Powered by Blogger.


Saat tengah mencari hapenya, Hyun Ji tiba-tiba dihadang oleh dokter hantu seram yang tiba-tiba mencengkeram kakinya. Sontak dia menjerit ketakutan dan refleks berteriak memanggil Bong Pal. Untunglah Bong Pal mendengar teriakannya dan datang menyelamatkannya secepat mungkin.



Tapi saat dia hendak membawa Hyun Ji pergi, dokter hantu memukulnya. Bong Pal langsung melawannya. Selama mereka bertarung sengit, Hyun Ji terjatuh kembali dan tampak pusing. Bong Pal melihat kelemahan hantu itu di bagian lehernya, dia langsung menghajar bagian leher hantu itu hingga akhirnya hantu itu musnah. Tapi tepat saat itu juga, Hyun Ji pingsan.


Sementara itu di tempat lain, Hye Sung memergoki Myung Chul masuk ke ruang kerjanya. Myung Chul berusaha tetap tenang menghadapinya dengan pura-pura beralasan kalau dia salah masuk ruangan, dia kira itu toilet. Dia pun langsung pamit. Tapi baru beberapa langkah, Hye Sung memanggilnya.


Mereka saling menatap tajam sesaat, sebelum akhirnya Hye Sung bertanya bukankah Myung Chul datang kemari untuk menemuinya. Myung Chul membenarkannya tapi dia beralasan kalau dia datang hanya untuk bertanya apakah Bong Pal baik di kampus.

Hye Sung langsung tersenyum sinis mendengarnya lalu membenarkannya dengan nada sinis. Dia lalu memberi peringatan pada Myung Chul secara tak langsung dengan cara memberitahu Myung Chul tentang sebuah cerita yang dia klaim sangat menarik. Cerita tentang seekor kucing nakal.


Beberapa hari yang lalu dia menyelamatkan seekor kucing, kucing itu terjepit di ventilator kecil, mungkin kucing itu masuk kedalam ventilator karena penasaran. Tapi, kucing itu masuk terlalu dalam hingga dia terjebak dan tidak bisa keluar. Terlepas dari kesakitannya yang begitu hebat, kucing itu terus masuk makin dalam mengikuti suara ventilator.

"Apa kau tahu apa yang terjadi pada kucing itu?... Dia mati dalam kesakitan karena tidak bisa bernapas"

Myung Chul dengan tenangnya membalas dengan memberitahu Hye Sung tentang ajaran Buddha "Barang siapa yang menikmati perbuatan buruk, dia tidak akan bisa membebaskan diri dari jerat kebencian dan permusuhan. Jika hatimu penuh dendam, karma akan membuatmu membayar semua dosa yang kau perbuat"

"Pelajaran yang baik sekali" sindir Hye Sung

"Sangat. Ingatlah itu selalu. Pelajaran itu berlaku untuk semua makhluk... bahkan sekalipun kau bukan manusia. Baik itu binatang ataupun hantu"


Perlahan, Hye Sung mendekati Myung Chul dengan tatapan membunuh... tapi tepat saat itu juga, pegawainya memanggilnya untuk memberitahunya bahwa mereka kedatangan tamu. Fiuh! Syukurlah, Myung Chul selamat. Sebelum pergi, Hye Sung dengan sinis berjanji bahwa dia akan mengingat pelajaran Myung Chul itu baik-baik.


Detektif Yang mendatangi rumah Ibu Hye Sung untuk menanyakan tentang kematian suaminya. Dia memperhatikan Ibu Hye Sung langsung gemetar ketakutan begitu mendengar pertanyaannya, tapi dia terus mendesak dan bertanya apakah benar suaminya meninggal karena kecelakaan.

Ibu Hye Sung berusaha menghindar pertanyaan itu dengan mengklaim bahwa walaupun saat itu dia ada di rumah, tapi dia mengira suaminya keluar jadi dia tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya.

Detektif Yang mengaku bahwa dia mendapati ada beberapa hal aneh dari kematian suaminya. Tadi dia pergi ke TKP insiden itu dan mendapati pagar pembatas balkon cukup tinggi untuk ukuran tinggi korban. Karena itulah dia menduga mungkin ada orang yang mendorongnya dari belakang.

"Waktu itu Prof Joo Hye Sung ada di rumah, kan? Apa yang waktu itu dia lakukan?"


Tapi Ibu terlalu ketakutan hingga dia menolak menjawab dan meminta Detektif Yang pergi. Apa boleh buat, terpaksalah Detektif Yang pergi. Tapi di luar, dia sempat memergoki Ibu menatapnya dari jendela sesaat lalu cepat-cepat menutup tirainya kembali.


Di rumah sakit, dokter memberitahu Ibunya Hyun Ji bahwa keadaan Hyun Ji sudah stabil sekarang. Tapi saat Ibu menatap Bong Pal, dia langsung tak suka dan mengusirnya. Bong Pal menurut tapi terlebih dulu dia mengembalikan hapenya Hyun Ji pada Ibu. Bong Pal menatap Hyun Ji sesaat dengan cemas lalu pergi.


Myung Chul termenung memikirkan kartu pelajar Hyun Ji yang dia temukan di meja kerjanya Hye Sung. Apa sebenarnya hubungan Hye Sung dengan Hyun Ji. Semua masalah ini membuatnya stres dan dia langsung melampiaskannya dengan minum-minum.

Kembali ke kantor polisi, Detektif Yang mendapati rekannya sedang berdebat dengan Chun Sang dan In Rang. Begitu mereka melihat Detektif Yang datang, mereka langsung berpaling padanya dan memohon padanya untuk membantu kasus tabrak larinya Hyun Ji.


Detektif Yang mengenali mereka sebagai pelaku komentar jahat di internet dan memberi kesempatan untuk menjelaskan apa kasus mereka. In Rang dengan antusias menjelaskan bahwa mereka punya seorang teman yang sangat amat cantik bagai malaikat... tapi Detektif Yang cepat menyelanya dan menyuruhnya untuk to the point saja.

Chun Sang mengambil alih menjelaskan bahwa mereka punya seorang teman bernama Kim Hyun Ji, dia menjadi korban tabrak lari hingga dia koma selama 5 tahun dan baru-baru ini dia sadar dari komanya. Tapi dia tidak ingat apapun tentang kecelakaannya dan karenanya mereka datang untuk meminta bantuan mereka untuk menyelidiki kasus ini dan menemukan pelakunya.

"Aku merasa sangat kasihan pada Hyun Ji, kasihan pada Bong Pal juga. Karena itulah tolong temukan pelakunya" mohon In Rang.

Detektif Kim dengan frustasi memberitahu Detektif Yang bahwa ada sebuah kasus tabrak lari di daerah Seokjeong-dong. Tapi masalahnya tidak ada satupun saksi mata, jadi kasus ini ditutup. Mungkin merasa kasus ini takkan ada harapan, Detektif Yang pun mengusir mereka.


Tak terima, In Rang langsung menggebrak meja dan menggenggam tangan Detektif Yang sambil terus berusaha memohon-mohon. Detektif Kim tak tahan lagi menghadapi mereka dan mengancam akan memasukkan mereka kedalam tahanan kalau mereka tidak mau berhenti sekarang. In Rang tak peduli dan terus berusaha memohon-mohon, tapi Chun Sang ketakutan dengan ancaman Detektif Kim dan langsung menyeret In Rang pergi.


Bong Pal sedang memperban tangannya saat Myung Chul datang dalam keadaan mabuk. Saking mabuknya, dia bahkan sampai minta dicium Bong Pal. Sontak Bong Pal langsung menghindar, ada apa dengan Myung Chul sampai dia mabuk-mabukan seperti ini. Myung Chul langsung protes, padahal dulu waktu kecil Bong Pal suka sekali menciuminya.

"Aku bukan anak kecil lagi" protes Bong Pal lalu membantu Myung Chul berbaring di sofa.


Bong Pal lalu mengambilkan air untuk Myung Chul tapi saat dia kembali, dia mendapati Myung Chul sudah tidur dan ngelindur dalam tidurnya "Maafkan aku. Maafkan aku, Bong Pal-ah"


Hyun Ji akhirnya bangun tak lama kemudian dan langsung memanggil ibunya. Ibu langsung bangun dan mencemaskan keadaannya. Ibu bertanya apa yang sebenarnya terjadi sampai Hyun Ji pingsan. Hyun Ji tak menceritakan detilnya karena tak terlalu yakin dengan kejadian yang dialaminya tadi, jadi dia hanya berkata bahwa dia melihat sesuatu yang menakutkan hingga dia shock dan pingsan.

Tiba-tiba dia teringat Bong Pal dan langsung bertanya kemana Bong Pal. Ibu tak suka mendengarnya dan langsung mengomeli Hyun Ji karena bergaul dengan orang asing.

"Kenapa? Dia kan orang yang baik"

"Bagaimana kau bisa yakin? Kau tidak akan tahu apa yang mungkin terjadi"

"Ibu, apa ibu mengatakan sesuatu pada Bong Pal? Jangan terlalu keras pada Bong Pal, dia tidak ada hubungannya dengan pingsannya aku. Dia malah membantu"

Ibu tak percaya mendengarnya dan memutuskan agar lebih baik mereka berhenti membicarakan pria itu. Ibu lalu pergi menemui dokter.


Begitu sendirian, Hyun Ji memikirkan kembali pertemuannya dengan hantu tadi. Dia benar-benar bingung, makhluk apa itu tadi? Hantu kah? Dan kenapa dia refleks memanggil Bong Pal saat itu? Apa dia benar-benar mengenal Bong Pal dulu?


Sementara itu, Bong Pal sedang membrowsing informasi tentang amnesia. Dia lalu mengsms Hyun Ji dan menanyakan keadaannya. Hyun Ji hampir tidur saat itu tapi langsung bangun begitu melihat sms Bong Pal. Dia melihat Bong Pal sudah mengganti nama kontaknya lalu membalas smsnya.

Mereka pun menghabiskan waktu berchatting ria, Hyun Ji berterima kasih atas bantuan Bong Pal tadi dan bertanya-tanya makhluk apa itu tadi. Tapi Bong Pal ragu memberitahu Hyun Ji sekarang dan hanya menjawab bahwa dia akan memberitahu Hyun Ji lain kali.

Hyun Ji memberitahu Bong Pal bahwa dia akan pulang besok, jadi Bong Pal boleh mampir kalau dia mau. Tentu saja Bong Pal langsung mengiyakannya dengan senang hati. Setelah ragu sesaat, Hyun Ji akhirnya mengakhiri chat mereka dengan mengirim ucapan selamat malam.


Dan tepat setelah itu, Ibu kembali dan langsung mengomeli Hyun Ji karena masih mainan hape tengah malam begini. Hyun Ji masih ingin mengirim sms lagi, tapi Ibu langsung merebutnya dan memaksa Hyun Ji tidur. Hyun Ji masih pasien, jadi kalau dia kedapatan mainan hape tengah malam lagi, Ibu mengancam akan mengambil hape ini darinya.

"Baiklah. Selamat malam, ibu" ujar Hyun Ji sambil merebut hapenya kembali dan tidur.


Tapi dia tidak bisa tidur. Beberapa saat kemudian setelah memastikan ibunya sudah tidur, Hyun Ji menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan diam-diam mengirim chat lagi pada Bong Pal. Sama sepertinya, Bong Pal pun belum bisa tidur dan langsung membalas chatnya Hyun Ji dengan antusias. Dan akhirnya mereka saling chat layaknya orang-orang yang sedang kasmaran.

"Bong Pal-ah, apa kau sudah tidur?"
"Belum, belum"
"Lagi ngapain?"
"Nggak ada? Kenapa kau belum tidur, sekarang sudah jam 2 lewat"
"Ini mau tidur"
"Kapan kau pulang besok?"
"Pagi"


Tak berapa lama kemudian, mereka pun akhirnya tertidur dengan sama-sama menggenggam hape. Bong Pal bangun keesokan paginya dengan senyum bahagia. Setelah memasak untuk Myung Chul, dia pamit ke rumah sakit untuk menjemput Hyun Ji.

Myung Chul turut senang mendengarnya dan titip ucapan selamat untuk Hyun Ji. Tapi walaupun begitu, Myung Chul sebenarnya tak terlalu yakin apakah baik jika Bong Pal dan Hyun Ji tetap bertemu.


Saat sedang menunggu bis, Bong Pal melihat sebuah poster sebuah kalung cantik. Dia langsung pergi ke mall untuk membeli kalung untuk Hyun Ji. Dia disambut ramah oleh penjaga toko (Cameo by Seo Hyun Jin). Tapi karena Bong Pal agak kagok, penjaga toko dengan ramah menebak kalau Bong Pal mau membeli hadiah untuk pacarnya.

Bong Pal mengiyakannya dengan malu-malu. Penjaga toko pun memperlihatkan sebuah kalung model terbaru dan menjelaskan bahwa kalung ini melambangkan bahwa dua orang yang ditakdirkan bersama. Bong Pal langsung minta kalung itu dibungkus.


Bong Pal pergi ke rumah sakit dengan senyum bahagia. Tapi saat dia baru setengah jalan, Ibunya Hyun Ji melihatnya dan langsung mengusirnya. Ibu memang tidak tahu apa hubungan Bong Pal dan Hyun Ji, tapi kehadiran Bong Pal membuatnya tak nyaman.

Apalagi mengingat fakta kalau kemarin Hyun Ji pingsan saat Hyun Ji bersama Bong Pal. Putrinya baru saja terbangun setelah koma 5 tahun jadi dia tidak bisa membiarkan kejadian seperti kemarin terulang kembali. Jadi sebaiknya Bong Pal pergi.


Dokter memastikan keadaan Hyun Ji sudah cukup sehat jadi dia sudah bisa pulang sekarang. Hyun Ji langsung bersorak kegirangan. Ibu masih cemas dengan pingsannya Hyun Ji semalam. Dokter memberitahu bahwa pingsannya Hyun Ji itu adalah vasovagal syncope (kondisi yang bisa menyebabkan seseorang pingsan).

Karena lamanya Hyun Ji terbaring koma, keadaan mentalnya belum benar-benar normal. Jadi jika ada perubahan emosi yang begitu tiba-tiba, dia jadi lebih sensitif yang bisa membuatnya pingsan. Kondisi itu sebenarnya cukup normal jadi Ibu tidak perlu terlalu cemas. Selama Hyun Ji rajin konseling dan rehabilitasi, kejadian ini tidak akan terjadi lagi.


Tak lama kemudian, Hye Sung datang dengan senyum ramah dan membawa buket bunga untuk Hyun Ji. Dokter memberitahu mereka bahwa Hye Sung akan menjadi konselor untuk membantu penyembuhan Hyun Ji. Ibu seketika langsung suka padanya, apalagi saat Dokter memberitahu bahwa Hye Sung ini adalah dokter hewan yang biasanya membantu psikoterapi dan tak ragu sedikitpun untuk membantu penyembuhan Hyun Ji.


Dia bahkan langsung menawarkan diri untuk membantu membawakan barang-barangnya Hyun Ji dan mengantarkan mereka pulang. Hyun Ji agak ragu tapi Ibu langsung setuju, bahkan merasa sangat berterima kasih pada Hye Sung. Hyun Ji pun akhirnya setuju dan tersenyum bahagia tanpa menyadari Bong Pal yang melihatnya dari luar dengan sedih.


Hyun Ji baru ingat Bong Pal saat dia sudah masuk kedalam mobilnya Hye Sung. Tapi karena tak melihatnya, dia langsung mengira kalau Bong Pal berbohong. Padahal Bong Pal masih ada di sana, dan baru keluar setelah mereka pergi.


Bong Pal pulang saat Myung Chul hendak pergi. Myung Chul heran kenapa Bong Pal kembali secepat ini, apalagi saat melihat Bong Pal membawa pulang hadiah yang hendak diberikannya pada Hyun Ji. Bong Pal tidak mengatakan alasannya dan berkata kalau dia akan memberikan hadiah itu lain kali saja.

"Apa ingatannya kembali?" tanya Myung Chul

"Tidak. Kurasa dia tidak ingat saat dia menjadi hantu"

"Bong Pal-ah. Saat aku memikirkanmu, aku merasa kasihan padamu. Tapi kurasa lebih baik baginya untuk tidak mengingat apapun. Apa bagusnya menjadi hantu? Dia pasti sangat ketakutan jika dia menyadari dia pernah menjadi hantu. Rasanya pasti bagai mimpi buruk berada diantara para hantu. Lebih baik jika dia melupakannya saja. Sekarang dia kembali menjadi manusia jadi dia harus hidup normal. Kenangan akan kehidupannya di alam baka hanya akan mempengaruhi hidupnya yang sekarang. Mungkin sulit bagimu, tapi lebih baik membantunya untuk memulai hidup baru. Kau harus bisa melepaskannya duluan, agar dia bisa mulai hidup baru"


Dalam perjalanan, Hye Sung bertanya apakah ingatan Hyun Ji sudah kembali. Hyun Ji menjawab belum. Ibu langsung mengomeli Hyun Ji karena pergi ke tempat itu. Hye Sung langsung penasaran dan menanyakan maksud Ibu. Ibu pun tanpa ragu menceritakan kecelakaannya Hyun Ji.

Waktu itu Hyun Ji diminta oleh seseorang untuk membantunya. Hyun Ji tak begitu mengerti arah, tapi dia tetap pergi ke lingkungan yang asing baginya dan malah terkena tabrak lari. Ibu penasaran siapa orang yang minta bantuannya waktu itu, tapi Hyun Ji tidak ingat sama sekali.

Siapapun orang itu, Ibu benar-benar kesal karena orang itulah yang menghancurkan hidup putrinya. Hyun Ji juga salah karena dia terlalu baik dan asal saja membantu sembarang orang. Walaupun orang itu salah, tapi si pelaku tabrak lari yang melarikan diri itu jauh lebih buruk dan Ibu sangat berharap si baj*ngan itu akan dihukum. Hye Sung cuma tersenyum kecut mendengarnya.

Bersambung ke part 2

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon