Powered by Blogger.


Bong Pal berkeliling kapal, mencari-cari Hyun Ji dengan panik. Hyun Ji melihatnya dari dermaga. Dengan berlinang air mata dia meminta maaf pada Bong Pal.

Bong Pal langsung berlari pulang. Tapi di kamarnya, dia hanya menemukan baju-baju dan sepatunya Hyun Ji yang dikembalikan padanya sebelum akhirnya baju itu juga menghilang.



Sedih dan patah hati, Bong Pal berjalan sempoyongan ke ruang tamu dan menemukan sekotak kue tart. Bong Pal langsung sadar kalau Hyun Ji pasti sudah bertemu dan bicara dengan Myung Chul walaupun tadinya dia menyangkal.


Saat itu Myung Chul sedang berada di warnet, mencari informasi tentang Hye Sung di situs universitas kedokteran hewan. Begitu menemukan foto dan profil Hye Sung, dia langsung memotretnya. Bong Pal menelepon sedetik kemudian dan minta bertemu.


Mereka bertemu di lapangan dan Bong Pal langsung mengkonfrontasi Myung Chul, dia bertemu Hyun Ji kan tadi. Myung Chul tak ragu membenarkannya. Lalu apa yang Myung Chul katakan pada Hyun Ji? tanya Bong Pal. Saat Myung Chul tak segera menjawab pertanyaannya, Bong Pal langsung berteriak membentak Myung Chul untuk menjawab pertanyaannya.

"Aku menyuruhnya untuk meninggalkanmu. Melihatmu bersikap seperti ini, kurasa hantu itu pasti sudah melakukan perintahku" 

"Kenapa kau mengatakan itu padaku?"

"Sadarlah! Dia itu hantu!"

"Itu bukan urusanmu!"

"Bong Pal! Sekarang ini bukan saatnya bermain-main dengan hantu!"

Tak terima dengan semua ini, Bong Pal langsung pergi dan menyatakan kalau dia mau mencari Hyun Ji. Myung Chul hanya bisa mendesah frustasi melihatnya.


Sementara itu, Hyun Ji tampak berjalan linglung di jalanan.


Di sebuah jalan yang sepi, seorang supir taksi sedang mengendarai taksi kosongnya sambil mendengarkan radio. Entah apakah dia sudah mulai mengantuk hingga dia tidak menyadari saat dia mulai masuk ke area yang rawan kecelakaan. Tiba-tiba saja frekuensi radionya jadi kacau, supir itu langsung berusaha memperbaiki radionya.

Tepat saat jam menunjukkan pukul 2 subuh, si supir berpaling kembali ke jalanan, tapi malah melihat ada orang di depannya. Shock, si supir langsung banting setir hingga menabrak pembatas jalan. Supir itu pingsan, tanpa menyadari orang yang hampir ditabraknya tadi bukan manusia, melainkan hantu.


Keesokan harinya, seorang manager asuransi melihat TKP kecelakaan itu. Chun Sang muncul tak lama kemudian dengan dandanan ala gangster dan sok-sokan berakting seolah dia bisa merasakan energi buruk di sekitar tempat itu.

Si manager memberitahunya bahwa di area itu sering sekali terjadi kecelakaan dan semua kecelakaan itu selalu terjadi jam 2 subuh. Dan banyak yang bilang kalau mereka melihat hantu di tempat ini.


Awalnya saja Chun Sang berakting sok berani. Tapi begitu memikirkan si hantu, dia langsung merinding ketakutan lalu mengecek hapenya dan langsung menggerutu kesal karena melihat belum ada yang membalas smsnya. In Rang tak membalasnya, Bong Pal malah mengacuhkan smsnya sejak kemarin.


Sementara itu di kuil, Hye Sung mengunjungi altar Ibunya Bong Pal dan berkata bahwa jika saja Ibunya Bong Pal tidak ikut campur, maka dia tidak akan menjadi seperti ini... "Kenapa kau mengangguku seperti ini dengan meninggalkan sesuatu semacam itu? Seharusnya kau tahu bahwa usahamu menyelamatkan nyawa putramu, bisa berakibat pada kematian suami dan putramu"


Seorang biksu masuk tak lama kemudian dan langsung heran melihat Hye Sung. Hye Sung tak mengatakan apapun dan hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Tak mencurigai apapun, biksu itu pun pergi meninggalkannya.


Duo detektif sedang menginterogasi korban kasus perampokan. Korban adalah seorang ahjumma yang tinggal seorang diri dan rumahnya dirampok saat dia keluar rumah. Detektif dua merasa kasus ini mirip dengan kasus serupa di daerah lain dan si pelaku sudah dibekuk di daerah Kyungilseo.


Sementara Detektif dua fokus menyelidiki kasus ini, Detektif satu malah sibuk sendiri melihat-lihat tempat itu dan mendapati ada beberapa foto ahjumma dan putranya yang sekarang tinggal di luar negeri.

Dia lalu bertanya pada Detektif dua, wajar kan jika seorang ibu memajang foto-foto putranya yang tinggal berjauhan darinya. Iya, memangnya kenapa? tanya Detektif dua. Detektif satu mengaku kalau dia kepikiran Ibunya Hye Sung, rasanya aneh karena dia tidak melihat ada satupun foto-foto Hye Sung di rumah ibunya. Padahal orang seperti Hye Sung yang tampan, baik dan sukses, pastilah akan menjadi kebanggaan bagi seorang ibu.

Selain itu, ekspresi Ibunya Hye Sung saat melihat Hye Sung datang, sama sekali tidak mencerminkan ekspresi kebahagiaan seorang ibu yang bahagia bertemu putranya. Dia lalu bertanya apa penyebab kematian Ayahnya Hye Sung. Detektif dua tidak tahu pasti karena dalam laporan, disebutkan bahwa penyebabnya hanya karena kecelakaan.


"Dimana laporan itu dibuat?" tanya Detektif satu

"Di Kyungilseo. Kenapa? Kau mau pergi ke sana?"

"Ada yang aneh. Aku harus mencari tahu lebih banyak lagi. Kau selidikilah lebih banyak informasi tentang Prof Joo"


Bong Pal berlarian mencari Hyun Ji ke berbagai tempat yang pernah mereka datangi. Tapi Hyun Ji tidak ada di mana-mana.


Di tempat lain, In Rang yang patah hati, melampiaskan kesedihannya dengan menghabiskan berkaleng-kaleng bir sambil mendengarkan lagunya Baek Ji Young yang judulnya 'Like Being Hit by a Bullet' dan berakting lebai seolah hatinya benar-benar hancur kena tembak. wkwkwk!


Chun Sang pulang tak lama kemudian dan langsung frustasi sendiri melihat tingkah temannya itu. Kesal, dia langsung menggerutu protes, kenapa In Rang tidak mengangkat teleponnya? Apa Chun Sang tidak mau bekerja?

"Dia tidak mau pergi... rasa sakit ini"

"Kau... kalau kau seperti ini terus, akan kupanggil kakekmu!" ancam Chun Sang

"Akan kubunuh kau!!!" teriak In Rang sambil membanting kaleng birnya dengan gaya lebai.

"Siapa? Aku?"

"Si brengs*k yang disukai Hyun Ji. Mau dia hantu ataupun manusia, akan KUBUNUH DIAAAAAAA!" (hadeeeh lebai amat sih, hahaha!)

"Sekalian saja kau bunuh dirimu sendiri"


Stres melihat In Rang, Chun Sang langsung keluar. Dia berusaha menelepon Bong Pal, tapi tetap saja Bong Pal tidak bisa di hubungi. Di luar, dia melihat Seo Yeon sedang duduk sendirian di taman kampus. Chun Sang langsung menghampirinya.

Seo Yeon murung karena mencemaskan Hye Sung yang masih belum membalas smsnya sampai sekarang. Chun Sang langsung bertanya penasaran, kenapa Seo Yeon tampak murung, apa dia sedang mengharapkan telepon seseorang. Seo Yeon menyangkalnya dan mengklaim bahwa dia tidak kenapa-kenapa. Mereka lalu ngobrol membicarakan tentang semester terakhir Seo Yeon.


Dari kejauhan, Hyun Ji melihat bianglala kenangannya bersama Bong Pal. Tapi kemudian dia kembali teringat akan peringatan Myung Chul bahwa manusia dan hantu tidak akan bisa bersatu, dia teringat akan ucapan tentang Ibunya Bong Pal yang meninggal dunia karena hantu dan bagaimana selama hidupnya Bong Pal menjadi orang buangan karena hantu.

Teringat saat dia berkata pada Bong Pal bahwa dia tidak bisa melakukan apapun untuk Bong Pal, Hyun Ji memberitahu dirinya sendiri bahwa dia sudah melakukan hal yang benar dengan pergi meninggalkan Bong Pal.


Hyun Ji duduk termenung dan berlinang air mata di dalam bianglala kosong di taman hiburan. Begitu pun dengan Bong Pal yang menangis di dalam rumahnya yang gelap.


Dia lalu pergi ke taman hiburan. Setelah taman hiburan tutup, Bong Pal masuk kedalam. Dan disanalah, akhirnya dia menemukan Hyun Ji duduk termenung di dalam bianglala. Bong Pal langsung memanggil Hyun Ji. Tapi saat dia hendak berlari menghampirinya, Hyun Ji langsung menghilang.


Hyun Ji muncul kembali di depan taman hiburan. Tapi tiba-tiba saja dia merasa kepalanya pusing dan berdengung seperti waktu itu.


Bong Pal berhasil mengejarnya. Hyun Ji berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Bong Pal, tapi Bong Pal semakin mempererat genggamannya dan bertanya apakah semua ini karena Myung Chul.

Dia berusaha menyeret Hyun Ji pulang, tapi Hyun Ji langsung menampik tangannya dan mengklaim kalau dia meninggalkan Bong Pal bukan karena apa yang diucapkan Myung Chul padanya. Dia mengklaim kalau dia memang berniat untuk meninggalkan Bong Pal.

"Kenapa?"

"Kau tidak tahu? Kau pikir hubungan kita masuk akal?"

"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak peduli"

"Tapi aku peduli"

Hyun Ji mengklaim kalau dia bersama Bong Pal hanya karena dia ingin naik (ke surga), hanya saja dia lupa sesaat. Dia mengingatkan Bong Pal bahwa mereka berdua hidup di dunia yang berbeda.


"Saat-saat yang kita habiskan bersama, apakah itu tidak berarti bagimu? Apa kau bisa meninggalkanku semudah itu?"

"Apa kau pikir hantu dan manusia bisa hidup bahagia selama-lamanya? Hanya kau satu-satunya orang di dunia ini yang bisa melihatku. Aku tidak mau menjalani hidup yang kesepian bersamamu. Yang kuinginkan hanyalah menemukan ingatanku dan pergi. Rasanya sangat sulit dan kesepian saat aku bersamamu"

Masih tak percaya, Bong Pal bertanya apakah Hyun Ji sungguh-sungguh dengan ucapannya itu. Tapi Hyun Ji dengan tegas mengklaim bahwa dia bersungguh-sungguh. Dengan tegas dia mengklaim kalau dia tidak bahagia bersama Bong Pal. Kecewa dan patah hati, Bong Pal langsung pergi.


Tapi begitu Bong Pal sudah cukup jauh, Hyun Ji langsung menangis sedih. Hyun Ji mengomeli dirinya sendiri karena menangis seperti orang bodoh padahal dia sendiri yang memutuskan pergi meninggalkan Bong Pal, tapi air matanya terus mengalir. Di tempat lain, Bong Pal pun melampiaskan kesedihannya dengan menenggak berbotol-botol soju.


Karena Bong Pal masih saja belum bisa dihubungi, Chun Sang mengajak In Rang pergi menjemput Bong Pal ke rumahnya. In Rang yang masih patah hati, berjalan dengan lesu sambil menggerutu, kenapa tidak menelepon Bong Pal saja daripada repot-repot pergi ke rumahnya.

"Dia tidak mengangkat teleponnya!"

Tetap saja In Rang merasa tidak ada gunanya mencari Bong Pal. Chun Sang dengan kesal mengingatkan In Rang kalau mereka tidak akan bisa kerja tanpa Bong Pal. Kalau begitu berhenti saja, kata In Rang enteng. Kesal, Chun Sang langsung memukul In Rang.

"Berhenti? Kau bilang kalau kau merindukan Hyun Ji. Ayo pergi dan kau bisa melihat Hyun Ji di sana"

"Bagaimana bisa aku melihat Hyun Ji sekarang? Dia bukan cewekku"

"Sejak awal juga dia bukan cewekmu!" kata Chun Sang sambil mendorong kepala In Rang dengan kesal.


Mereka mendapati Bong Pal duduk di depan sebuah toko, sedang menenggak berbotol-botol soju. Chun Sang cemas, apa terjadi sesuatu. Sementara In Rang lebih tertarik untuk mengetahui apakah Hyun Ji sedang bersama Bong Pal di sini. Bong Pal tak menjawab. Mengira Hyun Ji ada bersama mereka, Chun Sang langsung dadah-dadah ke dua kursi kosong di sebelah Bong Pal.

"Dia tidak ada di sini" ujar Bong Pal

Chun Sang langsung duduk. In Rang sedih dan menduga kalau Hyun Ji pasti sedang ada di rumah. Lagi-lagi Bong Pal menyangkalnya. Hyun Ji sudah pergi. In Rang langsung bertanya penasaran, Hyun Ji pergi kemana dan kapan dia akan kembali.

"Dia bilang... dia tidak akan pernah kembali lagi"



In Rang semakin patah hati dan langsung ikut-ikutan menenggak soju. Jadilah Chun Sang seorang diri menatap kedua pria yang sedang patah hati itu.


Tak lama kemudian, Bong Pal mabuk berat dan Chun Sang terpaksa harus menggendongnya pulang. In Rang mengikuti dari belakang dengan langkah sempoyongan. Tiba-tiba dia terjatuh karena terantuk mobil dan langsung menggerutu kesakitan.


Akhirnya Chun Sang naik sendirian ke apartemennya Bong Pal dan langsung teler setelah menidurkan Bong Pal di sofa. Bong Pal tiba-tiba ngelantur memanggil-manggil Hyun Ji. Chun Sang tercengang mendengarnya, dia langsung sadar kalau Bong Pal pastilah menyukai Hyun Ji.


Begitu keluar, Chun Sang malah mendapati In Rang sudah teler. Dia berusaha membangunkan In Rang tapi In Rang tidak mau bangun. Jadilah Chun Sang terpaksa harus bersusah payah lagi menggendong In Rang pulang. hahaha! kasihan, kasihan!


Di kantornya, Hye Sung mengeluarkan hape Ayahnya Bong Pal dan teringat saat dia mengancam Ayah bahwa dia akan membunuh Bong Pal lalu mencekik Ayah sampai mati. Hye Sung melihat daftar panggilan telepon hape itu dan mendapati kontak nomor telepon Rumah Sakit Universitas Hanil.

Hye Sung langsung membuka daftar para sukarelawan di penampungan hewan dan mendapati salah seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Hanil. Hye Sung langsung menelepon dokter itu saat itu juga dan minta bertemu.


Myung Chul pergi ke apartemennya Bong Pal keesokan harinya, tapi pintunya dikunci. Dia mencoba menggedor pintu, tapi tak ada jawaban. Myung Chul langsung mengambil kunci cadangan yang tersimpan di atas pintu dan mendapati Bong Pal masih tidur di sofa dan bau alkohol.

"Dasar! Aku tak percaya kau bersedih karena hantu itu"

Awalnya ingin membangunkan Bong pal, tapi kemudian Myung Chul membatalkan niatnya. Dia lalu membuka kulkas tapi tak ada apapun di dalamnya, akhirnya dia keluar lagi.


Hyun Ji tertidur di taman. Dia bermimpi saat dia kecelakaan yang terjadi di depan gedung Daehan Study, kali ini ingatan Hyun Ji akan nama tempat itu sangat jelas.


Bong Pal terbangun tak lama kemudian dan mendapati ada bento di atas meja dan sebuah pesan dari Myung Chul yang memintanya untuk makan dan berhenti minum-minum.


Setelah memakan sarapannya, Bong Pal mencuci muka dan melihat sikat giginya Hyun Ji. Saat bersiap pergi, Bong Pal melihat foto-foto yang dicorat-coret Hyun Ji. Patah hati dan kesal, Bong Pal memutuskan untuk membuang semua barang yang berhubungan dengan Hyun Ji.


Di tengah jalan, Myung Chul ditelepon dukun perawan Buddha kenalannya. Dia memberitahu Myung Chul untuk pergi ke kuil Namjae karena biksu di sana ingin mengatakan sesuatu pada Myung Chul sehubungan dengan Ayahnya Bong Pal. Myung Chul pun langsung cepat-cepat pergi menemui biksu itu di kuil.

Bersambung ke part 2

3 comments

eonni ini eps 11 bkn 10 ,, ditunggu part2nya

gomawo unnie:)di tunggu part 2nya:)

Makasih kakak sinopsisnya.
Terus semangat ya kak...😊😊

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon