Powered by Blogger.

 

Malam itu, Je Ha bermimpi buruk tentang masa lalunya saat dia masih bertugas di Irak. Dia dan anggota pasukannya berhenti di tengah jalan karena Je Ha melihat di depan mereka adalah ladang ranjau darat.



Semua orang termasuk seorang warga sipil yang sedang terluka, keluar sambil bersiaga dengan senjata api mereka. Seorang rekan mereka kembali tak lama kemudian dan memberitahu bahwa mereka telah memasuki kawasan sipil, jadi mereka harus mengambil jalan memutar.

Tapi si warga sipil tidak mau, kakinya sudah tidak kuat lagi berjalan. Karenanya dia berusaha memaksa mereka untuk tetap melanjutkan jalan lewat jalan itu dengan janji akan membayar mereka 3 kali lipat.


Si tentara tak setuju, tapi Je Ha memutuskan menuruti si warga sipil itu dan langsung berjalan mendahului mereka. Tapi di tengah jalan, tiba-tiba mereka diserang hingga semua tentara yang bersama Je Ha mati dan hanya Je Ha yang bertahan hidup. Dia terus berusaha menembak musuh-musuhnya, tapi pada akhirnya diapun tertembak dan sekarat.


Je Ha tersentak bangun dari mimpi buruk itu. Mimpi buruk yang membuatnya trauma hingga dia langsung meringkuk dengan nafas terengah-engah. Saat dia masih berusaha menenangkan dirinya, tiba-tiba dia mendengar suara Nenek menangis lagi.


Je Ha akhirnya keluar dari kamarnya dan menghampiri Kakek yang sedang menenggak soju. Ternyata Nenek menangis karena hari ini adalah hari peringatan kematian anak mereka. Bahkan saat Je Ha bertemu mereka di jalan tadi, mereka sebenarnya baru kembali dari kuil.

Je Ha lalu mengikuti Kakek yang berjalan-jalan di kebunnya, dimana Kakek mengaku bahwa ingin membakar ladangnya karena tak ada orang yang bisa mengurusnya. Kakek bahkan meminta bantuan Je Ha untuk menyingkirkan semua pohon-pohon buah di ladang ini. Je Ha menyetujuinya walaupun tampaknya dia mengerti bukan itu yang Kakek inginkan. an Kakek pun mengajak Je Ha untuk mulai bekerja menyingkirkan semua pohon besok.


Tapi keesokan paginya, Kakek malah mendapati Je Ha membersihkan rerumputan di ladang dan bukannya menebangi pohon-pohon apelnya. Kakek menangis haru melihat Je Ha mengurus ladangnya hingga akhirnya dia ikut bekerja bersama Je Ha dengan senyum lebih ceria.


Nenek pun menangis haru saat melihat mereka kedua pria tua dan muda itu bekerja bersama-sama, mungkin pemandangan itu mengingatkannya akan almarhum putra mereka.

Setelah para pekerja JSS dipaksa kerja semalam suntuk, akhirnya mereka pun mendapatkan hasil dan menemukan keberadaan Je Ha.


Kakek dan Nenek sekarang memperlakukan Je Ha jauh lebih baik. Kakek sekarang tidak keberatan jika Je Ha ingin tinggal lebih lama. Nenek bahkan memberikan sebuah baju milik mendiang putra mereka untuk Je Ha yang diterima Je Ha dengan senang hati.


Je Ha memakai kemeja itu saat dia melanjutkan pekerjaannya membantu Kakek. Tapi tiba-tiba pisau pemotong rumputnya Je Ha bermasalah dan karena Kakek tidak punya pisau cadangan, Je Ha akhirnya pergi untuk membeli yang baru. Tapi tepat setelah dia pergi, seorang agen JSS tiba di rumah Kakek.


Setibanya di Korea, seseorang membawakan kursi roda untuk mengangkut Anna. Pramugari cemas ada apa-apa dengan Anna, tapi orang yang menemani Anna beralasan kalau Anna cuma mabuk berat saja.


Saat Je Ha kembali tak lama kemudian, dia mulai cemas melihat mobil asing itu terparkir di depan rumah Kakek. Sementara itu di dalam rumah, si agen mengikat Kakek dan Nenek sambil terus berusaha memaksa Kakek untuk memberitahukan keberadaan Je Ha. Tapi Kakek dan Nenek bersikeras mengklaim tak tahu menahu.

Kesal, si agen langsung menyiram mereka dan rumah mereka dengan minyak tanah. Kakek langsung menjerit-jerit panik, apalagi saat si agen itu mengeluarkan pemantik apinya. Untunglah Je Ha datang saat itu juga menyelamatkan Kakek dan Nenek.


Si agen langsung menyerang Je Ha dengan pisaunya dan hampir saja berhasil menggorok lehernya, tapi Je Ha berhasil menghindarinya dengan cekatan. Mereka terus bertarung dengan sngitnya hingga si agen berhasil melukai perut Je Ha, tapi Je Ha sendiripun membawa pisau yang dia gunakan untuk melukai perut si agen.


Je Ha mendorong si agen hingga dia terjatuh menimpa guci-guci. Tapi si agen langsung melempar sebuah guci ke arah Je Ha hingga membuat Je Ha lengah dan si agen langsung menendangnya. Je Ha terus berusaha melawan, tapi si agen tampaknya lebih kuat hingga dia berhasil melucuti pisaunya Je Ha dan menendang Je Ha sampai Je Ha terpental menubruk kayu-kayu. Terpaksa Je Ha harus bertarung dengan tangan kosong sekarang. Tapi pada akhirnya dia berhasil mengimbangi kemampuan si agen dan melucuti senjata si agen.


Sekarang setelah keduanya bertarung dengan tangan kosong, Je Ha bisa mengungguli si agen, menarik jaket si agen untuk mencekik leher sampai si agen lumpuh lalu mematahkan tangannya dan menendangnya sampai pingsan.


Tak lama kemudian, si agen diikat dan Je Ha langsung menginterogasinya, siapa yang mengirimnya? Saat si agen bungkam, Je Ha langsung mengancam akan meremukkan tangannya dengan palu, dia tidak peduli jika si agen ingin membunuhnya tapi dia tidak terima jika si agen melukai Kakek dan Nenek. Si agen memperingatkan Je Ha bahwa Je Ha pasti akan mati walaupun bukan dia yang membunuhnya dan semua orang yang membantu Je Ha bersembunyi pun akan mati, itulah perintah yang didapatkannya.

"Orang-orang itu pada akhirnya akan mati karenamu"

"Baiklah, kau bisa memberitahuku siapa yang mengirimmu sekarang atau 10 menit yang akan datang, aku tidak peduli. Aku tidak suka kalau kau berisik" ancam Je Ha sambil merapatkan bekapannya kembali dan bersiap meremukkan tangan si agen tanpa ragu. Seketika itu pula si agen benar-benar ketakutan dan mau bicara.


Beberapa saat kemudian, Je Ha mengintai kediaman Yoo Jin dan Se Joon. Sebuah mobil tiba tak lama kemudian, dari dalamnya Je Ha melihat seorang wanita pingsan dibawa masuk kedalam. Dengan teropongnya, dia memperhatikan keadaan sekitar dan menilai berapa banyak bodyguard yang menjaga rumah itu lalu pergi.


Tapi dia kembali tak lama kemudian dengan membawa sepeda motor dan menyamar jadi petugas pengantar paket. Tentu saja dia langsung dihalangi 2 bodyguard yang menjaga pintu gerbang, tapi Je Ha berhasil melumpuhkan mereka dengan mudah.


Di dalam rumah, Yoo Jin menyiapkan makan malam dan menyambut kepulangan Anna seolah dia cuma baru bermain di luar sebentar. Anna langsung emosi begitu melihat Yoo Jin, tapi ditahan. Yoo Jin mendekatinya sambil mengomentari kecantikan Anna yang menurun dari ibunya.

"Iblis!" sembur Anna

"Siapa? Aku? Kenapa? Tidak seharusnya kau bicara seperti itu pada orang yang telah mengurusmu selama ini terlepas dari perilakumu yang tak menentu"

"Pikirkan apa yang sudah kau lakukan pada anak berusia 9 tahun itu!"

"Apa kau kecewa? Begitu, yah. Tapi kau harus menerimanya, aku melakukan ini demi kau dan ayahmu"


"Aku ingat semuanya. Ibu tidak bunuh diri"

Senyum Yoo Jin langsung menghilang seketika, dengan dinginnya dia mencondongkan wajahnya dan memaksa Anna menatap menatanya "Karena itulah, seharusnya kau menjadi biarawati saja"


Yoo Jin langsung memutuskan secara sepihak kalau Anna pasti tidak nafsu makan dan menyuruh Anna diantarkan ke kamarnya di lantai atas sekarang juga. Begitu Anna naik ke kamarnya, Yoo Jin menuang wine untuk dirinya sendiri dengan linglung, raut wajahnya tampak sedih.


Tapi saat dia hendak keluar dari dapur, Je Ha tiba-tiba menghadangnya hingga membuatnya shock dan menjatuhkan gelasnya. Refleks Yoo Jin langsung mengomel habis-habisan mengira orang yang menghadangnya ada pegawainya, sampai saat dia benar-benar menyadari Je Ha lah yang ada di hadapannya dan langsung terpesona oleh ketampanan Je Ha. Sama sekali tak menyangka kalau wajah si penggantung banner itu ternyata jauh dari dugaannya. Tampak jelas Yoo Jin tak takut sedikitpun oleh kehadiran Je Ha bahwkan sekalipun dia menyadari kalau Je Ha masuk dengan menerobos rumahnya.


Je Ha datang hanya untuk memperingatkan Yoo Jin untuk tidak lagi menganggunya ataupun orang-orang di sekitarnya. Jika tidak maka dia akan memburu Yoo Jin dimanapun dia berada. Dia akan mengakhiri pertemuan pertama mereka ini hanya dengan peringatan ini, tapi dia bersumpah akan membunuh Yoo Jin jika mereka bertemu untuk yang kedua kalinya.

Tapi Yoo Jin malah tersenyum geli mendengar semua peringatan itu "Persis seperti yang Ketua Jo katakan. Dia bilang apa, yah? Ah, 'serang si pemberi perintah'. Kudengar kau dilatih untuk menyerang orang yang memerintahkan serangan jika kau diserang"


Tak lama setelah Yoo Jin mengatakan itu, Ketua Kim datang bersama sekumpulan bodyguard yang langsung mengarahkan semua pistol mereka ke arah Je Ha. Tampak jelas mereka sudah menunggu Je Ha masuk kedalam jebakan mereka. Dengan wajah dan nada pura-pura ramah, Yoo Jin meminta maaf karena Je Ha telah melihat sesuatu yang tak seharusnya dia lihat jadi terpaksa dia harus melakukan ini.


"Apa ini caramu mencintai seuamimu yang berselingkuh?" sindir Je Ha

Yoo Jin langsung mendengus sinis mendengarnya. Cinta? Je Ha polos sekali sampai meyakini kalau dia bisa mencintai pria itu. Tapi ada yang ingin dia ketahui. Kenapa Je Ha datang kemari? Dia sama sekali tidak bisa memahami logika dari teori menyerang orang yang memberi perintah serangan itu. Kenapa Je Ha tidak meneruskan pelariannya saja.

"Aku tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah mati karena aku"

Yoo Jin tak percaya mendengarnya, Je Ha rela masuk ke perangkap ini demi menyelamatkan orang-orang asing yang baru ditemuinya kemarin? Masak hanya itu alasannya datang kemari?

"Aku yakin kalian tidak menyadari karena kau telah kehilangan bagian dari dirimu itu sejak lama. Tapi orang-orang yang berperang terlalu lama, pada akhirnya lupa mengapa mereka berperang"

Yoo Jin terdiam meresapi ucapan Je Ha sebelum berkomentar menyayangkan pertemuan mereka ini, Je Ha tampaknya pria baik. Jika saja mereka bertemu di lain kesempatan yang baik maka mereka pasti bisa jadi teman. Je Ha sekali lagi menegaskan permintaannya untuk melepaskan Kakek dan Nenek itu, mereka orang-orang yang tidak bersalah bahkan tak tahu menahu tentangnya.


Yoo Jin mau mempercayai Je Ha... tapi dia tetap tidak bisa membiarkan Kakek-Nenek itu hidup. Dia tidak mau mempertaruhkan hidupnya hanya demi mempercayai ucapan Je Ha. Kesal, Je Ha langsung maju mendekati Yoo Jin. Mengacuhkan bodyguard yang menodongkan pistol ke pelipisnya, Je Ha memperingatkan Yoo Jin bahwa dia pasti akan menyesali semua ini.

Yoo Jin malah tersenyum geli mendengarnya, peringatan itu sama sekali tak berarti baginya "Karena kita tidak akan bertemu lagi"

Dia lalu memerintahkan anak-anak buahnya untuk membawa Je Ha pergi dan berpesan untuk tidak membuat Je Ha terlalu kesakitan.


Je Ha pun diborgol dan mulutnya disumpal sebelum dia dimasukkan kedalam mobil oleh dua orang bodyguard. Tapi saat hendak pergi, mereka malah mendengar suara sirene polisi dari luar garasi.

Polisi itu ternyata datang karena mencari motor yang dicuri Je Ha setelah mendapat laporan kalau motor itu ada di sini. Kedua bodyguard penjaga gerbang berusaha menyangkalnya supaya polisi itu cepat pergi, tapi saat itu pula polisi melihat motor curian itu ada di depan mereka.


Selama kedua bodyguard sibuk menguping polisi di luar, Je Ha memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari sesuatu untuk melepaskan ikatan tangannya sampai akhirnya dia melihat sebotol oli. Dia langsung menuang oli itu ke tangannya dan berusaha keras menahan sakit saat berusaha melepaskan borgol itu dari tangannya sampai tangannya berdarah, tapi pada akhirnya borgol itu berhasil terlepas dari satu tangannya.


Beberapa saat kemudian, kedua bodyguard mendengar suara gaduh dari dalam mobil. Tapi saat dia membukanya, Je Ha langsung menendangnya dan menjedotkan kepalanya sampai dia pingsan.

Keributan itu didengar oleh kedua polisi dari luar yang tentu saja penasaran dengan apa yang sedang terjadi didalam. Bodyguard yang satunya sudah bersiap dengan pistol, tapi tak mungkin juga dia menembaknya karena adanya kedua polisi di luar itu. Akhirnya dia berusaha melawan Je Ha dengan tangan kosong, tapi tentu saja dia bukan tandingan Je Ha yang berhasil melumpuhkannya dengan mudah.

Kedua polisi semakin penasaran, tapi kedua bodyguard langsung membuat alasan kalau mereka sedang menangkap tikus dan berusaha mengusir kedua polisi itu. Tapi polisi menolak pergi karena motor curian mereka ada di sini, jadi mereka harus mengamankan TKP ini untuk mengadakan investigasi agar mereka bisa menangkap si pencuri.


Gara-gara keributan itu, lebih banyak bodyguard masuk kedalam garasi. Perlahan mereka mencari-cari Je Ha yang ternyata ada di atap mobil dan langsung melompat turun menghajar mereka semua. 2 orang bodyguard berhasil dia lumpuhkan dengan mudah. Dua lainnya berusaha mengeroyoknya di atap mobil.


Bodyguard terakhir menembak Je Ha dengan pistol taser. Je Ha jadi agak lemah karenanya, tapi tetap saja itu tak mengurangi kemampuannya. Dengan cepat dia menghajar si bodyguard dan menghantamkan kepalanya ke kaca mobil sampai dia pingsan.


Dia langsung mengambil kunci borgol dari si bodyguard untuk membuka sisa borgolnya, mengambil pistolnya sebelum masuk kembali kedalam rumah. Yoo Jin hendak pergi saat Je Ha menghalangi jalannya di tangga dan menodongkan pistol ke lehernya.

"Ini adalah pertemuan kedua yang kukatakan padamu tadi" Je Ha mengokang pistolnya lalu  mengarahkannya ke kepala Yoo Jin.


Tapi tepat saat itu juga, Anna keluar dari dalam kamarnya dan membentak Je Ha untuk menembak Yoo Jin. Je Ha mengenalinya, dia gadis kumal yang pernah bertemu dengannya di stasiun subway di Spanyol dan memohon-mohon bantuannya.

"Tembak dia! Tembak dia!" jerit Anna.

Bersambung ke episode 3

7 comments

Waaah makin seru,keren abis pokok nya ni drama apa lg aktor ji cha wok super kereeeen,d tunggu lanjutan nya mba

Waaah makin seru,keren abis pokok nya ni drama apa lg aktor ji cha wok super kereeeen,d tunggu lanjutan nya mba

yaaa,, udah end aja ep 2,,
masih dalam pengenalan tokoh,,
JCW makin gemukan kayaknya,,
jdi was was klo ada love line antara je ha sama yoo jin,, hehee๐Ÿ˜…
yg jdi anna kecil,, cute yee๐Ÿ˜˜,,
ratingnya juga keren,,
gomawo n semangat trs buat mb ima,,

Aduh bang healer pindah ke drama inih bang!!!!!
Kamsaeyo bak ima....ini project sendiri? Apa bareng puji bak ima?

bang healernya kan habis hijrah ke Taiwan saeng, br mudik lewat drama ini hehe

bareng puji, episode 1 diblognya puji

hahaha aku juga mikir gitu, waktu je ha nyudutin yoo jin ke tembok itu kok kesannya romantis gitu :P

Lead actress nya yoo jin ya? Duh h2c jgn2 nanti ja ha sama yoo jin ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon