Powered by Blogger.


So dan Wook saling mengcengkeram kerah baju masing-masing. Saat So mengingat Wook bahwa Hae Soo sekarang bukan urusan Wook lagi, dia memperhatikan Wook memakai baju zirah didalam jubah pangerannya.



Baek Ah melihat perubahan dalam tatapan mata Woo Hee pada Raja dan tiba-tiba saja Woo Hee berlari mengarahkan pedangnya ke arah Raja. Tepat saat itu juga, Raja hendak bangkit. Tapi tenaganya sangat lemah dan akhirnya pingsan... tepat saat Baek Ah menghalangi Woo Hee dan pedang itu akhirnya menusuk Baek Ah.

Woo Hee shock, tapi kebanyakan orang tak begitu memperhatikannya karena ribut menghampiri Raja yang pingsan. Woo Hee menjatuhkan pedangnya, Baek Ah langsung menendang pedang itu menjauh dan menyuruh Woo Hee melarikan diri sekarang juga.

Woo Hee ragu dan tak tega meninggalkannya tapi Baek Ah mendorongnya. Woo hee akhirnya pergi meninggalkan Baek Ah yang berusaha keras menahan sakitnya. Ji Mong menatap ke langit dan melihat bintang Raja berkedip hendak meredup.


Yo dan Won langsung panik dengan kekacauan rencana mereka ini. Yo cepat menyuruh Won untuk mencari Wook sekarang juga.


Raja sudah sadar tapi dia sangat lemah dan hanya ditemani Ji Mong dan Jenderal Park. Dengan lemah Raja bertanya-tanya, seperti inikah kepergiannya nanti. Jenderal Park berusaha menyemangatinya untuk tidak berpikir seperti itu. Tapi Raja menyadari waktunya sudah hampir tiba. Sembari menerawangkan matanya ke langit-langit kamar, Raja berpikir apa yang dia lakukan selama hidupnya yang singkat dan cepat ini?



"Yang Mulia mendirikan sebuah kerajaan"

"Kerajaan? Apakah Goryeo akan bertahan selamanya? Apakah aku membuat keputusan yang tepat dengan memilih putra Mahkota Moo?"

Ji Mong hanya diam, tapi Jenderal Park meyakinkan Raja bahwa dia membuat keputusan yang tepat dan ia yakin Putra Mahkota pasti akan naik tahta. Raja senang memiliki kedua pria itu sebagai teman baiknya dan meminta mereka untuk selalu mengawasi Putra Mahkota dan Pangeran ke-4 juga. Jenderal Park menangis mendengar pesan Raja tersebut.


Hae Soo tengah meracik teh saat dia teringat pada lamaran So, tapi dia cepat-cepat melupakan kenangan itu.


Yo, Won dan Wook berjalan bersama ke Istana Cheondeokjeon. Yo memberitahu kedua adiknya bahwa Putra Mahkota tidak boleh mengetahui masalah ini. Wook melapor bahwa jalan keluar masuk Songak sudah diblokir. Mereka bertekad untuk berada di samping Raja saat ajal menjemput Raja untuk mencuri wasiat terakhir Raja dan mendapatkan kemenangan mereka.

Tapi tiba-tiba puluhan prajurit bermunculan menghalangi jalan mereka. Jenderal Park maju menghadapi para pangeran itu dan memerintahkan mereka semua pergi, Yang Mulai akan memberikan titahnya nanti.


Yo tentu saja menolak, dengan alasan kalau mereka harus melindungi Raja agar wasiat terakhir Raja tidak akan berubah.

"Bukankah kalian yang ingin mengubah wasiat terakhir Raja?" sindir Jenderal Park "Jika kalian tidak mau dicurigai melakukan itu, silahkan tinggalkan istana ini. Siapapun yang berani melangkah kedalam Chendeokjeon tanpa izin Paduka Raja, dia akan dibunuh sebagai kriminal yang melakukan pemberontakan. Jadi lebih baik jika Yang Mulia Pangeran semua pergi sekarang juga"


Yo akhirnya pergi dan yang lain mengikuti. Ji Mong juga menghadang Ratu Yoo dan Ratu Hwangbo yang ingin masuk melihat Raja. Bahkan saat Ratu Yoo mengancam, Ji Mong langsung memerintahkan para prajurit untuk memagari pintu kamar Raja. Ratu Yoo langsung bisa menduga maksud tindakan Ji Mong ini, dia sengaja mengulur waktu sampai Putra Mahkota Moo datang.


Hae Soo tengah menyeduh teh saat Raja terbangun. Dengan lemah beliau mengomentari aroma tehnya Hae Soo yang benar-benar mirip aroma tehnya Dayang Oh. Raja merasa dirinya akan mati sebentar lagi dan meminta Hae Soo untuk membawakan Putra Mahkota kepadanya sebelum terlambat.


Harus Hae Soo yang melakukannya. Tapi Raja memperingatkan Hae Soo bahwa begitu dia keluar dari istana ini, akan banyak orang yang menghentikannya. Jika ada orang yang menanyakan kondisinya maka Hae Soo bilang saja kalau dia minta tambah teh. Tapi jika ada yang bertanya apakah dia sudah mati, maka Hae Soo harus berhati-hati terhadap orang itu, karena orang itu hanya menginginkan tahtanya.

Raja memperingatkan Hae Soo untuk tidak mempercayai siapapun "Nasib Goryeo ada di pundakmu. Mungkin itulah alasanmu ada di sini"

Hae Soo pun keluar dengan langkah terpincang-pindang. Dia melihat puluhan prajurit menjaga istana tapi jenderal Park membiarkannya pergi.


So bergegas keluar dari Songak. Tapi di tengah jalan, dia dihadang sekumpulan pengawal dan Yeon Hwa muncul tak lama kemudian. So langsung tahu kalau ini pasti ulah Wook, dia sudah mencurigai Wook sejak dia melihat baju zirah yang Wook pakai kemarin. Apa Wook berencana membunuh Raja dalam acara semalam?


Di tengah jalan, Hae Soo mendengar Wook memanggilnya dan langsung bertanya curiga kenapa Hae Soo buru-buru sekali. Hae Soo melakukan perintah Raja dengan memberitahu Wook bahwa Raja minta tambah teh, karena itulah dia mau pergi ke Damiwon.

Wook sepertinya mempercayainya dan mengalihkan topik menyinggung masalah lamaran So. Dia tidak menyangka kalau Hae Soo dan So punya hubungan seperti itu. Hae Soo hendak menyangkal, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk diam dan pamit dengan alasan harus melaksanakan perintah Raja.


Sesaat dia tampak ragu. Tampaknya Hae Soo hendak memberitahu Wook tentang kondisi Raja. Tapi tepat sebelum dia sempat mengatakan apapun, Wook tiba-tiba bertanya "Apakah Raja sudah meninggal dunia?"

Hae Soo seketika tercengang, peringatan Raja langsung terngiang di benaknya bahwa dia harus berhati-hati pada orang yang bertanya apakah Raja sudah mati karena orang itu hanya menginginkan tahta. So mengalihkan tatapannya dari Wook dengan kecewa dan bertanya "Yang Mulia, apakah anda... ingin menjadi Raja?"


Yeon Hwa mengklaim kalau kejadian semalam tidak penting. Sekarang Raja pingsan dan yang terpenting sekarang adalah siapa yang akan naik tahta selanjutnya.

"Penerus Raja adalah Putra Mahkota Moo. Itu adalah wasiat Raja"

"Bagaimana denganmu? Apa kau ingin menjadi Raja?"

Secara bersamaan di tempat yang berbeda, baik Wook dan So sama-sama terdiam mendengar pertanyaan sama yang dilontarkan pada mereka itu sebelum akhirnya keduanya saling menjawab.


So mendengus sebelum dia menjawab "Memangnya menjadi Raja itu sesuatu yang bisa didapat dengan mudah hanya karena kau menginginkannya?"

Yeon Hwa mengklaim kalau So bisa menjadi Raja dengan bantuannya dan klan Hwangbo. So terdiam memikirkan penawaran itu sebelum kemudian bertanya, memang apa yang bisa dilakukan jika dia menjadi Raja. Yeon Hwa berkata bahwa seluruh dunia bisa menjadi milik So jika dia menjadi Raja, So bisa memiliki segalanya.

"Lalu bisakah aku memiliki hati seseorang juga? Jika aku menjadi Raja, akankah hati seseorang yang kuinginkan menjadi milikku? Jika bisa begitu maka aku akan melakukannya. Aku... akan menjadi Raja"


Wook mengaku jujur kalau dia memang ingin menjadi Raja. Saat dia kehilangan So, dia tidak bisa melakukan apapun karena kekuasaannya sangat terbatas. Sejak saat itulah dia menyadari bahwa untuk melindungi semua orang yang dicintainya di istana ini maka dia harus menjadi orang yang paling berkuasa.

"Kau bertanya apakah aku ingin menjadi Raja?... Aku akan menjadi menjadi Raja" tegas Wook.


Kedua ratu akhirnya diperbolehkan masuk ke kamar Raja. Tapi Raja sudah terlalu lemah hingga ia teringat pada wanita yang paling dicintainya, Dayang Oh.

"Soo Yeon-ah" gumam Raja lemah. Dan itulah kata-kata terakhir Raja sebelum akhirnya beliau menutup mata untuk yang terakhir kalinya.

Ratu Yoo tampak sangat terpukul hingga dia menolak mempercayai kematian Raja. Air matanya berlinang saat dia memukuli dada Raja dan memerintahkan Raja untuk membuka mata "Kau tidak boleh meninggalkanku seperti ini! Kembalilah! Kau tidak boleh pergi seperti ini! Kau tidak boleh membuangku seperti ini! Buka matamu! Kembalilah! Kembalilah!"


Wook menegaskan bahwa dia akan menjadi seorang raja demi Hae Soo, dan sekarang rencananya itu sudah dimulai. Besok dia akan menyerang Chendeokjeon bersama Yo. Hae Soo tak percaya mendengarnya dan berusaha melarang Wook melakukannya, jika Wook melakukan itu maka itu artinya dia melakukan pengkhianatan.

Tapi Wook tetap bersikeras dan meyakinkan Hae Soo bahwa Putra Mahkota tidak akan bisa kembali dan mereka akan memperebutkan singgasana yang kosong. Karena itulah dia meminta Hae Soo untuk tidak memberitahu siapapun tentang rencananya ini. Hae Soo hanya perlu bersembunyi dan menunggunya.

"Kutanya sekali lagi, apakah Raja sudah mati?"

Terlalu shock mendengar semua ucapan Wook, Hae Soo dengan linglung menjawab kalau Raja minta tambah teh lalu pamit pergi.


Tapi Wook bisa menebak misi Hae Soo yang sebenarnya dan memberitahu Hae Soo bahwa Putra Mahkota berada di Shahyeon saat ini., tapi Hae Soo tidak akan bisa membawa Putra Mahkota ke istana seorang diri. Hae Soo mengacuhkan peringatannya dan bergegas pergi.


Yeon Hwa mendengus sinis mendengar ucapan So, dia ingin menjadi Raja hanya untuk memenangkan hati seseorang? Dia mengingatkan So bahwa tahta Raja bukan sesuatu untuk diremehkan dengan hal-hal semacam itu. Tapi So dengan entengnya mengklaim bahwa baginya tahta hanyalah seperti itu.

So mengancam Yeon Hwa untuk membuka jalan atau dia akan menganggap Yeon Hwa melakukan pengkhianatan. Tapi Yeon Hwa mengklaim kalau dia hanya melakukan tugas menghalangi siapapun bepergian keluar dari ibu kota demi mencegah pemberontakan selama Raja sakit. Dia tidak bisa membiarkan siapapun pergi tanpa mengetahui siapa yang akan dia bawa kembali. Jadi sebaiknya So kembali saja.


Di tempat lain, Baek Ah bertemu dengan Woo Hee yang masih kesal karena Baek Ah merusak rencananya. Baek Ah tidak menyangka kalau Woo Hee menyamar menjadi giaseng selama ini hanya untuk membunuh Raja. Kenapa sebenarnya Woo Hee melakukan itu? Dendam apa yang Woo Hee miliki pada Raja hingga dia melakukan itu?

"Ayahmu... membunuh keluargaku. Semuanya. Hanya aku yang tersisa"

"Karena itukah kau punya bekas luka di pergelangan tanganmu? Karena ayahku? Maafkan aku. Aku akan memohon maaf padamu atas namanya"

Baek Ah menarik Woo Hee kedalam pelukannya. Air mata Woo Hee berlinang, dia berusaha memberontak dari pelukan Baek Ah tapi Baek Ah memeluknya makin erat dan meminta maaf karena dirinya menjadi anak pembunuh keluarga Woo Hee.


Belum ada kabar apapun dari Cheondeokjeon, apalagi kedua ratu masih disekap di sana untuk mencegah bocornya informasi. Yo menduga kalau Raja pasti sudah mati sekarang atau paling tidak sudah hampir mati. Berbeda dari kakaknya, Jung sangat yakin kalau Raja pasti sudah lebih sehat sekarang setelah meminum teh dari Damiwon.

Kabar itu langsung menarik perhatian Yo, dari mana Jung tahu kalau Raja minum teh dari Damiwon? Siapa yang menyajikan tehnya? Jung mangku kalau mendengar kabar bahwa selera makan Raja sudha kembali setelah minum teh yang disajikan Hae Soo. Menyadari hanya Hae Soo yang paling mengetahui kondisi Raja, Yo langsung memerintahkan mereka untuk menemukan Hae Soo sekarang juga dan mencegah Hae Soo memberitahukan kondisi Raja pada Putra Mahkota.


Hae Soo mencari Putra Mahkota di menaranya Ji Mong tapi tak ada siapapun di sana. Hae Soo berlari ke tempat lain. Tapi di tengah jalan, dia melihat Won sedang mencarinya. Hae Soo cepat-cepat bersembunyi di balik tiang. Tiba-tiba So menariknya ke balik tembok.


Hae Soo memutuskan mempercayai So dan memberitahu kalau Raja sudah mangkat. Tadi sebelum dia pergi, Raja sudah sangat sekarat jadi sekarang beliau pasti sudah meninggal dunia. Dia memberitahu So tentang perintah Raja yang menginginkannya untuk mencari Putra Mahkota sebelum semua orang tahu tentang kematiannya. So termenung shock mendengar kabar itu. Tapi bukan cuma kabar itu saja yang dimiliki Hae Soo, dia juga memberitahu So tentang rencana Yo yang berencana menyerang Chendeokjeon besok.

So bertanya dari mana Hae Soo mengetahui hal itu. Tapi Hae Soo memutuskan untuk melindungi Wook dan menolak memberitahukan siapa sumbernya. So memberitahunya kalau Putra Mahkota sekarang sedang berada di Hubaekje, tapi semua jalan tertutup. Jadi untuk menjemputnya, mereka harus mencari jalan keluar lain.

"Hubaekje? Aku tahu seseorang yang mungkin tahu jalan menuju kesana"


Baek Ah mengejar Woo Hee. Dia meyakinkan Woo Hee bahwa gara-gara Raja pingsan jadi tidak ada orang yang mengenali Woo Hee. Karena itulah dia berusaha meminta Woo Hee untuk bersamanya dan melupakan semua dendamnya. Tapi sebelum Woo Hee sempat mengatakan apapun, Hae Soo dan So datang.

Hae Soo memberitahu mereka kalau mereka harus ke Hubaekje untuk menjemput Putra Mahkota dan karenanya mereka membutuhkan Woo Hee sebagai penunjuk jalan. Baek Ah langsung melindungi Woo Hee dibalik punggungnya. So jadi meragukan Woo Hee, tapi Hae Soo mengklaim Woo Hee sebagai temannya dan meyakinkan So bahwa Woo Hee bisa dipercaya. Baek Ah juga langsung mendukungnya


So akhirnya memberitahu Baek Ah tentang dugaan mereka bahwa Raja mungkin sudah meninggal dunia. Woo Hee hampir terjatuh saking shocknya, untunglah Baek Ah sigap menangkapnya. So juga memberitahu rencana penyerangan yang akan dilakukan Yo besok. Dan walaupun Hae Soo berusaha menutupi Wook, tapi So bisa menduga kalau Wook juga terlibat dalam penyerangan itu.

So memerintahkan Baek Ah pergi menjemput Putra Mahkota sementara dia akan tetap di sini untuk menghentikan penyerangan itu. Pulih dari shock-nya, Woo Hee memberitahu mereka bahwa ada jalan rahasia keluar masuk Songak dan hanya dia yang tahu jalan itu.


Wook dan Yeon Hwa mendiskusikan masalah kondisi Raja. Karena tidak ada kepastian tentang kondisi Raja, Yeon Hwa menilai ini adalah kesempatan yang baik untuk menyerang Cheondeokjeon dan mengeluarkan ibu mereka dari sana dan mengumumkan bahwa Raja menunjuk Wook sebagai penerusnya.

"Kau tak punya rasa takut. Kau ingin mengubah wasiat terakhir Raja?" dengus Wook menyindir adiknya

"Kita tidak boleh kehilangan segalanya karena berpikir terlalu lama"

"Aku sudah bilang kan. Aku tidak mau menjadi Raja sementara orang-orang memanggilku pengkhianat. Aku tidak mau siapapun menusuk kelemahanku. Aku tidak mau ada cela"


Yeon Hwa jadi bingung apa sebenarnya niat Wook yang sebenarnya. Kemarin dia memakai baju zirah saat dia masuk istana, dia menghira Wook berada di pihak yang sama dengan Yo, tapi Wook tidak mau membunuh Putra Mahkota. Wook mengklaim kalau dia hanya berpikir siapa yang paling menguntungkan untuk diserang duluan: Putra Mahkota atau Pangeran ke-3... atau... (So?).

Intinya Wook tidak mau membuat kesalahan apapun dalam mendapatkan tahta. Mendengar itu, Yeon Hwa langsung berkomentar bahwa Wook sekarang tampak benar-benar menginginkan tahta. Dan dia senang melihat Wook seperti ini. Tapi Wook mengaku bahwa saat ini yang paling dicemaskannya adalah pengkhianatan seseorang (Hae Soo).

Bersambung ke part 2

9 comments

Pengkhianatan Hae Soo???
Mungkin Wook nggak ngaca kali πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜πŸ˜

makin seru konfliknya dunk dikit2 hati hae soo luluh juga kan sama so yah gmna gg luluh coba so mah serius dan gak pernah mengabaikan hae soo pertumpahan darah di mulai pembunuhan saudara merebut kan tahta di mulai

bilang orang pengkhianat, dirinya (wook) aja gak tau kayak mana.belum lagi mau bunuh raja jadi anak durhakalah nanti.

Cmiiw yg beda dr versi internasional: adanya scene jung membantu soo di dapur mengambilkan sesuatu di rak sesaat sblm dia pergi ke kamar raja. Itulah mengapa jung bs tau soo sempat pergi ke kamar raja. Tp di versi internasional, ga diliatin soo yg nyari so di menara. Tiba tiba diliatin so yg narik soo dan nanyain alasan knp soo nyariin dia. Cr: breathlesssurvival recap.
pertanyaan soo ke wook dan yeon hwa ke so itu menggambarkan pandangan mereka ttg tahta. So precious krn kita jd bs ngeliat gimana pemikiran mereka. Mungkin wook bilang dg tahta dia bs melindungi soo, tp so tdk menganggap dg tahta dia bs mengambil hati soo. Heran aja sih, tahta ga cuma ngasih kekuasaan seperti yg dibilang wook,tp jg ngasih tanggung jawab dan membeli kebebasan di luar istana seperti yg dirasain so. Jadi kenapa mereka mau naik tahta kalo dengan bersama orang yg disayangi aja lbh bikin bahagia? kayaknya baru so sama baek ah yg nyadar dan hehe just my thought
However this is a drama right?lol

Masih bingung dg so yg bakal jd raja kejam dan so yg skrg . . . Aq sll mikirin ttg hal itu. . . Apa dya punya alesan ya jd raja yg kejam d kmudian hari? Tp krna apa?

di tunggu part 2 ya.. semngat.. !"

whaaa,, akhirnya pertemuan bias2,, SoSoo ama BaekHee😍😍😍
suka sama mereka berempat ketemu,, gomawo mb ima,,

Hahaha
Yeah.. its a drama..
Tapi tapi tapiii... kan
Gkgk
Yupz yg scene jung ambilin barang di rak ko ga ada.. trus doi jg said klo ga mau anggep soo kakak lg dia jg pria dewasa skrg..
Keknya jung jg suka ame soo nih

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon