Powered by Blogger.


Di sebuah danau, Go Ha Jin (IU) melihat bayangan wajahnya yang berantakan dan bibirnya yang terluka. Dengan frustasi dia menenggak soju.


Tapi kemudian dia menyadari seorang ahjussi gelandangan yang menatap sojunya dengan kepingin. Ha Jin pun memberikan soju itu pada si ahjussi yang langsung menenggaknya. Walaupun tak kenal ahjussi itu, tapi Ha Jin langsung curhat tentang penderitaan hidupnya.



"Ahjussi, apa kau pernah merasa ingin tidur selama ratusan atau ribuan tahun? Segalanya menjadi kacau dan kau tidak melihat adanya harapan untuk menjadi lebih baik. Kau memberitahu dirimu sendiri bahwa segalanya akan menjadi lebih baik, tapi kemudian hal lainnya berubah jadi kacau. Lebih baik aku tidur dan tidak pernah bangun lagi. Aku ingin melupakan segalanya, tapi tidak berhasil"

Dari pengakuannya, Ha Jin ternyata ditipu pacarnya yang meninggalkan hutang cukup besar padanya dan seorang wanita yang membodohinya kemudian lari bersama pacar brengs*knya itu. Dengan berlinang air mata, Ha Jin menyesal karena mempercayai sembarang orang.

"Apa kau tahu, ahjussi? Kupikir jika aku tidak berubah maka orang yang kupercayai dan kusukai tidak akan berubah juga. Tapi ternyata aku salah. Kenapa hidupku berubah seperti ini?" tangis Ha Jin

"Hidupmu tidak bisa berubah hanya karena kau menginginkannya. Mungkin jika kau mati dan hidup kembali" ujar Ahjussi dengan entengnya lalu berbaring tidur.


Tepat saat itu, Ha Jin melihat seorang anak kecil mengulurkan kakinya dari jembatan. Sepertinya anak itu ingin masuk ke perahu yang tertambat di dekatnya, tapi jaraknya cukup jauh dari jangkauannya. Awalnya Ha Jin tak mempedulikannya.

Dia menutup mata dan menghela nafas untuk menenangkan dirinya. Tapi tepat saat itu tiba-tiba terdengar suara sesuatu tercebur kedalam danau.


Ha Jin tak segera membuka mata dan masih berusaha menenangkan dirinya. Tapi saat dia membuka mata kembali sesaat kemudian, dia malah mendapati anak tadi sudah tak ada di tempatnya. Ha Jin langsung celingukan dan mendapati anak itu tenggelam di tengah danau.

Ha Jin langsung bangkit dengan panik. Dia langsung memanggil Ahjussi, tapi Ahjussi itu sudah ngorok dengan nyenyaknya. Ha Jin jadi makin panik. Tapi kemudian dia berusaha menenangkan dirinya, dia yakin pasti ada orang yang melihat anak itu dan akan menyelamatkannya.

Tapi saat dia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu, tidak ada satu orang pun yang memperhatikan anak tenggelam itu. Dia terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa pasti akan ada seseorang yang menyelamatkan anak itu. Tapi pada akhirnya, kecemasannya semakin hebat dan akhirnya dia memutuskan untuk melompat kedalam danau sambil berteriak frustasi... "Kenapa harus aku lagi!"


Baru saat itulah, orang-orang mulai melihat apa yang terjadi. Ayah si anak langsung mengambil perahu untuk menyelamatkan mereka berdua. Ahjussi gelandangan terbangun saat itu dan melihat sepatu yang ditinggalkan Ha Jin. Tapi saat dia berpaling ke langit, dia melihat matahari mulai meredup karena gerhana.


Ha Jin mengangkat anak itu terlebih dulu kedalam perahu. Tapi saat Ayah si anak hendak menolong Ha Jin, gerhana mulai menutupi matahari dan tiba-tiba saja Ha Jin seperti tertarik oleh suatu kekuatan gaib yang menariknya makin dalam ke air.


Saat dirinya tenggelam semakin dalam, Ha Jin teringat akan kilasan-kilasan hidupnya belakangan ini. Saat dia memergoki pacarnya berciuman dengan wanita lain, lalu dia menampar si wanita lain itu dan berkelahi dengannya, tapi si pacar malah membela wanita lain itu, lalu saat dia dikejar-kejar oleh sekumpulan ahjumma.


Ha Jin semakin jauh tenggelam kedalam kegelapan bersamaan dengan gerhana yang telah sepenuhnya menutupi matahari.


Saat gerhana itu perlahan meninggalkan matahari, kita beralih melihat seorang pengendara kuda yang sedang memacu kudanya dengan diikuti oleh beberapa orang di belakangnya.

Si pengendara kuda itu tengah menuju Songak, Ibukota kerajaan Goryeo. Sekilas, kita melihat wajahnya yang setengah tertutup oleh topeng. Dia dan para pengikutnya berhenti sebentar dan melanjutkan perjalanan kembali setelah matahari kembali menyinari bumi.


Setibanya dia di pasar, orang-orang langsung berhamburan dengan heboh untuk menghindarinya. Orang-orang itu tampak jelas ketakutan padanya, mereka bahkan memanggilnya 'Wolfdog'. Dia adalah Pangeran ke-4 kerajaan Goryeo, Wang So (Lee Jun Ki). So berhenti sebentar di tengah jalan saat perhatiannya teralih melihat sebuah tusuk rambut cantik yang dijual seorang pedagang.


Sementara itu di istana, para pengeran lain sedang berkumpul di kolam pemandian. Marilah kita berkenalan satu per satu. Yang paling ceria adalah Pangeran ke-10, Wang Eun (Baekhyun). Lalu adiknya adalah pangeran ke-14, Pangeran Wang Jung (Ji Soo). Bersama-sama, kedua pangeran ini masuk kedalam kolam air panas sambil bermain-main riang.


Sementara yang duduk mengawasi mereka adalah Pangeran ke-3, Wang Yo (Hong Jung Hyun). Sepertinya dia pangeran yang temperamental. Pelayan salah menuang air sedikit saja, dia langsung main tangan.

 

Tapi untunglah pelayan itu selamat berkat kehadiran Pangeran ke-8, Wang Wook (Kang Ha Neul). Dan sepertinya dia seorang pangeran yang lembut dan baik hati.


Lalu ada Pangeran ke-9, Wang Won (Yoon Sun Woo), yang sepertinya terobsesi pamer otot. Lalu ada Pangeran ke-13, Baek Ah (Nam Joo Hyuk). Semuanya pamer body seksi kecuali Wang Eun :P

Ternyata mereka mandi bersama sebagai persiapan menjelang ritual spiritual. Wook bertanya apakah kakak ke-4 belum datang, seharusnya dia ikut mandi bersama mereka jika dia ikut menghadiri ritual ini nantinya. Yo dengan kesal menyuruh Wook untuk tidak usah memikirkan So. Wook mengaku kalau dia memikirkan So karena hanya So yang seumuran dengannya.

"Ini pertama kalinya So hyungnim menghadiri acara ritual spiritual, bukan? Aku penasaran apakah Yang Mulai punya alasan khusus mengundangnya" Baek Ah bertanya-tanya


Eun mendengar adanya rumor yang mengatakan kalau kakak ke-4 mereka membunuhi keluarganya di Shinju dengan sangat brutal seperti serigala yang membunuh manusia. Baek Ah tak percaya dengan rumor itu, tapi Eun bersikeras karena dia mendengar rumor itu dari para pendatang yang berasal dari Shinju.

Jung juga tak mempercayai rumor itu. Bagaimana mungkin So membunuhi mereka padahal keluarga itu dijaga oleh para prajurit kerajaan. Bagaimana pula So bisa mengalahkan para prajurit itu, dia kan tidak pernah memiliki seorang guru bela diri.

"Jung, kau dan So hyungnim berasal dari ibu yang sama. Kau tidak akan pernah tahu kapan kau akan berubah menjadi serigala juga" goda Eun


Yo langsung membentak Eun dengan kesal dan tersinggung karena Yo juga terlahir dari ibu yang sama dengan So dan Jung.

Dia menekankan bahwa So hanya akan sebentar saja di sini, dia akan kembali ke Shinju setelah ritual spiritual selesai, jadi dia memperingatkan mereka semua untuk tidak asal bicara. Wook cepat-cepat meredakan amarah Yo dengan memberitahu Yo kalau mereka cuma bercanda dan berjanji akan mengomeli Eun nanti.


Eun pun langsung mengalihkan perhatian semua orang dengan mengajak mereka untuk bertaruh siapa yang bisa mengambang paling lama lalu menceburkan dirinya kembali ke kolam air panas lagi. Tapi tepat setelah dia menceburkan dirinya, seorang wanita muncul dari dalam air.

Dia adalah Ha Jin tapi dia memakai pakaian zaman Goryeo. Tidak ada yang langsung menyadari kehadirannya, Ha Jin pun kebingungan melihat tempat asing itu. Dia lega karena ternyata dia masih hidup, tapi dimana ini?


Eun baru melihatnya tak lama kemudian. Dan saat mereka saling bertatap mata, sontak keduanya langsung sama-sama menjerit kaget.

"Siapa kau? Kenapa ada gadis di sini..."

Saat itulah para pangeran yang lain berpaling ke arah mereka dan sama-sama terkejut melihat kehadiran wanita kolam mereka. Eun langsung berlari kembali ke saudara-saudaranya sementara Ha Jin celingukan bingung sampai akhirnya dia bertatap mata seorang wanita pelayan bernama Chae Ryung yang tampak bersembunyi di balik bebatuan.


Pelayan itu mengisyaratkannya untuk cepat-cepat keluar dari kolam sambil berbisik memanggilnya "Agassi, agassi..."

Ha Jin celingukan bingung. Dan saat Yo memanggil pengawal untuk menangkapnya, Ha Jin pun cepat-cepat pergi menghampiri Chae Ryung. Eun berusaha mengejarnya, tapi gagal karena terjatuh ke air terus menerus. Pangeran yang lain tampaknya tidak mengenalinya, tapi Wook diam-diam bergumam... "Hae Soo"


Chae Ryung menyeret Ha Jin melewati sebuah gua sambil mengomeli Ha Jin karena masuk ke kolam pangeran dan memanggilnya 'Agassi'. Chae Ryung terus menyeret Ha Jin sampai mereka keluar dari gua tanpa mempedulikan Ha Jin yang mulai sakit kepala. Baru ditengah jalan dia berhenti dan bertanya apakah Ha Jin baik-baik saja sekarang.

Ha Jin tak menjawab karena kepalanya sakit dan ucapan Chae Ryung membuatnya semakin kebingungan, sama sekali tidak mengerti apa maksud Chae Ryung dengan sebutan agassi dan pangeran. Aneh sekali, bagaimana bisa dia ada di sini.

Chae Ryung terus menyeretnya pergi, tapi Ha Jin bertahan dan bertanya apa wanita itu mengenalnya? Dimana tempat ini? Dan apa yang dilakukannya di sini.

Chae Ryung keheranan melihat keanehan sikap agassi-nya. Tapi dari ekspresi agassi-nya itu, dia menyadari kalau agassi-nya ini tampaknya benar-benar lupa dengan tempat apa ini... "Ini area pemandian terbesar di Songak"


Ha Jin melihat sekeliling tempat itu dan semakin shock melihat beberapa orang yang sedang mandi dengan memakai pakaian tradisional. Bingung, Ha Jin pun berpikir kalau dia pasti sudah mati dan tempat ini adalah alam baka, lalu pingsan seketika.


Wang So dan para pengikutnya tiba di depan gerbang istana. Tapi sebelum dia masuk kedalam istana, kepala pengawalnya mengingatkannya untuk segera kembali ke Shinju setelah ritual selesai. Dan karena So adalah keluarga angkat Keluarga Kang, kepala pengawal meminta So untuk menjunjung tinggi nama keluarga angkatnya di hadapan raja nanti.

"Keluarga angkat? Kukira selama ini aku jadi tawanan" sindir So sinis


So pun masuk kedalam istana seorang diri. Tapi begitu dia turun, dia langsung menghunus pedang dan menebaskannya ke kudanya. Busyet! Para pengawal istana yang menyaksikan kebengisan So, langsung gemetar ketakutan. Saat seorang kepala pengawal istana memberitahunya bahwa dia tidak diperbolehkan menggunakan pedang didalam istana, So dengan santainya menyerahkan pedangnya pada si pengawal itu.


Dengan ketakutan, si pengawal berusaha mengusir So dengan sopan dan berkata bahwa dia akan menyiapkan kuda agar So bisa kembali ke Shinju. Tapi So menolak kembali ke Shinju. Seorang pria menyaksikan kejadian ini dari lantai atas bangunan. Hmm... dia kan si ahjussi gelandangan yang ada di abad modern.

So berhenti untuk melihat istana itu dan membantin "Aku tidak akan kembali lagi. Tidak akan kubiarkan diriku kembali ke Shinju sebagai tawanan"


Hae Soo pun akhirnya terbangun, tapi dia mendapati dirinya di sebuah tempat asing dan seorang wanita asing yang tampak sakit-sakitan, sedang duduk menungguinya. Dan yang membingungkannya, dia memperhatikan wanita itu memakai pakaian bangsawan kuno.

Wanita itu dan Chae Ryung memanggilnya dengan nama 'Hae Soo', dan mereka tampak senang melihat Ha Jin siuman. Dan Chae Ryung menyebut nyonya bangsawan itu dengan nama 'Nyonya Hae'.

Kebingungan, Hae Soo mengklarisikasi bahwa namanya adalah Go Ha Jin dan bukannya Hae Soo. Dia tidak mengerti kenapa mereka memanggilnya Hae Soo atau agassi.

Teringat saat dia tenggelam, Hae Soo langsung mengerti semua keanehan ini "Oh, iya. Aku sudah mati"

"Nona tidak mati" ralat Chae Ryung


Kaget, Ha Jin langsung mencubit dirinya sendiri dan mendapati dia memang belum mati dan tidak pula bermimpi. Dia langsung keluar kamar dan semakin shock saat melihat rumah itu adalah bangunan tradisional dengan banyak pelayan yang sedang mengerjakan tugas masing-masing.


Dengan panik dia bertanya pada Nyonya Hae "Dimana ini? Tidak, tidak... aku siapa?"

Mengira Hae Soo sudah hilang ingatan, Nyonya Hae pun memberitahunya bahwa namanya adalah Hae Soo sementara dia sendiri adalah sepupu ke-6 Hae Soo. Shock, Hae Soo berpikir jangan-jangan rohnya masuk kedalam tubuh orang lain.

Nyonya Hae dengan lembut menasehati Hae Soo untuk mengingat dirinya dan tempat ini. Ini adalah Songak dan rumah ini adalah kediaman Pangeran ke-8, Wang Wook.


"Songak?... Kalau begitu, apa ini Goryeo? Kerajaan sesudah Goguryeo, Baekje dan Silla... Goryeo yang itu?"

Nyonya Hae membenarkannya. Ha Jin semakin panik, dia lalu bertanya siapa raja yang sedang berkuasa sekarang. Nyonya Hae dengan kebingungan menjawab, tentu saja raja pertama yang mendirikan kerajaan ini. Hae Soo semakin shock, berarti sekarang adalah pemerintahan Raja Taejo Wang Geon.


Di istana, Raja Taejo tengah rapat bersama para pangerannya minus So dan para pejabat istana. Raja tampak marah lalu melempar seekor burung mati pada mereka. Burung mati itu adalah pencicip makanan putra mahkota hari ini yang ternyata beracun dan burung itu langsung mati seketika bahkan sebelum dia menelan satu gigitan.


Raja langsung memerintahkan pelaku percobaan pembunuhan putra mahkota segera ditangkap. Tapi salah seorang menteri bernama Wang Shik Ryeom malah berkata menangkap pelakunya tidak akan mengubah keadaan. Shik Ryeom berpendapat bahwa putra mahkota tak layak menjadi putra mahkota.

Dia tidak pernah bersikap layaknya seorang putra mahkota. Bahkan saat pertemuan majelis, putra mahkota hanya menerima salam dari utusan asing lalu pergi. Putra mahkota biasanya cuma ada di medan pertempuran atau mengunjungi pemandian air panas. Selain itu, ada rumor yang mengatakan kalau putra mahkota menderita penyakit yang tak bisa disembuhkan.


Tepat saat Shik Ryeom mengucapkan kata-kata itu, Putra Mahkota aka Pangeran ke-1 Wang Moo, tiba di luar pintu dan mendengar Shik Ryeom memohon pada Raja untuk menurunkan Moo sebagai putra mahkota dan mencari kandidat putra mahkota baru.


"Apa kalian semua setuju dengannya?" Raja menanyakan pendapat para pangeran "Katakan, siapa diantara kalian yang kalian pikir lebih pantas mengisi posisi itu kecuali putra mahkota?!"

Mereka semua terdiam canggung sampai Wook maju duluan, berlutut pada Raja dan memohon agar Raja menarik kembali kata-kata itu. Wook mengklaim bahwa tidak ada satupun diantara mereka yang ingin menjadi putra mahkota. Baek Ah langsung ikut berlutut, diikuti dengan Yo dan pada akhirnya semua pangeran yang hadir ikut berlutut dan menyuarakan pendapat yang sama, meminta Raja untuk menarik kembali ucapan itu.


Raja lalu memanggil ahli perbintangan, Choi Ji Mong (Kim Sun Kyun). Ji Mong lalu berceloteh panjang lebar tentang perbintangan putra mahkota. Dia mengklaim bahwa bintang Wang Moo adalah bintang royalis yang setiap hari selalu bersinar paling terang di angkasa. Yang artinya, Wang Moo pantas menjadi putra mahkota.


Raja mengingatkan para pejabat bahwa Moo adalah pangeran yang telah berperang bersamanya dalam berbagai perang dan membantunya mendirikan kerajaan ini. Karena itulah, Raja memutuskan Moo yang akan memimpin ritual pengusiran arwah itu nanti. Yo tampak tak suka mendengarnya, tapi dia hanya diam.


Setelah rapat usai, Wang Shik Ryeom menemui salah satu istri raja, Ratu Yoo. Dia adalah ibu dari Pangeran Yo, Jung dan So. Entah apa yang Shik Ryeom bisikkan pada Ratu Yoo, tapi kemudian Ratu Yoo dengan senyum sinis berkomentar bahwa Wang Moo ternyata sangat beruntung dan panjang umur. Hmm... mungkin kasus peracunan makanan itu ada hubungannya dengan mereka.


Seorang pelayan datang untuk memberitahukan kedatangan Pangeran So yang sedang menunggu di luar. Tapi Ratu Yoo menolak bertemu dan ngotot menyuruh pelayan untuk membuat alasan kalau dia sedang sakit. So kecewa saat pelayan mengutarakan alasan itu lalu ia pun berbalik pergi.


Ha Jin mengurung diri di kamarnya, memikirkan keanehan yang terjadi padanya ini. Teringat saat dia tenggelam, Ha Jin berpikir kalau dia pasti sudah mati waktu itu dan gadis bernama Hae Soo ini juga pasti tenggelam dan mati didalam air juga.

"Lalu aku ini Go Ha Jin atau Hae Soo?" batinnya bingung


Walaupun dia tidak mengerti bagaimana dia bisa tiba di zaman Goryeo dan masuk kedalam tubuh gadis ini, tapi kemudian Ha Jin berusaha menyemangati dirinya sendiri untuk berpikir positif. Di tempat ini, dia punya kesempatan baru untuk hidup. Dia meyakinkan dirinya bahwa dia sangat beruntung. Yang harus dia lakukan hanyalah tidak sampai ketahuan kalau dia bukan Hae Soo.


Tapi... dia bukan Hae Soo, jadi dia pasti akan ditangkap. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia juga tidak tahu dunia seperti apa di luar sana. Dia bahkan tidak punya banyak pengetahuan tentang Goryeo. Dia tidak ingat siapa raja selanjutnya setelah Raja Taejo. Apa mungkin setelah Raja Taejo adalah Raja Gwangjong?


Nyonya Hae dan Chae Ryung terus berusaha menggedor-gedor pintu kamar Ha Jin dengan cemas. Wook tiba saat itu langsung menghampiri istrinya yang batuk-batuk dengan cemas. Setelah menenangkan nafasnya, Nyonya Hae memberitahu Wook bahwa Hae Soo tadi tenggelam dalam air dan baru keluar setelah dua jam. Bahkan menurut tabib, Hae Soo sempat berhenti bernafas.

Dia hidup kembali sekarang. Tapi sepertinya gara-gara insiden itu, dia jadi hilang ingatan dan tidak tahu namanya sendiri. Nyonya Hae cemas kalau-kalau Hae Soo akan melakukan sesuatu yang berbahaya pada dirinya sendiri.


Wook pun ikut cemas dan beberapa saat kemudian, pintu kamar Hae Soo tiba-tiba roboh ditendang Wook. Dan dia mendapati Hae Soo tengah meringkuk ketakutan di lantai.

Bersambung ke part 2

10 comments

Kayanya seru. Tapi masih bingung sama nama-nama pangerannya wkwk.

beda sih sma versi china ny tapi tetep seru koq coz ada jung ki.. meski sedih juga sma pangeran k 13 nya.. beda banget sama versi china nya.. T.T

Iya masih binggung dg nama2 pangerannya,
Jd wangi wook sdh punya istri ya?

Ini timeline sama kayak wang so nya Empress Ki bukan? # justcurious

Omg,,, harus begadang buat ngapalin nama" pengerannya..

Omg pangerannya banyak bgt, perlu usaha keras untuk mengingat namanya.. Hehe

This comment has been removed by the author.

Nama pangeran nya banyak , jadi belom hafal

Msti di ikutin drakornya,smbil hafalin nma2 pangeran nya,bnyak bgt😁

Msti di ikutin drakornya,smbil hafalin nma2 pangeran nya,bnyak bgt😁

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon