Powered by Blogger.

 

Anna barlari begitu terburu-burunya hingga hampir saja tertabrak mobil seorang designer yang baru saja sukses menggelar peragaan busananya. Tapi kilatan lampu itulah yang membuatnya teringat akan masa lalunya.


Flashback,


Bagaimana dulu saat dia masih kecil, puluhan kameramen memotretinya dan banyak wartawan ribut menanyakan kasus ibunya. Anna kecil dibawa polisi untuk diinterogasi bersama seorang psikolog anak yang berusaha menanyainya dengan lembut akan apa yang sebenarnya terjadi.

Saat Anna kecil mengaku tak tahu, si polisi langsung melabraknya dengan kesal. Si polisi dan Psikolog anak itu akhirnya ribut sendiri, si psikolog tak mau mendesak Anna kecil tapi Polisi bersikeras mendapatkan pernyataan Anna sekarang karena ingatan anak kecil mudah hilang. Keributan mereka membuat Anna kecil ketakutan dan semakin sedih.


Dia teringat bagaimana saat itu Ibunya memintanya untuk mengambilkan sebotol obat tidur. Anna kecil ragu tapi pada akhirnya dia memberikan botol obat itu pada Ibunya.


Ingatan itu membuatnya begitu ketakutan hingga dia menangis dan ngompol, tapi kemudian dia mengaku dengan suara gemetar bahwa dialah yang membuat ibunya mati "Aku yang membunuh ibu. Aku yang membunuh ibu"

Flashback end,


Anna membeku di tengah jalan dengan tubuh gemetar ketakutan akan ingatannya sendiri. Si designer tampaknya mengerti ketakutan Anna dan langsung menyuruh supirnya untuk mematikan lampu mobil lalu keluar hanya untuk memotreti Anna, hmm... sepertinya dia terpesona oleh kecantikan Anna.

Saat itulah Anna menyadari kesalahannya dulu, dia tidak membunuh ibunya... "Aku tidak membunuhnya" ulangnya dalam Bahasa Spanyol.


Seorang nenek baik hati membantu Anna keluar dari jalan. Tapi Anna terus mengulang ucapannya dalam Bahasa Spanyol hingga membuat Nenek malah jadi takut padanya dan langsung mundur menghindarinya.


Di Seoul, Je Ha tiba di terminal bis luar kota. Tapi saat dia hendak keluar terminal, dia melihat dua orang polisi. Je Ha langsung berbalik ke toilet.

Di sana ada dua orang tentara yang sedang ganti baju dan menyampirkan seragam tentaranya di atas palang pintu. Tapi saat dia selesai ganti baju, dia malah bingung melihat seragam tentaranya sudah tak ada di sana... Karena seragam polisi itu dicuri Jae Ha yang sekarang menyamar jadi tentara dan berjalan melewati polisi bersama beberapa tentara lainnya.


Yoo Jin marah mendapat laporan bahwa mereka kehilangan si penggantung banner itu. Saat Presdir Park (pria rambut putih) meminta maaf padanya, Anna menyindirnya dengan nada manis tapi nyelekit, mengatainya orang yang kurang berbakat dan kemampuannya terbatas.

Presdir Park dengan takut-takut berjanji akan menangkapnya lain kali. Tapi Yoo Jin tidak mau lain kali, bisa saja pria itu memanfaatkan pengetahuannya (Se Joon selingkuh) untuk diberikan pada wartawan atau malah diberikan pada rival kandidat Se Joon demi mendapatkan uang.


Presdir Park jadi semakin ketakutan sampai berkeringat dingin dan tak mampu bicara lagi. Ketua Jo lah yang akhirnya angkat bicara dan memberitahu Yoo Jin bahwa mereka tidak akan bisa menangkap Je Ha. Dia yakin karena dia mengenal orang itu, dia adalah murid yang pernah dilatihnya saat dia masih bergabung dalam satuan khusus. Bahkan dulu pun orang itu bukanlah seseorang yang bisa ditangkap oleh JSS.

"Jadi maksudmu bukan JSS yang tidak kompeten, hanya pria itu saja yang terlalu kuat?" dengus Yoo Jin

"Walaupun kelihatannya seperti alasan saja, tapi itulah kebenarannya. Dia dipecat secara tak adil saat dia masih bergabung dalam Satuan Khusus dan dulu dia adalah petarung terbaik di perusahaan PMC (Private Military Companies), Blackstone. Dan dia juga salah satu tentara terbaik di Irak"

Yoo Jin jadi semakin cemas kalau-kalau ada seseorang yang membantu pria itu. Tapi Ketua Jo yakin tidak, dia tahu kalau pria itu sedang dalam pelarian sekarang. Pria itu dikeluarkan dari Blackstone atas perbuatannya sendiri, dan Interpol mengeluarkan surat perintah penangkapannya.

Kalau begitu keadaannya, Yoo Jin tidak mengerti kenapa JSS tidak bisa menangkapnya. Presdir Park dengan pedenya menyatakan bahwa mereka pasti bisa menangkapnya, dia bahkan berjanji akan menangkap pria itu dengan tangannya sendiri.


Tapi Yoo Jin yang sudah malas mempercayai Presdir Park, menyuruh presdir Park untuk mencari tahu lokasinya saja dan menyuruh Ketua Kim untuk mengurus pria itu sendiri begitu dia mendapatkan lokasi keberadaan pria itu dari Presir Park.

Ketua Jo berusaha untuk membujuk Yoo Jin agar memberi mereka kesempatan sekali lagi, sayang sekali jika mereka melepaskan pria itu begitu saja, lebih baik mereka membuat pria itu berada di pihak mereka. Tapi Yoo Jin langsung menyela dan menyuruh Ketua Jo untuk fokus saja melindungi Se Joon. Ketua Kim mendapat sms yang memberitahu Se Joon akan datang, Yoo Jin pun langsung mengusir kedua pria itu.


Mereka keluar tepat saat Se Joon keluar. Bahkan hanya dengan melihat wajah mereka pun, Se Joon bisa menebak kalau mereka baru saja dimarahi.


Setelah melihat Se Joon pergi, Yoo Jin langsung mengatainya pria kurang ajar "Kami menikah dan bekerja bersama. Bukankah setidaknya dia harus meminta maaf padaku?"

"Apa anda masih merasa kecewa saat terjadi hal seperti ini?"

"Kecewa?" dengus Yoo Jin


Ketua Kim mengalihkan topik untuk melapor tentang Anna. Dia memang berhasil ditangkap semalam, tapi ada sesuatu yang terjadi. Dia lalu menunjukkan foto Anna saat dia tengah melarikan diri. Yang jadi masalah, foto ini viral dengan cepat karena yang memotret dan mengunggah foto ini di medsos adalah si designer terkenal itu dan sekarang banyak netizen yang tengah berusaha mencari tahu identitas Anna.


Ketua Kim berusaha meyakinkan Yoo Jin untuk tidak cemas, dia berjanji akan melakukan segala cara agar hal ini tidak jadi berita internasional. Tapi Yoo Jin benar-benar panik dan marah, kalau sampai si designer itu menegtahui identitas Anna maka dia akan jadi berita di seluruh Eropa.

Ketua Kim memberi usul agar mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh Anna dan menutupinya dengan kecelakaan. Tapi Yoo Jin menolak, Anna adalah senjata utamanya untuk mengontrol Se Joon. Jika sampai terjadi sesuatu pada Anna maka Se Joon tidak akan tinggal diam dan dia tidak akan pernah bisa lagi mengontrol Se Joon.

Setelah memikirkannya sejenak, Yoo Jin akhirnya memerintahkan Ketua Kim untuk membawa Anna kembali kemari, lebih baik mengawasi Anna dari dekat. Ketua Kim kurang setuju, kehadiran Anna hanya akan memperburuk kesehatan mental Yoo Jin. Tapi Yoo Jin tak peduli, tidak ada waktu mengurusi masalah itu saat pencalonan presiden sudah semakin dekat.


Ketua Jo menemani Se Joon dalam perjalanan ke berbagai scheduel-nya. Tapi dia langsung mendesah stres dan membuat alasan merokok agar mereka bisa berhenti di tempat sepi. Se Joon mengusir semua orang termasuk sekretarisnya dari mobil agar dia bisa bicara berdua dengan Ketua Jo dan menanyakan Anna.

Ketua Jo pun melapor bahwa Anna sudah kembali dengan selamat dan dia masih sama seperti dulu, masih phobia sosial. Ketua Jo menyarankan agar Se Joon menemuinya, tapi Se Joon tidak bisa dengan keadaannya yang sekarang "Aku ini menyedihkan, kan? Padahal aku adalah ayahnya"

Jika nanti dia menjadi presiden, dia akan menunjuk Ketua Jo sebagai kepala keamanan di Blue House. Tapi sebelum itu, dia meminta Ketua Jo untuk menjaga Anna. Dia menyadari dirinya orang yang menyedihkan dan betapa besar kebencian Anna padanya. Tapi walaupun begitu Anna adalah satu-satunya alasan dia dipaksa untuk menuruti Yoo Jin selama ini.


"Karena itulah pergilah ke wanita itu dan katakan padanya, bahwa jika sanderanya mati maka orang yang menyenderanya pun akan mati. Jika sampai terjadi sesuatu pada Anna maka semua hal yang diperjuangkan Choi Yoo Jin akan hancur"

"Saya pasti akan menyampaikannya. Dan saya akan melindungi Anna apapun yang terjadi" janji Ketua Jo

"Terima kasih"


Je Ha berusaha meminta tumpangan pada mobil-mobil yang lewat tanpa hasil. Tapi di tengah jalan, dia melihat seorang Kakek sedang berusaha memperbaiki mobilnya yang mogok. Je Ha langsung menghampiri Kakek itu untuk membantunya memperbaiki mobilnya.


Presdir Park menemui kepala polisi kenalannya untuk meminta bantuannya mencari Je Ha. Awalnya Kepala Polisi berusaha menolak tapi Presdir Park kemudian bertanya bagaimana kira-kira kemungkinan Se Joon menjadi presiden. Kepala Polisi tak yakin mengingat di maju independen, Presdir Park langsung membisikinya sebuah rahasia bahwa Se Joon sebentar lagi akan masuk ke partai dan kemungkinan kemenangannya akan semakin tinggi. Mendengar itu, Kepala Polisi langsung sigap melihat-lihat foto-foto Je Ha.


Sekarang setelah Je Ha berhasil memperbaiki mobil Kakek, Kakek membawa Je Ha ke rumahnya. Setibanya di sana, Je Ha memperhatikan ladang Kakek yang tampaknya kurang terurus. Je Ha pun langsung ingin membantu Kakek, tapi Kakek tak mau, takutnya Je Ha akan menuntut uang darinya.

Je Ha berusaha meyakinkan Kakek kalau dia tidak melakukannya demi uang, tapi Kakek malah membentaknya dengan penuh amarah. Dia hanya akan memberi Je Ha makan dan mengizinkan Je Ha menginap sehari, tapi Je Ha harus pergi besok.


Anna tampak tidur dalam perjalanan kembali ke Korea dengan ditemani seseorang. Saat waktunya makan, pramugari menyarankan agar Anna makan, tapi orang yang menemani Anna berkata kalau Anna tidak mau dibangunkan. Pramugari mempercayainya, padahal Anna sebenarnya tidak tidur tapi pingsan setelah mendapat suntikan.


Dalam tidurnya, Anna memimpikan masa kecilnya. Bagaimana dulu dia meringkuk ketakutan seorang diri di ranjang rumah sakit saat Ketua Kim datang lalu membawanya ke bandara dengan alasan Ayahnya sudah menunggunya di sana. Tapi Ayahnya tak ada di sana. Saat dia menanyakan ayahnya, Ketua Kim memaksa Anna untuk meminum sesuatu.

Saat itulah Anna kecil menyadari dia sudah dibohongi dan Ketua Kim sama sekali tak menyangkalnya. Saat Anna menyatakan mau pergi mencari ayahnya, Ketua Kim sengaja memotret Anna pakai flash yang sepertinya untuk membuat Anna trauma. Setibanya di Spanyol, Anna ditinggal begitu saja di biara asing dengan para biarawati asing.


Mimpi itu membuat setetes air mata Anna mengalir dari balik penutup matanya.


Je Ha menatap pesawat yang terbang di angkasa saat tiba-tiba saja dia mendengar suara tangisan Nenek. Kakek kembali tak lama kemudian dengan membawakan makanan untuk Je Ha dan meminta maaf karena dia hanya bisa memberi Je Ha makan sayur-sayuran saja. Tapi Je Ha sama sekali tak mempermasalahkannya. Kakek juga meminta maaf atas kemarahannya pada Je Ha tadi.


JSS akhirnya berhasil mendapatkan sinyal dari hapenya Je Ha. Tapi butuh waktu cukup lama untuk melacak keberadaan Je Ha hingga mereka menemukan penampakannya dari CCTV terminal. Presdir Park pun senang, yakin kalau sebentar lagi dia pasti akan menangkap Je Ha.

Bersambung ke part 2

6 comments

ceritanya makin seru.ditungu lanjutannya ya

Maaf aq yang ga nemu ato gimana..Episode 1 di blog siapa?

di blognya Puji, My Little Hobbie

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon