Powered by Blogger.

 

Dalam rekaman U-Report, Sibtis dengan berat hati memberitahu penontonnya bahwa walaupun dia disuruh untuk mengupload video tentang hidupnya secara berkala, tapi belakangan ini hidupnya sama sekali tidak menyenangkan. Semua itu karena kegagalannya dalam menangani kegiatan pamerannya.


Malam ini dia benar-benar merasa terpuruk hingga ingin sekali memeluk seseorang. Karena itulah dia langsung pergi menemui Prikkang dan memeluknya. Prikkang menepuk-nepuk lembut punggungnya dan berusaha menghiburnya. Tanpa mereka sadari, Key sebenarnya sedang memperhatikan mereka.



Setelah itu mereka duduk bersama dimana Sibtis menceritakan masalahnya. Prikkang mengerti, orang tuanya telah berhasil membesarkan pertanian ini dan Sibtis pasti merasakan beban yang sangat besar sebagai penerusnya.

Sibtis lalu memberitahu Prikkang tentang pameran itu, bahwa selamanya pameran itu hanyalah sebuah pasar petani tempat para petani menjual hasil panen mereka. Tapi masalah, pengunjung mereka selalu sama setiap tahun.

Dan karena tahun ini dia mulai ikut bergabung, dia berniat untuk membuatnya menjadi lebih trendy dan asyik untuk menarik pengunjung generasi muda. Itu ide yang bagus, bukan. Tapi masalahnya idenya terlalu sulit diterima oleh orang-orang disini yang notabene masih kolot.


Selain itu, ayahnya bersikeras membuat stan mereka lebih menonjol daripada stan lain. Yang jadi masalah, mereka menjual produk yang sama dengan yang dijual oleh petani lain. Karena itulah dia bingung bagaimana harus menuruti keinginan ayahnya.

Tapi menurut Prikkang, hasil panen pertanian ini jauh lebih baik daripada yang lain. Sejak dia disini, dia selalu makan makanan sehat atau istilah kerennya clean-eating. Masalahnya, beberapa clean-eating biasanya tawar. Tapi lunch box yang pernah mereka makan di kebun jamur waktu itu, rasanya enak sekali.


Mendengar itu, Sibtis tiba-tiba punya ide bagus untuk menggunakan lunch box dan makanan clean-eating. Mereka bahkan langsung bersemangat bertukar pendapat tentang apa saja yang harus mereka masukkan dalam lunch box nantinya. Keesokan paginya, Sibtis mempresentasikan ide barunya pada ayahnya


Beberapa saat kemudian, Sibtis akhirnya keluar dan menemui Prikkang yang sudah menunggunya dengan gugup dan penasaran dengan hasilnya. Dia makin gugup karena Sibtis malah tampak murung. Apakah dia gagal lagi?

"Ideku terjual!" serunya

Prikkang pun senang dan mereka saling memuji sambil saling bercanda tawa dan Sibtis langsung menarik Prikkang kedalam pelukannya. Mereka menari-nari gembira tanpa menyadari Pitta yang cemburu melihat mereka.


Pitta lalu pergi menemui Key untuk melihat hasil foto-foto. Tapi saat tak sengaja melihat foto Prikkang, Key cepat-cepat beralih ke foto lain. Pitta menyadari apa yang dilakukannya lalu menanyakan pendapat Key tentang Prikkang, bukankah Prikkang itu cute.

Key membenarkannya, dia mengaku bahwa dia mencemaskan Prikkang karena sejak datang kemari Prikkang sering menghadapi banyak masalah. Pitta menyemangatinya untuk tidak cuma mengkhawatirkan Prikkang dari kejauhan, Key harus menunjukkan perasaannya pada Prikkang.

"Aku pernah melakukan itu tapi itu malah membuatnya berada dalam masalah baru" ujar Key mengingatkan Pitta.

Kalau begitu, Pitta menasehatinya untuk menunjukkan perasaannya secara jujur dan transparan... seperti dirinya dan Sibtis. Dia menyemangati Key untuk melakukannya secepat mungkin karena jika semakin lama maka hubungan mereka akan menjadi semakin canggung.


Keesokan harinya, Sibtis dan Prikkang memetik anggur untuk dijual di pameran mereka. Tapi Prikkang malah diam-diam memakani anggurnya. Awalnya Prikkang berusaha menyangkal tapi saat dia beraksi yang kedua kalinya, Sibtis berhasil menangkap basah perbuatan tepat saat dia mulai memasukkan anggur itu kedalam mulutnya.


Dan Sibtis langsung mengambil anggur dalam mulut Prikkang itu dengan mulutnya sambil mengklaim kalau dia cuma sedang menghukum Prikkang.


Setelah bersenang-senang bersama Sibtis di kebun, Mereka memasak bersama di dapur. Key juga ikut membantu membuat salad. Dia dan Prikkang sangat dekat dan akrab sampai membuat Sibtis cemburu. Saking cemburunya, dia sampai menjambak kepangan rambut Prikkang.


Beberapa saat kemudian, Paman dan Bibi datang ke dapur dan Sibtis memperlihatkan contoh rantang makan yang akan mereka jual di pameran nanti dan ternyata rasa makanannya sangat enak. Paman senang dan tidak menyangka ide anak muda bisa jadi sehebat ini. Sibtis dan Prikkang saling melirik dan tersenyum tanpa menyadari Pitta yang menatap mereka dengan cemburu.


Malam harinya, Key membantu mengobati luka jari Prikkang. Prikkang berterima kasih pada Key, senang karena memiliki teman sepertinya. Key pun sama, dia berterima kasih dan senang karena Prikkang menerimanya sebagai teman.

Karena menurut apa yang dia dengar, Prikkang kan biasanya tidak bergaul dengan teman cowok di kampus, orang-orang bahkan berkata kalau DJ PK itu jijik sama cowok.

"Aku tidak jijik. Aku hanya berhati-hati, kebanyakan cowok kan berbahaya. Tapi saat aku bersamamu, aku merasa aman"


Tepat saat dia mengucapkan itu, Sibtis datang. Dia membawakan sekeranjang anggur untuk Prikkang tapi dia jadi kecewa dan cemburu melihat kedekatan Prikkang dengan Key dan kata-kata Prikkang. Dia pun langsung pergi.


Di tengah jalan, dia bertemu Pitta yang langsung ceplas-ceplos menyindirnya dan menanyakan perasaan Sibtis yang sebenarnya pada Prikkang. Sibtis menolak menjawab tapi Pitta tidak mau melepaskan masalah ini begitu saja.

"Kau menyukainya kan? Kau selalu mencarinya dan memanjakannya. Lalu bagaimana denganku?"

"Apa yang kau inginkan? Anggur ini? Nih ambil saja semuanya"


Hed/Ped sedang bermain-main saat Sibtis tiba-tiba saja muncul dengan emosi tingkat tinggi sambil menggerutu kesal "Aku bekerja keras hingga berhasil memenangkan hati ayahku. Aku memenangkan hati semua orang di pertanian ini. Tapi kalah dari si gadis rambut kepang itu"

Mereka jadi penasaran, ada apa memangnya. Sibtis dengan kesal memberitahu mereka bahwa Prikkang sedang menikmati momen romantis bersama pria lain dan bukannya dengan dirinya. Ped langsung menduga dengan benar, rival cintanya Sibtis itu si pria kamera (Key).


Tapi ujung-ujungnya mereka malah nyerocos panjang lebar memuji-muji Key yang menurut mereka tampan, tinggi dan baik hati. Sibtis langsung marah. Hed cepat-cepat ganti haluan menyemangati Sibtis dan berkata bahwa Sibtis pasti tidak akan kalah dari Key. Dia bahkan mengklaim kalau wanita jaman sekarang tidak suka dengan cowok baik, cewek jaman sekarang sukanya bad boys.

"Betul sekali, bos. Terutama bad boy sepertimu" kata Ped. Dan karenanya dia menyemangati Sibtis untuk tetap mempertahankan sikap bad-nya itu agar Prikkang jatuh cinta padanya. Kesal dengan nasehat dan tuduhan mereka, Sibtis langsung menghajar mereka sampai mereka kapok.


Pameran pun akhirnya dimulai dan rantang makanan Sibtis ternyata laris manis. Prikkang membantu Sibtis berjualan, Pitta membantu dalam promosi sementara Key membantu mengabadikan momen tersebut dengan memotretnya.


Tapi kemudian dia mengalihkan kameranya pada Prikkang. Sibtis melihatnya dan dengan sengaja menghalangi wajah Prikkang dengan rantang.


Paman dan Bibi menyuruh Sibtis untuk berhenti sebentar dan menyapa seorang teman Paman. Dia memuji-muji kerja bagus Sibtis dalam menangani pameran tahun ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan sukses menarik lebih banyak pengunjung.

Sibtis dengan rendah hati mengklaim bahwa kesuksesan ini bukan cuma karenanya seorang tapi berkat kerja sama tim yang baik. Lalu satu per satu, dia memperkenalkan para anggota timnya mulai dari Bibi Moo, Hed/Ped lalu Pitta yang telah membantu mempromosikan produk mereka lewat medsos.


Setelah itu Paman dan temannya pergi. Bibi mengizinkan semua orang untuk berkeliling menikmati pameran jika mereka sudah selesai. Pitta langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk meminta Sibtis mengajaknya keliling. Sibtis yang masih cemburu pada Prikkang, langsung menyetujuinya bahkan sengaja menggenggam tangan Pitta tepat di hadapan Prikkang untuk memanas-manasinya.

Usahanya tampak sukses membuat Prikkang cemburu. Tapi tepat saat dia masih sibuk menggombal pada Pitta, Key tiba-tiba datang untuk mengajak Prikkang pergi makan. Prikkang menyetujuinya dan mereka langsung pergi duluan.


Prikkang dan Key melewati booth tembak. Prikkang tertarik dengan hadiah bonekanya dan Key tak ragu mengeluarkan uang demi mendapatkan boneka itu untuk Prikkang. Key mencoba menembaknya tapi gagal. Prikkang berusaha menyemangatinya untuk mencoba lagi.


Tapi tiba-tiba Pitta datang dengan membawa boneka sangat banyak. Dia langsung menyindir Prikkang dan memamerkan semua boneka yang Sibtis dapatkan untuknya. Key mencoba menembak lagi tapi Sibtis langsung menyatakan kalau Key akan gagal dan ternyata dia benar.


Prikkang jadi kesal dengan olokannya. Sibtis menyangkal, dia tidak mengolok tapi mengucap kebenaran. Dia tahu kalau Key akan gagal hanya dengan melihat posisinya saat menembak. Pitta semakin mengompori Prikkang dengan menawari Prikkang salah satu bonekanya yang paling kecil.

"Tidak usah, terima kasih. Aku tidak suka berbagi dengan orang lain" ujar Prikkang ketus

Pitta lalu pergi untuk menaruh semua boneka itu ke mobil tapi dengan sengaja dia menyenggol Prikkang. Key berusaha menenangkan Prikkang lalu pergi untuk membelikan minuman untuk Prikkang.


Bertekad untuk mendapatkan boneka itu, Prikkang akhirnya berinisiatif untuk menembak sendiri. Tapi dia malah jadi makin kesal karena tembakannya gagal.

"Percuma saja. Lebih baik kau hemat uangmu untuk membeli boneka saja"

"Tidak mau"

Karena Prikkang terus bersikeras ingin menembak, Sibtis langsung melatih Prikkang cara menembak yang baik dan benar padahal modus tuh biar bisa peluk Prikkang. hehe. Prikkang menembak dan langsung sukses menjatuhkan sasarannya.


Dia langsung senang dan makin bersemangat untuk menembak lagi dan lagi. Yang paling untung Sibtis tuh karena bisa peluk Prikkang terus menerus. Dan Prikkang pun akhirnya berhasil mendapatkan boneka yang diinginkannya.


Hubungan mereka pun jadi membaik kembali sekarang. Tapi mereka tak sadar kalau Key baru saja kembali dan kecewa melihat kedekatan Prikkang dan Sibtis. Pitta juga kembali saat itu dan cemburu. Saking cemburunya, dia menyuruh Key untuk segera nembak Prikkang secepatnya.


Beberapa saat kemudian, Pitta menggandeng mesra Sibtis sementara Prikkang berjalan sendirian karena entah Key ada dimana. Karena ingin membuat Prikkang cemburu, Sibtis mau-mau saja diajakin selfie sama Pitta. Prikkang cemburu dan langsung menelepon Key untuk menanyakan keberadaannya.

Key berkata bahwa dia ada didalam teater, Prikkang pun langsung menuju ke tempat yang Key maksud. Sibtis ingin mengikutinya tapi Pitta mencegahnya dan menasehatinya untuk tidak menjadi orang ketiga diantara mereka. Sibtis tak mengerti maksudnya.


"Saat seorang pria ingin menyatakan cintanya pada seorang wanita, mereka pasti menginginkan privasi" ujar Pitta. Jelas saja Sibtis makin cemburu. Tapi Pitta terus menghalanginya pergi menyusul Prikkang bahkan langsung menyeretnya menjauh.

Bersambung ke part 2

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon