Powered by Blogger.


Ji Woon membawa Hye Ji ke Sky House. Sambil melirik tak enak hati pada Ha Won, Ji Woon menyatakan bahwa Hye Ji akan tinggal sementara waktu bersama mereka.



Ha Won lalu membawa Hye Ji ke kamarnya. Hye Ji merasa tak enak pada Ha Won, takut Ha Won tak nyaman bersamanya. Ha Won menyangkalnya, kalau Ji Woon tak keberatan maka dia juga tidak akan keberatan, lagipula ini kan bukan rumahnya dan kamar ini terllau besar untuk dia tempati sendiri.

Hye Ji berterima kasih pada Ha Won dan mengaku bahwa dia benar-benar bersyukur karena Ji Woon bergegas datang padanya karena saat itu dia benar-benar dalam situasi yang menyedihkan. Orang yang selalu datang menolongnya disaat seperti ini memang selalu Ji Woon. Ha Won hanya bisa terdiam sedih mendengarnya.


Saat dia keluar kamar, Hyun Min langsung menghadangnya dan menanyakan keadaannya dengan cemas. Dia berusaha beralasan bahwa tadi dia sudah mau menerima teleponnya Hye Ji. Tapi Hye Ji yang masih kesal, memberitahu Hyun Min bahwa hari ini pun dia terlambat selangkah dari Ji Woon.


Ha Won gelisah memikirkan ucapan Hye Ji tapi, tapi dia cepat-cepat menggelengkan kepalanya berusaha mengusir ingatan itu. Ji Woon masuk saat itu dan dengan canggung memberitahu Ha Won kalau dia datang untuk mengantarkan tasnya Hye Ji yang ketinggalan.


Ha Won berusaha cuek dengan melanjutkan pekerjaannya menata kasur dan dengan nada agak ketus menyuruh Ji Woon meletakkan tas itu di meja saja. Ji Woon mencoba bertanya-tanya, kapan Ha Won pulang? Apa dia naik bis? Apa tidak macet? Tapi Ha Won langsung menjawab semuanya dengan tatapan tajam dan kesal.

"Aku cuma penasaran apa kau pulang dengan selamat"

"Tentu saja aku pulang dengan selamat. Buktinya aku sudah berdiri di sini"

"Iya juga, kau pulang dalam keadaan utuh. Pokoknya tolong jaga Hye Ji untukku" pinta Ji Woon sebelum pergi. Ha Won benar-benar jadi kesal sekarang, apa hanya Hye Ji sat-satunya orang yang Ji Woon pedulikan. Padahal di luar kamar, Ji Woon tampak gelisah dan tak enak pada Ha Won.


Hye Ji sudah tidak ada di kasur saat Ha Won bangun keesokan paginya. Saat dia masuk dapur, dia mendengar Ahjumma bergumam terus menerus "Aneh, aneh sekali"

"Apanya yang aneh?" tanya Ha Won. Heran juga dia kenapa rumah sepi sekali pagi ini, apa semua orang sedang keluar?

"Ada alasannya" ujar Ahjumma

Flashback,


Seo Woo masuk ke dapur tepat setelah bangun tidur dan Hye Ji langsung menyapanya dan mengomentari penampilannya yang sangat berbeda dari biasanya. Seo Woo jelas kaget melihat Hye Ji ada di Sky House. Dan saat Hye Ji mengomentari penampilannya, seketika dia jadi malu dan langsung masuk kembali ke kamarnya.



Hyun Min keluar dari kamarnya saat Hye Ji sedang membaca buku di ruang tamu. Ahjumma datang saat itu dengan membawa sekeranjang jemuran dan dengan santainya mengangkat celana dalamnya Hyun Mi tinggi-tinggi sambil bertanya apa itu celana dalamnya Hyun Min.

Hye Ji sontak menutupi pandangannya dengan buku saking malunya dan Hyun Min juga langsung malu setengah mati lalu cepat-cepat merebut celana dalam itu dan kabur kedalam kamarnya.


Habis olahraga pagi, Ji Woon tiba-tiba dapat morning service dari Hye Ji yang memberinya segelas air dan mengelap keringatnya. Semua itu adalah balas budi dan ungkapan terima kasih atas kebaikan Ji Woon padanya semalam. Ji Woon tersenyum mendengarnya sambil mengacak-acak rambut Hye Ji dengan sayang.

Flashback end,


Ha Won seketika cemburu mendengar semua reaksi Kang bersaudara terhadap Hye Ji. Dia berusaha mengklaim bahwa saat dia pertama kali datang kemari juga ketiga Kang bersaudara juga menjaga jarak darinya, sama seperti reaksi mereka terhadap Hye Ji. Tapi Ahjumma tak sependapat, menurutnya sikap Kang bersaudara tak pernah berubah di hadapan Ha Won.

"Ini pertama kalinya aku melihat Tuan Muda Ji Woon sangat baik pada seorang wanita" ujar Ahjumma "Wajar sih, Hye Ji memang cantik. Dia secantik boneka dan dia malah melihat salah satu tuan muda habis bangun tidur dan melihat pakaian dalam tuan muda yang lain. Semua Tuan Muda pasti merasa canggung"

Ha Won jadi semakin cemburu dan keluar dari dapur sambil menggerutu kesal "Memangnya aku bukan wanita?! Memangnya apa perbedaanku dengannya?!"


Gerutuannya tiba-tiba terhenti di tengah jalan saat Ha Won tiba-tiba melihat Hye Ji di luar, tampak begitu cantik dengan angin sepoi-sepoi meniup rambut panjangnya yang indah. Bahkan sekalipun dia cewek, dia juga langsung terpesona melihat kecantikan Hye Ji.

Saat akhirnya dia sadar dari lamunannya tak lama kemudian, Ha Won mulai membandingkan perbedaan penampilannya tomboy dengan Hye Ji yang feminine.

"Kami... memang cukup berbeda" gumamnya sebal pada dirinya sendiri.


Ha Won masuk kamar sambil menggerutui kesal tentang para pria yang hanya peduli dengan penampilan dan tubuh wanita. Tapi kemudian dia membaca sebuah petuah dari buku tentang karisma "Pesona yang melekat pada dirimu akan menarik jodoh yang ditakdirkan bersamamu"

Ha Won langsung menatap bayangan dirinya di cermin dan dengan penuh semangat meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia juga punya banyak karisma. Dia lalu duduk di depan meja rias dan mencoba memakai berbagai jenis aksesoris rambut dan anting-anting untuk mengubah penampilannya jadi lebih girly lalu mencoba memadu-padankan baju-baju yang dimilikinya... sampai akhirnya dia menemukan satu rok yang kelihatan paling girly.


Tak lama kemudian, dengan agak ragu Ha Won keluar kamar dengan memakai baju pilihannya itu dan sepasang anting-anting tersemat di kedua telinganya. Seo Woo langsung melongo sampai menjatuhkan remote tv yang sedang dipegangnya.

"Hari ini kau kelihatan... agak beda" komentar Seo Woo

"Ah, apa aku kelihatan aneh?" tanya Ha Won cemas


Seo Woo gugup harus jawab apa dan langsung memanggil kedua saudaranya yang lain untuk melihat penampilan baru Ha Won. Panik, Ha Won berusaha menutup mulut Seo Woo. Tapi Ji Woon keluar kamar saat itu dan dia juga sama tercengangnya melihat penampilan baru Ha Won. Dia bahkan tampak jadi gugup melihat penampilan Ha Won yang feminine. Tapi Ha Won jadi malu dan langsung melarikan diri kembali ke kamarnya.


Sementara Ha Won histeris sendiri di kamarnya, Ji Woon termenung di ruang pribadinya, memikirkan sikap Ha Won yang tiba-tiba melarikan diri begitu dia datang tadi. Ji Woon jadi bertanya-tanya apakah Ha Won masih marah padanya gara-gara semalam dia tidak mengantarkan Ha Won sampai ke rumah. Ji Woon jadi gelisah, apa yang harus dia lakukan sekarang?


Hwa Ja sedang makan bersama CEO Kang di sebuah restoran. CEO Kang mendesah melihat tingkah istrinya yang bukannya langsung makan, malah sibuk memotreti makanan-makanan yang mereka pesan. CEO Kang berpendapat itu perbuatan yang tidak penting banget, tapi Hwa Ja beralasan bahwa dia melakukan ini agar dia mengenang saat-saat mereka makan bersama. CEO Kang langsung tertawa bahagia mendengarnya.

Hwa Ja lalu mengeluarkan sebuah hadiah yang dia beli khusus untuk CEO Kang dan menyuruh CEO Kang tutup mata dulu. Tentu saja CEO Kang langsung senang dan menantikan hadiah itu dengan antusias. Hadiah pun dibuka... tapi senyum CEO Kang langsung menghilang melihat hadiahnya ternyata sebuah kemeja biru dan bukannya dasi merah yang dibeli Hwa Ja waktu itu.

Hwa Ja jadi cemas apakah CEO Kang tidak menyukai hadiahnya. Tapi CEO Kang cepat-cepat menutupi kekecewaannya dengan tetap tersenyum walaupun senyumnya tidak seceria sebelumnya dan mengklaim kalau dia menyukai hadiah itu. Walaupun cuma diam, tapi CEO Kang pasti mulai curiga. Sikapnya pada Hwa Ja sekarang bahkan tidak seromantis biasanya, tapi Hwa Ja sama sekali tidak menyadari perubahan sikap CEO Kang.


Hye Ji pergi ke kantor polisi dan berusaha memohon pada pak polisi untuk mengizinkannya bertemu ayahnya sebentar saja. Tapi polisi menolak permintaannya karena saat ini Ayahnya Hye Ji sedang diperiksa oleh jaksa. Polisi bahkan menolak makanan yang Hye Ji titipkan untuk ayahnya dan menyuruh Hye Ji kembali kapan-kapan saja.


Hye Ji akhirnya kembali ke Sky House dengan langkah lesu. Dia berinisiatif menelepon pamannya dan berusaha meminta bantuan pamannya, tapi pamannya malah langsung menolak dengan alasan sedang sibuk. Dia tidak sadar Hyun Min ada di sana dan mendengarkan percakapan teleponnya barusan.
 

Hyun Min lalu menghubungi seorang temannya dan meminta bantuannya menyelidiki kasus Ayahnya Hye Ji. Saat mereka bertemu di bar, temannya memberitahu Hyun Min bahwa hakim yang menangani kasus Ayahnya Hye Ji adalah senior ayahnya dan hakim itu berjanji akan berusaha membela ayahnya Hye Ji. Dia lalu memberikan sebuah surat yang dititipkan ayahnya Hye Ji dari penjara.

Tapi kemudian si teman itu mulai berkomentar jahat tentang Hye Ji yang menurutnya tak tahu malu, bisa-bisanya Hye Ji masih punya keberanian menunjukkan wajahnya kemana-mana bahkan setelah ayahnya terjerat kasus penggelapan.

Kesal, Hyun Min langsung membanting gelasnya dengan penuh amarah lalu balas menghina temannya itu dan ayahnya yang sekarang mendirikan firma hukum sendiri setelah kehilangan pekerjaannya karena tuduhan korupsi. Saat si teman tak terima hinaannya, Hyun Min memperingatkannya untuk diam saja kalau dia sendiri merasa itu memalukan.


Saat kembali ke Sky House, Hyun Min melihat Hye Ji duduk sendirian di ruang tamu. Hye Ji berusaha menghindarinya, tapi Hyun Min menghentikannya lalu menyerahkan surat titipan ayahnya. Hyun Min seperti biasanya, langsung menyombongkan dirinya dan kehebatannya. Dia bahkan mengklaim kalau Hye Ji tidak perlu berterima kasih padanya.


Dia hendak menjelaskan alasannya tidak mengangkat teleponnya Hye Ji malam itu dan hendak mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Tapi Hye Ji langsung menyela dan menyatakan bahwa Hyun Min tidak perlu membantunya sampai sejauh ini karena dia merasa tidak nyaman menerima bantuan dari Hyun Min.

Setelah mengucap terima kasih, dia langsung pergi meninggalkan Hyun Min yang mematung di sana sebelum akhirnya dia mengeluarkan sebuah kunci yang tadinya mau dia berikan pada Hye Ji.


Akhirnya dia masuk kamar Ji Woon dan menyerahkan kunci itu padanya. Dia memberitahu Ji Woon bahwa barang-barangnya Hye Ji ada di sana dan menyuruh Ji Woon untuk membawa Hye Ji ke sana dengan alasan karena Ji Woon lah yang awalnya membawa Hye Ji ke rumah ini. Dia juga menyuruh Ji Woon untuk tidak memberitahu Hye Ji bahwa dialah yang mendapatkan kunci itu.


Ha Won kembali bersamaan dengan Hyun Min yang baru keluar dari kamarnya Ji Woon tapi dia terus jalan lurus tanpa memperhatikan Ha Won sedikitpun. Ha Won jadi cemas, mengira Hyun Min dan Ji Won bertengkar lagi. Tapi saat dia hendak masuk kamar, dia melihat Hye Ji sedang menangis membaca surat dari ayahnya.

Dalam suratnya, ayahnya meminta maaf dan meminta Hye Ji untuk menunggunya sebentar, ayah berjanji akan segera kembali pada Hye Ji. Ji Woon keluar dari kamarnya saat itu dan kasihan melihat Hye Ji menangis. Ha Won memperhatikan mereka dengan sedih dari ruang seberang.


Keesokan harinya, Ji Woon membawa Hye Ji ke sebuah ruang penyimpanan dimana semua peralatan dan perlengkapan jahitnya Hye Ji ada di sana. Hye Ji langsung senang dan berterima kasih pada Ji Woon, mengira Ji Woon yang mendapatkan semua barang-barangnya ini.

Sebenarnya Ji Woon sudah mau memberitahukan yang sebenarnya, tapi kemudian memutuskan untuk diam. Dia benar-benar bimbang ingin mengatakan sesuatu, tapi Hye Ji menyelanya saat itu dan mengajaknya makan dulu sebelum pulang.


Ji Woon akhirnya mengajak Hye Ji ke mini market dan makan ramen seperti saat dia bersama Ha Won. Melihat Ji Won tampak sangat menikmati ramennya, Hye Ji menduga kalau Ji Woon sepertinya sering makan makanan ini. Ji Woon langsung membenarkannya.

"Dengan siapa?"

"Eun Ha Won, dia sangat menyukai makanan ini"

Hye Ji langsung cemburu mendengarnya "Sepertinya kalian berdua sangat dekat. Jelas sekali kalau kau sangat peduli pada Ha Won. Apa kau baik padaku sama seperti saat kau baik pada Ha Won?"

Ji Woon jadi canggung mendengarnya dan mengklaim bahwa sebenarnya dia tidak banyak berbuat baik untuk Ha Won lalu cepat-cepat mengalihkan topik.


Saat hendak mengambilkan kopi untuk mereka berdua, Ji Woon melihat pernak-pernik White Day dan memutuskan untuk membeli sebungkus kado kecil. Tapi kado itu jelas bukan untuk Hye Ji karena setelah membelinya, dia langsung menyembunyikannya di saku bajunya. Tapi tentu saja Hye Ji bisa melihat kado itu di dalam kantong jasnya Ji Woon walaupun dia tidak menyinggungnya.


Ha Won lagi-lagi harus makan sendirian di meja makan yang besar itu. Ahjumma memberitahunya kalau Seo Woo ada schedule sementara Ji Woon pergi bersama Hye Ji. Ha Won langsung sedih mendengarnya.

Ahjumma jadi kasihan pada Ha Won karena sejak Hye Ji datang, Ha Won selalu sendirian. Tampaknya Ahjumma tahu tentang perasaan Ha Won pada Ji Woon karena dia langsung menyindir Ji Woon yang sekarang hanya peduli pada Hye Ji dan mengacuhkan Ha Won.


Ha Won cepat-cepat menghindari topik ini dengan masuk ke kamarnya Hyun Min dan mengajak Hyun Min makan bersamanya. Dia melihat Hyun Min sedang sibuk nge-game saat dia masuk. Dia berusaha membujuk Hyun Min untuk makan bersamanya tapi Hyun Min keasyikan main dan langsung menolak permintaan Ha Won. Kesal, Ha Won langsung mematikan TV-nya dan langsung pasang tampang memelas untuk membujuk Hyun Min makan bersamanya.


Hyun Min akhirnya menyerah lalu menemani Ha Won makan. Tapi yang dilakukannya di meja makan hanya menatap Ha Won dengan keheranan karena Ha Won makannya lahap sekali. Apa Ha Won kelaparan beberapa hari sampai dia makan sebanyak itu? tanyanya heran.

"Ini karena hariku trasa kosong. Bukan perutku, tapi hatiku"

"Kenapa? Apa kau merindukan tunangan palsumu?"

"Kau bisa membuatku sakit perut. Jangan bicara padaku!"

"Lalu untuk apa kau memnaggilku?"

"Kan sudah kubilang, aku tidak mau makan sendirian"

"Kau ingin aku makan denganmu tapi aku tidak boleh bicara? Sudahlah, suruh saja Kang Ji Woon yang duduk di sini"


Hyun Min beranjak pergi. Tapi Ha Won menghentikannya dengan memberitahu Hyun Min kalau Ji Woon pergi bersama Hye Ji. Kabar itu langsung menarik perhatian Hyun Min hingga dia memutuskan untuk duduk kembali sambil bertanya-tanya penasaran kemana kedua orang itu pergi. Tapi saat Ha Won mengkonfrontasi ketertarikan Hyun Min dalam menanggapi berita ini, Hyun Min langsung mengelak.

"Kalau kau tertarik atau penasaran, bilang saja. Kau bisa sakit perut kalau terus memikirkannya seorang diri"

"Lalu kau, apa kau kesal mereka selalu meninggalkanmu" balas Hyun Min. Ha Won berusaha menyangkal, tapi Hyun Min tak percaya dan terus mendesak.


Mereka selesai makan bersamaan dengan Ji Woon dan Hye Ji yang baru kembali dengan membawa beberapa peralatan jahitnya Hye Ji. Ke-4 orang itu jadi saling canggung satu sama lain. Tak ingin Hyun Min salah paham, Hye Ji menjelaskan kalau Ji Woon membantunya mengambilkan barang-barangnya. Hyun Min langsung pergi tanpa memberi tanggapan. Ha Won pun juga langsung pergi dan membuat Ji Woon tak enak padanya.

Bersambung ke part 2

1 comments:

Yang di tunggu2 akhirnya .. keren banget liat hyun min yg super duper pede .. apa kau merindukan tunangan palsumu ? .. njirr sumpah hyun minnnn ..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon