Powered by Blogger.


Seo Woo langsung canggung dan berusaha beralasan kalau dia cuma asal tebak saja. Tapi Ha Won curiga "Kau sengaja menghapus smsku, yah?"

Seo Woo berusaha menyangkal dan ngotot mengklaim sms itu tak sengaja terhapus. Tapi Ha Won sangat kecurigaannya, isi sms itu pasti sangat buruk hingga Seo Woo menghapus. Seo Woo akhirnya menyerah dan mengaku jujur, iya dia memang sengaja menghapusnya karena dia pikir Ha Won akan sedih jika dia membaca sms itu.


"Yoo Na atau siapa lah itu, apa dia benar-benar keluargamu? Baru pertama kali ini aku melihat hubungan persaudaraan yang seburuk itu"

"Hubungan kami tidak seburuk hubunganmu dengan kedua sepupumu. Katanya kalian bertiga tidak pernah makan bersama. Keluarga macam apa itu? Setidaknya aku masih makan dengan keluargaku setiap hari walaupun cuma untuk setor muka"


Seo Woo kagum mendengar Ha Won masih bisa berpikir seperti itu tentang keluarganya walaupun keluarganya menyakitinya, Ha Won memang orang yang baik. Mumpung sedang membicarakan masalah ini, Ha Won langsung mengusulkan bagaimana kalau mereka semua makan bersama?

Tapi Seo Woo tidak terlalu yakin dengan ide itu. Ji Woon datang dan tak lama kemudian, mereka berdua langsung menatapnya. Tapi Ji Woon terus berlalu pergi sambil membentak ketus "Lihat apa?!"

Yah, gagal deh rencana Ha Won. Tapi dia tidak mau menyerah semudah itu dan langsung mengejar Ji Woon sampai ke gudang yang tertutup ilalang.

Pada saat yang bersamaan, Yoon Sung datang dengan membawa barang-barangnya Ha Won. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba dia mendapat telepon. Entah telepon apa itu karena seketika itu pula dia langsung pergi menelantarkan barang-barangnya Ha Won di tepi sungai kecil.


Ha Won masuk kedalam gudang itu. Tempat itu tampak sudah lebih bersih daripada sebelumnya. Tapi saat Ha Won tengah melihat-lihat, Ji Woon tiba-tiba menegurnya kesal, kenapa Ha Won mengikutinya. Ha Won penasaran ingin melihat apa istimewanya tempat ini dan langsung bergerak mendekati kotak penyimpanan di bawah meja.

Tapi Ji Woon langsung mencegahnya mendekati kotak itu dan bertanya apa sebenarnya alasan Ha Won tinggal di rumah ini. Ha Won tentu saja tidak menjelaskan alasan yang sebenarnya dan hanya berkata bahwa dia datang kemari demi melindungi hal yang sangat penting baginya. Ji Woon langsung berpikir kalau hal penting yang dimaksudnya itu pasti uang.

"Kan sudah kubilang bukan itu!"

"Lalu apa? Kau mau berusaha merayuku atau apa?"

"Kau sudah gila rupanya"


Kesal, Ha Won langsung berbalik pergi. Tapi tiba-tiba saja Ji Woon menariknya dan memutarnya hingga jadilah mereka berganti posisi dan dalam jarak yang sangaaaat dekat.

Ha Won langsung gugup dan malu lalu cepat-cepat melepaskan diri sambil protes "Apa yang kau lakukan? Aku kan sudah memperingatkanmu jangan sentuh aku lagi?"


Ha Won langsung buru-buru pergi. Ji Woon tak mengatakan apapun tapi setelah Ha Won pergi, dia melihat gergaji yang terarah ke punggungnya. Oww, ternyata Ji Woon menarik Ha Won untuk melindungi Ha Won dari gergaji itu.


Ha Won buru-buru pergi dari tempat itu dengan gugup. Tapi saking gugup dan buru-buru, dia sampai tak sengaja menubruk barang-barangnya yang ditelantarkan Yoon Sung. Koper dan semua isi tasnya langsung berjatuhan ke sungai kecil itu. Ha Won sadar semua itu barang-barangnya dan langsung panik, apalagi saat barang-barangnya itu mulai hanyut terbawa arus.

Ha Won langsung masuk ke dalam sungai kecil itu dan berusaha menyelamatkan barang-barangnya dari air. Ha Won mendesah sedih dengan realita hidupnya, tapi yah apa boleh buat. Hyun Min dan Seo Woo kebetulan sedang jalan-jalan di sekitar tempat itu dan melihat Ha Won sedang memunguti barang-barang dari sungai.


Mereka langsung menghampirinya dengan cemas, apa yang Ha Won lakukan? Kenapa dia masuk ke air dalam cuaca sedingin ini? Hyun Min malah berkomentar kasar, mengatai barang-barang itu sampah. Seo Woo yang cemas, berusaha membujuk Ha Won untuk membuangnya saja. Tapi Ha Won tidak mau, kenapa juga dia harus membuang barang-barangnya, sayang dibuang.


Ji Woon baru saja keluar dari gudangnya saat dia melihat buket bunganya Ha Won terbawa arus sungai. Dia tahu itu buket bunganya Ha Won karena teringat saat dia melihat Ha Won membawa buket bunga itu ke krematorium tempat abu ibunya bersemayam.

Sementara Hyun Min cuma diam saja di sana dan tak membantu sedikitpun, Seo Woo pergi mencari sesuatu untuk membantu Ha Won dan kembali tak lama kemudian dengan membawa tongkat jala. Dia lalu membantu Ha Won keluar dari air. Hyun Min berusaha mengajaknya masuk, tapi Ha Won tetap bersikeras mengambili semua barang-barangnya dengan tongkat jala itu.


"Apa kau tinggal disini untuk diperlakukan seperti ini?" hardik Ji Woon... yang datang dengan membawa buket bunganya Ha Won dan ujung celana tampak basah. Aww! dia masuk sungai untuk menyelamatkan buket bunganya Ha Won nih.

Dia lalu mengembalikan buket bunganya sambil mengomeli Ha Won untuk mengurusi masalahnya sendiri alih-alih membuat orang lain mencemaskannya.


Entah apakah Hyun Min cemburu atau cuma ingin memprovokasi Ji Woon, dia langsung merangkul Ha Won sambil berkata pada Ji Woon... "Benar, kau tidak usah mengkhawatirkannya. Karena hanya aku yang boleh mengkhawatirkannya"

"Kalau begitu pastikan dia tidak muncul terus di hadapanku. Atau kenapa kau tidak pergi saja"

"Kau dengar itu? Dia menyuruhku pergi"

"Dia itu mainan barumu atau apa?"

"Kenapa? Apa kau mau dia?"

Kesal menjadi tumbal dalam perdebatan mereka, Ha Won melepaskan rangkulan Hyun Min dan meminta mereka bertiga untuk meninggalkannya sendiri.


Ha Won hendak membawa semua barang-barangnya kembali ke kamar bersamaan dengan Ji Woon yang juga tengah berjalan masuk ke kamarnya. Dari jendela, Ha Won tercengang melihat ujung celana Ji Woon yang basah dan menyadari Ji Woon masuk kedalam air untuk menyelamatkan buket bunganya.


Beberapa saat kemudian, Ha Won memakai kimono dan mengeringkan semua barang-barangnya termasuk celananya satu-satunya dengan hairdryer lagi. Tak lama kemudian, Yoon Sung datang dan meminta maaf karena teledor, tidak menjaga barang-barangnya Ha Won dengan baik.

Dia tampak semakin menyesal saat melihat Ha Won sedang mengeringkan bajunya dengan hairdryer. Ha Won meyakinkannya bahwa dia sama sekali tak mempermasalahkannya, dia justru merasa berterima kasih karena Yoon Sung sudah membawakan barang-barangnya kemari.


Dia lalu mengajak Ha Won keluar membeli baju ke butik dan lagi-lagi dia berkata bahwa ini adalah perintah CEO Kang. Ha Won berusaha menolak, dia baik-baik saja pakai baju satu-satunya ini. Tapi Yoon Sung malah berkata bahwa dia akan memilihkan beberapa baju untuk Ha Won sambil lagi-lagi mengklaim bahwa ini adalah perintah...

"Perintah CEO Kang, itu yang mau kau katakan, bukan?" sela Ha Won.

Yoon Sung langsung tersenyum malu mendengarnya. Ha Won mengingatkan Yoon Sung bahwa semua ini akan percuma saja karena dia bisa saja mengembalikan semua baju yang Yoon Sung beli untuknya, tapi Yoon Sung malah mengusirnya dan menyuruhnya bersantai di cafe atau dimana saja sementara dia akan memilihkan baju-baju untuk Ha Won.


Ha Won akhirnya pergi. Tapi saat sedang jalan-jalan, tak sengaja dia bertubrukan dengan seorang ahjumma hingga membuat tas ahjumma itu terjatuh. Ha Won meminta maaf tapi ahjumma itu langsung bereaksi lebai mengeluhkan tas kulit buayanya yang tergores.

Bahkan tanpa mempedulikan orang-orang yang menonton mereka, ahjumma itu marah-marah pada Ha Won, menuduh Ha Won sebagai penyebab tas kulit buayanya yang mahal selangit itu jadi tergores dan menyuruh Ha Won ganti rugi. Ha Won tentu saja langsung terdiam shock, tak tahu harus bagaimana.


Tepat saat itu juga, Hye Ji tiba-tiba datang lalu mengambil tas si ahjumma untuk mengeceknya keasliannya karena tas yang asli ada 5 jahitan di samping logonya. Jelas ini bukan tas asli karena tak ada jahitan seperti itu. Si ahjumma langsung terdiam canggung lalu cepat-cepat merebut tasnya kembali dan bergegas kabur.


Ha Won dan Hye Ji lalu duduk bersama di cafe. Ha Won sungguh berterima kasih padanya atas bantuan Hye Ji tadi. Dia penasaran, bagaimana Hye Ji bisa tahu kalau tas itu palsu. Hye Ji mengaku kalau dia mengetahuinya karena dia banyak berurusan dengan jahit-menjahit. Dia banyak menjahit karena tertarik dengan fashion design dan karenanya dia berencana untuk kuliah jurusan fashion design.

"Oh, pantas saja pakaianmu selalu bagus"

"Kau juga sepertinya bukan berasal dari 'dunia itu'"

"Juga? Apa kau juga bukan?"

Hye Ji mengaku kalau dia bukan berasal dari keluarga kaya raya seperti trio sepupu Kang. Dia mengenal Hyun Min karena dulu mereka tinggal di lingkungan yang sama saat mereka masih kecil dulu.


Setelah ragu sesaat, Hye Ji lalu bertanya tentang awal pertemuan Ha Won dan Hyun Min. Tak enak pada Hye Ji, Ha Won dengan terbata-bata canggung menjawab bahwa pertemuan pertama mereka adalah saat Hyun Min datang ke mini market tempatnya bekerja paruh waktu.

Baru pertama kali ini melihat Hyun Min memperkenalkan seorang wanita sebagai tunangannya, Hye Ji berkomentar kalau Ha Won pasti bahagia. Ha Won jadi semakin merasa tak enak padanya, tapi juga tak bisa menjelaskan yang sebenarnya.


Yoon Sung datang saat itu dengan membawa banyak sekali tas belanjaan dan mengajak Ha Won pulang. Hye Ji langsung heran, kenapa Yoon Sung belanja untuk Ha Won. Apa Hyun Min yang menyuruh. Ha Won bingung bagaimana harus menjelaskannya.

Tapi Yoon Sung malah dengan santainya memberitahu Hye Ji bahwa dia mengurus Ha Won karena sekarang Ha Won tinggal di Sky House. Terkejut dan tak percaya dengan kabar ini, Hye Ji langsung pamit pergi.


Setelah Hye Ji pergi, Ha Won protes pada Yoon Sung. Kenapa Yoon Sung membeli barang banyak sekali. Lagi-lagi Yoon Sung menjawab bahwa ini adalah perintah CEO, lagipula ini adalah tugas yang harus dia laksanakan. Selain itu, dia juga diperintahkan untuk menjaga Ha Won mulai sekarang agar Ha Won tidak lagi bermasalah dengan trio sepupu Kang.

"Dan juga, aku akan meminta maaf atas nama ketiga bocah itu"

"Tidak, tidak, ahjussi" Ha Won lalu mengambil satu tas dan ngotot kalau dia hanya akan menerima ini saja. Dia benar-benar merasa tak enak kalau harus menerima sebanyak itu. Yoon Sung tersenyum melihat itu dan Ha Won langsung mendorong Yoon Sung untuk mengembalikan semua sisanya ke toko.


Yoo Na pergi menemui temannya Ha Won di coffee shop untuk mencari tahu kebenaran tentang Ha Won, apa benar dia tinggal di Sky House. Ja Young berusaha menyangkal awalnya, tapi jawaban dan sikapnya terlalu canggung dan tampak jelas berbohong.

Yoo Na langsung merebut hapenya Ja Young dan langsung ternganga melihat foto-foto Ha Won di sebuah kamar mewah. Tapi saat Ja Young bertanya apa dia iri, Yoo Na langsung jual mahal dan menyangkal, kenapa juga dia iri.

Kesal, Ja Young langsung merebut hapenya kembali. Yoo Na langsung menuntut untuk melihat foto-foto itu lagi, dia masih menolak mempercayainya tempat itu Sky House.


Ja Young tidak mau dan langsung pergi. Yoo Na mengejarnya dan langsung memasukkan tangannya ke kresek yang sedang Ja Young pegang, tapi malah langsung melotot shock "Apa yang sedang kupegang ini?"

"Apa yah? Mungkin tisu toilet yang sudah 3 hari (Pfft!)" kata Ja Young. Yoo Na langsung menjerit heboh memanggil ibunya kayak anak kecil.


Seo Woo tak sengaja menemukan buku tabungannya Ha Won yang terjatuh di lantai. Awalnya dia tidak punya pikiran nakal, tapi sedetik kemudian dia penasaran. Akhirnya dia membuka buku tabungan itu, tapi langsung kaget saat melihat sisa saldonya Ha Won yang cuma tinggal 800 won setelah mentransfer 4 juta ke Krematorium Hanuel.


Di mall, Ha Won meyakinkan Yoon Sung untuk tidak terlalu mencemas perasaannya karena ketiga bersaudara itu. Semua pekerjaan paruh waktunya, baik yang dulu maupun yang sekarang, hanyalah pekerjaan untuk menghasilkan uang. Tapi Yoon Sung langsung meralat, Ha Won bukan cuma pekerja paruh waktu, dia juga seorang tamu istimewa.

Ha Won tersenyum mendengarnya. Tapi walaupun begitu, dia tetap harus mengerjakan semua pekerjaan yang diminta CEO Kang sebelum dia pergi meninggalkan Sky House... "Lagipula, hidupku yang dipertaruhkan di sini. Aku pasti bisa melakukannya"


Hye Ji berjalan lesu memikirkan ucapan Yoon Sung tentang Ha Won yang sekarang tinggal di Sky House. Dia lalu bertemu Ji Woon untuk menanyakan kebenaran ucapan Yoon Sung itu, apa benar tunangannya Hyun Min tinggal di Sky House.

Ji Woon mengiyakannya dengan berat hati tapi tidak menjelaskan lebih jauh. Tak tahan lagi, Hye Ji memutuskan untuk bertanya langsung pada Hyun Min sekarang juga.


Begitu Ha Won pulang, Seo Woo mengembalikan buku tabungannya. Canggung dan malu, Ha Won bertanya-tanya apakah Seo Woo membuka buku tabungannya. Seo Woo meminta maaf dan mengaku jujur iya, dia membukanya karena dia penasaran itu buku tabungannya siapa. Ha Won tak percaya dengan alasannya, memangnya siapa lagi di rumah ini yang punya buku tabungan seperti ini selain dirinya.

Seo Woo senang melihat Ha Won kembali ceria "Tapi sepertinya aku selalu mengetahui semua rahasiamu, sedikit demi sedikit"

Tak enak melihat ekspresi Ha Won, dia meyakinkan Ha Won untuk tidak terlalu memikirkannya, wajar kok kalau anak SMA tak punya banyak uang. Ha Won langsung tertawa mendengarnya, lalu bagaimana dengan mereka.

"Err... kami? Kami..."

"Sudahlah. Kalian punya dunia kalian sendiri dan aku punya duniaku sendiri. Hanya saja dunia kita tumpang-tindih sesaat"


Seo Woo heran mendengarnya, kenapa Ha Won bilang cuma sesaat. Apa itu maksudnya, Ha Won akan bersama Hyun Min cuma sesaat saja lalu memutuskan pertunangan mereka. Jangan-jangan Ha Won ini playgirl yang jauh lebih parah daripada Hyun Min. Ha Won langsung canggung dan berusaha menghindari pertanyaan itu dengan mengancam Seo Woo untuk tidak terlalu kepo.


Saat kembali ke kamarnya, dia mendapati ada sekotak kosmetik yang ditinggalkan di mejanya, entah dari siapa tapi Ha Won berpikir mungkin itu dari Yoon Sung. Hyun Min meneleponnya sesaat kemudian tapi Ha Won langsung mematikannya.

Saat hendak tidur di kolong meja, Hyun Min mengirim chat dan menyuruhnya untuk datang ke kamarnya. Hyun Min mengklaim ada sesuatu yang mau dia berikan untuk Ha Won, sesuatu yang pasti akan membuat Ha Won terkejut dan terharu. Tapi Ha Won tak percaya dan tidak mau datang ke kamarnya.


Kesal, Hyun Min langsung keluar dan menggedor-gedor jendela kamarnya Ha Won sampai akhirnya Ha Won membuka pintu. Begitu Ha Won keluar, dia menyuruh Ha Won diam dulu di sini sementara dia kembali ke kamarnya lalu keluar lagi sesaat kemudian dengan membawa seragam sekolahnya.

"Hei, kenapa seragamku bisa ada padamu? Cepat kembalikan!"

"Kemarilah dan ambil sendiri"


Saat Ha Won masih tidak mau menurutinya, Hyun Min langsung mengancam mau menggunting lengan baju itu. Dan rencananya sukses membuat Ha Won panik dan langsung berlari untuk menjemput seragamnya.


Hyun Min sengaja memancing Ha Won dengan terus mundur sampai masuk kedalam kamar hingga Ha Won pun akhirnya ikut melangkah masuk kedalam kamarnya.

"Hei, kau adalah cewek pertama yang pernah masuk kedalam kamarku"

Ha Won meminta maaf untuk itu tapi kemudian dia terus mendekat sambil menuntut Hyun Min untuk mengembalikan seragamnya.


"Apa kau mau makan ramen? Kita bisa menambahkan kaviar" usul Hyun Min

"Kau tahu, ada dua jenis pelanggan yang datang ke mini market setelah jam 4 subuh. Orang-orang yang harus kerja subuh dan orang-orang tak berguna yang suka pesta sampai subuh. Dan yang paling parah adalah orang sepertimu!"

"Hei, apa kau membanding-bandingkan kekasihmu satu-satunya ini dengan orang-orang semacam itu? Keterlaluan"

Sambil terus berjalan mendekati Hyun Min, Ha Won bertanya apa Hyun Min tahu apa yang akan dia lakukan untuk menghadapi orang-orang itu? Balas dendam. Banmal dibalas banmal, kekerasan dibalas kekerasan.


"Oh, kalau begitu apa kau akan mendekatiku?"

"Iya" jawab Ha Won lalu mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Hyun Min untuk menciumnya???... DUK! Ha Won tiba-tiba menjedotkan kepalanya ke bibir Hyun Min sampai Hyun Min kesakitan.


Ha Won berusaha meraih seragamnya, tapi Hyun Min malah menjauhkannya. Ha Won hampir saja terjatuh tapi Hyun Min sigap menangkapnya "Kau jadi semakin... menarik"


Hyun Min langsung mendekatkan wajahnya untuk mencium Ha Won. Tepat saat itu juga, Ji Woon datang bersama Hye Ji. Ji Woon lah yang duluan melihat Hyun Min dan Ha Won hampir berciuman. Panik, dia langsung menempatkan dirinya di depan Hye Ji dan menghalangi pandangan Hye Ji dengan menangkup wajahnya.

Bersambung ke episode 4

18 comments

Suka ma yoon sung perhatian bgt ma ha woon,tapi berharap ha woon ma hyun min,tapi penasaran kira2 yg jadi guardian angel nya sapa ya???🤔
Semangat nulis sinopsisnya thanks

Suka ma yoon sung perhatian bgt ma ha woon,tapi berharap ha woon ma hyun min,tapi penasaran kira2 yg jadi guardian angel nya sapa ya???🤔
Semangat nulis sinopsisnya thanks

Episode 4. . .
Sebenar nya itu hayun min nya kiss sama ha won tp di buat jadi mimpi . .

Dan di elisode / nya... kang ji woon mengambil alih selot crismaty nya sm ha won. . . Maklum ending drama ini hawon sm ji woon dan hayun min sm ji hee

Bakalan jadi ngak seru kalau ha won sama ji woon soal nya jadi ngak lucu tp jadi cengung apa lagi di episode 5 selot crismaty nya di ambil alaih sma ha won dan ji woon ..

bakalan keren nih kayaknya..
semangat ya nulis sinop nya ..
fighting

Seru ni...ceritanya, di tunggu kelanjutannya, Mba Ima

D tunggu episode4 ny mbk,makin seru

Sebenernya feelnya lbh dapt ha won dngn hayun nim, tapi kasian aja oppa ill woo hrus slalu dpt pern cinta bertepuk seblah tngan jd dngn terpaksa, ga papa deh dngn ji woon

Update nya berapa hari sekali
Ini seperti drama terbaru iya

Update nya berapa hari sekali
Ini seperti drama terbaru iya

Bantu jwab ya say..dramanya tayang dikorea jumat n sabtu,jd sinopsisnya update sabtu n minggu siang/ sore,drama baru masih tayang dikorea sono..

hawaon tiap ketemu jiwon slalu salting,,

hawaon tiap ketemu jiwon slalu salting,,

Seru ceritanya.. apik sinopsisnya, mksh n ditunggu lanjutannya mbak.. lbh suka Ha won dg Ji Woon

Seru banget..bkin ketawa trus. pas hyun min mau kiss ha won eh mlah di tendang..di tunggu sinopsis ep 4..ya bak ima ..semangaaat.......

Penasaran sama sunopsis seterus nya,seru deh pokok nya.
Ditunggu sinopsis ke 4 nya,...
Semangaaaat...ya mbak.

Omg bkaln seru bngt klo ha won jdian sma hyun min ... klo ama s ji woon psti jd krang dpet feel nya

Seo woo seo woo seo woo seo woo *pegang banner*

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon