Powered by Blogger.


Keesokan harinya, Prikkang mendadak datang ke fakultasnya Sibtis. Tampak jelas kalau Sibtis gelisah dengan kedatangan Prikkang walaupun dia berusaha menutupinya dengan bersikap manis seperti biasanya. Sama seperti sebelumnya, dia beralasan kalau dia tak ingin Prikkang kemari karena tak suka Prikkang dipandangi oleh cowok-cowok lalu cepat-cepat menyeret Prikkang pergi.

Tapi Pitta tiba-tiba muncul dan langsung menggandeng tangan Sibtis dan langsung mengklaim kalau Sibtis mau kencan dengannya dan menyuruh Prikkang untuk berhenti menjadi penggemarnya Sibtis. Prikkang langsung melepaskan pegangan tangan Sibtis dan melabrak Pitta.


Sibtis berusaha meminta Pitta untuk pergi dulu tapi Pitta malah balik menyindir pedas Prikkang yang temperamen tapi hambar. Dia memberitahu Prikkang kalau Sibtis jauh lebih menyukai seseorang yang seksi dan bukannya wanita lugu seperti Prikkang.


Kesal, Prikkang langsung menampar Pitta dan menjambaknya. Kedua wanita itu hampir saja cakar-cakaran tapi Sibtis berhasil menghentikan mereka dan menyuruh Pitta pergi. Perkelahian itu jadi tontonan banyak orang.


Tak nyaman dengan para penonton mereka, Sibtis langsung menyeret Prikkang ke tempat yang lebih sepi dimana Sibtis lagi-lagi beralasan kalau dia dan Pitta cuma teman biasa jadi Prikkang tidak perlu cemburu padanya.

"Apa kau tidak merasa malu berbohong di depan mataku seperti ini"

"Kau bicara apa? Aku tidak bohong padamu"

"Aku sudah tahu apa yang kau lakukan di belakangku, kau clubbing setiap malam. Kenapa kau berbohong padaku?"

Sibtis akhirnya mengaku jujur kalau dia memang clubbing tiap malam tapi dia beralasan kalau dia tidak memberitahu Prikkang hanya supaya dia tidak membuat Prikkang bersedih, dia mengklaim kalau dia clubbing cuma untuk hangout dengan teman-temannya saja.

PLAK! Prikkang menghentikan ocehan Sibtis dengan tamparan. Tentu saja Prikkang tidak percaya dengan bualannya itu karena dia melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Sibtis berjalan sambil berangkulan mesra dengan Pitta.


Sibtis jadi mulai kesal dan langsung mengoreksi hubungan mereka, mereka cuma ngobrol dan tidak pacaran. Dia menyukai Prikkang tapi mereka tidak pacaran dan itu artinya dia bebas untuk ngobrol dengan siapapun.

Air mata Prikkang mengalir mendengar semua itu "Kalau begitu aku juga bebas untuk bicara dengan pria lain, bukan?"


Prikkang dengan sengaja menelepon Key saat itu juga dan mengajaknya makan. Sibtis langsung cemburu dan berusaha melarang Prikkang pergi. Dia mengklaim kalau situasi mereka berbeda karena dia cowok sementara Prikkang cewek jadi dia bebas bergaul dengan siapapun.

"Bukankah kau bilang sendiri kalau kita cuma ngobrol? Itu artinya aku juga bebas melakukan apapun yang kuinginkan!"


Saat mereka bertemu, Key melihat Prikkang berusaha untuk tidak menangis. Dia mengerti kalau Prikkang ingin menangis tapi dia tidak mau orang-orang melihatnya menangis. Key pun langsung menarik Prikkang kedalam pelukannya agar Prikkang bisa meluapkan kesedihannya tanpa dilihat orang.


Malam harinya saat dia baru pulang, dia mendapati Sibtis sedang mondar-mandir menunggunya di depan pagar rumahnya. Prikkang berusaha mengacuhkannya tapi Sibtis menarik tangannya dengan kasar dan menuntut kemana saja dia seharian sampai tidak mengangkat teleponnya dan apa saja yang dia lakukan bersama Key.

Prikkang menolak memberitahu tahu tapi kemudian berkata kalau dia mau berkemas karena dia mau ke pantai bersama Key. Sibtis tak suka dan berkata tidak akan membiarkan Prikkang pergi bersama Key. Dia bahkan sok bossy seperti saat mereka di pertanian dengan memerintahkan Prikkang untuk tidak lagi bertemu Key atau dia akan menghukum Prikkang.


Saat Prikkang bersikeras untuk tetap pergi, Sibtis langsung menghukumnya dengan mencium paksa. Prikkang langsung memberontak dan menamparnya dan menekankan kalau dia hanya mau menerima aturah 5G-nya Sibtis itu kalau mereka pacaran, tapi Sibtis sendiri yang bilang kalau mereka tidak pacaran jadi Sibtis tidak punya hak untuk memberinya perintah.


Setibanya di pantai, Prikkang langsung berpose untuk Key. Sibtis mengikuti mereka dan mengawasi pemotretan itu dengan wajah kesal. Saat Key memuji-muji kecantikan Prikkang, Sibtis langsung kesal dan menyindir foto-foto Prikkang itu lebih mirip nude photography.


Prikkang dengan sengaja semakin mengompori Sibtis dengan cara berpose lagi, tapi kali ini dia berpose seksi dengan membuka sebagian bajunya. Sibtis makin kembang kempis saking kesalnya.


Setelah itu, Pirkkang dan Key duduk berdua sambil melihat-lihat hasil jepretan Key. Key mengomentari salah satu foto Prikkang yang benar-benar tampak bagus dan tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja menangis.

"Itu karena aku adalah wanita yang tegar. Hal semacam itu tidak akan mempengaruhiku. Aku baik-baik saja"

Tapi Key tahu kalau Prikkang tidak baik-baik saja. Dia menasehati Prikkang untuk berhenti bersikap kasar pada Sibtis, dengan begitu dia akan merasa jauh lebih baik. Prikkang jadi merasa bersalah karena melibatkan Key dalam masalahnya ini.

"Kau pasti ikut terluka juga"

"Rasanya memang sakit tapi aku sudah terbiasa"


Prikkang jadi semakin tak enak mendengarnya. Tapi Key cepat-cepat meredakan suasana dengan mengklaim kalau dia cuma bercanda. Sambil menggenggam tangan Prikkang, Key berjanji bahwa dia akan selalu ada untuk Prikkang. Sibtis cemburu melihat mereka bercanda tawa dari kejauhan.


Prikkang lalu pergi untuk ganti baju. Begitu Prikkang pergi, Sibtis langsung menghampiri Key dan melabraknya dan menuduhnya menjadi orang ketiga saat hubungannya dengan Prikkang sedang goyah. Key langsung mengoreksi, dia tidak pernah menjadi orang ketiga, Prikkang sendiri yang menariknya kedalam masalah ini. Sibtis dengan sinis memberitahu Key untuk tidak kepedean karena Prikkang cuma memanfaatkan Key untuk kembali padanya.

"Aku tahu, tapi sepertinya kau tidak tahu kalau kau menyakiti perasaannya"

"Ini masalahku dan Prikkang, tidak ada hubungannya denganmu"

"Tentu saja ada hubungannya denganku karena aku menyukai Prikkang. Aku mundur waktu itu karena kukira kau bisa menjaganya dengan baik. Tapi ternyata aku salah. Aku akan menjaganya sendiri"

"Apa kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu"

"Lakukan saja, tidak akan asyik kalau kau tidak melakukannya"


Prikkang merenung sedih teringat ucapan Sibtis yang mengklaim kalau mereka tidak punya hubungan spesial apapun. Sibtis mendatanginya tak lama kemudian. Prikkang ingin melarikan diri tapi Sibtis mencegahnya dan bertanya kapan Prikkang akan berhenti marah-marah padanya. Prikkang berkata kalau dia tidak marah, tapi sakit hati.

Prikkang berusaha menghindarinya menuju dermaga tapi Sibtis terus mengejarnya dan melabrak sikap Prikkang yang terlalu keganjenan pada pria lain, bercanda tawa dan merayu Key. Prikkang memberitahunya kalau dia tidak merayu Key, dia bercanda tawa dengan Key karena Key selalu membuatnya merasa nyaman. Sibtis tak percaya dan menuduh Prikkang melakukan semua ini hanya supaya mereka balikan.

"Terus kenapa? Kau juga melakukan ini pada wanita-wanita lain. Kenapa kau marah padahal kau memperlakukanku sama. Setidaknya aku melakukannya secara terbuka dan tidak diam-diam di belakangmu. Aku tidak pernah berbohong dan tidak pernah bersikap palsu"

Sibtis terus berusaha membujuk Prikkang untuk bicara baik-baik. Tapi Prikkang tidak mau dan terus berjalan sampai ujung dermaga. Sibtis berusaha mencegahnya dan memperingatkannya untuk tidak pergi terlalu jauh atau dia akan terjatuh ke laut.


Prikkang tak perduli tapi tepat saat dia berbalik, dia malah terjatuh ke laut dan dia tidak bisa berenang. Sibtis langsung panik teringat masa kecil mereka saat Prikkang tenggelam dulu. Sibtis langsung terjun ke laut dan berenang secepat mungkin untuk menyelamatkan Prikkang dan membawanya kembali ke pantai.


Sibtis benar-benar cemas, Prikkang tercengang dan tersentuh dengan perhatian Sibtis padanya. Key dan Cholly langsung buru-buru menghampiri mereka dengan cemas, mereka lalu membantu Prikkang kembali ke kamar penginapannya.


Malam harinya, Prikkang masuk angin dan Cholly memberinya obat sambil menyindirnya karena setelah semua hal yang dia lakukan untuk membuat Sibtis marah, dia malah hampir tenggelam.

"Setidaknya aku belum mati"

Tapi Cholly penasaran, bukankah Prikkang pernah bilang kalau Sibtis itu tidak bisa berenang dan takut air. Tapi buktinya tadi dia berenang sangat cepat bak atlet renang nasional. Untung Sibtis bergerak cepat menyelamatkannya, kalau tidak maka Prikkang pasti sudah mati sekarang.


Saat Prikkang tidur, tiba-tiba dia mendengar suara pintu diketuk. Yang datang Sibtis dan dia langsung menarik Prikkang keluar untuk mengomelinya karena tadi Prikkang membuatnya sangat cemas, bagaimana kalau tadi dia terlambat menyelamatkan Prikkang, apa yang harus dia lakukan kalau Prikkang sampai tenggelam.


Prikkang jadi merasa bersalah mendengar kekhawatiran Sibtis. Dan seketika itu pula sikapnya pada Sibtis berubah dan dia tidak marah-marah lagi. Dia berterima kasih dan meminta maaf karena telah membuat Sibtis cemas. Tapi dia bertanya-tanya apakah sekarang Sibtis sudah tidak takut air lagi.

"Sebenarnya masih, tapi aku belajar berenang untuk jaga-jaga. Hari ini aku baru menyadari kalau itu sangat membantu" Sibtis membelai lembut kepala Prikkang dan mengingatkannya untuk tidak lagi membahayakan nyawanya seperti itu lagi "Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu padamu"


Prikkang tersentuh mendengarnya. Hubungan mereka mulai membaik kembali ke sekarang, mereka bahkan bermain kembang api dengan gembira. Setelah itu Sibtis meminta maaf pada Prikkang, dia menyadari dia yang salah karena telah menyakiti perasaan Prikkang.

"Bisakah kau memberiku kesempatan kedua? Aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi"

"Tapi aku tidak mau terluka lagi"

"Hal seperti itu tidak akan terjadi lagi. Apa yang tidak kau sukai, aku tidak akan melakukannya"


Sibtis mengakui bahwa menjadi playboy adalah kebiasaan buruknya dan tidak seharusnya dia main cewek karena sekarang dia sudah menemukan tambatan hatinya dan dia ingin menjaga Prikkang dengan baik. Dia berjanji kalau dia akan berusaha untuk menjadi orang yang jauh lebih baik.

"Bisakah kau memberi kesempatan kedua untuk bad boy ini?" tanya Sibtis sambil mengulurkan tangannya pada Prikkang.


Prikkang tersentuh mendengarnya. Dia agak ragu tapi kemudian memantapkan hati untuk mempercayai Sibtis lagi dengan menggenggam tangannya. Dia menyuruh Sibtis berjanji untuk tidak jadi playboy lagi, Sibtis berjanji dan mereka pun berjanji jari kelingking. Tanpa mereka sadari, Key melihat mereka dari kejauhan dengan sedih.

10 comments

D tunggu lanjutan nya tetp semangt nulis nya

This comment has been removed by the author.

Kacau prikkang perasaannya

Kasian key:"( prikkang sibtit smsm plin plan hadeh

Kacau prikkang perasaannya

Oh key how poor are you 💔😱

seruu kisahnya, lanjuutkan mbk

Ini sampe episode brp mb ?
Sibtis beneran udah insyaf belom yaa?!

Lanjut dong penasaran parah nih sama lanjutannya min, semangat 💪

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon