Powered by Blogger.


Yeon Joo terbangun malam harinya. Dalam keadaan setengah sadar, dia melihat Kang Chul di sisinya. Kang Chul menanyakan keadaannya sambil mengecek suhu tubuhnya, Yeon Joo dengan lemah menjawab kalau dia pusing. Kang Chul meyakinkannya kalau dia tidak sekarat dan mungkin cuma pusing karena pengaruh obat.

"Aku dimana?"
"Di kamarku, tempat tinggalku"
"Di penthouse?"

Kang Chul heran, dari mana Yeon Joo tahu kalau dia tinggal di penthouse hotel. Yeon Joo menggumam lemah bahwa Kang Chul tinggal di penthouse hotel lantai paling atas. Kang Chul heran ternyata Yeon Joo tahu banyak hal tentangnya. Yen Joo membenarkannya. Lalu apa lagi yang Yeon Joo ketahui?



"Seluruh keluargamu tiba-tiba terbunuh di dalam rumah dan kau menjadi trauma karenanya. Karena itulah kau tinggal di hotel dan tidak memiliki rumah"

Kang Chul jadi semakin heran dan semakin penasaran, apalagi yang Yeon Joo ketahui tentangnya. Yeon Joo berkata kalau Kang Chul selalu menyimpan pistol dibawah bantalnya dan dia tidak bisa tidur tanpa pistol itu. Dari mana Yeon Joo tahu itu? tanya Kang Chul.

"Aku melihatnya" jawab Yeon Joo masih dalam keadaan setengah sadar.

"Dimana kau melihatnya?"

"Itu adalah adegan yang paling menyedihkan. Jembatan Sungai Han. Aku juga menangis waktu itu, kukira kalau Kang Chul benar-benar akan bunuh diri"


Yeon Joo tidur lagi setelah itu dan Kang Chul tertegun menatapnya. Kita melihat adegan saat Kang Chul tercembur ke sungai, dia tenggelam tapi kemudian matanya terbuka... dan Kang Chul tersentak bangun dari mimpi buruk itu.

Dia langsung mengecek pistol yang terus digenggamnya selama dia tidur di kursi dan mendapati Yeon Joo masih tidur lelap. Dia lalu keluar kamar untuk mengambil wine.


Tapi saat pintu aru terbuka, dia malah shock berhadapan dengan pembunuh berhoodie misterius, bahkan wajahnya pun tidak kelihatan sedikitpun. Pembunuh itu langsung menodongkan pistol padanya, tapi Kang Chul bergerak cepat mendorongnya menjauh dari kamarnya dan Yeon Joo.


Begitu pintu menutup secara otomatis dan Yeon Joo terlindung, Kang Chul langsung berbalik dan memelintir tangan si pembunuh hingga pistolnya terjatuh. Kang Chul langsung meninjunya dan menendangnya, tapi si pembunuh berhasil menghindari serangan Kang Chul dan mencekiknya kuat-kuat.

Kang Chul berusaha bertahan dan melawan hingga akhirnya dia mendorong mereka berdua hingga dia berhasil lepas dari cekikan si orang misterius. Dia langsung memelintir tangan si orang misterius dan menendangnya. Tapi si orang misterius menghindar dengan cepat dan menjegal kaki Kang Chul hingga Kang Chul terjatuh lalu melarikan diri dengan lift.


Kang Chul buru-buru mengejarnya dan berhasil mencegah pintu lift menutup. Tapi saat dia berhasil membukanya kembali, orang misterius itu tiba-tiba menghilang.


Di dunia nyata, Sung Moo frustasi dan marah-marah karena gagal lagi membunuh Kang Chul. Dia bahkan sampai membanting komputernya dan menghancurkannya dengan tabung pemadam kebakaran sampai layarnya pecah lalu setelah itu dia langsung pergi dengan ketakutan. Tapi setelah dia pergi, layar yang hancur itu tampak berkedip-kedip.


Kang Chul masuk rumahnya lagi dan mengambil pistol si pembunuh dengan keheranan. Kedua bodyguard-nya buru-buru kembali tak lama kemudian. Mereka mengaku kalau mereka mendapat pesan yang menyuruh mereka untuk turun, pesan itu berasal dari nomornya Do Yoon. Tapi saat mereka menghubungi Do Yoon, dia bilang kalau bukan dia yang mengirim pesan itu.

Dia lalu kembali ke kamarnya dan melihat Yeon Joo masih lelap tidur. Teringat dengan kejadian saat dia hampir menabrak truk, Kang Chul langsung menengadah dan bersumpah "Aku akan segera menemukanmu. Tunggu saja"


Yeon Joo akhirnya sadar keesokan harinya. Dia sendirian tapi langsung kaget mendapati dirinya tidur di tempat asing. Dimana ini? batinnya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Dia mulai memperhatikan tempat itu baik-baik dan langsung sadar kalau ini kamarnya Kang Chul.

"Aku terseret ke sini lagi? Kenapa? Bagaimana?" gumamnya bingung.

Tepat saat dia sedang celingukan, pintu terbuka dan Do Yoon masuk dan memberitahunya bahwa suster sudah memeriksa keadaannya jadi Yeon Joo akan baik-baik saja. Suster berkata kalau Yeon Joo pingsan karena kecapekan kerja. Dan dia memberitahu kalau Yeon Joo pingsan selama 2 hari. Yeon Joo heran mendengar diagnosis itu dan berpikir kalau waktu 2 hari itu pasti karena percepatan waktu seperti yang terjadi waktu itu.

Do Yoon memberitahunya bahwa Kang Chul akan kembali sebentar lagi dan menyarankan agar Yeon Joo makan siang bersama Kang Chul. Dia sudah menyiapkan baju ganti untuk Yeon Joo dan mempersilahkan Yeon Joo untuk ganti baju di kamar mandi.


Begitu Do Yoon keluar, Yeon Joo langsung bingung. Apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia lalu masuk kedalam kamar mandi yang super mewah itu, tapi yang membuatnya tercengang adalah dua set pakaian dalam wanita yang sudah tertata rapi di meja. Apalagi pakaian dalamnya seksi dan transparan banget.

Teringat dengan ucapan Soo Bong sebelum dia tertarik masuk kedalam webtoon, Yeon Joo langsung mencari pistolnya Kang Chul yang biasanya dia sembunyikan di bawah bantal dan menemukannya.


Kang Chul dalam perjalanan naik lift bersama Do Yoon. Dia mengomeli Do Yoon karena meninggalkan Yeon Joo sendirian padahal dia sudah menyuruhnya untuk meninggalkan Yeon Joo sendirian setelah dia bangun. Do Yoon langsung membela diri karena Yeon Joo sedang di kamar mandi, jadi tidak mungkin kan dia ikut masuk. Do Yoon yakin kalau Yeon Joo tidak akan bisa melarikan diri mengingat ini lantai 33, tapi Kang Chul cemas dan langsung berlari menuji kamarnya.


Yeon Joo memegangi pistol dan bra seksinya dengan kebingungan. Bingung harus memilih yang mana, memakai bra seksi atau menggunakan pistol.


Beberapa saat kemudian, tepat saat Kang Chul dan Do Yoon masuk, Yeon Joo langsung menutup mata dan nekat berbalik ke arah mereka dengan membuka kimononya dan menampaknya tubuhnya yang hanya berbalut pakaian dalam seksi. Niatnya untuk mengejutkan Kang Chul dan mengakhiri episode ini seperti waktu itu.


Do Yoon melotot shock dan langsung keluar. So Hee datang saat itu, tapi Do Yoon langsung menyeretnya keluar dengan alasan kalau Kang Chul dan Yeon Joo sedang berbincang. So Hee bingung, mereka ngobrol di kamar mandi?


Kang Chul juga kaget tapi dia tetap cool, jadilah rencana Yeon Joo gagal, episodenya tidak berakhir dan dia tidak menghilang. Kang Chul heran, apa lagi ulah Yeon Joo sekarang.

"Bukan apa-apa" jawab Yeon Joo sambil menutup kimononya lagi.

Kang Chul tak percaya "Kau selalu melakukan sesuatu lalu berkata bukan apa-apa"


Yeon Joo tiba-tiba menodongkan pistol padanya dan mengancamnya untuk tidak mendekat atau dia akan menembaknya. Kang Chul kaget tapi dia berhasil mengatasi keterkejutannya dengan cepat. Yeon Joo benar-benar wanita yang sulit diprediksi. Dia tiba-tiba muncul, menamparnya, menciumnya, lalu menghilang lalu muncul lagi. Dan sekarang Yeon Joo tiba-tiba membuka baju di hadapannya dan menodongkan pistol padanya.

"Aku tahu kalau kau tidak mengerti aku. Aku juga pasti begitu jika aku jadi kau. Tapi ada alasan kenapa aku melakukan ini" ujar Yeon Joo gugup.

"Alasan apa?" tanya Kang Chul sambil bergerak mendekati Yeon Joo dan membuat Yeon Joo semakin gugup.

"Jangan mendekat. Aku-aku akan benar-benar menembakmu. Aku ti-tidak bercanda"

"Tembak saja" tantang Kang Chul sambil terus mendekat

"Aku serius. Ini berbahaya"

"Kenapa kau cemas kalau kau ingin membunuhku?"


Yeon Joo semakin gugup tapi kemudian dia mengarahkan pistolnya ke atas dan menembak, tapi tak ada peluru yang keluar. Kang Chul dengan santainya mengambil pistol itu kembali dan memberitahu Yeon Joo bahwa pistol itu tak ada pelurunya. Dia memang sudah mengeluarkan pelurunya dan sengaja menempatkannya di bawah bantal untuk mengetes reaksi Yeon Joo.


Dia lalu memasukkan beberapa peluru, mengokangnya lalu mengarahkan pada Yeon Joo. Dia sebenarnya tidak mau melakukan ini, tapi dia ingin mereka berkomproni dengan berbicara. Dia punya 100 pertanyaan dan dia akan membiarkan Yeon Joo hidup jika Yeon Joo menjawab pertanyaan pertamanya. Bagaimana caranya Yeon Joo tiba-tiba menghilang waktu itu?

Saat Yeon Joo terdiam ragu, Kang Chul mengancam akan memanggil polisi jika dia tidak mau menjawab. Yeon Joo langsung protes padahal dulu Kang Chul bilang kalau dia penyelamat hidupnya. Kang Chul membenarkannya, dan karena itulah dia melepaskan Yeon Joo waktu itu.

Tapi Yeon Joo sendiri yang melanggar janjinya dengan tiba-tiba menghilang tanpa menjawab pertanyaannya. Jadi sekarang Yeon Joo harus menepati janjinya, lagipula dia juga sudah menepati janjinya dengan menunggu selama 2 bulan.


Saat Yeon Joo masih ragu menjawab pertanyaan pertamanya, Kang Chul akhirnya mengganti pertanyaannya. Kenapa Yeon Joo tiba-tiba menciumnya setelah menamparnya waktu itu? Yeon Joo masih terdiam ragu, Kang Chul memutuskan untuk memberi Yeon Joo waktu dan menunggu jawabannya.

"Aku melakukannya agar aku bisa menghilang" jawab Yeon Joo pada akhirnya.

"Melakukan apa?"

"Menciummu"

Tentu saja Kang Chul bingung dan tak menyangka akan mendapat jawaban seperti itu. Yeon Joo meyakinkannya kalau dia sungguh-sungguh, karena itulah dia memohon agar Kang Chul melepaskannya.


Masih tak percaya dan berniat membuktikan klaimnya Yeon Joo, Kang Chul langsung mendekat dan menciumnya. Wow! Yeon Joo shock sampai melotot dan tubuhnya kaku membeku bahkan setelah Kang Chul melepaskan diri.

Sekarang dia makin heran "Kenapa kau masih disini?"


Yeon Joo akhirnya sadar dari shocknya dan dengan tergagap mengklaim kalau ciuman saja tidak bisa membuatnya menghilang. Ciuman yang dimaksudnya bisa membuatnya menghilang adalah ciuman yang bisa mengubah emosi. Tapi Kang Chul tetap tak percaya karena dia tidak begitu menyukai ciuman yang waktu itu.

Mungkin Kang Chul tak menyukainya, tapi dia pasti terkejut, bukan? Itulah perubahan emosi yang dia maksud, itulah aturan yang dia maksud. Mendengar itu, Kang Chul memberitahunya kalau Yeon Joo tampak sangat terkejut sampai wajahnya memerah.

Yeon Joo langsung memegang pipinya dengan malu dan meluruskan bahwa yang harus merasakan perubahan emosi, bukanlah dirinya tapi Kang Chul. Itulah aturannya.

"Aturan macam apa itu? Kenapa emosiku yang paling penting?"

"Karena kau adalah karakter utama" sembur Yeon Joo tanpa pikir panjang

Tentu saja jawaban itu membuat Kang Chul semakin penasaran dengan maksud Yeon Joo. Menyadari kesalahannya, Yeon Joo langsung tutup mulut lalu mengalihkan topik dengan berkata kalau dia akan melaporkan Kang Chul ke polisi atas tuduhan pelecehan seksual.

"Kau duluan yang melakukan kejahatan seksual. Apalagi kau juga menamparku"

Dia juga mengklaim bahwa ciumannya barusan itu adalah penelitian ilmiah untuk membuktikan logika pernyataan Yeon Joo. Berdasarkan klaim Yeon Joo kalau Yeon Joo bisa menghilang hanya jika ada perubahan emosi dalam dirinya, Kang Chul menduga kalau semua tindakan Yeon Joo seperti menamparnya dan melepas kimononya adalah untuk mengejutkannya. Yeon Joo membenarkannya.

"Aneh sekali. Kukira kau akan bilang kalau kau menghilang dengan berteleportasi. Tapi sepertinya kau tidak berbohong karena kau masih disini padahal kau punya kesempatan untuk menghilang"

"Aku tidak berbohong"


Tapi tidak berbohong bukan berarti apa yang dia katakan benar karena Yeon Joo hanya mengatakan suatu kejadian dan meniadakan konteks paling penting. Yakin masih ada sesuatu yang Yeon Joo sembunyikan, dia langsung menodongkan pistolnya pada Yeon Joo lagi. Pasti ada konteks logis yang bisa menjelaskan alasan Yeon Joo menghilang hanya jika ada perubahan emosi dalam dirinya. Katakan! tuntut Kang Chul.

Yeon Joo berusaha meyakinkannya bahwa dia tidak tahu apa-apa lebih daripada apa yang dikatakannya pada Kang Chul. Tapi Kang Chul tak percaya dan mulai menghitung untuk mengancam Yeon Joo menjawab.

Satu... dua... tiga... empat... Yeon Joo tak percaya, dia yakin kalau Kang Chul untuk menakut-nakutinya saja, dia yakin kalau Kang Chul takkan menembak.


Tapi Kang Chul langsung menembak vas bunga untuk membuktikan keseriusannya. Yeon Joo langsung menjerit histeris. Do Yoon dan So Hee langsung masuk karena mendengar suara gaduh itu dan kaget melihat Kang Chul mengarahkan pistol pada Yeon Joo yang jelas-jelas ketakutan.

Kang Chul mengklaim kalau dia hanya sedang menginvestigasi Yeon Joo. So Hee mencemaskan Yeon Joo dan berusaha menghentikan Kang Chul. Tapi Kang Chul langsung membentak mereka untuk keluar. Mereka berdua pun akhirnya keluar.


Walaupun Yeon Joo adalah penyelamat yang telah menyelamatkan hidupnya, tapi dia juga berbahaya. Kang Chul melanjutkan hitungannya tapi Yeon Joo tetap diam. Dia yakin kalau Kang Chul tidak akan menembaknya, karena dia tahu kalau Kang Chul bukan orang semacam itu.


Kang Chul menyangkalnya, ada hal-hal yang tidak Yeon Joo ketahui tentangnya. Dia bisa menembaknya dan DOR! dia benar-benar menembak Yeon Joo. Pelurunya menembus pundak Yeon Joo hingga mendarat di cermin yang ada di belakang Yeon Joo.

Yeon Joo shock. Dengan tangan gemetar dia meraba pundaknya tapi mendapati dia baik-baik saja, tidak ada darah sama sekali. Kang Chul pun keheranan tapi dia tetap cool "Kau terkejut? Kau tidak mengetahui kekuatanmu sendiri"


Yeon Joo langsung pingsan saking shock-nya dan Kang Chul bergegas menangkapnya sebelum Yeon Joo jatuh. Do Yoon dan So Hee masuk karena mendengar tembakan kedua dan Kang Chul langsung menyerahkan Yeon Joo pada Do Yoon. So Hee langsung mengomeli Kang Chul yang menurutnya pasti sudah gila dan Kang Chul beralasan kalau dia cuma berusaha menakuti Yeon Joo saja.


Begitu Do Yoon dan So Hee keluar untuk mengurus Yeon Joo, Kang Chul melihat peluru yang menembus tubuh Yeon Joo dan memecahkan cermin itu.


Setelah memanggil dokter, So Hee dan Do Yoon heran dengan semua keanehan ini, Kang Chul dan Yeon Joo sama-sama aneh. So Hee langsung melabrak Kang Chul yang saat itu sedang santai mengepak baju-bajunya dan bertanya apakah Kang Chul membawa Yeon Joo kemari agar dia bisa bersikap bagai gangster padanya.

Dia menuntut Kang Chul untuk memanggil polisi. Saat Kang Chul menolak, dia langsung mengangkat hapenya. Tapi Kang Chul langsung merebutnya dan memperingatkannya untuk tidak memanggil polisi. Yeon Joo adalah kunci hidupnya jadi polisi tidak boleh terlibat.


Kang Chul masuk kembali ke kamarnya Yeon Joo tak lama kemudian dan suster memberitahunya tentang kondisi Yeon Joo. Yeon Joo tak mau menatapnya, Kang Chul dengan entengnya bertanya apakah Yeon Joo marah padanya. Yeon Joo tak percaya mendengarnya, marah bukanlah ekspresi tepat.

Kang Chul meminta maaf tapi dia mengaku dia tahu kalau peluru itu tidak akan membunuhnya "Kenapa kau tidak mengetahuinya? Kau orang yang kebal. Kau tidak bisa mati. Apa kau benar-benar tidak mengetahuinya?"

"Bagaimana kau mengetahuinya?"

Kang Chul menolak menjawab kecuali Yeon Joo mau menjawab pertanyaannya duluan. Dia mengakui kalau Yeon Joo bukanlah manusia biasa, mungkin Yeon Joo berasal dari dunia lain dan bekerja sebagai dokter kardiotoraks di dunianya itu. Dia lalu mengembalikan ID-nya Yeon Joo dan bertanya dimana dunianya Yeon Joo itu.


Yeon Joo diam. Kali ini Kang Chul tak memaksanya karena sekarang dia tahu aturannya, Yeon Joo hanya bisa menghilang menurut keinginannya. Karena itulah dia tidak akan membiarkan Yeon Joo menghilang sebelum dia menjawab semua pertanyaannya.

Dia mengusulkan agar Yeon Joo tinggal di sini bersamanya dan sebagai balas budi, dia berjanji akan melindungi Yeon Joo dari polisi dan media. Lagipula dia yakin kalau Yeon Joo tak punya tempat untuk dituju.


"Sepertinya kau punya banyak hal yang bisa mengejutkanku. Kau bisa kembali jika kau mengatakan kebenaran dan mengejutkanku agar aku bisa mendapatkan jawaban yang kuinginkan. Bagaimana? Itu kesepakatan yang adil, kan? Kejutkan aku jika kau ingin kembali. Dunia macam apa yang kau tinggali?"

Yeon Joo tetap tak bisa menjawabnya. Kang Chul bertanya lagi, Yeon Joo bilang kalau dia tahu banyak hal tentangnya karena melihatnya. Dimana Yeon Joo melihatnya? Yeon Joo tetap tak bisa menjawabnya. Kang Chul tak mempermasalahkannya, mereka punya banyak waktu.


Do Yoon masuk sesaat kemudian, Kang Chul memberitahu Yeon Joo bahwa dia harus pergi karena ada urusan bisnis di Busan. Dia lalu mengembalikan hape yang pernah dia berikan pada Yeon Joo. Setelah itu dia mengulurkan tangannya sebagai tanda permintaan maafnya.
 
Yeon Joo menjabat tangannya tapi saat dia hendak menariknya, Kang Chul menggenggamnya erat dan berkata "Aku sungguh-sungguh minta maaf"


Dia lalu beranjak pergi. Tapi Yeon Joo tiba-tiba menyembur "Aku mencintaimu"

Do Yoon langsung melongo kaget dan Kang Chul pun langsung menoleh kembali padanya. Yeon Joo langsung mencari-cari kata 'BERSAMBUNG'. Tapi tidak ada, dia melihat Kang Chul menatapnya dengan penasaran. Yeon Joo akhirnya balik ke bantalnya.

Kang Chul berpikir kalau Yeon Joo pasti mengucap kalimat itu untuk mengejutkannya seperti saat dia telanjang tadi. Apa Yeon Joo berpikir kalau jantungnya akan berdebar kencang dan matanya melompat keluar. Yeon Joo mengaku kalau dia pikir mungkin itu akan berhasil.

"Apa kau tahu kalau kau itu tidak masuk akal?"

"Aku tahu"


Kang Chul tertawa lalu pergi. Saat hendak naik lift, Do Yoon bertanya-tanya keheranan. Apa-apaan mereka itu. Kang Chul bilang kalau Yeon Joo tidak cantik tapi Kang Chul bersikap seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Mulai dari dia telanjang, ciuman, Yeon Joo menyatakan cinta dan Yeon Joo bahkan menamparnya. Semua itu kan seperti pertengkaran cinta. Dan sekarang mereka malah mau tinggal bersama, bukankah itu sama seperti pasangan yang tinggal seatap. Kang Chul setuju, tapi masalahnya dengan Yeon Joo rumit. Jadi Do Yoon boleh berpikir semaunya.


Saat lift hendak menutup, Yeon Joo tiba-tiba keluar dan bertanya kemana Kang Chul mau pergi. Kang Chul berkata kalau dia akan ke Busan lalu ke New York. Kenapa memangnya? Yeon Joo cemas dan mewanti-wantinya untuk selalu waspada. Kang Chul heran, apa dia akan mati dalam perjalanan?

"Entahlah. Aku hanya cemas"

"Kali ini kau tidak tahu bagaimana aku akan mati"

"Aku tidak tahu karena aku di sini, jadi aku tidak bisa membantumu"

"Kau mengetahuinya dari sana?"

"Iya"


Kang Chul jadi semakin penasaran dengan Yeon Joo. Kenapa sebenarnya Yeon Joo mencemaskannya. Yeon Joo mengaku bahwa dia adalah orang yang ingin Kang Chul mendapat happy ending "Aku adalah fansmu. Sungguh"

"Apa maksudmu aku akan sial jika aku mendengar jawabanmu?"

"Mungkin. Karena itulah aku tidak bisa menjawab"

Yeon Joo juga memberitahunya bahwa Kang Chul adalah pasien pertama yang dia selamatkan seorang diri dan juga pasiennya yang kedua. Kang Chul merasa tersanjung. Karena itulah, Yeon Joo sungguh-sungguh berharap Kang Chul akan selalu berhati-hati.

Kang Chul tersenyum mendengarnya "Tentu saja"


Tapi kemudian dia bertanya berapa umur Yeon Joo. 30 tahun, jawab Yeon Joo. Itu berarti mereka berdua seumuran. Lalu apa Yeon Joo sudah menikah. Yeon Joo menyangkal, Kang Chul pun senang. Dia lalu masuk kembali ke lift dan mengedip seksi pada Yeon Joo tepat sebelum pintu lift menutup.


Yeon Joo tertegun di sana, menyentuh dadanya yang pastinya berdebar kencang dan berpikir "Setelah beberapa lama, aku mengetahui kenapa aku terus terseret kemari. Itu karena pria itu berkata kalau aku adalah kunci hidupnya. Sejak saat itu, pemeran utama wanita dalam webtoon ini berubah. Dari Yoon So Hee... menjadi Oh Yeon Joo"

Bersambung ke episode 4

14 comments

:-* :-* sweet .. Jd senyum2 sndiri

Makasih byk yaaa utk sinopsisnya!! smangattt!! Can't wait for next episode!!

Kira kira di episode brpa yaa kang chul masuk ke dunia yeon joo??? Makasii mba sinopnya...��������

Yeyeyeyeye....thanks pake bgt semangat terusss saya menantikan ep selanjutnyaa bsokkkkk.....��

ee jong suk bkin melting^^
d tnggu kelanjutan sinop nya, fighting!!^^

Keren daebak. Makin penasaran sama episode selanjutnya. Fighting

wkwkwk paling kocak pas liat adegan si yj buka jubah mandinyaa ke jongsuk,lucuu walaupun udah nnton tapi belom puas klo belom baca sinopsisnyaa..
semangatt yakk lanjutinnya
gomawoo

Di tunggu kelanjutan y .gomawooo eoniii

Kenapa senyumnya selalu mempesona.....

makin seru...화이팅 nulisnya..

Pgen cpet tau endingnya hihihi.. Crita.ny bkin pnasaran .. 😁

Pgen cpet tau endingnya hihihi.. Crita.ny bkin pnasaran .. 😁

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon