Powered by Blogger.



Chul akhirnya memasakkan ramen untuk Yeon Joo yang sudah ngiler. Sambil menunggu ramennya masak, Chul bertanya siapa namanya? Oh Yeon Joo, jawab Yeon Joo. Chul tak percaya dan memaksa Yeon Joo untuk memberitahukan nama aslinya, tapi Yeon Joo mengkonfirmasi nama aslinya adalah Oh Yeon Joo.


"Dimana tempat tinggalmu, alamatmu?"

"Tidak punya"

"Kau tidak punya keluarga?"

"Iya"


Tentu saja jawaban itu aneh bagi Chul karena waktu itu Yeon Joo bilang kalau dia sudah menikah dan suaminya Yeon Joo mirip dengannya. Ramen akhirnya matang dan Yeon Joo langsung mengaduk-aduknya dengan semangat.

Apa Yeon Joo mau kimchi juga? tanya Chul. Dan Yeon Joo sontak mengiyakannya. Saking laparnya, Yeon Joo langsung memakannya sebelum ramennya benar-benar dingin. Jadilah dia merintih kesakitan apalagi bibirnya berdarah (gara-gara tendangan Chul tadi).



Chul langsung membantu mengoleskan obat untuk bibir Yeon Joo dengan lembut hingga membuat Yeon Joo terpana menatapnya. Yeon Joo berusaha menghentikannya tapi Chul terus mengoleskan obat itu hingga membuat Yeon Joo mulai emosi dan membentaknya "Kenapa kau menyentuhku? Kenapa kau membuatku sedih?"


Dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk menghindari Chul, dia terpaksa harus tidur di luar beberapa hari sampai harus mencuri dan walaupun begitu dia tetap tidak meminta uang pada Chul. Dia benar-benar ingin keluar dari hidup Chul, jadi kenapa Chul malah bersikap penuh perhatian seperti ini dan membuatnya kesal saja. Chul jelas bingung, sama sekali tidak mengerti kenapa Yeon Joo marah-marah.

"Iya, aku memang sudah menikah. Ini cincin pernikahanku, tapi aku tidak punya suami. Tidak ada seorangpun yang bisa kumintai bantuan"

"Bagaimana bisa kau tidak punya suami padahal kau sudah menikah?"

Sambil menatap Chul, Yeon Joo berkata kalau suaminya menghilang. Dia tidak mati dan mereka tidak bercerai, suaminya hanya menghilang. Mereka bahkan belum melakukan banyak hal. Mereka hanya melakukan 4 hal romantis dan suaminya menghilang setelah melakukan 4 hal itu.


"Dia menghilang setelah hanya sehari kami bersama. Lucu, bukan? Dia bahkan tidak pernah mengatakan kalau dia mencintaiku. Selalu aku yang menyatakan cinta padanya, lalu dia menghilang. Aish! Ini sangat tidak adil! Seharusnya ini akan berakhir happy ending, makanya aku berusaha melupakannya. Tapi ini bukan happy ending. Sekarang aku tidak mengerti kenapa kami harus berpisah. Dia bahkan tidak mengenaliku. Aku tidak tahu apa yang kulakukan disini. Aku mau pulang tapi aku tidak tahu harus bagaimana? Aku tidak kenal siapapun di sini, aku bahkan tidak punya uang" tangis Yeon Joo

"Apa aku terlalu bodoh? Aku sama sekali tidak mengerti apapun yang kau ucapkan"

"Aku tidak mengharapkanmu untuk mengerti. Tinggalkan saja aku sendiri"


Polisi datang tak lama kemudian saat Yeon Joo masih makan dengan berlinang air mata dan dia terus saja meneruskan makannya tanpa mempedulikan para polisi itu.


Tapi ternyata, Chul memutuskan untuk tidak menyerahkan Yeon Joo ke polisi. Dia beralasan kalau Yeon Joo tampaknya meremehkan polisi, jadi dia memutuskan tidak mau membiarkan Yeon Joo lepas semudah itu.

"Kenapa kau melakukan ini? Jangan tertarik padaku"

"Itu pilihan kata yang aneh. Aku tidak tertarik padamu, aku curiga"

Tak lama kemudian, Chul mendapat telepon dari Hyeon Seok yang memintanya untuk datang menemuinya di rumah sakit sekarang.


Di kantornya, Han Cheol Ho menonton berita tentang pelaku pembunuhan. Banyak masyarakat yang percaya bahwa pelaku pembunuhan massal yang diduga adalah pembunuh yang membunuh keluarga Chul 10 tahun silam. Dan sekitar 70% masyarakat menyalahkan Cheol Ho sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas insiden ini.

Tapi Cheol Ho tidak percaya, dia tetap ngotot dengan keyakinannya kalau kasus yang dulu itu tidak saling berhubungan dengan kasus yang sekarang. Tapi rekannya tak mempercayainya lagi dan langsung memaksanya untuk mengundurkan diri dari partai dan dari pencalonan presiden.


Cheol Ho marah dan menjerit frustasi di mobilnya. Tapi saat itu juga, dia mendapat telepon dari nomor tak dikenal. Si pembunuh lah yang meneleponnya dan dia memperkenalkan dirinya pada Cheol Ho dengan bangga. Sambil minum alkohol yang sama persis seperti kebiasaan Sung Moo, si pembunuh memberitahu Sung Moo bahwa tahu segalanya.

Dia tahu kalau Cheol Ho berencana untuk membunuhnya jika dia sampai tertangkap. Dia tahu kalau Cheol Ho akan menyamarkan pembunuhannya jadi bunuh diri dan membuat Chul difitnah dan memenjarakan Chul seperti yang pernah dia lakukan 10 tahun yang lalu.

Dia bahkan memberitahu Cheol Ho tentang apa yang akan terjadi dengan nasib mereka. Dia mengibaratkan nasib masa depan mereka bagai dua pemain biola dalam kisah happy ending-nya Kang Chul, karena mereka akan saling membunuh satu sama lain agar Chul bisa mendapatkan happy endingnya.

Tapi dia pikir, kenapa juga mereka berdua harus melakukan itu. Bukankah Cheol Ho juga berpikir sama sepertinya? Si pembunuh meyakinkan Cheol Ho bahwa dia tahu banyak hal tentang Chul, jadi bagaimana kalau dia membantu Cheol Ho untuk menjadi presiden berikutnya?


Setibanya di rumah sakit, Chul menyuruh bodyguard-nya untuk tetap di mobil mengawasi Yeon Joo. Setelah Chul pergi, Yeon Joo bertanya pada bodyguard, apakah mereka belum menangkap pembunuhnya? Dan apakah benar kalau mereka tidak menemukan jejaknya sedikitpun? Bodyguard membenarkan semuanya.


Di rumahnya, si pembunuh memerintahkan Sung Moo untuk mengetik dialog perdebatan antara Chul dengan ayahnya, dimana Chul marah pada ayahnya dan menyuruh ayahnya untuk meninggalkannya seorang diri. Wah, sepertinya si pembunuh hendak membuat cerita yang sama persis dengan yang dulu dituduhkan Cheol Ho pada Chul untuk menjebak Chul.


Chul tiba di kamar rawat Hyeon Seok tapi Hyeon Seok tampak berbeda, ia malah menatap Chul dengan curiga lalu menyuruh istrinya keluar meninggalkannya berduaan dengan Chul. Begitu mereka sendirian, Hyeon Seok memberitahu Chul bahwa pada saat insiden itu terjadi, dia mendapat email. Tapi karena adanya insiden itu, email itu baru bisa ia cek tadi.

Email itu adalah adalah rekaman audio tentang si pembunuh. Tapi bukan pembunuh dalam insiden ini, melainkan pembunuh 10 tahun yang lalu. Chul langsung bersemangat, Hyeon Seok pun memutar rekaman audio itu.



Tapi... OMG! Itu adalah rekaman perdebatan antara Chul dengan ayahnya yang kalimat-kalimatnya sama persis dengan yang diketik Sung Moo tadi.

Dalam rekaman, Chul memperingatkan ayahnya bahwa dia tidak akan tinggal diam kalau ayah mencambuknya lagi. Tapi kemudian terdengar suara Ayah yang semakin marah bahkan sampai mengusir Chul dari rumah sambil menyatakan kalau dia tidak membutuhkan anak seperti Chul. Lalu tiba-tiba suara tembakan terdengar dan ibunya Chul menjerit.

Chul jelas shock dan keheranan. Hyeon Seok tampak jelas mempercayai rekaman audio itu. Dengan suara tercekat, Hyeon Seok berkata bahwa sejak hari itu sampai sekarang, dia tidak pernah meragukan Chul sama sekali... "Tapi, apa ini? Kau bilang hari itu kau tidak pulang, tapi apa ini?"

Chul membela diri dan menyatakan rekaman audio itu cuma manipulasi, dia tidak pernah berdebat seperti itu dengan ayahnya. Tapi Hyeon Seok tak percaya, bagaimana bisa rekaman ini dimanipulasi, bagaimana caranya memanipulasi suara orang yang sudah meninggal dunia 10 tahun silam?

Hyeon Seok bahkan yakin kalau Chul menyembunyikan sesuatu yang mungkin tidak dia ingat karena dia mabuk. Chul tak percaya mendengar Hyeon Seok mencurigainya. Tapi Hyeon Seok terus ngotot ingin tahu kebenarannya, dia benar-benar sudah tak percaya lagi dengan Chul.


Chul terus berusaha membela diri dan menyatakan kalau rekaman itu jelas-jelas dimanipulasi. Dia bertanya siapa yang sudah mengirim rekaman itu. Tapi bahkan sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya, Hyeon Seok tiba-tiba tertembak yang entah dari mana datangnya.

Istri Hyeon Seok, suster dan dua orang polisi mendengar suara tembakan itu dari luar. Shock, Chul berusaha menggoyang-goyang tubuh Hyeon Seok dan berusaha membangunkannya tapi Hyeon Seok sudah meninggal dunia seketika.


Chul melihat tangannya yang berdarah saat tiba-tiba saja sebuah gambar kartun pistol berkedip-kedip di tangannya sebelum akhirnya gambar itu menjadi lebih solid hingga berubah menjadi pistol betulan. Waduh!

Chul begitu terperangah shock melihat pistol yang tiba-tiba muncul secara ajaib di tangannya itu. Dan tepat saat itu juga, Istrinya Hyeon Seok, suster dan dua orang polisi masuk dan melihat Hyeon Seok mati dan Chul memegang pistol.


Jelas kedua polisi itu langsung mencurigainya, tapi Chul bergerak lebih cepat dengan menodongkan pistol itu pada mereka dan mengancam mereka untuk mundur agar dia bisa melarikan diri.


Kedua polisi langsung mengejarnya sambil memanggil bala bantuan. Chul hendak melarikan diri dengan lift tapi tepat saat pintu lift membuka, dua orang polisi ada didalamnya dan mereka langsung menodongkan pistol padanya. Tapi Chul bergerak lebih cekatan dengan menangkis dan mendorong si polisi itu lalu melarikan diri lewat jalan lain.


Chul mendorong siapapun yang menghalangi jalannya. Saat dia turun tangga, polisi berhasil menembaknya hingga mengenai perutnya. Tapi Chul terus bergerak hingga dia sampai ke mobilnya. Dia langsung mendorong bodyguardnya dari dalam mobil lalu melarikan diri dengan membawa Yeon Joo bersamanya. Para polisi berhasil mengepung mobilnya, tapi Chul tetap menjalankan mobilnya hingga membuat para polisi itu berhamburan.


Yeon Joo bingung apa yang sebenarnya terjadi. Do Yoon menelepon saat itu dan menanyakan hal yang sama dengan Yeon Joo. Chul tak punya waktu menjelaskan panjang lebar dan hanya memberitahu Do Yoon bahwa semua ini setingan, tapi polisi tidak bisa menyelesaikannya jadi dia harus melarikan diri.

Yeon Joo hanya bisa diam tapi langsung cemas saat melihat darah di tangan Chul. Dia berusaha menyuruh Chul berhenti tapi Chul tak punya waktu untuk itu dan terus menyetir sampai luar kota. Tapi lama kelamaan pendarahan di perut Chul sudah semakin parah. Yeon Joo yang sudah semakin cemas, langsung membentak Chul untuk menepi agar dia saja yang menyetir.


Chul akhirnya menepi di pinggir jalan dan menyuruh Yeon Joo untuk pergi saja, dia sekarang jadi buron dan seoang penjahat yang jauh lebih buruk daripada Yeon Joo yang cuma seorang pencuri, tidak baik jika Yeon Joo bersamanya. Tapi Yeon Joo berkata kalau dia tak punya tempat tujuan lalu membantu Chul duduk di belakang.

Begitu dia duduk di kursi kemudi, Yeon Joo bertanya kenapa Chul terluka tapi Chul tak mau menjawab. Akhirnya dia hanya meminta dompetnya Chul. Dia tidak punya uang jadi dia membutuhkan uangnya Chul untuk membeli obat-obatan untuk Chul.


Yeon Joo membeli obat-obatan di apotik terdekat dan di sanalah dia mengetahui apa yang terjadi dengan Chul melalui siaran berita TV. Berita itu menyiarkan tentang pembunuhan Hyeon Seok dan Chul menjadi tersangka dan sekarang buron. Yeon Joo berpikir bahwa mengerti tentang semua misteri ini... "Rencana ayah dan Chul untuk menyingkirkan si pembunuh telah gagal"


Berita itu juga ditonton oleh Cheol Ho yang juga keheranan, sama sekali tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tepat saat itu juga, dia mendapat telepon dari seseorang yang mengabarkan dugaan Cheol Ho dulu benar. Chul memang benar-benar membunuh keluarganya dan mereka sudah punya buktinya sekarang. Cheol Ho langsung tersenyum senang mendengarnya.

"Saat ini, kami berada di dunia yang dikuasai oleh si pembunuh. Ini adalah dunia dimana penjahat lah yang berkuasa" lanjut Yeon Joo dalam narasinya.


Setelah mendapatkan obatnya, Yeon Joo berlari kembali ke mobil. Dia bertanya kemana mereka harus pergi, tapi malah mendapati Chul hampir tak sadarkan diri dan pendarahannya semakin banyak. Yeon Joo bingung harus kemana sekarang, tapi kemudian dia terus menjalankan mobilnya hingga akhirnya dia menemukan sebuah motel.


Dia cepat-cepat check-in, lalu kembali membangunkan Chul dan membantunya keluar dari mobil. Dia memapah Chul sampai mereka masuk kedalam lift. Yeon Joo melihat ada CCTV di atas dan langsung menyuruh Chul untuk tidak mengangkat kepalanya agar wajahnya tidak tertangkap kamera.

Chul menatapnya dengan heran dan "Apa kita... saling mengenal? Apa kau mengenalku?"


Yeon Joo tak menjawabnya dan untunglah lift terbuka saat itu. Yeon Joo memapah Chul sampai ke kamar. Tapi saking terburu-buru, mereka tidak menyadari kalau darah Chul menetes ke lantai dan membekas di gagang pintu.


Yeon Joo membaringkan Chul di kasur lalu mengobati luka Chul dengan peralatan dan pengobatan seadanya. Tapi saat dia tengah menekan pendarahan Chul, Chul melihat Yeon Joo menangis. Chul heran kenapa Yeon Joo menangis, apa dia akan mati?

"Kau tidak akan mati! Dan aku tidak menangis" isak Yeon Joo sambil menyeka air matanya.

"Dimana ini?"

"Motel, aku harus memilih tempat yang tidak mencolok. Aku masih cemas"


Yeon Joo yakin kalau Chul pasti dijebak, dan karena itu dia harus melarikan diri. Dia berjanji akan membantu Chul untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mencari jalan keluar. Yeon Joo yakin pasti ada suatu masalah serius yang terjadi, tapi saat ini dia tidak tahu apa. Dia juga butuh lebih banyak obat-obatan. Karena itulah, dia harus keluar dari sini.

"Apa kau tidak apa-apa sendirian? Bertahanlah dan tunggu aku"


Chul sama sekali tidak mengerti maksud semua ucapan Yeon Joo "Dan bagaimana kau akan membantuku?"

"Aku adalah salah satu orang yang berharap kau akan mendapatkan happy ending. Perpisahan kita haruslah bernilai"

Chul semakin heran padanya "Kau... siapa sebenarnya?"


Tapi Yeon Joo hanya menjawab kalau dia harus keluar dari sini dan berharap semoga kali ini berhasil lagi. Dia lalu mendekatkan wajahnya pada Chul, sebutir air matanya menetes ke pipi Chul tepat sebelum Yeon Joo mencium bibir Chul selama beberapa saat sebelum akhirnya menarik diri.


Chul begitu tercengang hingga Yeon Joo melihat kata 'BERSAMBUNG'. Dia langsung cepat-cepat masuk ke kamar mandi dan kembali ke ruang intern-nya di dunia nyata.


Yeon Joo menyentuh bibirnya lalu mencengkeram erat cincin kawinnya, sementara Chul menyeka air mata Yeon Joo yang menetes di pipinya dan sekali lagi melihat tangan kirinya dengan penasaran.

Bersambung ke episode 11

9 comments

Hmm .. Jd skrng yg ceritanya menurut apa maunya si pembunuhnya ..
Gmn y reaksi yeon joo pas liat wajah & suara ayahnya di ambil sama si pembunuh ..
Greget deh klo liat chul gk inget yeon joo kira2 ntar yeon joo gambar apa y supaya chul inget apa chul ingetnya pas ciuman ama yeon joo y ?
Hah .. Penasaran pake banget ..

Aaaaaaaaaaa.,,....... bikin tambah frustasi lihatnya.huffff sabar2. Ditunggu lanjutannya*_*.

Arkh,,, penasaran... fighting...

Jd sedikit bingung ceritanya... Emmmm.....

aaaaaarrrgghh .... makin bikin penasaran ..... ditunggu sinopsis selanjutnya ya kaak ��

wah pembunuh menguasai sung moo, berarti hanya yeon joo yang bisa melawan dengan cara menulis cerita juga, tapi yang berpihak pada chul

Dah g sabar pngen liat sinop brikutx saking pnasaranx mpe guling2 g jelas di kasur wkwkwk

kyaaaaa....sesuai harapan😁😁😁😁😁
aaah kangchul 😍😘😍😍😍
lanjuut kak😁😁😁
semangaaat😁😁😁

Ko nur jdi ga ngerti sama derama ini y

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon