Powered by Blogger.


Je Ha keheranan menyadari liftnya bergerak turun dan bukannya naik. Saat lift akhirnya membuka, dia semakin keheranan melihat sebuah lorong aneh di depannya.



Tampak tak ada siapapun di sana, Je Ha menelusuri lorong itu hingga dia tiba di depan sebuah pintu kaca yang dilengkapi dengan mesin pemindai sidak jari dan retina mata. Je Ha menempelkan tangannya lalu mendekatkan matanya di kedua alat itu dan begitu mesin mengenalinya, pintu kaca itu langsung membuka.


Di dalam ruangan itu, dia melihat Yoo Jin sedang rapat bersama Ketua Joo, sekretarisnya dan Presdir Park di sebuah ruangan berdinding kaca. Je Ha pun memutuskan untuk menunggu di sofa.


Rapat itu membahas beberapa orang yang ditampilkan oleh komputer di dinding kaca. Yoo Jin berniat balas dendam pada orang-orang itu dengan membuat berbagai rencana untuk menjatuhkan mereka. Seorang Direktur bernama Go Yoon Young diketahui pernah terlibat dalam skandal video p*rno, dan Yoo Jin langsung memerintahkan mereka untuk menyebarkan video itu ke dunia.

Tapi sedetik kemudian dia berubah pikiran karena punya ide yang lebih licik, dia memerintahkan mereka untuk memperlihatkan video skandal itu pada anak-anaknya Direktur Go dulu sebelum mereka menyebarkannya ke dunia. Mereka semua langsung kaget. Ketua Joo hendak mengajukan keberatannya, cemas dengan reaksi anak-anaknya Direktur Go nanti.

Tapi Yoo Jin dengan dinginnya menyela "Mungkin mereka akan bunuh diri... atau tidak peduli dengan sesuatu seperti ini? Aku memikirkan hal ini dalam pertemuan keluarga di pemakaman. Metode kematian yang mana yang rasanya paling menyakitkan"

Presdir Park dan Ketua Joo langsung terdiam canggung, sementara Sekretarisnya meyakinkan Yoo Jin bahwa mereka akan melaksanakan perintahnya.


Mi Ran menerobos masuk kamar Ahjumma yang sedang sibuk nonton drama. Sambil cekikikan gaje dia memberitahu Ahjumma bahwa Je Ha diundang ke Cloud Nine. Ahjumma keheranan mendengarnya. Mi Ran sangat senang dan bangga memikirkan Je Ha yang sudah mendapat promosi di usianya yang masih muda.


"Sekarang yang harus kulakukan adalah membuat Je Ha jadi milikku" decit Mi Ran kegirangan

Tapi Ahjumma langsung mengingatkan Mi Ran bawha sekarang ini Mi Ran tidak akan punya kesempatan dengan Je Ha. Karena setelah dipromosikan, sudah pasti Je Ha tidak akan kembali ke sini. Mi Ran seketika membeku kecewa.

Karena malam ini tidak ada yang akan mengawasi kamera, Ahjumma memperingatkan Mi Ran untuk tidak berjaga untuk melindungi Anna. Mereka tidak sadar kalau Anna mendengarkan semua percakapan mereka dari lantai atas, dan tampaknya dia punya ide.


Setelah pertemuan itu usai, semua orang keluar kecuali Yoo Jin dan Je Ha disuruh masuk. Je Ha mengomentari ruangan yang pastinya kedap suara itu. Yoo Jin membenarkannya, mereka berada di basement level D, jadi takkan ada yang bisa mendengar apapun yang terjadi di disini, bahkan suara tembakan sekalipun.


"Jadi kau tidak akan bisa mendengar suara tembakan dari luar juga" komentar Je Ha "Wow, kau menghabiskan banyak uangmu untuk ini? Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?"

"Tidak, aku memanggilmu karena aku ingin kau mendengarmu mengatakan sesuatu padaku, tentang dirimu"

"Apa yang ingin kau dengar?"

"Semuanya. Cerita tentang seseorang yang bergegas masuk ke sarang musuh tanpa perintah. Cerita tentang seseorang yang bahkan berpikir membawakan payung untukku dan kisah seseorang yang masih membawa saputangan. Aku ingin tahu"

"Aku juga ingin tahu, kenapa aku menjalani hidup seperti itu?" dengus Je Ha "Jadi apa yang ingin kau dengar sebenarnya?"

Yoo Jin mengaku bahwa dia sudah mendengar ksiah Je Ha di Timur Tengah dari Ketua Joo, dan sekarang dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Je Ha di Irak, agar mereka bisa memulai perburuan mereka terhadap Gwan Soo.

Apa alasan itu cukup bagi Je Ha untuk menceritakan kisah hidupnya? Dia meyakinkan Je Ha bahwa ruangan ini benar-benar kedap suara, tak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mendengar pembicaraan mereka di ruangan ini.


Je Ha tak percaya "Lalu siapa yang mendengarkan percakapan kita dari mikrofon ini?"

"Nona Cermin-ku" jawab Yoo Jin "Dia seperti Cermin Penyihir. Cermin, Cermin, siapakah orang paling cantik di dunia ini? kau tahu dongeng itu, kan?"

Je Ha langsung mendengus tak percaya. Maka Yoo Jin pun membuktikannya. Dia mendekatkan mulutnya ke mikrofon dan mengucap kata kuncinya "Cermin, Cermin, siapakah yang paling cantik di dunia ini?"

"Putri Salju" jawab komputer di kaca dan Je Ha langsung celingukan bingung.


Anna menonton berita di TV yang menanyakan Se Joon sedang blusukan ke pasar dan menyapa orang-orang dengan ramah. Se Joon juga dilaporkan akan mengunjungi gereja katolik di Ayang-dong besok. Anna merenungkan informasi itu.


Yoo Jin memberitahu Je Ha bahwa Cerminnya itu adalah sebuah AI (Artificial Intelligence) seperti yang biasanya banyak digunakan di smartphone jaman sekarang tapi tentu saja cerminnya jauh lebih pintar. Tempat ini bisa dikatakan adalah otaknya JSS.

Di sinilah mereka menyimpan semua rahasia yang ada di dunia ini, juga tempat mereka memproses semua big data di web. Jadi jika dia bertanya maka Cerminnya bertugas menemukan jawaban paling akurat dari semua informasi yang mereka kumpulkan.


"Jadi katakan padaku. Jika kau menjawab maka Cermin akan menjawab semua pertanyaanmu" bujuk Yoo Jin

"Kenapa kau pikir aku memiliki pertanyaan yang tak terjawab?"

"Karena jika tidak, maka kau tidak akan pernah bergabung dengan JSS, bukankah begitu?"

Je Ha langsung mendesah kesal mendengarnya. Yoo Jin langsung tertawa geli melihat ekspresi Je Ha. Dia meyakinkan Je Ha bahwa jika Je Ha berusaha diam-diam menyelinap kemari, maka usahanya hanya akan sia-sia. Dia tidak akan bisa mengakses semua datang di sini tanpa bantuan Cermin, sementara Cermin diprogram sedemikian rupa supaya Cermin patuh pada suaranya Yoo Jin saja.


Di rumah, Anna diam-diam menyelinap keluar dari kamarnya. Di bawah, dia bersembunyi dibalik tembok dan melihat Mi Ran mengambil beberapa makanan dari dapur lalu duduk di depan TV. Anna langsung mengendap-endap ke kamarnya Mi Ran untuk mencari kartu ID-nya Mi Ran. Dia juga mengambil beberapa barang milik Mi Ran seperti earpiece, kacamata hitam, dompet dan sebuah suntikan obat.


Yoo Jin terus mendesak Je Ha untuk menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi pada Je Ha dan apa alasan Je Ha mengejar Park Gwan Soo. Je Ha akhirnya mau duduk dan mulai menceritakan kisahnya di Irak dan tentang Raniya, seorang wanita pengungsi dari Kumar yang ingin dia keluarkan dari medan perang itu.

Park Gwan Soo datang saat itu untuk membahas sesuatu yang sangat rahasia dan Raniya bertugas sebagai penerjemah. Dam demi mencegah kebocoran rahasia itu, Gwan Soo membunuh Raniya.

Flashback,


Je Ha shock saat menemukan Raniya sudah tak bernyawa. Dia hendak menghampiri jasad Raniya dengan linglung saat seorang tentara menghajarnya sampai pingsan. Saat akhirnya dia terbangun tak lama kemudian, dia malah mendapati sebuah pistol ada di tangannya.


Je Ha membuang pistol itu tanpa pikiran macam-macam dan langsung menghampiri jasad Raniya dan menangis pilu meratapi kematiannya. Beberapa polisi muncul tak lama kemudian dan menyeretnya paksa Je Ha dari jasad Raniya.

Flashback end,


Je Ha memberitahu Yoo Jin bahwa dia dikambinghitamkan sebagai pembunuh Raniya dan dipenjara. Tapi dia berhasil kabur setelah satu minggu. Tepat setelah dia melarikan diri, Kwan Soo keluar dari negara itu dan kamp milter Blackstone mengkhianatinya. Karena itulah dia melarikan diri dan bersembunyi diantara pada pengungsi Suriah untuk masuk ke Eropa lewat Turki.

"Itulah alasan kenapa aku harus membunuh Park Gwan Soo"

Yoo Jin mendengarkan semua cerita Je Ha dalam diam sebelum akhirnya berkomentar "Sepertinya kau punya alasan yang cukup bagus"


Puas mendapat jawaban Je Ha, Yoo Jin lalu memerintahkan Cerminnya untuk menjawab pertanyaan Je Ha. Je Ha pun langsung mengajukan pertanyaan tentang apa yang dilakukan Kwan Soo pada tanggal 15 September 2010, dan Cermin langsung memperlihatkan data-data schedule-nya Gwan Soo hari itu. Tapi Cermin tidak punya data tentang aktivitas Gwan Soo di kamp Blackstone di Irak.


Yoo Jin memerintahkan Cermin untuk meningkatkan pencariannya 2 kali lipat dan gunakan lebih banyak sumber. Cermin melakukan perintahnya dan akhirnya mendapati informasi bahwa Gwan Soo terlibat pembicaraan rahasia bersama seseorang hari itu. Je Ha bertanya siapa orang yang bertemu Gwan Soo saat itu. Cermin meminta Je Ha untuk memberinya informasi lokasi kamp pertemuan itu.

Begitu Je Ha memberitahukan lokasinya, Cermin langsung mendapatkan data bahwa Gwan Soo bicara dengan seorang bodyguard Blackstone yang tak diketahui identitasnya, Raniya dan Abdul Omar pemimpin Kumar. Je He semakin berapi-api menanyakan apa alasan pertemuan rahasia itu, tapi Cermin tak punya data tentang itu.

"Kenapa Park Gwan Soo menyuruh tentara Blackstone membunuh Raniya setelah dia pergi?" tanya Je Ha


Cermin mengkaji datanya dan mendapati 68% kemungkinan Raniya dibunuh karena menerjemahkan pembicaraan yang tidak seharusnya dia dengar. Je Ha semakin emosi dan terus mendesak Cermin untuk memberitahunya tentang apa yang didiskusikan Gwan Soo dan Abdul Omar, tapi lagi-lagi Cermin tak mengetahuinya dan tidak bisa pula membuat asumsi secara akurat.

"Percuma terus bertanya jika dia tidak punya informasi tentang itu" ujar Yoo Jin

"Tapi..." Cermin tiba-tiba melanjutkan "Yang bisa kukatakan padamu adalah 2 minggu setelah pertemuan rahasia diantara mereka itu, Abdul Omar melepaskan diri dari kontrol CIA dan membuat tentaranya sendiri"

"Apa mungkin dia memberi senjata?" duga Yoo Jin "Kalau iya, Park Gwan Soo itu benar-benar sesuatu"


Anna menunggu kesempatan dengan bersembunyi dibalik tembok. Mi Ran tiba-tiba sakit perut dan harus buru-buru ke kamar mandi. Anna cepat-cepat bergerak untuk memasukkan isi suntikan obat itu kedalam minumannya Mi Ran.


Beberapa saat kemudian, Anna akhirnya berhasil mencuri seragamnya Mi Ran dan mengendap-endap keluar dengan menyembunyikan rambut panjangnya jadi kelihatan pendek seperti rambutnya Mi Ran. Tapi sesampainya di depan rumah, seorang bodyguard melihatnya dari dalam mobil jaganya. Dia langsung menyalakan lampu mobilnya pada Anna dan menghubunginya via earpiece dan membuat Anna jadi kaget bukan main.

Untunglah dia mebelakangi si bodyguard hingga bodyguard tak tahu kalau dia bukan J4. Anna cepat-cepat menenangkan dirinya dan mempertegas nada suaranya sebelum menjawab panggilan si bodyguard yang bertanya dia mau kemana tengah malam begini. Sambil terus membelakangi si bodyguard, Anna mengklaim dirinya sebagai J4 dan berkata kalau dia mau pergi ke toko. Si bodyguard mempercayainya dan membiarkannya pergi.


Sesampainya di jalan, Anna langsung naik taksi dan berkata pada supir untuk emngantarkannya ke Yeonhui-dong. Setelah yakin aman dan tak ada yang mengikutinya, Anna membuka jendela mobil dan menikmati kebebasannya. Dia agak terganggung dengan kilatan cahaya matahari, tapi dia cepat mengatasinya dengan memakai kacamata hitam.


Yoo Jin melihat Je Ha termenung sedih sebelum dia bertanya dengan nada agak kecewa "Wanita pengungsi bernama Raniya itu... jadi, kau mencintainya, yah?"

"Entahlah. Itu adalah saat terburuk dalam hidupku. Aku tidak tahu apakah aku menganggapnya sebagai cinta ataukan hanya sebagai rasa simpati yang sia-sia"

"Sia-sia?"

"Dia bekerja sebagai penerjemah untuk Blackstone, hanya setelah aku memperkenalkannya pada mereka"


Je Ha lalu beranjak pergi, mau pulang. Tapi Yoo Jin melarangnya, Je Ha sekarang orang dekat jadi sebaiknya Je Ha tinggal di kediaman JSS saja. Je Ha menolak, dia menyukai tempat tinggalnya yang sekarang.

"Saat seseorang di JSS menjadi 'orang dekat', itu artinya aku bertanggung jawab melindungi kesejahteraan orang itu dan keluarganya"

Tapi kalimat itu terdengar lain di telinganya "Bagiku, itu terdengar seperti 'mulai sekarang, kau adalah budakku'"

"Aku tidak pernah mengkhianati siapapun yang tidak pernah mengkhianatinya"

"Tidak ada seorang majikan yang tidak mengkhianati budaknya" Je Ha hendak pergi, tapi kemudian berbalik kembali dan berkata "Tapi ada orang-orang yang tidak mengkhianati teman-teman mereka, iya kan? Teman?"

Oh, mereka jadi teman sekarang? Yoo Jin tersenyum senang.

Bersambung ke part 2

7 comments

di tunggu part 2 nya ya.. semngat..!!" :-)

tetap semangat nulis sinopsisnya.....

Trims utk sinopnya.ditunggu kelanjutannya

Ga sabar nunggu part 2 nya, hwaitting

berharap gak ada love line antara je ha sama yoo jin,,
je ha buat anna aja,,
hehee

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon