Powered by Blogger.


Hae Soo sedang berjalan pulang bersama Wook saat mereka berpapasan dengan Ji Mong. Hae Soo yang mengenalinya sebagai ahjussi gelandangan dari zaman modern, langsung berlari menghampiri Ji Mong dan bertanya apakah Ji Mong mengenalinya.

Hae Soo berusaha mengingatkannya, mereka pernah bertemu sebelumnya, bahkan saling berbagi minum. Tapi Ji Mong mengklaim tidak mengerti maksud Hae Soo.



Hae Soo tetap bersikeras dan terus berusaha mengingatkan Ji Mong, tapi Ji Mong tetap mengklaim dia tidak kenal Hae Soo. Frustasi, Hae Soo langsung merengek sambil menggoyang-goyang tubuhnya. Lucunya Ji Mong malah menirukan gerakan tubuh Hae Soo sambil bersikeras mengklaim kalau dia tidak kenal Hae Soo, dia mengklaim kalau dia baru mengenal Hae Soo sekarang.


Tapi saat Hae Soo menyebutkan kalau mereka pernah bertemu ribuan tahun dari sekarang di danau, seketika itu pula sikap Ji Mong berubah dan dengan tajam memperingatkan Hae Soo untuk berhati-hati, jaga ucapannya saat dia berada dalam istana, tempat ini adalah tempat dimana bicara bebas bisa jadi berbahaya terutama topik pembicaraan tentang tahta atau semacamnya. Jika Hae Soo berakhir hidup di sini, maka Hae Soo harus mematuhi norma-norma di sini.

"Hidupmu tidak akan berubah hanya karena kau menginginkannya" Ji Mong lalu mengakhiri ucapannya dengan mengedip sebelah mata sebelum pamit pergi. (OMG! itu kan kata-kata ahjussi gelandangan, berarti dia memang ahjussi gelandangan dong?).


Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan pulang melewati tumpukan salju yang tebal. Wook berjalan di depan sementara Hae Soo mengikuti sambil menginjak jejak kaki Wook di salju. Dia tampak begitu menikmatinya sampai tidak sadar kalau Wook melihatnya.


Wook dengan sengaja menggoda Hae Soo dengan melebarkan langkah kakinya. Hae Soo berusaha melangkahkan kakinya lebih lebar juga tapi pada akhirnya dia oleng dan hampir saja terjatuh, tapi Wook berhasil menangkap tangannya dengan sigap. Tapi Hae Soo jadi canggung dengan kedekatan mereka dan langsung menarik tangannya.


Mengalihkan topik, Wook bertanya penasaran apakah Hae Soo dan Ji Mong saling mengenal. Hae Soo menyangkal dan beralasan bahwa dia pikir dia kenal Ji Mong tapi ternyata dia salah. Dia lalu memberikan sebuah sabun yang khusus dibuatnya untuk Wook sebagai ungkapan terima kasih atas segalanya termasuk puisinya.


Wook menerimanya dan berterima kasih dengan canggung. Sambil melanjutkan perjalanan, Wook bertanya apakah Hae Soo sudah mengerti makna puisi itu. Hae Soo mengiyakannya tapi dia hanya berkomentar bahwa itu adalah puisi yang indah. Wook langsung tersenyum geli mendengarnya. Kalau begitu Hae Soo harus memberinya balasan berupa puisi juga. Etiket yang benar adalah membalas puisi dengan puisi. Hae Soo panik tapi terpaksa mengiyakan permintaan Wook.


Maka malam harinya, Hae Soo berjuang keras menyalin huruf-huruf Cina dari sebuah buku. Tapi bahkan setelah habis berlembar-lembar kertas, dia tetap gagal sampai akhirnya dia jadi frustasi sendiri. Sekarang dia menyesal karena pura-pura bersedia memenuhi permintaan Wook. Dia sudah hampir menyerah saat tiba-tiba dia punya ide bagus lalu kembali mengambil kuas tintanya.


Keesokan harinya, Hae Soo menyelinap masuk ke perpustakaan dan berniat meninggalkan balasannya di atas meja. Tapi saat dia hendak pergi, rombongan pangeran datang bersama Putri Yeon Hwa. Eun yang paling senang dan antusias melihat Hae Soo. Kenapa Hae Soo kemari? Apa Hae Soo mau bertemu dengannya?

"Bukan, aku datang hanya untuk membawakan sesuatu" jawab Hae Soo


Eun kecewa tapi dia penasaran dengan barang yang Hae Soo bawa dan langsung menyambar surat di atas meja. Hae Soo berusaha merebutnya kembali sambil memandang Wook dengan tatapan memelas seolah minta diselamatkan.

Tapi Wook tidak mengerti dan butuh waktu beberapa menit untuk memahami arti tatapan Hae Soo. Saat akhirnya dia mengerti, dia memberitahu Eun bahwa surat itu adalah balasan dari Hae Soo atas puisinya lalu memerintahkan Hae Soo untuk pergi. Hae Soo pun cepat-cepat pergi.


Hanya Baek Ah yang tampak sangat kesal dan langsung pergi mengejar Hae Soo.


Eun menolak menyerahkan surat itu pada Wook dan langsung membukanya bersama Jung. Tapi mereka malah bingung melihat bentuk aneh yang ditulis Hae Soo, tidak jelas itu gambar atau tulisan. Won yang sok tahu, langsung merebut kertas itu. Tapi dia juga langsung terdiam bingung begitu melihatnya. Jelas mereka tidak mengerti, itu kan emoticon dari zaman modern \^0^/

Wook yang lebih pintar dari mereka, juga sama bingungnya. Mereka terus mencoba menerka-nerka sambil memiringkannya ke kanan dan ke kiri, tapi tetap saja tidak ada yang mengerti. Justru So yang sedari tadi cuma diam memperhatikan gambar itu, yang  mengerti arti gambar itu.


Dia lalu menyuruh Eun untuk mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dan membuka mulutnya. Itulah makna gambar itu. Awalnya tak ada yang percaya. Tapi setelah dibandingkan, ternyata memang benar dan semua orang langsung tertawa. Saking senangnya bisa mengartikan emoticon itu, semua orang bercanda tawa menirukan emoticon itu.

"Itu gambar wajah tertawa gembira" ujar So "Dia pasti sangat menyukai puisinya Wook"


Begitu berhasil menangkap Hae Soo, Baek Ah menyeretnya ke tempat sepi dan melabraknya. Apa yang sebenarnya Hae Soo lakukan? Teganya dia melakukan itu pada Nyonya Hae. Berani sekali Hae Soo bersikap seperti ini padahal dia tahu perasaan Nyonya Hae pada Wook? Tapi Hae Soo sama sekali tidak mengerti maksudnya? Dia tidak mengerti memangnya apa salahnya sampai Baek Ah meneriakinya seperti ini?

Baek Ah langsung mendengus tak percaya mendengarnya (mungkin dia kira Hae Soo cuma pura-pura)... "Kalian saling curi pandang. Saat tangan kalian bersentuhan, kau akan memikirkannya berulang kali. Makanan apa yang dia (Wook) sukai? Apa yang membuatnya tersenyum? Kau pasti memikirkan semua itu. Semuanya membuatmu memikirkannya"

Apa Hae Soo pikir tidak akan ada yang tahu tentang perasaan Wook dan Hae Soo. Baek Ah mengklaim bahwa dia mengetahuinya dan begitupun dengan Nyonya Hae. Hae Soo shock mendengar Nyonya Hae mengetahuinya. Dengan penuh amarah, Baek Ah mengingatkan Hae Soo bahwa satu-satunya yang Nyonya Hae miliki hanya Wook dan satu-satunya orang yang dia cintai hanya Wook. Tapi jika Hae Soo berani menyakiti Nyonya Hae, maka dia tidak akan tinggal diam.


Saat Baek Ah berbalik hendak pergi, dia mendapati Wook ada di belakangnya dan mendengarkan semua pembicaraan mereka. Baek Ah menatap kakaknya tajam sebelum akhirnya pergi meninggalkan Wook dan Hae Soo yang saling terdiam. Beberapa lama kemudian, Wook lah yang akhirnya angkat bicara lebih dulu dan meminta maaf pada Hae Soo.


Hae Soo menyalahkan dirinya sendiri karena telah menjadi beban Wook. Tapi Wook menyangkalnya, semua ini bukan salah Hae Soo karena dialah yang memberikan puisi itu pada Hae Soo dan menerima balasan Hae Soo... "Aku berusaha membuatmu tersenyum. Semua ini salahku, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri"

"Aku tahu perasaan seseorang bisa menjadi berbahaya. Aku pura-pura tidak memperhatikannya dan beranggapan kalau semua ini akan memudar dengan sendirinya. Aku meraih tanganmu dan keluar dari kamarku malam itu. Semua ini salahku"

Wook berkaca-kaca mendengarnya dan meminta Hae Soo untuk tidak mengucap kata-kata seperti itu. Tapi air mata Hae Soo berlinang karena dia selalu menangis setiap kali bersama Wook. Dia membungkuk meminta maaf lalu pamit pergi.

 

Hae Soo memutuskan menyembunyikan puisi dari Wook itu didalam sebuah buku yang kemudian dia simpan di tumpukan buku di rak.


Di tempat lain, Wook menatap sabun pemberian Hae Soo sebelum akhirnya memutuskan untuk menyembunyikannya di dalam kotak. Keduanya memutuskan untuk memendam perasaan masing-masing.


Keesokan harinya, Yeon Hwa datang menghadap Raja dengan membawakan bantal baru yang dia buat khusus untuk Raja. Tentu saja Raja sangat menyukai hadiah pemberian putrinya itu. Raja sangat bangga dengan Yeon Hwa dan bertanya-tanya pada siapakah nanti dia akan menikahkan Yeon Hwa.

"Hamba yakin anda akan memilihkan yang baik, Yang Mulia"


Raja berharap Yeon Hwa akan hidup bahagia seperti putri sulungnya yang sekarang menjalani kehidupan berumah tangga yang bahagia walaupun dia berada di luar istana. Senyum Yeon Hwa sedikit menghilang menyadari ayahanda-nya menginginkannya untuk hidup jauh di luar istana. Tampak jelas dia tidak menyukai itu, tapi dia tetap pura-pura tersenyum dan berkata bahwa jika itu adalah tempat yang Raja pilihkan untuknya maka dia akan pergi dengan senang hati.


Saat dia keluar, dia bertemu dengan So. Yeon Hwa langsung menyapanya dengan riang dan berkata kalau dia masih belum terbiasa melihat So didalam istana. So mengaku kalau dia juga masih belum terbiasa memakai pakaian seperti ini. Yeon Hwa lalu memberitahu So bahwa Raja sedang berencana menikahkannya. So penasaran apakah Raja sudah memilih seseorang?


Tapi belum sempat Yeon Hwa menjawab, Yo datang langsung bertanya sinis pada So "Kenapa? Apa kau pikir pria itu kau?"

Yo menyarankan sebaiknya So tidak usah berharap. Walaupun sudah mengizinkan So tinggal di istana tapi beliau tidak akan membiarkan orang seperti So memiliki gadis semenawan Yeon Hwa. Kesal, So langsung menantang Yo untuk taruhan. Tapi Yo menolak, menurutnya percuma taruhan jika hasilnya sudah jelas.

Bahkan untuk membuktikan dugaannya, Yo bertanya pada Yeon Hwa, apakah Yeon Hwa yakin akan bisa hidup bersama dengan orang berwajah jelek seperti So seumur hidup? Kedua pria itu menatap Yeon Hwa dengan penasaran. Sambil tersenyum malu-malu, Yeon Hwa berkata bahwa dia tidak menginginkan pria yang hebat, dia hanya menginginkan seorang pria yang menyayanginya.


"Seseorang yang akan menghargaiku" ujar Yeon Hwa sambil menatap So penuh arti

Yo menjawab bahwa calon suaminya Yeon Hwa harus tahu betapa berharganya Yeon Hwa jika dia ingin menghargai Yeon Hwa. Dia pun akan memperlakukan Yeon Hwa bagai ratu negeri ini (jika Yeon Hwa mendapatkan suami seperti itu). Yeon Hwa senang mendengar jawaban Yo, tapi dia ingin tahu jawaban So.

"Kau tidak menyuruhku untuk menilaimu, bukan? Daripada wanita bernilai tinggi, aku lebih menginginkan wanita yang menghargaiku" jawab So, tapi kemudian dengan sedih dia menambahkan "Seseorang yang tidak akan mencemaskan wajah jelekku ini"

Setelah So pergi, Yo masih terus menjelek-jelekkan So dan memberitahu Yeon Hwa kalau So itu cuma binatang. Tapi Yeon Hwa malah tersenyum dan berkata "Betapa menyenangkannya mengubah binatang menjadi manusia. Terkadang aku penasaran akan hal itu"


Hae Soo menemukan Nyonya Hae di belakang, sedang membakar barang-barangnya. Awalnya dia berdiri diam di sana, tapi saat Nyonya Hae batuk darah, Hae Soo langsung menghampirinya dengan cemas. Hae Soo berusaha memanggil bantuan, tapi Nyonya Hae menghentikannya untuk bertanya tentang perasaan Hae Soo pada Wook. Hae Soo hanya menjawabnya dengan menunduk diam.

"Kau bodoh. Kalian berdua sangat bodoh" Nyonya Hae lalu meminta Hae Soo untuk mendandaninya "Untuk dia. Aku ingin dia mengingatku sebagai wanita yang cantik"


Nyonya Hae terus menatap Hae Soo saat dia sedang menyiapkan alat-alat kosmetiknya. Air mata Hae Soo berlinang, tapi dia berusaha mengendalikan emosinya saat dia mulai merias Nyonya Hae.

Selama Nyonya Hae dirias, ia membatin meminta Soo untuk menjaga kesehatannya dengan baik "Kau tinggal dekat keluarga kerajaan, berhati-hatilah dengan kata-kata dan sikapmu. Aku selalu mencemaskan tabiatmu yang tak terkendali. Dan aku ingin kau menjadi bantal untuk pangeran. Dia punya banyak kekhawatiran, aku ingin dia bisa tidur nyaman. Aku memohon padamu untuk menjaganya"

Hae Soo berusaha untuk tetap tersenyum, tapi air matanya terus mengalir hingga air mata Nyonya Hae pun mengalir di pipinya yang sekarang lebih berseri berkat riasan Hae Soo.


Hae Soo terburu-buru menjemput Wook dengan berlinang air mata. Beberapa saat kemudian, Wook menuntun istrinya berjalan-jalan dibawah siraman hujan salju dengan Hae Soo membuntuti dari belakang. Wook cemas dan mengajak istrinya masuk. Tapi Nyonya Hae bersikeras ingin jalan-jalan bersama Wook. Dia ingin melihat salju yang membuatnya teringat akan masa lalu.


Dulu, Nyonya Hae lah yang pertama kali jatuh cinta pada pandangan pertama pada Wook. Dia begitu terpesona dan diam-diam mengintip dan mengagumi Wook dari balik semak. Dia pula yang memaksakan pernikahan diantara mereka. Waktu itu Wook dikeluarkan dari istana jadi dia memaksakan pernikahan ini untuk membantu Wook bangkit dan kembali ke istana.


Tapi Wook tahu kalau semua itu hanyalah alasan, dia tahu betul perasaan Nyonya Hae yang sebenarnya padanya. Nyonya Hae mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca sebelum dia memohon "Sekarang, aku ingin Pangeran menjaga Hae Soo. Pikirkan perasaanku padamu, kumohon. Soo, anak itu..."


Tapi belum sempat melanjutkan, Nyonya Hae tiba-tiba oleng karena kesakitan yang menderanya hingga dia tidak sanggup berjalan lagi. Akhirnya Wook menggendongnya. Dalam perjalanan, dia menyinggung ucapan Nyonya Hae yang dulu pernah berkata kalau dia tidak mencintai Nyonya Hae.


Wook hendak menyatakan cinta padanya. Tapi Nyonya Hae menghentikannya, Wook tidak perlu mengatakan apapun padanya "Aku bisa mencintaimu lebih banyak lagi. Itu saja sudah cukup"


Itulah kata-kata terakhir Nyonya Hae sebelum akhirnya dia lemas. Wook seketika berhenti berjalan menyadari istrinya sudah tiada. Hae Soo pun menyadarinya dan langsung menangis. Tapi Wook menolak mempercayai kenyataan dan menyuruh Hae Soo untuk diam "Jangan membangunkan istriku dari tidurnya"

Hae Soo membekap mulutnya, berusaha meredam suara tangisnya. Sementara Wook kembali berjalan seraya berusaha menahan emosinya.

Bersambung ke episode 6

25 comments

Aduh endingnya ep 5 sedih bgt... Ikut brkaca2 jg. :(

Episode 5 sad ending..
Apa yg terjadi di episode selanjutnya, tunggu seminggu lagi. Semangat mbk penulis ^^

:-s :-s :-s :-s :-s :-s :-s

Orang Baik Selalu Cepat Pergi
Jangan2 Nyonya Hae Pergi ke Abad Modern, Ketemu sama Ko Ha Jin :-d x-)

episode 5 yg terakhir. bener2 melo bangett.. jd ingin cepet2 baca kelanjutannya.thx sinopsisnya akhirnya kluar juga. tetap semangat nulis sinopsisnya.

episode 5 yg terakhir. bener2 melo bangett.. jd ingin cepet2 baca kelanjutannya.thx sinopsisnya akhirnya kluar juga. tetap semangat nulis sinopsisnya.

Itu ji mong kayak penyihir yg bawa alice pergi ke dunia wonderland kalo bener dia gelandangan itu mbak haha dia yg buka pintu bulan ke zaman goryeo lol *apaan sih

Huah..ep ini bnr2 penuh kesedihan buat Wook..poor Wook yg akan brlama2 sedihnya cz nasib second lead male itu emg menyedihkan😭..btw yg aku g ngerti itu Yeon Hwa koq bs suka sm So n terkesan dia berharap nikah sm So bukankah mereka 1 ayah cm beda ibu yah..emg di jaman Goryeo boleh gitu nikah dg sodara sndiri.smg ada yg mw merespon y..cz bnr2 kepo

Kasihan nyonya hae..q smpai ikut nangis..dy cnta ma pangeran wook smpe akhir...😭
Tp pangeran So ganteng bgt pkai pkaian pangeran...mlah jd kesengsem ma pangeran So..😊😁

Grrr,,, abiz w endingnya sedih sekarang ini
Kenapa orang yang baik harus pergi duluan
Kok gg yang jahat-jahat itu aja
Ishhh....
Kasian wook bakalan terpukul karna sampai akhir belum bisa ngebahagiain istrinya,dan soo kehilangan sosok yang benar-benar tulus sama dia,tempat dimana dia bisa bersandar tentang apa aja sejak masuk ke zaman goryeo...
😭

sediiihhh~ ikut berkaca2 ..

kasian pangeran wook , hae soo & juga baek ah nich :'(

gak sabar nunggu eps. selanjutnya , seminggu lagi ..

semangat buat mbak penulisnya :)

Iya, menurut sejarah So memang akan menikah dengan saudara tirinya sendiri. Aneh yah?

sedihhh bangett kasiann hae so sama wook,gimana nnti kehidupan hae soo klo ga ada nyonya hae dia bakal kesepiann ga ada sosok unni lagi yg ngedukung diaa

semangat lanjutinn sinopnya yaa makinn penasaran,aku dh liat previewnya tapi msh blom ngertii
gimawo

huhuhu,, akhir episode bkin mewek😭kpn yaa nasib second lead tu bahagia,,
harus sabar nunggu minggu depan,,
semoga rating per episodenya bisa trs naik,,

Kerenn.. Pnsran sma eps slnjutnyaa..

Wah koq gitu aneh y..tp So jgn mpe sm Yeon Hwa donk..ini kan bukan drama yg ngikuti sejarah y mb hnya terinspirasi dri sejarah..jd So sm Hae Soo kan y..awas loh SW nim klo smpe mereka g bersatu😭..makasih mb Ima

Kalau liat diagram pertaliannya. So akan menikah dgn putri hyeon wa..

wuah...... aku nggak nyangka ending ep.5 bakalan sedih gini... wook sama ny.hae sweet juga ya...meskipun wook nggak begitu mencintai ny.hae, dia tetep ngehargain banget perasaan istrinya..


semangat nulisnya ya...

Akhir episod 5 bkin bper mbk ampek nngs q..
Ska bnget ma drama ni..
Fighting ya mbk tak tnggu episod slnjutnya....

bisa sih mbak ima ngasih spoiler versi cinanya...cuma nanti gempar hahahaha saya aja yang tau belum belum udah kesian :P *kabur
tapi emang remake korea suka dibikin beda sih eksekusinya :P

Wuah..So nikahnya sm Yeon Hwa? Brarti aku sia2 shipper in So sm Hae Soo? Bisa2 g bakal nntn endingnya klo ending So sm Yeon Hwa😭😭😭😛..help me..aku koq udh illfeel sm Yeon Hwa bahkan dikehidupan nyata yg jd Yeon Jwa artis yg prnh bikin heboh gara2 pakaian g pantasnya.aku nntn krn Le Jun Ki yah..sayang LJK nya dipasangin sm artis ky gitu

Klo gk salah pangeran wangso menikah dg yeon wha krn membutuhkan yeon wha agar bs naik tahta deh!ada di drama korea yg lain...dlm sejarahnya jg gitu klo gak salah..tp kan ini drama...mudah2 an beda...
Hahaha...
Tp sayang episode nya dikit..klo versi cina nya kan sampe 2 season...mudah2 an cerita nya menarik dan gk nyampe 2 season buat nyelesesein ni drama...bikin baperrrr ahhh....

Saya setuju sama mba Tina, saya fans banget sama LJK, semua Historical Dramanya aku tonton dan untuk sesi ini aku suka So sama Hae So, klu sama si Yeon Wha...kecewaaaaa banget pasti, semoga happy ending.

Mkch bnyak ka...ditunggu selanjutnya ka...
Oia ka biasnya seminggu itu cuma 1 episod atau 2 episod...hehehe maklum ka q baru liat n penasaran bgtttt...mkch

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon