Powered by Blogger.

Marilah kita melihat apa yang sebenarnya terjadi sebelum Sung Moo kehilangan wajahnya...


Soo Bong pamit mau membeli makan malam. Sung Moo masih sangat sibuk dengan gambarnya jadi dia menjawab Soo Bong dengan sambil lalu. Tapi sesaat setelah Soo Bong keluar, Sung Moo tampak memikirkan sesuatu. Dia memanggil Soo Bong kembali tapi Soo Bong sudah benar-benar pergi.


Sung Moo akhirnya mencari sendiri dokumennya. Tapi saat membuka salah satu file, foto monster pemakan bangkai manusia terjatuh dari file itu. Sung Moo langsung menyobek-nyobek foto monster itu.


Tapi tepat saat itu juga, layar monitornya tiba-tiba menyala terang dan terdengar suara si pembunuh yang sekarang memiliki suaranya.

"Sekarang kau memenuhi janjimu" ujar si pembunuh dari dalam monitor. Sung Moo sontak shock.

Si pembunuh melihat wajah barunya dari cermin dan langsung senang "Benar, inilah aku. Aku adalah kau. Wajah ini sangat cocok denganku... kau juga ingin membunuh Kang Chul, sama sepertiku"


Dalam flashback, setelah Sung Moo berusaha menusuk Chul di atap dan melarikan diri, si pembunuh tiba-tiba menghentikannya dengan mencengkeram bajunya. Sung Moo shock melihat si pembunuh tak berwajah itu.


"Saat itulah aku menyadari bahwa kau dan aku berbagi satu jiwa" ujar si pembunuh. Karena itulah wajah yang Sung Moo berikan ini, benar-benar sangat cocok untuknya.

Setelah cahaya monitornya meredup. Sung Moo yang ketakutan, langsung berusaha melakukan sesuatu. Tapi tepat saat itu juga, tangan si pembunuh keluar dari dalam monitor dan mencengkeram bajunya. Sung Moo berusaha melepaskan diri, tapi si pembunuh tiba-tiba keluar dari dalam monitor dan Sung Moo harus berhadapan dengan pembunuh berwajah sama sepertinya.

"Lepaskan, aku sudah memenuhi janjiku"

"Benar, kau sudah memenuhi janjimu. Tapi sekarang kau berusaha membunuhku, kau bekerja sama dengan Chul untuk membunuhku. Itu namanya pengkhianatan. Semua yang kulakukan hanyalah menuruti perintahmu. Kau adalah aku, dan aku adalah kau. Kau harus mengikuti perintahku mulai sekarang" desis si pembunuh lalu menarik Sung Moo ke monitor dan mencuri jati diri Sung Moo hingga Sung Moo kehilangan wajah dan suaranya.


Soo Bong kembali tak lama kemudian, tapi malah shock hebat melihat Sung Moo yang sekarang jadi mengerikan tanpa wajah dan bicara dengan suara mesin yang menakutkan dan kalimatnya terucap melalui tulisan-tulisan melayang di udara. Soo Bong langsung terhenyak saking shocknya dan menjerit-jerit ketakutan sampai pingsan saat Sung Moo semakin mendekatinya.


Dari dalam monitor, si pembunuh memerintahkannya untuk duduk kembali dan Sung Moo langsung menurut. Si pembunuh lalu menyuruh Sung Moo untuk menggambarkannya sebuah pistol yang bagus dan Sung Moo lagi-lagi langsung menggambarnya sesuai keinginan si pembunuh (wew, dia menggambar tanpa mata loh). Tidak cuma pistol, dia juga menyuruh Sung Moo untuk menggambar peluru yang sangat banyak karena dia mau membunuh banyak orang.


Begitulah bagaimana si pembunuh mendapatkan senjata untuk membunuh orang-orang didalam studio program acara W. Tepat saat MC acara mengumumkan rekaman sosok penyerang Kang Chul, si pembunuh tiba-tiba muncul di sana melalui pintu kemana saja (yang aku yakin juga digambar oleh Sung Moo).

Dia langsung menembak MC acara tepat di kepalanya hingga MC mati seketika. Karena begitu mendadaknya serangan itu, semua orang kebingungan dan tak bisa segera mencerna apa yang terjadi. Satu per satu, korban berjatuhan hingga semua orang langsung berhamburan berusaha melarikan diri dari sana.


Si pembunuh lalu menampakkan dirinya di panggung dan menyapa Chul melalui kamera dengan senyum ceria. Dengan penuh kebanggaan dan membentangkan kedua tangannya lebar-lebar, dia memberitahu Chul kalau sekarang akhirnya dia bisa muncul menampakkan diri di hadapan Chul setelah 10 tahun tidak bisa melakukannya.

"Inilah aku. Bagaimana wajahku? Aku sangat menyukainya" kata si pembunuh sambil terkekeh.


Dia memberitahu Chul bahwa mereka akan sering bertemu nantinya lalu menembaki kamera satu per satu hingga kontak antara studio dan ruang kontrol terputus. Setelah itu dia menghilang kembali melalui pintu kemana saja yang langsung menghilang sedetik kemudian hingga para sekuriti pun kehilangan jejaknya.


Chul berlari kedalam studio dan mendapati tempat itu penuh darah dan rintihan kesakitan pada korban dan beberapa diantaranya sudah tak bernyawa.

Kembali ke masa kini...


Yeon Joo melihat berita TV menyiarkan wajah si pembunuh dan langsung ternganga shock melihat wajah si pembunuh adalah ayahnya sendiri. Yeon Joo benar-benar bingung, apa-apaan semua ini? Kenapa Ayahnya mengganti ceritanya lagi? Apa sebenarnya yang direncanakan ayahnya?

Yeon Joo berpaling mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruang UGD yang sekarang begitu ribut dan para petugas medis berlalu lalang dengan panik menyelamatkan nyawa para korban.

"Lalu bagaimana denganku? Kenapa aku ada di sini lagi? Chul bahkan tidak mengenaliku" pikir Yeon Joo


So Hee membawa Chul ke lorong yang sepi dan menyuruh Chul melakukan konferensi press untuk mengklarifikasi berita yang menyebutkan kalau Chul terluka parah. Do Yoon datang dengan membawa kabar buruk kalau polisi masih belum menemukan si pembunuh itu. Anehnya lagi, tidak ada seorangpun yang tahu bagaimana si pembunuh datang dan pergi. Bahkan tidak ada satupun kamera CCTV yang menangkap penampakannya.


Chul akhirnya melakukan konferensi press-nya di lobi dan mengklarifikasi bahwa dia tidak terluka sama sekali bahkan tidak ada di studio saat penembakan itu terjadi, tapi dia suda melihat pesan video si pembunuh yang ditujukan padanya. Salah seorang reporter bertanya apakah si pembunuh itu adalah pembunuh yang membunuh keluarganya Chul 10 tahun yang lalu.

"Dia bilang sendiri kalau dia kembali setelah 10 tahun"

"Kalau begitu dia adalah pembunuhnya dan anda mendapat tuduhan palsu karena investigasi buruk kepolisian"

"Saat ini bukan saat yang tepat membicarakan hal itu, tapi seseorang sudah pasti harus bertanggung jawab atas perkara itu. Dia membiarkan si pembunuh lepas, menuduh korban sebagai pembunuh dan membiarkan si pembunuh melakukan pembunuhan massal"


Jelas ucapannya merujuk pada Han Cheol Ho. Siaran konferensi press itu ditonton oleh Cheol Ho yang langsung ngamuk, tidak terima dengan tuduhan Chul padanya.


Yeon Joo sedang membantu salah seorang pasien saat tiba-tiba seorang dokter melihatnya dan langsung heran karena dia tidak mengenali Yeon Joo, apalagi dia melihat logo di jasnya Yeon Joo yang jelas-jelas menunjukkan kalau Yeon Joo bukan berasal dari rumah sakit ini.

Curiga, dokter itu langsung menegur Yeon Joo. Siapa dia? kenapa dia ada di sini? Kaget, Yeon Joo cepat-cepat beralasan kalau sepertinya dia salah mengambil jas milik saudaranya yang kerja di rumah sakit lain lalu berusaha melarikan diri dengan tenang. Tapi dokter itu tetap curiga dan mengejarnya.

Yeon Joo tidak bisa keluar karena pintu dihadang oleh sekuriti. Panik, dia langsung masuk ke area lain dan bersembunyi di balik loker.


Dan karena rumah sakit itu memiliki struktur bangunan yang sama persis dengan rumah sakitnya di dunia nyata, Yeon Joo langsung pergi ke ruang intern untuk membuang jasnya ke tempat sampah dan menggantinya dengan jas rumah sakit itu. Saat dia kebingungan harus kemana, dia melihat beberapa kotak soju di meja.


Yeon Joo akhirnya menyembunyikan diri ke atap dengan membawa soju itu. Saat dia hendak meminum kotak kedua, dia melihat Chul datang. Yeon Joo langsung gugup dan berusaha menyembunyikan wajahnya dari Chul.

Chul pun tak menyadari keberadaan Yeon Joo, dia terus berjalan dan merenung di tepi gedung. Baru ingat kalau Chul bahkan tidak mengenalinya, Yeon Joo langsung bergumam mengomeli dirinya sendiri "Kenapa juga aku merasa gugup"


Tapi kemudian dia melihat Chul menangis dan berusaha untuk tetap tabah dengan cepat-cepat menyeka air matanya. Yeon Joo langsung mengulurkan tangannya untuk menyentuh siluet Chul, seolah ingin menghibur Chul dari kejauhan. 

Tepat saat dia masih termenung menatapnya, Chul berbalik pergi. Dan saat itulah dia baru menyadari kehadiran Yeon Joo yang lagi-lagi membuatnya keheranan karena Yeon Joo menatapnya dengan tatapan aneh itu lagi.


Yeon Joo cepat-cepat memalingkan wajahnya. Tapi Chul menghampirinya dan bertanya dengan ramah "Apa dokter boleh minum alkohol di rumah sakit? Bukankah semua orang berada di UGD sekarang?"

"Sudah cukup banyak dokter di UGD sekarang. Lagipula aku sedang tidak bertugas" alasan Yeon Joo.

Dia hendak meminum sojunya lagi, tapi Chul tiba-tiba minta juga, dia benar-benar membutuhkan alkohol saat ini. Yeon Joo memberikannya dan terus menatap Chul saat dia meminum sojunya. Tapi saat Chul memergokinya, Yeon Joo cepat-cepat memalingkan pandangannya.


"Kenapa kau terus menatapku seperti itu?" tanya Chul heran "(Tatapan) itu menggangguku. Kenapa kau selalu menatapku seperti itu?"

"Kau mirip dengan seseorang" jawab Yeon Joo

"Siapa?"

"Suamiku"

Chul melihat cincinnya Yeon Joo yang sekarang dia pakai sebagai kalung itu dan menyadari kalau Yeon Joo sudah menikah. So Hee menelepon Chul saat itu dan mengabarkan operasinya Hyeon Seok sudah selesai. Chul pun langsung pamit pada Yeon Joo lalu pergi.


Yeon Joo terbangun di ranjang intern keesokan paginya. karena masih mengantuk, dia mengira kalau dia sedang tidur di rumahnya dan mengeluh pada Soo Bong untuk mematikan radionya. Tapi kemudian mendengar siaran radio yang menyiarkan berita tentang pelaku yang masih buron sampai sekarang. Yeon Joo langsung melek dan sadar kalau dia masih belum kembali ke dunia nyata.

Yeon Joo langsung bangkit dan berhadapan dengan seorang dokter yang keheranan melihat wanita asing tidur di sana. Yeon Joo beralasan kalau dia salah kamar lalu cepat-cepat melarikan diri.


Sesaat kemudian dia kembali untuk mencuri sikat dan pasta gigi. Dia benar-benar heran, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia masih ada di sini. Diam-diam dia mengintip Chul yang sedang frustasi setelah diberitahu detektif bahwa mereka sama sekali tidak menemukan jejak si pembunuh.


Sudah beberapa hari Yeon Joo terjebak di dunia webtoon dan tidak tahu harus kemana. Dia kelaparan tapi karena dia tak punya uang, akhirnya dia hanya bisa mencuri side dish yang tak dijaga pegawai kantin dan merana melihat orang-orang lainnya bisa makan makanan layak.


Saat tengah makan, tiba-tiba dia melihat Chul datang. Yeon Joo langsung menyembunyikan wajahnya, Chul sebenarnya melihatnya tapi kemudian mengacuhkannya dan duduk bersama teman-temannya.

"Aku tak berarti bagi pemeran utama. Aku hanyalah pemain ekstra dalam webtoon ini" batin Yeon Joo sambil menatap punggung Chul dari kejauhan.


Yeon Joo berusaha mencari makanan layak di kulkas ruang intern, tapi tak ada apapun di sana. Parahnya lagi, dia lagi-lagi kepergok dokter yang kemarin memergokinya. Dia semakin curiga saat melihat Yeon Joo malah memakai jasnya. Panik, Yeon Joo langsung melarikan diri dan keluar dari rumah sakit.


Lelah dan kelaparan, Yeon Joo meringkuk di depan rumah sakit tepat saat beberapa mobil datang. Yeon Joo melihat So Hee datang bersama seseorang tapi tanpa Chul. Tiba-tiba sebuah ide terlintas dalam benak Yeon Joo dan dia pun langsung pergi ke apartemennya So Hee untuk mencari makanan.


Dia menemukan snack di kulkas dan ramen di bufet. Sambil menunggu airnya matang, Yeon Joo masuk kedalam kamarnya So Hee untuk mencuri bajunya dan menemukan beberapa lembar uang di laci. Yeon Joo langsung menggumam maaf, bukannya dia bermaksud mencuri tapi dia terpaksa harus meminjam uang itu sebentar saja.


Tapi tepat saat dia keluar kamar, dia malah mendengar suara Chul datang sambil bicara di telepon dengan So Hee dan menanyakan password rumahnya. Yeon Joo langsung masuk kembali ke kamar So Hee dengan panik dan bersembunyi didalam lemari.


Chul mengambil dokumen yang dibutuhkannya tapi kemudian melihat air yang sedang dimasak diatas kompor dan bufet yang terbuka. Jelas dia langsung curiga ada pencuri masuk rumahnya So Hee. Dia sengaja memancing si pencuri keluar dengan pura-pura menelepon So Hee dan berkata lantang kalau dia mau pergi.


Yeon Joo yang mendengarnya dari dalam lemari, langsung keluar dari dalam lemari. Diam-diam dia mencoba mendengarkan suara dari luar untuk memastikan keadaan sudah aman.


Tapi tiba-tiba saja Chul menendang pintu dan membuat Yeon Joo terlempar hingga jatuh terjerembap. Dia berusaha menyembunyikan wajahnya, tapi Chul membalik tubuhnya dengan mudah "Kau... Oh Yeon Joo-ssi?"


So Hee sedang menemani beberapa orang mengunjungi Hyeon Seok saat Chul mengiriminya foto Yeon Joo dan bertanya apakah So Hee mengenal wanita itu. Tentu saja So Hee tidak mengenalnya, melihatnya saja tidak pernah.


Yeon Joo sekarang duduk di sofa dengan diawasi bodyguardnya Chul sementara barang-barang yang hendak dicurinya tergeletak di atas meja. Chul langsung menginterogasinya begitu mendapat jawaban dari So Hee, bagaimana Yeon Joo bisa tahu password-nya? Kenapa Yeon Joo masuk rumah ini? Tapi Yeon Joo terus diam. Kesal, Chul langsung mengancam akan menelepon polisi kalau Yeon Joo tak menjawab.


"Karena aku sangat lapar" jawab Yeon Joo lemah "Aku belum makan 3 hari"

Chul tak percaya "Kalau kau lapar, beli makanan. Kenapa kau masuk kemari?"

"Aku tidak punya uang"

Chul masih tidak percaya, bagaimana bisa Yeon Joo tidak punya uang, dia kan dokter. Yeon berkata bahwa dia bukan dokter di rumah sakit itu, Chul saja yang salah paham. Kalau dia bukan dokter lalu kenapa dia ada di UGD waktu itu? tuntut Chul. Yeon Joo diam tak bisa menjawabnya. Yakin kalau Yeon Joo benar-benar penjahat, Chul langsung memerintahkan bodyguardnya untuk memanggil polisi.


Chul memberitahu Yeon Joo kalau dia benar-benar harus selalu waspada belakangan ini, bahkan pada hal paling kecil sekalipun. Sebentar lagi polisi akan datang menangkapnya jadi Yeon Joo bisa membuat penyataan di sana. Yeon Joo yang sudha berpengalaman di penjara, menerima semua itu dengan santai. Lebih baik dia dipenjara saja, setidaknya disana dia akan diberi makan dan bisa tidur tenang.

Chul tak percaya mendengarnya "Apa kau bahkan tahu penjara seperti apa? Apa kau pikir penjara itu hotel?"

"Aku tahu. Aku pernah berada di sana. Serahkan saja aku ke polisi" desah Yeon Joo "Tapi sebelum mereka datang, bolehkan aku makan ramen? Aku benar-benar sangat kelaparan"

Bersambung ke part 2

11 comments

hadeuh berasa tambah runyam nih msalah:(
semoga aja kang chul cpet inget siapa yeonjoo:)
Semangaaaaaaat kak:)
ditunggu part 2 nya:)

Bener" gemesin..
uuuh ceritanya ngga bisa ditebak,bikin penasaran mulu..
Ditunggu Part 2 nyaa .. Gomawoo :D

Kasian yeonjoo mau dimasukin lagi kepenjara heheheeee :v

semangat lanjutin sinopsisnya :)

aku paham sekarang yang menciptakan karakter chul kan yeon joo, dan karakter lain diciptakan ayahnya yeon joo termasuk si pembunuh makanya pembunuh ngomong "kau dan aku
berbagi satu jiwa " dan kenapa yeon joo bisa kelaparan padahal dulu dia smpe 2 bulan didunia webtoon gpp.

#abaikan hanya pendapat bukan spoiler

Aku gak ngerti, KeNaPa ayahnya yeon joo bisa langsung ngelakuin perintah pembunuhnya buat gambar pistol dan peluru ya? Kan gak dihipnotis ato apa. Waktu itu ayahnya yeon joo jg masih bisa ngajakin song boo ngobrol walau pake tulisan ala kebiasaan si pembunuh, brarti masih punya kendali atas dirinya sendiri... #garuk-garukKepala

Makin seru..tp kasian chul jd tersangka..

Makin seru..tp kasian chul jd tersangka..

Kayaknya itu deh, dulu si yeon joo kan pas 2 bulan fi webtoon waktunya berlalu cepet banget, jadi ga kerasa gitu, kan jam tangannya dia aja muter cepet waktu itu. Kerasanya kek baru beberapa menit dia di situ. Kalau ini kan dia sampe tidur, bangun lagi masih di webtoon jadi di webtoonya seharian gitu sampe 3 hari. Kayaknya sih gitu, hehehe

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon