Powered by Blogger.


Ji Woon tiba-tiba mencium Ha Won... sebelum akhirnya Ha Won terbangun dari tidurnya. Oh, cuma mimpikah semalam?



Saat dia keluar kamar, dia menemukan Ji Woon tidur di lantai depan kamarnya. Awalnya dia tak mempedulikannya, tapi sedetik kemudian dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya... noda bekas wine di bajunya Ji Woon. Sontak dia ingat kalau kemarin dia memang melihat Ji Woon minum wine sampai tumpah ke kaosnya lalu menciumnya. OMG! Ciuman semalam bukan mimpi.


Saking kagetnya, dia sampai mengerang keras dan membuat Ji Woon terbangun. Ha Won buru-buru kabur ke kamar mandi sambil mengomeli dirinya sendiri "Astaga, aku sudah gila! Aku sudah gila!"

Tapi ciuman itu tiba-tiba Ha Won jadi plin-plan dan histeris. Satu detik dia tersenyum senang, tapi detik berikutnya dia langsung menampari dirinya sendiri. Sedetik kemudian dia senyam-senyum geje lagi, lalu sedetik kemudian dia menampari dirinya lagi sambil melompat-lompat heboh. Ujung-ujungnya malah tak sengaja menginjak sabun dan BUUK!!! Dia terjatuh dengan suara gedebuk yang sangat keras dan mengagetkan seisi rumah.


Saat semua orang masuk ke kamar mandi, mereka menemukan Ha Won tergeletak pingsan di lantai. Begitu melihat Ha Won, Ji Woon juga langsung ingat tentang kejadian diantara mereka semalam.


Ha Won akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Tak lama kemudian, dokter memberitahu Yoon Sung dan Ja Young bahwa Ha Won menderita gegar otak ringan dan bisa dipindahkan ke rumah sakit Seoul. Yoon Sung lalu menelepon Seo Woo memberitahunya bahwa dia akan membawa Ha Won pulang jadi mereka pulang sendiri saja.


Seo Woo lalu menyampaikan kabar ini pada yang lain. Hyun Min bertanya-tanya keheranan, bagaimana bisa Ha Won terjatuh di kamar mandi sampai gegar otak seperti itu. Dia terus bicara sampai saat dia menyadari tatapan cemburu Hye Ji. Seketika itu pula Hyun Min langsung terdiam canggung lalu cepat-cepat pergi.

Hye Ji menyarankan mereka berkemas sekarang lalu pulang. Seo Woo setuju, lagipula tanpa adanya Ha Won di sini, mereka tidak akan mungkin melakukan kegiatan apapun bersama.


Di rumah sakit, Ha Won terbangun. Dalam keadaan lemah, dia bertanya pada suster, sekarang tanggal berapa. Suster berkata 15 Agustus. Ha Won langsung bangkit dengan keheranan, masa sekarang masih satu hari? Biasanya kan kalau orang pingsan atau semacamnya, mereka akan terbangun beberapa hari atau seminggu kemudian, lah kok dia malah beda?

"Syukurlah kasus itu tidak terjadi padamu, jadi jangan khawatir" jawab suster dengan senyum geli. Tapi Ha Won malah tampak kecewa, kayaknya dia berharap banget pingsan seminggu atau semacamnya. he!


Ja Young datang tak lama kemudian sambil merengek cemas. Ha Won langsung memeluknya dengan sayang.


Tapi kemudian dia bertanya-tanya, biasanya kalau orang pingsan, bukankah mereka akan terkena amnesia sementara dan tidak mengingat kejadian apapun semalam. Hahaha! Dia berharap amnesia tapi tiba-tiba pikirannya teringat kembali dengan ciumannya dengan Ji Woon semalam. Ha Won jadi semakin gelisah.


Yoon Sung muncul tak lama kemudian dengan cemas. Ha Won ingin cepat-cepat pulang, takutnya yang lain sedang mencemaskannya. Tapi Yoon Sung melarangnya bergerak. Ha Won akan dipindahkan ke rumah sakit di Seoul karena kakinya harus di-gips. Kaget, Ha Won menyibak selimutnya dan mendapati kakinya diperban karena terkilir.


Ji Woon sudah selesai berkemas. Tapi saat melewati kamarnya Ha Won, dia melihat barang-barangnya Ha Won masih tertinggal di sana. Ji Woon memutuskan masuk dan membaca daftar kegiatan yang sudah disusun Ha Won. Senyumnya langsung mengembang lebar memikirkan Ha Won "Dasar, kenapa dia selalu melakukan sesuatu yang tidak penting?"

"Apa yang kau lakukan?" tanya Hye Ji yang tiba-tiba muncul di belakangnya. Saat itulah Ji Woon baru sadar lalu cepat-cepat keluar.


Dalam perjalanan pulang, Ha Won merasa tak enak pada semua orang karena gara-gara dia liburan mereka jadi terpaksa harus diakhiri lebih cepat. Yoon Sung meyakinkannya untuk tidak cemas. Lagipula jika bukan karena Ha Won, mereka tidak akan mungkin mau datang. Tapi tiba-tiba dia melihat Ha Won sedang menatapnya dengan senyum geli. Yoon Sung heran.

"Ahjussi, kau sepertinya tidak kuat minum. Kau bahkan tidak minum banyak tapi kau langsung pingsan dengan cepat. Aku melihat sisi dirimu yang belum pernah kulihat, ahjussi"

Yoon Sung langsung malu "Tolong... err... hapus ingatan itu dari pikiranmu"

"Oh, wajahmu jadi merah, ahjussi"

"Kalau begitu, kau pasti tidak mabuk semalam?"

Pertanyaan itu sontak mengingatkan Ha Won pada kejadian semalam. Dengan canggung dia cepat-cepat mengklaim kalau semalam dia mabuk berat dan tidak ingat apapun. Yoon Sung jadi heran, apa semalam terjadi sesuatu. Ha Won mengklaim tak terjadi apapun. Yoon Sung jadi semakin heran, katanya tadi Ha Won tidak ingat apapun.

Bingung, Ha Won akhirnya memutuskan untuk mencampurkan saja kedua kebohongannya "Itu... aku tidak ingat apapun. Tapi tidak terjadi apapun"


Sesampai di rumah sakit Seoul, kaki Ha Won langsung di-gips. Lukanya tidak serius, tapi dokter mengingatkan Ha Won untuk berhati-hati selama beberapa kedepan agar dia cepat sembuh. Dan untuk sementara waktu, Ha Won harus berjalan dengan bantuan kruk.

Saat mereka keluar, mereka melihat Yoon Sung berjalan pergi. Ha Won memanggilnya tapi Yoon Sung tidak mendengarnya. Mereka menyusulnya, tapi malah melihat Yoon Sung masuk ke bagian transplantasi organ. Tentu saja Ha Won heran.


Yoon Sung diberitahu bahwa sangat sulit menemukan donor luar dan menyarankan agar sebaiknya Yoon Sung menasehati si pasien untuk memberitahukan penyakitnya pada keluarganya agar dia bisa menemukan donor dari keluarganya. Tapi Yoon Sung berkata bahwa si pasien sangat menentang ide itu. Kalau begitu yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah menunggu.

Saat Yoon Sung menjemput mereka, Ha Won gelisah ingin menanyakan apa yang dilihatnya tadi. Tapi setelah memikirkannya baik-baik, akhirnya dia memutuskan untuk diam saja.


Kang bersaudara dan Hye Ji berkumpul di Sky House. Sementara yang lain gelisah, Hye Ji terus menerus menatap Hyun Min sampai membuat Hyun Min tidak nyaman. Dia langsung menghindar ke dapur, tapi Hye Ji menyusulnya dan bersikeras ingin membicarakan tentang ciuman mereka semalam. Tapi Hyun Min langsung kembali ke sifat playboy-nya dan menyarankan sebaiknya mereka pura-pura tidak terjadi apapun diantara mereka.


Ji Woon gelisah memikirkan ciumannya dengan Ha Won semalam. Tapi saat Hyun Min dan Hye Ji kembali ke ruang tamu, dia melihat ketegangan diantara mereka berdua. Dia penasaran ada apa dengan mereka, tapi Hye Ji menyangkal dan pura-pura tak ada masalah.


Ha Won akhirnya pulang tak lama kemudian dan langsung kontak mata dengan Ji Woon. Mereka jadi canggung seketika dan Ji Woon buru-buru memalingkan pandangannya. Tapi dia langsung cemas saat melihat kakinya Ha Won yang di-gips. Saat hendak melangkah turun tangga, Ha Won tiba-tiba oleng.

Ji Woon dengan sigap menangkapnya dan membuat posisi mereka jadi sangaaaat dekat. Sontak mereka jadi canggung dan gugup lalu cepat-cepat saling memalingkan tatapan mereka. Hye Ji bertanya-tanya Ha Won sakit apa, Ha Won memberitahunya kalau urat kakinya cuma tertarik sedikit dan lukanya tidak serius.

"Seharusnya kau berhati-hati" omel Hyun Min.

Dia lalu menawarkan diri untuk menjadi kruk-nya Ha Won. Tapi Seo Woo langsung menghalanginya dan mengingatkannya kalau Ha Won bukan tunangannya. Seo Woo menyatakan mau membantu Ha Won, tapi Ha Won refleks menolak bantuannya sambil melirik tak enak pada Ji Woon.

Tak ingin ada yang curiga, Ha Won cepat-cepat beralasan kalau dia hanya belum terbiasa menggunakan kruk-nya, tapi nanti juga dia akan terbiasa. Saat Yoon Sung menawarkan diri untuk membantunya, Ha Won sama sekali tak menolak malah meminta Yoon Sung untuk memegangi kruk-nya sementara dia sendiri melompat-lompat dengan cepat ke dalam kamarnya.

Seo Woo heran melihat Ha Won yang sepertinya sedang berusaha menghindari mereka. Hyun Min juga heran. Mereka berdua langsung beralih menatap Ji Woon seolah minta penjelasan. Tapi Ji Woon langsung menghindar dengan mengantarkan Hye Ji pulang.


Malam harinya, Yoon Sung kembali ke rumah sakit untuk menjemput CEO Kang. Organ donor yang Yoon Sung tanyakan tadi siang adalah untuk CEO Kang yang menderita sirosis hati. Dokter sebenarnya sangat cemas, karena penyakit CEO semakin hari semakin memburuk. Satu-satunya cara mengobatinya adalah dengan melakukan transplantasi hati secepatnya, lagipula sekarang dia sudah mendaftar untuk mencari donor.

"Memang benar, tapi donor yang cocok untuk anda masih belum..."

"Aku yakin kita akan segera menemukannya" sela CEO Kang yang tetap bersikeras merahasiakan penyakitnya dari cucu-cucunya.


Saat mereka hendak beranjak pergi, Yoon Sung mengulurkan tangan untuk mengambil alih tasnya CEO Kang dari tangan Hwa Ja. Hwa Ja tampak jelas senang walaupun Yoon Sung bicara dengan sangat formal padanya. CEO Kang juga senang melihat Yoon Sung yang begitu perhatian dan berkomentar bahwa dia pasti akan senang sekali jika dia memiliki seorang putra seperti Yoon Sung.


Hye Ji penasaran setelah tadi menyaksikan suasana canggung antara Ji Woon dan Ha Won dan juga sikap Ha Won yang terkesan menghindari Ji Woon, apa terjadi sesuatu diantara mereka berdua?

Panik, Ji Woon pura-pura menyangkal dan beralasan kalau Ha Won mungkin cuma malu setelah terjatuh tadi. Hye Ji mempercayainya. Teringat acara mabuk mereka semalam, Hye Ji mengomentari Ji Woon yang semalam sangat cute saat mabuk, sudah lama dia tidak melihat Ji Woon tersenyum seperti itu.


Tiba-tiba dua orang pria mendekati mereka dan bertanya apakah Hye Ji adalah putri pemilik rumah ini. Mereka datang untuk mencari ayahnya Hye Ji tapi Hye Ji memberitahu mereka kalau ayahnya sedang pergi melakukan perjalanan bisnis.

Ji Woon yang curiga dengan mereka, langsung menarik Hye Ji ke belakangnya dan mengkonfrontasi kedua pria itu. Entah apakah mereka takut pada Ji Woon atau apa, tapi mereka langsung mundur lalu pergi.

"Apa-apaan kedua pria itu?"

"Entahlah. Mungkin mereka kenalan ayahkku?"

Ji Woon jadi cemas meninggalkan Hye Ji sendirian. Tapi Hye Ji meyakinkannya kalau dia akan baik-baik saja. Sekarang ini yang diinginkannya adalah cepat-cepat masuk rumah dan istirahat.


Keesokan harinya, Yoon Sung baru tiba di Sky House saat dia mendapat telepon dari rumah sakit. Sementara di tempat lain, Ji Woon gelisah memikirkan kedua wanita.



Dari luar, Hyun Min melihat Ha Won kesulitan memakai kruknya. Dia langsung masuk kamar Ha Won untuk menawarkan bantuannya. Ha Won menolak karena dia cuma mau ganti baju. Tapi Hyun Min malah cuma diam tak mau pergi. Ha Won mengisyaratkannya untuk keluar, tapi Hyun Min ngotot tidak mau.


Hyun Min akhirnya membantu Ha Won untuk mencarikan baju ganti untuknya. Tapi setelah memeriksa lemarinya, dia malah geleng-geleng kepala "Lemarimu adalah kejahatan terhadap fashion. Tidak ada satupun di sana yang pantas dipakai"

"Tidak, aku yakin ada banyak yang layak pakai"

"Tunggu sebentar" ujar Hyun Min sambil berlalu pergi untuk membelikan beberapa pakaian yang lebih pantas untuk Ha Won.


Begitu membuka pintu, dia hampir saja menabrak makanan yang Seo Woo bawa untuk Ha Won. Ha Won terharu melihat banyaknya makanan yang Seo Woo bawa untuknya walaupun dia tahu yang membuatnya adalah Ahjumma. Tapi anehnya, walaupun melihat banyak makanan enak di hadapannya, tapi Ha Won cuma makan sedikit.


Seo Woo jadi cemas dan langsung memeriksa suhu tubuh Ha Won dan denyut nadinya. Ha Won mengklaim kalau dia baik-baik saja, tapi Seo Woo tak percaya. Apanya yang baik-baik saja kalau Ha Won tidak punya nafsu makan. Jangan-jangan ada bagian lain yang terluka selain kakinya. Jangan-jangan kepala Ha Won benjol, atau mungkin gegar otaknya mempengaruhi otaknya.

"Aku baik-baik saja" ujar Ha Won geli melihat kecemasan Seo Woo padanya.

Masih cemas, Seo Woo berpikir apa mungkin makanannya yang salah? Tapi setelah dicicipi ternyata rasanya enak kok. Ha Won geli sendiri melihat kepanikan Hyun Min, sepertinya Seo Woo lah yang lebih butuh makan ketimbang dirinya. Tapi dia merasa sangat berterima kasih karena Seo Woo mau mengurusnya saat dia sedang sakit.


Seo Woo cemas karena besok dia ada pekerjaan jadi tidak akan bisa mengurus Ha Won. Tidak masalah, Ha Won meyakinkannya kalau dia bisa sendiri. Tiba-tiba Seo Woo mendekatkan wajahnya dan memperhatikan wajah Ha Won baik-baik "Eun Ha Won... apa bahkan sudah mencuci mukamu hari ini?"

Ha Won langsung geleng-geleng. Seo Woo langsung mencelupkan lap kedalam teko air dan menyuruh Ha Won mencuci wajahnya dengan itu.


Seo Woo terus menunjukkan perhatiannya saat mendapati hapenya Ha Won masih belum ganti lockscreen, menasehatinya untuk mengganti lockscreen-nya, lalu men-download-kan beberapa game untuk Ha Won biar Ha Won tidak bosan selama ini dalam masa penyembuhan.

"Terima kasih, teman" Ha Won senang. Tapi tampak jelas Seo Woo kecewa Ha Won menganggapnya hanya sebagai teman.


Di rumah sakit, Yoon Sung diberitahu bahwa walaupun sudah ada donor tapi CEO Kang setidaknya harus menunggu antrian 2 atau 3 tahun, kecuali ada anggota keluarganya yang mau menjadi donor hidup. Tapi itu tidak bisa dilakukan karena CEO Kang bersikeras merahasiakan penyakitnya dari keluarganya. Si petugas tahu itu, karena itulah dia menyarankan Yoon Sung untuk bicara dengan seseorang yang sedang menunggu di luar.


Yoon Sung dan pria itu kemudian bicara berdua. Pria itu memberitahu Yoon Sung bahwa jika donornya adalah pihak keluarga pasien sendiri maka pasien akan bisa dioperasi lebih dulu tanpa menunggu antrian... bahkan sekalipun keluarga itu cuma keluarga di atas kertas.

Hmm... ternyata pria itu menyarankan Yoon Sung untuk melakukan tindak ilegal. Memalsukan dokumen agar donor luar itu menjadi keluarga pasien. Dan dia menawarkan bantuannya untuk melakukan itu... pastinya dengan harga yang tidak sedikit.


Ha Won sedang mengintip kedalam kamar Ji Woon yang kosong tepat saat Ji Woon pulang. Mereka jadi canggung lagi dan saling berusaha menghindari kontak mata. Ha Won dengan gugup, mulai menyinggung masalah yang terjadi malam itu. Tapi Ji Woon tiba-tiba menyela dan berkata...

"Itu adalah pertama kalinya bagiku mabuk dan..." Ji Woon menatap Ha Won, membuat Ha Won semakin tegang, sebelum akhirnya dia melanjutkan "dan pingsan"

Ha Won kecewa, tapi kemudian dia juga mengklaim kalau dia tidak ingat apa-apa gara-gara gegar otaknya. Ji Woon kecewa, tapi kemudian dia mengacak-acak rambut Ha Won sambil mengomeli Ha Won untuk mengontrol kadar alkoholnya mulai sekarang.


CEO Kang dan Hwa Ja jalan-jalan di mall sambil bergandengan tangan mesra. CEO Kang merasa bersalah karena membuat Hwa Ja harus mengurusnya di rumah sakit. Karenanya CEO Kang bersedia membelikan apa saja sebagai ganti rugi. Tapi Hwa Ja langsung protes dan mengklaim kalau dia bersama CEO Kang bukan karena dia ingin shopping dan menyatakan kalau dia tidak membutuhkan apapun.

Tapi CEO Kang bersikeras memaksa Hwa Ja untuk membeli sesuatu. Dia bahkan mengancam akan membeli semua baju yang dijual di mall ini kalau Hwa Ja tidak mau membeli sesuatu sendiri. Ciee, kakek yang satu ini romantis banget. hehe.


Saat CEO Kang ke toilet, Hwa Ja melihat-lihat ke sebuah toko. Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah deretan dasi yang terpajang di etalase. Petugas toko langsung datang melayaninya dan bertanya apakah Hwa Ja ingin membeli sebagai hadiah. Hwa Ja mengiyakannya. Petugas pun membantu memilihkan, tapi Hwa menolak pilihannya karena dia merasa dasi-dasi pilihannya kurang menarik.

"Berapa umur orang yang ingin anda berikan dasi ini?" tanya si petugas toko

"Dia masih cukup muda jadi dia cocok memakai dasi yang lebih menyolok" jawab Hwa Ja tanpa menyadari CEO Kang yang sudah kembali dari toilet.

Petugas memilihkan dasi lain yang lebih sesuai keinginan Hwa Ja dan kali ini Hwa Ja langsung menyukainya. CEO Kang sama sekali tidak curiga, malah senang mengira Hwa Ja membelikan dasi itu untuknya dan semakin senang mengira Hwa Ja menganggapnya masih cukup muda. Hmm... aku yakin dasi itu bukan untuk CEO Kang.


Seo Woo sedang merenung sedih saat tiba-tiba dia mendapat panggilan darurat dari managernya. Setibanya di kantor, Manager memberinya beberapa foto paparazi yang memperlihatkan Seo Woo sedang bercengkerama dengan Ha Won.

Tapi yang jadi masalah, foto-foto itu seolah memperlihatkan mereka sedang bermesraan. Parahnya lagi, paparazi tadi menelepon dan berkata kalau mereka akan menyebarkan foto-foto ini besok dan menyatakan kalau Seo Woo sudah punya pacar.

Seo Woo langsung protes, foto-foto ini tidak benar. Manager langsung lega mendengarnya, jadi antara Seo Woo dan Ha Won benar-benar tak ada hubungan apapun, kan? Kalau begitu jika nanti foto-foto ini di-release maka mereka hanya perlu menyangkalnya saja.


Tapi Seo Woo langsung membentak Manager untuk melakukan apapun agar foto-foto ini tidak di-release. Dia tidak mau menyakiti perasaan Ha Won lagi. Dia sudah prnah menderita gara-gara hubungannya dengan Hyun Min. Apa mereka tidak berpikir bagaimana perasaan Ha Won jika dia harus mengalami yang seperti ini lagi?!

Manager heran kenapa Seo Woo harus semarah ini. Dan bagaimana pula menghentikan paparazi itu. Paparazi itu pasti akan menggila saat mereka menemukan sesuatu yang heboh.

"Begitu? Kalau begitu berikan mereka sesuatu yang lebih heboh" ujar Seo Woo. Manager langsung melotot, maksud Seo Woo yang 'itu'?

Bersambung ke part 2

10 comments

aduuh ciee hawon sma jiwon malu2 nih ye😁😁😁
mkin gk sabar liat next story nya😁😁😁
ditunggu part 2nya😁😁
semangaat😉😉

di nanti part 2nya fighting cinggu

di nanti part 2nya fighting cinggu

di nanti part 2nya fighting cinggu

D tunggu part2 nya tetp semngt nulis nya mba,makin suka aja sm ha won

D tunggu part2 nya tetp semngt nulis nya mba,makin suka aja sm ha won

Drama yang ditunggu setelah sebentar lagi W tamat..fighting nulis sinopsisnya..

di nanti part 2nya fighting cinggu

ending part. 2 menyedihkan.... hye ji. nembak ji won dan ha won mendengar dan melihatnya. ha won jd sedih dah matanya berkaca2. kasian ha won....

Ternyata udah update... 파이팅 !!!

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon