Powered by Blogger.


Hyun Ji menyatakan permohonannya adalah dia ingin menarik pernyataan cintanya pada Bong Pal karena dia tak mau hubungan mereka jadi canggung, dia ingin bersama Bong Pal lebih lama. Bong Pal tampak jelas kecewa dengan permintaan itu dan langsung mengeluh, baru semalam Hyun Ji menyatakan cinta dan sekarang dia ingin Hyun Ji melupakannya.



Tiba-tiba kepala Hyun Ji berdengung hingga membuatnya pusing, Hyun Ji tak mengerti apa yang terjadi tapi tiba-tiba saja dia melihat tubuhnya sendiri perlahan menghilang dengan sendirinya. Awalnya Bong Pal hanya diam kebingungan tapi saat Hyun Ji memanggilnya dengan ketakutan akan apa yang terjadi dengan tubuhnya, Bong Pal langsung berlari menaiki tangga. Tangan mereka saling terulur tapi terlambat, tubuh Hyun Ji sudah menghilang sepenuhnya saat itu.


Bong Pal langsung mencari-cari Hyun Ji dengan panik. Tapi semenit kemudian dia melihat Hyun Ji perlahan muncul kembali di tempat semula. Bong Pal langsung menarik Hyun Ji kedalam pelukannya... "Jangan pernah menghilang lagi"


Di sebuah rumah, hantu perempuan berlinang air mata darah sedang menghampiri seorang pria muda yang tengah tidur lelap. Hantu itu lalu menindih tubuh si pria, membelai wajahnya lalu perlahan melingkarkan kedua tangannya mencekik leher pria itu. Entah apa yang terjadi karena kemudian kita hanya mendengar suara jerit kesakitannya.


Pulang ke rumah, Bong Pal dan Hyun Ji jadi semakin canggung, terutama Bong Pal yang sampai terbata-bata saat mengucap "Se-selamat malam"

Mereka kemudian berpisah. Bong Pal masuk kamar dan Hyun Ji duduk di sofa, tersenyum bahagia sambil mendekap bantal kursi. Sesaat kemudian, Bong Pal keluar lagi. Sambil melirik Hyun Ji dengan malu-malu, Bong Pal menyuruh Hyun Ji untuk tidur di dalam kamarnya saja mulai sekarang dengan alasan udara sangat panas dan dia tak tahan panas jadi dia mau tidur di sofa saja.

Dia bahkan langsung merebut bantal kursi yang sedang didekap Hyun Ji untuk dia dekap sendiri dan tersenyum senang saat melihat Hyun Ji masuk kamarnya.


Begitu sendirian di kamar, Hyun Ji teringat kembali pelukan Bong Pal. Kenangan indah itu membuat Hyun Ji langsung terkikik sambil menendang-nendangkan kakinya ke kasur, Hyun Ji sedang kasmaran dan Bong Pal tersenyum senang mendengarnya dari luar.


Sementara itu di kantor polisi, duo detektif sedang mendiskusikan Hye Sung. Tak banyak info yang mereka dapat tentang Hye Sung. Ayahnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan saat dia masih kecil, ibunya masih ada tapi Hye Sung tak pernah mengunjunginya. Dia sering sakit-sakitan semasa kecil, tapi tidak ada info penting lainnya.

Hye Sung menjalani hidupnya sebagai warga negara yang baik, selalu bayar pajak tepat waktu, bekerja sukarela di 5 tempat, memberikan pengobatan gratis untuk anjing-anjing liar, dan yang semua orang katakan tentangnya hanyalah pujian, tak ada seorangpun yang pernah melihat Hye Sung marah. Detektif kedua sungguh tak percaya ada orang yang memiliki otak, penampilan dan kepribadian sesempurna itu.

"Kau benar. Dia sangat sempurna. Dia terlalu sempurna untuk dikatakan sebagai manusia" ujar Detektif pertama

Lalu bagaimana, apa sebaiknya mereka mengubah rencana investigasi mereka saja, tanya detektif kedua. Detektif pertama bertanya apa dia sudah menemukan hapenya Hyun Joo. Detektif kedua berkata tidak, dia sudah menghubungi perusahaan mobile dan mereka berkata kalau hapenya Hyun Joo dimatikan didepan rumahnya.

Detektif pertama langsung menyuruhnya untuk mengecek kembali daftar panggilan Hyun Joo, siapa tahu ada seseorang yang mereka lewatkan. Dia juga menyuruhnya untuk mengecek lokasi dan jalan yang Hyun Joo lalui untuk kemudian dibandingkan dengan lokasi TKP tempat ditemukannya mayat Hyun Joo.


Pada saat yang bersamaan, si pembunuh Hyun Joo aka Hye Sung sedang menghadiri pemakaman Hyun Joo. Saat hendak pulang, dia mendengar beberapa pelayat menggosipkan kematian Hyun Joo yang dibunuh dengan cara dipatahkan lehernya. Di meja tak jauh dari sana, mereka melihat seorang pria muda bernama Eun Soo yang tampak menenggak berbotol-botol soju dengan sedih dan depresi.

"Siapa dia?" tanya seorang pria

"Semester lalu, dia memberitahu Hyun Joo bahwa dia menyukai Hyun Joo"

Hye Sung melirik Eun Soo sebentar lalu cepat-cepat pergi.


Di luar, dia berpapasan dengan Seo Yeon. Sejak bicara dengan kedua detektif, Seo Yeon sekarang tampak tak terlalu nyaman bicara pada Hye Sung. Berbeda dari biasanya, sikap Hye Sung kali ini tak terlalu ramah padanya lalu cepat-cepat pergi.


Dia menunggu didalam mobilnya dan sesaat kemudian dia melihat Eun Soo keluar dengan langkah sempoyongan. Entah apa yang sedang Hye Sung pikirkan, tapi sementara ini dia tidak melakukan apapun pada Eun Soo.


Hyun Ji terbangun keesokan paginya dan mendengar suara Bong Pal sedang sibuk memasak. Hyun Ji berjalan mendekat lalu berhenti di belakang Bong Pal untuk mengagumi sosok Bong Pal yang sedang memasak. Bong Pal menyadari kehadirannya tak lama kemudian dan memberitahu Hyun Ji untuk menunggu sebentar, sebentar lagi sarapannya siap.

Bahkan selama mereka makan, Hyun Ji terus menerus memandangi Bong Pal sambil senyam-senyum sendiri. Sekarang Hyun Ji mulai mengubah sikapnya jadi lebih feminine. Jika dulu dia makan dengan sangat rakus, sekarang dia makan nasi sangat sedikit dengan gaya elegan.

Dia langsung melotot begitu melihat daging dan hampir saja buka mulut untuk memakannya tapi kemudian mengurungkannya dan bersikap sok jaim lagi. Bong Pal keheranan sendiri melihat keanehan cara makan Hyun Ji, tapi Hyun Ji mengklaim kalau biasanya dia memang makan dengan cara seperti ini.


Saat mereka berjalan bersama, tak sengaja tangan mereka saling bersenggolan. Mereka langsung saling tersenyum canggung karenanya. Sesampainya di zebra cross, Hyun Ji iri melihat sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan. Lampu lalu lintas berubah hijau dan Bong Pal langsung mengajak Hyun Ji untuk lari, tiba-tiba dia menggandeng tangan Hyun Ji lalu membawanya berlari menyeberang jalan.


Mereka pergi ke perpus. Hyun Ji membantu Bong Pal mencari sebuah buku ekonomi. Bong Pal akhirnya menemukan buku itu terletak di rak atasnya Hyun Ji. Tepat saat dia hendak meraih buku itu, Hyun Ji berbalik dan langsung berhadapan dengan dada Bong Pal.

Hyun Ji langsung menunduk tersipu malu, Bong Pal pun langsung canggung saat menyadari kedekatan mereka. Seseorang lewat saat itu dan Bong Pal harus bergerak semakin mendekat ke Hyun Ji untuk memberi orang itu jalan. Mereka saling terdiam canggung sampai akhirnya Bong Pal sadar untuk menjauh.

Hyun Ji tak berani menatap mata Bong Pal setelah itu lalu cepat-cepat membuat alasan bahwa dia sedang ada urusan lalu menghilang. Bong Pal berusaha memanggilnya tapi tepat saat itu juga, buku yang tadi hendak diambilnya tiba-tiba terjatuh menimpa kepala.


In Rang memesan bento 4 porsi. Dia berkata kalau yang satu porsi dia pesan untuk Bong Pal. Chun Sang langsung kagum, sekarang sejak mereka bisa menghasilkan uang, In Rang jadi lumayan royal. Dia melihat ada satu porsi bento khusus daging sapi panggang, Chun Sang langsung kepedean mengira bento itu In Rang pesan untuknya.

Tapi In Rang langsung menampar tangannya dan merebut bento itu dari tangannya "Yang ini untuk Hyun Ji"


Chun Sang tak percaya mendengarnya, In Rang memesan bento ini untuk si malaikatnya itu? In Rang membenarkannya, bento ini untuk malaikatnya. Chun Sang langsung mengomelinya, In Rang sudah terlalu tergila-gila pada Hyun Ji hingga dia bisa saja mengabaikan negaranya sendiri.

"Cinta itu memang gila" kata In Rang membela diri

"Kau itu sudah gila. Kenapa tidak sekalian saja kau pacaran dengannya?"

"Aku malu"

"Kau memang sudah gila. Hei, kau itu manusia dan dia hantu. Apa kau tidak tahu apa artinya? Artinya dia itu sudah mati, mengerti? Kenapa kau tidak sekalian saja kau menikahinya dan punya anak dengannya?"

In Rang malah tersenyum makin lebar mendengar ide bagus itu. Chun Sang terus berusaha menyadarkan In Rang bahwa hantu tidak bisa hidup bersama dengan manusia. Tapi In Rang tak mendengarkannya, malah cekikikan malu-malu memikirkan ide Chun Sang untuk menikahi Hyun Ji.

Frustasi, Chun Sang akhirnya menyuruh In Rang untuk masuk rumah sakit jiwa Sam Il saja. Dia lalu mengambil bentonya, tapi In Rang langsung melarangnya makan sekarang. Mereka harus makan bersama Bong Pal dan Hyun Ji. Malaikatnya belum datang jadi Chun Sang tidak boleh makan duluan.


Hyun Ji muncul di taman kampus. Dia merasa jantungnya berdebar sangat kencang sampai terasa mau meledak. Tiba-tiba dia kepikiran Kyung Ja, seandainya Kyung Ja ada di sini maka mereka bisa membicarakan tentang Bong Pal. Tapi ngomong-ngomong tentang Kyung Ja, Hyun Ji mulai keheranan sendiri. Kenapa belakangan ini dia tidak melihat Kyung Ja? Kemana Kyung Ja?


Beberapa saat kemudian, Chun Sang sudah mulai kesal menunggu. Bong Pal akhirnya datang tak lama kemudian tanpa Hyun Ji. Dia mengira Hyun Ji ada di sana, tapi ternyata tak ada, kemana Hyun Ji? Apa dia sudah pulang? In Rang menyambutnya dengan hangat lalu menyapa Hyun Ji yang dia kira ada di samping Bong Pal.

Tapi begitu Bong Pal memberitahunya kalau Hyun Ji tidak bersamanya, sikap In Rang langsung berubah. Dia langsung menuntut dimana Hyun Ji. Bong Pal berkata mungkin Hyun Ji sudah pulang, In Rang kecewa dan Chun Sang langsung merebut jatahnya Hyun Ji dengan senyum licik.


Bong Pal memperhatikan keanehan mereka berdua lalu mendesah. Chun Sang jadi penasaran, apa Bong Pal sedang mengkhawatirkan sesuatu. Bong Pal mengaku bahwa dia ingin melakukan sesuatu untuk seorang wanita, tapi dia tak yakin apa yang harus dilakukannya.

Tapi kemudian dia berusaha mengelak bahwa sebenarnya ini bukan tentang dirinya tapi temannya. Chun Sang tentu saja tak percaya tapi dia membiarkannya saja lalu menawarkan diri untuk memberikan nasehat cinta. In Rang langsung pesimis, apa Chun Sang bahkan tahu apa itu cinta?

"Bayi sepertimu sebaiknya menjauh saja dari masalah ini. Mengerti?" ejek Chun Sang.

Chun Sang menasehati Bong Pal untuk mencari tahu terlebih dulu tentang tipe pria seperti apa yang si wanita itu sukai. Dia lalu menunjuk In Rang lalu mengolok-olok wajah jelek In Rang yang menurutnya tak mungkin menarik bagi wanita. Lalu apa sajakah daya tarik pria yang disukai wanita?


Dengan gaya lebai Chun Sang tiba-tiba mengayunkan kepalanya ke samping untuk memperlihatkan satu sisi wajahnya. Dia mengklaim bahwa pria haruslah memperlihatkan profil wajah dari arah samping, dia harus memperlihatkan jakun maskulinnya dan hidung mancungnya yang menunjukkan intelektualitas. Begitu wanita melihat semua itu, maka mereka pasti akan langsung jatuh cinta.


Langkah kedua adalah kontak mata. Pria harus menatap wanita dengan pandangan mata lembut dan dalam-dalam sedalam lautan. Saat pria menatap wanita dengan pandangan seperti itu maka wanita pasti akan langsung mencair seperti lautan es yang mencair karena pemanasan global.

Langkah ketiga, pria harus bisa membuat wanita tertawa saat wanita itu sedang sedih. Tiba-tiba dia mengucapkan guyonan garing yang tak sedikitpun membuat Bong Pal tertawa, tapi dia mengklaim bahwa daya tarik utama seorang pria adalah pria yang humoris.


Bagaimana? Apa ketiga nasehat itu cukup membantu? Saat Bong Pal diam, Chun Sang menepuk pundaknya dan meyakinkannya untuk tidak cemas, karena dia masih punya sisa 8 langkah lagi jadi total ada 11 langkah. Dia sudah hendak memberitahu langkah ke-4, tapi Bong Pal cepat-cepat menghentikannya. Sudah cukup.


Hyun Ji tak ada di rumah juga saat Bong Pal pulang tak lama kemudian. Dia mencoba memanggilnya tapi tak ada jawaban. Tapi Bong Pal menemukan foto-foto Seo Yeon yang Hyun Ji corat-coret dan juga tulisan Hyun Ji 'Bong Pal loves Hyun Ji' yang langsung membuatnya tersenyum.


Karena tak menemukan Hyun Ji di dalam rumah, Bong Pal naik ke atap. Dan di sanalah akhirnya dia menemukan Hyun Ji, dia langsung mengomeli Hyun Ji karena menghilang padahal dia sudah menyuruh Hyun Ji untuk selalu berada di sampingnya.

"Maaf"

Duduk di samping Hyun Ji, Bong Pal bertanya apa yang sedang Hyun Ji lakukan. Tak ada, jawab Hyun Ji. Tiba-tiba Bong Pal teringat nasehat cinta Chun Sang lalu langsung mengangkat wajahnya untuk memperlihatkan profil sisi wajahnya. Tapi Hyun Ji tidak ngeh maksudnya dan bertanya-tanya apa Bong Pal sedang sakit leher. Malu, Bong Pal beralasan kalau dia cuma sedang kaku leher saja.


Dia lalu menjalankan langkah kedua, kontak mata. Bong Pal pun langsung mempelototi Hyun Ji, tapi lagi-lagi Hyun Ji tidka ngeh maksudnya dan salah mengira kalau Bong Pal mau menantangnya lomba menatap. Gagal lagi, Bong Pal pun beralasan kalau dia sedang sakit mata.


Kalau begitu langsung ketiga, humoris. Bong Pal pun langsung mengucapkan berbagai macam goyunan, tapi semua goyunannya garing. Hyun Ji sampai heran sendiri, ada apa dengan Bong Pal hari ini? Apa dia baik-baik saja?


Karena semua rencananya merayu Hyun Ji gagal, Bong Pal pun mengajak Hyun Ji makan daging. Hyun Ji langsung senang bukan main. Bong Pal akhirnya menyadari bahwa cara terbaik untuk menarik perhatian Hyun Ji adalah dengan daging.


Mereka duduk sama di atap sampai malam tiba sambil menatap bintang-bintang di langit malam. Bong Pal ternyata punya banyak pengetahuan tentang perbintangan. Saat Hyun Ji menunjuk sebuah bintang yang bersinar paling terang, Bong Pal memberitahunya bahwa itu adalah bintang Altair lalu yang di sebelah kanan adalah bintang Vega dan yang membentang diantara kedua bintang adalah Milky Way.

 

"Ah, begitu yah. Aku baru tahu. Kedua bintang itu terpisah sangat jauh. Mereka pasti sedih, mereka hanya bisa saling bertemu setahun sekali (saat musim panas saja) dan mereka terletak saling berjauhan"

"Bukankah mereka seharusnya bahagia karena setidaknya mereka bisa saling bertemu? Bahkan sekalipun mereka hanya bisa saling bertemu sehari"

"Bagaimana bisa kau tahu banyak tentang perbintangan?"

"Ayahku yang mengajariku waktu aku masih kecil. Mau kuberitahu lebih banyak?"

Mereka lalu menghabiskan waktu membicarakan tentang bintang-bintang.


Tak lama kemudian, Bong Pal berbaring di sofa. Dia hendak tidur saat Hyun Ji tiba-tiba muncul dan bertanya apa dia sudah tidur. Bong Pal menyuruh Hyun Ji tidur saja, jika dia mau keluar besok. Belum selesai bicara, Hyun Ji langsung menyela antusias "Apa kita akan kencan besok?"

"Baiklah, kita kencan"

"Baiklah. Aku akan bangun lebih pagi besok. Met malam, mimpiin aku yah"


Keesokan paginya, Hyun Ji menghampiri Bong Pal yang sedang cuci piring. Dia lalu tanya Hyun Ji mau makan apa hari ini. Hyun Ji berkata kalau dia ingin seperti pasangan pada umumnya, makan di luar, minum teh bersama, nonton dan jalan-jalan bersama.

"Baiklah. Ayo kita melakukan apa yang biasanya pasangan lakukan" ujar Bong Pal lalu menggodai Hyun Ji dengan menempeli hidungnya dengan busa sabun. Jadilah mereka perang busa.


Beberapa saat kemudian, Bong Pal menunggu di luar dengan gugup lalu mengaca di mobil yang parkir di belakangnya... saat tiba-tiba saja jendela mobil terbuka. Ternyata di dalamnya ada orangnya dan mereka langsung menatap Bong Pal tajam. Malu deh! Bong Pal pun langsung meminta maaf dengan canggung. Tapi kenapa Hyun Ji lama sekali?


Ternyata Hyun Ji sedang galau memilih harus memakai baju yang mana untuk kencan pertamanya ini. Seragam sekolahnya atau setelan jas hitamnya. dia mencoba mix and match ketiga bajunya, tapi tak ada satupun yang cocok sampai dia jadi frustasi sendiri.


Dia akhirnya keluar setelah membuat Bong Pal menunggu cukup lama dan memutuskan untuk tetap memakai gaunnya dipadu dengan sepatu hitamnya. Bong Pal melihat Hyun Ji malu dengan penampilannya lalu membawa Hyun Ji ke sebuah toko baju wanita.


Dia lalu mengambil beberapa baju dan mencoba mencocokkannya untuk Hyun Ji. Mereka asyik sendiri tanpa mempedulikan penjaga toko yang geleng-geleng melihat Bong Pal bicara dengan udara, mungkin dia mengira kalau Bong Pal sudah gila.


Hyun Ji pun mulai mencobai baju satu demi satu dan Bong Pal yang jadi penilainya. Tak ada yang disetujui Bong Pal, sampai akhirnya dia ternganga kagum. Beberapa saat kemudian, Hyun Ji keluar dengan gaun mereka dan mereka berjalan bergandengan tangan, minum bersama dan bercanda tawa seperti pasangan kencan pada umumnya.


Tapi saking asyiknya larut dalam dunia mereka sendiri, mereka sampai tidak menyadari seseorang yang memandang Bong Pal dengan aneh. Bagaimana tidak aneh, dia melihat Bong Pal sedang bermain-main dan ngomong dengan udara kosong.


Mereka lalu ke bioskop dan Bong Pal memesan dua tiket. Petugas tiket menawari Bong Pal mau kursi reguler atau kursi pasangan. Bong Pal langsung menoleh ke Hyun Ji dan tersenyum, tapi tentu saja si petugas bingung karena tak melihat ada siapapun di sampingnya Bong Pal. Bong Pal memutuskan untuk mengambil kursi pasangan.

Hyun Ji tiba-tiba minta dibelikan popcorn ukuran jumbo. Bong Pal membelikannya lalu memberikannya pada Hyun Ji yang duduk di sebelahnya sambil bertanya apa Hyun Ji mampu menghabiskan semuanya. Tentu saja, jawab Hyun Ji.


Beberapa pasangan yang duduk di depan dan di sebelah mereka, langsung menatap Bong Pal dengan aneh. Apalagi Bong Pal duduk di kursi pasangan sendirian lalu tiba-tiba menyuapkan makanan ke sebelahnya yang tak ada siapa-siapa di sana.


Tentu saja mereka tak bisa melihat Hyun Ji. Mereka tak tahu kalau Bong Pal sedang kencan romantis dengan hantu. Hyun Ji senang, mereka benar-benar seperti pasangan.


Dari bioskop, mereka makan di restoran. Bong Pal memutuskan untuk memesan menu nomor dua. Pelayan yang mengira Bong Pal sendirian, langsung memberitahunya kalau menu nomor dua adalah menu untuk dua orang. Bong Pal tetap bersikeras memesan menu nomor 2 dan meminta pelayan untuk menuang air untuk gelas di depannya. Walaupun bingung, si pelayan tetap menurutinya dengan sopan. Tak lama kemudian, mereka makan bersama sambil saling menatap dan suap-suapan.

Bersambung ke part 2

10 comments

Aduhhhh yg kencan hiunji sama bong pal ko malah hati y nur yg deg degan y .lanjut terus y eonni bikin sinopsis y fitinggggg

This comment has been removed by the author.

Yg Kencan Mereka,,, yang meleleh siapa... *saya*

Baperrrr liat couple ini....semangattt nulis kak ^^..

Baperrrr liat couple ini....semangattt nulis kak ^^..

Aduuuuhhh,,, abis scene manis manis gini biasanya ada sesuatu hal yg ga ngenakin niih,,, huuaaaaaaaa

Aiiihhh... baper baper baper... lihat eh salah... baca kencan bongji... hahha...๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
Penulis jgn ikutan baper yaaa... harus tetep semangat... lanjutkan kebaperanku... hahha๐Ÿ˜€

huwwahh,, baper baper๐Ÿ˜‚
hbis ini pasti ada tangis2an dach๐Ÿ˜ฅ
gomawo unni,, SEMANGAT trs yaa๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Ich liat hyun ji kncan am bong pal jd senyum2 sbdri...smngat nulis sipnosisnya chingu...

Ich liat hyun ji kncan am bong pal jd senyum2 sbdri...smngat nulis sipnosisnya chingu...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon