Powered by Blogger.

 Sinopsis Sweet Stanger and Me Episode 2 - 1


Nan Gil memberitahu Na Ri bahwa dia adalah ayah tiri Na Ri. Karena itulah dia akan menjaga Na Ri dengan baik dan akan memastikan Na Ri tidak akan kehilangan penglihatannya atau kekurangan gizi, dsb.




Jelas Na Ri tak percaya "Berapa umurmu, bocah?"

Nan Gil langsung protes, tidak sopan bicara seperti itu pada ayah tirinya. Na Ri tetap tak percaya, bagaimana bisa dia punya ayah tiri saat dia bahkan sudah tidak punya ibu lagi. Tapi Nan Gil tetap bersikeras menyatakan dirinya ayah tiri Na Ri.

Nan Gil mengklaim bahwa dia dan mendiang Ibunya Na Ri mendaftarkan pernikahan mereka tahun lalu. Na Ri sama sekali tak mempercayainya dan langsung menuduh Nan Gil penipu. Tersinggung, Nan Gil langsung berjalan mendekati Na Ri dan mengingatkan bahwa jika Na Ri mengatainya seperti itu, sama saja Na Ri menghina mendiang ibunya.

Dia mengaku bahwa saat dia bertemu Na Ri di pohon waktu itu adalah anniversary pertamanya dengan mendiang Ibunya Na Ri. Tapi Na Ri masih menolak mempercayainya. Bisa saja Nan Gil mendaftarkan pernikahan itu sendiri dan ibunya tak tahu apa-apa.


Tapi Nan Gil dengan tenangnya mengklaim bahwa Ibunya Na Ri tahu karena Ibunya Na Ri pergi bersamanya ke kantor wilayah untuk mendaftarkan pernikahan mereka. Na Ri semakin tak percaya, mana mungkin ibunya pergi bersama bocah sepertinya ke kantor wilayah. Kalaupun benar, lalu kenapa Nan Gil tidak mengatakan apapun saat mereka bertemu di pohon waktu itu?

"Lihat saja reaksimu sekarang. Aku hanya merasa tidak bisa memberitahumu kalau aku adalah ayahmu. Aku kan bilang kalau kita akan bertemu lagi nanti"

Lalu kenapa Nan Gil tidak memberitahunya semalam? Itu karena Na Ri kemarin mabuk berat, bagaimana bisa dia mengatakan bahwa ayahnya Na Ri saat Na Ri bahkan tidak bisa berpikir dengan benar.

"Berhentilah mengatakan itu!" seru Na Ri histeris

"Kau terlalu pemarah. Kau tidak bisa mengontrol emosimu, kau jadi stres dan tidak bisa tidur lalu kau akan keriputan dan menua"

"Hei! Aku tidak punya... keriput... kurasa"


Masih bersikeras menolak mempercayai Nan Gil, Na Ri menuntut Nan Gil untuk menunjukkan bukti berupa foto. Tapi Nan Gil malah cuma mendesah lalu berusaha menghindar. Na Ri langsung menghalangi jalan Nan Gil "Ayah tiri, tunjukkan bukti padaku. Seperti foto misalnya"

Sambil mendesah frustasi, Nan Gil akhirnya mengeluarkan foto dirinya yang berpose bersama Ibunya Na Ri. Jelas Na Ri langsung shock melihat foto itu. Mereka tampak tersenyum bahagia di foto itu sambil mamerin dokumen pernikahan mereka. Tanpa mereka sadar, Duk Bong mendengar pembicaraan. Setelah cukup mendengarkan, dia langsung tersenyum licik lalu pergi dari sana.


Dokter sedang menjelaskan bahwa tidak ada yang aneh dengan tubuh Na Ri, dia kehilangan penglihatannya sementara hanya karena stres. Tapi Na Ri terlalu stres mendengarkan ucapan dokter gara-gara teringat dengan foto mesra Ibunya bersama Nan Gil tadi. Saking stresnya, dia sampai memukuli dadanya dengan frustasi.

Dokter ingin bicara lebih lanjut, tapi Na Ri langsung memberondongnya dengan berbagai pertanyaan tentang pernikahan. Apa Dokter sudah menikah? Bagaimana Dokter mendaftarkan pernikahannya? Apa dia pergi ke kantor wilayah? Apakah dia pergi bersama pasangannya? Bukankah mereka membutuhkan saksi?


Duk Bong mendatangi Nan Gil di lobi dengan membawa kontrak penjualan tanah dan memaksa Nan Gil untuk menjual tanahya setengah harga daripada harga penawaran awal mereka. Saat Nan Gil diam menolaknya, Duk Bong langsung mengancam Nan Gil untuk menjualnya saja daripada Na Ri menggugatnya ke pengadilan nanti, menggugat Nan Gil untuk membatalkan pernikahannya dengan ibunya dan mengklaim warisannya. Nan Gil kan penipu.

Nan Gil langsung tersenyum sinis "Kau ingin menandatangani kontrak dengan seseorang yang kau pikir penipu?"

"Bukan aku yang kau tipu. Tapi kau pemilik resmi tanah itu"


Tapi Nan Gil tetap menolak menjual tanahnya, bahkan sekalipun Duk Bong menawarinya harga 10 kali lipat dari harga penawaran awalnya. Tak mau menyerah begitu saja, Duk Bong dengan yakinnya menyatakan bahwa pada akhirnya dia pasti akan mendapatkan tanahnya Duk Bong.

"Aku tidak tahu bagaimana caramu menipu wanita tua yang 30 tahun lebih tua darimu..."

"Jaga mulutmu!" bentak Nan Gil dan Na Ri berbarengan.


Na Ri tak terima dengan cara Duk Bong menyebut mendiang ibunya dan menuntut Duk Bong untuk minta maaf sekarang juga. Bingung dan kaget, Duk Bong pun meminta maaf karena dia tidak tahu kalau Na Ri mendengarnya. Na Ri makin emosi, tak suka mendengar permintaan maaf Duk Bong yang jelas palsu dan tidak tulus itu. Duk Bong akhirnya mengulang permintaan maafnya dengan lebih tulus.

"Bagaimana hasil tesnya?" tanya Nan Gil dengan banmal layaknya orang tua bicara pada anaknya.

"Tidak ada masalah, bukankah itu bagus?" jawab Na Ri dengan nada formal dan membuat Duk Bong makin bingung mendengarkan gaya bicara mereka yang tidak masuk akal. Dia benar-benar heran kenapa Na Ri malah marah padanya dan bukannya pada si penipu itu.

 

Setelah Duk Bong pergi, Na Ri dan Nan Gil duduk di kedua ujung bangku tanpa bicara. Saat Nan Gil dipanggil petugas administrasi, Na Ri menatapnya tajam sambil berkhayal lebai melabrak Nan Gil dengan gaya remaja labil penuh emosi dan menuduh Nan Gil penipu yang telah menipunya dan ibunya dan dia bersumpah tidak akan membiarkan Nan Gil mengambil alih rumahnya.

Lalu dalam khayalannya yang lain, dia membayangkan dirinya bagai orang bijak yang bertanya-tanya apa yang selama ini ingin ibunya katakan kepadanya, apa mungkin ibunya ingin memberitahunya tentang pernikahannya? Tapi dia tak percaya.


Na Ri tersentak bangun dari lamunan lebainya saat Nan Gil menunjukkan leporan administrasinya dan mengajaknya pulang. Tapi tepat saat itu juga, Na Ri mendapat telepon dari Ibunya Dong Jin.

Tanpa mengetahui kalau putranya dan Na Ri ada masalah, Ibunya Dong Jin menelepon untuk menanyakan undangan pernikahan Na Ri dan Dong Jin. Na Ri tidak memberitahukan masalah mereka dan hanya berjanji akan menghubungi Dong Jin tentang masalah ini. Mengira Na Ri sedang bekerja, Ibunya Dong Jin pun menutup teleponnya.


Tepat setelah itu, Duk Bong muncul di depannya dan menawari Na Ri tumpangan pulang. Saat Na Ri menolaknya, dia menarik perhatian Na Ri dengan menyebut nama Ibunya Na Ri. Na Ri langsung masuk ke mobilnya Duk Bong dan menanyakan kenapa Duk Bong bisa mengenal ibunya.

Duk Bong berkata bahwa dia ingin membeli restoran dumpling milik Ibunya Na Ri. Tapi dia menyangkal saat Na Ri bertanya tentang apakah dia menjual dumpling, dia ingin membeli restoran itu hanya karena membutuhkan tanahnya saja. Na Ri menduga kalau Ibunya pasti menolak, Duk Bong membenarkan.

"Kalau ibuku menolak menjualnya maka aku juga menolak" ujar Na Ri sambil memalingkan wajahnya dan tepat saat itu juga dia melihat Nan Gil keluar dari rumah sakit.


Na Ri pun mau keluar untuk pulang bersama Nan Gil. Tapi Duk Bong menghentikannya dan memberitahu Na Ri bahwa restoran dan tanah itu sekarang atas nama Nan Gil jadi Na Ri tidak akan bisa menjualnya bahkan sekalipun dia mau. Terkejut, Na Ri langsung berpaling menatap Nan Gil dan melihatnya tersenyum licik lalu pergi dengan cuek.

Jelas Na Ri tercengang dan bingung, bagaimana bisa orang asing memiliki harta warisan milik ibunya. Duk Bong berkata karena Ibunya Na Ri memindahkan kepemilikan hartanya menjadi milik bersama saat mereka menikah. Duk Bong yakin ada yang aneh di sini, masa iya Ibunya Na Ri menikah tanpa memberitahu anaknya lalu merubah sertifikat kepemilikan tanahnya lalu mengalami kecelakaan mobil.


Curiga, Na Ri memutuskan keluar dari mobil Duk Bong untuk membuntuti Nan Gil sepanjang perjalanan pulang. Sepanjang jalan banyak ahjumma yang menyapa Nan Gil dengan akrab. Tapi Nan Gil tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan berbalik. Panik, Na Ri langsung ngumpet. Tapi jelas saja dia ketahuan, lah dia cuma sembunyi di balik tiang listrik.


Nan Gil lalu mengajak Na Ri makan ke sebuah restoran. Melihat jarak diantara mereka dan ekspresi mereka, ahjumma pemilik restoran salah mengira mereka pasangan yang lagi tengkar. Jadi menawarkan untuk menempatkan mereka di ruangan yang punya pemandangan indah yang bisa membantu mengakhiri pertengkaran cinta mereka. Nan Gil hendak mengoreksi hubungan mereka yang sebenarnya. Tapi Na Ri langsung menyela dan dengan sopan menerima tawaran ahjumma.


"Orang-orang mau berpikir kita pasangan atau saudara, tidak usah mengoreksi mereka. Jangan pernah lagi berkata kalau kita adalah ayah dan anak"

Nan Gil langsung menggebrak meja dan berkomentar inilah yang membuat Na Ri jadi gampang stres. Dia terlalu mengkhawatirkan pandangan orang lain padanya. Dia hendak berceramah tentang hubungan mereka tapi Na Ri langsung menyela dan mempertanyakan umur Nan Gil lagi. Tapi lagi-lagi Nan Gil menghindari pertanyaan itu. Na Ri semakin curiga, Nan Gil pasti lebih muda darinya.


Karena situasi mereka masih belum jelas, Na Ri bersikeras agar mereka saling bicara formal saja. Nan Gil menurutinya dan bicara dengan gaya sopan dibuat-buat saat dia menyuruh Na Ri untuk makan dengan baik agar tenaganya pulih dan bisa kembali ke Seoul agar Na Ri bisa memeriksakan dirinya ke rumah sakit yang lebih besar di Seoul.

Na Ri agak canggung saat melihat Nan Gil cukup perhatian dengan mencampurkan bimbimbap-nya untuknya. Tapi karena dia masih belum bisa mempercayai Nan Gil, dia menuduh Nan Gil menyuruhnya cepat-cepat kembali ke Seoul pasti karena Nan Gil merasa bersalah. Saat Nan Gil masih bersikap penuh perhatian bagai ayah yang mengkhawatirkan anaknya, Na Ri langsung marah.

"Aku tidak bisa mengakui kalau putriku adalah putriku. Putriku tidak mau mengakui ayahnya sebagai ayahnya" gerutu Nan Gil kecewa

"Kau pikir aku bercanda? Apa kau pernah memikirkan perasaanku?"

"Perasaan apa? Perasaan marah karena ibumu menikah tanpa memberitahumu? Atau kau merasa resah karena orang asing tinggal di rumah yang kau kira warisanmu?"


Na Ri mengklaim bahwa situasi ini jelas mengejutkannya. Dia bisa memahami situasi ini jika seandainya ibunya masih hidup, sementara situasi mereka yang sekarang ini terlalu tak masuk akal baginya dan sulit dia terima.

Nan Gil langsung sedih mendengarnya. Wajahnya tampak benar-benar tulus saat dia merenung keluar jendela menyesali kenapa Ibunya Na Ri pergi ke sana, dia tahu betul kalau di sana banyak mobil yang melaju dengan sembarangan di tempat itu.


Selama ini ibunya selalu memintanya pulang karena dia ingin mengatakan sesuatu padanya. Na Ri bertanya-tanya, masalah inikah yang ingin dikatakan ibunya. Nan Gil tak tahu, mungkin saja. Na Ri pun langsung menginterogasinya dan meminta Nan Gil untuk menjawab jujur dan jangan bohong. Nan Gil berkata bahwa daripada berbohong, dia lebih memilih diam.

Na Ri bertanya apa ibunya pernah bercerita tentangnya? Tidak juga. Berapa lama Nan Gil bekerja di restoran dumpling keluarganya? Sejak sebelum mereka mendaftarkan pernikahan mereka.

Na Ri mendengus tak percaya saat Nan Gil mengklaim bahwa pertemuannya dengan Ibunya Na Ri adalah takdir. Lagipula kenapa setiap kali dia pulang, dia tidak pernah melihat Nan Gil? Nan Gil berkata itu karena Na Ri selalu datang malam hari setelah restoran tutup dan yang dia lakukan cuma tidur di dalam kamarnya... dan kadang dia memang sengaja menghindari Na Ri. Dia mengaku sering mengunjungi Ibunya Na Ri di jam-jam favoritnya.


Mendengar itu, Na Ri langsung teringat masa lalunya. Saat dia dan ibunya duduk-duduk di pinggir sungai di siang hari dan ibunya mengaku bahwa jam sekarang ini adalah jam yang paling disukainya. Na Ri acuh dan langsung pergi meninggalkan ibunya. Tapi Ibunya langsung mengerjainya dan berteriak "Ada ular!" Sontak Na Ri remaja langsung jejeritan heboh.


Sekarang Na Ri mulai mengerti bagaimana waktu itu Nan Gil bisa mengerjainya dengan berteriak 'ada ular'. Mulai mempercayai Nan Gil, Na Ri bertanya apakah Nan Gil menikahi ibunya karena Nan Gil mencintainya? Tapi saat Nan Gil tak segera menjawab, Na Ri langsung menuduhnya berbohong.

"Aku menikahinya karena aku mencintainya" ucap Nan Gil


Yeo Joo menemui Dong Jin dengan dandanan cantik dan bicara dengan nada sok imut. Dia mengklaim kalau dia ingin bertemu karena dia merasa mereka tidak mengakhiri hubungan mereka dengan benar dan sekarang dia penasaran status hubungan Dong Jin dengan Na Ri.

Tapi mendengar nama Na Ri, Dong Jin tiba-tiba ingat kalau Na Ri masuk rumah sakit dan dia harus pergi melihat Na Ri. Yeo Joo langsung pura-pura cemas dan dengan sok baik hati menyuruh Dong Jin untuk pergi sekarang. Tapi begitu Dong Jin pergi mengambil mobil, Yeo Joo langsung menggerutu kesal dan mengatai Na Ri bermain curang.


Saat Dong Jin kembali dengan mobilnya, Yeo Joo langsung bertanya Na Ri sakit apa? Dong Jin mengaku tak tahu karena dia tak mendengarnya langsung dari Na Ri. Dia tak tahu siapa yang meneleponnya, orang itu hanya memberitahunya bahwa Na Ri sudah keluar dari UGD. Yeo Joo pura-pura senang, itu artinya Na Ri baik-baik saja.

Yeo Joo pun langsung melancarkan jurus sok imut manjanya untuk membuat hati Dong Jin goyah dan kembali padanya. Berpura-pura sok baik menasehati Dong Jin untuk tidak lagi selingkuh dari Na Ri. Tapi kemudian dengan wajah memelas, dia menuntut agar mereka bisa bertemu diam-diam sekali-sekali. Saat Dong Jin galau, Yeo Joo langsung sok sedih dan patah hati lalu pergi.


Wajahnya langsung berubah kesal begitu keluar dari mobil Dong Jin. Tapi kemudian Dong Jin memanggilnya, senyum lick Yeo Joo seketika mengembang lebar.


Dalam perjalanan pulang, mereka tak menyadari adanya seorang gadis remaja yang diam-diam memotreti Nan Gil.


Setibanya di restoran dumpling, Na Ri melongo melihat restorannya ramai pengunjung. Didalam, Na Ri disambut oleh pelayan restoran yang tadi pagi membantunya mencarikan tumpangan ke rumah sakit dan mengenalinya sebagai putrinya bos.

Dia memberitahu Na Ri bahwa bos selalu menunggu kedatangan putrinya setiap hari tapi sekalinya Na Ri datang, dia malah datang dengan membuat keributan. Si pelayan negitu senang bisa bertemu dengan seorang pramugari. Tapi saat dia bertanya apakah Na Ri kenal dengan junior-juniornya, Na Ri langsung kesal dan mengklaim kalau junior-juniornya adalah musuhnya.

Kesal dengan kekasaran Na Ri, si pelayan langsung memerintahkan Na Ri untuk mengerjakan kotak-kotaknya. Tapi Nan Gil langsung melempar kotak-kotak itu ke pelayan dan menyuruh Na Ri masuk saja. Na Ri sekarang bingung, pelayan bilang kalau Nan Gil menunggu kedatangan putrinya setiap hari. Tapi Duk Bong bilang kalau Nan Gil penipu.


Bertekad mencari kebenaran, Na Ri diam-diam mengendap-endap masuk ke kamar Nan Gil dan mendapati ada sebuah laci terkunci. Tepat saat dia tengah mengacak-acak isi laci, Nan Gil tiba-tiba masuk memergokinya. Na Ri langsung bangkit dengan panik... sambil masih memegangi boxernya Nan Gil. hahaha!


Na Ri berusaha melarikan diri dengan sikap tenang dan tanpa dosa. Tapi malah kesandung dan tangannya tak sengaja terjatuh ke dua wadah adonan dumpling. Nan Gil dengan kesal mengambil dua wadah dumpling itu lalu memerintahkan anak-anak buahnya untuk membuang adonan yang sudah tercemar itu.

Bersambung ke part 2

5 comments

Wuah..soo ae mmg selalu bgs maen dg siapa ajah!daebak!
Kamsaeyo bak ima!fighting!

yeaay eps 2 ada disini. ditunggu yaa unnie bagian 2 nya..

Ha...ha...kocak...
Setuju Soo Ae selalu acting maksimal di setiap film maupun dramanya.

dri tdi baca nih sinopsis bawaannya ketawa mulu :D
lanjjuuut ditunggu ya:)

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon