Powered by Blogger.


Sekarang Sibtis telah kembali ke kampus. U-report mewawancarainya yang sedang merawat tanaman anggur. Sibtis menjelaskan bahwa dia menyukai anggur karena menanam anggur adalah sebuah tantangan tersendiri baginya dan dia suka tantangan.

"Tantangan? Yah, kurasa itu sangat cocok denganmu. Karena kau kan suka berburu wanita tiap malam" sindir Cholly


Sibtis menyangkal. Dia tidak playboy, dia cuma punya banyak teman saja. Sylvia lalu menyinggung masalah kedekatan Sibtis dengan Prikkang. Tapi saat ditanya apakah hubungannya dengan Prikkang itu resmi pacaran, Sibtis malah terdiam bimbang. (Waduh!)



Suatu hari, Sibtis menggandeng tangan Prikkang di depan teman-teman sefakultas Prikkang. Pemandangan itu jelas menarik perhatian banyak orang. Sibtis tampak santai tapi Prikkang malu jadi pusat perhatian seperti itu. Dia minta dilepasin tapi Sibtis malah merangkulnya. Prikkang jadi tambah risih dan langsung menyuruh Sibtis kembali ke kelasnya.


"Apa kau mengusirku?"

"Iya"

"Baiklah, tapi aku akan datang lagi sore nanti untuk menjemputmu. Kau harus janji untuk menjadi gadis yang baik"

"Oke, aku janji"

Mereka pun menyepakatinya dengan janji jari kelingking dan Sibtis mengakhirinya dengan mengecup mesra tangan Prikkang lalu mengalihkan tangannya pada Prikkang, menyuruh Prikkang untuk mencium tangannya juga dan Prikkang menurutinya. Aduh, mereka romantis dan mesra abis deh sampai membuat para penonton mereka aka Cholly dan Sylvia heboh sendiri.


Sekarang setelah dia berhasil mendapatkan Prikkang, Sibtis langsung menuntut Hawk untuk membayar dan menyatakan Hawk kalah taruhan. (OMG! dia tulus ga sih sama Prikkang?!) Hippie berkomentar kalau Prikkang itu pasti sulit mengingat lamanya Sibtis untuk mendapatkannya.

Sibtis menyangkal, tidak sulit sama sekali terutama karena Prikkang ternyata anak teman orang tuanya. Dia mengklaim kalau dia mendekati Prikkang perlahan-lahan dan begitu timingnya tepat, dia langsung mencium Prikkang, game over!


Mendengar itu, Hawk langsung memperingatkan Sibtis untuk tidak mengencani Prikkang hanya untuk bersenang-senang. Sibtis tidak mengerti kenapa.

"Bukankah kau bilang kalau keluargamu dan keluarganya dekat? Kalau kau mengencaninya hanya untuk main-main seperti gadis-gadis lain maka perbuatanmu itu akan berimbas pada keluarga kalian berdua"

Tapi Sibtis tak mau ambil pusing peringatan Hawk itu dan dengan santainya berkata "Dia cuma gadis teman ngobrol. Tidak serius" (Hah? hadeh! aku kecewa padamu -_-)


Beberapa saat kemudian, Sibtis mengantarkan Prikkang pulang. Prikkang dengan malu-malu memberitahu Sibtis bahwa malam ini teman-temannya mengajaknya ke acara perayaan semester baru bersama teman-temannya di klub. Tapi Sibtis langsung melarang Prikkang ke acara itu.

Prikkang berusaha protes dan mengingatkan Sibtis bahwa dia sendiri tidak pernah melarang Sibtis berpesta. Sibtis menyangkal dan mengklaim kalau dia belum pernah ke pesta apapun sejak pulang dari pertanian. Lagipula dia merasa tidak masalah pergi ke pesta karena dia cowok.


Prikkang terus berusaha membujuk Sibtis untuk mengizinkannya pergi ke pesta itu. Tapi Sibtis tetap ngotot, dia tidak mau dan tidak suka Prikkang dipandangi cowok-cowok. Dia mengklaim kalau Prikkang adalah miliknya seorang. Dan saat Prikkang mau protes lagi, Sibtis langsung mendiamkannya dengan kecupan di bibir.


"Apa kau ingin aku jadi gila karena cemburu?"

"Tidak"

"Kalau begitu jangan pergi"

"Baiklah, aku tidak akan pergi"

"Ini baru cewekku" Sibtis lalu mengecup mesra Prikkang.


Setelah Prikkang masuk rumah, dia ditelepon temannya yang mengajaknya clubbing malam ini dan Sibtis langsung menerima ajakannya. (Dasar!)


Begitu sampai di club, Sibtis langsung beraksi menggodai cewek-cewek di sana. Saat teman-temannya menggodainya dan menanyakan keberadaan 'si cewek berkepang', Sibtis langsung menyatakan bahwa malam ini dia single. Pitta juga ada disana malam itu, tapi mereka tak saling sapa.


Keesokan paginya, Prikkang direcoki Sibtis via telepon untuk tidak terlambat. Prikkang dengan riang meyakinkannya kalau dia masih punya waktu 5 menit dan akan menunggu Sibtis di depan rumah jadi dia tidak akan dihukum. Mendengar keakraban Prikkang dan Sibtis, Ayah jadi agak cemas karena dia sendiri mantan playboy jadi dia punya perasaan kalau Sibtis itu juga playboy.

Tapi Prikkang yang sekarang mempercayai Sibtis, meyakinkan ayah kalau Sibtis sekarang sudah berubah. Dia bahkan mengklaim kalau Sibtis sekarang berada di bawah kendalinya. Tapi ayah tetap tak yakin, pria semacam Sibtis tidak akan berubah semudah itu. Prikkang tetap percaya pada Sibtis dan cepat-cepat pergi sebelum Ayah sempat mengucap apapun lebih lanjut.


Sesampainya di kampus, Prikkang mendapati kedua temannya sedang bergosip. Tapi begitu dia mendekat, mereka langsung diam. Prikkang curiga jangan-jangan mereka sedang menggosipkannya. Cholly menyangkal tapi jelas sikap kedua teman Prikkang itu agak aneh.

Sylvia tiba-tiba bertanya "Bukankah dulu kau bilang kalau kau suka pria baik? Lalu kenapa kau malah berakhir bersama bad boy?"

"P'Sibtis itu pria baik"

"Iya, dia tampan, kaya dan pintar. Dia baik dalam segala hal, kecuali satu. Dia playboy"

Prikkang langsung membela Sibtis dan meyakinkan kedua temannya bahwa Sibtis itu sangat baik padanya, Sibtis bahkan pernah berjanji bahwa dia akan menjaganya dengan baik dan tidak akan pernah menyakiti perasaannya. Tapi kedua teman Prikkang langsung tertawa sinis dan frustasi mendengarnya.


"Prikkang, anggaplah P'Sibtis masih keluar malam, minum-minum dan clubbing seperti biasanya, apa yang akan kau katakan?"

Prikkang ragu tapi kemudian dia menjawab bahwa dia tidak akan mempermasalahkannya dan akan menganggap itu sebagai kebutuhan Sibtis untuk bersosialisasi. Tapi Prikkang sangat yakin kalau Sibtis tidak keluar malam karena Sibtis selalu meneleponnya setiap malam.

"Kalian berdua ini terlalu pesimis"

"Kau yang terlalu optimis"


Sylvia cepat-cepat menghentikan mereka dan mewanti-wanti Prikkang "Aku tahu kalau kau sangat mencintainya. Tapi kau harus selalu ingat kalau dia adalah playboy. Berhati-hatilah, kami hanya mencemaskanmu"

Prikkang jadi curiga, kenapa mereka berdua berkata-kata seolah mereka mengetahui sesuatu. Cholly cepat-cepat menyangkal dengan canggung dan mengalihkan topik. Tapi Prikkang yakin kalau mereka menyembunyikan sesuatu dan sengaja mengalihkan topik.


Saat mereka makan siang bersama, Sibtis memberikan hadiah beberapa gelang untuk Prikkang lalu membantu memakaikan gelang-gelang itu di tangan Prikkang dan mengecup mesra tangannya sampai membuat Prikkang malu.


Mereka terus mesra dengan selfie berdua. Prikkang ingin menggunggah salah satunya ke medsos, tapi Sibtis melarang dengan alasan dia punya banyak penggemar cewek. Dia bersikap seolah dia hanya mencemaskan Prikkang, takutnya mereka akan menyerang Prikkang jika para penggemarnya tahu tentang hubungan mereka. Dan Prikkang mempercayainya begitu saja.

Saat mereka mulai makan, Sibtis ditelepon seorang wanita bernama Betty. Dia langsung mematikannya dan menjauhkan teleponnya dan beralasan pada Prikkang kalau saat ini dia hanya ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Prikkang.


Prikkang curiga jangan-jangan itu telepon dari cewek. Sibtis menyangkal dan berbohong mengatakan kalau belakangan ini dia tidak pernah pergi ke mana-mana dan hanya Prikkang seorang yang selalu dia temui setiap saat.

Saat Prikkang berkata kalau dia ingin gantian mengunjungi Sibtis di fakultas agrikultur, Sibtis langsung melarang dengan alasan ada banyak pria di sana dan dia tidak mau para pria itu melihat Prikkang.


Si Betty menelepon lagi dan Sibtis langsung mematikannya lagi sambil terus berusaha merayu Prikkang. Kali ini Prikkang diam tapi teleponnya Sibtis berbunyi terus menerus hingga membuat Prikkang semakin curiga.


Cholly sudah menunggunya di rumah saat Prikkang pulang. Dia lalu mengajak Prikkang keluar untuk bicara berdua. Cholly mengajaknya untuk clubbing malam ini, tapi Prikkang menolak karena Sibtis melarangnya.

"Memangnya kau harus melakukan semua hal yang dia suruh?"

"Iyalah, aku kan sekarang pacaran dengannya"

Cholly berusaha memberitahunya tentang apa yang diperbuat Sibtis di belakang Prikkang, misalnya saat Sibtis mengklaim kalau dia masih single dalam acara U-report. Tapi Prikkang tidak mempermasalahkannya karena menurutnya Sibtis memang harus berkata seperti itu di hadapan publik demi para penggemarnya.

"Kau harus mengorbankan banyak hal dan berubah demi dia. Tapi dia sendiri tidak berubah sedikitpun demimu"

"Apa maksudmu?"


Cholly akhirnya mengaku "Kau tahu kan kalau aku dan Sylvia clubbing hampir tiap malam? Dan setiap malam pula aku melihat P'Sibtis di club"

Dalam flashback, Sibtis ternyata mendekati Pitta lagi saat di club. Cholly melihatnya dan langsung memotret saat Sibtis pergi bersama Pitta.


Prikkang tak percaya, tidak mungkin Sibtis clubbing setiap malam karena setiap malam Sibtis selalu meneleponnya dan berkata kalau dia sedang belajar untuk menyelesaikan skripsinya. Cholly sudah tahu kalau Prikkang takkan mempercayainya, makanya dia sengaja memotret foto Sibtis saat dia bermesraan dengan Pitta. Tapi karena wajah Sibtis tidak tampak jelas di foto itu, Prikkang menolak mempercayainya dan berpikir kalau Cholly mungkin cuma salah paham.

"Karena itulah aku ingin kau pergi ke J Club malam ini. Agar kau bisa melihat sendiri apakah ini cuma kesalahpahaman atau tidak"

Tapi Prikkang tetap menolak. Dia bersikeras dengan keyakinannya untuk mempercayai Sibtis yang menurutnya tidak akan pernah membohonginya. Cholly benar-benar frustasi dengan kekeraskepalaan Prikkang.


Tapi masalah ini terus membebani pikirannya sampai malam. Dia teringat bagaimana Sibtis terus menerus me-reject teleponnya tadi siang dan foto mesranya dengan Pitta. Cholly mengsmsnya tak lama kemudian dan memberitahu kalau dia sedang di J Club lalu mengirimkan foto baru Sibtis yang tampak jelas sedang bermesraan dengan Pitta.


Prikkang langsung menghubungi Sibtis tapi tidak diangkat. Prikkang langsung pergi ke J Club, tapi dia terlalu takut masuk kedalam. Cholly yang sedari tadi mengawasi sesi mesra-mesraannya Sibtis dan Pitta, langsung menelepon Prikkang. Dia mengaku kalau dia takut masuk kedalam, takut melihat hal yang tidak ingin dia lihat.


Prikkang memutuskan untuk pergi saja. Tapi Cholly bertekad untuk menunjukkannya via video call. Sibtis dan Pitta lalu beranjak pergi. Dan dari dalam mobil, Prikkang melihat mereka keluar sambil berangkulan mesra. Prikkang langsung menelepon Sibtis dan pura-pura menanyakan belajarnya.


Saat Prikkang bertanya kenapa suara di latar belakang Sibtis sangat berisik, Sibtis berbohong mengatakan kalau dia sedang makan di luar. Prikkang menangis menyadari Sibtis benar-benar membohonginya dan melanggar semua janjinya sendiri.

Bersambung ke part 2

3 comments

Shock!! ga nyangka sibtit kyk gitu-_- lanjut terus admin sinopsisnya semangat😄😄

This comment has been removed by the author.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon