusaha menyadarkannya "Kaulah yang paling membenci dirimu sendiri. Membunuh orang tidak akan mengubah apapun"


Sesaat ucapan Hyun Ji itu tampak mengena tapi Miz langsung mendorong Hyun Ji dan mencekik Hyun Ji kuat-kuat "Berani sekali kau memberitahuku apa yang harus kulakukan. Memangnya kau tahu apa?"


Untunglah Bong Pal sadar saat itu dan langsung melempar Hyun Ji hingga dia menghantam tembok dan terjatuh. Saat dia bangkit, dia melihat bayangannya dirinya yang penuh dendam di cermin dan mulai menyadari kebenaran ucapan Hyun Ji.

Saat akhirnya dia sadar, wajah hantunya pun mulai berubah normal hingga akhirnya dia menghilang. In Rang kembali saat segalanya sudah usai dan langsung panik saat melihat Chun Sang tergeletak pingsan.


Malam harinya, mereka berjalan pulang bersama. Tapi karena jalannya yang menanjak, Hyun Ji kecapekan dan memutuskan untuk pulang duluan dengan memakai kekuatan hantunya dan cling! diapun menghilang.

"Ini pertama kalinya aku iri dengan hantu" gumam Bong Pal.

Dia sudah hendak berjalan lagi saat tiba-tiba saja Hyun Ji muncul lagi di hadapannya. Ternyata dia kecapekan sampai tidak punya tenaga untuk pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hyun Ji mencobanya lagi... lagi... dan lagi. Tapi tetap saja dia gagal terus.


"Hantu yang lain bisa melakukannya dengan mudah, kenapa aku tidak bisa?" gerutunya

Bong Pal tersenyum melihatnya tapi kemudian dia memperhatikan seragamnya Hyun Ji yang sudah lusuh. Bong Pal menghiburnya dengan memuji kerja bagusnya dan Hyun Ji langsung menanggapinya dengan memuji-muji dirinya sendiri dengan bangga.

"Ah, bisakah hari ini kita makan daging. Aku tidak bisa memakannya saat terakhir kali waktu itu" bujuk Hyun Ji. Tapi saat Bong Pal menanggapinya dengan mendesah, Hyun Ji akhirnya menyerah sambil menggerutu "Apa yang bisa kuharapkan dari cowok pelit sepertimu"


Tapi yang mengejutkannya, Bong Pal setuju untuk memberinya makan daging hari ini. Dia menyuruh Hyun Ji pulang duluan sementara dia akan membeli daging. Hyun Ji senang dan dengan antusias menyuruh Bong Pal untuk cepat pulang lalu cling! dia menghilang. Kali ini dia sukses menghilang, kayaknya yang tadi cuma akting deh biar dia dapat daging.


Saat Bong Pal pulang tak lama kemudian, dia mendapati Hyun Ji sudah ketiduran di sofa. Bong Pal tersenyum melihatnya tapi tidak membangunkannya lalu pergi ke atap dan membuat perapian. Sementara itu di bawah, Hyun Ji terbangun karena merasakan perubahan dirinya.

Baju seragamnya yang sudah lusuh, tiba-tiba berubah menjadi gaun yang selama ini diinginkannya. Wah! Bong Pal ternyata membelikan baju itu untuknya. Hyun Ji bahagia.


Bong Pal hendak pergi saat Hyun Ji muncul di hadapannya lalu berputar-putar menunjukkan gaun barunya dan Bong Pal hanya diam terpesona.


Sementara itu, In Rang setia menjaga Chun Sang hingga akhirnya dia mulai sadar tak lama kemudian. Dengan tangis haru, dia memberitahu Chun Sang bahwa dia masih hidup dan tangannya masih utuh. Chun Sang langsung memeluk In Rang dengan tangis haru.


Kedua pegawai di kliniknya Hye Sung pamit pulang. Saat Hye Sung mengangkat tangannya untuk melihat jam, mereka melihat ada luka bekas cakaran di tangannya. Hye Sung menjelaskan kalau dia dicakar kucing. Setelah mengantarkan kedua pegawainya keluar, Hye Sung menutup kliniknya.


Sementara itu, mahasiswi yang memberi makan kucing, sedang mencari si kucing liar dengan membawa makanan untuknya. Tapi saat dia menemukannya, dia malah shock menemukan kucing itu sudah mati mengenaskan.


Sementara itu di klinik, Hye Sung membuka jasnya dan terlihat di lengannya ada beberapa luka cakaran. Wah, jangan-jangan dia yang membunuh kucing liar itu?

Bersambung ke episode 4

8 comments

Seru nih dramanya. Menunggu episode selanjutnya... :)

Wiih,, cepet bngt.. Thanks mba ima..

Makasih udh buat sinopsis ini��

Adorable hyun ji...
Bong paalll... kok jadi ingat jung pal yaaakkkk....

Ditunggu yg eps 4 nya ya kak ^^
Aku penasaran

Mkin seruu...d tunggu ep.4nya...mkash

Mkin seruu...d tunggu ep.4nya...mkash

Makin penasaran sama cerita y.

Oh y ba derama beautiful gongsim ko ga di lanjutin sinopsis y padahan nur udh nunggu lama.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon