Powered by Blogger.

 

Malam harinya, Hae Soo membantu Dayang Oh merebus teh. Dayang Oh memberitahunya jenis teh yang disukai Raja dan cara-cara mengurus kebutuhan Raja.


Lalu setelah itu, dia memperingatkan Hae Soo untuk berhati-hati terhadap So. Dayang Oh memperhatikan sejak saat Hae Soo menunjukkan kepeduliannya pada So, sekarang So juga mulai peduli pada Hae Soo. Jika Hae Soo tidak bisa memberikan seluruh hatinya untuk So maka dia harus bersikap tegas.

Tapi Hae Soo bertanya-tanya "Bagamana jika saya bisa mengubah hidup orang itu? Apa saya masih harus mengabaikannya?"

Menjawab pertanyaan itu, Dayang Oh memberitahu Hae Soo tentang kisah hidupnya. Dulu sebelum dia datang ke istana, dia memberikan hatinya pada seorang pria, seorang panglima perang. Dulu dia pikir pria itu melupakan ambisinya dan hidup normal bersamanya. Tapi pada akhirnya, pria itu menjadi pria yang tak bisa diraihnya. Intinya, kita tidak akan bisa mengubah seseorang. Jadi sebaiknya Hae Soo buang jauh-jauh pikirannya untuk mengubah orang itu.


Keesokan harinya, Hae Soo kembali menutupi bekas luka So dengan makeup-nya. Tapi kali ini dia tidak cuma merias, dia juga mengajari So cara melakukannya sendiri. Dia bahkan memberikan secarik kertas berisi informasi cara membuat dan meramu kosmetik sendiri.

So jadi heran, kenapa Hae Soo berubah sekarang? Apa yang terjadi pada Hae Soo yang dulu cerewet dan selalu memperdebatkan kata-katanya? Kenapa sekarang dia jadi penurut?

Dayang Oh datang saat itu untuk memberitahu So bahwa dia sudah ditunggu para pangeran yang lain. Hae Soo memanfaatkan saat itu untuk memberitahu So bahwa dia sudah dewasa jadi dia akan lebih berhati-hati mulai sekarang.


Gadis yang dulu pernah bertemu Baek Ah, Woon Hee, sekarang dia tampak berbeda dengan pakaian dan penampilan yang lebih baik. Dia sedang berlatih tari pedang seorang diri di tengah hutan tapi pada akhirnya dia malah terjatuh. Saat itu juga, tiba-tiba dia mendengar suara lantunan seruling.

Woon Hee pergi ke asal suara dan melihat Baek Ah sedang bermain seruling untuk anak-anak. Anak-anak melihat kedatangan gadis itu, tapi mereka langsung mundur ke belakang punggung Baek Ah dengan ketakutan karena melihat dua pedang di tangannya. Woon Hee cepat-cepat menyembunyikan kedua pedangnya dan meyakinkan mereka semua untuk tidak takut padanya karena dia hanya sedang berlatih tari pedang.


Baek Ah masih ingat dia gadis yang dulu merobek gambarnya dan sekarang dia langsung menuntut ganti rugi, atau kalau dia tidak bisa maka dia bisa memperlihatkan tarian pedang itu kepadanya. Tak terima, Woon Hee langsung balas mengatai Baek Ah serangga uang. Dia bahkan menuduh Baek Ah menggambar dan main musik hanya untuk menyenangkan kaum bangsawan. Dia menolak menari untuk Baek Ah karena dia tidak menari untuk pria aneh.

"Kau terlalu pemilih. Kalau begitu, kita saling berkenalan saja. Aku Baek Ah. Kau?"

Woon Hee tak percaya kalau dia Pangeran Baek Ah. Baek Ah berpikir kalau gadis itu tidak mengenalnya pasti karena dia belum lama di Songak.


Dia hendak menegaskan bahwa dia sungguh-sungguh Pangeran baek Ah, tapi saat dia berpaling kembali padanya, gadis itu malah menghilang entah kemana.

Dia tidak tahu kalau Woon Hee menghilang setelah melihat dua orang anak buahnya datang. Tapi mungkin saking terburu-burunya, dia tak sengaja menjatuhkan perhiasan miliknya. Baek Ah memungut perhiasan itu sambil menggerutui si gadis sok tahu itu.


Hari ini adalah hari pernikahan Eun dan Soon Duk. Saat Hae Soo tengah bertugas, tiba-tiba Soon Duk datang dan langsung menyeretnya untuk menemui Eun dan membujuknya sekarang juga. Bingung, Hae Soo langsung memberontak dan mengingatkan Soon Duk bahwa dia tidak boleh ikut campur. Tapi Soon Duk tiba-tiba menyela dan berkata bahwa Hae Soo boleh menjadi selirnya Eun, dia tidak akan keberatan selama Hae Soo melayani Eun dengan baik nantinya.


Eun mengurung dirinya di dalam kamar. Jung dan Baek Ah cemas dan sudah bersiap untuk menghancurkan pintu. Tapi Soon Duk tiba saat itu juga bersama Hae Soo. Awalnya tetap tak ada reaksi dari dalam, tapi saat Hae Soo mengancam tak mau lagi bicara pada Eun, Eun akhirnya membuka kunci pintunya.

Hae Soo pun masuk dan mendapati Eun sedang mabuk-mabukan. Hae Soo langsung merebut guci araknya dan mengingatkan Eun bahwa segalanya tidak akan berubah hanya dengan mabuk-mabukan. Eun mengklaim kalau Hae Soo tidak tahu perasaannya. Tapi Hae Soo mengetahuinya. Dia tahu kalau Eun menyukainya tapi sekarang harus menikah dengan orang yang tidak disukainya.

Eun kaget mendengarnya, kalau begitu "Apa kau mau menjadi istri keduaku?"

Eun bahkan berjanji akan memperlakukan Hae Soo dengan baik walaupun Hae Soo bukan istri pertamanya. Tapi Hae Soo menolak, dia tak mau berbagi kekasih dengan wanita lain.


Tapi Eun tak mempercayainya, bahkan sekalipun dia meminta Hae Soo untuk menjadi istri pertamanya, dia tahu kalau Hae soo pasti akan tetap menolaknya.

Dia menyadari dirinya bodoh "Aku memang selalu bodoh. Mungkin itulah alasan kau tidak menyukaiku"

Hae Soo menyangkalnya dan meyakinkan Eun bahwa dia bahagia saat dia bersama Eun karena Eun selalu tertawa saat dia senang dan menangis saat dia sedih. Setiap kali bersama Eun, dia tidak pernah merasa gugup dan bisa mengekspresikan perasaannya dengan jujur.

"Aku tidak perlu dihibur seperti ini darimu. Kau wanita kejam"

"Jika aku minta maaf, berarti aku memang kejam, kan? Karena itulah, aku tidak akan meminta maaf"

"Apa kau pernah sekalipun menyukaiku?"

"Bahkan sekarangpun, aku masih sangat menyukaimu. Berbahagialah"


Itulah ucapan terakhir Hae soo sebelum dia keluar dan mendapati orang-orang sedang menguping dari luar. Eun pun akhirnya keluar. Setelah melirik Hae Soo sebentar, dia pergi untuk menjalankan pernikahannya. Soon Duk pun senang.


Eun masih tampak ogah-ogahan dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan minum arak sementara saudara-saudaranya menghadiahinya dengan berbagai macam hadiah. Soon Duk tampak sangat bahagia.


Sementara ayahnya melihat dari kejauhan dengan cemburu "Dasar gadis itu. Apa dia sebahagia itu? Kalau senyumnya lebih lebar lagi, bisa robek mulutnya itu"


Selain Eun, semua orang saling bercanda tawa dengan gembira. Hae Soo pun senang menyaksikan kebahagiaan para pangeran. Tapi saat dia melihat So tertawa bahagia... tiba-tiba dia mendapat penglihatan So yang tertawa kejam dengan wajah bernoda darah dan menebas Eun dan Soon Duk sampai mati.


Hae Soo sontak mundur ketakutan. Saat So dan Wook melihat ke arahnya, Hae Soo langsung melarikan diri dan membuat kedua pangeran itu keheranan.


Dia terjatuh di tengah jalan dan tepat saat itu juga Wook menyusulnya dan langsung menghampirinya dengan cemas. Tanpa mempedulikan kecemasan Wook, Hae Soo langsung memperingatkan Wook untuk berhati-hati pada So "Hindari dia. Jangan menghalanginya. Kalau tidak... kalian semua akan mati"

Wook langsung menuntut apa maksudnya, tapi Hae Soo benar-benar sangat amat ketakutan hingga air matanya berlinang dan memberitahu Wook bahwa dia ingin pergi sejauh mungkin dari istana. Wook langsung menarik Hae Soo kedalam pelukannya, berusaha menenangkannya dan berjanji akan membantu Hae Soo.


Kedua pengantin akhirnya masuk kedalam kamar pengantin mereka. Tapi Eun masih tetap keras kepala menyatakan bahwa walaupun mereka sudah menikah tapi dia tidak mau mengakui Soon Duk sebagai istri. Karena itulah, dia akan tetap menjalani hidup bebas seperti sebelum dia menikah dan Soon Duk tidak boleh mengomelinya.

"Karena kita sudah menikah jadi aku akan menuruti perkataan pangeran sehingga pernikahan kita akan tahan lama dan harmonis" jawab Soon Duk.

Eun malah jadi makin kesal dan frustasi mendengar kalimat yang sama sekali tidak dia mengerti itu. Dia menyatakan kalau dia butuh tempat tidur yang besar lalu langsung berbaring menguasai seluruh kasur.



Tapi Soon Duk sama sekali tidak keberatan, malah menghabiskan waktunya memandangi Eun dengan senyum lebar. Setelah itu dia tidur di lantai. Begitu dia sudah tidur, Eun bangun dari tidur pura-puranya.

"Kau bilang aku hanya perlu menunggu sampai salju pertama turun. Hae Soo, kau pembohong yang kejam"


Di tempat lain, Wook termenung memikirkan peringatan Hae Soo untuk berhati-hati terhadap So.


So dan Yo dipanggil menghadap Raja yang memberitahu mereka bahwa dia akan memberikan tugas baru pada mereka. Yo diperintahkan untuk berkeliling negeri mengunjungi setiap wilayah dan memeriksa ladang-ladang. Yo berusaha menolak tapi Raja bersikeras hingga tidak bisa menolak perintahnya. Sementara So ditugaskan untuk menggantikan tugas lamanya Yo yang selama ini menangani pasokan militer.


Yo jelas kesal mendengarnya. Setelah pertemuan itu selesai, dia langsung menemui Ji Mong untuk bertanya apakah Raja berniat mengusirnya. Ji Mong menyangkal dan meyakinkan Yo bahwa Raja mempercayai Yo makanya dia memberikan tugas yang sulit ini padanya.

"Kau bicara seperti itu tapi memberikan posisiku pada So. Karena seorang ayah yang pilih kasih, dua anak saling berseteru. Apa ini kehendak langit juga?"

"Pangeran selalu menginginkan apa yang menjadi milik Putra Mahkota sejak pangeran masih kecil. Sekarang pangeran harus tahu posisi pangeran di dunia luar sana"

"Kalau begitu tunggu dan lihat saja. Tunggu aku akan jadi apa nantinya"


Setelah pertemuan dengan Raja itu, So tiba-tiba diundang makan malam oleh ibunya bersama dengan kedua saudara kandungnya Jung dan Yo. Mereka bahkan tumben-tumbennya bicara manis pada So, Ratu Yoo malah menyatakan bahwa dia senang melihat wajah So dan bangga dengan keberhasilan So mendapatkan kepercayaan Raja. So semakin heran saat ibunya tiba-tiba memberinya sepotong daging sampai-sampai dia jadi tersedak karenanya.Senyum kecil tampak tersungging di bibir So saat itu.


Tapi setelah makan malam, niat asli Ratu Yoo dan Yo mulai kelihatan saat Ratu Yoo dan Yo mulai menyinggung tentang pekerjaan baru So yang menggantikan Yo, pekerjaan yang nantinya akan membuat So sering bertemu putra Mahkota. Saat itulah So mulai menyadari ada di udang dibalik batu. Apa yang sebenarnya mereka inginkan darinya?

"Bunuh Putra Mahkota. Lagipula ini bukan pertama kalinya kau membunuh seseorang untukku. Apa kau mau melakukannya?"

Hanya Jung yang mengira kalau mereka cuma bercanda. Tapi Yo langsung menegaskan bahwa mereka serius, dia mengklaim bahwa semua raja pasti pernah membunuh saudara-saudaranya setelah naik tahta jadi mereka pasti akan mati jika dia tidak menjadi raja.

"Putra Mahkota bukan orang seperti itu, dia tidak akan membunuh saudara-saudaranya sendiri" ujar Jung

So berpaling menatap ibunya dan bertanya apakah Ratu Yoo benar-benar menginginkan hal itu? Begitu Ratu Yoo membenarkannya, So menyatakan bahwa dia akan melakukannya. Tapi... karena dia yang melakukannya maka dialah yang akan naik tahta. Lagipula yang Ratu Yoo inginkan adalah anaknya menjadi Raja, bukan? Jadi tidak masalah kalau dia yang menjadi raja. Dia bahkan berjanji tidak akan membahayakan Yo dan jung setelah dia menjadi raja nanti.


Jelas bukan itu yang diinginkan Ratu Yoo dan Yo. Yo bahkan dengan kesalnya mengatai So sok hebat, apa So pikir dia bisa mengincar tahta hanya karena dia berhasil mendatangkan hujan? Tapi So mengklaim bahwa dia didukung oleh kehendak langit, sementara Yo hanya didukung oleh keluarga mertuanya.

Saat Ratu Yoo membela Yo dan mengklaim bahwa Yo diberkati oleh langit untuk menjadi raja, So langsung tertawa mendengarnya dan semakin ingin tahu, bagaimana jika dia yang merebut tahta yang begitu didambakan semua orang itu.

"Kau pikir kau bisa melakukan segalanya hanya karena sedikit riasan?" sindir Ratu Yoo. Apa So pikir kalau dia itu istimewa? Dia terpilih sebagai pemimpin ritual hujan hanya karena mereka pikir mereka bisa mengorbankan So jika hujan tidak turun. So cuma tameng untuk melindungi Putra Mahkota. So hanya tidak sadar kalau Raja cuma memanfaatkannya. Tapi So langsung mengoreksi, dia tidak dimanfaatkan. Dia tahu resiko itu dan dia tetap melakukannya.

So lalu beranjak pergi setelah terlebih dulu memperingatkan mereka untuk tidak mengundangnya lagi. Setelah dia pergi, Yo menyarankan pada ibunya sebaiknya mereka memutus hubungan dengan So.


Jung yang sedari tadi hanya diam, akhirnya membentak ibu dan kakaknya yang sudah benar-benar kelewatan. Bisa-bisanya mereka menyuruh So membunuh orang dalam acara makan malam keluarga.

"Kalau ibu membesarkan kami untuk saling bermusuhan seperti ini, lalu untuk apa ibu melahirkan kami?"


So keluar dengan langkah lesu sambil mengomeli dirinya sendiri karena terlalu berharap. Dia terus berjalan hingga sampai ke depan kamar Soo. Sementara itu di dalam, Soo tampak meringkuk ketakutan. Saat merasa dadanya mulai sesak, akhirnya dia memutuskan keluar untuk menenangkan diri.


Tapi So tiba-tiba mendekatinya. Ketakutan, Hae Soo berusaha melarikan diri. Tapi So langsung memeluknya dari belakang. Hae Soo berusaha memohon agar So melepaskannya, tapi So memintanya untuk tetap seperti ini bersamanya sebentar saja. Tapi Hae Soo benar-benar ketakutan dan langsung memberontak dari pelukannya.


"Aku takut padamu, Yang Mulia"

So tampak sangat terpukul mendengarnya, bukankah Hae Soo pernah bilang kalau Hae Soo tidak takut padanya. Dengan gemetar ketakutan, Hae Soo bergumam bahwa dia pikir dia bisa mengubah segalanya, tapi ternyata dia salah.

"Kau akan menghancurkan semuanya! Pergi! Jauhi aku!"


"Jangan kau juga! Jangan menghindariku. Jangan menyuruhku pergi. Jangan bilang aku pembawa sial dan jangan bilang aku binatang. Setidaknya kau tidak boleh melakukan ini padaku" So mencengkeram Hae Soo saat dia mengklaim Hae Soo sebagai miliknya.

"Aku bukan orangmu, Yang Mulia" sangkal Hae Soo


"Kau adalah orangku! Kau milikku! Kau tidak boleh meninggalkanku tanpa izinku. Kau juga tidak boleh mati. Kau sepenuhnya milikku" tegas So sebelum akhirnya dia mencium Hae Soo.

Bersambung ke episode 10

29 comments

makinnn seruu asuhh aku sempet nnton preview ep 10 itu nnti so sama hae so berdua ,wook bakal cemburu beratt,trus kasiann jugaa wook dia nnti bkal sedih bgt,tapi aku jg suka sama so ,dan di previewnya nnti so ditusuk gituu aduhh makinn penasarannnn mudah" nnti so ga seperti yg diliat hae so yaaa ,semoga tetep baik"
ditunggu previewnya yaa walau udah nnton tp msh belom ngertii
gomawoo

Ratu yoo ibu kandung Soo yaa? Kok jahat banget....

stiap baca sinopsis ini aku frustasi. karna harus menunggu dengan sangat amat penasaran untuk epi slanjutnya.

Huahhhh hidup wang soo
Aku padamu..
Hahahahahsha...
Ahhh penasaran sama episode berikutnya...
Ahhhhhh

Krn di versi cdramanya mmg sudah spt itu..qt pun dijadikan harap2 cemas dan ikut frustasi akn spt apa So kelak...arrgghhh...semoga versi kdrama beda sm cdrama dan biar sj melenceng jauh dr novelnya..hahahahahaha #sambilketawajahat... (efek takut ending tragis spt cdramanya 😒😦)

kyaaaa mlah deg2an sendiri liatnya:v
lanjuut di tunggu next episodenya

huwwwahhh,, apa2an scene akhir episode ini,, para jones di bkin baperπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…
speechless gara2 scene trakhirπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Dr preview ep 10 kayaknya ratu yoo mau ngeracunin putra mahkota trus wangso malah yg minun racun nya buat ngelindungi hae soo yg jd pengantar teh beracun...kayaknya...ih..so sweet

Baper jd nya klw drama udh masuk romantis apalagi ada kiss nya jd senyum2 sendiriπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„d tunggu preview nya mba

aigoooo ... eottokhe ??
pnasaran tingkat dewa ... smp skrng msh pnasaran ama ratu Yoo,,kox jahat amat ya ama So ?!
nunggu senin dpan tu .. s'rza s'thn 😭 (mulai alay)

Awh... mkin mendebarkan...
Mnut aja deh nunggu senin depan heeeeeπŸ˜†
Fighting terus chingu...

Stiap baca updatean sinop ni da rasa campur aduk kaya gado2 n nanonano, g jelas bwt melukiskannya. Soalnya makin kesini semakin bqn penasaran n terbawa emosi. Untuk adminnya di tunggu kelanjutannya. Gomawo

Stiap baca updatean sinop ni da rasa campur aduk kaya gado2 n nanonano, g jelas bwt melukiskannya. Soalnya makin kesini semakin bqn penasaran n terbawa emosi. Untuk adminnya di tunggu kelanjutannya. Gomawo

frustasi aku jadinya. aku si gak msalah sbenernya Haesoo sma Wook atau So tp klo Sojadinya jhat mnding Haesoo sma Wook aja.
ih makin ilfil sma Ratu Yooo jdi ibu kok ya jhat amat si. scene terakhir bikin histeris. nasib Wook gimana dong, patah hati dong huweeeeeeee T__T
semangat untuk next episode...

Adegan yang terakhir so sweet..bikin baper..brrt bner dong,,So jd jahat bnuh saudaranya krn ad cmpur tngan Hae Soo..soal nya dy yg liat byngan masa depannya So...eonni fighting y nulis sinop nya..gamsahamida eonni...q tggu preview episode 10 nya...😊

Adegan yang terakhir so sweet..bikin baper..brrt bner dong,,So jd jahat bnuh saudaranya krn ad cmpur tngan Hae Soo..soal nya dy yg liat byngan masa depannya So...eonni fighting y nulis sinop nya..gamsahamida eonni...q tggu preview episode 10 nya...😊

Seriusan aku berpikir trus so akanseperti yg d lihat hae soo apa engga,,
aku penasaran soal nya d eps 10 so serasa d tusuk atau apa soalny muntah darah gitu

kesel kesel keseeeelllll.. glrn mw romantis, Hae Soo nya ketakutan :'(

Makin seru dramanya jd nggk sabar untuk next episode nya... Di tunggu next sinopsisnya ya...

Asli penasaran sama episode 10 ditunggu yah sinopsis selanjutnyaaa....#sudah gak sabar bangettt

Aduh,,,,,baper abis dh,,,stress lgi tggu ep 10,,,OMG so kasian bgt,,so sma w aj dh,,

Mgkn jahat atau engga nya so bisa jd pengaruh dr sikap hae soo jg. Tp sayangnya bukan aq yg bikin cerita. Tp ttep sll bikin penasaran. Sll semangat terus ya mb ima.

Sdh tdk sabar menunggu epsd selanjutnya. πŸ˜€

Ga sabar nunggu episode selanjutnya, kasihan so..hiks2
Moga bukan so yg mmbunuh sodara2nya..

aduh tmbah gereget liat so m soo deket bgtu smoga si so gg berubah jd jahat kasihan liat soo ampe ketakutan bgtu. ahk sabar nungguin episod berikutnya kya setahun gila bikin baper apa lagi nie trakhirnya adegan kiss nya adeh πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜€πŸ‘πŸ‘πŸ˜πŸ˜˜ semangat min ku liat cuplikan preview 10 jh liat soo di pangku naik kuda m so yg maksa terus ngelewatin wook yg bikin wook tmbh cemburu hihi

Kalo hae soo ga mau dicium ga usah maksa dunk so.. Cium aku aja..

ga sabar nech nunggu kelanjutan film nya...

klo mnrt sejarah goryeo tar emang so jd raja ke 4 stlh Taejo,putramahkota,pangeran wang yo br pangeran wang so dgn gelar gwangjong..,dan dia nanti bkal bnuh yg mnentangnya yg slmt cmn pangeran wang jung adeknya sm pangeran baek ah dan pangeran wang so bkal nikah sm putri yeon hwa...g tau nanti versi dramanya,mdh2an haesoo blik ke jman skrng dan ktemu sm reinkarnasi wang so ato wang wook trs happy ending deh...=) krn sjrah g mungkin diubahkan..,

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon