Powered by Blogger.


Bong Pal akhirnya selesai mengecek hasil tesnya Hyun Ji, dia menoleh ke Hyun Ji dan heran melihat Hyun Ji senyam-senyum sendiri. Hyun Ji cepat-cepat menyembunyikan foto yang dicoret-coretnya lalu mengalihkan topik ke hasil tesnya.

Dia yakin kalau dia mengerjakan tesnya dengan baik. Bong Pal menatapnya dengan senyum sinis lalu menunjukkan hasil tesnya Hyun Ji yang tak ada perubahan sedikitpun, dia menyarankan sebaiknya Hyun Ji tidak usah mengikuti ujian SAT. Tak terima, Hyun Ji langsung menyalahkan Bong Pal sebagai guru yang tak becus.


"Apa? Kau tidak akan pernah menemukan guru sebaik aku! Ini karena muridnya yang tidak pintar"

"Kalau kau terus menerus menjatuhkanku, bagaimana bisa aku meningkatkan nilai-nilaiku?"

"Lalu apa yang harus kulakukan?"

Hyun Ji langsung mengusulkan agar Bong Pal menyemangatinya dengan cara memberinya hadiah atas kerja kerasnya. Sambil mendesah frustasi, Bong Pal akhirnya menyetujuinya. Tapi dengan syarat, Hyun Ji harus bisa mencapai skor 80 keatas maka dia akan mengabulkan keinginan Hyun Ji.

"Benarkah? Kau akan mengabulkan semua keinginanku?" tanya Hyun Ji penuh harap

"Akan kuputuskan berdasarkan budgetku. Selama itu bisa kulakukan, akan kulakukan"

"Asyik! Kau janji yah, aku akan belajar sangat keras"


Tak lama kemudian, mereka akhirnya selesai. Tapi setibanya di luar perpus, Hyun Ji keheranan melihat seorang gadis remaja yang tampak sedang komat-kamit. Tapi tiba-tiba gadis itu menatap Hyun Ji, dia cuma menatap sekilas lalu mengalihkan pandangan pura-pura tak melihat Hyun Ji.

Hyun Ji tercengang dan bingung melihat gadis itu. Dia memberitahu Bong Pal kalau dia merasa gadis itu melihatnya barusan, tapi kemudian dia memutuskan kalau mungkin dia cuma salah lihat. Tapi setelah mereka pergi, gadis itu langsung mengalihkan pandangannya kembali pada mereka.


Malam harinya, Bong Pal keheranan mendapati Hyun Ji sedang sibuk belajar. Sekarang dia semangat belajar berkat janjinya Bong Pal.


Ibu si gadis remaja bernama Eun Sung itu sedang menelepon seseorang, mencarikan tutor baru untuk putrinya. Dia lalu membawakan buah-buahan ke kamar Eun Sung, tapi malah shock mendapati Eun Sung menyobek-nyobek buku-bukunya dengan cutter. Tapi yang paling mencengangkannya adalah tatapan mata Eun Sung yang dingin dan kosong.


Chun Sang membawa In Rang ke toko baju, dia berniat membeli setelan jas untuk Bong Pal agar dia lebih kelihatan seperti eksorsis profesional. In Rang bingung, setelan jas kan mahal, dari mana uang membeli setelan jas itu. Chun Sang dengan entengnya mengingatkan In Rang kalau sekarang mereka punya uang investasi.

In Rang langsung protes tak setuju, itu kan uang saku dari neneknya. Chun Sang protes balik dan mengklaim kalau uangnya In Rang yah uangnya juga dan begitu pula sebaliknya. In Rang melongo tak percaya mendengarnya, terlebih lagi saat Chun Sang dengan santainya berkata kalau dia sendiri juga butuh setelan jas.

Sesaat kemudian, Bong Pal datang bersama Hyun Ji. Chun Sang memberitahunya kalau dia memanggil Bong Pal kemari untuk membelikannya seragam. Hyun Ji langsung antusias dan minta seragam juga pada Bong Pal. Bong Pal tak suka tapi Chun Sang terus memaksanya fitting baju. Begitu Bong Pal masuk kamar pas, Chun Sang mendapat telepon dari klien.


Beberapa saat kemudian, trio eksorsis keluar dengan bergaya ala Men in Black. Hyun Ji terkagum-kagum... mengagumi Bong Pal pastinya yang jelas-jelas jauh lebih keren. Dia juga mau memakai seragam seperti mereka dan langsung merecoki Bong Pal untuk membelikan untuknya juga. Bong Pal langsung mundur untuk mengomeli Hyun Ji, tapi omelannya terpotong dengan cepat karena Chun Sang memanggilnya.


Klien mereka adalah ibunya Eun Sung. Setibanya di sana, mereka mendapati Ibunya Eun Sung menutup kedua telinganya rapat-rapat sementara Eun Sung menjerit-jerit histeris sambil menggedor-gedor pintu kamarnya karena sang ibu sengaja mengurung Eun Sung. Setelah tak terdengar suara jeritan Eun Sung, ibu akhirnya menceritakan kisahnya.

Flashback,


Malam itu saat dia mendapati Eun Sung menyobek-nyobek buku-bukunya dengan cutter, Eun Sung menusuk tangannya dengan ekspresi wajah dingin dan licik. Sejak saat itu, Eun Sung mulai berubah. Dia tak lagi mempedulikan sekolahnya, malah berdandan menor dan seksi seperti wanita dewasa. Namun sebenarnya dia bukan Eun Sung, dia adalah hantu yang merasuki tubuh Eun Sung.


Saat sang ibu melihatnya memakai makeup dan pakaian seksi itu, dia langsung marah dan memerintahkan Eun Sung untuk mencopot baju itu. Tapi Eun Sung langsung mendorong Ibu dengan kasar dan berkata "Tinggalkan aku sendiri. Apa kau tidak merasa bersalah pada putrimu karena memiliki seorang ibu sepertimu? Kau tahu betapa menderitanya putrimu karena keserakahanmu, bukan?"

"Eun Sung-ah, ada apa denganmu?"

"Eun Sung?... putrimu sudah mati. Bagaimana bisa dia hidup bersama seseorang sepertimu? Rasanya sangat menyesakkan. Karena itulah suamimu berselingkuh, dia tidak mau hidup denganmu. Apa kau tidak tahu itu?"


Eun Sung lalu pergi ke diskotik. Ibu mengikutinya dan semakin tercengang karena menemukan Eun Sung sedang berada dalam pelukan seorang pria. Dia langsung menarik paksa Eun Sung dari pelukan pria itu dan menamparnya, tapi Eun Sung malah tertawa seperti orang gila lalu menjerit kesetanan.

Flashback end,


Ibu memberitahu mereka bahwa dia sudah berusaha mengobati Eun Sung ke berbagai rumah sakit bahkan membawanya ke dukun, tapi semua itu malah membuat kondisi Eun Sung semakin memburuk. Ibu benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada putrinya yang dulu sangat baik.

Eun Sung tiba-tiba tertawa seperti orang gila lagi dan menjerit-jerit histeris memerintahkan Ibu untuk membuka pintunya. Tiba-tiba terdengar suara barang-barang pecah dari dalam kamarnya Eun Sung. Ibu langsung cemas, tapi Bong Pal melarangnya masuk dan berkata bahwa dia sendirilah yang akan masuk.

Chun Sang dan In Rang yang sedang tadi ketakutan mendengar suara histeris Eun Sung, mewanti-wanti Bong Pal untuk berhati-hati dan jangan sampai dia terluka. Hmm... ternyata mereka perhatian juga pada Bong Pal.


Bong Pal masuk bersama Hyun Ji dan mendapati Eun Sung tengah meringkuk di pojok ruangan sambil membentur-benturkan kepalanya ke tembok dan menggigiti jarinya sampai berdarah. Awalnya dia menatap kosong ke udara, tapi kemudian mengalihkan pandangannya ke Bong Pal dan menyinggung kedatangannya bersama hantu. Hyun Ji langsung ingat kalau gadis ini adalah yang dia lihat di perpus, dan waktu itu gadis itu memang bisa melihatnya.

"Ada hantu yang merasukinya"

"Kita harus bagaimana?" tanya Hyun Ji

"Kita harus mengeluarkan hantu itu dari tubuhnya"


Si hantu dalam tubuh Eun Sung langsung marah dan menyerang Bong Pal sampai dia terjatuh dan si hantu langsung menindihnya. Hyun Ji berusaha menyelamatkannya tapi si hantu menendangnya. Ibu benar-benar cemas saat mendengar suara perkelahian dan jeritan Eun Sung dari dalam kamar, tapi Chun Sang dan In Rang melarangnya masuk.


Bong Pal dan Hyun Ji bekerja sama untuk melumpuhkan si hantu, tapi hantu itu sangat kuat. Dia membanting Hyun Ji dan Bong Pal lalu menjerit histeris dan keluar kamar. Dia berhenti sebentar saat melihat ibu lalu tertawa sinting sebelum akhirnya melarikan diri.


Hyun Ji mengejar duluan sementara Bong Pal butuh waktu beberapa saat untuk memulihkan kondisinya lalu pergi menyusul mereka ke atap. Si hantu dalam tubuh Eun Sung berdiri di tepi gedung, dia hendak menjatuhkan Eun Sung. Tapi untunglah Hyun Ji datang saat itu dan mencegahnya.

"Kenapa kau peduli?" tanya si hantu

"Lalu bagaimana denganmu? Kau tidak ingin dia mati"

Si hantu justru mengklaim bahwa Eun Sung memang ingin bunuh diri, hanya saja dia tidak cukup berani. Karena itulah dia akan membantu Eun Sung mewujudkan keinginannya bunuh diri. Si hantu itu hendak menerjunkan Eun Jung dari tepi gedung, tapi Hyun Ji mencegahnya dengan kekuatan hantunya dan mendorongnya ke belakang.


Sesaat Hyun Ji mengira Eun Sung pingsan, tapi hantu itu masih ada dalam tubuhnya dan langsung mencekik Hyun Ji. Dia melihat Bong Pal datang dan langsung membanting Hyun Ji. Bong Pal berusaha menyerangnya, tapi hantu itu bergerak lebih cepat menghajarnya, menendangnya lalu mencekiknya.


Ibu datang saat itu dan langsung memanggil Eun Sung dan meminta maaf setulus hati "Ibu minta maaf, ibu yang salah. Ibu melakukan itu karena ibu hanya ingin kau berhasil. Tapi ibu salah, karena itulah jangan lakukan itu (membunuh Bong Pal). Jangan lakukan itu, Eun Sung-ah"


Si hantu langsung menjerit histeris melarang Ibu mendekat, tapi Ibu terus mendekat. Saat itulah tubuh Eun Sung mulai menolak roh yang merasukinya hingga akhirnya dia benar-benar terlepas dari hantu itu.


Ibu langsung memeluk Eun Sung dan Bong Pal akhirnya bisa terlepas dari cengkeraman si hantu. Tanpa raga, kekuatan hantu itu melemah dan Bong Pal membasminya dengan mudah.


Eun Sung tersentak bangun dengan jerit ketakutan dan langsung menangis dalam pelukan ibunya. Dia melihat lengan Ibu terluka dan ingat kalau dialah yang menyebabkan luka itu, Eun Sung langsung menangis penuh penyesalan dan meminta maaf.

"Tidak. Tidak apa-apa selama kau baik-baik saja"


Ibu dan anak itu saling berpelukan dan menangis penuh haru. Chun Sang dan In Rang datang tak lama kemudian, bergaya sok berani padahal sedari tadi mereka ketakutan.


Bong Pal dan Hyun Ji berjalan pulang bersama, mereka saling terdiam dan tampak jelas Hyun Ji sedang berpikir. Tiba-tiba dia berhenti di tengah jalan dan memberitahu Bong Pal bahwa ahjumma yang dia lihat dalam mimpinya, mungkin ibunya. Karena ahjumma dalam mimpinya itu menangis sedih sama persis seperti ibunya Eun Sung, jadi ahjumma itu pasti ibunya.

"Baguslah karena kau mendapatkan sebagian ingatanmu"

"Kalaupun dia bukan ibuku, setidaknya ada seseorang yang merindukanku"


Malam harinya, Bong Pal memberikan beberapa lembar soal ujian lagi pada Hyun Ji dan menyuruh Hyun Ji mengerjakannya dalam waktu 1 jam. Hyun Ji mengerjakan ujiannya dengan penuh semangat, terkadang dia bingung tapi terkadang pula dia tampak mengetahui jawabannya.

Beberapa saat kemudian, dia tegang menanti hasilnya. Bong Pal menatapnya dengan aneh lalu mendesah. Hyun Ji jadi cemas, apa nilainya dibawah 80? Bong Pal mengiyakannya, Hyun Ji frustasi. Tapi tiba-tiba Bong Pal tersenyum lalu menunjukkan nilainya Hyun Ji yang tenyata sukses mendapat skor 82.


Hyun Ji tentu saja langsung memekik senang, usaha kerasnya tak sia-sia. Bong Pal juga ikut senang lalu mengacak-acak rambut Hyun Ji. Kalau begitu sekarang Bong Pal akan memenuhi permintaannya, kan? Tentu saja, karena dia sudah berjanji. Lalu apa permintaan Hyun Ji?

"Ada sebuah tempat yang ingin sekali ku kunjungi"

"Dimana itu?"

"Taman hiburan"

"Taman hiburan? Memangnya kau anak kecil? Kenapa mau pergi ke sana?"

"Memangnya anak kecil doang yang pergi ke sana. Kau bilang kau akan mengabulkan permintaanku, ayo pergi ke sana"

"Baiklah, baiklah. Permintaan tidak terlalu besar, aku akan pergi bersamamu"

"Kalau begitu bisakah kita pergi besok. Kau bilang ujianmu selesai besok"

"Oke. Ujianku selesai jam 3 sore besok. Kita bertemu jam 4 di taman hiburan"

"Oke"


Di kantornya, Hye Sung tampak sedang membuat memotong-motong sebuah kertas dengan pisau bedah hingga membentuk gambar kupu-kupu (bagus juga hasilnya XD). Tapi tiba-tiba dia mendengar anjing-anjing peliharaannya menggonggong ribut.


Di kantor polisi, pak detektif menelepon dokter forensik yang mengotopsi mayat Hyun Joo untuk bertanya apa mungkin leher Hyun Joo patah di tempat mayatnya ditemukan. Dokter berkata tidak, jika lehernya dipatahkan setelah dia mati maka pasti akan ada bekas fisik yang terlihat jelas tapi tidak ada bekas seperti itu. Dokter menyimpulkan kalau leher Hyun Joo patah saat dia dicekik.

"Apa manusia cukup kuat untuk mematahkan leher manusia hidup?" tanya pak detektif.

"Bukan tidak mungkin. Tapi pasti sulit untuk ukuran orang biasa"

Rekannya pak detektif datang tak lama kemudian dengan membawa video rekaman CCTV di dekat tempat tinggal Hyun Joo. Dia tidak menemukan apapun dalam rekaman itu, tapi dia mendapati ada sesuatu yang aneh. Mereka lalu memutar rekaman itu.


Tampak Hyun Joo berjalan di sebuah gang lalu kemudian berhenti dan menatap ke samping. Seseorang muncul dari balik gang dan menghampiri Hyun Joo, tapi rekaman itu tiba-tiba buram lalu ngeblank.

Di sinilah letak keanehannya, karena petugas CCTV berkata kalau rekaman itu blank bukan karena kameranya rusak. Lebih anehnya lagi, rekaman itu kembali normal seperti sedia kala 5 menit kemudian, tapi Hyun Joo dan orang misterius itu sudah tidak ada.

"Dia tahu bagaimana cara mematahkan leher orang dan dia juga tahu bagaimana caranya memanipulasi kamera. Siapa sebenarnya orang ini?"


Hye Sung keluar untuk melihat apa yang membuat anjing-anjingnya menggonggong. Anjing-anjing itu langsung terdiam ketakutan saat mereka melihat Hye Sung muncul. Saat itulah Hye Sung sepertinya tahu dan langsung berpaling kembali ke ruangannya.


Kyung Ja masuk kedalam kantornya Hye Sung lalu melihat-lihat barang-barang yang ada di sana. Tiba-tiba dia mendengar suara getar hape dari dalam laci. Kyung Ja langsung usil membuka laci itu, dan langsung heran mendapati kartu pelajarnya Hyun Ji ada didalam sana. (ternyata dia yang nabrak Hyun Ji?)



Hye Sung tiba-tiba kembali, Kyung Ja tak mencurigai apapun malah senyam-senyum menatap Hye Sung. Melihat lacinya terbuka, Hye Sung langsung mendesah kesal. Dia menutup laci itu kembali lalu mengeluh "Menyebalkan sekali, dia bisa masuk sampai kemari. Sekarang aku punya masalah"

Kyung Ja tak mengerti maksudnya. Hye Sung mendengus licik lalu menoleh dan menatap mata Kyung Ja. Aargh! Jangan-jangan dia ngapa-ngapain Kyung Ja lagi.


Keesokan harinya, Bong Pal hendak berangkat ke kampus. Tapi terlebih dulu, Hyun Ji mengingatkan Bong Pal tentang janji pertemuan mereka jam 4 sore nanti. Sementara Bong Pal ujian, Hyun Ji bersiap-siap.

Sore harinya, Hyun Ji sudah menunggu di depan taman hiburan, dia tampak sangat bahagia dan antusias. Bong Pal pun baru selesai ujian dan keluar kelas. Saat dia baru keluar gedung, dia bertemu Seo Yeon. Mereka saling menyapa sebentar lalu berpisah.


Tapi saat dia baru berjalan beberapa langkah, seorang pengendara sepeda motor berbelok terlalu cepat sampai menabrak Seo Yeon. Bong Pal langsung cemas.

Hyun Ji masih terus menunggu tapi beberapa saat kemudian dia mulai kebingungan karena Bong Pal masih belum datang. Dia terus menanti dengan penuh harap sampai-sampai dia membayangkan pria lain adalah Bong Pal.


Bong Pal saat itu mengantarkan Seo Yeon ke rumah sakit. Lukanya memang tidak parah tapi Bong Pal tampak sangat cemas. Selama menunggu Seo Yeon dirawat, dia gelisah dan terus menerus menatap jam tangannya tapi Seo Yeon masih belum keluar.  Hyun Ji terus menunggu, menunggu dan menunggu... tapi bahkan sampai malam tiba, Bong Pal masih belum datang.

Bersambung ke episode 8

6 comments

makin penasaraan ep 8.. ditunggu kelanjutan nya..

KEREEEEN :)
di tunggu episode 8 nya :)
semangat :)

d.tunggu eps 8 nya makiin penasarannn
#fighting
#gomawo
.

penasaran sekali,, seperti apa hubungan hye sung sama bong pal dan jg hyun ji,,
takutnya trnyata bong pal jg trlibat dlm kecelakaannya hyun ji,, #pikiran saya mulai berkhayal😁😁😁

adegan hyesung ngelirik ke kyuung ja bener-bener bikin merinding, entah kenapa lebih merinding liat hyesung dibanding liat hantu-hantunya

Hyesung menyeramkan..kayanya dia yg dorong ibu na bong pal deh

Lanjut chingu..faighing

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon