Powered by Blogger.


Jae Ha tampak penuh dendam saat melihat Park Gwang Soo masuk lift bersamanya, ia teringat saat dia melempar pistol dan menangis pilu memeluk mayat seorang wanita yang kemungkinan Naniya.



Saat mereka lengah, Jae Ha langsung merebut pistol milik polisi, menghajar para bodyguard itu dan menembaki mereka satu per satu hingga hanya Gwang Soo seorang yang tersisa. . Gwang Soo ketakutan, apalagi saat Je Ha mengarahkan pistol itu ke arahnya.


Tapi semua itu ternyata hanya khayalan Je Ha. Tangannya memang sudah terulur ingin mengambil pistol itu, tapi tiba-tiba PTSD-nya Je Ha mulai menguasainya hingga dia gemetaran hebat, sesak nafas dan kakinya lemas. Si bodyguard langsung memeganginya dengan cemas sementara Gwang Soo tak peduli sedikitpun. Malah saat lift membuka dan si bodyguard membawa Je Ha keluar, Gwang Soo dengan berdecak remeh dan mengeluhkan banyaknya orang sakit di rumah sakit ini.


Je Ha masih terus gemetaran hebat bahkan setelah pintu lift menutup kembali. Dengan nafas terengah-engah dia bertanya pada si bodyguard, siapa pria itu?


Setelah mengantarkan Je Ha kembali ke kamarnya, masih lemas mengingat ucapan si bodyguard bahwa pria itu adalah calon kandidat presiden Park Gwang Soo. Dia kandidat yang paling berkuasa. Tapi si bodyguard yakin bahwa pria itu juga yang telah memerintahkan penyerangan pada Je Ha dan Yoo Jin.

Flashback,


Saat dia masih bertugas di Timur Tengah, Je Ha pernah melihat kedatangan Gwang Soo di tenda dan sepertinya Naniya bertugas sebagai penerjemah. Dia mendiskusikan sesuatu dengan seseorang yang memperlihatkan sesuatu dalam laptopnya lalu Gwang Soo meng-oke-kannya.


Dia menunggu di mobil dan melihat saat Naniya mengantarkan Gwang Soo pergi. Tapi begitu Gwang Soo masuk ke mobilnya, para tentara militer menyerang Naniya, menutupi wajahnya lalu menyeretnya pergi.

 

Je Ha langsung keluar dengan panik dan sempat melihat Gwang Soo tersenyum lebar saat dia pergi. Karena terhalang mobil Gwang Soo, Je Ha terlambat menyelamatkan Naniya dan dia sudah tak bernyawa saat Je Ha menemukannya.

Flashback end,


"Park Gwang Soo, you son of a b*tch! Kenapa?!" jerit Je Ha.


Setelah keluar dari rumah sakit, Je Ha tampak sedang belajar membuat bom dengan menggunakan sensor deteksi gerakan tubuh dan akan meledak saat ada seseorang yang mendekat.


Suatu hari, Gwang Soo sedang cukuran di salon langganannya sambil ngobrol akrab dengan si barber. Barber merasa sudah tua dan menyarankan agar Gwang Soo dicukur oleh oleh baber lain yang masih muda dan matanya masih sehat saja, tapi Gwang Soo menolak.

Hanya si barber itu yang dia percayai untuk mencukur wajahnya, pakai kacamata saja kalau perlu. Gwang Soo sangat amat yakin dengan kemenangannya menjadi presiden tahun depan dan karenanya dia meminta si barber untuk datang setiap pagi ke Blue House mulai tahun depan.


Kedua pria tua itu sama sekali tak sadar bahwa pembicaraan mereka didengar oleh seorang pelanggan di sebelah mereka yang tak lain tak bukan adalah Je Ha yang pura-pura ke sana untuk potong rambut. Tapi setelah cukup mendengar, Je Ha langsung menghentikan potong rambutnya di tengah jalan dengan alasan ada keperluan penting lain.


Si barber memberikan jasnya Je Ha. Tapi kemudian dia pura-pura kehilangan sesuatu. Saat si barber membantu mencarinya, Je Ha diam-diam menyelundupkan alat sadap di jasnya Gwang Soo.


Dia menunggu di lobi dan langsung tersenyum senang saat melihat Gwang Soo keluar. Tapi tiba-tiba anak kecil yang berlari mendahului Gwang Soo tepat ke arah sensor yang Je Ha pasang di pintu putar hingga akhirnya si anak itulah yang terjebak di pintu putar. Je Ha langsung panik dan berusaha menyelamatkan anak itu, tapi seorang bodyguard mencegahnya. Anak itu langsung menangis.


Je Ha berusaha mendekat lagi, tapi si bodyguard terus mencegahnya. Si bodyguard tampaknya mulai curiga pada Je Ha, sementara Je Ha terus panik memperhatikan sensor yang ada di atas anak kecil itu.

Bodyguard lain mengawal Gwang Soo lewat jalan lain dan syukurlah sensor itu akhirnya berhenti begitu Gwang Soo keluar. Je Ha pun akhirnya bisa bernafas lega. Je Ha hendak pergi, tapi si bodyguard mencegahnya. Dia memperlihatkan kartu ID-nya dan berkata kalau Je Ha perlu dia tanyai.


Tapi yang paling menarik perhatian Je Ha bukan kartu ID-nya, melainkan bekas luka besar di tangan si bodyguard. Bekas luka yang sama persis dengan bekas luka pria bermasker yang pernah berkelahi dengannya malam itu. Si bodyguard menuntut Je Ha untuk memperlihatkan ID-nya. Je Ha pura-pura mengambil dari dalam jasnya tapi kemudian dia langsung menyerang si bodyguard.


"Kau rupanya" sapa si bodyguard

"Apa kabar?" balas Je Ha sebelum akhirnya kedua pria itu kembali melanjutkan pertarungan mereka tapi Je Ha mengalahkannya dengan mudah lalu berusaha melarikan diri.


Tapi si bodyguard langsung memanggil bala bantuan dan dengan segera beberapa bodyguard lain muncul mengejar Je Ha. Dua orang bodyguard berhasil menghadang Je Ha di sebuah lorong, tapi Je Ha langsung menghajar mereka dan mendorong mereka ke arah bodyguard lain sebagai penghalang.

Sementara itu, Gwang Soo diperiksa dengan alat pendeteksi logam, dan berkat alat itulah alat sadap Je Ha ketahuan dengan cepat. Je Ha terus melarikan diri sampai ke atap dan ternyata di sana dia sudah menyiapkan peralatannya. Sesampainya di bawah, ternyata dia sudah ditunggu oleh Ketua Joo yang langsung membukakan pintu mobil untuknya.


Tapi didalam mobil itu, Je Ha melihat ada Yoo Jin yang sudah menunggunya. Saat Ketua Joo menyinggung alat jebakan di pintu putar, Je Ha beralasan kalau itu cuma caranya untuk menyapa Gwang Soo. Je Ha berterima kasih pada Yoo Jin karena sudah menyelamatkannya.

"Bisa jadi kekacauan besar karena seseorang yang berharga sepertimu melakukan hal-hal yang berbahaya. Apa kau memundurkan waktu pengiriman email-nya seperti yang diperintahkan?"

"Karena itulah anda masih aman sekarang" jawab Je Ha ketus

Yoo Jin langsung tersenyum menatap Je Ha sesaat sebelum dia bertanya, jika Je Ha menembak musuhnya, apakah pelurunya yang membunuh orang itu? ataukah pistolnya? Atau jari yang menarik pelatuk yang membunuh orang itu?... "Kudengar, kau tidak bisa menarik pelatuknya karena PTSD-mu"


Je Ha langsung menatap Ketua Joo dengan kesal, yakin pasti Ketua Joo lah yang membocorkan informasi tentang dirinya itu. Yoo Jin menawarkan diri untuk menarik pelatuk itu untuk Je Ha. Tapi Je Ha menolak, karena dia bertekad untuk melakukannya sendiri.

Yoo Jin mengingatkan Je Ha bahwa sekarang Je Ha sudah terekspos, jadi Je Ha sudah tidak bisa lagi melakukannya seorang diri sama seperti yang terjadi hari ini. Gwang Soo bukanlah seseorang yang mudah dibunuh, dia yakin kalau sekarang Gwang Soo akan semakin meningkatkan penjagaan dengan menambah jumlah pengawal.

"Aku tidak tahu kenapa menarget Park Gwang Soo. Tapi musuhnya musuhmu adalah temanmu, bukan? Biarkan kami membantumu dan menunggu saat yang tepat. Saat waktu itu tiba, JSS akan menjadi pistolmu. Jadilah pelurunya dan aku akan menarik pelatuknya untukmu"

Melihat Je Ha terdiam ragu, Yoo Jin meyakinkannya bahwa mereka adalah teman yang bertemu di saat yang tepat dan situasi yang sempurna.


Bodyguard wanita-nya Anna mengeluh sebal ke Ahjumma karena dulu dia dijanjikan bonus besar dan akan dipromosikan jadi pengawal yoo Jin, tapi nyatanya dia malah merasa terkurung baik di luar negeri dan di sini tanpa benar-benar melakukan apapun selain menjaga Anna. Dia terus mengeluh lantang karena mengira Anna sedang tidur, padahal Anna tidak tidur dan mendengar semua keluhannya.

Ahjumma langsung mengomeli si bodyguard untuk bersih-bersih, siapa tahu Se Joon datang nanti. Tapi si bodyguard yakin kalau Se Joon takkan datang selama mata si nyonya menyeramkan itu masih terbuka lebar. Setetes air mata Anna mengalir mendengar percakapan mereka, menyadari kalau ayahnya bukannya tidak mau datang, dia hanya tidak bisa datang karena Yoo Jin.


Teringat kematian Naniya, Je Ha akhirnya memutuskan datang ke kantor JSS langsung setelah berolahraga dalam keadaan tubuh masih basah kuyup oleh keringat. Semua pegawai melihatnya sambil bisik-bisik heboh, para bodyguard pria keheranan sementara para pegawai wanita tampak kesengsem dengan ketampanannya.


Dia langsung masuk ke klinik dokter untuk melepaskan gips tangannya dan langsung disambut gembira oleh Dokter. Tapi si pria botak yang tertarik pada si dokter, langsung cemburu pada Je Ha. Saking cemburunya, si pria botak langsung memerintahkan Je Ha untuk latihan sekarang juga, sama sekali tak peduli walaupun tangan Je Ha baru sembuh.


Si botak itu ternyata pelatih bela diri. Begitu Je Ha datang ke ruang latihan, dia langsung menantang Je Ha bahkan sebelum Je Ha sempat duduk. Je Ha langsung mendekat padanya dan si botak langsung menggambar-gemborkan tentang dirinya adalah Song Young Choon, penerus Wing Chun yang terkenal itu. Masa Je Ha tidak pernah mendengar tentang dirinya? Je Ha cuma menatapnya dengan bingung, dia malah salah mengira marga si guru adalah Seo.


Guru Song dengan remeh menantang Je Ha untuk menyerangnya... dan langsung menelan ludah ketakutan saat Je Ha menyerangnya secara tiba-tiba tepat di lehernya. hahaha! Guru Song dengan penuh harga diri mengomeli Je Ha untuk menyerangnya dengan cara benar, membungkuk dulu baru mulai.


Je Ha tampak jelas tak sabaran meladeni Guru Song yang sok itu. Guru Song bersiap menyerang Je Ha, Je Ha pun cuma pasang kuda-kuda. Tapi belum apa-apa Guru Song tampaknya sudah ketakutan duluan. Bukannya menyerang Je Ha, ujung-ujungnya dia malah ceramah.

Guru Song mengira Je Ha sudah lengah saat itu dan langsung menjegal kaki Je Ha. Tapi Je Ha jauh lebih gesit darinya dan menjegal kakinya duluan. Murid-murid yang langsung langsung berusaha menahan tawa geli.  Guru Song berusaha lagi, kali dia ingin membanting Je Ha, tapi dia bahkan tidak sanggup mengangkat Je Ha.


Dia terus berusaha menggunakan cara licik dengan pura-pura ceramah untuk membuat Je Ha lengah. Kali ini dia berusaha memiting Je Ha, tapi Je Ha langsung memitingnya duluan. Dan Guru Song menutupi rasa malunya dengan pura-pura memuji kehebatan Je Ha.


Seorang bodyguard datang untuk membawa Je Ha menemui Ketua Joo yang langsung menempatkan Je Ha di tim VIP. Tapi Ketua Tim Seo tak setuju, menurutnya memasukkan Je Ha ke tim VIP itu keputusan yang terlalu cepat, dia bahkan menyatakan bahwa para anggota timnya tidak siap menerima Je Ha. Je Ha menyela mereka untuk pamit mau mandi, tapi sebelum pergidia menatap Ketua Tim Seo hingga membuat Ketua Tim Seo semakin kesal.


Begitu Je Ha keluar, Ketua Tim Seo berusaha memprotes bergabungnya Je Ha dengan mereka. Tapi Ketua Joo langsung menyela dan menghentikan protes Ketua tim Seo yang tak setuju dengan Je Ha hanya karena merasa terancam oleh kehadiran Je Ha.


Saat Je Ha mandi, dia langsung dikonfrontasi oleh para bodyguard lain yang masih dendam padanya. Para bodyguard itu langsung saling kontak mata tapi Je Ha melihat saat seorang bodyguard di belakangnya bersiap menyerangnya dengan handuk. Je Ha bergerak cepat menangkis serangannya, merebut handuk itu untuk menjegal kaki si bodyguard dan menyerang bodyguard yang lain.

Je Ha minta break sebentar untuk melunturkan busa sampo di kepalanya sebelum melanjutkan pertarungannya kembali, mengalahkan mereka semua dengan mudah lalu menyemprot lantai dengan sampo untuk menghalangi mereka dekat-dekat padanya. Seseorang nekat mendekat dan jelas saja dia langsung terpelesat hingga terjatuh dengan sangat keras.


Mereka terus berusaha menyerang Je Ha. Beberapa pria menyerang sekaligus hingga mereka semua terdorong ke kolam. Mereka  bergerombol menyerang Je Ha, tapi Je Ha berhasil menghajar semua pria itu satu demi satu dan menceburkan mereka semua kedalam kolam. Pertarungan itu terekam kamera CCTV, Ketua Tim Seo langsung mendesis sebal sementara Ketua Joo malah ketawa geli.


Saat Je Ha kelar, dia berpapasan dengan Guru Song yang baru mau mandi. Dia hendak memperingatkan Guru Song tentang lantai yang licin, tapi Guru Song langsung menyelanya dengan sebal karena Je Ha salah menyebut namanya Seo dan bukannya Song. Dia sama sekali tidak mendengarkan peringatan Je Ha dan sesaat kemudian Je Ha mendengar teriakan kesakitan Guru Song yang kepleset.


Di sebuah lab, seorang peneliti menemukan sebuah chip yang sudah gosong. Tapi tampaknya dia mata-mata karena dia langsung menyembunyikannya dari peneliti lain.


Ketua Tim Seo akhirnya memperkenalkan Je Ha pada para anggota timnya sebagai anggota tim VIP dan nama alias Je Ha adalah K2. Tak ada satupun yang senang. Ketua Tim Seo langsung mengomeli mereka atas kegagalan mereka melindungi pelanggan VIP mereka dan kalah dengan menyedihkan pada satu orang. Karena itulah demi menjaga agar masalah ini tak terulang kembali, sistem keamanan mereka akan dirombak dengan cara mengubah jam kerja mereka.


Setelah rapat usai, semua bodyguard keluar sambil dengan sengaja menyenggol kursinya Je Ha. Ketua Tim Seo memberitahunya bahwa Je Ha akan ditempatkan dimana dia tidak butuh kerjasama tim. Je Ha tidak peduli. Di luar, bodyguard berkumpul di papan pengumuman untuk membaca jadwal kerja baru mereka. Je Ha datang belakangan dan melihat dirinya mendapat shift malam... seorang diri.

Bersambung ke part 2

10 comments

Aku juga kesengsem sama je ha😍
Lanjut ya kak sinopsisnya!! SemangatπŸ™†

ditunggu ya part 2 nya,ga sabarr

This comment has been removed by the author.

wuihh keren... sebelumnya terimakasih pada author udah mau nulis sinopsis nya πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ part 2 nya ditunggu ya.. udah gak sabar hehe πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

itu tatonya JCW asli gk yaa,,
absnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
scene yoona'nya msh sedikit,, hehee,,

episode 5 nya cepet dpost ya kak...

episode 5 nya cepet dpost ya kak...

episode 5 nya cepet dpost ya kak...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon