Powered by Blogger.


Pak Detektif keluar lalu bertanya pada Do Yoon, apakah Chul dan Yeon Joo sudah saling mengenal sebelum insiden di atap hotel. Do Yoon dan si pengacara bingung, Do Yoon menjawab dengan ragu bahwa seperti itu tidak mungkin. Tapi menurut pandangan Detektif, Chul dan Yeon Joo terlihat sangat dekat, bukan cuma sekedar dekat, tapi sangat-sangat dekat.



Malam harinya, Yeon Joo berbaring didalam selnya dengan senyum bahagia. Dia bernarasi "Jika aku harus memilih momen paling membahagiakan dalam hidupku, lucunya, aku akan memilih malam saat aku berbaring didalam selku seorang diri. Aku merasa tak enak pada ibuku waktu itu, tapi..."


Dalam dunia nyata, Ibunya Yeon Joo membuka kamar putrinya tengah malam tapi malah kaget mendapati kamar putrinya kosong. Kemana Yeon Joo? Apa dia belum pulang? Kenapa Yeon Joo masih belum pulang padahal sudah hampir subuh.

"Aku benar-benar lupa pada ibuku yang menungguku"


Di rumah sakit, Prof Park mengamuk dan menggebrak pintu dengan penuh amarah, apalagi saat dia mendapati Seok Beom dan yang lain malah asyik tidur dan makan snack padahal sedang ada pasien sekarat.

"Aku tidak peduli walaupun aku tidak bisa bekerja di rumah sakit lagi" lanjut Yeon Joo "Hidupku mulai terasa tidak masuk akal. Aku hampir memperdaya diriku sendiri bahwa hidupku saat ini adalah kenyataan"


Yeon Joo diberitahu bahwa dia kedatangan tamu lagi. Yeon Joo langsung tersenyum lebar, mengira yang datang adalah Chul. Tapi ternyata yang datang cuma Do Yoon dan pak pengacara. Do Yoon berkata kalau Chul sedang sibuk dan dia datang untuk menyampaikan pesannya Chul.

Flashback,


Chul sedang ganti baju memakai setelan jas kotak-kotak (ga banget deh bajunya, untung yang pakai cakep :D) dan memberitahu Do Yoon bahwa dia mencari informasi dan mendapati ada cukup banyak tipe kisah cinta manis yang disukai para wanita.

Jadi dia menyuruh Do Yoon pergi menemui Yeon Joo dan menyuruh Yeon Joo memilih tipe kisah cinta manis seperti apa yang dia inginkan agar dia bisa membayar hutangnya. Yang pertama, konsep ala Cinderella dengan pesta glamor. Kedua, liburan romantis ke pedesaan. Ketiga, percintaan sehari-hari yang sederhana.

Dan yang ke-4 "Percintaan khusus dewasa yang seksi" kata Chul sambil membuka sebelah jasnya dengan gaya seksi. hahaha!

Flashback end,


Yeon Joo bingung dan aneh sendiri mendengar semua pilihan aneh itu. Sambil berdehem canggung Do Yoon menambahkan, Chul berpesan bahwa dia lebih memilih pilihan ke-4. Haha! Do Yoon menyuruh Yeon Joo untuk memilih salah satu yang mana yang dia sukai. Yeon Joo bingung, tak mengerti apa maksudnya.

"Kudengar kau menyuruhnya untuk membayar hutangnya dengan percintaan yang manis"

"Tidak, bukan itu maksudku. Ini rasanya seperti sebuah bisnis, menyuruhku pilih salah satu dari 4 pilihan. Aku kan tidak memintanya untuk membuat rencana bisnis"


"Seperti inilah dia dalam mengurusi sesuatu. Kau harus memilih salah satu agar kami bisa mulai mempersiapkan segalanya"

"Kau benar-benar serius menyuruhku memilih salah satu?"

Do Yoon membenarkannya. Yeon Joo pun akhirnya mulai memikirkan semua pilihan itu. Nomor 4 jelas tidak. Nomor 1 sepertinya menarik, tapi... Yeon Joo berpikir lagi dan akhirnya memutuskan untuk memilih nomor 3... tapi malah mengangkat 4 jari. wkwkwk! Yeon Joo cepat-cepat mengatupkan jari yang satunya dan menegaskan kalau dia memilih nomor 3.

Tapi yang tidak dia mengerti, kenapa Do Yoon memberitahunya sekarang saat dia masih dipenjara. Do Yoon berkata kalau Yeon Joo akan keluar sebentar lagi, Pengacaralah yang akan menjelaskannya.


Di kantornya, Chul didatangi Hyeon Seok yang kemudian bertanya heran "Kudengar kau sudah menikah?"


Pada saat yang bersamaan, Yeon Joo kaget setelah diberitahu Pengacara bahwa dia dan Chul sudah menikah. Pengacara menjelaskan bahwa pernikahan mereka cuma diatas kertas saja, saat ini mereka sedang mengatur semua dokumen yang diperlukan agar Chul dan Yeon Joo kelihatan sudah menikah tahun lalu di Amerika.

Tapi Yeon Joo punya dua masalah. Pertama, identitasnya Yeon Joo tidak jelas. Dan kedua, Yeon Joo melarikan diri tanpa memberi kesaksian. Lalu tentang menghilangnya Yeon Joo dari atap hotel malam itu, Yeon Joo harus berkata bahwa dia melarikan diri karena dia takut hubungannya dengan Chul akan terungkap. Cara itu cukup bagus digunakan untuk menjamin identitasnya Yeon Joo.


Hyeon Seok bertanya-tanya, apakah Chul benar-benar mendaftarkan pernikahan dengan Yeon Joo. Chul membenarkannya, hanya itu satu-satunya cara untuk mengeluarkan Yeon Joo dari penjara. Tapi sampai mendaftarkan wanita itu sebagai istrinya, apa itu tidak terlalu berlebihan. Jika mereka jadi suami-istri sah, maka Chul akan sulit melarikan diri dari situasi ini.

"Jika aku tidak bisa melarikan diri, maka aku hanya perlu hidup bersamanya" jawab Chul enteng

Hyeon Seok cemas mengingat Yeon Joo adalah wanita yang identitasnya tidak jelas, bagaimana dengan semua aset yang Chul yang miliki. Chul memberitahunya bahwa dia sudah mengetahui identitasnya Yeon Joo. Dan sekarang, aset tidak lagi penting baginya.

Karena itulah dia meminta Hyeon Seok datang, dia ingin berhenti mencari pelaku yang sebenarnya. Dia memutuskan untuk menyerah dan dia ingin Hyeon Seok juga menyerah. Semua itu tak berarti lagi sekarang. Hyeon Seok shock mendengarnya, dia ingat waktu mereka bicara di telepon setelah Chul mengunjungi Yeon Joo. Dia yakin waktu itu Chul mengatakan sesuatu tapi dia tidak ingat apa.


Chul pernah bilang bahwa ada saat-saat dimana dia tidak begitu ingat, sekarang dia mengerti apa maksudnya setelah mengalaminya sendiri. Dia ingat bagaimana saat itu dia sedang memegang telepon tapi begitu sadar dia lupa, dan waktu itu Chul tiba-tiba menghilang seharian.

"Apa kau pergi ke dunia lain?" tanya Hyeon Seok

"Iya"

"Dimana itu?"

Tapi Chul menolak menjawab karena jika dia memberitahunya maka Hyeon Seok pasti akan merasa sangat terbebani, rasanya pasti akan sulit diterima. Yang bisa dia katakan hanya dua hal. Pertama, dia tahu siapa Yeon Joo dan syukurlah dia bukan wanita gila jadi tidak ada masalah jika Yeon Joo menjadi istrinya.

"Aku hanya khawatir dia tidak akan bisa tinggal di sisiku" kata Chul dengan senyum tipis "Dan aku juga tidak perlu lagi mencari pembunuh keluargaku. Tolong jangan tanya alasannya. Proyek W berakhir sampai di sini"

Frustasi, Hyeon Seok berusaha meminta penjelasan tentang kenapa Chul terjun ke Sungai Han. Chul mengaku bahwa dia ingin mati, dia tak tahu lagi bagaimana harus melanjutkan hidupnya. Sekarang pun dia masih belum tahu, tapi dia merasa lebih hidup. Karena itulah dia harus berpikir apa yang harus dia lakukan mulai sekarang.


Yeon Joo dengan didampingi pengacara, pergi menghadap hakim. Disebutkan dalam laporan kalau Yeon Joo adalah orang Amerika keturunan Korea dan bertemu dengan Chul bulan Mei 2015 dan menikah bulan September di Chicago. Dan Yeon Joo melarikan diri saat polisi datang untuk menangkapnya waktu itu adalah karena waktu itu mereka bertengkar hebat hingga ingin bercerai.

Menurut keterangan Chul, Yeon Joo tidak ingin media mengetahui hubungan pernikahan mereka. Apa semua itu benar? tanyanya. Yeon Joo mengiyakan semuanya dengan canggung.


Begitu keluar, Do Yoon memberinya sebuah cincin kawin. Karena akan ada banyak orang yang melihat jadi Yeon Joo harus memakainya mulai sekarang. Yeon Joo pun menyelipkan cincin itu di jarinya dan ukurannya sangat pas. Dia terkagum-kagum sampai tak henti-hentinya memandangi cincin itu.

Do Yoon lalu memberinya sebuah kacamata hitam. Untuk apa kacamata ini? tanya Yeon Joo. Nanti juga Yeon Joo tahu sendiri begitu dia keluar, jawab Do Yoon.


Baru saja sampai di pintu gedung, Yeon Joo shock melihat puluhan wartawan menyerbunya. Untunglah Do Yoon dan beberapa bodyguardnya Chul melindunginya sampai dia masuk mobil.


Setibanya di rumah, dia malah lebih shock lagi melihat semua pegawainya Chul dan juga beberapa pegawai hotel berjejer menyambut kedatangannya dan serempak menyapa "Selamat datang, Nyonya Kang"

Do Yoon memperkenalkan mereka semua pada Yeon Joo lalu membawa Yeon Joo ke kamarnya Chul yang akan mereka tempati berdua mulai sekarang.


Yeon Joo tak percaya melihat semua ini, apa dia benar-benar akan tidur sekamar dengan Chul. Do Yoon membenarkannya, mereka sudah menikah jadi harus tinggal sekamar. Selain itu ada banyak pegawai yang melihat.

"Tapi tetap saja semua ini terlalu..."

Belum selesai bicara, seorang pelayan muncul dari dalam kamar mandi dan memberitahu nyonya barunya bahwa bak mandi sudah siap. Do Yoon menyuruhnya untuk mandi dan istirahat, Chul akan pulang nanti malam. Mereka lalu pergi meninggalkan Yeon Joo yang masih sulit mempercayai semua ini, dia sudah menikah.


Dia memperhatikan barang-barang di kamar itu sudah berubah menjadi barang-barang couple. Di sebelah baju-bajunya Chul, ada baju-baju wanita. Di tepi kasur juga ada sandal couple. Dan di meja ada beberapa koran yang memberitakan tentang pernikahan rahasia Chul dengan seorang wanita misterius bernama Nona Oh.

"Aku benar-benar sudah menikah? Arrrrgh!!!!"


Beberapa saat kemudian, Yeon Joo duduk di depan meja rias kamar mandi. Saat mengoleskan lotion di wajahnya, dia melihat cincin kawinnya kembali. Dia mengedarkan pandangannya dan kagum mendapati segala sesuatu di ruangan itu sudah berubah menjadi barang-barang couple. Sikat gigi couple, 2 set kosmetik pria dan wanita yang saling bersebelahan dan juga 2 buah kimono couple tergantung di dinding.


Dan yang paling mencengangkannya adalah laci berisi pakaian dalam. Yeon Joo langsung menutup mata dengan malu, tapi kemudian dia penasaran lalu mempelototi boxernya Chul.

"Jadi kau memilih nomor 4" kata Chul tiba-tiba. Yeon Joo sontak kaget "Nomor 4 itu seleramu, yah? Percintaan khusus dewasa yang seksi"

Yeon Joo cepat-cepat melempar celana dalam itu ke tempat semula dan bertanya kikuk, kapan Chul datang. Tapi Chul terus menggodanya. Yeon Joo bilang memilih nomor 3, tapi apa dia benar-benar menyukai percintaan sehari-hari yang sederhana. Sepertinya tidak seperti itu.

Sambil terbata-bata canggung, Yeon Joo pura-pura sok polos dan beralasan kalau dia cuma mengecek itu barang apaan karena dia tidak tahu barang apa itu. Masa sih? Chul yakin kalau di dunia lain sana juga ada celana dalam pria. Frustasi, Yeon Joo menyuruh Chul untuk melupakannya saja.

"Kita tidak bertemu selama beberapa hari, jadi berhentilah menggodaku"

Chul langsung tersenyum lebar mendengarnya "Aku senang bertemu lagi denganmu"


Hmm... Yeon Joo pasti terharu deh, tapi dia pura-pura menggerutu kesal karena Chul bahkan tidak mengunjunginya satu kalipun. Chul beralasan kalau dia sangat sibuk, karena ternyata menikah dadakan itu sangat sulit. Dia harus menciptakan sebuah skandal dan menyesuaikannya dengan schedule-nya dan dia juga harus menghapal pernyataannya.

"Aku tahu. Semua ini terlalu berlebihan. Aku bilang aku suka percintaan yang manis dan bukannya menikah"

"Kita bisa melakukan segala hal manis mulai sekarang. Aku sudah belajar keras"

"Kau mempelajarinya?"


Chul tiba-tiba ingat sesuatu lalu menyuruh Yeon Joo menunggu. Begitu Chul keluar, Yeon Joo langsung mengelus dadanya yang dag-dig-dug-der. Chul kembali semenit kemudian dengan membawa sebuah buku lalu menyuruh Yeon Joo duduk di sampingnya.

Dia lalu membuka sebuah halaman, meletakkan buku itu di lengan kursi dekat Yeon Joo sambil berkata bahwa dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya, jadi dia tidak yakin apakah akan berhasil.

"Apa?"

"(Buku) itu bilang untuk mengikat rambutmu"

Chul mengaku bahwa dia menyuruh pegawainya untuk mencarikan buku itu untuknya, buku itu tentang segala hal manis dan romantis yang disukai wanita. Yeon Joo heran mendengarnya. Chul lalu memutar tubuh Yeon Joo membelakanginya lalu mulai menata rambut Yeon Joo.


Yeon Joo melihat-lihat buku itu dan mendapati pose mereka benar-benar mirip dengan pose pasangan di dalam buku. Dia tak percaya Chul mempelajari buku itu. Chul mengklaim bahwa dia harus mempelajarinya karena Yeon Joo menyuruhnya untuk bayar hutang sementara dia tidak tahu apa-apa tentang hal-hal semacam ini.

"Apa kau menyukainya? Apa ini manis?"

"Aku suka"

"Benarkah? Syukurlah. Menarik sekali, kenapa ini manis?"

"Ini pertama kalinya kau melakukan ini kan?"

"Iya"


Mereka saling tertawa mendengarnya. Yeon Joo mengaku tak menyangka Chul akan seperti ini, dia tak pernah melihat sisi diri Chul yang seperti ini. Chul menyuruh Yeon Joo untuk memilih kegiatan manis lainnya dari buku itu. Jika mereka berusaha keras maka mereka bisa menyelesaikan 10 hal dalam sehari. Yeon Joo protes, ini kan bukan PR.

"Bukankah seharusnya kita melakukan sebanyak apapun selama kita bisa. Kita kan tidak tahu kapan kita akan berpisah lagi"

Yeon Joo langsung terdiam menatap bayangan Chul di cermin dengan sedih. Melihat itu, Chul meminta Yeon Joo untuk tidak memandanginya seperti itu karena Yeon Joo bisa menghilang lagi nanti. Sepertinya ada yang salah dengan hatinya, dia jadi mudah goyah... "Karena itulah jangan menangis atau tiba-tiba memberitahuku kalau kau mencintaiku jika kau ingin bersamaku lebih lama"


Selesai Chul menguncir rambutnya, Yeon Joo membuka-buka buku itu. Tapi Chul tiba-tiba memutuskan bahwa dia tidak seharusnya membaca dengan cara seperti ini lalu membawa Yeon Joo keluar dan melemparnya ke kasur. Yeon Joo langsung panik, apalagi Chul tiba-tiba menindihnya. Sontak Yeon Joo langsung menyilangkan kedua tangan di dadanya. Chul tiba-tiba mendekat, Yeon Joo langsung memejamkan mata.


Chul tertawa melihat reaksi Yeon Joo. Dia cuma menggoda ternyata. Chul lalu berbaring di samping Yeon Joo dan menyuruh Yeon Joo untuk bersandar di dadanya. Dan saat Yeon Joo tak menurut, Chul langsung menarik Yeon Joo ke pelukannya lalu membuka bukunya lagi. Dan ternyata pose itu pun ada di dalam buku. Chul bahkan hapal halamannya.


Di salah satu halaman ada kegiatan belanja bersama. Chul bertanya apakah wanita menganggap belanja bersama itu menyenangkan. Dengan malu-malu, Yeon Joo membenarkannya. Rasanya sungguh manis saat pria membawa keranjang belanja dan penasaran tentang apa yang akan mereka masak nanti. Mereka pun sepakat untuk belanja bersama nanti.


Chul terus membuka-buka halamannya, tapi fokus perhatian Yeon Joo mulai teralih melihat cincin kawin di jari manis Chul. Mereka tiba di halaman yang memperlihatkan pria mencium wanitanya. Yang ini mudah dan Chul langsung mengecup kening Yeon Joo saat itu juga.

"Kau tidak menganggap semua ini sebagai PR untuk membayar hutangmu, kan? Sepertinya kau sangat menikmatinya?"


Chul menyangkal lalu mendorong Yeon Joo untuk menciumnya... tepat saat bodyguardnya tiba-tiba masuk. Shock, si bodyguard langsung berpaling dan mereka berdua langsung saling menjauh dengan canggung. Kesal, Chul langsung mengomeli bodyguard, dia tidak bisa ketuk pintu apa.

Si bodyguard meminta maaf, dia masih belum terbiasa dengan fakta kalau Chul sudah menikah lalu memberitahu Chul bahwa Do Yoon untuk bertemu dengannya di taman rooftop. Yeon Joo pura-pura sibuk baca buku dan langsung mendesah lega begitu si bodyguard pergi.


Chul menyuruh Yeon Joo untuk mengindex semua hal yang ingin dia lakukan, tapi dia mengingatkan Yeon Joo "Aku lebih suka percintaan khusus dewasa"

Chul pun pergi meninggalkan Yeon Joo yang merasa jantungnya mau copot.


Di dalam lift, Chul mendapat telepon yang nomor tak dikenal. Tapi saat dia menjawab telepon itu, beberapa tulisan aneh tiba-tiba muncul di udara... "Dimana kau?"... "Bagaimana bisa kau hidup kembali?"


Begitu bertemu Do Yoon, dia langsung menyuruh Do Yoon untuk melacak nomor tak dikenal itu. Tapi apa yang ingin Do Yoon katakan sampai tidak mau masuk ke rumah. Do Yoon berkata karena dia tak bisa mengatakannya di depan Yeon Joo lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya So Hee.


Dalam flashback, So Hee menyerahkan surat itu pada Do Yoon dengan berlinang air mata. Dia tidak mau bertemu Chul, jadi dia meminta Do Yoon menyerahkan surat itu pada Chul. Walaupun Do Yoon menganggap pernikahan Chul dan Yeon Joo palsu, tapi menurut So Hee tidak seperti itu. Dia merasa tak sanggup lagi menjadi asisten pribadinya Chul, apalagi jika dia melihat wanita itu.

Chul menyuruh Do Yoon untuk menyampaikan pada So Hee bahwa dia akan menemui So Hee dalam waktu beberapa hari lagi. Tapi... Do Yoon ragu bagaimana harus menyampaikannya. Tadi dia melihat kejadian yang sangat aneh.

Flashback,


Saat Do Yoon menjabat tangan So Hee, tiba-tiba dia shock melihat tangan So Hee menjadi transparan seperti mau menghilang (what? ini apa yang terjadi ini?). Tapi saat dia melepas pegangan tangannya, tangan So Hee kembali normal tapi So Hee sama sekali tak menyadarinya.

Flashback end,


Do Yoon dengan ngeri memberitahu Chul bahwa apa yang dilihatnya tadi memang tak masuk akal, tapi dia yakin dengan apa yang dia lihat. Apa mungkin dia sudah mulai gila?


Begitu kembali ke penthouse, Chul mendapati Yeon Joo sudah tidur dengan mendekap bukunya. Chul tersenyum melihatnya lalu membelai kepala Yeon Joo dan melihat buku itu sudah diberi banyak label oleh Yeon Joo.


Teleponnya berbunyi lagi dari nomor tak dikenal. Chul langsung mengeluarkan pistolnya sebelum mengangkat telepon itu. Dan seketika itu pula, tulisan-tulisan aneh muncul silih berganti di udara... "Dimana kau?"... "Bagaimana bisa kau kembali?"... "Kau tidak boleh mati dengan caramu sendiri"... "Apa kau tahu berapa lama aku menunggu?"


"Siapa kau?" tanya Chul

"Siapa aku? Apa kau tidak tahu? Aku membunuh keluargamu. Di rumahmu, 10 tahun yang lalu" 

OMG! Dia penjahatnya? Dia benar-benar ada? "Kau... siapa kau?"

"Kubilang aku membunuh semua keluargamu. Hanya dengan 4 tembakan. Aku menembak mereka tepat di kening mereka. Aku penembak jitu sepertimu. Karena itulah kau harus menemukanku. Kenapa kau mati sebelum menemukanku? Kau tidak boleh mati sekarang. Semua ini tidak akan berakhir sampai kau dan aku menyelesai urusan kita. Kulihat kau punya keluarga baru sekarang. Sekarang gilirannya. Akan kutembak dahinya sampai berlubang. Tunggu saja"


Telepon itu terputus dan Kang Chul langsung menatap Yeon Joo dengan panik.

Bersambung ke episode 8 

19 comments

huaaaa.... aku jadi penasaran siapa orang berjubah hitam. lanjut terus ya kak. untungnya dramanya gak teranggu sama olimpiade rio. yukata~ne. hehehe >U,<

Huaaa bner2 nih drama
hati gue campur aduk dibuatnya
deg2an,sedih,senang,bahagia,cemburu dan jga penasaran
keren bgt penulis skenarionya
itu bodyguard ngapain jga masuk ke kamarnya kang chul kgk tau situasi bgt *yd mode on
Semangat Kak :)
Jangan lupa di tunggu Preview eps.8 nya :)

Dah g sabar buat bca sinopsis selanjutx, fighting✊

Di preview episode 7 dulu bukan kah ada part dimana Yeon joo dditembak sama si jubah hitam. Tp kok ini gak ada ya.

udah kehabisan kata kata buat drama ini. bener bener

sukaaaa, makasih mbk sinopsisnya, keren tulisannya, aku fans baru blog ini

Adegan si jubah hitam nembak Yeon Jo ada di preview ep 8..daaan menunggu rabu msh lama hrs sabar 1 minggu lagi utk ep 8😭😭😭 galau se galau2nya

Duh makin dag dig dug aja udh mulai tegang ni dengn muncl penjht yg sebenar nya,d tunggu episode8 nya mba,fighting tuk ngerecap nya

Makin penasaran..makasih sinopsisnya.fighting..

😘😘😘
G bisa comment keren bgt ne drama 👍

huaaaaa kenapa w ini selalu bikin aku penasaran sihhhhh,diluarr dugaann muluuu,ga sabarrr dehh nunggu ep selanjutnyaaa😂😂

Huaaah... jadi makin penasaran nih buat ep selanjutnya..
Apalagi Jong Suk bilang ep 8 yg paling greget..kan jadi berasa lama waktunya..

Hmm.. semangat terus buat nulis sinopnya yaa...
Terimakasiiiih..

Jadi srbener y spa yg jadi tokoh antagonis y.jadi penasaran yakin

Penasaran untuk ep8 nya ��
Semangat buat sinopsis selanjutnya ��

Jangan2 yg buat karakter si pembunuh itu teman smpnya yoen joo... Ato ibunya yoen joo

.aku penggemar baru blok in,,,
.knpa tangan so hee jga kaya hilang gitu ,ap jangan jngan so hee dari dnia yang sama kyak yeon joo. Mkin pnasaran ajha...
.
.smagat yae , di tunggu sinopsis episode 8 nya..

.aku penggemar baru blok in,,,
.knpa tangan so hee jga kaya hilang gitu ,ap jangan jngan so hee dari dnia yang sama kyak yeon joo. Mkin pnasaran ajha...
.
.smagat yae , di tunggu sinopsis episode 8 nya..

.aku penggemar baru blok in,,,
.knpa tangan so hee jga kaya hilang gitu ,ap jangan jngan so hee dari dnia yang sama kyak yeon joo. Mkin pnasaran ajha...
.
.smagat yae , di tunggu sinopsis episode 8 nya..

Aigoo..
Pertama aku baca judul dan sinopsis singkatanya aku merasa ini sedikit aneh tapi setelah baca semua sinopsisnya sampai di episode ini malah keanehan ini yang menjadi daya tarik.
Seru sekali dan gak sabar nunggu next episode, kamsahamnida mbk.. fighting

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon