Powered by Blogger.


So mendapati Hae Soo tengah menatap singgasana Raja yang kosong. Kenapa? Apa Hae Soo ingin menduduki kursi itu? Sapa So. Hae Soo menyangkal, dia justru membenci kursi itu. Karena hanya demi mempertahankan kursi itu, Raja harus mengeksekusi Dayang Oh.



"Dan Yang Mulia juga... harus melawan saudara-saudaramu. Itu kursi yang mengerikan. Saat kau melawan mereka besok, kau tidak akan menyakiti mereka, bukan?"

"Apa kau mengkhawatirkan Wook? Kurasa kau masih menganggapnya sebagai kerabat. Lalu kenapa kau memohon padaku? Kau bisa menyaksikannya sendiri nanti"

Hae Soo mengaku bahwa Wook bilang semua ini demi dirinya. Wook merasa tak berdaya saat dia diusir dari istana, karena itulah dia menginginkan kekuasaan. So sangat mengerti perasaan seperti itu. Hae Soo mengaku bahwa dia memihak Putra Mahkota karena Raja menyuruhnya untuk menjalani hidup secara rasional dan dengan tujuan. Tapi dia tidak mau melihat Wook terluka, dia akan terluka seumur hidup jika Wook terluka.


"Aku mengerti. Aku tidak bisa menjamin apapun, tapi aku akan berusaha. Aku juga tidak mau Wook mati" janji So

Tapi kemudian dia bertanya-tanya apakah Hae Soo tidak mengkhawatirkannya juga, dia kan juga bisa terluka. Dalam hatinya, Hae Soo berkata bahwa So adalah Raja Gwangjong jadi dia tahu hidup So masih akan panjang. Tapi kemudian dia menjawab secara lantang bahwa So akan baik-baik saja, dia yakin itu. So tersenyum senang mendengarnya.


Ratu Hwangbo berusaha memakaikan kain kafan raja pada jenazah Raja, tapi Ratu Yoo langsung mengusirnya bahkan melarang Ratu Hwangbo mendekati Raja. Kedua ratu bergulat karenanya tepat saat So masuk untuk memberikan penghormatan terakhirnya. Ratu Yoo tak suka melihat kedatangan So dan lebih menginginkan kedua putra yang paling disayanginya ada di sini.


So mengacuhkannya dan langsung mendekat untuk berlutut pada ayahnya. Ji Mong memberitahunya tentang kata-kata terakhir Raja adalah bahwa hidup itu pendek dan cepat berlalu. So gemetar melihat jasad ayahnya yang membuatnya teringat masa lalu, 2 tahun yang lalu.

Flashback,


Ji Mong datang ke Shinju untuk memberikan untuk memberikan hadiah topeng dari Raja. Setiap tahun Raja memang menghadiahkan topeng baru untuk So. Tepat saat dia tengah mencoba topeng barunya, dia melihat Raja sedang melihatnya dari kejauhan. Walaupun Raja cuma melihatnya sebentar tapi wajah So tampak begitu bahagia melihat ayahnya.

Flashback end,


So bangkit dengan mata berkaca-kaca lalu memakaikan kain kafan itu pada jenazah ayahnya. Air matanya masih mengalir saat dia memerintahkan Ji Mong untuk mengecek berapa banyak prajurit dan senjata yang mereka miliki di Chendeokjeon bersama Jenderal Park, karena besok pagi Yo dan So akan memulai pemberontakan. Raja ingin menyerahkan tahtanya pada Putra Mahkota Moo jadi mereka harus mewujudkan keinginan Raja itu.


Kedua ratu kaget. Ratu Hwangbo tak percaya dengan tuduhan So terhadap Wook. Tapi So mengkonfirmasi keterlibatan Wook dalam rencana pemberontakan besok. Ratu Yoo juga menolak mempercayainya dan bersikeras meyakini bahwa Yo besok akan datang hanya untuk menjemputnya. Saat So hendak pergi, Ratu Yoo langsung mencengkeramnya dan mengancam akan membunuh So dengan tangannya sendiri jika So sampai berani menyentuh Yo.

"Kau berharap dia tetap hidup setelah melakukan pengkhianatan? Ibu memang terlalu serakah" desis So sambil menjauhkan cengkeraman tangan Ratu Yoo darinya.


Ratu Yoo histeris menolak mempercayai putra kesayangannya melakukan pengkhianatan. Ratu Hwangbo lebih tenang darinya dan cepat-cepat memperingatkan Ratu Yoo untuk tutup mulut atau anak mereka berdua akan berada dalam bahaya. Yang harus mereka lakukan sekarang adalah membuat rencana untuk menyelamatkan anak-anak mereka.


Woo Hee melihat Baek Ah tampak kesakitan di bagian yang dia tusuk kemarin. Woo Hee pun bersikeras agar istirahat dulu. Mereka duduk bersama di depan api unggun dimana Baek Ah mengaku bahwa dia tidak bermaksud merahasiakan identitasnya sebagai pangeran dari Woo Hee. Woo Hee mengerti, lagipula dia juga tidak marah karena dia sendiri menyembunyikan sesuatu dari Baek Ah.

Baek Ah bertanya-tanya, seperti apa hidup mereka jika seandainya dia hanyalah seorang pemusik biasa dan Woo Hee adalah seorang gisaeng. Apakah hubungan mereka akan berbeda jika situasinya seperti itu. Woo Hee hanya menjawabnya dengan menyuruh Baek Ah istirahat saja. Besok mereka akan sampai ke Hubaekje, kampung halaman Woo Hee. Dan itu artinya, mereka akan berpisah setelah itu dan tidak akan ada alasan bagi mereka untuk saling bertemu lagi.


Baek Ah menerimanya dengan berat hati. Tapi jika mereka takkan pernah bertemu lagi "Kalau begitu... malam ini... bolehkah aku melakukan apapun yang kuinginkan?"

Tanpa menunggu jawaban apapun, baek Ah mendekat untuk mencium Woo Hee.


Keesokan harinya, Yo dan Wook membawa ratusan prajurit ke Istana Cheondeokjeon. Tapi Yo merasa ada yang aneh karena tempat itu malah sepi. Wook yakin itu karena setengah pasukan pergi bersama Putra Mahkota, bahkan sekalipun mereka dalam perjalanan pulang, mereka pasti akan terlambat.

Wook punya permintaan pada Yo "Jika Pangeran ke-4 mencoba menghentikan kita... bunuh saja dia"


Yo setuju-setuju saja, dia memang sudah berencana membunuh So. Mereka lalu berjalan masuk melewati gerbang istana dimana mereka sudah ditunggu oleh So dan Jenderal Park. Wook melihat Hae Soo dari kejauhan. Sesaat dia tampak ragu. Tapi sedetik kemudian, sorot matanya kembali menajam.


Saat Jenderal Park mengkonfrontasi mereka dan menuduh mereka melakukan pemberontakan, Yo menyatakan bahwa mereka datang untuk melepaskan ibu-ibu mereka yang sudah ditahan beberapa hari di istana ini. Yo mengancam Jenderal Park untuk melepaskan ibunya atau dia akan menganggap mereka tengah berusaha merebut tahta.

Yo menghunus pedang duluan, tapi Yo dan Wook lah yang maju saling menyerang satu sama lain. Mereka sama-sama kuat saling menyerang dan bertahan, tapi kemudian pertarungan mereka terhenti sesaat karena pasukan pemanah yang mulai menyerang pasukan Yo dan Wook dari atas atap istana. Dan tak lama kemudian, lebih banyak prajurit istana berdatangan.


So hendak menyerang Wook lagi. Tapi tepat saat itu juga dia melihat kedatangan Putra Mahkota dan Baek Ah. Yo langsung memerintahkan Wook untuk masuk kembali kedalam, tapi Wook malah mengarahkan pedangnya ke leher Yo. Yo tak percaya melihatnya, apa Wook mengkhianatinya sekarang? Wook menyangkal, dia tidak mengkhianati Yo karena sejak awal mereka tak pernah berada di pihak yang sama.

Putra Mahkota mengaku kalau dia sudah mendengar rencana Yo dari Wook. Karena itulah sekarang Putra Mahkota mempercayai Wook, mengira Wook benar-benar setia kepadanya. So cuma bisa terdiam dan tersenyum kecut sekilas mendengar semua itu. Yo pun akhirnya menyerah dan para prajurit menahannya.


Ji Mong keluar saat itu untuk mengumumkan bahwa Raja telah mangkat dan wasiat terakhir beliau adalah menunjuk Putra Mahkota Moo sebagai pewaris tahta. Moo ingin cepat-cepat masuk melihat Raja, tapi Wook tiba-tiba berlutut di hadapannya dan mengucap "Salam kepada Raja Baru, Yang Mulia. Hidup Raja! Hidup Raja! Hidup Raja!"

So ikut berlutut dan kemudian semua orang pun ikut berlutut di hadapan raja baru mereka dan bersorak "Hidup Raja! Hidup Raja! Hidup Raja!"


Ratu Yoo keluar saat itu dan err... rambutnya beruban. Dia beruban hanya dalam waktu semalam? Saat dia melihat Yo ditangkap, kakinya langsung lemas.


Beberapa saat kemudian, Wook, Won, Jung dan Yeon Hwa melihat jenazah ayah mereka. Jung lah yang tampak paling terpukul. Sementara tatapan Yeon Hwa tetap dingin dan dalam hatinya dia bersumpah pada mendiang ayahnya kalau dia akan membuat kerajaan ini berada dalam kendalinya.


Eun ingin keluar menghadiri pemakaman Raja tapi Soon Duk bersikeras menghalanginya dan memaksa Eun untuk mengklaim dirinya sakit parah walaupun Eun sebenarnya baik-baik saja. Pokoknya Eun tidak boleh menghadiri pemakaman Raja dan tidak boleh menghadiri penobatan Raja baru. Hanya dengan cara itu Eun akan dibiarkan hidup.

Soon Duk berusaha memakaikan baju zirah miliknya untuk melindungi Eun. Tapi Eun menolaknya, dia sama sekali tidak mengerti kekhawatiran Soon Duk. Maka Soon Duk pun mengingatkan Eun bahwa hal yang pertama kali dilakukan setiap Raja baru adalah membunuh para saudaranya yang berpotensi mengancam tahtanya.


Eun langsung cegukan saking shock-nya. Soon Duk berusaha sekali lagi untuk memakaikan baju zirahnya pada Eun, tapi Eun tetap bersikeras menolak. Dia tidak mau memakai baju zirah istrinya hanya untuk menyelamatkan hidupnya sendiri. Soon Duk tentu saja langsung senang mendengar ucapan Eun itu.

"Kalau begitu, apa kita harus mati bersama?" tanya Soon Duk

"Apa kau gila? Kenapa aku harus mati denganmu?" ujar Eun ketus, membuat Soon Duk jadi sedih lagi. Tapi kemudian dia menambahkan "Kenapa kita harus mati? Kita harus... hidup bersama. Hidup dan mati itu siapa yang tahu, aku lebih suka kita tidak mati bersama. Kita sudah menikah. Jadi tidak seharusnya kita mati sendirian"


Soon Duk terharu dan bahagia mendengarnya hingga dia langsung membuang baju zirahnya dan memeluk Eun erat-erat dan Eun sama sekali tak menolaknya.

Hae Soo bicara berdua Wook dimana Hae Soo mengkonfrontasi kebohongan Wook padanya karena ternyata berada di pihak Putra Mahkota. Apa Wook sengaja berbohong untuk menguji keyakinannya. Wook kecewa karena pada akhirnya Hae Soo tetap menemui So.
 
Hae Soo terkejut, apa Wook berencana membunuh So? Wook mengklaim bahwa dia tidak berbohong saat dia berkata kalau dia ingin menjadi raja. Jadi apa salahnya membunuh orang yang bisa menjadi penghalangnya.

Hae Soo tak percaya mendengarnya, Wook tahu betul betapa menderitanya dia atas kematian Dayang Oh yang mengorbankan diri untuk menyelamatkannya, dan sekarang Wook malah memanfaatkannya untuk membunuh Pangeran ke-4.

"Kau sudah berubah. Kau bukan orang yang dulu kukenal"

"Lalu kau, kenapa kau tidak jujur padaku? Aku berharap kau akan bilang Raja telah meninggal. Apa kau tidak peduli jika aku mati atau tidak?"

"Raja memintaku untuk membantu Putra Mahkota menjadi raja berikutnya. Itulah yang pantas dilakukan. Aku tidak bisa menentang Raja. Dan Pangeran ke-4 juga sudah berjanji padaku untuk tidak membunuhmu"


Wook tak suka mendengar Hae Soo memohon pada So untuk menyelamatkan nyawanya. Hae Soo mengingatkan Wook tentang apa yang pernah Wook katakan padanya dulu, bahwa mereka bisa pergi dari Songak dan hidup bahagia. Perlahan dia mendekat dan berkata bawha mereka bisa melakukannya sekarang, jika Wook memohon pada Raja baru, beliau pasti akan mengabulkannya.


Tapi Wook sekarang sudah benar-benar berubah dan mengklaim bahwa walaupun mereka melakukan itu, akan muncul masalah baru. Jadi tak ada cara lain lagi selain meneruskan rencananya ini.

Kecewa, Hae Soo mulai melangkah mundur menjauhi Wook "Kau bilang kau akan menjadi raja demi aku. Kau membodohi dirimu sendiri. Sekarang... perasaaku tak bisa sama lagi seperti sebelumnya terhadapmu, Yang Mulia. Aku ingin menjaga jarak darimu"

"Apa karena Pangeran ke-4?"

"Pernahkah, sedikit saja, kau mempercayai perasaanku padamu? Pernahkau kau mempercayaiku sepenuhnya?"


Wook cuma diam dan menyatakan kalau dia akan membuat Hae Soo kembali kepadanya. Tapi Hae Soo menyatakan bahwa itu tidak akan mudah lalu pergi. Wook menatapnya sesaat sebelum kemudian berjalan pergi ke arah berlawanan dengan tatapan mata penuh tekad.


Yo diburu oleh para prajurit istana. So dan Wook ikut dalam pengejaran itu hingga mereka berhasil menyudutkannya di tepi jurang. Tak punya pilihan lain, Yo akhirnya berusaha melawan para prajurit itu. Wook ingin memanahnya, tapi So menghentikannya. Melarang Wook memburu Yo seolah dia adalah binatang.

Yo terus berusaha melawan dan membunuhi para prajurit yang menyerangnya. Jung datang saat itu dan ingin maju untuk bicara dengan Yo, tapi So melarangnya karena dia tahu kalau Jung tidak akan sanggup melawan kakaknya sendiri. So lah yang akhirnya maju menyerang Yo tanpa mengeluarkan pedangnya.


So berusaha meminta Yo untuk menyerah tapi Yo tidak mau. So akhirnya menghunus pedangnya, melucuti pedang Yo dan menusuk dada Yo dan mendorongnya hingga ke tepi. Tusukan So sebenarnya tidak begitu dalam. Tapi saat Yo berusaha melawan lagi, So refleks menebaskan pedangnya sekali lagi pada Yo.

Yo shock, So pun kaget dan tak percaya dengan perbuatannya sendiri. Yo tiba-tiba oleng ke arah jurang. So berusaha mengulurkan tangan untuk menolongnya, tapi terlambat. Jung langsung shock meratapi Yo, tapi kemudian dia berpaling menatap So dengan penuh amarah.


Kembali ke istana, Jung mengabarkan tentang Yo. Ratu Yoo histeris menolak mempercayai kabar itu, tidak mungkin Yo sudah mati. Ratu Yoo sekarang benar-benar marah dan dendam pada So.


Hae Soo mendapati So sedang melamun di danau dengan sedih. Saat Hae Soo menanyakan apa yang terjadi, So mengaku bahwa dia kira Hae Soo takkan memaafkannya, tapi dia yakin kalau Hae Soo akan memahaminya "Aku... menikam kakakku"


So akhirnya menangis saat itu. Hae Soo berusaha menghiburnya dengan menepuk-nepuk bahu So. Tapi saat So terus menangis, Hae Soo langsung menarik So kedalam pelukannya dan membiarkan So meluapkan kesedihannya.

Bersambung ke episode 14

12 comments

Suka sama so yang maju melawan yo sendiri. Dengan begitu sih dia seolah mengambil tanggung jawab akan yo. Padahal dia tau risikonya kalo sampe membunuh kakaknya sendiri. Jadi mewek kan di ending? Hehe

yo itu licik..
pasti akal" an nya aja pura" mati hem
bikin priview episode 14 sih kak ..
gomwo

so yg biasanya kejam dan cuek,, akhirnya nangis😭😭😭jadi ikut mewek😭😭😭
berharap baek ah dan woo hee brakhir bahagia sebenarnya,, gk rela baek ah pisah ama woo hee,,
wook,, yg awal pnuh romantis n sweet mlh skrg berubah jdi kejam,, lbh kejam dri so, yo dan ratu Yoo,,
hehee,,
gomawo mb ima,,

Ahhh ini drama paling bisa bikin cenat cenuttt...sukaaaahh

ditunggu lanjutannya ya
fighting

Daebaaakkkkk....ni drama berubah ya atmosfirnya jadi melodrama...kasihan yo sebenarnya. Dia mati karena ambisi dan keserakahannya pada tahta...kekuasaan emang menakutkan...
semangat ya unnie ngerecapnya...

pokoknya makin penasaran.. aku liat preview di epi 14 kok so mau dinikahkan sama anaknya putra mahkota yg masih kecil ya? Kn jd Penasaran gmn nasibnya hae soo..

Makin penasaran sma eps slanjutnya ... gmna ya hub wang so N hae soo ..

Makin penasaran sma eps slanjutnya ... gmna ya hub wang so N hae soo ..

Sedih juga liat so nangis,, tp aku suka kalo ada scene yang cowony nangis trus d peluk ama cewenya, *mesem mesem sendiri*

Semangat terus mbak nulisnya n ditunggu kelanjutannya.
Menurut yg kubaca di dilsilah kerajaan goryeo, nangi raja wang moo hanya bertahta selama 2 tahun, dan digantikan oleh pangeran wang yo. Juga hanya sekitar 3 tahun. Setelah itu baru pangeran wang so yg kemufian menjadi raja ke empat yaitu raja gwangjong. Jarak antara berakhirnya raja taejo atau wang goen ke naik tahtanya wang so hanya sekitar 6 tahun.
Salam kenal, sekedar info.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon