Powered by Blogger.


Wook berusaha menyelamatkan Hae Soo dari cengkeraman So dengan memberitahu So bahwa gadis itu adalah sepupu istrinya dan tidak ada hubungannya dengan insiden ini. Tapi So tetap bersikeras menolak melepaskan karena gara-gara Hae Soo lah dia jadi kehilangan kesempatannya mendapatkan informasi dari si pembunuh itu.


"Aku... aku hanya tersesat" ucap Hae Soo dengan tangis gemetaran. Tapi So tetap bersikeras menolak mempercayainya.

Wook akhirnya menjatuhkan pedangnya dan meyakinkan So bahwa prajurit istana sedang mengejar para pembunuh yang lain. So pasti akan tahu kalau Hae Soo tidak bersalah. Karena itulah dia memohon pada So untuk melepaskan Hae Soo. So akhirnya mengalah dan mendorong Hae Soo ke Wook.


Wook mencemaskan leher Hae Soo yang berdarah. Tapi Hae Soo dengan ketakutan menunjuk suatu arah dan memberitahu mereka ada beberapa orang bertopeng yang mati di sebelah sana.


Moo dan Ji Mong menunggu cemas di istana. Moo menyesali tindakannya yang menyuruh So untuk menggantikannya. Tapi Ji Mong meyakinkannya untuk tidak merasa bersalah karena So sendirilah yang mau menerima tugas ini. Moo tidak suka dengan ucapan Ji Mong, tentu saja dia salah karena dia membahayakan nyawa adiknya.


Pagi hampir tiba saat Wook dan So tiba di tempat yang ditunjuk Hae Soo. Tapi tidak ada apapun disana. So langsung marah mengira Hae Soo berbohong. Hae Soo pun bingung tapi dia sangat yakin dengan apa yang dilihatnya, orang-orang itu dibunuh.

"Mereka dibunuh? Siapa yang membunuh mereka?" bentak So

"Aku tidak tahu!" balas Hae Soo


Wook dengan tenang menyelidiki tempat itu dan mendapati bercak-bercak darah di bambu, itu menunjukkan memang ada pembunuhan di tempat ini. Dia menduga pemimpin pembunuhan itu pasti sudah membunuh anak-anak buahnya sendiri. Dan dilihat dari cara mereka menyingkirkan mayat-mayat itu dengan cepat, bisa disimpulkan kalau semua ini sudah direncanakan dengan matang.


So jadi semakin marah karena pembunuh tadi adalah saksi mata terakhir tapi sekarang dia malah mati. Wook berusaha meredakan kemarahan So dan berjanji akan berusaha mencari jejak saat hari mulai terang nanti. Dia berusaha membujuk So untuk mengobati luka tangannya dulu. Tapi So menolak dengan kasar. Dia melirik Hae Soo dengan kesal sejenak lalu pergi.


Hae Soo langsung terjatuh lemas setelah So pergi. Wook mengajaknya pulang tapi Hae Soo malah menangis sesenggukan sambil menggerutui So yang selalu mengancam akan membunuhnya setiap kali mereka bertemu padahal dia mengejar So cuma karena dia ingin mengembalikan barang yang So tinggalkan.

Wook bingung dan berusaha menenangkan Hae Soo dengan canggung. Tapi Hae Soo malah menarik bajunya Wook hingga Wook terjatuh. Dia tidak bisa tenang, takut So akan benar-benar membunuhnya. Tadi saja So menyuruh si pembunuh untuk membunuhnya... "Aku salah apa?" isak Hae Soo

Geli melihat kehisterisan Hae Soo, Wook langsung memeluknya dan berusaha memenangkannya "Sudah, sudah. Tidak apa-apa. Berhentilah menangis, ayo pulang"


Ratu Yoo kesal memikirkan kegagalan rencana mereka gara-gara So yang ternyata bertukar posisi dengan Moo. Yo datang tak lama kemudian. Ratu Yoo mengeluhkan kesal tentang So yang ikut campur padahal jika rencana ini berhasil, Yo pasti sudah diangkat sebagai putra mahkota sekarang. Tapi masalah ini pasti akan membuat Raja membatalkan penurunan tahtanya untuk sementara waktu.

Yo meyakinkan ibunya bahwa dia sudah menghilangkan semua jejak dengan rapi, semua pembunuh sudah mati. Dia mengaku kalau dia juga terkejut melihat melihat So menggantikan posisi Moo. Ji Mong juga susah ditebak. Yo yakin kalau mereka punya hubungan yang tidak diketahui orang-orang.

Ratu Yoo yakin kalau So pasti pernah belajar bela diri, tapi tidak mungkin Keluarga Kang yang mengajarinya. Ratu Yoo ingin tahu siapa orang yang pernah ditemui So dan apa yang sedang dia rencanakan. Jika Ji Mong ada hubungan dengannya, maka mungkin Raja juga ada hubungan. Yo tidak yakin karena orang-orang bilang tidak ada seorangpun yang pernah menemui So selama dia berada di Shinju.

"Awasi dia. Kita harus tahu apa yang dia pikirkan agar kita tahu apakah harus menyingkirkannya ataukah menjadikannya sekutu kita. Jangan lupa, Goryeo harus menjadi milik salah satu putraku"


Putri Yeon Hwa membantu mengobati luka tangan So dan bertanya berapa lama So akan tinggal di Shinju. Dia berharap So akan tinggal di Songak seperti pangeran yang lain. So mengaklaim kalau dia berbeda dari Wook, dia lebih memilih hidup menangkap binatang buas di gunung.

Tapi Yeon Hwa tak percaya "Kau jadi mahir menyembunyikan pikiranmu"


Setelah selesai mengobati lukanya, Yeon Hwa membantu menyeka wajah So. Tapi dia langsung berhenti saat tangannya tak sengaja menyentuh topengnya So. Mereka saling terdiam tegang. Yeon Hwa berusaha melanjutkan dengan canggung, tapi So langsung menjauh.

"Istirahatlah. Aku akan menyuruh pelayan merawatmu" ujar Yeon Hwa

Dia hendak pergi, tapi So memanggilnya "Aku sering bertanya-tanya kau akan tumbuh jadi perempuan seperti apa"

Yeon Hwa tersenyum malu-malu mendengar pujian So itu.


Hae Soo juga sedang diobati oleh Chae Ryung sementara Nyonya Hae mengomelinya dan bertanya kenapa Hae Soo masuk kedalam hutan. Hae Soo langsung tegang. Dari balik Nyonya Hae, dia melihat Wook diam-diam mengisyaratkannya untuk merahasiakan masalah itu.

Hae Soo pun berbohong, mengaku kalau dia tersesat. Wook membantu menjelaskan bahwa orang yang melakukan itu pada Hae Soo adalah orang yang berusaha membunuh Putra Mahkota, syukurlah Hae Soo selamat.

"Aku memang sangat beruntung. Fakta kalau aku terluka sekecil ini saja sudah merupakan suatu keajaiban" timbrung Hae Soo dan membuat Wook diam-diam tersenyum geli.


Setelah Hae Soo pergi, Nyonya Hae berterima kasih karena Wook telah menyelamatkan Hae Soo. Ia jua meminta maaf karena selalu menjadi beban bagi Wook. Tapi Wook menyangkalnya, dia tidak pernah menganggap Hae Soo sebagai beban, justru Hae Soo adalah sumber kebahagiaannya. Hah?

Wook mengaku bahwa orang-orang disekitarnya selalu mengatakan tentang kesulitan hidup mereka, banyak hal yang orang-orang inginkan darinya. Tapi Hae Soo berbeda, dia maju menyatakan kalau dia akan melakukan segalanya seorang diri "Itu membuatku bahagia. Rasanya seperti udara segar"

Nyonya Hae tentu saja heran dan gelisah mendengar nada bicara suaminya yang terdengar penuh cinta dalam membicarakan Hae Soo.


Di tengah jalan, Hae Soo bertemu dengan So lagi. Dia langsung membeku ketakutan. Dia berusaha melarikan diri secepat mungkin, tapi So langsung memanggilnya. So jadi tegang apalagi Chae Ryung ketakutan dan langsung meninggalkannya. So semakin mendekat, Hae Soo dengan gugup mengklaim kalau dia sudah memberitahukan semua yang dia tahu.

Tapi So tak percaya. Dengan kasar dia mencengkeram dagu Hae Soo dan memaksanya mengingat segalanya sekali lagi. Wook datang saat itu dan memaksa So untuk melepaskan genggamannya dari Hae Soo. Baru setelah So melepaskan cengkeramannya, Hae Soo mengingatkan sesuatu.


Diantara orang-orang berpakaian hitam itu, ada satu orang yang mengenakan pakaian berbulu dan orang itulah yang memberi perintah untuk membunuh. Hae Soo tidak melihat wajahnya, tapi dia yakin kalau orang itu adalah pemimpinnya. Pikiran So dan Wook langsung mengarah ke Yo, satu-satunya diantara mereka yang memakai baju bulu.


"Siapa lagi yang mengetahui masalah ini?" tanya So

"Tidak ada seorangpun yang merecokiku selain anda"

"Lupakan semua yang kau lihat di hutan"

Hae Soo hendak protes. Tapi Wook setuju dengan So. Hae Soo akan lebih aman jika tidak ada seorangpun yang tahu tentang apa yang Hae Soo lihat di hutan itu. Hae Soo akhirnya mengalah dan pamit. Tapi saat dia hendak pergi, So dengan kesal memperingatkannya untuk tidak muncul di hadapannya lagi.

Tidak terima, Hae Soo langsung berbalik dan melabraknya. Memangnya apa salahnya? So menyuruh si pembunuh itu untuk membunuhnya. So bahkan berkata akan membunuhnya sendiri. Lalu apakah dia harus diam tanpa melakukan? Dia hanya melakukan apa yang harus dilakukannya untuk bertahan hidup, lalu haruskah dia mati begitu saja?

"Apakah ingin hidup itu... sebuah kejahatan?" tangis Hae Soo "Semua orang ingin hidup. Kenapa kau mengincarku"

So tak menjawab dan langsung pergi. Kesal, Hae Soo refleks memakinya "Dasar baj*ngan!"


Wook mengantarkan Hae Soo kembali ke kamarnya dan menyalakan beberapa lilin untuknya. Menurutnya lebih baik jika Hae Soo tidur dengan penerangan karena dia baru saja mengalamani kejadian yang tak mengenakkan.

Tapi Hae Soo justru mencemaskan Wook, karena gara-gara dialah Wook jadi membunuh orang. Dia cemas Wook akan mengalami mimpi buruk atau stres gara-gara pembunuhan yang dilakukannya tadi.

Tapi Wook malah bingung, sulit apanya? Dia mengaku kalau dia tidak pernah mengalami mimpi buruk setiap kali terjadi hal-hal seperti ini. Hae Soo kaget, jadi maksudnya Wook sudah sering membunuh orang. Menyadari dirinya keceplosan, Hae Soo langsung tutup mulut.


Wook mengaku bahwa pertama kali dia mencabut nyawa seseorang adalah saat dia berumur 11 tahun. Waktu itu ada pencuri masuk ke kamar yang ditinggali Ibunya dan Yeon Hwa. Dan dia membunuh pencuri itu dengan belati, sama seperti yang dilakukannya pada si pembunuh tadi.

Wook mengaku tidak pernah bermimpi buruk dan merasa bahagia bisa melindungi keluarganya dengan tangannya sendiri, tapi ekspresi wajahnya tampak muram.

Hae Soo yang memperhatikan ekspresinya, tentu saja tak mempercayai klaim Woo itu. Wook jelas masih mengingatnya, jika dia tidak bisa melupakannya lalu bagaimana dia bisa merasa nyaman akan hal itu "Kau jelas hanya berusaha menahannya dan hidup dengan menanggung beban itu"

"Ini adalah beban yang harus kutanggung saat aku lahir jadi aku harus menanggungnya"


Hae Soo berusaha menghiburnya dengan meyakinkan Wook bahwa dia tidak akan bergantung pada Wook, dia berjanji tidak akan membebani Wook agar Wook bisa hidup dengan nyaman. Wook tidak usah mencemaskannya, dia bisa hidup sendirian dengan baik. Wook tersenyum mendengarnya, sepertinya sejak hilang ingatan, Hae Soo jadi lebih berani.

Tapi... bahasa apa tadi yang Hae Soo gunakan "Apa itu stre... stres?"

Sadar kalau dia sudah keceplosan memakai bahasa modern, Hae Soo cuma bisa cengengesan.


Raja bertemu dengan Moo dan So, membicarakan penyerangan terhadap Putra Mahkota. Raja meyakini bahwa musuh yang melakukan penyerangan ini adalah musuh yang kuat. Moo melapor bahwa para pembunuh itu adalah pemain akrobat dan dia akan mencari tahu siapa yang sudah memasukkan mereka kedalam istana.


Raja langsung berpaling ke So dan menanyakan lukanya. So kaget tapi juga senang mendengar perhatian Raja itu. Tapi kemudian Raja bertanya kenapa So tinggal di kediaman Putra Mahkota. So berkata karena Putra Mahkota lah yang telah menyelamatkan hidupnya 15 tahun yang lalu, jadi dia ingin tinggal di Songak untuk mencari tahu siapa orang yang mendalangi penyerangan itu.

Jika Raja mengizinkan, dia berjanji akan mencari tahu pelakunya. Raja setuju lalu memerintahkan Ji Mong untuk memberitahu Keluarga Kang di Shinju bahwa akan tinggal sementara waktu di istana dan bekerja untuknya. Ji Mong diam-diam ikut senang untuk So.


Para pangeran berkumpul bersama. Won penasaran apakah So benar-benar tidak pernah belajar bela diri. Masalahnya dia memperhatikan saat ritual, Wook melakukan gerakan-gerakan bela diri dengan sangat baik. Yo mengklaim kalau itu cuma keahlian So berkat pengalamannya berburu binatang buas.

Jung yakin kalau keahlian So itu bukan dipelajarinya seorang diri, dia yakin kalau So pasti pernah dilatih dengan baik oleh seseorang. Tapi Yo tetap yakin dengan pendapatnya sendiri, lagipula tidak mungkin Keluarga Kang melatih tawanan mereka dengan ilmu bela diri. Tapi kalau mereka punya informasi, dia ingin mengetahuinya.


Wook mendengarkan segalanya dalam diam, tapi kemudian dia bertanya apakah malam itu Yo tidak ikut mengejar para pembunuh? Yo mengklaim kalau dia ikut mengejar mereka, tapi dia salah arah jadi dia kehilangan jejak.

"Kudengar kau pergi ke hutan yang sama. Kupikir setidaknya kau akan menangkap salah satunya" sindir Wook halus

"Aku juga menyesalinya. Jika aku ada di sana, apa mungkin mereka akan lolos begitu saja?" balas Yo

Bersambung ke part 2

7 comments

ak merasa klu so sbnerny panik pas leher soo berdarah.. kata2ny yg ga friendly sbnerny kebalikanny.. so dingin dluar tpi hangat ddalam.. ehh.. iaa ga sih.?

Koq sebel banget yak ama Ratu Yoo astaga.. So itu anak na kan. Koq jahat amat sih.

yeeeayy akhirnya ada yg share sinopsis'y lebih cepat dari dugaanku. terimakasih banyak dan aku tunggu yg bagian 2'y.... semangat!!!

So dan wook sebenarnya sama-sama perhatian sama hae soo tapi cara penyampaiannya aja yang berbeda...keduanya nampak tertarik sama hae soo bakalan ada perebutan sengit nih ma ntar...

Terimakasih sudah mau buat sinopsis nya, lanjut terus yaa...

Sejauh ini menarik.....

wook sm istrinya kyk ga maching deh,,,hehe salah fokus

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon