Powered by Blogger.


Dan bantuan yang dimaksud Ibunya Hyun Min adalah menyuruh Ha Won untuk membawakan semua belanjaannya. Ibunya Hyun Min berkata kalau dia hanya membutuhkan barang-barang untuk persediaan seminggu. Tapi dasarnya orang kaya, yang dia beli tas-tas mahal, sepatu-sepatu mahal, dll.



Saat dia bingung barang-barang apa lagi yang harus dibelinya, Ha Won dengan polosnya menyarankannya untuk membeli keperluan pribadi seperti sikat gigi dan pasta gigi. Ibunya Hyun Min langsung tertawa mendengarnya, barang-barang seperti itu sudah disediakan oleh hotel.

Kalau begitu, Ha Won mengusulkan bagaimana jika dia membeli buku biar tidak bosan selama tinggal di hotel. Ibunya Hyun Min menyetujui idenya dengan senyum ramah, walaupun jelas-jelas dia meremehkan kepolosan Ha Won.


Di kantor, Yoon Sung hendak turun. Tapi saat hendak masuk lift, dia bertemu dengan Hwa Ja yang baru saja tiba. Hmm... sepertinya mereka punya hubungan entah apa. Hwa Ja ingin mengatakan sesuatu pada Yoon Sung, tapi Yoon Sung hanya menyapanya dengan sopan lalu langsung pergi dengan dingin.


Yoon Sung kembali tak lama kemudian dengan membawa pigura besar foto selfie buram ketiga cucunya. Yoon Sung tampak jelas menghindari tatapan Hwa Ja. CEO Kang dengan bangga memperlihatkan foto keluarga buram itu pada Hwa Ja.


Tapi Hwa Ja tak suka dan langsung protes, foto keluarga hanya bisa disebut foto keluarga jika CEO Kang dan dirinya juga termasuk didalam foto itu.

CEO Kang tertawa mendengar protes istrinya dan mengusulkan agar mereka foto bersama ketiga cucunya nanti, sementara Yoon Sung langsung berpaling begitu mendengar protes Hwa Ja. Hmm... reaksinya Yoon Sung mencurigakan.


Ha Won mengantarkan Ibunya Hyun Min sampai ke hotel. Setelah mereka menyerahkan semua barang-barang pada bellboy, Ibunya Hyun Min mengajak Ha Won makan malam bersamanya. Ha Won langsung makan dengan sangat lahap, bahkan makan pakai tangan.

Ibunya Hyun Min mendengus geli melihatnya lalu memberikan sejumlah uang pada Ha Won sebagai bayaran atas jasa Ha Won. Tapi Ha Won menolaknya, ibu tidak perlu melakukan ini untuknya, dia hanya melakukan apa yang harus dia lakukan saja. Mendengar itu, ekspresi Ibunya Hyun Min yang tadinya ramah, langsung berubah seketika.


Kenapa Ha Won berpikir kalau membantunya adalah sesuatu yang harus Ha Won lakukan "Kau tidak berpikir kalau kau akan menikah dan masuk kedalam keluarga, bukan? Asal kau tahu saja, kami sangat pemilih dalam hal orang-orang yang akan masuk kedalam keluarga kami. Kami tidak bisa membiarkan sembarang orang menikah dengan anggota keluarga Haneul"


Tepat saat itu juga Hyun Min tiba-tiba muncul (setelah mengetahui kedatangan ibunya dari ahjumma). Tanpa menyapa ibunya dan bahkan tanpa memandang ibunya sedikitpun, Hyun Min langsung membawa Ha Won pergi dari sana.


Begitu sampai di luar, dia langsung mengomeli Ha Won karena mau-mau saja diperlakukan bagai budak oleh orang asing.

Ha Won tak percaya Hyun Min menyebut ibunya sendiri sebagai orang asing. Dia berusaha mengoreksi kalau wanita tadi bukan orang asing dan dia tidak bersikap sebagai budak. Ibunya Hyun Min meminta bantuannya, jadi dia bantu. Memangnya apa salahnya membantu ibu temannya sendiri.

"Teman apa?!" bentak Hyun Min kesal "Tahu apa sampai bertindak semaumu sendiri?!"

Terperangah dan kecewa dengan kemarahan Hyun Min, Ha Won meminta maaf karena telah salah mengganggap dirinya penting bagi Hyun Min.


Ji Woon mencoba menghubungi Hye Ji tapi tidak diangkat. Cemas, dia langsung pergi ke rumahnya dan mendapati Hye Ji termenung sedih memikirkan Hyun Min dan Ha Won sambil menatap gaun birunya yang kemudian dia buang. Ji Woon berusaha mengajak Hye Ji bicara, tapi Hye Ji sedang tidak mood dan langsung pergi mengacuhkannya.


CEO Kang tidak nafsu makan memikirkan cucu-cucunya. Terlepas dari kekecewaannya karena mereka tak pernah datang menghadiri upacara peringatan kematian ayah-ayah mereka, CEO Kang mengerti alasan mereka bersikap seperti itu. Bahkan sebelum anak-anaknya meninggal dunia, mereka tidak pernah memperlihatkan kasih sayang mereka pada anak-anak mereka.

"Sekarang ini yang anda butuhkan bukanlah cucu-cucu anda, melainkan seorang putra yang bisa diandalkan" ujar Hwa Ja. (Hmm... sepertinya Hwa Ja bermaksud menggantikan posisi trio sepupu Kang dengan anaknya, siapa anaknya? apa mungkin Yoon Sung?)


Kembali ke Sky House, Ji Woon mendapati Ha Won tampak sedang menggerak-gerakkan tubuhnya seperti sedang senam sambil mengerang-ngerang. Sedang apa Ha Won senam malam-malam begini? tanya Ji Woon heran. Tapi Ha Won mengaku kalau dia merasa sembelit, sudah minum obat tapi tidak berhasil, makanya sekarang keluar dan menggerakkan tubuhnya untuk meredakan sakitnya.


Awalnya Ji Woon tak ingin mempedulikannya. Tapi pada akhirnya dia peduli juga, lalu mengajak Ha Won keluar dan membantu mengobati sembelitnya dengan tusuk jarum. Tapi melihat jarum saja, Ha Won langsung jejeritan heboh sendiri.

Padahal setelah Ji Woon menusuk jempolnya, Ha Won langsung merasakan sakitnya mereda seketika. Ji Woon hebat juga dalam hal beginian. Ji Woon mengaku sudah mempelajari teknik ini sejak dia kecil dari ibunya.

"Oh, jadi kau sudah ahli yah" puji Ha Won. Ji Woon jadi canggung lalu cepat-cepat melepaskan tangan Ha Won dari genggamannya.


Ha Won pun mengaku bahwa sudah cukup lama tidak diobati dengan cara tusuk jarum seperti ini. Sejak ibunya meninggal dunia, tidak pernah ada lagi yang melakukan hal ini untuknya. Memang dia masih punya ayah, tapi ayahnya tidak akan mau melakukan ini untuknya karena dia bukan anak kandung ayahnya.

Walaupun begitu, Ha Won tetap ingin mempercayainya sebagai ayah kandungnya. Ji Woon berusaha menghibur Ha Won dan meyakinkan Ha Won bahwa ada orang-orang sepertinya yang bahkan tidak tahu ayah mereka. Tapi tetap saja, sekarang setelah Ha Won mengetahui ayahnya ternyata bukan ayah kandungnya, Ha Won sangat ingin bertemu dengan ayah kandungnya sekali saja.

Tapi suasana romantis diantara mereka, tiba-tiba rusak gara-gara Ha Won sendawa keras-keras. Wah, pengobatan akupunturnya Ji Won hebat juga ternyata, sepertinya pencernaannya bakalan lancar. Puas bersendawa, perutnya Ha Won malah berbunyi minta makan. Astaga! Percernaannya Ha Won jadi sangat lancar beneran. hehe.


Di kamarnya Hyun Min gelisah dan merasa bersalah atas kekasarannya pada Ha Won tadi. Setelah ragu sesaat, akhirnya dia memutuskan untuk menelepon Ha Won tapi tidak diangkat. Hyun Min jadi semakin resah, apa Ha Won tidak mengangkat teleponnya karena tadi dia sangat kasar.

"Ah, terserahlah" gerutu Hyun Min sambil menendang-nendangkan kakinya ke kasur.

Tapi tetap saja dia merasa tak tenang dan akhirnya mencoba mengetuk pintu kamarnya Ha Won. Tapi bahkan setelah dia mencoba memanggil berkali-kali, tetap saja tidak ada jawaban. Dia langsung membuka pintunya tapi malah mendapati kamarnya Ha Won kosong dan gelap.


Karena Ha Won sedang keluar bersama Ji Woon. Sama seperti dulu, mereka pergi ke mini market untuk makan ramen campur keju. Sambil menunggu ramennya masak, Ji Woon dan Ha Won saling lirik-lirikan malu-malu. Ji Woon bahkan tampak terpesona melihat Ha Won makan dengan lahapnya.


Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Ha Won untuk membujuk Ji Woon datang ke upacara peringatan kematian ayahnya. Walaupun Ji Woon tak pernah mengenal ayahnya seumur hidupnya, tapi tetap saja dia adalah pria yang dicintai oleh Ibunya Ji Woon. Walaupun tampak mulai memikirkan ucapan Ha Won, tapi tetap saja Ji Woon memutuskan mengacuhkannya.


Selain Ibunya Hyun Min, Ibunya Seo Woo juga datang. Tampak jelas hubungan Seo Woo dengan ibunya jauh lebih baik daripada hubungan Hyun Min dan ibunya. Begitu melihat putranya, Ibunya Seo Woo langsung memeluk bahkan sampai mencium bibir putranya itu. Seo Woo langsung protes, tapi sang ibu tak peduli. Dia mencium Seo Woo karena dia sangat merindukan Seo Woo.


Bahkan sesampainya di kamar Seo Woo, Ibu langsung selfie dengan potret besar Seo Woo yang tergantung di dinding sambil memuji-muji putranya yang ganteng, manis dan sangat seksi. Pokoknya kali ini Ibu bertekad untuk terus nempel ke Seo Woo. Bagaimana kalau mereka ngedate? Nonton film? Atau musikal?

"Ah, tidak. Ibu ingin memandangi wajah putra ibu sepuasnya. Jadi sebaiknya kita begadang dan ngobrol sepanjang malam saja"

"Ibu, aku sebenarnya mau tapi besok aku ada rekaman. Jadi aku harus latihan"


Ibu langsung berdecak kesal mendengarnya. Tapi kalau besok dia rekaman, apa itu artinya Seo Woo tidak akan menghadiri upacara peringatan kematian ayahnya lagi. Seo Woo membenarkannya. Tapi dia meyakinkan Ibu bahwa walaupun dia tidak akan datang, tapi ayahnya akan selalu ada dalam hatinya.

"Aigoo, anak ibu sudah dewasa rupanya. Tapi tetap saja kau harus menemui ayahmu. Ayolah" bujuk Ibu sambil menepuk-nepuk bokong Seo Woo

"Augh! Lepasin!"


Saat hendak mengantarkan ibunya keluar, mereka berpapasan dengan Hyun Min yang baru mau masuk kamarnya. Ibu langsung menyapanya dan menanyakan kabar kakak iparnya, ibunya Hyun Min. Tapi Hyun Min dengan dinginnya menjawab "Kenapa menanyakan hal itu padaku?"


Kembali ke kamarnya, Hyun Min ditelepon ibunya. Tapi dia tidak mau mengangkatnya dan langsung membuang hapenya. Sms dari ibunya tiba saat itu, menyuruh Hyun Min untuk datang ke upacara peringatan kematian ayahnya.


Dalam perjalanan pulang, Ji Woon melihat Ha Won ketiduran. Dia menepi untuk menyesuaikan posisi jok agar Ha Won bisa tidur lebih nyaman. Tapi tiba-tiba Ha Won terisak dan mengigau "Aku juga merindukanmu, ayah"

Ji Woon mengulurkan tangan hendak menyetuh wajah Ha Won. Tapi Ha Won tiba-tiba berguling dan melanjutkan tidur nyenyaknya.


Sesampainya di Sky House, Ji Woon mengklaim kalau Ha Won tadi tidur sambil ngorok dan mengigau. Panik, Ha Won langsung memegang tangan Ji Woon sambil bertanya dia mengigau apa. Tapi pegangan tangan Ha Won membuat Ji Woon jadi canggung teringat dengan saat-saat kebersamaan mereka tadi dan igauan Ha Won.

Tapi Ji Woon memutuskan merahasiakannya dan berbohong dengan mengatakan kalau dia tidak tahu apa yang Ha Won igaukan. Mereka tak sadar kalau Hyun Min sedang memperhatikan mereka dari jendela kamarnya.


Saat Ha Won mengambil air di kulkas, Hyun Min langsung mendekatinya. Tapi karena masih canggung, Hyun Min berusaha menarik perhatian Ha Won dengan mengetuk kusen jendela. Ha Won mengacuhnya, Hyun Min malah semakin gencar menabuhi kusen jendelanya sampai akhirnya dia sukses mendapatkan perhatian Ha Won.


"Sepertinya kalian berdua bersenang-senang tadi sampai tertawa cekikikan lagi. Apa kalian berdua sedang pdkt?"

"Bukan urusanmu"

"Hei, apa kau lupa kalau pacaran dilarang di Sky House?"

"Terus?"

"Hei, kau tidak boleh begini padaku. Kau kan tunanganku, dengan sepupuku lagi"

Ha Won benar-benar heran dengan sikap Hyun Min. Tadi dia bilang kalau mereka tak punya hubungan apa-apa, teman pun bukan. Apa Hyun Min tidak merasa kalau sikapnya ini tidak masuk akal? Karena itulah, lebih baik jika Hyun Min menarik batas yang jelas agar dia tahu dimana dia harus berdiri.

"Oh, yah. Orang yang tak ingin kau temui itu adalah ibumu, kan? Karena itu bukan hakku, jadi aku tidak akan memintamu untuk berbaikan dengan ibumu ataupun menyuruhmu pergi ke upcara peringatan kematian ayahmu. Tapi aku hanya akan mengatakan satu hal. Ayahmu mungkin merasa sangat kesepian"


Ji Woon masuk ke ruang pribadinya sambil memegangi tangannya yang tadi memegangi tangan Ha Won. Tapi senyumnya seketika menghilang saat teringat akan ucapan Ha Won tentang ayahnya. Ji Woon lalu mengeluarkan foto-foto ibunya yang membuatnya teringat saat dia menangis seorang diri di pemakaman ibunya.


Waktu itu dia mendengar beberapa ahjumma menggosipkannya dan berkata kalau dia tidak tahu wajah ayahnya karena Ayahnya Ji Woon lari dari tanggung jawab setelah menghamili Ibunya Ji Won.


Keesokan harinya, ketiga sepupu Kang termenung di tempat masing-masing sementara Ha Won sudah menunggu dengan gelisah di kuil. CEO Kang datang bersama istrinya dan Yoon Sung tak lama kemudian. Mereka pun masuk sementara Ha Won terus menunggu dan mengharapkan kedatangan ketiga sepupu itu.


Tapi pada akhirnya, mereka tetap tidak datang. CEO Kang kecewa dan Ha Won langsung membungkuk penuh penyesalan "Maafkan saya. Misi kali ini, saya gagal"

Bersambung ke part 2

10 comments


hai mb ima, salaam kenal, biasa nya aq jd silent reader hehehe..
yg rajin mantengin blog ini ..
slalu suka sama rekapan Dr mb ima..

back to story .. knapa feeling aq bilang trio spupu kece itu bakal dteng yaa..
dan ha won dpet nilai plus plus lagi Dr CEO kang..
Dan kira2 CEO kang bakal nerima ha won ga ya klo do antara cucu ganteng nya itu Ada yg jadian sama ha won?

sumfeeeeh deh mati penasaran am film in I..

This comment has been removed by the author.

Team jiwon here...hihi. Hyumin jeles mulu ih..dan jiwon dah mulai tertarik ama hawon nih ..yeayyy.... Best episode ever. Semngt review ep 6 nya... Di tungguu

smpe sekarang masih aja salpok tiap liat seowoo, ya ampun bner2 dah jungshin kembaran sma Nam joo hyuk, susah buat ngebedainnya😁😁😁😁
ditunggu next eps.nya kak😉
semangaaat😁😁😁

salam kenal juga, hmm... kayaknya feelingnya bener nih, hehe

Cieeh hyun min uda mulai cembuluuu..😀 trus gelisah gtu klo ga Minta maap..
Ji woon.a juga uda mlai feeling ke ha won..😄
Tp d luar peran, antara jung il wOo Sm jae hyun knp Ak lbh Suka jae hyun ya wKwKwK.. Selera✌

Gomawo sinop.a 💕

Cieeh hyun min uda mulai cembuluuu..😀 trus gelisah gtu klo ga Minta maap..
Ji woon.a juga uda mlai feeling ke ha won..😄
Tp d luar peran, antara jung il wOo Sm jae hyun knp Ak lbh Suka jae hyun ya wKwKwK.. Selera✌

Gomawo sinop.a 💕

hai mbak ima....horeeeee akhirnya yang q tunggu2 dateng juga hehe. Aq tuh udh addicted total sm drama tvn ini. Tetap semangat ya mbak. Udah makin seru gila ni :)

Yoon sung anaknya hwa ja ??? Atau mantan pacar ny ??? Hhmmmmm

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon