Powered by Blogger.



Wook menemukan Ha Jin (dia mengenalnya sebagai Hae Soo) meringkuk ketakutan di lantai. Dengan lembut Wook meminta Hae Soo untuk tidak takut, dia yang membawa Hae Soo kemari jadi dia akan membantu Hae Soo sampai akhir. Ha Jin membatin keheranan mendengar ucapan Wook itu, Wook yang membawanya kemari?


"Menghindari masalah ini takkan mengubah apapun. Kau harus kuat" ujar Wook mengulurkan tangan pada Hae Soo dan meminta Hae Soo untuk mempercayainya.


Melihat tangan Wook yang terulur padanya, Ha Jin berpikir kalau dia tidak bisa kembali ke masanya dan tidak bisa pula mengubah apa yang sudah terjadi. Tapi dia memutuskan untuk terus bertahan hidup lalu mengulurkan tangan ke Wook.


So menatap istana dan teringat masa kecilnya. Saat itu dia melihat kedua orang tuanya bertengkar.

Flashback,


Ratu Yoo tak terima Raja Taejo ingin menikah lagi padahal mereka baru saja kehilangan putra sulung mereka. Bagaimana bisa Raja menikah lagi disaat mereka masih berduka, apa Raja tidak sedih. Tapi Raja tetap bersikeras dengan keputusannya untuk menikah lagi karena hanya ingin cara untuk melindungi Goryeo selatan yang saat ini tengah berada dalam bahaya.


Ratu Yoo langsung mengambil So kecil lalu mengancam Raja dengan menempelkan sebuah belati ke leher So kecil dan menyuruh Raja untuk memilih, menikah atau anaknya? Goryeo atau nyawa putranya? Raja memperingatkan Ratu Yoo bahwa dia tidak akan bisa menghentikan pernikahannya dengan perbuatannya itu.


Marah, Ratu Yoo langsung mengayunkan belatinya untuk membunuh So kecil. Tapi Raja berhasil menangkap tangannya tepat waktu. Mereka saling bergulat dengan So kecil di tengah-tengah mereka. Dalam pergulatan itu, tak sengaja belati itu melukai wajah kecil So. Hmm... luka itu pasti meninggalkan bekas hingga sekarang So harus menutupi setengah wajahnya dengan topeng.

Flashback end,


Raha berjalan-jalan bersama Ji Mong lalu berhenti saat mereka melihat So dari kejauhan. Ji Moong bertanya apakah Raja mengundang So ke istana untuk menjadi pelindung Putra Mahkota. Tapi Raja mengaku bahwa dia tidak yakin apakah So akan perisai untuk Putra Mahkota atau malah menjadi pedang yang akan membunuh Putra Mahkota.


Sekarang Ha Jin sudah mulai menyesuaikan diri untuk hidup di kediaman Wook dan menjadi Hae Soo (kalau begitu kita panggil dia Hae Soo mulai sekarang).

Pagi itu, Chae Ryung mengajaknya keliling rumah besar itu. Dan dengan alasan hilang ingatan, Hae Soo banyak bertanya-tanya untuk mencari informasi tentang diri Hae Soo yang asli. Chae Ryung memberitahunya bahwa Hae Soo suka main anak panah dan bulu tangkis dan juga menanam salah satu pohon di rumah itu.

"Jadi aku suka main bulu tangkis, anak panah dan aku di sini untuk menemani sepupu ke-6 ku. Namaku Hae Soo dan kau adalah pelayanku, Chae Ryung-ssi, iya kan?"

Chae Ryung heran mendengar kalimat Hae Soo yang sopan itu, Hae Soo pun cepat-cepat mengubah cara bicaranya dengan casual. Dia meyakinkan Chae Ryung untuk tidak usah cemas karena dia adalah tipe orang yang cepat dalam mempelajari sesuatu.


Tapi Chae Ryung tak terlalu percaya dengan hilang ingatan itu, dia yakin kalau Hae Soo pasti berbohong. Dia lalu memaksa Hae Soo untuk mengatakan yang sebenarnya, apa jangan-jangan Hae Soo punya affair dengan suami wanita lain atau punya banyak hutang.

Hae Soo kaget "Hae Soo itu perempuan semacam itu? Jadi dia pura-pura jadi wanita baik-baik tapi keluar malam-malam untuk bertemu pria?"

"Dia tidak seburuk itu" jawab Chae Ryung... sebelum dia menyadari ucapan Hae Soo yang jelas-jelas terdengar sangat aneh. Kenapa Hae Soo membicarakan dirinya seolah dia sedang membicarakan orang lain? Chae Ryung menduga cemas kalau Hae Soo pasti terluka sangat parah sampai dia jadi seperti ini.

Hae Soo langsung mengomeli dirinya sendiri, seharusnya dia diam saja. Dia bisa dianggap gila kalau dia bilang dia bukan Hae Soo. Dia mencoba mengetes Chae Ryung dengan memberitahu Chae Ryung bahwa ada wanita lain yang hidup dalam dirinya. Dan sesuai dugaannya, Chae Ryung menatapnya dengan aneh seolah dia sudah tidak waras. Hae Soo pun mengklaim kalau dia cuma bercanda.


Saat dia menggerak-gerakkan wajahnya, Hae Soo tiba-tiba menyadari kulitnya bagus dan kencang. Hae Soo langsung senang, sudah lama kulit tubuhnya tidak sebagus ini. Dia sama sekali tidak menyangka kalau wanita zaman Goryeo merawat tubuhnya dengan baik padahal mereka makannya cuma sayuran. Chae Ryung malah jadi semakin panik melihat keanehan sikap nonanya itu.


Sementara itu, Ji Mong sedang bekerja membuat teropong bintang dari bambu. Para pangeran datang tak lama kemudian dan terkagum-kagum melihat alat aneh yang tergantung di langit-langit. Ji Mong dengan bangga memberitahu mereka bahwa alat itu namanya pesawat.

Itu adalah benda yang bisa terbang di angkasa seperti burung yang suatu saat nanti di masa depan akan digunakan oleh keturunan mereka untuk bepergian ke negeri asing.


Yang lain kagum tapi Yo berpendapat kalau itu cuma omong kosong. Dia lalu bertanya apakah ucapan Ji Mong tentang ramalan bintang Putra Mahkota itu benar. Tersinggung, Ji Mong mengklaim kalau dia tidak berbohong. Baek Ah pun langsung menantang Ji Mong untuk membaca peruntungannya hari ini. Jika ramalannya benar maka dia akan menganggap ramalan Ji Mong tentang Putra Mahkota benar.

Ji Mong pun langsung berceloteh tentang kelahiran Baek Ah yang ditakdirkan beruntung dengan para wanita. Tapi Eun langsung meremehkan ramalannya itu, semua orang juga tahu kalau semua wanita menyukai Baek Ah. Sekarang mereka sudah dewasa jadi mereka tidak mudah percaya lagi dengan omongan Ji Mong.


Para pangeran bercanda tawa dengan ceria sampai saat Won bertanya-tanya kenapa So tidak datang menyapa Yo padahal dia dengar kalau So sudah tiba di istana. Jung mendengar cerita kalau So membunuh kudanya dengan sangat sadis begitu dia tiba di istana.

"Kalau dia seperti itu, aku juga tidak mau disapa olehnya" ujar Yo

"Dia mungkin lebih menderita daripada kita. Jangan seperti itu, dia tetaplah saudara kita"


Dan tepat saat itu juga, So datang. Beberapa pangeran kaget dan ketakutan melihatnya dan hanya Wook satu-satunya diantara para pangeran yang menyapa So. So menatap mereka sekilas, membalas sapaan Wook singkat lalu pergi. Baru setelah So berlalu pergi, beberapa pangeran yang ketakutan bisa bernafas dengan lega.


Hae Soo sedang berjalan-jalan lagi dengan Chae Ryung. Dari kejauhan, Hae Soo melihat Wook juga sedang berjalan-jalan dengan istrinya. Melihat betapa perhatiannya Wook pada Nyonya Hae, Hae Soo bertanya penasaran seperti apa Pangeran ke- itu.

"Dia pria terbaik di seluruh Goryeo. Dia berpendidikan seperti para cendekiawan di luar sana. Dia yang terbaik diantara 25 pangeran. Banyak yang meyakini bahwa Pangeran ke-1 tidak seharusnya menjadi putra mahkota, seharusnya pangeran kita (yang jadi putra mahkota)"

Hae Soo berpikir, apa mungkin Wook yang nantinya jadi Raja Gwangjong? Hae Soo melihat Wook benar-benar sangat perhatian pada istrinya dengan membantu memakaikan sepatu sang istri, hal itu membuatnya teringat akan sikap Wook yang juga penuh perhatian dan lembut padanya malam itu. Ingatan itu membuat Hae Soo berpikir bahwa sepertinya dia bisa mempercayai Wook.


Dia terus menatap Wook dengan penuh kekaguman. Wook melihatnya tapi langsung mengalihkan perhatiannya kembali pada istrinya.


Tiba-tiba seorang wanita muda lain datang dan langsung membentak Hae Soo yang bersikap tidak sopan karena menatap pria beristri.


Wanita itu adalah Putri Yeon Hwa. Chae Ryung langsung membungkuk hormat. Tapi Hae Soo yang tidak mengenalnya, dan hanya menatap Yeon Hwa dengan heran. Panik melihat diamnya Hae Soo, Chae Ryung cepat-cepat memaksa Hae Soo untuk membungkuk hormat pada Yeon Hwa.

"Biarkan saja. Kudengar dia hilang ingatan. Tapi sepertinya dia juga kehilangan sopan santun. Sepertinya tidak ada salahnya kalau kau belajar dari awal" walaupun ucapannya terdengar manis, tapi jelas kata-kata Yeon Hwa itu bersifat menyindir pedas.

Tentu saja sebagai wanita dari zaman modern, Hae Soo tak terima dengan sikap Yeon Hwa yang merendahkannya itu. Yeon Hwa dengan senyum manis memperingatkan Hae Soo bahwa dia akan melakukan tindakan kasar kalau sekali lagi dia mendapati Hae Soo menatap suami wanita lain.


Hae Soo menilai Yeon Hwa terlebih dulu sebelum balas tersenyum dan melabrak "Kalau kau tidak menyukaiku, bilang saja. Aku bisa melihat kalau kau cuma berusaha mencari alasan untuk memarahiku. Itu tidak mempan padaku, aku sudah terbiasa diperlakukan seperti itu"

Yeon Hwa terperangah mendengar kelancangan Hae Soo. Saking kesalnya, dia langsung mengatai Hae Soo perempuan jalang. Hae Soo tak terima dan langsung mempelototi Yeon Hwa. Tapi perdebatan mereka terhenti dengan cepat saat Wook membentak mereka.


Wook lalu membawa Hae Soo ke perpustakaan. Melihat Hae Soo cuma menatapnya dalam diam, Wook berkomentar kalau Hae Soo sepertinya lupa cara menyapa orang sejak kecelakaannya. Hae Soo pun langsung membungkuk dan menyapa Wook tapi dengan sapaan ala modern "Annyeonghaseyo"

"Mereka bilang kalau hilang ingatan. Kalau begitu kau juga pasti tidak ingat padaku"

"Katanya anda Pangeran ke-8"

Wook bertanya-tanya, saat Hae Soo memata-matai para pengeran di kolam waktu itu sebelum atau sesudah dia hilang ingatan. Hae Soo mengaku tidak ingat. Lalu apa yang akan Hae Soo lakukan sekarang? tanya Wook. Dia akan memberi izin jika Hae Soo ingin melakukan sesuatu. Saat istrinya membawa Hae Soo ke rumah ini, dia sudah berencana untuk mengawasi Hae Soo.


Terserah Hae Soo saja, dia mau mendapat pengobatan lagi ataupun pulang kembali ke kampung halamannya. Wook berasumsi kalau Hae Soo mungkin akan kesulitan tinggal di sini setelah ingatanya hilang, jadi dia akan mencarikan tempat tinggal lain untuk Hae Soo.

Hae Soo malah heran mendengarnya, kenapa Wook harus mengurusinya. Walaupun dia sepupu Istrinya Wook tapi tetap saja dia bukan jenis orang yang suka menerima sedekah orang lain. Dia bisa mengurus dirinya sendiri. Wook malah keheranan dengan pilihan kata-kata yang Hae Soo gunakan, tidak mengerti beberapa arti kata yang Hae Soo gunakan (karena Hae Soo menggunakan beberapa kata modern).

Hae Soo tidak menjelasnya dan hanya menegaskan bahwa intinya dia akan tetap tinggal di rumah ini. Dia tidak ingat apapun jadi dia tidak bisa pergi ke tempat lain. Wook tiba-tiba berkeliling dari rak ke rak lain sementara Hae Soo terus berusaha mengikutinya sambil berceloteh bahwa dia orang pintar dan cepat dalam mempelajari sesuatu, dia akan menghadapinya sendirian dan tidak akan menjadi beban bagi Wook.


Tiba-tiba Wook menghilang diantara rak. Tapi saat Hae Soo berbalik, dia malah hampir bertubrukan dengan Wook. Mereka berdiri dalam jarak yang sangat dekat hingga membuat Hae Soo terpana dan tegang dengan kedekatan mereka tapi juga tidak menjauh.

"Kau... seperti orang yang berbeda" ujar Wook "Kita tidak pernah sedekat ini. Cara bicaramu dan perilakumu, kau orang yang berbeda"

Wook menyatakan kalau dia tidak akan mempermasalahkannya. Dia tidak akan memaksa Hae Soo untuk mengingat dan tidak akan pula mempermasalahkan apakah Hae Soo memata-matai para pengeran. Dia hanya memperingatkan Hae Soo untuk tidak membuat istrinya cemas. Hae Soo mengiyakannya lalu cepat-cepat pergi.


So melihat-lihat buku-buku di rak bukunya Ji Mong dan mendapati beberapa buku-buku di sana ternyata buku gambar p*rno. Ji Mong tiba-tiba muncul di belakangnya dan memberitahu So bahwa itu buku baru, apa So mau pinjam? So langsung membuangnya dan bertanya kenapa Ji Mong ingin bertemu dengannya.


Ji Mong pun memberitahunya bahwa dayang istana yang menyajikan makanan beracun pada Putra Mahkota, ditemukan mati tergantung tapi pembunuhan itu disamarkan sebagai tindak bunuh diri. Itu menandakan kalau pelakunya pasti anggota keluarga kerajaan, mungkin pula salah satu pangeran.

"Temukan pelakunya"

"Memangnya aku anjing?" protes So "Orang-orang selalu memanggilku anjing serigala. Sekarang kau benar-benar menggangapku anjing sungguhan"

Tapi Ji Mong memberitahu So bahwa jika So tidak ingin lagi hidup sebagai tawanan dan kembali ke Songak maka ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk So. Saat Su masih tidak mempercayainya, Ji Mong memberitahunya bahwa ini adalah keinginan Putra Mahkota.


Putra Mahkota Moo datang saat itu. Choi menjelaskan bahwa mereka menerima informasi adanya rencana untuk membunuh Moo dalam acara ritual nanti. Moo berjanji jika So berhasil menangkap pelakunya maka dia akan mengabulkan permintaan So. So pun langsung mengutarakan keinginannya, bahwa dia ingin tinggal di Songak.


Hae Soo ikut menghias lentera menjadi bentuk bunga teratai bersama Nyonya Hae dan putri Yeon Hwa tapi dia gagal terus menempelkan hiasannya. Yeon Hwa lagi-lagi memanfaatkan saat itu untuk menyindir pedas Hae Soo dengan nada manis dan menyuruh Hae Soo istirahat saja.

Tapi Hae Soo tidak mau dan terus ngotot untuk tetap membantu. Yeon Hwa pun langsung memerintahkan Hae Soo untuk mengejarkan yang lain saja, membuat lem. Hae Soo langsung menerima pekerjaan itu dengan senang hati.


Tapi beberapa saat kemudian, dia malah menggerutu kesal karena pekerjaan membuat lem itu ternyata jauh lebih susah dan melelahkan.


 Hae Soo memutuskan untuk istirahat sebentar untuk merebahkan dirinya lalu olahraga sedikit. Tepat saat itu, Wook lewat dan keheranan melihat Hae Soo melakukan gerakan-gerakan aneh.


Baru beberapa saat kemudian Hae Soo teringat dengan pekerjaannya lalu kembali mengaduk-aduk lemnya dan menyadari Wook yang sedang menatapnya. Sambil cengengesan, Hae Soo menjelaskan kalau Yeon Hwa menyuuhnya membuat lem.

Wook dengan geli berkomentar "Kau bilang kau akan mempelajari semuanya dan menghadapinya sendirian. Sepertinya kerjamu bagus juga. Kau orang yang cukup... hebat"


Wook lalu bergabung bersama saudara-saudaranya dimana mereka sedang latihan tari pedang. Semuanya melakukannya dengan baik kecuali Eun. Saat dia diprotes, dia malah menggerutu dan ngambek.


Mereka memutuskan untuk istirahat sebentar dan berkumpul di paviliun. Won bertanya tentang rumor yang mengatakan bahwa Raja akan menyerahkan tahtanya pada Putra Mahkota. Ji Mong kaget mendengar rumor itu lalu cepat-cepat pergi dengan alasan mau menemui Putra Mahkota.

Wook langsung mengomeli Won, dia cemas kalau Raja sampai tahu tentang rumor itu. Yo membela Won dan mengklaim bukan cuma Won saja yang penasaran. Lagipula Ji Mong juga tidak menyangkal gosip itu.


Setelah istirahat, Hae Soo berjalan pergi bersamaan dengan Ji Mong yang lewat. Hae Soo melihatnya dan langsung teringat kalau dia adalah ahjussi gelandangan. Hae Soo langsung berlari mengejarnya sampai keluar istana tapi kehilangan jejak di tengah jalan.


Saat itu juga, So memacu kudanya dan membuat para pejalan kaki berhamburan panik menghindarinya tapi Hae Soo baru melihat So yang memacu kuda ke arahnya beberapa saat kemudian.

 

Seorang pejalan kaki tak sengaja menyenggol Hae Soo hingga Hae Soo goyah dan tubuhnya oleng ke arah sungai yang dalam.


Tapi So bergerak secepat kilat menyelamatkannya, menggapai tubuh Hae Soo dan mengangkat Hae Soo ke kudanya.

Bersambung ke episode 2

5 comments

Daebaakk mbk imaaa..😊akhirnya nemu blog nya mbk ima jg..setelah hanya bisa baca sinopsis mbk ima lewat kutudrama...sukaa sm tulisan mbk ima..jelas dan mudah dimengerti..😘😘maasih sinopsisnya ya mbkkk...#meskipuntelatbacanya 😁😁

Kaya nya seru nih cerita drama nya, tapi nama pangeran nya banyak amat.😁😁

Kaya nya seru nih cerita drama nya, tapi nama pangeran nya banyak amat.😁😁

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon