Powered by Blogger.


Sinopsis K2 Episode 1- Part 2


Melihat Sung Won berkeliaran terus di sekitar Anna, Je Ha langsung tak segan menyindirnya "Kupikir ketua itu akan sibuk menghasilkan uang"


Sung Won berkata bekerja itu adalah tugasnya para pekerja. Lalu apa yang dilakukan oleh seorang ketua? tanya Je Ha. Sung Won berkata ketua itu tugasnya berperang, membangun istana dan merebut istana untuk memperluas wilayah mereka. Setelah itu para pekerja mereka akan punya lahan baru untuk digarap dan para ketua akan berperang itu.

Sekarang Je Ha yakin kalau ucapan Ketua Joo memang benar, Anna bukan tamenya Sung Won tapi senjata yang Sung Won gunakan untuk menyerang Yoo Jin. Dan Sung Won sama sekali tak menyangkalnya, dia ingin Anna membalaskan dendam ibunya. Dengan begitu Sung Won akan bisa melindungi JB Group. Keadilan akan ditegakkan dan dia bisa melindungi istananya.


Jadi karena itu Sung Won menunjukkan pada gadis penderita gangguan panik catatan berisi foto-foto mengerikan kematian ibunya? Sung Won langsung tertawa mendengar pilihan kata Je Ha dan langsung menyuruh Je Ha melihat Anna yang sudah selesai didandani "Wanita yang kau cintai bukan seorang gadis lagi"

Je Ha melihatnya dan langsung terpesona tapi juga cemas. Sung Won berkata bahwa Anna membutuhkan seseorang yang bisa memberinya sayap.

"Kurasa kau tidak mengenal noona-mu walaupun kau melihatnya sepanjang hidupmu" sindir Je Ha "Karena jika kau benar-benar mengenalnya, kau tidak akan pernah melakukan sesuatu yang berbahaya dengan membawa Anna ke studio hari ini"

 

Setelah selesai didandani, Anna melakukan pemotretan sementara Je Ha hanya bisa melihat dengan cemas. Fotografer mengeluh pada Sung Won karena tidak diperbolehkan memakai flash. Sung Won pun meminta waktu break sejam agar dia bisa bicara dengan Anna.

 

Dia lalu mengusir semua orang dengan alasan mentraktir mereka makan siang, bahkan Mi Ran pun disuruh ikut pergi bersama semua orang. Mi Ran langsung pergi tanpa mencurigai apapun. Tapi begitu semua orang pergi, Sung Won langsung memberikan sebotol obat pada Anna.

Dia berkata bahwa itu adalah obat anti cemas dari dokternya Anna. Dia meminta Anna untuk meminum obat itu sebelum melanjutkan pemotretan agar mereka bisa tahu apakah obat ini mampu mengatasi kepanikan Anna terhadap flash kamera.


Je Ha melihatnya. Begitu Sung Won keluar, Je Ha langsung mencurigai obat itu. Obat seperti ini seharusnya diambil sendiri oleh Anna dan tidak seharusnya diberikan oleh orang lain. Tapi Anna sama sekali tidak ada curiga, dia yakin kalau pamannya tidak akan memberinya obat yang aneh-aneh. Je Ha masih curiga dan cemas, tapi Anna cepat menyelanya lalu mengajaknya ke ruang ganti agar dia bisa meminum obat ini.

 

Tepat setelah Sung Won dan semua kru studio pergi, seorang pria yang menyamar jadi pengantar bunga keluar dari dalam mobil van. Saat dia dihadang dua orang bodyguard di depan pintu, pria itu langsung menunjukkan belangnya dan melumpuhkan mereka dengan cepat.

Setelah yakin keadaan sudah aman, dia memberi kode pada pasukannya. Komplotan pria itu membawa masuk berbagai peralatan. Sekarang hanya Je Ha yang menjaga Anna seorang diri. Saat sedang berkeliling mengecek keadaan, dia melihat rombongan pria itu masuk dan para bodyguard di gerbang sudah tumbang.


Cemas, Je Ha langsung berlari ke tangga untuk melihat aksi para pria itu. Dia melihat para pria itu mengunci pintu begitu mereka masuk kedalam lobi, memakai masker lalu membuat asap dari peralatan mereka dan asap itu menyebar dengan cepat.

Je Ha berusaha menghubungi J4 dengan panik tapi Mi Ran sudha keluar makan siang bersama kru studio sehingga transmisi radio Je Ha tidak sampai padanya. Parahnya lagi, saat dia hendak menghubungi ponselnya Mi Ran, ponselnya sendiri malah tidak ada sinyal.


Je Ha cepat-cepat masuk ke ruang ganti Anna dan meneliti tempat itu. Dia langsung mengambil meja dan menempatkannya sebagai pijakan. Dia memberitahu Anna tentang orang-orang yang datang mengejarnya jadi dia menyuruh Anna keluar lewat terowongan ventilasi sementara dia akan melindungi Anna.

Saat Anna bersikeras menolak pergi meninggal Je Ha seorang diri, Je Ha memberitahunya bahwa orang-orang itu menyemprot gas beracun. Dia meyakinkan Anna untuk tidak mencemaskannya dan pergi saja duluan, dia pasti akan bisa menemukan jalan keluar sendiri nanti. Kalau Anna tetap di sini maka dia akan semakin kerepotan melindungi Anna.

Tapi Anna tetap keras kepala tidak mau meninggal Je Ha seorang diri. Dia memang petarung hebat, tapi bagaimana caranya dia akan bertarung melawan gas itu. Dia terus ngotot memaksa Je Ha ikut keluar bersamanya. Tepat saat itu juga, Je Ha melihat asapnya sudah sampai ke sana.


Dia terus berusaha memaksa Anna naik, tapi Anna terus melawan hingga membuat Je Ha frustasi dan langsung membentaknya. Dia benar-benar memohon agar Anna mau mendengarkannya, lebih baik dia keluar daripada mereka berdua mati di tempat ini.

Para pria itu mulai bergerak sementara Je Ha semakin panik melihat asap yang semakin tebal. Anna pun akhirnya mau menurut. Je Ha membantunya naik ke lubang angin. Setelah Anna berhasil masuk ke terowogan ventilasi, Je Ha langsung menggunakan telepon studio untuk menghubungi Yoo Jin.


Tapi yang mengangkatnya malah Sekretaris Kim dan dia menolak memberikannya pada Yoo Jin dengan alasan Yoo Jin sibuk. Je Ha langsung paham, semua ini perbuatannya Sekretaris Kim sendiri. Dia meminta Sekretaris Kim untuk menghentikan orang-orang itu sekarang.

Tapi Sekretaris Kim menolak. Dia beda dengan Yoo Jin, dia tidak menyukai Je Ha, dia bahkan tidak peduli dengan Ayahnya Anna. Semua yang terjadi pada nyonya-nya itu salah Je Ha. Segalanya berjalan sempurna sampai saat Je Ha muncul. Jadi sudah saatnya mengembalikan Yoo Jin dan Anna ke tempat yang benar. Yang hidup harus hidup dan yang mati harus mati. (Wah, sekretarisnya lebih nakutin dari nyonya-nya)


Tiba-tiba sambungan teleponnya terputus, karena para pria itu memang memutus sambungan kabel teleponnya. Asap sampai ke lantai parkiran dan menyesakkan beberapa penjaga di sana. Tapi karena mereka tidak siap, mereka bisa dikalahkan dengan mudah oleh para pria bermasker itu.

Beberapa pria bertopeng masker itu tiba di ruang ganti tak lama kemudian. Je Ha pun sudah menunggu di sana, bersembunyi diantara kepulan asap lalu menyerang mereka secara tiba-tiba. Setelah berhasil mengalahkan mereka, dia langsung merampas salah satu masker mereka.


Sementara Anna terus merangkak dan berusaha mencari jalan keluar, Je Ha terus memburu komplotan pria bermasker itu. Dia bertemu 3 orang di lorong dan berusaha menghajar mereka, tapi mereka berhasil melepaskan topengnya hingga Je Ha terpaksa harus berjuang melawan mereka tanpa bantuan masker.


Tepat saat itu juga, Anna melewati tempat Je Ha sedang bertarung. Dia melihat bagaimana Je Ha bertarung sendirian melawan para pria itu. Dia hampir saja kalah saat mereka mengeroyoknya, tapi Je Ha dengan cepat melumpuhkan seorang diantara mereka dan mengambil pisaunya.

Dengan ahlinya, Je Ha memainkan pisau itu untuk menyerang kedua pria lainnya. Tapi kemudian, kedua pria itu kompak mengkoordinasikan gerakan mereka hingga mereka berhasil menendang Je Ha hingga dia terpental tak berdaya. Mereka hampir saja menusuk Je Ha. Tapi Anna tiba-tiba menyerang mereka dari belakang dengan tabung pemadam kebakaran.


Seorang diantara pria itu bangkit dengan cepat. Panik, Anna berusaha berteriak-teriak membangunkan Je Ha. Tapi Je Ha masih terlalu lemah hingga Anna harus melarikan diri meninggalkannya sambil terus berusaha berteriak-teriak memanggil Je Ha.

Anna berusaha menyembunyikan dirinya, tapi asap membuatnya batuk. Tentu saja pria itu mendengar suaranya. Perlahan dia bergerak mendekati tempat persembunyian Anna. Anna semakin ketakutan menyadari pria itu semakin dekat. Pria itu semakin dekat hingga akhirnya dia sampai di tempat persembunyian Anna.

 

Tapi saat dia hendak menyerang Anna, Je Ha tiba-tiba muncul dan mencekiknya sampai pingsan. Je Ha sendiri langsung tumbang setelah mengalahkan pria itu. Anna cepat-cepat mengambil masker pria itu dan memasangkannya di kepala Je Ha.

Tapi sesaat kemudian, Anna sendiri tak kuat lagi dengan asapnya dan akhirnya pingsan. Mi Ran dan K1 akhirnya kembali dan langsung panik mendapati gedung sudah berasap tebal sementara Je Ha dan Anna pingsan.


Se Joon masih nyantai di kantor kejaksaan sementara para pendukungnya, ramai berdemo di luar untuk mendukungnya. Se Joon melihat segalanya dari jendela kantor Jaksa, istrinya juga ikut dalam kerumunan demo. Dia bertanya pada Jaksa, haruskah dia keluar sekarang. Jaksa mengiyakannya lalu beranjak pergi untuk menyiapkan beberapa dokumen untuknya.


Sementara para pendemo sibuk meneriakkan dukungan mereka pada Se Joon, Yoo Jin diam-diam berbisik menanyakan Anna pada Sekretaris Kim. Sekretaris Kim menjawab belum. Karena Jaksa masih belum kembali dari mengurus dokumennya, Se Joon akhirnya menyalakan TV.


Tapi dalam berita siaran langsung itu, dia malah melihat Jaksa yang tadinya berkata mau mengurus dokumen, ternyata keluar untuk menemui wartawan dan mengumumkan bahwa mereka menemukan kejahatan baru jadi Se Joon tidak akan dilepaskan. Yoo Jin dan Se Joon yang menyaksikan dari TV jelas shock dan merasa terkhianati.

Wartawan langsung heboh bertanya apakah itu kejahatan berat? Jaksa dengan senyum liciknya menjawab bahwa mereka akan meminta surat perintah penangkapan setelah mereka memastikan kecurigaannya. Sementara Je Hoon diminta pindah ke ruang penyelidikan, para anggota parlemen lainnya malah dibebaskan. Dan Gwan Soo yang melihat siaran langsung itu dari kantornya, langsung ketawa ngakak saking girangnya.


Sung Won kembali tak lama kemudian. Anna dan Je Ha juga sudah sadar. Cemas melihat keadaan Anna, Je Ha mengusulkan agar mereka kembali ke rumah persembunyian karena Sekretaris Kim tidak akan bisa melukai mereka di sana. Sung Won setuju dan berjanji akan mengirim tim keamanannya ke sana.


Setelah melihat Anna diantarkan keluar dengan Mi Ran, Je Ha langsung menelepon Ketua Joo dan mengabarkan penyerangan ini. Ketua Joo terkejut mendengarnya dan langsung menatap tajam Sekretaris Kim yang berjalan cepat di depannya, tapi dia memutuskan tetap diam tak mengatakan apapun.


Saat itu mereka buru-buru masuk ke Cloud Nine untuk mendiskusikan kejadian dadakan tadi. Pengacara melapor via telepon bahwa mereka sudah meminta peninjauan ulang atas proses itu. Tapi mereka masih tak yakin tuduhan apa yang dialamatkan pada Se Joon itu, karena itulah sulit bagi mereka untuk menghalangi serangan musuh.

Yoo Jin langsung ngamuk mendengarnya. Pengacara berusaha memberi usulan agar Yoo Jin menganani masalah ini lewat jalur politik saja, tapi Yoo Jin terlalu marah hingga tidak mau mendengarkan nasehat mereka dan memaksa mereka untuk melakukan apapun demi mencegah penangkapan Se Joon. Sekretaris Kim melapor bahwa mereka juga belum bisa menghubungi sekretaris presiden.


Karena saat itu sekretaris presiden sedang ditelepon oleh Gwan Soo yang beralasan bahwa dia melakukan ini sebagai tindakan pencegahan untuk mencegah Se Joon masuk kedalam partai mereka. Dia menyangkal saat sekretaris presiden menuduhnya melakukan ini untuk mengancam presiden dan meminta bertemu presiden untuk mendiskusikan masalah ini.

Dia beralasan kalau dia hanya takut karena Se Joon sepertinya sedang bersiap untuk perang melawannya. Sekretaris presiden akhirnya luluh dan bertanya apa yang harus dia lakukan. Gwan Soo hanya menyuruhnya bersantai dan memancing di bendungan. Dia berjanji jika nanti dia menjadi presiden, dia akan memberikan posisi terbaik untuknya.


Gwan Soo saat itu sedang berpesta merayakan keberhasilan rencana mereka dengan para antek-anteknya dan para anggota parlemen yang baru saja dibebaskan dari kantor kejaksaan.


Di Cloud Nine, Yoo Jin bertanya-tanya apa sebenarnya kartu rahasia yang dimiliki Gwan Soo. Kepala JSS berkata bahwa setahunya Gwan Soo menekan presiden dan wapres. Jika permintaan investigasi disetujui dan mereka mendapatkan surat perintah maka orang-orang pasti akan menyeret masalah ini sampai ke pemilu. Bahkan sekalipun mereka bisa menang di pengadilan tapi mereka akan kalah dalam pemilu.

Kepala JSS menyarankan agar mereka melakukan satu-satunya cara yang bisa mereka lakukan sekarang "Kita harus membunuh Park Gwan Soo malam ini"

Yoo Jin ragu mengingat Gwan Soo pasti punya pengawalan terbaik. Tapi kepala JSS mengingatkan Yoo Jin bahwa mereka juga punya tim khusus.


Anna masih ketakutan setibanya mereka di rumah persembunyian sampai dia tidak berani keluar dari dalam mobil. Melihat Anna mencengkeram selimutnya erat-erat, Je Ha tiba-tiba punya ide. Dia mengambil selimut itu, menyeret Anna keluar lalu menyampirkan selimut itu menutupi kepala mereka berdua.

Perlahan mereka berjalan masuk, Je Ha pun mengingatkan Anna untuk berhati-hati melangkah. Anna sendiri agak canggung dengan kedekatan mereka. Je Ha berhenti saat melihat ekspresi Anna, apa dia masih takut? Anna membenarkannya.


Suasana diantara mereka jadi semakin canggung... saat tiba-tiba saja perut Anna keruyukan. hahaha! Tapi Anna bersikeras menyangkal saat Je Ha bertanya apakah dia lapar. Dia beralasan kalau dia hanya masih shock. Dia bahkan menolak saat Je Ha menawarkan ramen untuknya. Mereka terus berjalan hingga langkah mereka terhenti karena Anna terbentur sesuatu.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Je Ha

"Se-sedikit takut" jawab Anna tergagap saking gugupnya dengan kedekatan mereka


Mereka akhirnya di depan pintu. Dan bahkan sekalipun sudah sampai di dalam rumah, mereka masih belum melepaskan selimut mereka. Je Ha bertanya apakah Anna masih takut? Anna mengiyakannya sambil menatap mata Je Ha. Je Ha langsung mencondongkan wajahnya dan mencium Anna.


Yang tidak mereka sadari... mereka punya penonton. hahaha! Ahjumma, Mi Ran dan K1 langsung melongo shock melihat mereka melakukan sesuatu didalam selimut. Mi Ran sampai ketawa ngakak. Ahjumma mau memukulnya tapi K1 langsung melindunginya.


Sementara itu di Cloud Nine, semua orang sedang menyusun rencana membunuh Gwan Soo. Ketua Joo menduga kalau pihak musuh pasti sudah menduga kalau mereka akan melakukan serangan dadakan dan mungkin saja mereka sudah menyiapkan jebakan untuk mereka.

Mereka memang punya kesempatan membunuh Gwan Soo tapi kemungkinan Je Ha kembali dalam keadaan hidup pun sangat tipis bahkan mungkin nol. Tapi Kepala JSS terus ngotot agar mereka terus mencoba walaupun kemungkinannya cuma 1%. JSS akan hancur jika mereka tidak melakukannya malam ini.

"Kim Je Ha... dimana dia?" tanya Yoo Jin

"Dia kembali ke rumah persembunyian" jawab Ketua Joo. Sekretaris Kim kaget mendengar Je Ha masih hidup.


Je Ha masih menemani Anna saat dia ditelepon Ketua Joo. Dia mau pergi tapi dia meminta syarat agar mereka menjaga tempat ini tetap aman. Dia hanya mau pergi setelah memastikan keamanan rumah ini terjamin. Anna cemas mendengar percakapan mereka itu. Je Ha mau pergi kemana? Je Ha tak menjawab dan hanya berjanji bahwa dia akan kembali.


"Jangan pergi"

"Jangan khawatir, aku akan segera kembali"

"Tidak, jangan pergi! Kau pergi karena aku, kan?"

Saat Je Ha tak menajwab, Anna langsung memeluknya dan berusaha mencegahnya pergi.

 

Tapi beberapa saat kemudian, Je Ha duduk didepan Yoo Jin di Cloud Nine dan meresepai informasi yang baru saja disampaikan padanya. Bahwa misi barunya adalah membunuh Gwan Soo. Dan bahkan sekalipun dia diberitahu bahwa mungkin sulit baginya kembali dalam keadaan hidup, Je Ha memutuskan untuk menerima misi itu. Tapi dia punya syarat.

Syarat pertama, dia menginginkan kepala Sekretais Kim. Jika Yoo Jin mau melakukan itu untuknya maka dia akan memberikan Kepala Gwan Soo untuk Yoo Jin. Sekretaris Kim langsung melotot marah tapi saat Yoo Jin menanyakan pendapatnya, dia menyetujui syarat itu. Dia akan memberikan kepalanya secara sukarela hanya jika Je Ha membawakannya kepala Gwan Soo lebih dulu.

Syarat kedua, Je Ha menuntut Yoo Jin berjanji untuk tidak menganggu Anna lagi. Sebagai gantinya, dia berjanji akan memastikan Anna takkan lagi menjadi penghalang untuk Yoo Jin. Yoo Jin terdiam tapi pada akhirnya menyetujuinya dan berjanji akan melakukannya.


Dan karena dia tidak akan bisa mengatasi serangan sendirian, jadi dia juga meminta Kepala JSS untuk mengerahkan semua tim penyerangnya. Kepala JSS menyetujuinya tapi sebelum Je Ha pergi melaksanakan tugasnya, Kepala JSS meminta Je Ha untuk memberitahu mereka alamat email miliknya (siapa tahu Je Ha mati). Je Ha cuma tertawa geli mendengarnya.


Yoo Jin mengklaim kalau dia sudah membutuhkan email itu lagi. Lagipula jika Je Ha tidak berhasil maka mereka pun akan berakhir. Dia lalu menyuruh semua orang pergi, kecuali K2.

"Je Ha-yah, jika kau dalam keadaan yang berbahaya, tidak masalah jika kau kembali" ucap Yoo Jin tulus

Je Ha malah heran dengan sikap Yoo Jin. Dia meyakinkan Yoo Jin untuk tidak cemas, dia sudah lama menghapus email itu. Perlahan dia mendekat ke Yoo Jin dan berkata "Aku percaya bahwa nyonya adalah orang yang selalu menepati janjinya"


Saat tim JSS sedang bersiap, Je Ha mendapat telepon dari Anna. Dengan mata berkaca-kaca, Anna meminta Je Ha untuk membelikannya ddeokbeokki saat dia pulang nanti. Je Ha pun berusaha menahan emosinya saat dia memberitahu Anna bahwa dia akan pulang malam. Anna tidak peduli walaupun Je Ha pulang terlambat (asalkan dia pulang).

"Kenapa kau tidak meminta Mi Ran untuk itu?"

"Tidak mau. Unnie akan memakan semuanya sendiri nanti. Aku ingin memakannya hanya denganmu. Mengerti tidak? Kau harus membelinya? Kalau kau lupa, akan kubunuh kau?"

"Kurasa aku harus benar-benar membawakanmu ddeobeokki jika aku ingin hidup"

"Kau harus kembali hidup. Ini perintah"


Sementara itu, Ketua Tim Seo mendapat telepon dari Sekretaris Kim yang diam-diam memberi perintah agar Ketua Tim Seo bukan cuma membunuh Gwna Soo, dia juga harus membunuh K2. Bahkan sekalipun mereka gagal membunuh Gwan Soo, dia tetap harus membunuh Je Ha apapun yang terjadi dan ambil ponselnya.

Bersambung ke episode 11

10 comments

Kurang ajar banget itu secretary Yoojin .. Dia pula yg memerintah untuk membunuh Jeha/K2 (Alasan pasti takut kepalanya bakal diambil hahahaha) .. Cinta yg tulus dan ikhlas deh mula terpancar diwajah Jeha dan Anna . Tapi sayang udah kiss scene malah punya misi yang menegangkan .. PLEASE JEHA JANGAN MATI , PACAR MU SEDANG MENUNGGU !!!

Jeha g mgkn mati kan?klo mati tar ep 11 ampe 16 jagoannya cp?

Jeha g mgkn mati kan?klo mati tar ep 11 ampe 16 jagoannya cp?

Ending ep 10, hati yoojin mulai goyah, atau jangan2 dia itu sebenernya ibu kandung jaeha. Kan ga pernah d jelasin tuh ortunya jaeha. "justhayalantingkattinggi"hehehe semangat mba ima...

Makin tegang aja d episode ni benr2 jaht seketaris nya yoojin, jeha fighting jngn kalh pacar mu menunggu ddeokeokki,d tunggu lanjutn nya mba

Omoo ! jahat banget sih sekretaris kim, lebih jahat dri Yoo Jin, smoga Je ha bisa mndapatkan kpala Gwan Soo jdi Je Ha bisa balas dendam ke sekretaris Kim.
Nice sinopsis unnie, hwaiting !
Ditunggu sinopsis berikutnya.

Walau yoo jin jahat tp suka banget sm aktingnya...kerenn....

setuju sama man teman diatas...je ha gak mungkin mati , dan bisa jadi tu kenapa sepertinya si choi yo jin simpatik bngt sama je ha...jangan betul ibunya..ka gak mungkin kalo yo jin suka sma je ha...
gak sabar nunggu kisahnya

Aneh Karakter Yoojin !! Boleh pula dia suka ama Jeha !! Mana bisa Yoojin enggak perasan selama ini Jeha itu mulai suka sama Anna .. Dilihat dari cara Jeha selamatkan Anna daripada serangan Yoojin aja udah tau kalau Jeha perhatian banget ama Anna !!!

lah kok yg marah2 sekretaris kim yaa. dendamnya gitu amat dibanding nyonya-nya.. uww je ha, pasti seneng karna anna juga sama2 suka 😍

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon