Powered by Blogger.

 

Ha Won gelisah gara-gara mempercayai omongan Ji Won yang katanya tidak mengingat ciuman mereka. Dia bingung apakah dia harus kecewa atau senang dengan hal itu.


Ha Won benar-benar galau, di satu-satu sisi dia merasa tidak seharusnya Ji Woon melupakan kejadian itu begitu saja dan ingin melabrak Ji Woon. Tapi di sisi lain, rasanya percuma saja melabrak Ji Woon kalau dia bahkan tidak mengingat apapun.

"Ah! Molla! Molla" gerutunya sambil menutupi dirinya dengan selimut.


Tapi Hyun Min tiba-tiba menyibak selimutnya. Dia kembali dengan membawa banyak sekali baju-baju untuk Ha Won sampai membuat Ha Won melongo. Tapi Hyun Min dengan pedenya mengartikan reaksi Ha Won itu sebagai rasa terima kasih.

Bukan cuma membeli, dia juga merobak sedikit modelnya agar nyaman dipakai. Dia juga membelikan gaun-gaun girly. Pokoknya dia bertekad mau memenuhi isi lemari Ha Won, jadi Ha Won harus memakai semuanya. Ha Won tersenyum dan berterima kasih untuk semua ini.


Yoon Sung melaporkan ide pria itu tadi pada CEO Kang. Tapi CEO Kang menolak melakukan hal itu, dia tidak mau bersikap seperti pecundang yang memotong antrian hanya demi menyelamatkan nyawanya sendiri.

"Tapi ini mungkin pilihan terakhir..."

"Aku tahu perasaanmu. Tapi dalam hidup, ada beberapa hal yang tidak bisa kau abaikan. Ada hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang dan ada pula yang takkan pernah bisa dibeli"

Tentu saja Yoon Sung cemas dengan keputusan CEO Kang. Tapi mendengar ucapan CEO Kang itu membuat Yoon Sung jadi semakin mengaguminya, membuatnya semakin menyadari CEO Kang adalah orang yang hebat.


Ji Won melompat-lompat keluar ke beranda kamarnya untuk melihat kedalam kamarnya Ji Woon yang gelap yang gelap dan kosong. Mumpung tak ada orang, dia melayangkan tinjunya ke arah kamarnya Ji Woon sambil menggerutu kesal, bagaimana bisa pria pingsan hanya karena mabuk sedikit.


Tiba-tiba lampu kamarnya Ji Woon menyala. Refleks, Ha Won menunduk untuk menyembunyikan dirinya. Dia jadi makin panik saat melihat Ji Woon muncul di jendela sampai-sampai dia malah terjatuh, untungnya Ji Won tidak mendengarnya.


Ji Woon mondar-mandir gelisah di kamarnya dan tidak melihat Ha Won di luar. Saat melihat jaket yang dikembalikan Ha Won, tiba-tiba dia teringat sesuatu yang membuatnya panik. Dia langsung mengecek hapenya dan mendapati ada banyak foto-foto selfienya bersama Ha Won yang diambil saat mereka mabuk. 


Tak ingin ketahuan, Ha Won akhirnya ngesot untuk kembali ke kamarnya. Tepat saat itu juga, Seo Woo datang ke kamarnya dan langsung berseru keheranan saat mendapati Ha Won sedang ngesot di luar. Ha Won dengan panik menyuruhnya diam dan membantunya masuk ke kamar. Begitu Seo Woo membantunya berdiri, Ha Won cepat-cepat mendorongnya masuk ke dalam kamar sebelum ketahuan Ji Woon.


Melihat tangan Ha Won kotor, Seo Woo langsung masuk kamar mandi dan mengambilkan handuk basah untuk Ha Won. Saat melihat bayangannya di cermin, Seo Woo teringat akan pengakuan Ha Won saat mereka mabuk-mabukan malam itu, bahwa dia dan Hyun Min bukan tunangan dan Ha Won cuma menganggap Hyun Min sebagai majikannya. Seo Woo tersenyum keheranan pada dirinya sendiri, kenapa sekarang dia jadi begitu baik pada Ha Won.


Diam-diam Ji Woon mengintip kamarnya Ha Won, tapi malah melihat Seo Woo sedang membantu membersihkan tangan Ha Won. Ji Woon langsung jealous. hee.


Saat mengambil minuman di kulkas, Ji Woon menemukan sebotol susu pisang yang sama persis dengan yang pernah diminumnya bersama Ha Won di tempat liburan mereka. Awalnya dia cuek, tapi sedetik kemudian dia kembali lagi dan mengambil susu pisang itu.


Tapi saat dia hendak kembali, dia melihat ahjumma sedang memegangi kaosnya yang bernoda wine. Ji Woon langsung meminta kaos itu dikembalikan padanya. Tapi Ahjumma memberikannya karena noda di kaos itu belum hilang jadi dia akan mencucinya sampai bersih dulu sebelum mengembalikannya pada Ji Woon.

Tapi Ji Woon langsung menyambarnya, menolak kaos itu dicuci. Ahjumma menolak melepaskannya dan akhirnya mereka malah otot-ototan dan saling berusaha menarik kaos itu sampai Ji Woon akhirnya berhasil merebutnya tapi malah terjatuh ke sofa. Ahjumma langsung cemas. Tapi Ji Woon tersenyum meyakinkan Ahjumma kalau dia baik-baik saja.

"Tuan muda, senang melihatmu tinggal disini. Dan akhir-akhir ini kau juga banyak tersenyum"

"Oh yah?" Ji Woon canggung dan heran dengan dirinya sendiri mendengar komentar Ahjumma itu.


Kembali ke kamarnya, Ji Woon menatap kaos itu dengan senyum. Kaos yang banyak menyimpan kenangannya bersama Ha Won malam itu. Dia heran dengan dirinya sendiri, kenapa dia mengambil baju ini, padahal dia tidak menginginkan bukti akan apa yang terjadi atau semacamnya.


Dia lalu keluar membawa botol susu pisang itu, tapi dia melihat kamarnya Ha Won tampak gelap. Dia hendak mengsms Ha Won untuk meminta Ha Won keluar ke beranda, tapi tiba-tiba lampu kamar Ha Won menyala dan Hyun Min masuk ke kamarnya Ha Won dengan membawa jajanan tengah malam. Ha Won senang bukan main melihat banyaknya ayam goreng dan sosis yang Hyun Min bawa untuknya. Ji Woon akhirnya hanya bisa menatap botol susunya dengan kecewa.


Hyun Min jadi semakin kepedean melihat reaksi Ha Won "Karena inilah banyak wanita yang tergila-gila padaku"

Ha Won langsung mengingatkanya kalau belakangan ini Hyun Min tidak sepopuler dulu (sejak insiden video itu). Dia bertanya-tanya apakah ada orang yang sungguh-sungguh menyukai Hyun Min apa adanya... seperti Hye Ji?

"Hei, kau itu keterlaluan sekali. Kau tahu kalau Hye Ji itu sangat menyukaimu"


Ha Won mengaku kagum dengan keberanian Hye Ji yang jujur dengan perasaannya dan berusaha yang terbaik untuk dicintai. Menurutnya, Hye Ji itu seperti pohon yang akarnya kuat dan tidak mudah goyah.

Mendengar itu, Hyun Min jadi penasaran dengan pendapat Ha Won tentangnya. Menurut Ha Won, Hyun Min itu ibarat angin yang terus menerus bertiup tanpa menyadari usaha Hye Ji. Intinya, Hyun Min itu adalah baram (bisa diartikan angin atau playboy).

"Aku penasaran apakah aku bisa seperti Hye Ji. Apa menurutmu aku bisa jadi seperti dia?"

Dia memang tidak pernah pacaran karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya jadi dia tidak tahu bagaimana rasanya cinta. Tapi dia bisa tahu perasaan Hye Ji pada Hyun Min itu tulus. Tapi kadang dia juga merasa kalau Hyun Min juga punya perasaan tulus terhadap Hye Ji dinilai dari caranya memandang Hye Ji. Walaupun kata-katanya pada Hye Ji sangat kasar tapi kadang Hyun Min menatap Hye Ji dengan lembut.

"Aku bukan orang yang serumit itu, tahu?" sangkal Hyun Min

"Ingatlah. Tidak ada pohon yang akan menunggumu selamanya. Jangan sampai kau menyesal nanti"


Pada saat yang bersamaan di kamar masing-masing, Seo Woo mencipta lagu, Ji Woon tersenyum mengingat kenangannya bersama Ha Won, sementara Hyun Min gelisah menatap foto masa kecilnya bersama Hye Ji.


Sesuai keinginan Seo Woo, Manager telah berhasil menutupi foto-fotonya bersama Ha Won dengan foto-foto Seo Woo saat dia melarikan diri dengan menggunakan seragamnya Ja Young. Awalnya Manager cemas akan komentar-komentar netizen, tapi yang tidak disangka-sangka ternyata komentarnya banyak yang positif. Tapi sesaat Seo Woo tampak sedikit menyesal karena tidak mengkonfirmasi berita pacaran itu.


Hye Ji datang ke Sky House dengan membawa buket bunga untuk menjenguk Ha Won. Dia lalu mengundang Hye Ji kedalam kamarnya. Ahjumma datang tak lama kemudian dengan membawa snack dan minuman untuk mereka dan Hye Ji bisa melihat betapa sayang Ahjumma pada Ha Won. Hye Ji mengaku iri pada Ha Won yang bisa bergaul dengan ketiga sepupu itu.

"Itu cuma kelihatannya saja. Sebenarnya di sini semua orang sering berkelahi"

Tiba-tiba Ha Won merasa kepalanya gatal karena beberapa hari dia tidak bisa keramas. Hye Ji menawarkan diri untuk membantunya keramas, tapi Ha Won menolak. Dia lalu permisi meninggalkan Hye Ji untuk keramas sekarang.

 

Selama Ha Won di kamar mandi, Hye Ji keluar untuk menemui Hyun Min. Dia mengetuk pintu tapi tak ada jawaban. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu. Hyun Min tak ada di dalam, jadi Hye Ji langsung masuk dan melihat Hyun Min masih menyimpan foto kenangan masa kecil mereka. Tepat saat itu juga, Hyun Min kembali dan mengagetkannya sampai dia tak sengaja menjatuhkan foto itu.


Hyun Min langsung mengusirnya. Tapi setelah melihat foto itu, Hye Ji memaksa Hyun Min untuk mendiskusikan masalah diantara mereka. Sebenarnya apa artinya dia bagi Hyun Min? Teman? Atau adik dari temannya yang meninggal dunia?

"Kita tidak punya hubungan semacam itu"

"Lalu apa (foto) ini juga tidak ada artinya bagimu?"

"Kalau kau terus bersikap seperti ini. Aku benar-benar tidak akan pernah bertemu denganmu lagi"


Saat Hye Ji masih diam, Hyun Min akhirnya memutuskan keluar sendiri. Sesaat dia tampak galau, tak enak dan ingin kembali. Tapi dengan cepat dia menghentikan dirinya sendiri.


Saat Ji Woon merenung di beranda kamarnya, tiba-tiba dia mendengar suara suara gedebuk dan jerita Ha Won. Cemas, Ji Woon langsung masuk kedalam kamarnya Ha Won dan mendapati Ha Won terjatuh kedalam bak mandi dengan kaki terangkat tinggi di udara, kakinya yang sakit dibungkus kresek dan rambutnya penuh busa sabun. Ji Woon langsung tertawa geli dan Ha Won jadi malu dilihat Ji Woon dalam keadaan seperti itu.

Ha Won meminta Ji Woon untuk memanggilkan Ahjumma. Tapi Ji Woon berkata kalau Ahjumma barusan keluar. Akhirnya terpaksa Ha Won harus meminta bantuan Ji Woon untuk mengeluarkannya dari bak.


Setelah melepaskan jam tangannya dan kaos kakinya, Ji Woon pun membantu menggendong Ji Woon keluar dari bak lalu membantu membersihkan rambutnya Ha Won sambil membangga-banggakan dirinya sendiri "Tidak ada pria lain selain aku yang mau melakukan ini untukmu"


Setelah itu dia membantu mengeringkannya. Ji Woon tampaknya sangat menikmati hal itu, mengeringkan rambut Ha Won dengan keras-keras sampai Ha Won protes.


Tak sengaja tangan mereka bersentuhan dan hal itu membuat suasana diantara mereka berubah canggung. Ji Woon pun langsung menarik tangannya dengan gugup. Seulas senyum tipis tampak tersungging di wajah Ji Woon sebelum dia keluar.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Ha Won mendapati jam tangannya Ji Woon ketinggalan di kamar mandi.


Ji Woon kembali ke beranda kamarnya sambil senyam-senyum. Tapi tiba-tiba perhatiannya teralih saat dia melihat Hye Ji keluar dari kamarnya Hyun Min. Dia melihat Hye Ji tampak melamun sedih dan berdiam diri di sana beberapa saat sebelum kemudian keluar.

Hye Ji sangat sedih sampai tidak melihat Ji Woon yang dilewatinya begitu saja dan tidak mendengar saat Ji Woon memanggilnya. Cemas, Ji Woon berlari menyusulnya tapi malah melihat Hye Ji menangis.


Kembali ke kamarnya, Hyun Min mengambil foto yang terjatuh itu. Menatap foto itu dan gambar emoticon kenangan mereka yang dia simpan di haenya, Hyun Min memutuskan pergi mungkin untuk menyusul Hye Ji. Tapi saat melewati jendela, dia melihat Hye Ji sedang bersama Ji Woon di luar.


Saat Hyun Min keluar, Ji Woon langsung tahu Hyun Min lah penyebab kesesihan Hye Ji. Kesal, Ji Woon langsung menarik baju Hyun Min dan mengkonfrontasinya, bukankah dia sudah pernah memperingatkan Hyun Min untuk jangan pernah membuat Hye Ji menangis. Hyun Min langsung balik melabrak Ji Woon, memangnya Ji Woon pikir dia siapa? Memangnya dia punya hak apa?


"Ji Woon punya hak berkata seperti itu"

Entah apakah dia sudah lelah atau cuma ingin balas dendam pada Hyun Min, Hye Ji tiba-tiba berkata pada Ji Woon kalau dia tidak mau lagi bersedih karena Hyun Min "Aku ingin melupakannya. Apa kau... mau menerimaku?"


Kedua pria itu menatapnya dengan shock. Tepat saat itu juga, Ha Won keluar untuk mengembalikan jam tangannya Hyun Min, tapi malah melihat Hye Ji nembak Ji Woon yang membuatnya jadi sedih.

Bersambung ke episode 10

14 comments

Sebenerny agak kesel juga sama hye ji .. giliran ji woon udah mulai deket sama ha won dia malah nembak ji woon

Aish.....
Hye ji kau mengesalkan sekali...

Hyeji ini.... Pengganggu ihhhh

Hyeji ini.... Pengganggu ihhhh

menurut'ku hye ji bukan seperti pohon, dia hanya seperti ranting yang mudah patah.
sepertinya mulai eps. ini saya suka sama seo woo 😍😍 haha.. dia tuh ibarat Bintang dalam kegelapan, selalu ada buat ha won, meski ha won cuma mandang di teman 😔
buat hyun min sama ji woon. Tentukan pilihanmu? ha won aoa hye ji?? 😀😀 hyun min, aku suka karakter kamu d'episode2 sebelumnya, kamu yg sok cool, sok pd, sok paling tampan 😃😀 hahaha

Mungkin, Hyun min menghindar dari Hye ji itu karena ada hbungannya dengan kematian kakaknya Hyeji. merasa bersalah gitu.

Di tunggu episode selanjutnya... Fighting

Mbak,koreksi ...Itu jam tangan hyun min atw ji woon .. Yg td ngelepas jam tangan kan ji woon ya yg bantuin keramas ha won...hehehe

Seru banget...d tunggu k lanjutan y.

Heuuuuuhhh,,,, situasi yang menyebalkaaaan !!! Disini aku ga bisa nyalahin hye ji, karena menurutku dia udah capek ngeliat hyun min yang eeeeeeeerrrgghhh,, aku rasa dia bilang gitu ke jin woon cuma buat ngeliat reaksi hyunmin *semoga* oh iya itu si hwa ja,, aku penasaran apa jangan jangan dia itu pacar ny yoon sung ??? Atau dia dari dulu udah ngincer CEO kang, tapi pdkt nya dari yoon sung dulu,, hhehehehe semangat admin nya buat sinopsis !!!

Pengennya Ha Won sama Hyun Min aja.... :-(

Hmmm udah tau aq cerita nya bakal kek gni...spt cerita korea yg lain..

Hmmm udah tau aq cerita nya bakal kek gni...spt cerita korea yg lain..

Sya malah ngira, hwa ja itu ibu kandungnya yoon sung.cuman kan utk menikahi ceo kang hwa ja ngakunya gak pernah menikah tuh, makanya dia nutupin yoon sung....dn yoon sung mmg tdk suka karena itu...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon