Powered by Blogger.

Sinopsis K2 Episode 12 - Part 2


Anna mengkonfrontasi Sung Won atas artikel itu, tidak mengerti kenapa Sung Won malah membuat artikel konyol yang seolah membuat ibunya jadi orang jahat. Sung Won mengklaim memang harus konyol karena jika artikel itu benar maka hal ini akan menjadi masalah besar.


Dia mengklaim bahwa mereka memang harus menodai nama ibunya Anna agar kejahatan ini bisa dilaporkan. Dia melakukan ini diinvestigasi polisi yang nantinya akan membuatnya diinterogasi atas keterlibatannya dalam pembunuhan. Saat itu terjadi, mereka akan mengeluarkan kartu rahasia mereka. Anna masih bingung, tapi Sung Won meyakinkannya untuk tidak usah cemas, dia akan mengurus semuanya sendiri.

Sung Won mengklaim bahwa dirinya tidak pernah menuduh Ibunya Anna melakukan kejahatan yang disebutkan dalam artikel ini. Tapi segalanya pasti akan terungkap begitu penyelidikan dimulai. Dia meyakinkan Anna bahwa Yoo Jin pasti akan diadili. Setelah memastikan Anna tidak memberitahu Je Ha, Sung Won menyuruh Anna untuk bersiap karena mereka akan ke kantor polisi.


Berita ini langsung jadi perbincangan utama dalam acara talk show. Awalnya MC pertama seperti mendukung Yoo Jin dengan mengklaim bahwa jika Anna terlahir sebelum Yoo Jin dan Se Joon menikah, maka itu artinya Yoo Jin tidak melakukan perselingkuhan. Dia bahkan mengomentari betapa konyolnya rumor tentang Yoo Jin yang memeras dan membunuh Ume Hye Rin.

Tapi kemudian komentarnya dengan cepat berubah haluan saat dia mulai membahas misteri kematian Ume Hye Rin dan berkomentar bahwa yang harus dilakukan Yoo Jin adalah pergi ke kantor polisi dan mengakui semuanya. Dia juga menyarankan agar polisi memecahkan misteri kematian Ume Hye Rin.

"Apa pria itu benar-benar ada di pihak kita?"

"Sepertinya sudah tidak lagi"

 

Setibanya di kantor polisi, Sung Won dan Anna langsung diserbu para reporter.Anna cuma diam sementara Sung Won dengan api-api pura-pura menyatakan kekesalannya atas artikel keji itu dan bersumpah akan menuntut orang yang berniat menodai nama baik keluarga mereka itu.


Mereka disambut Kepala Polisi di lobi yang kemudian membawa mereka berdua ke kantornya. Kepala Polisi mengira kalau Sung Won hanya ingin melaporkan orang yang memposting artikel itu. Tapi yang mengejutkannya, Sung Won memintanya untuk menyelidiki kematian Ibunya Anna.

Kasus ini mungkin dimulai sebagai kasus pencemaran nama baik. Tapi begitu mereka menyelidiki saksi kasus ini, Kepala Polisi pasti akan menemukan adanya hubungan kasus ini dengan kasus lain. Saksi? tanya Kepala Polisi kaget.


Setelah Sung Won dan Anna pergi, Kepala Polisi melapor ke Gwan Soo tentang Sung Won yang sepertinya tengah menarget Yoo Jin. Kepala Polisi bingung dia harus bagaimana? Gwan Soo senang mendengar adanya perseteruan antar keluarga itu dan menyuruh Kepala Polisi untuk mulai melakukan penyelidikan. Gwan Soo benar-benar senang, tampaknya mereka akan bisa menghancurkan Yoo Jin dan Se Joon tanpa dia harus turun tangan sendiri.


Seorang reporter mencoba menanyai Jaksa mengenai kasus ini dan apa yang akan terjadi pada semua pihak yang terlibat terutama Yoo Jin dan Se Joon. Jaksa mengklaim bahwa jawabannya hanya bisa mereka ketahui setelah polisi melakukan penyelidikan awal, Se Joon mungkin akan dipermalukan dan Yoo Jin harus diselidiki sebagai saksi dalam kasus pencemaran nama baik.

Tapi... mungkin saja penyelidikan kasus ini akan mengarah pada kasus lainnya. Jika dalam penyelidikan ditemukan bukti bahwa kematian Ume Hye Rin adalah karena permainan kotor seperti yang diduga Anna maka mereka akan membuka kembali kasus kematian Ume Hye Rin. Reporter langsung pergi untuk menulis hal ini sebagai berita eksklusif.


Tak berapa lama kemudian, artikel itu muncul di internet dan Sung Won membacanya dengan senyum puas. Sementara itu, Yoo Jin membantu melakukan persiapan kerja sukarelanya dengan senyum sementara yang lain sibuk sendiri bisik-bisik menggosipkannya.


Saat mereka tengah membagi-bagikan makanan gratis bagi tunawisma, beberapa reporter datang. Bodyguard menghalangi mereka tapi para reporter itu sangat agresif. Yoo Jin akhirnya meninggalkan kerja sukarela-nya untuk menghampiri mereka. Sontak saja mereka langsung memberondongkan dengan berbagai pertanyaan.

Apa dia sudah tahu bahwa Polisi akan membuka kembali kasus kematian Uhm Hye Rin? Apa benar ada saksi di tempat pembunuhan itu? Yoo Jin mungkin akan dipanggil sebagai tersangka dan bukannya sebagai saksi. Yoo Jin cuma diam, menatap para reporter itu dengan cemas sementara para reporter itu terus membombardirnya, hingga akhirnya YooJin mulai pusing dan langsung pingsan.


Yoo Jin langsung dilarikan ke rumah sakit. Saat beritanya tayang di TV, tim JSS menontonnya dengan cemas. Sung Won tertawa geli mendengar berita itu, dia yakin itu cuma akal-akalannya Yoo Jin untuk bersembunyi di rumah sakit.


Tapi Ketua Joo melapor ke Ketua JSS bahwa Yoo Jin pingsan betulan dan bukan cuma akting. Kepala JSS tak percaya karena biasanya Yoo Jin biasanya bukan orang yang akan menunjukkan kelemahannya di hadapan publik, dia yakin ini cuma akting. Dia yakin semua ini pasti cuma bagian dari rencananya Yoo Jin, tapi diam-diam tampaknya dia cemas juga.

 

Kedua reporter sibuk mendiskusikan segala keanehan kasus ini. Mereka merasa berita tentang Yoo Jin sebagai ibu kandungnya Anna itu konyol. Tapi yang lebih aneh adalah Yoo Jin yang menyatakan dia berteman dengan Hye Rin taoi ternyata tak tahu kalau Hye Rin mengenal Lafelt. Dia juga mengklaim tak tahu menahu tentang kematian Hye Rin padahal situasi kasus ini sangat mencurigakan dan sekarang malah ada rumor yang mengatakan ada saksi dalam pembunuhan Hye Rin.

Saat mereke mengecek internet, mereka mendapati artikel itu sudah banjir komentar negatif. Orang-orang yang dulunya begitu memuja Yoo Jin sekarang malah berbalik menyerangnya dengan berbagai komentar negatif. Tapi terlepas dari banyaknya komentar negatif tentang Yoo Jin, orang-orang justru mengkasihani Se Joon, mengira dia hidup dengan wanita yang selama ini punya anak dari lelaki lain. Hmm... rencana Sung Won sukses kayaknya.


Se Joon datang ke rumah persembunyian Anna, tapi Anna menolak keluar menemuinya. Se Joon akhirnya memutuskan untuk naik sendiri menemui Anna. Saat dia naik, Mi Ran langsung berbisik menggosipkannya "Dia tidak datang saat Anna benar-benar menunggunya, tapi lihat dia sekarang"

Se Joon mencoba mengetuk pintu kamar Anna dan membujuknya keluar, tapi Anna tak mau membuka pintunya dan meminta ayahnya untuk pergi saja. Tepat saat itu juga, Sekretarisnya memintanya untuk pergi sekarang untuk menemui Sung Won. Se Joon akhirnya pamit pergi dengan berat hati.


Setelah melihat berita pingsannya Yoo Jin, Guru Song berkunjung ke rumah sakit, tapi bodyguard yang menjaga depan pintu kamarnya Yoo Jin melarangnya masuk. Mereka jadi ribut sendiri hingga didengar oleh Sekretaris Kim dan Yoo Jin. Saat Sekretaris Kim membuka pintu, Guru Song langsung berseru menyapa Yoo Jin.

Mendengar Guru Song yang datang, Yoo Jin mengizinkannya masuk. Guru Song membawakannya sebotol jus jeruk. Sekretaris Kim langsung curiga tapi Yoo Jin menerimanya dengan senang hati, itu jus yang dia suka dulu setiap kali dia sakit.

Saat Sekretaris Kim masih ribut mencurigai Guru Song, Yoo Jin langsung menyuruhnya keluar, dia mau bicara berduaan saja dengan Guru Song. Hubungan mereka tampaknya memang cukup akrab. Begitu mereka tinggal berduaan, Yoo Jin langsung memanggilnya ahjussi dan meminta Guru Song untuk bicara padanya dengan lebih santai.


Guru Song pun pede untuk memanggilnya "Yoo Jin-ah. Lepaskan Anna, kalau bisa"

Yoo Jin langsung kecewa mendengarnya. Guru Song meminta hal itu karena Yoo Jin sudah membunuh Ibu Anna jadi lebih baik jika dia membiarkan Anna hidup. Jika Ayahnya Yoo Jin masih hidup pun, dia juga pasti akan menentang hal ini. Kesal, Yoo Jin langsung membanting botol jusnya dan mengusir Guru Song.


Se Joon dipanggil ke JB Group dimana Sung Won sudah menunggunya bersama Ibu dan Mertuanya. Begitu sampai di depan pintu kantor, dia bisa mendengar suara tawa mereka bertiga. Saat dia masuk, Se Joon langsung tak segan menyindir. Rumah orang lain seperti sedang kebakaran, tapi di sini seperti sedang ada pesta.

Mertua Sung Won mengklaim memang ada pesta kok, tapi mereka mengklaim bahwa pesta ini untuk Se Joon. Bukankah berita itu kan bisa membuat Se Joon lepas dari Yoo Jin dan naik ke posisi puncak seperti yang sudah mereka rencanakan. Karena itulah Mertua Sung Won menyarankan agar Se Joon membuang Yoo Jin sekarang. Jika Se Joon melakukannya maka ini akan jadi situasi yang saling menguntungkan bagi mereka. Se Joon tersenyum.


Je Ha masuk ke kamar Anna yang masih mengurung diri setelah kepergian Ayahnya dan bertanya kenapa tadi Anna tidak mau menemui ayahnya.

"Aku tidak butuh dia"

"Anna, aku tahu kalau kau banyak bergaul dengan Presdir Choi. Tapi Choi Yoo Jin bukanlah tipe orang yang yang mengotori tangannya seperti itu. Dan jika benar-benar ada saksi, maka dia pasti menyadari bahaya yang akan mereka hadapi. Dan sudah pasti dia tidak akan membiarkan saksi itu hidup"


Tapi Anna ngotot bahwa kasus pembunuhan ibunya tidak seperti dugaan Je Ha. Lagipula Je Ha sebenarnya berada di pihak siapa? Pihaknya atau Yoo Jin? Tentu saja dia ada di pihak Anna, ujar Je Ha. Kalau begitu kenapa Je Ha selalu bersama Yoo Jin? Mi Ran dan K1 sudah berhenti di JSS dan sekarang bekerja untuk JB Group, tapi Je Ha masih di JSS.

"Apa yang kau rencanakan dengan Choi Yoo Jin?"

"Anna-yah, alasan kenapa aku sengaja tidak memberitahumu tentang apa yang kulakukan dengan Choi Yoo Jin... karena lebih baik jika kau tidak tahu" itulah yang Je Ha utarakan secara lantang, padahal dalam hatinya dia berkata "Karena hal itu tentang membunuh seseorang"


Kepala JSS dan Kepala Polisi menyelesaikan masalah polis asuransi palsu yang diambil Kepala JSS dengan bersulang minuman mahal. Kepala Polisi bertanya apakah Kepala JSS kemari untuk mendapatkan informasi tentang Yoo Jin. Kepala JSS menyangkalnya, terlepas dari apapun hasilnya nanti, Se Joon masih akan tetap bisa jadi presiden. Walaupun reputasi Yoo Jin turun drastis tapi Se Joon tidka akan terpengaruh.

Kepala Polisi bertanya-tanya, apakah Kepala JSS kemari hanya untuk memanfaatkannya. Kepala JSS menyangkal, Kepala Polisi harus tetap ada di sisi Gwan Soo. Dia mengklaimagar dengan begitu dia akan bisa mengikuti jejak Kepala Polisi.

"Lalu haruskah aku mengikuti langkahmu dan beralih ke pihak Parlemen Jang?" tanya Kepala Polisi

"Tentu saja" jawab Kepala JSS. Yang harus mereka lakukan sekarang hanyalah bermain di kedua belah pihak. Dengan begitu mereka akan tetap menang apapun yang terjadi nanti.


Je Ha pergi menemui Yoo Jin di rumah sakit untuk menuntut kejujuran Yoo Jin akan rumor tentang dirinya yang membunuh Ibu Anna. Dia mengaku penasaran karena Anna yang percaya bahwa Yoo Jin lah yang telah membunuh ibunya, dan dia tidak yakin apakah dia harus menahan Anna atau tidak.

"Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan"

"Baiklah. Kalau begitu biarkan aku menanyakan ini. Apa kau... benar-benar membunuh Ume Hye Rin"

Yoo Jin memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya hanya pada Je Ha saja "Aku... tidak membunuh Ume Hye Rin. Dan aku juga tidak memerintahkan siapapun untuk melakukan itu"


Kalau begitu kenapa Yoo Jin membiarkan Anna dan Se Joon percaya kalau dialah yang membunuh Ume Hye Rin? Yoo Jin berkata karena hanya itu satu-satunya cara untuk meyakinkan Se Joon bahwa dia mampu membunuh Anna. Karena hanya itu satu-satunya cara untuk memastikan Se Joon tidak akan bisa meninggalkanku malam itu atau kapanpun.

"Aku tahu siapa pembunuhnya. Tapi aku tidak akan pernah bisa mengatakannya"

Kalau masih ingin Je Ha ketahui, maka dia bisa bertanya pada Cermin. Cermin tahu segalanya tentangnya dan dia juga sudah mengkonfigurasinya agar Cermin mematuhi Je Ha juga mulai sekarang. Je Ha satu-satunya orang yang bisa mengakses Cermin selain dirinya.

Yang bisa dilakukannya sekarang adalah pergi ke kantor polisi dan menghadapi investigasi dengan percaya diri. Tapi selama itu dia tidak akan tahu apa yang akan dilakukan musuhnya, jadi harus ada seseorang yang bisa mengakses Cermin selama dia pergi.

"Tapi kenapa aku?"

"Karena kau mempercayaiku dna menghapus email itu. Email itu sudah seperti garis hidupmu, dan keberadaan Cermin sama seperti itu bagiku. Dia tak ada bedanya dengan hidupku sendiri. Dan aku mempercayakannya padamu"


Sung Won tiba-tiba nyelonong masuk dan langsung penasaran melihat interaksi Yoo Jin dan Je Ha. Yoo Jin pun menyuruh Je Ha pergi sekarang. Begitu mereka tinggal berdua, Yoo Jin langsung menyindir artikel yang dia tahu betul ditulis oleh Sung Won itu dan memperingatkan Sung Won untuk tidak lagi melakukan hal yang akan dia sesali nantinya.

"Kalau kau melakukannya, aku mungkin akan menghancurkan perusahaan" ancam Yoo Jin

"Kalau begitu berikan JSS padaku. Ah, tidak. Noona boleh memiliki JSS. Berikan saja aku Cloud Nine. Itu akan menyelesaikan segalanya"

Sambil mendesah, Yoo Jin berkata belakangan ini dia memikirkan apa alasan ayah mereka memberikan JSS kepadanya dan dia membuat Sung Won jadi presdir perusahaan. Dulu mereka membutuhkan bantuan Jin Han Group (perusahaan Mertuanya Sung Won) untuk bertahan, jadi itu merupakan langkah strategis. Tapi mungkin dia melakukan ini agar JB Group tidak ditelan oleh Jin Han Group di kemudian hari.


"Kenapa kau pikir ayah mertuamu yang serakah itu, yang mengincar JB Group, begitu gelisah karena tidak memiliki Cloud Nine?"

"Ayah tidak hanya berpikir bahwa Jin Han bisa dikuasai JB Group. Noona, jika aku mempercayai ayah mertuaku, JB Grup tidak akan hidup sampai sekarang. Apalagi dengan pak tua serakah yang menginginkan segalanya untuk dirinya sendiri itu. Jika aku tidak ditahan oleh Cloud Nine yang selalu mengawasiku, Jin Han mungkin sudah dikuasai oleh JB Group sekarang"

Yoo Jin merasa aneh mendengarnya "Begitu yah? Syukurlah. Kau tidak seperti ibumu" sindir Yoo Jin

"Baiklah, ambillah beberapa anak perusahaan yang kau inginkan"

"Wah, aku terharu"

"Itulah gunanya keluarga" ujar Sung Won dengan tawa gelinya. Tapi saat ini Yoo Jin kan tidak punya banyak waktu untuk. Dia harus segera memutuskan untuk menjalani investigasi atau ditangkap atas pembunuhan Ume Hye Rin.


Je Ha masuk ke Cloud Nine seorang diri. Tampaknya ruangan itu memang benar-benar sudah diprogram untuk dia akses karena pintu kaca langsung membuka begitu dia tiba di sana, bahkan sekalipun Je Ha belum menempelkan sidik jarinya. Cermin pun langsung meresponnya begitu mendengar suaranya. Dan saat Je Ha bertanya, Cermin memberitahunya bahwa dia bisa bertanya apapun tanpa batasan.

"Apa itu termasuk pertanyaan tentang Nyonya Choi Yoo Jin?" tanya Je Ha. Cermin membenarkannya.


Yoo Jin memanggil Se Joon ke rumah sakit karena dia memutuskan pergi ke kantor polisi dan mereka harus pergi bersama-sama. Dia juga ingin Se Joon ada di sisinya. Se Joon langsung tersenyum geli mendengarnya, kenapa? Apa Yoo Jin membutuhkan seseorang untuk mendukungnya? Haruskah dia mengirim beberapa bodyguard untuk Yoo Jin?

Beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba di depan kantor polisi. Para reporter langsung ribut melontarkan berbagai pertanyaannya, sementara Se Joon berakting manis dengan membantu Yoo Jin keluar dari mobil. Saat para reporter memintanya mengatakan sesuatu, Yoo Jin berhenti di depan mereka dan mulai bicara.

Anna, Sung Won, Je Ha dan Gwan Soo menonton siaran langsung Yoo Jin ini di tempat mereka masing-masing. Dengan mata berkaca-kaca, Yoo Jin meminta maaf pada seluruh negeri karena telah menyembunyikan kebenarannya dari mereka semua. Dia menyalah dirinya sendiri atas semua ini dan membungkukkan permintaan maaf.


Sung Won dan Gwan Soo tersenyum senang melihat Yoo Jin seperti itu. Tapi kemudian Yoo Jin mengumumkan sesuatu yang malah membuat semua orang terkejut. Dia mengklaim Anna adalah anaknya atau lebih tepatnya, anak yang sudah seperti anaknya sendiri.

Dengan berlinang air mata, dia melanjutkan "Anna adalah putri kandung... suamiku, Parlemen Jang Se Joon"

Semua orang yang menonton berita langsung shock, para reporter pun semakin ribut, sementara Se Joon hanya bisa diam di sana menutup matanya rapat-rapat.

Bersambung ke episode 13

21 comments

Ada yg aneh ini Mana satu yg harus dipercaya ?? Yoojin atau Sung won !! Anna sememangnya udah percaya benar ke Pamannya.Gue eggk tau deh apa alasan Yoojin mengeluarkan stetament kayak gini mengaku Anna adalah seperti Anak kandungnya sendiri . Nanti jadi mangsanya Anna jadi target PKS ( Park Kwang soo) musuh Bapanya Anna dalam Politik . GUE ENGGAK MAU ANNA DALAM BAHAYA . DIA UDAH PERGUNAKAN SAMA ADIKNYA YOOJIN .

Duh makin seru makin d buat penasaran aja d tunggu lanjutn nya mba tetp semngt nulis nya.

tuh kan beneran pasti ada sesuatu sama si sung won 😠
kak.. something about 1%nya di lanjuut yah😀😀

G tau knp kok aq kasihan sma si young jin yah.

G tau knp kok aq kasihan sma si young jin yah.

daebak...emang sesuatu banget. Cerita K2 ini asli nuansa misterinya kayak yong pal. Makasih ya mb ima sdh ngerecap drama keren ni. Aq selalu penasaran menunggu kelanjutannya. Fighting!

thanks sinopsisnyaa... ditunggu sampe tamat yaa... fighting!! :)

Semangat recap eonni, 😀😀😀😀

Semangat recap eonni, 😀😀😀😀

Gue benci politik tapi kerna drama ini gue harus terima melihat permainan politik dan mau rampas kuasa company antara JB group / JSS / JIN HAN group . Benar Politik membosankan .

Ayo tebakan..kira2 siapa sebenarnya yg ngebunuh ibunya anna?.klo tebakan saya yg ngebunuh ibunya Anna itu bpk young jin..makin bikin penasaran aja nih drama

Daebak nie drama makin seru tambah penasaran deh jadinya . Thanks sinopsis nya...Faithing lanjut ya

makasih mbak sinopsisnya. Semangat untuk buat sinopsisnya ^^

Siapa yg benar dan siapa yg salah dalam kasus Pembunuhan ibunya Anna ini ?? Narapidana yg Sung won serta Anna ketemu berkata bahwa Orang yg membunuh Ibunya Anna adalah orang yg dekat ketika Anna diacara Talk show ialah CHOI YOOJIN .. Sementara Yoojin pula berkata kepada Jeha yg dia enggak bunuh Ibunya Anna tapi tahu siapa pembunuhnya .. Lalu apa alasan Yoojin mengaku bahwa Anna itu anak Jang sejoon sekali gus Yoojin berkata Anna sudah dia anggap seperti Anak kandungnya sendiri . Makin stress deh ini DRAMA ... Pantas aja Yoona sempat Nolak ini drama kerna berat banget dia punya plot , jalan cerita serta karakter harus diflash back .... Hopefully Anna dan Jeha tetap utuh bercinta meski dilanda masalah .. Kerna Cinta dan dendam .

Aku rasa yoo jin melakukan ini karena je ha.

Je ha org yg konsisten melindungi seseorang yg benar jadi yoo jin harus menempatkan dirinya jadi orang yg butuh dilindungi

Jika yoo jin ingin dirinya diperhatikan dan dilindungi je ha maka dy harus jd pihak yg teraniaya yg butuh perlindungan.

Dan tentu saja politik selalu seperti pisau bermata dua...ada agenda yoo jin yg lain yg belum diungkapkan oleh jakanim nya

Eng iii eeng..
Dan kayanya yg bunuh emaknya si Anna bapaknya Yoo Jin karna dy tau Yoo Jin suka sma bapaknya si anna makanya dikasi JSS buat mendekam bukti..

Jadi mari tunggu jumat dpn kelanjutannya..

Apa Yoojin bicara Anna itu udah dia anggap seperti Anak kandungnya sendiri .. Hahaha Ibu tiri semacam apa yg Menyekap anaknya sampai 9 - 10 tahun lamanya (Mengurung Anna di Sepanyol) (Memisahkan hubungan Anak serta bapa)!!! Sampai Anna takut dan benci dengan Orang disekelilingnya . Pantas aja Anna bertekad mau membalas dendam kerna selama apa yg Yoojin lakukan ke Anna sewaktu kecil ( Menyekap Anna ) Anna eggk pernah balas . So gue sokong kalau dia MEMBALAS DENDAM dengan bantuan Uncle nya dia . ANNA KAYAK UDAH TERPENGARUH SAMA UNCLE NYA DIA ..

wih nggak trduga pernyataannya Yoo Jin.. rencana dia apa slanjutnya yaa.. aaaa nunggunya lama 😟.. gomawo unnie utk sinopsis eps 12 ini

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon