Powered by Blogger.


Sinopsis K2 Episode 10 - Part 1


Je Ha dan Anna sama-sama galau di kedua sisi pintu kamar Anna. Perlahan, Je Ha mengulurkan tangan hendak membuka pintu kamar Anna... tapi tiba-tiba saja Anna menghubunginya via walkie-talkie. Sontak Je Ha langsung berlari menghindari dari depan kamar Anna dan berusaha menormalkan suaranya saat menjawab telepon Anna.


"Aku lupa memberitahumu. Tidurlah yang nyenyak, over!" ujar Anna

"Oh, kau juga. Selamat malam, over" jawab Je Ha

Kedua orang sedang kasmaran itu langsung sama-sama tersenyum bahagia memikirkan satu sama lain. Sambil saling menatap walkie talkie masing-masing, mereka saling mengucap selama malam pada satu sama lain.


Keesokan harinya, Mi Ran membantu Anna berdandan. Anna tampak sangat senang karena baru pertama kalinya dia di-makeup. Mi Ran mengerti itu, pasti ada banyak pengalaman pertama yang belum pernah Anna alami sebelumnya.

"Apa lagi yang harus kucoba?"

"Bagaimana kalau ciuman pertama?" usul Mi Ran

Anna langsung teringat saat bibir Je Ha menyentuh bibirnya saat Jae Ha memberinya CPR waktu itu "Aku sudah mencapat ciuman pertama ku" ujar Anna malu-malu

Sementara itu, Je Ha pergi untuk menemui Yoo Jin. Tapi dia berhenti di tengah jalan saat dia teringat kembali senyum bahagia Anna sepanjang hari kemarin.


Mi Ran tertawa geli mendengar cerita Anna dan langsung mengoreksi, itu namanya CPR bukan ciuman. Walaupun bibir mereka saling bersentuhan, tapi itu namanya bukan ciuman. Mengira Anna tidak mengerti ciuman itu apa, Mi Ran pun hendak menggurui Anna. Malu dan tersinggung, Anna cepat menyela dan menyatakan kalau dia tahu apa itu ciuman. Memangnya Mi Ran sendiri pernah ciuman?

"Tentu saja" jawab Mi Ran "Sering malah. Bahkan kemarin pun, aku..."

"Kemarin? Kapan? Dengan siapa?"

Malu, Mi Ran cepat mengalihkan topik dan memberitahu Anna bahwa dia berbaik hati membiarkan Anna memiliki Je Ha. Jika tidak maka dia pasti sudah menggoda Je Ha habis-habisan.


Dia menasehati Anna untuk membuang pikirannya tentang CPR yang dia kira ciuman itu lalu mulai memoles bibir Anna, dia akan membuat bibir Anna jadi kissable.


Setelah selesai dengan dandanannya yang rada menor, Anna langsung keluar mencari Je Ha tapi malah kecewa setelah diberitahu Ahjumma bahwa Je Ha sudah pergi pagi-pagi sekali. Ahjumma dengan sengaja tidak memberitahukan percakapannya dengan Je Ha tadi. Je Ha mengaku bahwa dia mau pergi menemui Yoo Jin agar dia berhenti mengejar Anna. Ahjumma ragu kalau rencananya itu akan berhasil.


Je Ha memutuskan keluar dari mobilnya untuk merokok. Tepat saat itu juga, ponselnya berbunyi dari Anna yang mengiriminya foto selfie monyongin bibir, memperlihatkan bibirnya yang sudah di-makeup. Je Ha langsung mendengus geli melihatnya. Anna lalu menelepon untuk menanyakan pendapat Je Ha tentang makeup wajahnya.


"Kau cantik" kata Je Ha.

Jelas saja Anna langsung bisik-bisik heboh dengan Mi Ran. Setelah memenangkan kehisterisannya, dia kembali ke teleponnya dan berkata "Kim Je Ha, kau sekarang milikku. Mi Ran unnie bilang kalau dia membiarkanmu jadi milikku, jadi kau milikku sekarang. Kau mengerti maksudku, kan?"

Je Ha bingung, tapi sedetik kemudian dia langsung mengerti "Baiklah. Lakukan saja sesukamu"

"Jadi kau harus berhati-hati hari ini dan jangan sampai terluka, oke?"

"Baiklah"
 

Yoo Jin hendak pergi saat Je Ha datang. Akhirnya dia ikut rombongan Yoo Jin pergi. Yoo Jin bertanya apakah Anna menyukai tempat barunya, Je Ha mengiyakannya dengan malas. Lalu kapan Anna akan kembali? tanya Yoo Jin. Tapi kali ini Je Ha tak menjawabnya.


Yoo Jin terus murung sesampainya mereka di stasiun TV. Sekretaris Kim membisiki Yoo Jin untuk menjaga ekspresi karena ada banyak orang yang melihatnya. Tapi Yoo Jin benar-benar sangat kesal pada Sung Woon dan terus menggerutu, jelas-jelas dia melakukan ini untuk menyandera Anna.


Sekretaris Kim terus berusaha mengingatkannya untuk tetap tenang karena sebentar lagi dia harus menghadiri siaran langsung. Yoo Jin menekankan bahwa ini adalah wawancara terakhirnya tentang Anna, jadi Sekretaris Kim harus melakukan apapun untuk mencegah identitas Anna terungkap. Sekretaris Kim meyakinkan Yoo Jin bahwa hal itu sudah diurus, Anna akan segera dilupakan.

Di parkiran, Je Ha bercerita pada Ketua Joo bahwa Anna sekarang menjadi tawanan Sung Won dan niat Sung Won untuk menggunakan Anna sebagai tameng dalam menghadapi serangan Yoo Jin. Ketua Joo menduga mungkin dia akan melakukan itu sampai pemilu. Tapi bagaimana jika Se Joon menang pemilu? Apakah Yoo Jin akan membiarkan Anna tetap berada di tangan Sung Won?

"Anna bukan tameng bagi Ketua Choi. Dia adalah pedang kuat yang bisa digunakan untuk melawan Nyonya" ujar Ketua Joo


Di rumah, Anna melihat Sung Won sedang merenung dengan wajah khawatir. Sung Won pura-pura mengaku bahwa cemas dan ragu, lalu memberikan dokumen laporan penyelidikan kasus kematian Ibunya Anna pada Anna.


Yoo Jin kembali di wawancara di acara TV yang dulu. Saat MC menanyakan kisah Yoo Jin hingga dia bisa menjadi walinya Anna, Yoo Jin beralasan bahwa dia sangat dekat dengan mendiang Ibunya Anna. Dia bercerita bahwa dia pertama kali bertemu Ibunya Anna sebelum dia menikah, saat dia masih bekerja di JB Group dan Ibunya Anna bekerja sebagai model iklan JB Group.

Dia mengklaim bahwa dia dan Ibunya Anna jadi dekat sejak saat itu sebelum akhirnya Ibunya Anna berhubungan dengan sutradara Go Joon Ho yang waktu itu bekerja di sebuah film yang diproduksi oleh JB Group.


"Kalau begitu, anda mak comblangnya mereka berdua" komentar MC

"Tidak juga. Tapi memang benar mereka bertemu karena aku" jawab Yoo Jin

"Anda bilang 'karena', apakah anda menganggapnya seperti itu karena mereka akhirnya berpisah?"

Yoo Jin mengiyakannya sambil pura-pura sedih. Dia mengklaim bahwa waktu mereka berpisah, dia merasa sangat sedih dan bersalah karena sudah memperkenalkan mereka berdua. Jadi apakah karena itu sebabnya kenapa Yoo Jin menjadi walinya Anna? tanya MC .

"Iya" jawab Yoo Jin sambil menitikkan air mata buayanya.

Melihat Yoo Jin emosi, MC memutuskan agar mereka break iklan dulu. Selama mereka istirahat, Yoo Jin melihat MC diam-diam tersenyum geli, tentu saja dia tahu betul kalau air mata Yoo Jin itu palsu.


Yoo Jin langsung mematikan mic-nya dan berbisik menyarankan pada MC agar sebaiknya mereka melanjutkan saja mumpung dia sudah emosional daripada dipotong.

"Begitukah? Maaf unnie, aku yakin kau harus berusaha keras memaksa mengeluarkan air mata" sindir MC

Tepat saat Yoo Jin sedang didandani makeup artist, MC dengan sengaja bertanya apakah waktu itu Yoo Jin benar-benar bekerja di JB Group? Bukankah waktu itu Yoo Jin sedang belajar di luar negeri? Cemas percakapan mereka didengar orang lain, Yoo Jin mengklaim kalau dulu dia sering bolak-balik.

"Benarkah? Kakak iparku bekerja di JB saat itu... tapi sepertinya dia tidak tahu apa-apa tentang ini"

"Apa yang diketahui oleh karyawan?"

"Dulu dia presdir di sana"


Kesal, Yoo Jin berusaha memperingatkan MC untuk mengikuti naskahnya saja. Tapi Pewawancara sama sekali tidak takut lagi dengan ancamannya, malah menyindir balik, apa Yoo Jin mengancamnya dengan menggunakan anaknya lagi.

MC dengan tenang memberitahu Yoo Jin bahwa anaknya sekarang ada di luar negeri "Apa anakku akan berakhir dipisahkan dari ibunya dan dipaksa untuk hidup seorang diri selama 10 tahun juga?" sindir MC


Saat acara kembali di lanjutkan, MC dengan cepat memasang senyum profesionalnya dan bertanya apakah Yoo Jin tetap berhubungan dengan Um Hye Rin bahkan setelah rumah tangga Um Hye Rin berantakan dan kembali ke Korea? Tapi Yoo Jin masih terlalu terpengaruh oleh ucapan Pewawancara tadi, hingga dia tidak mendengarkan pertanyaannya.

Untunglah ada naskah hingga Yoo Jin bisa melanjutkan sesi wawancara ini dengan lancar. Dia mengklaim bahwa dia sangat sedih melihat Um Hye Rin semakin lama semakin terpuruk setelah pernikahannya hancur hingga dia mengakhiri hidupnya dengan cara yang menyedihkan.

Yoo Jin berkata bahwa dia menyesal karena tidak memberikan perhatian lebih pada Um Hye Rin waktu itu. Karena itulah dia mengurus Anna. MC lalu menyinggung masalah Designer Lafelt yang sedang mencari Anna. Yoo Jin dengan agak kikuk mengklaim kalau dia tidak mengetahui hal itu.

"Apa anda yakin bahwa Um Hye Rin-ssi tidak mengenal Tuan Lafelt?" tanya MC sengaja memancing

"Tuan Lafelt? Tentu saja tidak"

"Benar. Anda pasti tahu persahabatan mereka karena anda berteman dengannya cukup lama. Bagus sekali jika Nona Anna bisa bersama kami hari ini. Berdasarkan berita, sepertinya dia memiliki semacam gangguan? Anda mengatakan 'anakku sakit', benar kan?"

Yoo Jin membenarkan, Anna memang mempunyai gangguan panik dan phobia sosial yang cukup parah dan sudah dia derita cukup lama. Karena itulah dia mengklaim bahwa Anna tidak bisa meninggalkan rumah sakit sama sekali.


Tapi MC tiba-tiba mengumumkan bahwa hari ini mereka juga mengundang Anna sebagai tamu kejutan. Yoo Jin sontak panik walaupun dia berusaha keras menutupinya.

"Go Anna-ssi, silahkan keluar"

"Apa kau bercanda?" bisik Yoo Jin sengit

"Entahlah" balas MC

Sesaat kemudian, Anna masuk ke studio dengan ditemani oleh Sung Won dan cahaya lampu sengaja diredupkan agar tidka membuat gangguan panik Anna kambuh. Dari tatapan mata mereka, jelas ada persengkongkolan antara Sung Won dengan MC.

Anna tersenyum saat melihat Je Ha. Tapi Je Ha sama sekali tidak bisa membalas senyumannya, dia benar-benar sangat cemas dengan kedatangan Anna kemari.

Anna lalu duduk di samping Yoo Jin yang tampak jelas gugup. Saat MC meminta mereka untuk saling menyapa, Yoo Jin menyapanya dengan pura-pura akrab sembari berusaha keras menahan emosinya. Sekretaris Kim sangat mencemaskan Nyonya-nya dan langsung menatap Sung Won dengan penuh amarah.



MC langsung menyinggung masalah Tuan Lafelt yang sedang mencari Anna. Anna mengaku bahwa dia tidak tahu tentang Lafelt yang sedang mencarinya, tapi dia mengklaim bahwa dia mengenal Lafelt dari cerita Ibunya saat dia kecil. Dia bahkan menyatakan bahwa Ibunya adalah teman baiknya Lafelt.

"Tapi bukankah anda bilang bahwa Um Hye Rin-ssi tidak mengenal Tuan Lafelt sama sekali, nyonya?" sindir MC

Yoo Jin langsung spechless. Apalagi pewawancara kemudian memutar video pesan dari Tuan Lafelt yang ditujukan pada Anna. Dalam videonya, Lafelt mengaku bahwa dia sangat terkejut saat dia pertama kali melihat Anna karena dia kira waktu itu temannya dan inspirasinya, Um Hye Rin, bangkit dari kubur. Sekarang setelah menemukan Anna, dia akhirnya tahu bahwa Anna adalah Putrinya Um Hye Rin. Lafelt mengakhiri videonya dengan meminta Anna untuk menjadi inpirasinya.

Yoo Jin jelas semakin spechless dan malu sampai-sampai dia berkeringat dingin dan tidak berani mengangkat kepalanya. MC lalu bertanya kapan Anna berencana pergi ke Paris untuk menjadi modelnya Lafelt.

 
Anna mengaku bahwa dia belum punya rencana pergi ke sana. Dia mengaku sekarang ini prioritas utamanya adalah mengobati gangguan paniknya dan ada sesuatu yang harus dilakukannya di sini terlebih dulu. MC penasaran, apa yang ingin dilakukannya?

Anna melirik Yoo Jin beberapa lama sebelum akhirnya berkata "Aku ingin memecahkan misteri kematian ibuku, Um Hye Rin"

Sontak para penonton langsung kasak-kusuk mendengarnya. pewawancara terus bertanya, apakah itu artinya Ibunya Anna tidak bunuh diri? Yoo Jin benar-benar tegang. Anna menyangkalnya dan berkata bahwa jika ibunya bunuh diri, dia hanya ingin mengetahui alasannya.

Waktu itu Ibunya masih sangat populer dan tidak menghadapi kesulitan. Bahkan Ibunya membuatkannya passpor sebelum beliau meninggal dunia. Dia berkata bawha pada hari kematian ibunya, dia dan ibunya membeli tiket ke Amerika. Tapi malam harinya, ibunya meninggal dunia tanpa meninggalkan wasiat apapun.

"Karena itulah aku ingin tahu kenapa ibuku meninggal dunia" ujar Anna sembari menatap Yoo Jin.

Puas dengan wawancara ini, Sung Won pun pergi. Anna menyatakan bahwa dia ingin mengetahui apa yang dilakukan Ibunya di hari kematiannya dan beberapa hari sebelum dia meninggal dunia. Dia ingin tahu apakah ada orang yang bicara pada ibunya sebelum dia meninggal dunia dan meminta bantuan siapapun yang mungkin punya informasi itu.


Kru yang berdiri di samping Sekretaris Kim, bertanya-tanya apa mungkin Ibunya Anna dibunuh? Hmm... ekspresinya Sekretaris Kim nakutin.


Begitu wawancara selesai, Je Ha langsung mengomeli kebodohan Anna karena muncul di hadapan Yoo Jin yang jelas-jelas ingin menangkap Anna. Sung Won datang saat itu dan Je Ha langsung menuduhnya sebagai orang yang memprovokasi Anna untuk datang ke acara ini. Tapi Anna menyangkal dan mengaku bahwa dia sendiri yang ingin melakukan wawancara ini. Dia bahkan ingin sekali membongkar topengnya Yoo Jin, tapi Sung Won melarangnya.

"Anna, kenapa kau melakukan ini?"

"Aku ingin balas dendam pada Choi Yoo Jin. Paman akan membantuku. Dan juga... kau akan melindungiku"

Anna lalu menunjukkan laporan penyelidikan kematian ibunya yang menyatakan bahwa ibunya meninggal dunia bukan cuma karena overdosis obat tidur, dia juga merintih kesakitan sampai kuukunya patah sebelum dia meninggal.


Yoo Jin masuk ke ruang ganti dengan langkah linglung. Cemas akan kondisi nyonya-nya, Sekretaris Kim menyatakan bahwa dia akan membunuh Je Ha. Yoo Jin setuju.


Kepala JSS menemui Kepala polisi yang sekarang sudah pindah haluan mendukung Park Gwan Soo dan karenanya dia berusaha membujuk Kepala JSS untuk pindah haluan juga dan mengklaim kalau Se Joon sudah tamat sekarang. Saat Kepala JSS menanyakan alasannya, Kepala polisi membisikinya sesuatu yang membuat Kepala JSS kaget.


Dari stasiun TV, Sung Won membawa Anna ke sebuah tempat untuk di-makeover. Pada saat yang bersamaan, Yoo Jin juga sedang di-makeup. Sekretaris Kim datang tak lama kemudian dan memberitahu kalau Se Joon akan keluar dari kantor kejaksaan sore ini. Makeup artist-nya langsung menduga kalau Yoo Jin berdandan untuk menemui Se Joon dan memuji keberuntungan Se Joon memiliki istri secantik Yoo Jin.


Sekretaris Kim melapor bahwa dia akan mengurus masalah yang tadi sebelum Se Joon keluar dari kantor kejaksaan. Tapi setelah merenungkannya beberapa lama, Yoo Jin berubah pikiran dan memutuskan sebaiknya mereka membiarkan Je Ha. Dia masih bisa memanfaatkan Je Ha nanti, mereka juga masih ada masalah dengan emailnya Je Ha yang waktu itu.

Sekretaris Kim menerima perintahnya, tapi kemudian dengan alasan mau membuatkan kopi lagi, diam-diam dia membawa pergi ponselnya Yoo Jin yang berada didalam baki kopi.

Bersambung ke part 2.

6 comments

Wiih, yng lagi kasmaran. Senyumnya gimana gitoh.... thanks mba ima, fighting...

Sinops Episode 9 blm kluar kah mba..

Sinops Episode 9 blm kluar kah mba..

Curiga dengn seketaris kim jngn2 dia yg nge bunuh ibunya anna aakh makin penasaran aja ni drama d tunggu part2 nya mba. Tetp semng!!!

Curiga dengn seketaris kim jngn2 dia yg nge bunuh ibunya anna aakh makin penasaran aja ni drama d tunggu part2 nya mba. Tetp semng!!!

Gue juga rasa hal yg sama , Ramai yg berkomenter kalau Si setiausaha nya Yoojin ini penyebab kematian ibunya Anna ! Gue lihat Yoojin parah deh ketakutan banget setiap kali bertatap mata sama Anna !! Gue harap Anna batalkan aja Niat dia untuk membalas dendam ke Yoojin !Yoojin terlihat menderita deh . Gimana yahh ... Antara Simpati sama Yoojin atau Marah sama Yoojin !!! Telah menyekap Anna bertahun-tahun lamanya .. siapa eggk menderita

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon