Powered by Blogger.


Raja bersusah payah bersujud berulang kali untuk meminta hujan dengan tubuhnya yang sudah semakin menua. Ia merasa tak sanggup melakukannya lebih lama dan harus mencari pengganti untuk memimpin ritual memanggil hujan.



Seharusnya itu dilakukan Putra Mahkota tapi Putra Mahkota masih belum kembali dari perang melawan pemberontak. Maka Ji Mong pun menyarankan agar Raja memilih salah satu pangeran saja.

Satu per satu, para pangeran memasukkan nama mereka dalam sebuah guci untuk dipilih sebagai pemimpin ritual. Jung bertanya-tanya, apa yang akan terjadi jika hujan masih juga tidak turun setelah ritual.
 

Yo mengklaim bahwa mereka harus mati. Dia berkata bahwa sebelum negeri ini didirikan, rakyat mmebunuh raja mereka sendiri karena darah Raja bisa dijadikan sebagai tumbal untuk memohon hujan.

Eun mempercayai omongannya dan langsung panik memohon pada Ji Mong untuk mengeluarkan namanya dari guci, tapi tentu saja Ji Mong menolaknya dan meyakinkannya bahwa takkan ada yang membunuhnya. Won juga sama cemasnya dengan Eun, jika hujan masih belum turun juga setelah ritual maka rakyat pasti akan marah.


So langsung angkat bicara untuk meluruskan kesalahan pemahaman semua orang dan memberitahu mereka bahwa hujan takkan turun hanya karena ritual hujan, yang harus mereka lakukan adalah melakukan ritual hujan sampai turun hujan. Manusia tidak bisa mengendalikan kehendak langit, jadi yang harus mereka lakukan adalah membuatnya terlihat seolah mereka bisa melakukan itu.


Guci itu lalu dibawa ke hadapan Raja yang kemudian memilih salah satu nama secara acak. Dan yang terpilih ternyata So. Semua orang termasuk So terkejut mendengar namanya dipanggil untuk memimpin ritual memanggil hujan. So menerima perintah itu.


Pada hari ritual dilaksanakan, Raja dan para pangeran menunggu di istana sementara So harus menjalani arak-arakan keliling kota. Tapi saat rakyat melihat So lah yang menjadi pemimpin ritual, rakyat langsung heboh dan terang-terangan mengolok-oloknya, mengatainya monster dan bukan manusia dan bisa membuat langit semakin marah. Parahnya lagi, mereka bahkan melempari So dengan batu dan lumpur.


So akhirnya tiba di istana dengan diiringi kemarahan rakyat dan tubuh penuh lumpur. Dia tampak gemetar saat semua orang menatapnya. Raja langsung mengalihkan pandangannya sementara Ratu Yoo dan Yo tampak tersenyum senang melihat pemandangan itu.

Tapi yang membuat So sangat terpukul dan marah adalah saat Hae Soo mengalihkan pandangannya lalu menatapnya lagi. Tak tahan lagi dengan semua ini, So menjatuhkan gucinya sampai pecah dan melarikan diri.


Kembali ke kediamannya, Ratu Yoo tertawa senang bersama Yo. Sekarang mereka akan punya kesempatan untuk menggantikan Putra Mahkota dengan Yo untuk memimpin ritual memanggil hujan ini. Yo bahkan sudah mengutus seorang pencuri untuk mencegah Putra Mahkota pulang ke istana.

Yo lebih senang lagi memikirkan So yang bisa membunuh dengan sangat kejam tapi saat ada orang yang menyinggung masalah wajahnya, kepercayaan dirinya langsung menghilang seketika. Yo heran bagaimana bisa So terpilih padahal dia sudah merencanakan agar dirinya lah yang terpilih sebagai pemimpin ritual.

Ratu Yoo yakin kalau terpilihnya So itu bukan kehendak langit tapi kehendak Raja dan Ji Mong. Dia tidak percaya kalau langit yang mengendalikan manusia, dia justru yakin bahwa manusialah yang mengendalikan langit. Ritual memanggil hujan ini akan menjadi kesempatan bagi Yo untuk membuktikan kemampuannya menjadi untuk raja Goryeo dengan menjalani ritual ini sampai hujan benar-benar turun.


Hae Soo berkeliling mencari So hingga akhirnya dia menemukan So sedang tiduran di kapal yang tertambat di danau yang sekarang kering kerontang gara-gara kemarau berkepanjangan. Dia mencoba memanggilnya tapi So tampak tidur sangat nyenyak. Hae Soo akhirnya harus masuk kedalam perahu.

Tapi tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh. Untunglah So bangun dan sigap menangkapnya dan menarik Hae Soo hingga Soo terbaring dalam pelukannya. Mereka saling menatap canggung sesaat sebelum akhirnya Hae Soo menjauh dan berusaha membujuk So untuk kembali sekarang karena semua orang pasti sudah mencemaskannya.

"Tidak mau"

"Jangan terlalu diambil hati. Semua orang hanya berusaha untuk bisa makan dan bertahan hidup. Mereka pasti akan melupakannya"

"Kubilang aku tidak mau belas kasihan darimu" bentak So.


Tapi kemudian dia bertanya apa Hae Soo tahu kenapa dia dilahirkan? Apa dia tahu sampai kapan dia harus hidup seperti ini? Apa Hae Soo sudah tahu alasannya hidup seperti ini? Hae Soo mengklaim sudah, dia sudah memikirkan hal itu belakangan ini. Tapi dia tidak menemukan jawabannya.

Dia lahir bukan karena dia menginginkannya. Tapi dia sendirilah yang akan menentukan hidupnya sendiri kelak. Bagaimanapun hidupnya, yang pasti dia tidak mau menjalani hidup yang dikendalikan orang lain. Hidup manusia di dunia ini tidak ada yang mudah. Setiap orang memiliki kesulitan mereka masing-masing, kita saja yang tidak mengetahuinya.

Hae Soo meyakinkan So bahwa apa yang dialaminya pasti akan segera berlalu. So mendengarkan semua ucapannya walaupun kemudian dia pura-pura mengkritiki Hae Soo dan menuduhnya sok tahu padahal dia masih muda.


Hae Soo tidak bisa tidur malam harinya memikirkan pertanyaan So tentang kenapa dia lahirkan. Stres, akhirnya dia menghabiskan waktu meramu kosmetik dari bahan-bahan herbal murni hingga jadi BB cream yang sama persis dengan BB cream dunia modern.


Keesokan harinya, Ji Mong mondar-mandir panik karena sebentar lagi ritual akan dimulai tapi Putra Mahkkota masih belum datang juga sampai sekarang. Takut terjadi sesuatu yang buruk pada Putra Mahkota, Ji Mong pun mau pergi dan meminta So untuk menenangkan rakyat sebisanya. Tapi tentu saja So menolak setelah apa yang dialaminya kemarin.

Ji Mong jadi kesal mendengarnya. Dia tidak ragu sedikitpun saat membunuhi para biksu itu tapi sekarang dia malah cuit hanya karena kejadian kecil kemarin. So itu terlalu mempermasalahkan bekas lukanya. Kalau So bahkan tidak bisa mengatasi kecemasannya itu lalu bagaimana bisa dia menjadi kekuatan bagi Putra Mahkota? Dia juga tidak akan bisa menyelesaikan dendamnya pada ibunya kalau dia seperti ini terus.

So langsung kesal mendengarnya. Jadi karena ini Ji Mong memiih namanya secara sengaja dan mempermalukannya? Apa Ji Mong pikir dia akan bisa mengatasinya hanya dengan cara membuatnya mengalami situasi seperti ini? Ji Mong tidak menyangkalnya, tapi dia beralasan bahwa dia melakukan ini demi membantu So menjadi lebih percaya diri.

"Apa kau pernah dilempari batu-batu seperti itu? Kehendak langit? Kau pikir aku bodoh hanya karena aku punya bekas luka ini? Saat saudara-saudaraku diperlakukan layaknya pangeran, aku diperlakukan bagai anak buangan. Tapi sekarang aku menjadi pemimpin acara ritual ini. Aku tidak akan mungkin terpilih kecuali kau membutuhkan budak untuk duduk di sana sampai hujan turun"

"Jika hujan turun karena budak itu maka budak itu akan menjadi raja! Bagaimana kehendak langit? Kau harus berdiri tegak di depan semua orang. dengan begitu Putra Mahkota akan bisa duduk di atas tahta. Kau harus berdiri di hadapan semua orang agar kerajaan ini bersatu"

Ji Mong menyadari bahwa dia hanya bisa memberitahu dan tidak bisa memaksa So. Jika So hanya sanggup sampai di sini saja, maka dia tidak akan memaksanya lagi. Ji Mong pun pergi. So terduduk lemas dan merenungkan ucapan Ji Mong itu sampai akhirnya dia memutuskan untuk bangkit dan mengambil jubah ritualnya.


Tapi saat dia hendak pergi, Hae Soo tiba-tiba datang dan menyatakan bahwa dia bisa membantu So melepaskan topengnya. Dia lalu membawa So ke tempat dimana dia sudah menyiapkan perlengkapan makeup-nya. Perlahan, Hae Soo melepaskan topengnya dan mereka saling menatap beberapa saat sebelum akhirnya Hae Soo menyibak poninya So dan memperlihatkan bekas lukanya.

Hae Soo menatap bekas luka itu lalu mengulurkan tangan untuk menyentuhnya hingga membuat So jadi gugup. Saat Hae Soo masih terus menelusuri garis bekas luka itu, So langsung mengcengkeram tangannya dan bertanya apakah Hae Soo tidak takut pada wajahnya yang buruk ini? Apa Hae Soo kasihan padanya?


"Mana mungkin aku kasihan pada orang yang selalu ingin membunuh orang lain? Di wajahmu ada bekas luka atau tidak... apapun yang orang lain pikirkan... menurutku Yang Mulia adalah orang yang baik. Itulah yang terpenting bagiku"

Merasa tersentuh oleh ucapan Hae Soo, So akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya. Hae Soo pun kembali menelusuri bekas luka itu lagi. Padahal bekas luka itu kecil tapi membuat So harus menjalani kehidupan yang kelam karenanya, tidak adil. So bertanya-tanya apakah Hae Soo bisa dipercaya?

Hae Soo mengaku bahwa dulu dia orang yang selalu dipercayai tapi juga selalu dikhianatinya. Saat itulah dia menyadari bahwa mempercayai orang lain itu sulit. Karena itulah dia tidak akan berubah. Dia berjanji takkan berubah jika So mempercayainya. So pun akhirnya memutuskan untuk mempercayakan dirinya di tangan Hae Soo.

"Lakukan semaumu. Sekarang aku adalah milikmu" ujar So sebelum dia menutup mata dan membiarkan Hae Soo menangani wajahnya.

Hae Soo pun mulai bekerja. Sementara di luar, Rakyat dan para menteri sedang menunggu kedatangan Putra Mahkota yang masih belum datang juga sampai sekarang. Bahkan rakyat pun sudah menunggu dengan gelisah. Ji Mong menyarankan untuk menunggu sedikit lebih lama, tapi seorang menteri berpendapat bahwa mereka tidak bisa terus menunggu dan menyarankan agar Raja menunjuk Yo untuk memimpin jalannya ritual.


Beberapa saat kemudian, Yo dengan penuh percaya diri berjalan ke tandu yang akan membawanya berkeliling kota, sementara Ji Mong berjalan mengikutinya dengan sangaaaat pelan untuk mengulur waktu menunggu Putra Mahkota. Tapi Yo dengan senyum liciknya memberitahu Ji Mong bahwa Putra Mahkota takkan bisa pulang.


Hae Soo berusaha sedetil mungkin merias wajah So untuk menutupi bekas lukanya. Di tengah-tengah proses, So tiba-tiba membuka mata hingga mereka saling berpandangan dengan canggung. Dia cepat-cepat menutup matanya kembali dan hae Soo pun fokus kembali ke pekerjaannya.

Begitu selesai, dia mengangkat cermin dan memperbolehkan So membuka matanya dan melihat bayangan wajahnya. Hae Soo ingin langsung pergi, tapi So tiba-tiba mengcengkeramnya dan memaksa Hae Soo untuk menatap wajahnya yang sekarang mulus tanpa bekas luka.


"Apa kau ingat apa yang pernah kukatakan padamu? Kau adalah milikku. Baik dulu maupun sekarang, bahkan saat pertama kali kau menyentuh wajahku... aku sudah menentukan keputusanku. Aku akan membuatmu menjadi milikku. Persiapkan dirimu mulai sekarang. Aku tidak akan pernah melepaskanmu"


So tiba-tiba mencondongkan wajahnya sangat dekat ke wajah Hae Soo. Tapi mungkin karena dia melihat kegugupan Hae Soo, akhirnya dia mundur dan melepaskan cengkeramannya. Setelah So pergi, Hae Soo tampak benar-benar gugup dan langsung menggenggam gelang giok pemberian Wook.


Yo dengan pedenya berjalan ke tandu. Tapi So tiba-tiba datang menghentikannya dan mengklaim bahwa hanya dia dan Putra Mahkota yang punya hak untuk duduk di tandu itu. Kesal, Yo langsung menonjok So sampai topengnya terlepas. So memungutnya dengan tenang dan saat dia bangkit kembali, Yo malah terkejut melihat wajah So yang sekarang tanpa bekas luka.


So pun duduk di tandu dan dibawa keliling kota yang dilewatinya kemarin. Saat rakyat melihat So lagi yang memimpin ritual, mereka langsung protes lagi. Mereka bahkan sudah hendak melemparinya dengan batu lagi sampai saat salah seorang diantara mereka memperhatikan perubahan wajah So dan benar-benar mengira kalau bekas lukanya sudah menghilang.

Seketika itu pula mereka langsung berlutut menyembah So sambil berdoa memohon hujan, So tersenyum bahagia saat dia berjalan melewati roang-orang itu menuju ke istana. Yo melihat semua itu dari atas benteng istana dengan penuh amarah.


Tak lama kemudian, So akhirnya tiba di istana dan membuat keluarga kerajaan tercengang, terutama Ratu Yoo yang mengharapkan Yo memimpin ritual. Saat So berjalan makin mendekat, semua orang termasuk Ratu Yoo semakin tercengang melihat perubahan wajahnya yang sekarang tak tercela. Wook tampak punya dugaan dan langsung berpaling menatap Hae Soo dan mendapati Hae Soo begitu fokus memperhatikan So dengan senyum senang.



So melirik Ratu Yoo sesaat sebelum melanjutkan perjalanannya menuju altar ritual. So menoleh kembali dan mengedarkan pandangannya sampai akhirnya melihat Hae Soo berdiri diantara para dayang. So tersenyum padanya. Hae Soo pun balas tersenyum...

Tapi tiba-tiba dia melihat sekelebat gambaran So dalam balutan jubah raja, wajahnya tanpa cacat tapi ekspresi wajahnya kejam dan dingin. Firasat itu hanya muncul sesaat tapi membuat senyum Hae Soo seketika menghilang.


Tepat saat itu juga, titik-titik air hujan muncul dari langit. Awalnya hanya gerimis lalu sesaat kemudian berubah menjadi hujan deras. Semua orang tertawa dan bersorak kegirangan, kecuali Ratu Yoo yang tampak sangat amat marah dan Hae Soo yang masih gemetar ketakutan.

Saat dia melihat So kembali menatapnya dengan tatapan mata seperti yang dia lihat dalam ramalan tadi, Hae Soo mulai bertanya-tanya apakah So adalah Raja Gwangjong? So kembali mengalihkan pandangannya ke arah altar ritual dan senyum licik tersungging di wajahnya sementara air hujan mulai menghapus makeupnya dan memperlihatkan bekas lukanya kembali.

Bersambung ke episode 9

22 comments

Trims buat sinopsis nya 😄
lanjut terus ya wt eps berikutnya ^^

penasaran2😁😁😁😁😁😁😁

Makin penasaran 😭😭😭
Semangat terus yaa utk nulis eps selanjutnya..

Apa kata ji mong? Untuk putera mahkota? Ah...kini so merasa sudah di atas awan, seperti kata ji mong, ia sudah jd kekuatan putera mahkota yg bahkan bs lebih kuat dr putera mahkota

Gomawo utk sinopsisnya onnie, tp kenapa versi internasional nya, beda dr versi korea? Ada scene yg hilang...

Ceritanya semakin seru, bgemna nasib Soo selanjutnya? ap dy bsa jatuh cinta sama So klo dy takut liat bayangan So... penasaran...

ciiyeee,, So 'dulu dan sekarang, kau milikku',, huwwwahhh,, senyum2 gaje😄😄😄
semoga hae so bisa mencegah so buat gk kembali brskap kejam,, hehee,,
gomawo mb ima😉

Iya..ada scene yg hilang buat versi internasional nya...😢

Emang scene apa yg hilang?
Spertix g ada harapan u/hae soo cinta sm wang so :(

lah kok saya yang deg degkan liat soo tatapan m so hihi
hay so sweeetttyyy 👍👍😁😁 jd senyun senyum sndri

d scern yg hilang saat soo nangiss meliat keadaan so trus dia nangiss di dada so bkn !?(sok tahu)

Lanjut mbak, seru drakornya.
Tapi knapa di korea koq ratingnya kalah ya dr moonlight, padahal ceritanya lebih seru scarlet. Sampe skrg saya blum baca moonlight, lhat kim yoo jung berperan dewasa kurang suka, terlaly dipaksakan. Lbih suka lhat trman sebayanya kim soo hyun di lets flight.
Sekian, semangat terus mbak tulis sinosipnya.
Baru ini bisa komen, soalnya susah masuknya.

Keren bgt episode 8 nya..q smpe senyum² sndri wkt So blg klo Hae Soo adl mliknya..😆 alias baper sndri..tapi wkt Hae Soo liat sklias byngan So jd raja..serem jg tatapan matanya So..bner² sadis dan dingin...gamsahamida eonni..fighting y eonni bwt nulis sinop ke 9 nya...😊

Baru baca aja udh seru...
Apalagi dtambah nonton, walaupun nontonnya pake bahasa kalbu.. haha
Fighting terus chingu,,

apa di sini cuma aku doang yg ngarep Haesoo sm Wang Wook. T__T
kira" itu bneran gak ya apa yg Haesoo byangin klo So nantinya bkal jadi Raja yg membunuh saudaranya sendiri. liat smirk'y So bikin merinding. aku tunggu sinop ep 9'y....
semangatttt

Dari episode 8 ceritanya mulai seru. Degdegan dari kemarin cuma lihatin prevew eps 8 dan 9. Sampai nggak sabar pengen tahu yang 9 ngintip di youtube tanpa sub. Kirain so minta hadiah raja buat dinikahkan dengan heeso, tp kayaknya bukan. Yang nikah malah wang eun dan seondok heheheh.
Sabar lagi sampai minggu depan nih baru bisa lihat lanjutannya. Semangat ya min nulis sinopnya. Selalu di nanti!

Dari episode 8 ceritanya mulai seru. Degdegan dari kemarin cuma lihatin prevew eps 8 dan 9. Sampai nggak sabar pengen tahu yang 9 ngintip di youtube tanpa sub. Kirain so minta hadiah raja buat dinikahkan dengan heeso, tp kayaknya bukan. Yang nikah malah wang eun dan seondok heheheh.
Sabar lagi sampai minggu depan nih baru bisa lihat lanjutannya. Semangat ya min nulis sinopnya. Selalu di nanti!

Iya ya ada yg hilang, aku dah nton trus baca sinopsis disini ko beda ya hehehe... tp malah jadi bagus ceritanya ko hehehe

Adegan setelah merias wajah, abis itu ga ada adegan yg sweet itu lo, pengakuannya wang so heheheh klo hae soo itu miliknya

Hmmm...pengen jadi hae Soo...he he...kau adalah milikku..senyum2 sendiri bacax...thanks sinopx..

Sekilas melihat dimas seto saat mlihat wang wook (kang ha neul). He. He.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon