Powered by Blogger.


Ji Woon tiba-tiba memeluk Ha Won dan menyatakan pada Hyun Min kalau dia akan berusaha merebut tunangannya Hyun Min ini. Hyun Min kesal dan langsung menarik bajunya Ji Woon, tapi Ha Won cepat-cepat melerai mereka sebelum terjadi apa-apa.



Tiba-tiba kembang api menyala dan Ha Won mendapati Seo Woo dan Yoon Sung sedang memakai topi kerucut dan membawa kue ultah dan Seo Woo dengan ceria mengucap selamat ultah untuk Ha Won.

Perdebatan antara Hyun Min dan Ji Woon jelas serius. Tapi gara-gara kejutan ultah ini, Ha Won jadi berpikir kalau tadi itu mereka berdua cuma sedang mengerjainya saja. Hyun Min berbohong mengiyakan dugaan Ha Won.

"Aku serius" tegas Hyun Min

"Benar, kau sangat serius memberinya kejutan, iya kan?"


Frustasi melihat kedua pria itu saling mempelototi satu sama lain dan bisa saja merusak acara ultah ini, Seo Woo cepat-cepat meredakan ketegangan diantara mereka dengan mengajak semua orang mulai makan.


Mereka pun duduk bersama. Ha Won senang dengan kejutan dari Seo Woo dan Yoon Sung ini. Tapi Hyun Min kemudian bertanya apakah Ha Won menyukai hadiahnya. Ha Won bingung, hadiah apa?

"Kosmetik yang kutinggalkan di mejamu"


Ah, ternyata memang Hyun Min yang meninggalkan kosmetik itu di kamarnya Ha Won. Dalam flashback, dia membeli kosmetik itu untuk Ha Won setelah melihat Ha Won menyelamatkan beberapa sample kosmetik dari kolam waktu itu.


Ha Won tak menyangka ternyata Hyun Min yang memberikan hadiah itu untuknya. Hyun Min pun dengan sangat pedenya mengklaim bahwa Ha Won tidak perlu memujinya. Eh, Ha Won malah bilang kalau dia tidak butuh kosmetik. Pfft!

Lalu apa yang Ha Won butuhkan? tanya Hyun Min. Seragam sekolahnya, jawab Ha Won. Dia membutuhkan seragam itu karena dia harus menggunakannya untuk acara kelulusannya bulan depan. Lalu bagaimana dengan Ji Woon, apa dia tidak punya hadiah untuk Ha Won. Ji Woon cuma diam.


"Kalau kau tidak menyiapkan hadiah untukku maka kau bisa memberikannya padaku sendiri sekarang" kata Ha Won lalu mengeluarkan hapenya dan mengambil selfie dengan semua orang. Dia akan menganggap ini sebagai hadiahnya Ji Woon. Ji Woon tak suka dan Seo Woo pura-pura protes karena Ha Won mengambil fotonya tanpa seizinnya.

"Rasanya menyenangkan mengambil foto kalian semua makan bersama untuk yang pertama kalinya" ujar Ha Won.


Sekarang setelah misinya sukses, Ha Won akhirnya mengaku bahwa hari ini sebenarnya bukan ultahnya. Hah? Seo Woo kaget lalu mengeluarkan bukunya Ha Won yang jelas-jelas tertulis tanggal hari ini. Ha Won menunjukkan ada bagian yang robek dan karena itulah Seo Woo jadi salah paham, tanggalnya memang sama tapi bulannya beda.

Tapi bagaimanapun, dia akan menganggap hari ini sebagai hari ultahnya. Berkat mereka yang hari ini mau berkumpul makan bersama, Ha Won merasa hari ini seperti hari ultahnya.


Tapi Ji Woon malah langsung beranjak pergi, kalau hari ini bukan ultahnya Ha Won maka dia tidak perlu duduk di sini bersama mereka.

"Aku akan mengawasimu, sepertinya segalanya akan menjadi semakin menarik" ujar Ji Woon sinis. Ha Won kecewa, tapi Seo Woo cepat-cepat mengalihkan perhatian semua orang untuk mulai makan-makan saja.


Hye Ji sedang menjahit saat jarinya tiba-tiba tertusuk jarum. Tapi melihat tangannya membuatnya teringat akan janji Ji Woon yang menyatakan kalau Ji Woon akan melindunginya agar dia tidak terluka karena Hyun Min. Ji Woon tak menyebut apa rencananya, tapi Ji Woon mengklaim hanya itu yang bisa dilakukannya untuk Hye Ji.


Kembali ke kamarnya, Ha Won teringat akan pernyataan Ji Woon yang bertekad untuk merebutnya dari Hyun Min. Ha Won bertanya-tanya, apa sebenarnya yang Ji Woon pikirkan. Dia keluar menatap kamarnya Ji Woon tepat saat Ji Woon muncul di jendela dan melihatnya.

Ha Won jadi gugup dan langsung masuk kamarnya kembali dan menutup tirai pintu kacanya. Tapi dia masih mengintip melalui jendela dan mendapati Ji Woon masih terus menatapnya. Malu, Ha Won langsung menjauh dan kabur.


Sementara itu, Seo Woo sedang sibuk sendiri mencari sobekan kertas buku jurnal-nya Ha Won. Dan begitu mendapati hari ultahnya Ha Won itu sebenarnya bulan Mei, Seo Woo langsung bersorak senang sekali. Dan baru semenit kemudian dia sadar dan keheranan sendiri, kenapa juga dia peduli dengan ultahnya Ha Won.


Keesokan paginya, Ha Won baru membuka pintu kamarnya tapi malah langsung berhadapan dengan Hyun Min yang menatapnya tajam. Hyun Min penasaran, Ha Won tidak merasa hatinya berdebar atau semacamnya gara-gara ucapan bodohnya Ji Woon semalam, kan?

"Ti-tidak" sangkal Ha Won tergagap

"Jangan salah paham. Satu-satunya wanita dalam hatinya hanya Park Hye Ji. Aku sangat tahu betul fakta itu"

"Itu tidak ada hubungannya denganku"

"Kau hanya akan terluka"


Tepat saat itu juga, Ji Woon keluar kamarnya dan dengan dinginnya memperingatkan Hyun Min untuk bicara di tempat lain kalau dia ingin menggosip tentang dirinya.

 

Ha Won pergi menemui CEO Kang untuk memperlihatkan foto selfie bersama trio sepupu Kang. Ha Won merasa tak enak karena foto yang diambilnya ternyata buram.

Tapi CEO Kang malah senang karena itu adalah foto keluarga pertama yang memperlihatkan ketiga bocah itu dalam satu frame. Terlepas dari buram tidaknya foto itu, yang penting ketiga pria itu mau makan bersama. Berkat kesuksesan misinya, CEO Kang mengganjar Ha Won dengan biaya kuliah selama satu tahun plus bonus uang.

Ha Won merasa tak enak karena hadiah itu menurutnya terlalu besar. Tapi CEO Kang tidak merasa demikian, dia sangat puas dengan kemampuan dan hasil kerja Ha Won. Hadiah ini malah terbilang kecil dibandingkan jasa besar Ha Won. Lagipula misinya Ha Won tidak berakhir di sini saja kok.


Ha Won lalu keluar dengan membawa bonus uangnya. Tapi setelah mengeceknya, Ha Won malah curiga jangan-jangan Yoon Sung yang memberitahu CEO tentang masalah ibunya di krematorium. Kalau tidak bagaimana bisa bonus uangnya sama persis dengan jumlah uang yang dia setorkan pada krematorium.

Yoon Sung langsung meminta maaf dan berusaha menjelaskan dengan gugup, tapi Ha Won sama sekali tidak marah. Dia justru merasa sangat berterima kasih pada Yoon Sung... "Setiap hari, aku merasa bersalah karena aku tidak bisa melindungi ibuku. Aku sangat berterima kasih padamu, ahjussi"

"Kalau kau mau ke krematorium sekarang, apa kau mau aku mengantarkanmu kesana?" tanya Yoon Sung dengan gugup. Ha Won menolak tawarannya karena dia akan membawa ibunya ke sana dengan bis saja. Yoon Sung pun langsung menasehatinya untuk tidak pulang terlalu larut. Tapi Ha Won langsung menyela dan mengkritik omelan Yoon Sung yang sudah seperti orang tuanya.


CEO Kang menatap foto buram ketiga cucunya itu dengan haru. Dia lalu mengeluarkan foto ketiga mendiang putranya "Anak-anakku, putra-putra kalian akhirnya makan bersama untuk pertama kalinya dalam hidup mereka"


Di beauty klinik-nya, Soo Kyung kaget mendapati nama Ji Hwa Ja, istri barunya CEO, dalam daftar klien mereka. Melihat itu, Soo Kyung langsung meminta rekannya untuk menggantinya agar dia saja yang merawat Hwa Ja.


Sukses menjadi orang yang menangani Hwa Ja, Soo Kyung langsung menjilat Hwa Ja habis-habisan lalu mengklaim bahwa dia mendengar gosip yang mengatakan ada wanita yang tinggal bersama Kang bersaudara.

Hwa Ja yang sedari tadi tak mempedulikannya, langsung melek seketika dan bertanya dari mana Soo Kyung mendengar gosip itu. Soo Kyung langsung gugup dan berbohong mengatakan dia mendengarnya dari putrinya. Hwa Ja langsung mengalihkan topik tanpa menjawab, tapi reaksinya itu jelas mengkonfirmasi kebenaran tentang Ha Won yang tinggal di Sky House.


Soo Kyung lalu melaporkan masalah ini pada putrinya, Yoo Na langsung merengek-rengek tak terima. Memangnya Ha Won itu siapa sampai bisa tinggal di Sky House? Tidak masuk akal!


Ha Won bahagia, akhirnya dia mengembalikan abu ibunya di krematorium. Dia memberitahu ibunya bahwa tahun depan, sepertinya dia benar-benar akan bisa kuliah karena sekarang dia mendapatkan pekerjaan paruh waktu yang hebat, dia bekerja pada seorang CEO super kaya.

"Dia punya tiga cucu. Tapi kepribadian ketiga cucunya itu... mereka benar-benar sesuatu. Tapi walaupun begitu, kami jadi semakin dekat. Kurasa aku sekarang punya teman orang kaya juga. Lucu, kan? Lihat ini, mereka bahkan merayakan ultahku" ujar Ha Won sambil menunjukkan foto selfie ultahnya pada mendiang ibunya.

Walaupun mereka merayakannya di hari yang salah, tapi Ha Won tetap bahagia. Apa yang mereka lakukan untuknya itu, membuatnya merasa seperti ada seseorang yang peduli padanya. Sambil meletakkan mawar putih di dekat abu ibunya, Ha Won berjanji akan menghasilkan cukup uang untuk biaya kuliahnya.


Ha Won lalu pamit. Tapi saat dia hendak pergi, tiba-tiba dia menyadari sesuatu yang menarik perhatiannya. Abu seorang wanita bernama Han Jung Soon yang terletak di atas abu ibunya, meninggal dunia pada tanggal, bulan dan tahun yang sama dengan tanggal kematian ibunya Ha Won.

Walaupun tak tahu siapa mendiang wanita itu, tapi Ha Won langsung mengambil setangkai mawar putih ibunya dan memberikannya pada abu Han Jung Soon. (Hmm... dia kan, ibunya Ji Woon. Apa mungkin kematian mereka saling berhubungan?)


Kembali ke Sky House, Ha Won mendapati para pelayan sedang mempersiapkan bahan-bahan makanan dalam jumlah besar. Ha Won jadi penasaran, untuk apa memasak sebanyak ini, apa mau ada pesta. Ahjumma memberitahu Ha Won sebentar lagi adalah hari peringatan kematian putra-putranya CEO Kang.


"Mereka semua... sudah meninggal dunia?" tanya Ha Won heran

"Benar. Aigoo, aku kasihan pada CEO. Putra keduanya bunuh diri sementara kedua putranya yang lain meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada saat yang bersamaan. Jadi kami memperingati kematian mereka pada satu hari yang sama"

Tapi ahjumma memberitahu Ha Won bahwa ketiga cucu CEO itu sangat tidak sopan karena tidak pernah ada satupun dari mereka yang datang ke peringatan kematian ayah-ayah mereka sendiri. Mungkin karena ayah mereka meninggal dunia waktu mereka masih kecil jadi mereka tidak tahu bagaimana rasanya kehilangan ayah. Tapi tetap saja tidak seharusnya mereka bersikap seperti itu mengingat ini adalah peringatan kematian ayah-ayah mereka sendiri.

"Rasa sakit anak akan kehilangan orang tua, tidak sebanding dengan rasa sakit orang tua yang kehilangan anak. Seharusnya memikirkan kakek mereka. Orang bilang kalau kita membuat upacara kematian orang tua dengan air mata, tapi membuat upacara kematian anak dengan air mata darah"


Saat Ha Won lewat ruang tamu, dia melihat Yoon Sung sedang bersama trio sepupu Kang dan berusaha membujuk mereka untuk datang ke upacara peringatan kematian ayah-ayah mereka. Tapi mereka malah cuek dan sibuk dengan gadget mereka masing-masing. Ji Woon bahkan menyatakan tidak perlu datang karena dia baru setahun mengetahui tentang ayahnya.


Yoon Sung melihat kehadiran Ha Won. Mereka lalu duduk minum teh bersama dimana Ha Won mengerutu panjang lebar dan mengeluhkan sikap ketiga Kang bersaudara itu. Dia heran kenapa mereka menolak datang ke upcara kematian ayah-ayah mereka sendiri.

Yoon Sung malah santai-santai saja. Dia mengerti alasan ketiga anak itu. Ha Won memang tidak mengerti sekarang, tapi nantinya dia juga pasti akan mengerti situasinya. Di rumah ini, ada banyak hal yang tidak bisa dijelaskan dengan mudah.

"Ah, haruskah aku mencobanya (membujuk mereka)?" usul Ha Won tiba-tiba


Keesokan harinya, Ha Won menemui CEO Kang lagi untuk menyatakan niatnya membujuk ketiga sepupu itu datang ke peringatan kematian ayah-ayah mereka. Dia berjanji kalau dia pasti akan sukses. CEO Kang memperingatkannya bahwa hal ini akan jauh lebih sulit daripada membuat ketiga anak itu makan bersama, tapi Ha Won mengklaim masalah ini juga jauh lebih penting daripada misi pertamanya.

"Karena kupikir, ayah-ayah mereka pasti sangat ingin melihat mereka" ujar Ha Won.


CEO Kang senang mendengarnya. Setelah Ha Won pergi, CEO Kang memberitahu Yoon Sung bahwa dia mengizinkan Ha Won karena dia ingin mempercayai kemampuan Ha Won walaupun dia mengaku kalau dia tidak tahu apakah Ha Won akan berhasil atau gagal.


Ha Won memulai misinya dengan mencari Ji Woon di kolam renang lagi. Dengan berbekal kacamata renang, dia melihat Ha Won berenang di sana dan jelas-jelas dia pakai celana. Jadi kali ini Ha Won tidak terpengaruh dengan ancamannya, malah dengan entengnya berkata "Kau bilang kau menyukaiku, aku jadi berpikir mungkin aku harus berenang bersamamu"

Ha Won penasaran kenapa Ji Woon memaksanya masuk kedalam kisah cinta segitiga antara dirinya, Hyun Min dan Hye Ji. Apa Ji Woon memang hobi menjalin hubungan yang rumit. Ji Woon dengan ketus mengiyakannya.


Ha Won langsung menggoda Ji Woon dengan mengancam mau buka baju dan ikut berenang telanjang bersamanya. Ji Woon langsung panik lalu cepat-cepat pergi meninggalkan kolam. Padahal Ha Won memakai pakaian dalam dan langsung tertawa melihat reaksi Ji Woon.


Puas berenang, Ha Won mandi. Tapi Ji Woon tiba-tiba masuk sambil mengklaim kalau kamar mandi kolam renang di rumah ini cuma ada satu. Ha Won langsung gugup, Ji Woon malah semakin mendekat sampai menyudutkannya ke tembok dan menyuruh Ha Won untuk mengatakan apapun yang ingin dia katakan padanya.


Tiba-tiba Ha Won mengerjap-ngerjapkan matanya yang terkena air shower. Ji Woon menyeka matanya dengan lembut. Mereka saling menatap sebelum Ji Woon menyatakan kalau dia benar-benar serius dengan ucapannya malam itu, dia benar-benar akan merebut Ha Won dari Hyun Min.

Dia lalu pergi meninggalkan Ha Won yang menggerutu kesal karena Ji Woon membuat jantungnya berdebar. Gara-gara itu Ha Won jadi lupa menyinggung masalah upacara peringatan kematian.


Setelah itu Ha Won langsung mendatangi Seo Woo untuk membicarakan masalah ini. Tapi Seo Woo punya alasannya sendiri tidak mau menghadiri upacara peringatan kematian itu. Seo Woo memberitahu Ha Won bahwa kakeknya baru benar-benar ayahnya sebagai keluarga hanya setelah ayahnya meninggal dunia karena ayahnya adalah anak tidak sah CEO Kang.

Gara-gara itu, Ayahnya Seo Woo harus hidup dalam persembunyian seumur hidupnya bahkan sampai dia meninggal dunia. Tak enak mendengar kisah itu, Ha Won akhirnya tidak mengungkit masalah ini lebih jauh dan pergi.


Hyun Min sedang berdebat dengan ibunya di telepon. Dari percakapan mereka, sepertinya ibunya mau datang tapi Hyun Min tidak mau bertemu dengannya. Tapi saat melihat Ha Won masuk ke kamarnya, Hyun Min cepat-cepat menutup teleponnya dan mengubah ekspresinya jadi lebih ceria.


Ha Won memberitahunya bahwa dia datang untuk mengatakan sesuatu dan Hyun Min langsung kepedean mengira Ha Won datang karena Ha Won jatuh cinta padnaya. Saking yakinnya, dia langsung mendudukkan Ha Won dan menasehati Ha Won untuk pelan-pelan saja padahal Ha Won sendiri tak mengerti apa maksudnya.

Dia lalu menempatkan tangan Ha Won ke dadanya agar Ha Won bisa merasakan debaran jantungnya sendiri sambil mengklaim dengan sangat pedenya bahwa jantung seseorang biasanya akan menjadi lebih cepat saat berhadapan dengan seseorang yang disukainya. Tapi Ha Won mengklaim kalau dia sama sekali tidak merasa seperti itu.

Kalau begitu, dia langsung mengalihkan tangan Ha Won ke dadanya. Apa Ha Won bisa merasakan debaran jantungnya. Ha Won mengiyakannya, dia memang merasakan debaran jantung Hyun Min tidak stabil... "Apa kau menderita Aritmia?"

Hyun Min langsung frustasi dibuatnya. Tapi Ha Won langsung mengalihkan topik dan bertanya apakah Hyun Min benar-benar tidak akan datang ke upacara peringatan kematian ayahnya. Ekspresi Hyun Min langsung berubah seketika dan mengiyakannya, dia tidak akan pergi karena dia tidak mau bertemu seseorang yang nantinya akan ada di sana.


Tidak mau menyerah begitu saja, Ha Won ingin mendatangi Ji Woon lagi. Tapi saat dia masih berdiri di depan kamarnya, Ji Woon tiba-tiba datang dan membuat Ha Won jadi gugup. Sadar dari kegugupannya, Ha Won mulai menyinggung tentang peringatan kematian Ayahnya Ji Woon. Tapi Ji Woon langsung menyatakan kalau dia tidak punya ayah lalu pergi.


Kecewa sesaat, Ha Won memutuskan untuk mendatangi Seo Woo lagi. Saat dia masuk ke kamarnya, Seo Woo tidak ada di sana. Ha Won memutuskan untuk melihat-lihat dan langsung tertarik pada sebuah buku lirik lagu yang didalamnya tertulis tentang seseorang yang dulu berbahu bidang tapi sekarang tampak kecil.

Saat dia mengangkat buku itu, sebuah foto terjatuh dari dalamnya. Foto masa kecil Seo Woo dalam gendongan ayahnya dengan senyum ceria, Ha Won langsung menyadari lirik itu mungkin ditujukan pada ayahnya. Tepat saat itu juga, Seo Woo datang dan langsung kesal melihat benda yang sedang Ha Won pegang.


"Kau ingin menyanyikan lagu ini untuk ayahmu, bukan? Kalau kau merindukannya maka pergilah memberi penghormatan untuknya dan katakan (kau rindu padanya)"

Seo Woo termenung sedih setelah Ha Won pergi lalu membuka kembali buku liriknya itu dan melihat lirik selanjutnya 'Seandainya aku tahu kalau waktu itu akan menjadi hari terakhir kita bersama...'


Saat Ha Won melewati ruang tamu, tiba-tiba dia melihat seorang nyonya memanggilnya. Nyonya itu mengenali Ha Won sebagai gadis yang datang ke pernikahan CEO Kang bersama 'Hyun Min-ku'. Ah, ternyata dia ibunya Hyun Min. Tapi saat Ha Won menawarkan diri untuk mengecek keberadaan Hyun Min di kamar, Ibunya Hyun Min menolak malah meminta Ha Won untuk membantunya.

Bersambung ke part 2

10 comments

hadeuh bner2 jiwon bkin jantung gue mau loncat😁😁😁😁😁
itu hyunmin no comment lah buat dia mh...playboy cap ikan kakap,
klo penyakit udh stadium akhir kli ya😁😁😁😁
keren
di tunggu kak part2nya😁😁😁

D tunggu2 akhir nya keluar jg postingn nya,d tunggu part2 nya mba

This comment has been removed by the author.

jinwoon kapan kau luluh???? hihi aku dkung ha won jiwoon kkkk... min fighting yahh .. update terus sinopsisnya..

Di tunggu part2 nya, semangat nulisnya

Di tunggu part 2 nya unni hwaiting...

Di tunggu part 2 nya unni hwaiting...

Lannjut min..
Dukung baget Ji Woon Ha Won..

Smpet binun ko smpe isa ji woon ha won di shower.. Tnyataaa wkwkw

Ini ji woon mulai luluh apa cuman dlam menjalankan jnji e sma hye ji sih??

Gomawo sinop.a yaah😊😘

Smpet binun ko smpe isa ji woon ha won di shower.. Tnyataaa wkwkw

Ini ji woon mulai luluh apa cuman dlam menjalankan jnji e sma hye ji sih??

Gomawo sinop.a yaah😊😘

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon