Powered by Blogger.

 

Tepat saat So berjalan ke meja altar ritual, titik hujan tiba-tiba berjatuhan dari langit hingga berubah menjadi hujan deras. Rakyat dan keluarga kerajaan menyambutnya dengan suka cita. Kecuali Ratu Yoo dan Yo yang sangat amat marah dan So yang tampak pucat.



Saat So menoleh kembali padanya, tiba-tiba dia mendapat penglihatan itu lagi. Saat dia menggumamkan nama Gwangjong, Ji Mong sepertinya mendengarnya dan langsung menoleh padanya.

Ratu Yoo sangat amat marah hingga dia langsung pergi meninggalkan ritual itu. So kembali ke meja altar untuk bersujud syukur pada langit dengan makeup yang sudah luntur dan bekas lukanya kembali terlihat.


Sambil melihat ke arah So dengan kagum, Won bergumam bahwa seorang pahlawan telah lahir. Tapi dia heran, bagaimana bisa So menyembunyikan bekas luka itu? Jung menduga mungkin dia menggunakan kosmetik untuk menutupinya. Entah siapa yang melakukan itu, tapi orang itu pasti sangat hebat hingga bisa menutupi bekas luka itu dengan sempurna. Mendengar itu, Wook langsung menoleh ke Hae Soo, menyadari pasti Hae Soo lah yang membantu So.


Hae Soo gemetar ketakutan saat akhirnya dia menyadari bahwa So adalah Raja Gwangjong kelak. Raja yang terkenal membunuh saudara-saudaranya demi mendapatkan tahta. Pikiran itu membuat Hae Soo langsung menatap Wook dengan cemas.


Walaupun sekarangnya bekas lukanya kembali terlihat, tapi saat dia kembali diarak keliling kota, rakyat sekarang memuja-mujanya. Hanya So yang menatapnya dengan raut ketakutan dan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah So akan menjadi raja karenanya? Karena dia membantu menutupi bekas lukanya?

Tapi sesaat kemudian dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu tidak mungkin. Namanya sudha tercatat dalam sejarah sebagai Raja Gwangjong, jadi So akan tetap menjadi raja walaupun dia tidak melakukan apapun untuk membantunya.


Tiba-tiba Wook menariknya menjauh dari kerumunan. Tapi Hae Soo begitu larut dalam pikirannya, memikirkan Gwangjong yang nantinya akan membunuh saudara-saudaranya. Memikirkan apakah mereka semua nantinya akan mati karenanya?

"Apakah orang itu akan menjadi seperti karena aku?" gumamnya lirih. Dia begitu ketakutan memikirkan itu hingga dia langsung mewanti-wanti Wook untuk berhati-hati. So berpaling kembali pada So dan Wook mengikuti arah pandangannya walaupun dia sama sekali tak mengerti maksud Hae Soo.


Walaupun Ji Mong mengklaim bahwa So terpilih karena kehendak langit, tapi Yo yakin itu tidak mungkin. Saking yakinnya, dia terus menggerutu murka seorang diri mengklaim seharusnya dialah yang membuat hujan turun. Ratu Yoo datang tak lama kemudian dan langsung menampar Yo, dia benar-benar marah karena Yo kehilangan kesempatan sebagus ini.

Tidak seharusnya Yo melepaskan kesempatan ini begitu saja. Jika ada seseorang yang hendak mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya, seharusnya dia mengoyak leher orang itu. Yo tercengang dan ketakutan melihat kemarahan ibunya, dia berusaha membela diri bahwa semua ini adalah kesalahan.


Tapi Ratu Yoo tidak mau terima adanya kesalahan apapun. Jika dia akan menjadi ibu raja maka Yo harus kejam. Ratu Yo yakin kalau Hae Soo lah yang membantu So menutupi bekas luka itu. Kesal dengan semua orang yang tinggal di Istana Damiwon, Ratu Yoo bersumpah akan membakar Istana Damiwon.


Setelah ritual usai, So pergi menghadap Raja dan Putra Mahkota sudah pulang saat itu. Raja benar-benar senang dan bangga dengan keberhasilan So. Putra Mahkota pun senang karena So telah menggantikannya karena dia terlambat datang gara-gara terhalang oleh sekumpulan pencuri.

Raja senang akhirnya setelah sekian tahun, sekarang So bisa kembali memperlihatkan wajahnya pada ayahnya. So tercengang mendengar ucapan ayahnya yang membuatnya punya keberanian dan kepercayaan diri untuk memangil raja dengan sebutan 'ayah'.


"Tunjukkanlah wajahmu pada dunia dan percaya dirilah mulai sekarang" nasehat Raja "Abdikan dirimu untuk membantu Putra Mahkota membangun negeri yang baik. Kau harus menjadi sumber kekuatan yang besar (bagi Putra Mahkota). Ayahmu percaya padamu"

"Saya... menerima perintah Yang Mulia" ucap So dengan penuh haru. Ji Mong dan Putra Mahkota pun turut senang untuknya.


Wook membawa Hae Soo berteduh. Tapi dia memperhatikan Hae Soo masih terus murung dan tampak ketakutan. Wook menggenggam tangan So yang tampak gemetar saat dia bertanya apakah Hae Soo yang menutupi bekas luka So. Hae Soo menjawabnya dengan anggukan lemah.

So mengira kalau Hae Soo pasti takut mendapat hukuman karena menyentuh wajah pangeran. Tapi dia meyakinkan Hae Soo untuk tidak mencemaskan masalah itu, dia meyakinkan Hae Soo bahwa Hae Soo telah melakukan hal yang baik.

Dia bahkan meyakinkan Hae So bahwa walaupun So menggantikan posisi Putra mahkota dalam ritual tapi hal itu tidak bisa mengubah apapun. Dia sama sekali tidak mengetahui ketakutan Hae Soo yang sebenarnya. Ucapannya sama sekali tak bisa menenangkan Hae Soo karena dia tahu sudah ada yang berubah.


Wook senang karena Raja akan merayakan turunnya hujan ini dan dia bisa meminta pada Raja untuk melepaskan Hae Soo. Tapi Hae Soo sendiri sedang sibuk memikirkan hal lain dan tidak mendengarkan Wook.

"Aku tidak bisa tinggal diam begitu saja. Aku harus mencari tahu" gumam Hae Soo.


Dia lalu cepat-cepat pergi ke menaranya Ji Mong dan bertanya apakah Ji Mong tahu siapa yang akan menjadi raja berikutnya.

"Kurasa Putra Mahkota selama tidak terjadi sesuatu yang lain" jawab Ji Mong

"Lalu siapa setelah Putra Mahkota?"

"Gwangjong... itu kan yang kau katakan. Kau memanggil Pangeran Wang So sebagai Gwangjong"


Dia menatap Hae Soo beberapa saat sebelum kemudian dia bercerita bahwa waktu dia berumur sekitar 4/5 tahun, dia tenggelam. Orang-orang bilang dia sudah mati waktu itu, tapi dia terbangun hari berikutnya. tentu saja cerita itu mengingatkan Hae Soo akan kejadian yang dialaminya sendiri.

Dia jadi berubah sejak saat itu, bahkan ibunya berkata kalau dia jadi dewasa dan bijak melebihi umurnya yang sebenarnya. Dan sering kali dia mendapat penglihatan-penglihatan yang entah apakah itu nyata atau cuma mimpi.

Pernah dia melihat seekor burung besar membawa orang-orang terbang di atas langit (pesawat pastinya), lalu pernah pula dia melihat tangga yang bisa bergerak naik/turun dengan sendirinya (eskalator), bahkan pernah pula dia melihat bangunan setinggi langit yang dihuni banyak orang (gedung pencakar langit).

Hae Soo shock mendengarnya "Apakah orang ini berasal dari masa depan sepertiku? Mungkin dia tidak ingat karena waktu itu dia masih terlalu muda" pikirnya

"Kudengar kau juga bangkit kembali dari kematian. Jadi aku bertanya-tanya apakah kau juga punya kemampuan meramal sepertiku? Sekarang kau boleh menanyakan apa yang benar-benar ingin kau ketahui?"


Tentu saja Hae Soo langsung punya banyak pertanyaan dalam benaknya. Apakah So benar-benar akan menjadi Raja Gwangjong? Apakah dia akan membunuh semua orang? Lalu bagaimana dengan Wook? Seperti apa masa depannya kelak?

Tapi pada akhirnya semua pertanyaan itu dia simpan sendiri dalam pikirannya dan satu-satunya pertanyaan yang diajukannya hanyalah "Apa... yang harus kulakukan?"

"Tidak ada. Kau tidak perlu melakukan apapun. Apapun yang kau lihat, biarkanlah berjalan dengan sendirinya. Jangan melibatkan dirimu sendiri"

Tapi Hae Soo menolak, bahkan berkeyakinan kalau dia bisa mengubahnya. Dia bisa mencegah hal itu terjadi, dia bisa mengubah sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang baik. Saat Ji Mong menyinggung perbuatan So yang sudah mengubah wajah So, Hae Soo mulai bertanya-tanya cemas, apakah itu artinya masa depan So akan berubah karena itu?

Ji Mong mengaku tak tahu, tidak ada manusia yang tahu apakah takdir akan berubah ataukah sudah ditetapkan sejak awal. Manusia tidak akan bisa melarikan diri dari kehendak langit. Karena itulah lebih baik membiarkan segalanya berjalan dengan semestinya. Dengan begitu, Hae Soo pun akan selamat.

 

Wook merenung menatap hujan saat Yeon Hwa datang dan langsung menyinggung masalah So yang sekarang sudah berhasil mendapatkan kepercayaan Raja berkat keberhasilannya mendatangkan hujan. Padahal seharusnya Wook lah yang menggantikan Putra Mahkota memimpin jalannya ritual.

"Itu posisi yang memang diberikan untuk So. So dibutuhkan di posisi itu. Jadi aku tidak seharusnya serakah akan hal itu" ucap Wook

"Orang yang mendapatkan kepercayan Raja biasanya cenderung punya khayalan lain. Maksudku bertambah satu orang lagi yang harus kita waspadai di istana"

"Hae Soo berkata kalau So akan berubah. Dan sekarang kau juga berpikir begitu?"


Dia tidak mengerti kenapa ucapan kedua wanita itu terkesan seolah So tidak boleh menerima kepercayaan Raja setelah apa yang dialaminya selama ini. Saat Yeon Hwa bersikeras menyinggung tentang peringatan Hae Soo pada Wook untuk berhati-hati dengan So, Wook memberitahunya bahwa Hae Soo lah orang yang membantu menutupi bekas luka So.

Dan sekarang Hae Soo takut akan terjadi masalah karena perbuatannya itu. Sembari menadahkan tangannya pada air hujan, Wook bertanya-tanya pada dirinya sendiri bahwa pasti ada posisi untuk diisi olehnya, dia penasaran posisi apakah itu.


Hae Soo berjalan linglung saat tiba-tiba saja seseorang menariknya kedalam pelukannya. Tapi saat dia melihat So lah yang memeluknya, sontak dia menjerit ketakutan dan mendorong So menjauh. Hae Soo cepat-cepat meminta maaf dan beralasan kalau dia cuma terkejut dengan pelukan dadakan itu, So tersenyum mempercayainya dan meyakinkan Hae Soo kalau dia tidak marah.


Dia lalu bercerita bahwa untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia sekarang bisa memanggil Raja dengan sebutan 'ayah'. Hari ini adalah pertama kalinya dalam 15 tahun ayahnya memandang wajah dan matanya tanpa rasa kasihan, bahkan menyuruhnya untuk menjadi lebih percaya diri. Setelah mendengar ucapan Raja itu, So benar-benar merasa semua rasa sakitnya menghilang. Apalagi Raja memintanya untuk menjadi kekuatan bagi Putra Mahkota.

"Semua orang terus berterima kasih padaku. Tidak ada yang bilang kalau aku menakutkan atau memanggilku binatang. Aneh, tapi aku mulai menyukai diriku yang seperti ini. Dan juga, orang yang membuatku seperti ini adalah kau, Hae Soo" ujar So dengan senyum polos.


Hae Soo sungguh tak percaya melihat orang yang ada di hadapannya ini, nantinya akan berubah menjadi orang yang kejam. Terlepas dari peringatan Ji Mong untuk tidak melibatkan diri, tapi Hae Soo yakin kalau dia bisa mengubah masa depan Gwangjong.

Dengan keyakinan itu, Hae Soo pun langsung memberikan nasehat pada So "Semarah apapun kau nanti, kau harus menahan amarahmu. Jangan membunuh siapapun. Mulai sekarang, takkan ada orang yang membuatmu marah. Semua orang akan menyukaimu dan menghargaimu"

Tapi So sama sekali tidak menanggapi nasehat itu dengan serius. Dia benar-benar bahagia sekarang. Hae Soo bertekad pada dirinya sendiri bahwa dia bisa mengubah masa depan, dia tidak akan membiarkan siapapun terluka.


Suatu hari, Raja bersama Ji Mong dan Jenderal park melihat para pangeran berkumpul di paviliun. Raja memberitahu Ji Mong dan Jenderal Park bahwa dia diminta untuk mencarikan jodoh untuk Soon Duk dan dia memutuskan untuk memilih salah satu pangeran untuk dinikahkan dengan Soon Duk.

Ji Mong mulai memberi usul, bagaimana kalau Jung? Soon Duk dan Jung kan sama-sama suka bela diri. Jenderal Park tak setuju dengan alasan rumah mereka bakalan hancur kalau suami istri bertarung terus. Raja malah mengusulkan bagaimana Soon Duk dinikahkan dengan So? Jenderal Park tetap tak setuju.

Tak ada seorangpun dari mereka yang berpikir untuk menjodohkan Soon Duk dengan Eun. Dan saat Jenderal park mengisyaratkan pada mereka untuk menjodohkan putrinya dengan Eun, Raja dan Ji Mong malah kaget dan tak percaya dengan pilihan jenderal Park.


Raja lalu mendatangi para pangeran. Dia memuji kerja keras mereka terutama So yang telah berhasil mengatasi kekeringan negeri ini. Karena itulah Raja akan memberikan hadiah untuk So dan menyuruh So untuk menyebutkan saja apa yang dia inginkan? Raja menawarkan tanah di Songak, tapi So menginginkan hadiah lain.

Dia lalu menatap Hae Soo dan meminta pada Raja untuk memberikan Hae Soo kepadanya sebagai dayang. Semua orang kaget mendengar permintaannya tapi Raja langsung mengabulkannya dan memerintahkan hae Soo untuk menjadi dayang pribadi So. hae Soo terpaksa menerimanya. Wook tak senang tapi dia berusaha menahan diri.


Setelah itu Raja mengumumkan bahwa mereka akan melaksanakan pernikahan pangeran, yaitu Eun yang akan menikah dengan Soon Duk. Shock, Eun langsung menyatakan keberatannya dan menolak pernikahan itu, dia masih muda dan tidak menyukai Soon Duk.

Dia langsung bersujud di hadapan Raja dan memohon agar Raja menarik kembali ucapannya itu, bahkan mengancam lebih baik mati daripada dipaksa menikah. Jelas saja Raja benar-benar marah mendengarnya. Hae Soo jadi takut melihat kemarahan Raja dan pandangan matanya yang seolah tak ragu untuk membunuh anaknya sendiri.


Untunglah Putra mahkota maju untuk menenangkan keadaan dengan mengklaim kalau Eun sangat bahagia dengan perjodohan ini sampai bicara ngelantur lalu cepat-cepat menyuruh Eun untuk mengucap terima kasih pada raja.

Eun akhirnya terpaksa bangkit dan mengucap terima kasih tanpa semangat. Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba sekantong kelereng berjatuhan dari dalam lengan bajunya seolah melambangkan kalau dia masih kecil dan belum siap menikah.


Eun lalu keluar bersama Won yang memberinya nasehat tentang wanita dan pernikahan. Won memberitahu Eun bahwa wanita itu tampak berbeda pada malam pertama, tapi setelah itu semua wanita sama saja. Dia bahkan sulit membedakan mana yang istri pertamanya dan istri keduanya. (Pfft! dasar pangeran playboy)


Di hadapan mereka ada pertandingan gulat. Tapi Won tiba-tiba melihat salah satu pegulat ternyata Soon Duk. Sontak dia berusaha menghalangi Eun supaya tidak melihat calon istrinya dalam keadaan seperti itu. Eun yang lagi stres, memaksa mau lihat. Tapi malah makin stres mendapati Soon Duk lah yang main bersama Jung, bahkan  berhasil mengalahkan Jung.


Sebelum meninggalkan Istana Damiwon, Hae Soo menemui Wook untuk memberinya sebuah buntelan hadiah balasan atas gelang pemberian Wook. Buntelan itu berisi bantal yang dibuatnya karena Nyonya Hae dulu pernah memintanya untuk membuatkan bantal ini agar Wook bisa tidur nyenyak. Err... kayaknya dia salah ngartiin maksud Nyonya Hae deh.

Wook menerimanya dengan canggung dan tampak jelas dia kecewa. Tapi dia juga punya hadiah untuk Hae Soo, sebuah buku. Hae Soo langsung mendesah kecewa, mengira Wook menyuruhnya untuk belajar. Wook tersenyum geli melihat kekecwaan Hae Soo lalu memperlihatkan buku apa itu sebenarnya.


Setiap halamannya berisi gambar-gambar yang jika dibalik dengan cepat maka akan terlihat seperti gambar bergerak. Seketika itu pula Hae Soo langsung tersenyum senang. Tapi saat Hae Soo mulai membalik-balik buku-buku gambar itu dengan gembira, Wook sama sekali tidak gembira.


Karena sebentar lagi akan ada pernikahan kerajaan maka dayang tidak akan bisa dibebastugaskan. Senyum Hae Soo pun langsung menghilang mendengarnya, tapi dia berusaha untuk tetap berkeyakinan bahwa mereka pasti akan punya kesempatan lain. Wook pesimis kapan kesempatan itu akan datang lagi.

"Jika pangeran mau bersabar menungguku maka aku juga akan menunggumu"


Hae Soo cepat-cepat mengalihkan pikirannya pada gambar-gambar itu lagi. Awalnya dia tidak menyadari gambar apa itu, tapi setelah dia memperhatikannya sekali lagi, akhirnya dia menyadari gambar-gambar itu adalah saat mereka berjalan-jalan di atas tumpukan salju. Dalam hatinya, Hae Soo sengaja tidak memberitahu wook bahwa sebenarnya dia meminta Wook karena dia khawatir. Kali ini dia punya firasat buruk.


"Lain kali kalau turun salju lagi, kita harus berjalan di atas salju lagi" ujar Wook

"Aku akan menunggu saat itu"

Wook langsung menarik Hae Soo kedalam pelukannya dan berkata "Aku mencintaimu"

Bersambung ke part 2

23 comments

aaa... udh g sbr nunggu part 2 😁
smngt smngt trs nulis sinopnya mba... gomawo

aku kurang suka lihat wook, istri baru meninggal udah ucapin cinta sama orang lain, walaupun begitu ditunggu park 2 nya ¤¤ fighting

Ekspresi wook jjang! Ada yg bilang kayak naga yg terbangun...haha ha neul sama jun ki bikin merinding ><

Ga sabar nunggu part 2 nya... semangat kak....

Thanks sinopx ...ditunggu part selanjutx...beneran hae Soo jd dayang pribadi Wang so...kirain dia bilang klo bekas lukax hilang karena hae Soo hehe..dampak nonton YouTube ga ada subx....fighting nulisx..

Thanks sinopx ...ditunggu part selanjutx...beneran hae Soo jd dayang pribadi Wang so...kirain dia bilang klo bekas lukax hilang karena hae Soo hehe..dampak nonton YouTube ga ada subx....fighting nulisx..

Tapi kalau melihat preview episode 10 banyak yang meyakini kalo raja gwajong adalah Wook,karena dia bilang pada akhirnya dia punya tujuan hidup yaitu mempunyai kekuasaan yang melebihi raja. Dan kayanya itu didasari kekecewaan dan kemarahannya melihat So semakin mendekati Hae Soo. Mungkin juga karena niatnya memperistri Hae Soo tidak dikabulkan raja. Tapi ekspresi Wook di episode 10 memang beda. Mungkin begitu πŸ˜€

Tapi terus so jadi siapa? Tangan kanan pangeran? Haha wook sih...kenapa ngasih tatapan gitu. Saya pikir dia pangeran paling pure heart di istana. Peduli jg sama so saudaranya seumuran

aneh yg pern utmnya kn lee joon ki sma iu tpi knp lebihh bnyak moment sweetnya sma kang ha neul siiiihh.
parah parah

Bener banget tuh...tapi scene yg sweetx lumayan banyak episode ini...he he...

Bener banget tuh...tapi scene yg sweetx lumayan banyak episode ini...he he...

Suka drama ini..lebih berasa dihati.
Hm...kayaknya hae soo bernasib sama kayak dayang oh..kekasihnya tdk bs melupakan ambisinya hingga akhirnya mereka putus..begitu pula dg hae soo dan wook...mungkin..
Tp pertanyaannya bagaimana dg wang so?nantinya kan dia jg punya ambisi jd raja tp hae soo ttp disampingnya...
Apa terlanjur cinta mati?haha...

Lanjut mbak part 2 nya, semangatttt

Makasi min sdh ditulis sinopsisnya episdenya mkin seru ditnggu sinopsis slanjutnya smngat min..

Makasi min sdh ditulis sinopsisnya episdenya mkin seru ditnggu sinopsis slanjutnya smngat min..

Yang jelas suka banget, udah Δ£itu aja. Ngikutin alurnya yg penting klo drakor kan ga bkal ngelantur kya sinetron indo...hehe
Fighting terus chingu...

Ceritanya makin seru.... kak
Semangat 😊

Ceritanya makin seru.... kak
Semangat 😊

Kalau menurut sejarahnya sih emang bener wang so raja gwajong, raja keempat. Setelah putra mahkota jadi rasa trus meninggal 2 tahun kemudian. Digantikan pangeran ketiga, tp cuma sebentar. Trus digantikan sama wang so. Dan adik perempuan wook yg jadi ratunya.

ini drama pdhl komplit intriknya,, tp knp ratingnya bkin sedih😞

pgen d peluk juga ama wang so dan wang wook😁😁😁hae so menang bnyk hbs d peluk so trs wookπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
gomawo n semangat trs buat para author😘😘😘

Hahahah... Lucu banget eun (baekhyun).. Msh bocah..wkwkwkwkw... Bawa2 kelereng...wkekwkwkwkwk

Wang soo paling ganteng..😊

Menurut yg aku tonton.. Sblm raja datang, Eun bilang sm hae soo bahwa nanti ada yg mau dikasi Eun sm hae soo.. Jadi kelereng itu adalah barang yg dipersiapkan Eun buat Hae soo yg ga jd dikasi krn keburu disuruh kawin sm raja

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon