Powered by Blogger.

Sinopsis W - Two Worlds Episode 5 - 2


Prof Park terus ngomel-ngomel, tapi Yeon Joo sudah tak punya waktu untuk meladeninya lebih lama lagi dan langsung pergi. Tapi sesampainya di luar, Chul sudah tidak ada. Kemana Chul? Yeon Joo langsung keliling mencari Chul tapi tak menemukannya dimanapun.

Dia termenung di lorong sambil menyentuh bibirnya yang dicium Kang Chul dan teringat saat Chul berkata bahwa dia datang untuk mengucap selamat tinggal. Dia berusaha menghubungi ayahnya tapi nomornya sedang tidak aktif. Yeon Joo akhirnya mengirim pesan menanyakan dimana keberadaan Sung Moo sekarang.



Saat itu, Sung Moo sudah pulang. Dia menyalakan lampu rumah... dan tak ada siapapun di sana. (Chul kemana?). Sung Moo menyalakan hapenya lalu menuang alkohol. Beberapa pesan langsung masuk, pertama dari Soo Bong yang memberitahunya kalau Yeon Joo masuk kedalam dunia komik lagi.

Lalu pesan dari penerbit yang bertanya apakah episode yang dia kirim pagi ini adalah episode terakhir, tapi dia merasa konten ceritanya aneh. Lalu pesan dari dari Soo Bong lagi yang memberitahu bahwa dia tidak bisa mengakhiri cerita komik ini. Dan terakhir adalah pesan dari Yeon Joo.


Tak ingin Yeon Joo cemas, Sung Moo pun menelepon Yeon Joo. Tapi tepat saat itu juga, Chul muncul dari balik kegelapan dan menyapanya "Penulis Oh Sung Moo"


Sung Moo langsung shock sampai menjatuhkan gelasnya. Yeon Joo baru kembali ke kamarnya saat telepon ayahnya masuk. Sesaat tak ada jawaban dari ayahnya, tapi sedetik kemudian dia mendengar suara yang Chul berbicara pada ayahnya.

"Itu kau. Aku punya firasat kalau itu kau. Kita sudah pernah bertemu beberapa kali. Kau ingat, kan?"


Chul lalu memaksa Sung Moo untuk duduk karena ada banyak sekali hal yang harus mereka bahas. Sung Moo keheranan, bagaimana bisa Chul masuk ke dunia ini.

"Seharusnya kau yang menjelaskan itu padaku. Kupikir kaulah yang menciptakanku"


Chul memaksa Sung Moo untuk mendekat padanya lalu menarik kursi untuknya. Sung Moo mendekat perlahan-lahan, dia melirik cutter di meja dan langsung bergerak cepat mengambil cutter itu untuk menusuk Chul. Tapi gerakan Chul lebih cepat darinya, memelintir tangannya dan mendorong kepalanya ke meja. Yeon Joo mendengar teriak kesakitan ayahnya dan langsung cemas.

Sung Moo terus berusaha melawan dan melempar sesuatu pada Chul hingga dia berhasil lepas dari cengkeraman Chul dan berusaha menusuk Chul lagi. Tapi Chul menahannya sekuat tenaga lalu memukul kepala Sung Moo dengan gagang pistol sampai Sung Moo terjatuh dan kepalanya berdarah.


Chul lalu menarik Sung Moo duduk di kursi dan menodongkan pistol padanya. Sung Moo haruslah berterima kasih pada putrinya karena dia akan berbaik hati pada Sung Moo karena Yeon Joo... "Saat kau berusaha keras membunuhku, putrimu berusaha keras menyelamatkanku"


Panik, Yeon Joo langsung menelepon Soo Bong dengan menggunakan telepon kantor. Dia terus mendengarkan kejadian di rumahnya melalui hape di telinga kanannya dan menelepon Soo Bong di telinga kirinya da menyuruh Soo Bong untuk cepat-cepat kembali ke studio, sepertinya sedang terjadi sesuatu yang buruk karena Kang Chul ada di rumah ayahnya.

Awalnya Soo Bong bingung, tak mengerti maksudnya... dan semenit kemudian dia langsung menjerit heboh "KANG CHUL ADA DISINI?!"

Yeon Joo dengan panik menyuruh Soo Bong untuk segera pergi ke studio secepatnya dan suruh Kang Chul untuk menunggu, bilang pada Chul kalau dia akan segera ke sana dan suruh Chul untuk menunggunya. Soo Bong langsung gemetar ketakutan lalu buru-buru pergi.


Chul akhirnya menurunkan pistolnya, Sung Moo pun bisa menarik nafas lega. Tapi dia melihat ada darah di tangannya, darahnya Sung Moo. Darah itu membuat Chul menyadari kalau di dunia ini, Sung Moo adalah makhluk fana, manusia biasa yang bisa terluka dan berdarah. Memang seharusnya seperti ini. Tidak adil jika hanya dia yang bisa terluka dan berdarah.

Yeon Joo baru saja naik taksi saat dia mendengar Chul berkata bahwa dia bukanlah orang pertama yang Chul tarik kedalam dunianya, Sung Moo lah orang yang pertama kali dia tarik.

Flashback,


Malam itu setelah Chul tiba-tiba diserang oleh pembunuh misterius, Sung Moo menggambar dia tergeletak sekarat. Tapi tiba-tiba tangan Chul muncul dari dalam layar dan menarik Sung Moo ke dunianya. Waktu itu Chul berusaha meminta tolong padanya, dia meminta Sung Moo untuk memanggilkan ambulance untuknya.

Sung Moo mengangguk, tapi kemudian dia mengambil pisau si pembunuh lalu menghampiri Chul dan berkata "Mari akhiri sekarang" teriaknya lalu menusuk perut Chul dan menekan pisau itu dalam-dalam.

Tapi Chul berhasil menariknya dengan sisa kekuatannya lalu membalikkan pisau itu ke arah Sung Moo.


Dia menusukkan pisau itu pada Sung Moo, tapi Sung Moo tak terluka sedikitpun. Sung Moo shock dan ketakutan lalu melarikan diri. Chul pun sangat shock. Hmm... pantas aja dia tidak terlalu kaget waktu melihat Yeon Joo kebal dari pelurunya.

Flashback end,


"Bukan dia (pembunuh) yang melukaiku secara fatal, kaulah orangnya. Lalu putrimu muncul dan menyelamatkanku. Tak ada seorangpun yang tahu bahwa yang menusukku adalah dua orang. Aku diam karena aku tak memiliki bukti, tapi aku tahu secara naluri. Kaulah yang ingin membunuhku tanpa alasan yang jelas"

Sung Moo pasti menciptakannya di tempat ini, tapi di tempat ini pula Sung Moo ingin membunuhnya. Dia menuduh Sung Moo pasti ingin membunuhnya karena Sung Moo merasa sudah tidak membutuhkannya lagi setelah dia berhasil mendapatkan uang dan kesuksesan.

Sung Moo bukan hanya menciptakannya tapi juga membuat hidupnya menderita. Sung Moo mendapatkan kesuksesan dengan cara menjungkirbalikkan hidupnya, lalu setelah itu Sung Moo malah ingin membunuhnya dengan berbagai cara.

Dan seolah semua itu belum cukup, Sung Moo bahkan menusuknya dengan tangannya sendiri. Dia meminta Sung Moo untuk menyelamatkannya tapi Sung Moo malah sangat dingin dan kejam padanya.

Chul mengaku bahwa selama menunggu Sung Moo, dia mencoba mencari tahu tentang Sung Moo. Dia tidak menyangka kalau Sung Moo ternyata sangat terkenal, bahkan namanya ada di seluruh internet. Disebutkan kalau Sung Moo adalah seorang kepala keluarga yang tidak kompeten dan tidak bisa berhenti minum-minum.


Dalam flashback, Sung Moo sering berdebat dengan istrinya yang memintanya untuk berhenti minum tapi Sung Moo tidak mau. Pertengkaran mereka terdengar oleh Yeon Joo kecil yang saat itu sedang menggambar kartun seorang pria yang memegang pistol, mungkin itu Kang Chul walaupun gambarnya tidak terlalu mirip.

Pertengkaran mereka makin lama makin sengit hingga Yeon Joo kecil stres mendengar pertengkaran kedua orang tuanya itu. (hmm... jika gambar itu dibuat sebelum Sung Moo membuat Chul, mungkin itu cikal bakal Chul dan mungkin juga karena itu dia dan Chul bisa saling terhubung)


Selain itu, Sung Moo juga seorang kartunis yang tidak pernah sukses, selalu merasa seperti pecundang dan dia juga sudah tua. Karena itulah dia menciptakan dirinya. Pria muda yang tampan, kaya, sukses dan terkenal. Seseorang yang kuat dan sangat berbeda dari Sung Moo. Dan karena itulah Sung Moo memberinya nama Kang Chul (baja yang kokoh).

Sung Moo ingin hidup melalui dirinya dan lari dari kenyataan. Tapi itu tidak berlangsung lama karena kemudian istri dan anaknya Sung Moo pergi meninggalkannya. Karena sifatnya yang lemah, selalu merasa rendah diri dan mudah menyerah, kejadian itu langsung membuat Sung Moo terjatuh dalam depresi. Tapi Sung Moo tidak berani membunuh dirinya sendiri dan akhirnya memutuskan untuk membuat Chul bunuh diri dengan terjun dari jembatan Sungai Han.

"Satu-satunya hal yang bisa kau kendalikan di dunia ini... adalah aku"

Segala hal mulai jadi aneh sejak saat itu. Dia terus menerus bermimpi buruk, mimpi saat dia tenggelam ke Sungai Han. Selama ini dia selalu penasaran dengan mimpi itu. Dan sekarang menyadari kalau waktu itu dia sudah mati sampai saat Sung Moo berubah pikiran dan memutuskan untuk menyelamatkannya dari kematian.


Sung Moo langsung menyangkal. Dia tidak pernah menyelamatkan Chul, dia benar-benar membunuh Chul waktu itu tapi Chul sendirilah yang menolak kematian. Chul sendirilah yang memohon padanya untuk menyelamatkan dirinya. Dia merasa kasihan dan karena waktu itu dia masih menyukai Chul, akhirnya dia memutuskan untuk menyelamatkan Chul. Tapi sejak saat itu, Chul menjadi monster.

"Benar, aku memberimu segalanya. Aku memberimu segala hal yang ingin kumiliki! Apa yang terjadi? Kau mencoba mempelajari dunia ini dengan otak yang kuciptakan. Itu tidak masuk akal, kau cuma sebuah karakter kartun! Kau bahkan bukan manusia, tapi kau selalu menyulitkanku"


Awalnya Sung Moo merasa kalau dia mungkin sudah gila sampai dia pergi menemui psikiater dan memberitahu psikiater tentang keanehan webtoonnya yang kadang penanya bisa berjalan sendiri atau terkadang gambarnya berubah total. Dia bahkan berusaha memberitahu teman-temannya. Tapi mereka malah tertawa dan menuduhnya kebanyakan minum, tak ada seorangpun yang mempercayainya.

Dia berniat untuk melarikan diri karena dia sangat ketakutan. Tapi di tengah jalan, dia membatalkan niatnya. Dia tidak bisa melarikan diri karena dia tak bisa meninggalkan Yeon Joo. Selama Yeon Joo tumbuh, dia tidak pernah melakukan apapun sebagai seorang ayah.


Karena itulah dia memberitahu dirinya sendiri untuk terus bekerja. Orang-orang menyukai karyanya dan itu membantunya menghasilkan uang. Dia ingin membuka sebuah rumah sakit untuk Yeon Joo dan membantu hidup putrinya. Yeon Joo mendesah mendengar semua pengakuan ayahnya.


Bukan cuma Chul yang menderita mimpi buruk setiap malam, dia juga selalu bermimpi buruk setiap malam. Mimpi Chul mendatanginya seperti sekarang ini. Sangat sulit baginya untuk melanjutkan komik itu, tapi dia terus bertahan dengan harapan komik itu akan segera berakhir.

Dia sangat berharap tidak perlu lagi harus menggambar Chul setelah ceritanya berakhir. Tapi Chul tidak mati, malah menariknya masuk kedalam dunia Chul. Chul bahkan menarik Yeon Joo juga kedalam dunianya, karena itulah dia menusuk Chul agar kutukan ini berakhir.

"Kau cuma sebuah ilusi. Kau hanyalah sebuah karakter yang kuciptakan. Kenapa kau menunjukkan diri dan bertingkah seolah kau adalah manusia? Kenapa kau melanjutkan ceritanya dengan melibatkan putriku? Kau itu cuma sebuah karakte, mengerti? Kau hanyalah sesuatu yang kuciptakan"


Sung Moo tiba-tiba bangkit lalu menantang Chul untuk menembaknya. Dia yakin kalau Chul takkan pernah bisa menembaknya, karena dia membuat karakter Chul sebagai pria yang bermoral, pria yang hidup dengan mematuhi hukum. Bahkan untuk balas dendampun, Chul akan melakukannya sesuai hukum.

Tapi Yeon Joo yang mendengarkan segalanya lewat telepon, langsung cemas dan panik. Chul sendiri pun tampak marah mendengarkan ocehan Sung Moo yang begitu meremehkannya.

Tapi Sung Moo terus mengoceh dan semakin menghina Chul. Dia mengklaim itulah sebabnya Chul menjadi seorang pahlawan yang dipuja banyak orang. Chul bukan orang yang akan bertindak secara impuls, dia tidak akan bisa menembak pria tua yang tak berdaya dan tak bersenjata hanya karena dia emosi.

Apa Chul pikir dia bisa datang kemari berkat kehendaknya sendiri? Tidak, semua ini adalah buatannya. Dialah yang membuat Chul menjadi orang yang punya kemauan sangat kuat. Dialah yang membuat Chul mampu bertahan melewati setiap kesulitan. Masalahnya dia sudah kelewat batas hingga Chul bahkan menolak mati.

"Tapi bahkan kemauan kuat itu adalah ciptaanku. Kau tidak akan pernah bisa keluar dari aturan yang kubuat untukmu. Tembak aku kalau kau mau"


Yeon Joo panik dan berusaha memohon pada ayahnya untuk tidak mengatakan apapun lagi. Tapi tentu saja Sung Moo tak bisa mendengarnya dan terus menantang Chul untuk menembaknya kalau dia bisa. Bahkan saat Chul tidak bergerak, Sung Moo langsung mencengkeram tangan Chul yang memegang pistol dan mengarahkan pistol itu ke dadanya... "Tembak aku!"


Chul gemetar dengan mata berkaca-kaca, tak sanggup menarik pelatuknya. Air matanya mengalir menyadari kalau semua ucapan Sung Moo tentangnya memang benar. Tapi kemudian dia menghapus air matanya, mendorong Sung Moo ke depan komputernya dan memerintahkan Sung Moo untuk menggambar ending yang sudah dia rencanakan sejak awal, cerita sebelum Sung Moo membuatnya bunuh diri.


Cerita jadi salah sejak Sung Moo membuatnya bunuh diri karena dia menolak kisah itu. Karena itulah dia memerintahkan Sung Moo untuk melanjutkan plot cerita yang asli agar dia bisa mengerti dan segalanya kembali seperti semula. Teman-temannya masih ada di dunia itu, tidak hidup tapi juga tidak mati, dia tidak bisa meninggalkan mereka begitu saja.

"Itu karena kau keluar dari komik"

"Berhentilah cari-cari alasan dan cari solusinya. Gambarlah dan kembalikan segalanya seperti biasanya"


Tapi Sung Moo tidak bisa, tak ada yang bisa dia lakukan karena sekarang ceritanya hanya akan berlanjut sesuai keinginan Chul. Chul berkata bahwa ending yang dia inginkan itu sederhana. Tangkap pelaku yang sebenarnya dan buat si pelaku membayar dosanya dan dia hanya ingin hidup normal.

Seperti yang Sung Moo katakan, keinginannya untuk mencari pelaku yang sebenarnya sangatlah kuat hingga dia sampai datang ke dunia ini. Chul menodongkan pistolnya lagi dan memerintahkan Sung Moo untuk menggambar wajah si pelaku yang sebenarnya sekarang agar dia bisa mengingatnya.

Sung Moo akhirnya mulai mengambil penanya... tapi langsung menurunkannya lagi dan mengaku kalau dia tidak tahu. Sebenarnya sejak awal tidak ada pembunuh yang sebenarnya. Semua itu hanyalah background cerita yang sering ditemui dibanyak cerita-cerita hero, karakter utama haruslah memiliki trauma masa lalu untuk membuat karakter utama itu menjadi kuat. Karena itulah Sung Moo sendiri pun tak tahu siapa pelaku yang sebenarnya.

Sung Moo mengklaim kalau Chul hanya bisa menjadi seorang hero jika dia memiliki misteri yang tak terpecahkan. Kalau dia berhasil menangkap pelakunya maka ceritanya akan berakhir sampai di situ. Sejak awal tidak ada pembunuh karena itulah tak pernah ada bukti sedikitpun.


Chul tak percaya mendengarnya. Sung Moo membunuh seluruh anggota keluarganya, memfitnahnya sebagai pelaku, memasukkannya kedalam penjara dan sekarang dia bilang kalau dia tak tahu siapa pembunuhnya. Chul sekarang mengerti, Sung Moo ingin membunuhnya karena sebenarnya dia tidak akan happy ending.

"Seandainya semua ini tak pernah terjadi, kau pasti akan terus menggambar dan menikmati kesuksesanmu. Sementara aku harus menderita karena insomnia setiap malam dan terluka setiap hari demi mengejar penjahat yang tidak akan pernah tertangkap. Aku akan terus mengalami sakit yang tak ada akhirnya dan mengulangi hal yang sama terus menerus. Apa kau tahu apa yang telah kulalui? Kau bahkan tidak akan bisa bertahan satu hari pun, tapi aku mengalaminya berkali-kali. Dengan jari-jarimu kau menggambar seolah kau adalah dewa, tapi kau bahkan tidak bertanggung jawab akan apa yang kau gambar. Sementara aku mengingat semua penderitaanku"

"Ini cuma fiksi, ini adalah pekerjaanku sebagai seorang penulis"

"Tidak, kau bukan cuma sekedar seorang penulis. Kau melihatku hidup dan bernafas, tapi kau berusaha membunuhku"

Sung Moo brutal dan kasar, hanya saja watak Sung Moo itu tidak kelihatan karena dia memegang pena alih-alih pisau. Chul langsung mengangkat pistolnya lagi "Pada dasarnya, kau adalah baj*ngan. Seolah kau sudah melakukan pembunuhan"


Sung Moo langsung memejamkan mata, menanti tembakannya Chul. Yeon Joo makin panik dan berusaha memohon pada Chul untuk tidak melakukannya. Soo Bong tiba di depan saat itu dan langsung menggedor-gedor pagar.


Chul berkaca-kaca, tubuhnya gemetar, dia benar-benar ingin menembaknya... sebelum akhirnya dia menurunkan pistolnya. Air matanya mengalir karena dia tak sanggup membunuh Sung Moo.

Sung Moo langsung bernafas lega. Chul memerintahkannya untuk mencari solusi, apa saja, Sung Moo harus bisa memikirkannya sebelum dia kembali lagi kemari. Yeon Joo pun mendesah lega mendengarnya.


Chul lalu berbalik pergi, tapi Sung Moo malah memprovokasinya, meremehkan Chul yang tidak bisa menembaknya karena seperti itulah sifat yang dia tentukan untuk Chul.


Chul langsung terprovokasi dan berbalik kembali dengan menodong pistol pada Sung Moo, dan kali ini benar-benar menarik pelatuknya. Yeon Joo kaget mendengar suara tembakan, Sung Moo menunduk shock melihat dadanya yang berdarah, dia langsung terjatuh merosot dari kursi. Matikah???

Komentar:

Ngapain juga memprovokasi orang bersenjata? Walaupun Chul diciptakan sebagai karakter baik, tapi dia sudah pernah menentang kematian dan pernah juga nembak Yeon Joo. Kalau Sung Moo mati terus lanjutan ceritanya gimana? Siapa yang lanjutin? Soo Bong? Atau ceritanya akan terus berjalan sendiri? Terus nasib Chul? Apa sekarang dia yang akan jadi penjahat?

Walaupun kisahnya fiksi, tapi kasihan juga Chul. Hidup menderita sepuluh tahun, berusaha keras mencari pelaku yang membunuh keluarganya tapi ujung-ujungnya malah dibilang tidak ada pelaku. Dan parahnya lagi, orang yang menciptakannya dengan entengnya bilang kalau kisahnya cuma fiksi supaya dia bisa menghasilkan uang.

Lalu apa artinya semua penderitaan hidupnya kalau si penciptanya sendiri tak punya tujuan yang jelas. Sung Moo ini memang tidak kompeten jadi kartunis, dia menciptakan background cerita dan membuat sang tokoh utama menderita tapi ujung-ujungnya dia malah tidak tahu bagaimana mengakhirinya.

Bersambung ke episode 6

10 comments

Jadi cerita y bakal di lanjutin siapa,?

ahh penasaraannn πŸ˜‚πŸ˜‚ btw gw reader setia kaka πŸ˜‚πŸ˜Šsmngat ka😊

Wah penasaran euy...makasih sinopsisnya...

wahhh ga sabar liat kelanjutannyaa,aku selalu nungguin up date sinop w,
fightinggg....

ddduhh tebakanku ternyata salah, aku kira yg bunuh keluarga chul itu sung moo, eh trnyata malah ga ada.. terus itu mksudnya apa komiknya kok gtu yaa pantesan mau di akhirin dg bunuh chul. aisshh ... hwaiting sinopsisnya

Btw thankyou bgt ka udh buat sinopsis nya cepet:) Makin gabisa ditebak ya ceritanya keren lah

Alur ny bener" susah d tebak...

kereen bangeet bikin penasaran makasih kak sinopsis nx lanjut part slanjut nx yaa, sehat selalu kak 😊😊

kyaknya tiap episode bkalan ada kejutan trus deh😁😁😁
btw kak gue disini reader setia lohπŸ˜‰
ini blog favorite😁😁
figthing☺
btw episode 6 jam berapa di postnya kak??

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon