Powered by Blogger.


Hyun Min mendatangi kantor CEO Kang dan mendapati Yoon Sung duduk di kursi ketua. Hyun Min langsung marah dan menuntut apa yang sebenarnya sedang Yoon Sung rencanakan? Apa Yoon Sung tahu kalau Hwa Ja berencana memecat CEO Kang?

"Jadi kalian yang bersama Kakek saat Kakek pingsan?"



Yoon Sung tekejut, dari mana Hyun Min mengetahuinya? Hyun Min tak percaya melihat reaksi Yoon Sung itu. Apa Yoon Sung sangat menyukai uang? Karena itukah dia berkomplot dengan wanita itu dan mengambil semua sahamnya? Saat Yoon Sung masih diam, hyun Min langsung menarik bajunya dan bertanya apakah selama ini mereka sudah berkomplot sejak awal?


Yoon Sung dengan kesal melepaskan cengkeraman Hyun Min dan mengingatkan Hyun Min bahwa perusahaan ini tengah mengalami krisis saat ini. Lalu apa hanya karena itu Yoon Sung berbiat menyingkirkan kakeknya? tuntut Hyun Min.

"Lalu kenapa tidak kau saja yang melindungi posisinya!" bentak Yoon Sung. Apa Hyun Min pikir posisi ketua bisa terlindungi jika tidak ada orang yang menggantikannya? Apa Hyun Min tidak tahu berapa banyak orang yang mengincar posisi ketua ini? Ini adalah posisi yang bisa diambil siapa saja dan kapan saja. Orang lain bahkan bisa merebut posisi ini sebelum Hyun Min sendiri sempat mendudukinya.

"Kau masih menganggap dirimu sebagai pewaris Haneul Grup padahal kau bahkan tidak tahu cara melindungi posisi ini. Fakta itu saja sudah membuatmu tak memenuhi syarat untuk posisi ini"

"Kalau begitu aku harus membuktikan padamu. Akan kutunjukkan padamu betapa hebatnya aku dalam melindungi apa yang harusnya menjadi milikku"


Ji Woon sedang tidur habis makan tapi Ha Won terus merecokinya untuk bangun karena dia mendapat perintah dari dokter untuk menjaga berat badan Ji Woon tetap stabil menjelang operasi. Ji Woon jadi sebal mendengarnya.


Saat dia mengambil tisu, Ha Won melihat gambar kotak tisunya adalah gambar wanita seksi. Sontak dia cemburu dan merampas kotak tisu itu darinya. Ji Woon berusaha merebutnya. Dan dalam pergulatan itu, Ha Won kalah sampai dia tertarik jatuh menimpah Ji Woon.

"Jadi ini tujuanmu?" goda Ji Woon "Karena kau ingin menciumku"

Ha Won menyangkal dan berusaha menhindar tapi Ji Woon menolak melepaskannya dan langsung monyongin bibir. Tapi Ha Won langsung memukul bibir nakalnya, menjauh darinya lalu menyalakan TV.
 

Tapi berita TV malah membuat mereka tercengang saat mereka mendengar berita tentang rapat istimewa pemegang saham yang akan diadakan Haneul Grup untuk membahas pemecatan CEO Kang. Ada yang menduga penerus Haneul Grup yang akan terpilih menggantikan CEO Kang adalah seorang pegawai yang memiliki ranker kerja tertinggi.


Yoon Sung galau di kantor. Hwa Ja menelepon dan memberitahunya untuk melakukan apa yang harus dilakukannya sekarang setelah rapat itu diumumkan. Yoon Sung sudah tidak bisa mundur sekarang.


Kang bersaudara mendapat sms pemberitahuan tentang rapat itu. Seo Woo kaget dan langsung mencoba membahas masalah ini dengan Hyun Min. Tapi Hyun Min dengan tenangnya mengaku sudah mengetahui hal itu. Seo Woo yakin kalau pemecatan itu pasti tidak akan disetujui orang banyak. Tapi Hyun Min memberitahunya bahwa pihak lawan sudah memulai langkah lebih maju dari mereka, bahkan lawan mereka itu sudah mulai membujuk semua orang untuk memihak mereka.

"Tapi... siapa?"

"Yoon Sung hyung"


Seo Woo tak percaya mendengarnya. Hyun Min menegaskan kalau Yoon Sung lah orang yang mendalangi semua ini. Dia lalu menyuruh Seo Woo untuk menemui para pemegang saham yang berinvestasi dalam bidang entertainment, sementara dia akan menemui para pemegang saham di bidang lain.

"Apapun yang terjadi, kita harus bertahan sampai Kakek sadar"


Berita itu jadi hot issue di seluruh negeri. Seo Woo langsung dikerubungi para wartawan sementara Hyun Min pun mulai mengumpulkan beberapa pemegang saham. Dia menyadari kekurangan pengalamannya dan keraguan mereka padanya. Tapi dia meyakinkan mereka bahwa dia tidak akan membiarkan perusahaan yang dilindungi kakeknya selama 50 tahun ini, jatuh ke tangan orang yang salah.

Dia tahu betul kerja keras yang mereka semua sejak perusahaan ini berdiri. Dia menyatakan ingin bertanggung jawab mengemban posisi penerus Haneul Grup walaupun dia menyadari betapa beratnya beban yang harus ditanggung posisi itu. Hyun Min membungkuk dalam-dalam meminta mereka semua untuk mempercayai kesungguhannya.

"Saya ingin melindungi Haneul Grup yang merupakan milik kalian semua dan bukan cuma milik saya dan Ketua"


Hye Ji termenung memikirkan ucapan Designer dan Ji Woon tentang perasaan Hyun Min padanya. Tiba-tiba dia mendengar berita TV yang menyiarkan tentang perebutan posisi penerus Haneul Grup dan hyun Min dikabarkan sebagai salah satu orang yang memperebutkan posisi itu. Hye Ji langsung pergi begitu mendengar berita itu.


Setelah rapat, Hyun Min mendatangi CEO Kang dan dengan bangga memberitahu kakeknya itu bahwa dia sudah bekerja keras "Kakek, sebaiknya Kakek memujiku kalau Kakek bangun nanti"


Setelah itu dia duduk bersama Ji Woon yang kemudian memberinya sebuah surat. Dia memberitahu kalau itu adalah surat kuasa atas sahamnya di Haneul Grup. Hyun Min tentu saja terkejut dan senang, sama sekali tak menyangka kalau Ji Woon lah yang akan membantunya. Ji Woon mengklaim kalau perusahaan itu adalah urusannya juga.

"Aku membantu Kakek dengan mendonorkan hatiku. Tapi Kakek bisa langsung pingsan kalau tahu posisinya di perusahaan hilang. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi. Pastikan besok kau melindungi posisinya" ujarnya pada Hyun Min


Ja Young menyeret paksa Seo Woo ke sebuah restoran pizza dengan alasan dia baru gajian. Seo Woo tidak nafsu makan tapi Ja Young terus bersikeras menyeretnya masuk dan memesan banyak makanan. Tapi Seo Woo terus melamun sedih, sama sekali tidak nafsu makan memikirkan ada orang lain yang sedang menderita saat ini, belum lagi masalah perusahaan. Dan parahnya lagi, dia tidak bisa melakukan apapun, dia bahkan tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Ja Young menyarankannya untuk menyanyi saja. Hibur semua orang itu melalui lagu terbaik Seo Woo, itulah yang orang-orang itu butuhkan dari Seo Woo. Seo Woo memikirkan saran itu dan mengaku bahwa di saat seperti ini anehnya dia malah memikirkan Ja Young. Tentu saja Ja Young langsung tersentuh mendengarnya.

"Sudah kuduga, kita memang ditakdirkan bersama" cicit Ja Young dengan suara imutnya yang sukses membuat Seo Woo tersenyum.


Hyun Min mencari Hye Ji di butik tapi dia malah menemukan Hye Ji sedang menunggunya di Sky House. Dia berusaha menghindar dan mengusir Hye Ji. Tapi Hye Ji menghentikannya dengan memberitahu Hyun Min untuk tidak lagi merasa menyesal baik kepadanya maupun pada kakaknya.

"Itu bukan salahmu, Hyun Min-ah. Aku menyesal tidak mengetahui hal itu selama ini"


Hyun Min cepat-cepat menghindar ke kamarnya. Tapi saat dia melihat Hye Ji menangis dari jendela kamarnya, dia langsung keluar lagi. Dia mengaku melindungi Kakek dan perusahaan sangat berat baginya. Selama ini dia belum pernah sekalipun melindungi apapun yang seharusnya menjadi miliknya.

Dia tidak bisa melindungi hal paling penting bagi Hye Ji tapi malah selalu saja menyakiti Hye Ji hingga membuat dirinya sendiri menderita. Itulah yang membuatnya mendorong Hye Ji menjauh darinya dan menutup pintu hatinya. Tapi sekarang dia tidak akan melakukan itu lagi.

"Sekarang aku akan melindungimu dengan semestinya" tegas Hyun Min lalu mendekat untuk mencium Hye Ji.


Ji Woon termenung sedih memikirkan peringatan dokter, tapi dia berusaha tetap ceria di hadapan Ha Won lalu dengan nada bercanda mencoba bertanya bagaimana jika operasinya besok tidak berjalan lancar. Bukannya dapat jawaban, dia malah dapat pukulan dan ancaman dari Ha Won "Beraninya kau bicara seperti itu! Kalau kau bicara seperti itu lagi, akan kuhajar kau!"

"Sepertinya kau takut, Eun Ha Won yang agung"

"Itu tidak akan terjadi, jadi jangan bicara seperti itu"

"Aku tidak takut, kan ada kau di sisiku"


Memikirkan pertemuan pertama mereka di krematorium, Ji Woon berpikir pasti itu adalah cara ibunya untuk mempertemukan mereka, karena waktu itu adalah hari peringatan kematian ibunya. Ha Won kaget mendengarnya, karena hari itu juga hari peringatan kematian ibunya.

"Wah, itu artinya kita berdua selalu ada di tempat itu setiap tahun" ujar Ji Woon senang, dia lalu menggenggam tangan Ha Won untuk berbaring bersamanya karena malam ini adalah malam terakhir.

Ha Won akhirnya naik ke ranjangnya. Ji Woon mengaku bahwa ada banyak hal yang sebenarnya ingin dia lakukan bersama Ha Won. Dia ingin duduk di samping Ha Won saat mereka nonton film, jalan-jalan bersama Ha Won dan juga makan Deokkbeokki di warung pinggir jalan bersama Ha Won.

"Kau ini keturunan Caebol, kenapa malah ingin kencan sederhana seperti itu?"

Ngomong-ngomong, Ha Won kan belum mengabulkan keinginannya. Keinginan yang Ha Won janjikan saat dia menemukan kalungnya Ha Won. Ji Woon langsung menuntut Ha Won untuk mengabulkan keinginannya sekarang. Apa? tanya Ha Won.

"Ayo kencan"

"Kapan?"

"Sekarang"


Beberapa saat kemudian, Ha Won dengan sengaja membagi-bagikan minuman kesehatan dari dalam sebuah tas besar untuk para suster jaga untuk mengalihkan perhatian mereka dari Ji Woon yang diam-diam merangkak lalu mengambil tas besar berisi baju ganti itu. Saat lift membuka, mereka malah ketahuan para dokter dan suster di lantai bawah.


Panik, Ji Woon langsung menyeret Ha Won berlari dari sana dan kencan sesuai keinginan Ji Woon: Jalan-jalan ke taman, selfie, nonton bioskop, jalan-jalan ke akuarium dan juga makan Ddeokbeokki pinggir jalan. Tapi Ha Won melarang Ji Woon makan karena besok dia harus dioperasi.


Ji Woon tak terima melihat Ha Won makan sendirian dan bersikeras memaksa Ha Won untuk kembali kemari kapan-kapan. Ha Won langsung terdiam mendengar tuntutannya. Tapi tak ingin membuat Ji Woon cemas, akhirnya dia menyetujuinya saja.


Lampu hijau pejalan kaki menyala, Ha Won pun langsung buru-buru menyeberang. Tapi di tengah jalan, dia baru ingat kalau dia meninggalkan hapenya. Ji Woon menyuruhnya untuk menyeberang duluan sementara dia kembali untuk mengambilkan hapenya Ha Won.

Tapi lampu merah kembali menyala saat Ji Woon hendak menyeberang jalan. Dari seberang jalan, Ha Won memanggil Ji Woon dengan suara keras tapi langsung memelankan suaranya kembali saat dia berkata... "Jangan kaget jika aku tidak menemanimu setelah kau bangun sehabis operasi. Maafkan aku"

"Aku tidak dengar!" teriak Ji Woon

"Kubilang aku mencintaimu!"


Senyum Ji Woon langsung mengembang mendengarnya. Saat lampu hijau akhirnya menyala, Ji Woon berlari dan menarik Ha Won kedalam pelukannya dan menciumnya.


Ha Won tertidur begitu mereka kembali ke rumah sakit. Ji Woon memandanginya dengan penuh cinta dan menggenggam tangan Ha Won saat dia meyakinkan Ha Won untuk tidak cemas, dia berjanji bahwa dia pasti akan kembali ke sisi Ha Won.


Keesokan harinya, Soo Kyung mengajak Yoo Na belanja ke pasar. Tapi Yoo Na masih saja manja dan sok seperti biasanya, mengeluh karena ibunya belanja ke pasar padahal ada banyak supermarket terdekat. Soo Kyung langsung mengomelinya dan mengingatkannya akan keadaan mereka yang sekarang, jadi dia harus berhemat dengan belanja ke pasar. Apalagi Yoo Na juga tidak punya pekerjaan.

Yoo Na mengklaim kalau dia pernah kerja paruh waktu. Tapi Soo Kyung langsung mengingatkannya bahwa Yoo Na sudah dipecat gara-gara ketiduran terus. Tapi Yoo Na sama sekali tidak merasa bersalah, malah mengklaim kalau orang-orang itulah yang aneh.

"Aigoo, bagaimana bisa kau hidup kalau kau tidak bisa apa-apa? Hah?" omel Soo Kyung

"Aku yakin Ayah bisa mencari banyak uang"


Soo Kyung langsung kesal mendengarnya. Ternyata dia sayang juga sama suaminya, dia semakin mencemaskan kesehatan Ayah karena Ayah harus bekerja sendirian sekarang. Tiba-tiba Soo Kyung mendapat telepon entah dari siapa, tapi telepon itu membuatnya terkejut.


Hyun Min bersiap menghadiri rapat istimewa pemegang saham dan mendapat sms penyemangat dari Hye Ji. Rapat akhirnya dimulai, satu per satu para pemegang saham memasukkan kertas suara mereka kedalam kotak. Yoon Sung tampak ragu sesaat sebelum memeasukkan kertasnya kedalam kotak. Hwa Ja sangat yakin kalau mereka akan menang dan langsung memuji Yoon Sung. Hyun Min dan Hwa Ja tampak tegang menunggu hasilnya.


Di rumah sakit, Ha Won pun berusaha memberi semangat pada Ji Woon dengan menggenggam tangannya.


Setelah kedua pasien masuk, operasi pun dimulai. Tapi tiba-tiba terjadi komplikasi dan tim dokter mulai panik. Ha Won menunggu di depan ruang operasi sambil memandangi foto couple-nya dengan Ji Woon, tapi tiba-tiba dia melihat beberapa dokter lain buru-buru berlari ke ruang operasi.

Bersambung ke episode 16

4 comments

noona cepet posting last episode nya yah........

semoga happy ending,,
perasaan saya mengatakan kalo yoon sung mlh hyun min,, hehee,,
mudah2an yoon sung gitu krn buat ngelindungi haneul grup dan mihak kang bersaudara,,
seo woo sama ja young aja,,
biar pny couple jga,, hehee,,
gomawo dan SEMANGAT mb ima,,

Jatuh Cinta sama para knight nya, jung il woo yang ganteng, ahn jae hyun yang manis, lee jung shin yang cakep dan park so dam yang cantik, jadi sedih ternyata drama nya udh sampe aja di last episode, semangat mba nulis sinop nya!! Fighting...

Bener kaaan hyun min jd knight buat perusahaan,, dan akhirnya dia bersatu lagi sama hyeji..

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon