Powered by Blogger.


Sinopsis K2 Episode 8 - Part 1

 
Je Ha melihat Anna termenung sedih sementara Ahjumma dan Mi Ran ketiduran menungguinya. Je Ha membangunkan mereka dan menyuruh mereka untuk pulang saja dan mempersiapkan segala kebutuhan Anna di rumah, lagipula Anna sudah bisa pulang sore ini.



Ahjumma ragu dan menyuruh Mi Ran untuk tetap di sini menjaga Anna. Tapi Je Ha meyakinkan ahjumma untuk pulang saja bersama Mi Ran, dia sendiri yang akan menjaga Anna di sini.


Setelah mereka pergi, Je Ha meminta Anna untuk memberitahunya saja jika dia membutuhkan sesuatu sebelum dia pulang ke rumah persembunyian. Tapi Anna terus diam, Je Ha pun memutuskan pergi. Tapi sebelum dia sempat keluar, Anna tiba-tiba menoleh padanya dan bertanya kenapa Je Ha membawa ayahnya kemari?

"Karena aku tidak mau kau mati" jawab Je Ha

"Kenapa kau peduli aku mati atau tidak?"

"Apa kau tahu berapa banyak orang yang cemas setengah mati karenamu?"

Anna langsung mendengus sinis mendengarnya lalu meminta maaf dengan nada sarkastis, maaf karena telah membuat orang-orang jahat seperti mereka cemas. Je Ha mulai kesal mendengarnya, iya mereka memang orang-orang jahat yang telah mengurung Anna dan mengawasinya. Tapi dia akan senang jika Anna mengakui usaha mereka yang berusaha melindunginya.

"Membuatkanku ramen dan memberiku es krim sambil pura-pura jadi seperti ayahku itu kau sebut sebagai perlindungan? Sudahlah, keluar sana!"

"Baiklah. Sepertinya aku sudah membuat janji sia-sia pada ayahmu" gerutu Je Ha sebelum dia keluar meninggalkan Anna.


Ketua Joo dan Kepala JSS menghadap Yoo Jin langsung mendamprat mereka dan kerja mereka yang tidak becus. Ketua Joo menyatakan bahwa dia akan bertanggunbg jawab sepenuhnya dengan cara mengundurkan diri, tapi Yoo Jin tidak mau terima cara tanggung jawab seperti itu.

Kepala JSS melapor bahwa orang-orang yang mencoba membunuh Se Jin menerobos pertahanan mereka dan wanita itu berkata kalau dia akan menuntut Se Joon atas tuduhan pelecehan seksual. Yoo Jin langsung mendengus geli mendengarnya, dia memutuskan untuk membiarkan wanita itu sekarang dan akan mengurusnya setelah wanita bebas nanti. Dia lalu memerintahkan Sekretaris Kim untuk memastikan bodyguard yang berkhianat itu menghilang apapun yang terjadi.


Seorang direktur sedang menonton video Se Joon yang menuntut diadakannya penyelidikan terhadap International Finance Group. Sekretarisnya meyakinkannya untuk tidak cemas, Se Joon cuma akting. Tapi tak berapa lama kemudian, tim jaksa mendatangi kantor mereka dan menunjukkan surat perintah yang menyatakan kalau mereka datang untuk menahannya atas tuduhan melanggar aturan melalui IFG dan melakukan penggelapan uang. Setelah itu mereka juga mendatangi sebuah kantor lain untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan.


Reporter sudah menunggu saat Se Joon datang tak lama kemudian untuk menjalani investigasi. Mereka langsung ribut bertanya apakah Se Joon yakin akan bisa lolos dari investigasi ini. Se Joon hanya menjawab mereka dengan sapaan sopan dan ramah.


Tim jaksa lainnya tiba di rumah Yoo Jin tak lama kemudian. Mereka disambut oleh Yoo Jin yang sudah menyiapkan segala macam hal yang mereka perlukan untuk penyelidikan. Selain itu, dia juga sudah menyiapkan makanan untuk mereka semua.



Sementara yang lain makan, Yoo Jin membawa jaksa ke ruang belajarnya dan meminta jaksa untuk menyelidiki IFG secara ketat dan menyeluruh bahkan sekalipun dia menyadari bahwa di sana ada kerabatnya.


Mertua Sung Won dan besannya membicarakan masalah ini dengan cemas, tentu saja mereka tahu ini cara Yoo Jin untuk mencekik mereka seperti yang pernah Yoo Jin lakukan pada pamannya. Tapi Mertua Sung Won meyakinkannya kalau Yoo Jin tidak akan bisa melakukan hal yang sama pada mereka.

Jika Yoo Jin sampai menyentuh mereka maka itu sama artinya Yoo Jin menyerah akan pemilu. Saat ini mereka masih aman, tapi mereka harus menemukan sekutu tetap sebelum Yoo Jin memasuki Blue House.


Gwan Soo mendengar berita tentang korupsi IFG ini saat dia sedang cukuran di barber langganannya. Anak buahnya melapor dengan cemas karena orang-orang IFG adalah sponsor mereka, sudah pasti investigasi ini dilakukan atas perintah seseorang. Masalah ini juga membuat parlemen yang berada di pihak mereka jadi terguncang.

Gwan Soo sampai heran, apakah mereka memang sesial ini. Anak buahnya merasa ini hanya karena rival mereka itu punya orang istimewa di pihak mereka, orang yang pernah menarget Gwan Soo di pintu putar waktu itu.


Parahnya lagi, Gwan Soo sekarang mulai diacuhkan oleh menteri kenalannya yang membuat-buat alasan untuk menolak permintaannya. Anak buahnya malah melapor bahwa menurut polisi akan sulit mendakwa Se Joon. Kesal, Gwan Soo memutuskan untuk memakai kartu andalannya sekarang.


Beberapa netizen sedang berchatting ria membicarakan lokasi keberadaan Anna yang mereka sebut Malaikat Barcellona-nya si designer Spanyol itu. Ada yang yakin bahwa Anna ada di daerah Seochodong, ada yang bilang pernah melihatnya di Busan, ada pula yang mengklaim pernah melihat Anna di Naegok-dong.


Yoo Jin sedang merenung saat Sekretarisnya datang menyerahkan tablet yang memperlihatkan penampakan foto Anna yang sekarang sudah terekspos ke publik. Yoo Jin langsung panik. Sekretaris Kim memberitahu kalau Anna sekarang kembali ke rumah persembunyian, jadi apa yang harus mereka lakukan sekarang?

"Saya rasa sekarang sudah saatnya anda membuat keputusan, nyonya" ujar Sekretaris Kim


Dalam perjalanan pulang, Anna terus memperhatikan Je Ha sembari mengingat ucapan Je Ha tadi, bahwa mereka adalah orang-orang yang berusaha melindunginya. Ucapan Je Ha itu membuat Anna teringat betapa cemasnya Je Ha saat Je Ha berusaha menyelamatkan nyawanya.

Anna tampaknya mulai merasa bersalah sekarang. Dia mencoba bertanya penasaran tentang janji yang Je Ha buat dengan ayahnya. Awalnya dia menggunakan suara pelan, tapi saat Je Ha diam, dia langsung menuntut sekali lagi dengan meninggikan nada suaranya sampai Je Ha protes, dia tidak tuli jadi sebaiknya Anna duduk yang benar.


"Ayahmu memintaku untuk melindungimu dan aku berjanji padanya bahwa aku akan melakukannya"

"Oh, cuma itu"

"Pokoknya aku sudah berjanji jadi aku akan melindungimu mulai sekarang. Akan kupastikan tidak akan ada seorangpun yang bisa menyentuhmu lagi. Bahkan sekalipun orang itu mungkin Choi Yoo Jin"

"Tidak ada yang memintamu melakukan itu"

"Iya benar. Walaupun ayahmu membuat permintaan itu padaku, tapi sekarang kau sudah dewasa. Kalau kau tidak mau maka aku akan berhenti menjaga. Kalau kau tidak mau aku melindungimu maka beritahu aku secepatnya, mengerti?... Mengerti, tidak?"

"Oke"


Setelah beberapa lama saling berdiam diri, Anna mengucap terima kasih karena Je Ha mau mendengarkan permintaan ayahnya, juga karena Je Ha telah membawakan ayahnya padanya yang pada akhirnya membantunya mengkonfirmasi bahwa ayahnya memang mencampakkannya dan ibunya.

"Berhentilah merengek!" tegur Je Ha "Ayahmu tidak mencampakkanmu"

Anna tidak terima, ayahnya memang sudah mencampakkannya dan ibunya. Buktinya, ayahnya tidak pernah muncul saat ibunya meninggal dunia dan saat dia dibuang ke Spanyol. Je Ha langsung menyela dengan kesal, iya memang ayahnya Anna itu politisi yang buruk. Tapi jika dia memang benar-benar membuat Anna, maka Anna tidak akan hidup sekarang. Karena itulah sebaiknya Anna mulai mendewasakan dirinya sekarang jika dia ingin bertahan dan menghadapi musuh seperti Choi Yoo Jin.


Beberapa reporter sedang memperhatikan foto Anna yang mereka kenal sebagai malaikatnya si designer. Reporter pertama menduga dia orang Korea, tapi reporter kedua merasa kalau spekulasi ini tidak cukup baik untuk jadikan artikel. Si reporter pertama setuju. Tapi hmm... si reporter kedua sepertinya agak mencurigakan.

Beberapa saat kemudian, si reporter pertama malah mendapati si reporter kedua sudah mencuri kesempatannya dan memposting berita itu duluan. Jelas si reporter pertama kesal dan reporter kedua langsung melarikan diri.


Salah satu netizen yang bekerja di sebuah resto, tak sengaja melihat Anna yang lewat di dekat restorannya. Dia langsung cepat-cepat pergi membuntuti Anna hingga sampai ke rumah persembunyian Anna. Dia langsung memotret Anna tapi suara jepret kameranya terdengar oleh mereka.


Je Ha cepat-cepat memasukkan Anna kembali ke mobil dan menangkap pria itu. Pria itu meminta maaf dan memperlihatkan postingan foto Anna yang beredar di internet. Setelah membiarkan pria itu pergi, Je Ha tampak berpikir dan teringat akan ucapan Ketua Joo dan Guru Song tentang nasib Anna yang katanya lebih baik dibiarkan mati daripada mengekspos keberadaan Anna pada dunia.


Tak ingin membuat Anna cemas, Je Ha memutuskan tak mengatakan apapun dan berusaha mengalihkan perhatian Anna dengan mengajarinya permainan Eoreum-Ding, kalau dia bilang Eoreum maka Anna harus diam kalau dia Ding maka Anna boleh gerak. Anna jelas bingung, sama sekali tidak tahu menahu tentang permainan ini, tapi dia berusaha mengikutinya.


Melihat Anna menurut, Je Ha lalu menyuruh Anna duduk, dan Anna lagi-lagi menurutinya. Je Ha langsung tersenyum geli lalu mengelus kepalanya dan memujinya seperti sedang memuji hewan peliharaan. wkwkwk! Dasar Je Ha! Jelas Anna langsung mengejarnya sambil protes, tapi Je Ha terus menggunakan permainan Eoreum-Ding itu untuk menghentikan Anna dan Anna selalu menurut dengan lugunya.


Atas permintaan Je Ha, Guru Song akhirnya menelepon pihak reporter dari telepon umum dan mengklaim kalau dia mengenal Malaikat Barcellona itu. Si reporter tak percaya, Guru Song jadi emosi hingga dia langsung nyerocos sejujur-jujurnya tentang identitas Anna. Tapi si reporter tetap tak mempercayainya.


Si pelayan resto memposting foto Anna yang dia dapat di rumah persembunyian di Naegok-dong. Postingan itu dengan cepat jadi bahan hot topic dikalangan netizen. Si pelayan itu bahkan memberitahukan alamat rumah persembunyian Anna itu.

 

Ah, dalam flashback, ternyata itu memang perintah dari Je Ha. Dia bahkan berjanji akan membiarkannya foto dengan Anna jika dia berhasil membuat banyak orang datang ke rumah ini.


Sekretaris Kim buru-buru datang untuk memperlihatkan postingan foto Anna yang terbaru itu. Yoo Jin jadi semakin panik dan dengan histeris menyuruh Sekretaris Kim untuk memindahkan Anna sekarang juga. Tapi Sekretaris Kim merasa itu akan sulit dilakukan sekarang karena netizen dan para reporter sudah berkumpul di rumah itu.


Dari jendela, Je Ha melihat puluhan orang sudah berkumpul di depan rumah lalu memberitahukan sesuatu pada Ahjumma, Mi Ran dan Anna.


Pada saat yang bersamaan Yoo Jin dalam perjalanan keluar sambil menelepon Kepala JSS yang sekarang juga sedang dalam perjalanan ke sana. Dia meyakinkan Yoo Jin bahwa dia akan membuat orang-orang itu menutup mulut mereka lebih dulu. Tapi, terlebih dulu dia ingin minta izin Yoo Jin untuk melakukan sesuatu.

Apa itu? tanya Yoo Jin. Kepala JSS berkata bahwa dia akan memutuskan sendiri apa yang akan dia lakukan setelah melihat situasi di sana. Tapi jika Anna terekspos ke publik, bukankah akan lebih baik menyelesaikan situasinya dulu dan baru melapor ke Yoo Jin kemudian.

"Apa kau bercanda!" jerit Yoo Jin "Lebih gampang membunuh dan membuang mayat daripada membuangkam seseorang!"

"Baiklah, saya mengerti. Tapi saya rasa Parlemen Jang tidak akan berpikiran sama"


Mendengar itu, Yoo Jin langsung menyuruh Sekretaris Kim untuk menghubungi Kapten Tim Ofensif sebelum kembali bicara dengan Kepala JSS dan menyindirnya, apa Kepala JSS sekarang sedang berusaha membuat kesepakatan dengannya? Kepala JSS menyangkal dan beralasan bahwa dia hanya ragu untuk menyentuh putri calon presiden mereka.

Tepat saat itu juga pria di sebelahnya mendapat telepon dari Sekretaris Kim lalu mengeluarkan sebuah pistol. Kepala JSS langsung terdiam takut, Yoo Jin dengan santainya mengklaim bahwa orang yang seharusnya dia takuti saat ini adalah dirinya. Seketika itu pula sikap Kepala JSS berubah drastis dan mulai menurut pada Yoo Jin.

Bersambung ke part 2

6 comments

Terima kasih..ditunggu part 2 nya.

semangat yaa.. di tggu part 2 nya mbk. :-)

Wah sdah ada part 8...gamsahapnida eonni...cayo...

Makin seru... ditunggu kelanjutannya... fighting­čĺ¬

Wah sdah ada part 8...gamsahapnida eonni...cayo...

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon