Powered by Blogger.


Hyun Min membawa pulang seragam sekolahnya Ha Won, bingung apa yang harus dilakukannya dengan seragam sekolah Ha Won itu. Berbaring di ranjangnya, dia teringat akan ciumannya dengan Ha Won tadi dan keyakinan Ha Won bahwa jauh terkubur didalam dirinya, masih ada secuil sosok dirinya yang dulu. 

Hyun Min lalu mengambil sebuah pigura foto yang memperlihatkan 3 anak kecil, 2 cowok dan 1 cewek (anak cowok yang satunya siapa yah? apa mungkin hubungan mereka berubah gara-gara anak cowok yang satunya itu?).





Sementara itu di hotel, Ji Woon diusir karena dia sudah check-out. Tapi dia tidak mau pulang dan berniat mau check-in lagi. Tapi ternyata kartu kreditnya tidak bisa dipakai, sepertinya CEO Kang sudah memblokir kartu kreditnya.

Yoon Sung meneleponnya dan memberitahunya bahwa Ketua Kang ingin Ji Woon pulang ke Sky House tapi Ji Woon ngotot tidak mau. Kalau begitu Ji Woon tidak akan bisa lagi mendapatkan keuntungan dari Haneul Group, ancam Yoon Sung. Tapi Ji Woon bersikeras menyatakan kalau dia bisa hidup tanpa bantuan Haneul Group.


Setelah Ji Woon mematikan teleponnya, Yoon Sung melapor pada Ketua Kang bahwa luka Ji Woon sepertinya sangat dalam dan tidak bisa membiasakan diri di Sky House. Sepertinya akan sulit membuat Ji Woon kembali ke Sky House. Tapi CEO Kang malah semakin bertekad untuk membuat Ji Woon kembali secepat mungkin. Dia sudah memikirkan sebuah cara.


Ji Woon berjalan tak tentu arah. Dia berhenti di zebra cross. Tapi saat semua orang sudah menyeberang, dia tetap terdiam di sana dan termenung sedih.


Sementara itu, Ha Won sedang bekerja di bioskop. Kebetulan teater 3 sedang kosong, rekannya Ha Won langsung mengajaknya untuk nonton di sana sambil makan popcorn. Tapi baru saja mereka duduk, temannya ditelepon seseorang. Ha Won akhirnya sendirian di sana.

Film pun dimulai dan lampu dimatikan. Dan tepat saat itu juga, Ji Woon muncul dan duduk di barisan kursi yang sama dengan Ha Won. Tapi Ha Won tak menyadari kehadirannya. Malah saat film sedang diputar, dia malah ketiduran. Ji Woon menoleh padanya dan kaget sendiri melihat orang yang ketiduran di sampingnya adalah Ha Won.

Ha Won terbangun tak lama kemudian, dan langsung tercengang mendapati Ji Woon duduk di sampingnya dan sedang menatapnya. Tak enak pada pelanggannya, Ha Won pun berusaha melarikan diri. Tapi sedetik kemudian dia berpikir, kenapa juga dia harus melarikan diri, dia kan tidak bersalah.


Dia langsung menoleh kembali tapi malah kaget mendapati Ji Woon sudah ada di depan hidungnya lalu tiba-tiba JI Woon bertanya dengan malu-malu "Apa kau... punya uang?" (Pfft!)


Keluar dari bioskop, Ha Won terus menatapnya dengan geli. Heran, apa Ji Woon benar-benar cowok kaya? Lalu kenapa dia bahkan tak punya uang 10,000 won? Ji Woon langsung protes kesal dan bersikeras menyuruh Ha Won untuk menjawab pertanyaannya saja, dia punya uang atau tidak?

"Aku punya. Atau akan punya uang itu seandainya kau membayar hutangmu di mini market"

Ha Won lalu mengeluarkan uang 5,000 won dan sengaja memamerkannya di hadapan Ji Woon. Merasa terhina, Ji Woon langsung menyindir dan memutuskan untuk melupakan pertanyaannya tadi.


Tapi saat dia hendak pergi, perutnya malah keroncongan nyaring. Ji Woon langsung terdiam malu sambil mengelus perutnya.

"Wah, kata-kata dan sikapmu sama sekali tidak sama, yah? Apa karena kau lapar? Tunggu sebentar, aku akan ganti baju dan keluar secepatnya. Aku bisa mengurus semuanya dengan hanya selembar uang ini"


Beberapa saat kemudian, mereka menikmati ramen di mini market. Dengan ini Ha Won menyatakan kalau hutangnya pada Ji Woon atas bantuan Ji Woon di hotel, terbayar lunas. Awas kalau Ji Woon sampai berani bilang kalau dia masih punya hutang budi padanya.


Ji Woon protes, masa bantuannya cuma senilai 1,500 won? Ha Won mengingatkan, dia juga menambahkan keju, jadi totalnya adalah 2,500 won. Tak terima Ji Woon mengabaikan tambahan 1,000 won-nya, Ha Won langsung menuntut kejunya dikembalikan. Tepat saat mereka saling berebut ramen, Ji Woon malah mendapati kakeknya sedang menatapnya dari luar.

Selera makanya langsung hilang seketika. Ha Won yang tidak melihat CEO Kang, jadi tak enak hati mengira Ji Woon tiba-tiba ngambek karena marah padanya. Ji Woon tak mengatakan apapun. Tapi begitu selesai makan, dia langsung pergi meninggalkan Ha Won tanpa pamit.


Ha Won langsung menggerutu kesal begitu menyadari Ji Woon sudah pergi tanpa pamit, hari ini dia benar-benar sial. Dia berusaha meminta bantuan rekannya untuk mencharge hapenya Seo Woo yang mati. Tapi rekannya tak berani, takut ketahuan bos. Kalau begitu bisakah dia meminjam hapenya sebentar, pinta Ha Won.


Ji Woon masuk ke mobil kakeknya. Dia memberitahu CEO Kang bahwa memutuskan bantuan finansialnya, sama sekali tidak akan berguna. Tapi CEO Kang tetap bertekad melakukannya, dia bahkan berani melakukan hal yang buruk dari itu asalkan bisa membuat Ji Woon kembali ke Sky House.

Tapi Ji Woon tetap ngotot tak mau kesana lagi. Satu-satunya yang dia inginkan saat ini adalah segalanya kembali seperti sedia kala.

"Apa kau tahu apa itu artinya? Segala sesuatu yang selama ini kau yakini adalah milikmu, bisa menghilang dalam sekejap. Itu adalah kekuasaan yang kumiliki dan akan segera menjadi milikmu juga"


Ji Woon bersikeras mengklaim bahwa dia tidak membutuhkan kekuasaan semacam itu. Jadi sebaiknya CEO Kang berhenti. Mulai sekarang, dia akan hidup sebagai Han Ji Woon. Ji Woon pun pergi. Tapi CEO Kang tetap santai, dia sangat yakin kalau Ji Woon pasti akan kembali dengan sendirinya.


Ha Won akhirnya bisa menghubungi Seo Woo dengan meminjam hape temannya. Ha Won langsung menggerutu karena seharian ini dia jadi tidak bisa membaca semua sms-nya. Seo Woo membenarkan kalau Ha Won memang mendapat beberapa sms.

Menduga kalau itu adalah sms dari orang rumahnya, Ha Won langsung memberikan password hapenya yang rumit dan meminta Seo Woo untuk membuka hapenya dan membacakan sms-nya.

Seo Woo melakukan perintahnya dan membuka password hape yang rumit itu. Begitu lockscreennya terbuka, Seo Woo langsung mengecek hapenya. Yang meng-sms-nya adalah Yoo Na. Tapi begitu membaca isi sms-nya, Seo Woo tercengang dan tak sampai hati untuk membacakannya.

Karena isi sms Yoo Na itu ternyata penuh dengan kata-kata hinaan keji. Tapi karena Ha Won terus memaksanya untuk membacakan isi smsnya, akhirnya dia hanya memberitahu detil pentingnya saja. Bahwa ayahnya besok akan pulang dan Ha Won disuruh pulang agar mereka makan malam bersama. Dia sengaja tidak menyampaikan bahwa Yoo Na menyuruhnya untuk langsung pergi setelah makan malam selesai. Ha Won tentu saja sangat senang mendengarnya.


Mereka lalu sepakat bertemu untuk bertukar hape. Tapi saat Ha Won mengetuk jendela mobilnya, Seo Woo hanya membukanya sedikit dan mengulurkan tangan meminta hapenya lewat celah jendela mobilnya. Ha Won langsung menggerutu kesal dengan sikap angkuh orang di dalam mobil itu, memangnya dia itu selebritis atau apa.

Saat Ha Won tak segera memberikan hapenya, Seo Woo menoleh padanya dan langsung kaget menyadari dia adalah tunangannya Hyun Min. Seo Woo cepat-cepat men-delete sms itu lalu keluar.


Begitu hapenya kembali, Ha Won langsung mengecek smsnya tapi malah mendapati inboxnya kosong. Seo Woo dengan canggung beralasan kalau dia tak sengaja menghapusnya, tapi kan dia sudah bilang kalau keluarganya mengajaknya makan malam besok.

"Apa mereka benar-benar memintaku datang? Apa dia benar-benar bilang kalau ayah akan pulang?"

"Iya"

Ha Won senang lalu berterima kasih pada Seo Woo sebelum pergi. Tapi senyum Seo Woo langsung menghilang setelah itu, perasaannya jadi tak enak.


Ha Won menginap di sauna. Dia ingin mengirim sms pada ayahnya tapi ragu apa yang harus dikatakannya. Ingin protes kenapa ayah tidak menghubunginya, tapi pada akhirnya dia hanya mengirim sms "Sampai jumpa besok"


Keesokan harinya saat baru tiba di depan mini market, tiba-tiba Ha Won diserbu segerombolan wartawan yang langsung menginterogasinya masalah hubungannya dengan Hyun Min. Ha Won jadi gelagapan berusaha menyangkal hubungannya dengan Hyun Min dan meminta mereka semua pergi. Tapi para wartawan itu tidak mau melepaskannya begitu saja dan terus menuntutnya untuk mengatakan sesuatu.


Tepat saat itu juga, Hyun Min tiba-tiba muncul bak pangeran menyelamatkan putrinya, menamengi wajah Ha Won dari kamera lalu menuntun Ha Won masuk kedalam mobilnya. Lalu bergaya sok keren seolah mau bilang 'no comment'.


Begitu mereka sudah cukup jauh, Hyun Min menghentikan mobilnya dan langsung narsis "Hei, aku hebat, kan? Kau dikenal sebagai 'Gadis Jackpot Nasional' sejak bertemu denganku. Dan aku bahkan menyelamatkanmu dari situasi tadi"

Ha Won tak percaya mendengarnya, apa Hyun Min sama sekali tidak menyadari situasinya. Gara-gara kebohongans Hyun Min lah, segalanya jadi serumit ini. Pokoknya Hyun Min harus memberitahu para wartawan itu kalau mereka tak punya hubungan apapun.

Baiklah jika itu yang Ha Won inginkan. Hyun Min pun berjanji akan membuat nama Ha Won menghilang dari internet dalam waktu 5 menit saja. Ha Won tak percaya, memangnya dia apa? Hacker jenius? Atau pesulap? Bagaimana bisa dia membuat hal itu terjadi.


Tapi Hyun Min langsung membuktikannya dengan cara menelepon seorang kenalannya yang bekerja di situs portal nomor 1 di Korea dan mengancam akan mencabut semua iklan perusahaannya dari situsnya orang itu jika orang itu tidak segera menghapus berita tentang tunangannya.


Ha Won langsung melongo dan Hyun Min langsung narsis melihat ekspresi Ha Won itu... "Kau jatuh cinta padaku, kan? Kau pasti jatuh cinta padaku, iya kan? Kau bukan manusia kalau kau tidak jatuh cinta padaku. Wah, aku saja kagum dengan betapa kerennya diriku"

"Bagaimana bisa ini terjadi?" Ha Won masih sulit mempercayainya.

"Tentu saja bagi kebanyakan orang tidak akan bisa. Bahkan aku saja merasa kalau aku sangat hebat kali ini. Rasanya aku sampai merinding. Lihat! Lihat! Apa kau bisa melihatku merinding?"

"Kudengar kau bisa mengontrol situs portal kalau kau cukup punya banyak uang. Ternyata itu benar, yah? Aku terlalu mempercayai sumber online-ku!"


Hyun Min langsung kecewa, dia kira Ha Won melongo karena terkagum-kagum padanya. Bagaimana bisa Ha Won malah memikirkan hal itu di saat seperti ini... "Kurasa ada sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang"

"Apa?"

"Senyumanmu"

Sayang, rayuannya lagi-lagi gagal total. Ha Won tidak sedikitpun terpengaruh, malah menjawabnya dengan ketus. Dia berterima kasih karena Hyun Min telah mencabut semua berita tentang dirinya lalu pergi.


Tapi di tengah jalan, Ha Won ditelepon oleh pihak krematorium dan mereka mengabarkan sesuatu yang mencengangkannya. Ayahnya Ha Won mengambil abu ibunya.


Ji Woon datang ke bengkel. Tapi begitu melihatnya, tawa semua orang langsung menghilang dan berpaling darinya. Ji Woon heran, ada apa, apa terjadi sesuatu? Semua pegawai tetap tutup mulut, sementara si bos tiba-tiba mengusirnya dengan ketus.

"Hyung, ada apa sebenarnya?"

Tapi si bos menolak menjelaskan dan meminta Ji Woon untuk pergi saja tanpa menanyakan apapun. Senyum Ji Woon menghilang seketika. Tak mengerti apa yang terjadi, dia pun pamit tapi berjanji akan kembali kapan-kapan.


Seorang temannya menyusul sesaat kemudian dan memberinya sebuah buku rekening yang selama ini ditabung oleh bos mereka. Dia sungguh-sungguh minta maaf, tapi dia memohon agar Ji Woon tidak kembali lagi kemari.

Ternyata semua orang bersikap seperti ini karena CEO Kang memberi mereka uang cukup banyak dan membuat mereka berjanji bahwa mereka tidak akan pernah lagi bertemu Ji Woon, mereka bahkan sudah berjanji akan bersikap seolah mereka tidak mengenal Ji Woon.

"Haneul Group itu sangat berkuasa yah. Kurasa mengubah hidup seseorang, hanyalah permainan anak-anak bagi mereka"

Ji Woon langsung berkaca-kaca mendengar semua itu. Tapi yang paling membuatnya kecewa adalah sikap mereka yang menjualnya dengan cara menerima uang itu.


Setelah itu Ji Woon bertemu dengan Yoon Sung di tepi Sungai Han. Dengan senyum miris Ji Woon bertanya, inikah kekuasaan yang kakeknya maksud? Kekuasaan untuk membeli orang? Yoon Sung memberitahunya bahwa CEO bisa saja menghilangkan segala hal yang Ji Woon sayangi.

"Wah, dia benar-benar orang yang hebat" sindir Ji Woon.

Yoon Sung menegaskan bahwa mulai sekarang tidak ada yang namanya Han Ji Woon, yang ada hanyalah Kang Ji Woon. Bahkan sekalipun Ji Woon bersikeras mengklaim marganya sebagai Han, dia tetap tidak akan bisa hidup sesuka hatinya.


Di pub, teman-temannya Hyun Min memberitahunya tentang putri pewaris K Group yang bicara jelek tentang Hyun Min pada banyak orang untuk memastikan Hyun Min tidak akan bisa berbisnis dengan orang lain lagi. Tapi Hyun Min tak peduli.

Mereka cemas bagaimana kalau sikap Hyun Min ini malah akan membahayakan posisinya sebagai pewaris. Apalagi sekarang dia punya dua orang saingan yang tinggal serumah dengannya. Peringatan mereka seketika membuat Hyun Min jadi cemas.


Ji Woon masuk ke sebuah kos-kosan dan menyewa kamar selama sebulan. Saat membuka dompetnya, dia melihat KTP-nya bernama 'Kang Ji Woon' yang kemudian dia buang ke tong sampah.


Ketua Kang memberitahu istri barunya tentang Ha Won yang bukan tunangan Hyun Min dan dia hanya berakting demi uang. Tapi dia menyukai anak itu dan memintanya untuk tinggal di Sky House bersama ketiga cucunya.

Hwa Ja tampak tak senang mendengarnya, tapi dia terpaksa harus tetap tersenyum lalu bertanya apa yang CEO Kang sukai dari gadis itu.

"Walaupun aku kaya, kadang aku bertanya-tanya siapa sebenarnya yang lebih berkuasa: aku atau uang? Tapi gadis itu tidak kehilangan jati dirinya hanya karena uang. Kurasa dia lebih dari pantas untuk mengurus cucu-cucuku"

Yoon Sung datang untuk melapor bahwa dia sudah mengurus masalah sehubungan dengan Ji Woon. Sementara untuk Ha Won, dia sudah menyuruh orang untuk mengawasinya. Tapi dia merasa kalau Ha Won tidak akan berubah pikiran, sepertinya Ha Won tidak punya niat untuk menyetujui penawaran CEO Kang. Tapi hal itu malah membuat CEO Kang jadi semakin bertekad untuk mendapatkan Ha Won.


Begitu Ha Won pulang, ibu dan saudara tirinya langsung bersikap sok manis dan baik padanya. Tapi Ha Won tak mempedulikan mereka dan langsung menuntut, dimana ibunya?

"Ibu di sini" jawab Soo Kyung.

Ha Won tetap mengacuhkannya dan terus menuntut dimana ayah menyimpan abu ibunya. Tapi ayahnya malah menjawab ketus, mengingatkannya kalau Soo Kyung adalah ibunya, jadi ibu yang mana yang Ha Won cari? Soo Kyung langsung berakting sok sedih bagai ibu tiri yang tak dianggap.


Ha Won langsung masuk ke balkon yang selama ini menjadi kamar tidurnya. Tapi begitu membuka pintu, dia malah mendapati semua barangnya sudah tidak ada. Tapi dia mendapati abu ibunya ada di sana. Dia langsung membawa abu ibunya keluar dan mengkonfrontasi ayah, kenapa ayah tega sekali melakukan ini?


Pihak krematorium berkata kalau mereka berhutang 5 juta dan dia sudah membayar 4 juta. Jika saja ayah membayar maka dia pasti bisa membuat ibu istrirahat dengan tenang. Tapi ayah malah marah-marah, kenapa juga dia harus menghabiskan uang untuk orang yang sudah mati? Kenapa juga mempermasalahkan abu orang mati? Jaman dulu abu biasanya diterbar ke sungai atau ke lautan. Jadi tidak usahlah mempermasalahkan hal yang tidak penting.

Ha Won tak percaya mendengar ayah bicara sekejam itu pada orang yang pernah menjadi istrinya. Bagaimana bisa dia tinggal diam begitu saja saat ibunya kehilangan tempat peristirahatannya yang terakhir. Ayah jadi semakin emosi, mengomeli Ha Won karena bersikap kurang ajar di depan ibu tiri yang selama ini telah membesarkannya.


Soo Kyung berakting sok suci, meyakinkan suaminya kalau dia tidak apa-apa dan berkata kalau dia akan berusaha mendapatkan uang untuk membayar biaya sewa krematorium. Dia bahkan menyatakan kalau dia punya uang tabungan untuk membiayai kuliah Yoo Na dan Ha Won.

Jelas Ha Won langsung tercengang tak percaya mendengarnya. Kemarin Soo Kyung mengklaim kalau dia hanya punya cukup uang untuk mengkuliahkan satu anak, tapi sekarang ucapannya lain. Dengan gaya sok sedih, Soo Kyung menuduh Ha Won berbohong hanya karena sedang marah.

Lalu dimana barang-barangnya yang ada di balkon? "Yang terakhir kali waktu itu, kau menyingkirkan semua barang-barangku hanya karena ayah datang. Foto ibuku menghilang dan aku harus mencarinya sangat lama!"

"Kau ini bicara apa? Barang-barangmu ada di kamar, di kamar yang kau tempati dengan Yoo Na"

"Tidak! Kamarku adalah balkon itu"

Soo Kyung pura-pura tersinggung dan menuduh Ha Won tengah berusaha membuatnya tampak seperti ibu tiri jahat. Ha Won menyangkalnya, dia hanya bicara yang sejujurnya. Ayah langsung menggebrak meja dengan penuh amarah dan melabrak Ha Won atas sikap kurang ajarnya pada ibu yang telah membesarkannya.


"Ayah tidak mempercayaiku sedikitpun, kan?"

Tapi ayah malah menjawabnya dengan tamparan keras dan berkata "Tidak seharusnya aku membesarkan anak orang"

Ha Won shock mendengarnya "Apa maksud ayah?"

"Ibumu melahirkanmu dari pria lain"


Soo Kyung dan Yoo Na diam-diam senang mendengar pengetahuan itu. Senang karena ternyata mereka dan Ha Won ternyata tidak punya hubungan keluarga.


Shock dan sedih dengan semua ini, Ha Won langsung melangkah pergi. Soo Kyung masih bersikap sok baik, dengan pura-pura mencegah kepergian Ha Won. Padahal diam-diam dia berbisik jahat "Benar, segalanya baik-baik saja setelah kau pergi"


Ha Won akhirnya keluar rumah dengan berlinang air mata. Saat melihat tangga, tiba-tiba dia melihat kilasan masa kecilnya yang penuh kebahagiaan bersama ayah dan ibunya. Bagaimana dulu mereka berlari menembus hujan bersama-sama. Waktu itu ayahnya tampak begitu memujanya, bahkan memanggilnya 'tuan putri kecilku'.

Waktu itu Ha Won sedih karena gagal mendapatkan sabuk hitam dalam pertandingan karatenya, tapi sang ibu mengingatkannya akan ajaran Sun Tzu untuk menunggu saat yang tepat dan meyakinkan Ha Won bahwa Ha Won pasti bisa menjadi lebih baik mulai sekarang.

Ha Won menatap bayangan masa kecilnya yang penuh kebahagiaan itu dengan sedih, sebelum akhirnya dia pergi menembus hujan. Dia tak tahu kemana harus pergi, bahkan temannya pun tidak bisa di hubungi. Tapi tiba-tiba dia mendapat telepon dari nomor tak dikenal.


Ternyata yang menelepon CEO Kang. Sepertinya dia sudah tahu situasi Ha Won karena dia langsung to the point menanyakan jawaban Ha Won atas tawarannya "Bagaimana? Apa jawabanmu masih sama seperti dulu? Sky House terbuka untukmu"


Tak berapa lama kemudian, trio sepupu Kang sama-sama mendapat sms dari kakek mereka yang mengatakan "Segalanya akan berbeda di Sky House, datang dan lihatlah sendiri"

Ji Woon langsung keluar dari kamar kosnya Hyun Min langsung pergi dari pub dan Seo Woo langsung membatalkan schedule-nya.


Ha Won berdiri di depan Sky House dengan menenteng abu ibunya tanpa mempedulikan air hujan yang mengguyurnya. Dalam hatinya dia bertanya-tanya pada mendiang ibunya "Ibu, tidak apa-apa kan jika aku tinggal di sini?"

Yoon Sung tiba-tiba datang di sampingnya dan memayunginya. Dengan sikap dingin dan tanpa menatap mata Ha Won, dia mengundang Ha Won masuk.


Tepat saat itu, ketiga Kang bersaudara datang dari 3 arah yang berbeda dan sama-sama heran melihat Ha Won ada di sana.

Ketiga pangeran tampan itu turun dari kendaraan mereka masing-masing. Dan saat mereka mulai berjalan menghampiri Ha Won, Yoon Sung memberitahu Ha Won "Ada sebuah syarat yang harus kau patuhi selama tinggal di sini. Pacaran sangat dilarang di Sky House"

Bersambung ke episode 3

6 comments

terimakasih eonni ,, jgn lupa priviewnya ya ?

Thanks mba,, tetap semangat..

Like it.. Love it... D tunggu lanjutannya oenni.. 😍😍

Sampe nangis nur baca y yakin.di tunggu kelanjutan y ya eonni.gomawoo

Belum apa2 udh dikasih peringatan, aigoo
semangat eon nulisnya^^

Heran sama drama korea,, genre nya biasa banget, si kaya jatuh cinta ama si miskin, cinta segitiga, segiempat, segilima, atau segienam tapi ga pernah bosen karena emang jalan cerita nya yang ga bisa ditebak,,
Menurut aku sampe di episode 2 ini, seo woo yang masih punya hati,, apa karna dia magnae, jadi hati nya juga imutt,, hheheh, yang aku takutkan disini malah CEO Kang,, baik di depan tapi garang di belakang, kaya ayah nya Kim Tan di drama the heirs...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon