Powered by Blogger.


 Sinopsis Sweet Stranger and Me Episode 2 -2 


Nan Gil memperingatkan na Ri untuk tidak lagi masuk kedalam kamarnya. Apa sebenarnya yang Na Ri cari didalam kamarnya? Ponsel Ibunya, jawab Na Ri. Nan Gil mengklaim kalau dia sudah membuang semua barang peninggalan Ibunya Na Ri. 




Lagipula dia yakin kalau yang Na Ri cari sebenarnya adalah bukti bahwa dia adalah seorang penipu. Tapi Na Ri takkan bisa menemukannya karena dia bukan penipu. Na Ri tak percaya, orang baik tidak akan punya laci terkunci seperti yang ada di kamar Nan Gil.

Nan Gil langsung balas mengkritik Na Ri telah mengabaikan rumah ini. Na Ri menyangkal, dia hanya meninggalkannya sebentar karena dia butuh waktu dan pamannya juga sudah berjanji untuk menjaga rumah ini untuknya. Memangnya apa saja yang Na Ri lakukan selama musim terus berganti?

Pada akhirnya Na Ri harus menerima perubahan walaupun itu sulit "bahkan sekalipun kau menemukan sesuatu tentangku, itu tidak akan mengubah fakta bahwa aku adalah ayahmu dan rumah ini milikku"

Na Ri menolak hubungan keluarga mereka, nama keluarga mereka saja beda, jadi mereka adalah orang asing. Kalau begitu Na Ri pergi saja dari rumah ini, usir Nan Gil. Mereka kan orang asing jadi untuk apa mereka tinggal bersama.


"Aku keluarga ibuku satu-satunya"

"Tidak, itu aku"

"Hong Dumpling untuk Hong Na Ri"

"Karena aku yang menjalankannya, jadi aku ayahmu. Lebih tepatnya, ayah tirimu"

Tidak bisa mendebatkannya, Na Ri akhirnya melangkah masuk ke rumah. Tapi Nan Gil tiba-tiba menyuruhnya membuat makan malam. Dia mau lihat kemampuan masak Na Ri. Selain itu, nanti akan ada tamu yang datang. Semua bahan yang Na Ri butuhkan ada di kulkas.


Duk Bong sedang bersama Ketua Tim Kwon Soon Rye saat mereka melihat betapa antusiasnya anak-anak melihat ikon robot raksasa yang baru dibuka di museum robot mereka. Duk Bong mengomentari betapa hebatnya ketua mereka dalam menghindari pajak dengan mendirikan museum robot.

Tapi Soon Rye lebih mempermasalahkan dana yang belum mereka dapatkan untuk beberapa area tanah, jadi menurutnya terlalu dini untuk memulai bisnis resort. Tapi Duk Bong menyuruhnya untuk terus melanjutkan saja, mereka perlu membuat gelombang dengan begitu mereka akan bisa mendapatkan izin dan mencegah para konglomerat dari kebangkrutan.

Mendengar itu, Soon Rye langsung melempar tatapan tajam pada Duk Bong hingga membuat Duk Bong teringat akan tatapan Na Ri padanya. Tatapan yang seolah dialah yang membuat Na Ri jadi sakit. Soon Rye sudah mengenalnya jadi dia tidak mempermasalahkannya. Tapi Na Ri pasti tidak akan berpikir seperti itu tentangnya setelah hanya satu kali bertemu.

Dia menyadari dirinya baj*ngan yang menyebalkan, karena itulah dia berusaha menyembunyikannya dengan baik. Dia lalu menyuruh Soon Rye untuk menyelidiki wanita itu, nama Hong Na Ri, putrinya pemilik Hong Dumpling.


Walaupun kesal, pada akhirnya dia membuka kulkas dan mendapati kulkas itu penuh dengan berbagai bahan makanan yang disusun dengan sangat rapi. Sangat berbeda dari cara mendiang ibunya yang dulu tidak pernah menata isi kulkas hingga saat dibuka, isinya langsung berjatuhan.


Tiba-tiba Na Ri teringat saat suatu hari dia pulang dan menemukan kulkas tertata rapi. Na Ri mengira kalau Ibunya sudah berubah. Tapi Ibu dengan senyum misteriusnya mengaku bahwa bukan dia yang menata kulkas.


Na Ri merosot ke lantai teringat kenangan itu "Ibu, apa semua ini nyata?"


Di kamarnya, Nan Gil mengeluarkan ponsel Ibunya Na Ri yang tadinya dia bilang sudah dia buang dan termenung menatap wallpaper foto Na Ri dan Ibunya. Dia lalu membuka lacinya yang dikunci dan didalamnya ternyata berisi sebuah berangkas kecil. Nan Gil lalu menyimpan ponsel itu di berangkas.


Na Ri akhirnya memutuskan untuk membuktikan kemampuan masaknya. Dalam waktu cepat, berbagai macam makanan sudah siap tersaji di meja makan. Sementara Nan Gil sedang menunggu kedatangan tamunya di luar dengan gelisah. Na Ri keluar tak lama kemudian dan langsung mendengus sinis melihat Nan Gil hendak menyambut tamunya dengan memakai setelan jas resmi.


Dia berusaha mengingatkan dirinya sendiri bahwa pria itu adalah ayah tirinya, tapi rasanya sulit. Akhirnya dia mengumumka bahwa makan malam sudah siap dengan gaya sopan dan formal seperti yang biasanya dia lakukan si pesawat. Nan Gil sampai heran sendiri melihat sikapnya.


Melihat penampilan Nan Gil, tamunya pasti orang penting. Melihat halaman rumahnya yang sekarang ditumbuhi bunga-bunga cantik, Na Ri mengakui kehebatan Nan Gil dan mengomentari taman ini sekarang sangat sesuai dengan gaya ibunya yang menyukai bunga baby breath.

"Itu bunga buckweath" koreksi Nan Gil.

Pfft! Malu, Na Ri langsung mengalihkan perhatian Nan Gil ke dasinya Nan Gil yang kendur dan berkata bahwa dia memutuskan untuk menerima Nan Gil dan mempercayai pilihan ibunya. Dia merasa ibunya punya rahasia, seandainya dia putri yang baik maka dia pasti akan jadi orang pertama yang mengetahuinya.

"Kau putri yang baik. Dia bilang kau yang terbaik" ujar Nan Gil


"Mari kita bergaul dengan baik. Lagian kita tidak akan sering-sering bertemu kok" usul Na Ri

Tepat saat Na Ri membantu memperbaiki dasi Nan Gil, tamu yang ditunggu Nan Gil akhirnya tiba dan ternyata dia adalah Dong Jin. Dan Nan Gil langsung lebai bergaya bak ayah mertua yang sangat senang menyambut kedatangan calon menantunya. Dong Jin mengenalinya sebagai orang yang waktu itu bekerja di pemakaman dan langsung mengira kalau Nan Gil adalah salah satu saudara Na Ri.


Dong Jin lalu menanyakan keadaan Na Ri. Dari mana Dong Jin tahu? tanya Na Ri heran. Dengan bahasa banmal, Nan Gil mengaku kalau dialah yang menelepon Dong Jin. Jelas Dong Jin bingung dengan cara bicara Nan Gil pada Na Ri. Bukannya menjelaskan, kedua orang itu malah ribut berdebat. Na Ri menggunakan gaya formal dan Nan Gil menggunakan banmal dan membuat Dong Jin semakin kebingungan. wkwkwk!

Na Ri tak suka Nan Gil memanggil Dong Jin kemari. Nan Gil jadi heran mendengar kemarahan Na Ri, apa Dong Jin berbuat salah pada Na Ri? tanya Nan Gil dengan banmal. Dong Jin makin bingung kenapa Nan Gil bicara padanya dnegan banmal juga? Tanpa memberi penjelasan apapun pada Dong Jin, Nan Gil menyuruh Dong Jin untuk membawa Na Ri ke Seoul dan memeriksakannya ke rumah sakit besar di Seoul. Dokter bilang dia stres.

"Aku bilang tidak mau! Ayah macam apa yang berbuat seperti itu?!" bentak Na Ri lalu masuk rumah dengan kesal. Nan Gil jadi semakin heran, apa yang sudah Dong Jin lakukan?



Merasa bersalah, Nan Gil menyusulnya masuk dan meminta maaf karena menelepon Dong Jin tanpa bertanya dulu.

"Aku bilang kalau aku akan menerimamu demi kepercayaanku pada ibuku. Kalau kau memang ayahku, setidaknya kau harus menonjoknya"

Tepat saat itu, Dong Jin menyusul masuk. Na Ri langsung mengisyaratkannya untuk menonjok Dong Jin. Nan Gil pun langsung berjalan mendekati Dong Jin dengan tatapan tajam dan tangan terkepal.


Na Ri antusias menanti saat-saat Nan Gil menonjok Dong Jin. Nan Gil mengulurkan tinjunya makin dekat ke Dong Jin... makin dekat ke dadanya... sebelum akhirnya berakhir dengan tepukan di bahu saja. hahaha!


Na Ri sebel dan langsung masuk kamar. Saat Dong Jin menyusul ke kamar Na Ri tak lama kemudian, Dong Jin langsung heboh mencurigai Nan Gil itu penipu dan mengatai Na Ri bodoh karena membiarkan penipu itu tinggal di rumahnya.

Na Ri menolak bicara padanya tapi Dong Jin bersikeras ikut campur karena dia mencemaskan Na Ri lalu mengatai Ibunya Na Ri sudah gila karena menikahi penipu itu. Dia makin kesal saat melihat Na Ri berkemas dan mengira kalau Nan Gil mengusir Na Ri dari rumah ini.

"Jangan ikut campur dan jangan menghina ibuku. Aku mempercayainya"


Saat Dong Jin masih saja menghina ibunya, Na Ri refleks memukul kepala Dong Jin dengan buku. Tapi sedetik kemudian dia langsung menyesalinya. Masih sangat mencurigai Nan Gil, Dong Jin curiga apakah Ibunya Na Ri benar-benar meninggal dunia dalam kecelakaan mobil? Apa Na Ri tahu kejadiannya? Bagaimana dengan pamannya Na Ri? Sejak kapan mereka putus kontak?

Belum sempat melanjutkan percakapan ini, ponselnya Nan Gil tiba-tiba berbunyi berulang kali. Yeo Joo dengan sengaja mengirim chat berantai yang membuat Dong Jin risih dan tak enak pada Na Ri.


Melihat Yeo Joo chattingan sambil olahraga, temannya berkomentar kalau hubungan cintanya kali ini sepertinya berjalan dengan baik. Yeo Joo menyangkalnya, hanya saja sikap Dong Jin sekarang berbeda.

Dulu Dong Jin selalu membicarakan pacarnya secara terbuka, itu artinya dia tidak bisa menelepon Dong Jin setiap kali Dong Jin bersama Na Ri. Tapi sekarang beda. Dong Jin sekarang berbohong padanya katanya mau meeting tapi dia tahu kalau Dong Jin pergi menemui Na Rim, itu artinya sekarang dia sudah menjadi nomor satu bagi Dong Jin.


Kesal melihat Dong Jin mengabaikannya demi membalas chattingan Yeo Joo, Na Ri langsung mengusirnya. Tapi Dong Jin terus bertahan dan membahas kecurigaannya akan Nan Gil. Dia memberitahu Na Ri bahwa rumah ini adalah posisi yang strategis dan daerah ini akan dibangun resort. Dia yakin Nan Gil menipu Ibunya Na Ri untuk itu.

Menolak mempercayainya, Na Ri langsung mendorong Dong Jin keluar dari kamarnya. Tapi Dong Jin tetap bertahan dan terus heboh menasehati Na Ri untuk melindungi rumahnya ini dan jangan sampai dibodohi oleh si penipu itu. Tepat saat itu juga, Na Ri melihat Nan Gil di belakang Dong Jin dan mendengarkan semua tuduhannya.


Dong Jin langsung mengkonfrontasi Nan Gil dan berusaha mengusirnya dari rumah ini, apa Nan Gil tahu berapa banyak pengacara dan hakim yang dikenalnya? Tapi Dong Jin cuma menatapnya dengan malas dan dengan cuek berkata kalau dia tidak tahu dan tidak peduli.

Dia mau pergi untuk membuat adonan tapi Dong Jin langsung mencengkeram bahunya sambil terus berusaha mengusir Nan Gil. Tapi Nan Gil dengan mudahnya melepaskan tangan Dong Jin dari bahunya, tampaknya dia cukup kuat karena Dong Jin meringis kesakitan.


Gadis remaja yang tadi memotreti Nan Gil itu adalah Kwon Duk Shim, adiknya Duk Bong. Sepertinya dia naksir Nan Gil dilihat dari banyaknya koleksi foto Nan Gil yang dimilikinya. Awalnya dia senyam-senyum sampai dia mendapati foto Nan Gil bersama Na Ri. Siapa wanita ini?


Saat Duk Bong masuk, Duk Shim langsung menutup gambarnya dan pura-pura sedang nge-game. Duk Bong langsung mengomelinya dan merampas laptopnya sebagai hukuman karena dia dengar kabar kalau Duk Shim bolos sekolah.

Tak terima, Duk Shim minta negosasi. Jika dia mendapat satu peringatan maka Duk Bong harus mengembalikannya dan dia meminta agar hari ini Duk Bong menganggapnya mendapat peringatan. Duk Bong setuju tapi dia memperingatkan Duk Shim untuk tidak bolos lagi lain kali.


Nan Gil membuat adonan dumplingnya sambil mesam-mesem teringat usul Na Ri agar mereka bergaul akrab. Saking senangnya, dia sampai membuat adonannya sambil mengerang-erang penuh semangat... sebelum akhirnya berubah menjadi jerit kaget saat tiba-tiba saja melihat Na Ri tiba-tiba muncul di hadapannya tanpa suara.


Na Ri meminta nomor ponselnya Nan Gil. Saat Na Ri mencoba me-misscall Nan Gil, dia mendapati Nan Gil memakai ringtone lagu kesukaan ibunya.


Lagu yang mengingatkan Na Ri akan masa lalunya bersama Ibunya saat mereka menikmati lagu itu bersama-sama di suatu senja di pinggir sungai.


Tersadar dari lamunannya, Na Ri langsung menuntut Nan Gil untuk menyanyikan lagu itu. Nan Gil mencoba menyanyikannya tapi nggak banget enak didengar. Akhirnya Na Ri mengalihkan topik dan bertanya apa yang Nan Gil lakukan saat dia merindukan ibunya?

"Aku menutup mata dan aku bilang aku merindukannya maka dia akan muncul. Dia selalu tersenyum"

Mereka sama-sama terdiam canggung mendengarnya, sebelum akhirnya Na Ri pamit dan berkata kalau dia akan mengambil barang-barangnya kapan-kapan. Nan Gil langsung menanggapinya dengan terlalu antusias sampai membuat Na Ri curiga. Tapi Nan Gil cepat-cepat menyangkalnya dan mengklaim kalau Na Ri bisa tetap meninggalkan barang-barangnya di sini.


Dalam perjalanan mengantarkan Na Ri keluar, Nan Gil mencerewetinya seperti orang tua yang hendak melepaskan anaknya pergi sampai membuat Na Ri kesal dan marah-marah lagi padanya. Nan Gil baru ingat lalu masuk kembali untuk mengambil sesuatu untuk Na Ri dan meminta Na Ri menunggu. Tapi Na Ri mengacuhkannya dan langsung keluar.


Tapi di luar, dia mendapati Dong Jin masih di sana menunggunya. Saat Na Ri menolak kembali ke Seoul bersamanya, Dong Jin langsung menyinggung sikap Na Ri yang memutuskannya seolah dia sudah menantikan hal itu dan kebodohan Na Ri karena mempercayai Nan Gil dan melepaskan rumah milik ibunya yang nilainya cukup besar ini.

"Apa kau marah karena rumah ini hampir jadi milikmu?" sindir Na Ri

"Peduli amat! Berhentilah jadi materialistis"


Kesal dengan tuduhan Na Ri, Dong Jin langsung menuntut Na Ri untuk mengembalikan hutang 30,000 dollar-nya sekarang juga. Tapi tepat saat itu juga, tiba-tiba dia mendapat chat berantai lagi dari Yeo Joo. Dong Jin langsung menjauh untuk membalas chat-nya.


Duk Bong yang juga hendak pergi ke Seoul, kebetulan lewat di sana dan langsung berhenti saat melihat Na Ri bertengkar dengan Dong Jin. Nan Gil keluar tak lama kemudian dengan membawakan bekal dumpling yang dia klaim sebagai masakan rumah yang bisa meredakan insomnia, stres, lingkaran hitam dan keriputnya Na Ri.

Kesal melihat Dong Jin masih sibuk dengan chattingannya, Nan Gil meminta Duk Bong untuk membawa Na Ri bersamanya ke Seoul.


Dalam perjalanan, Duk Bong penasaran, siapa pria yang chattingan tadi? Tapi Na Ri menolak memberitahu. Saat Duk Bong masih terus bertanya, Na Ri kebetulan melihat halte bis dan minta diturunkan di sana. Tapi Duk Bong menolak karena Nan Gil menitipkan Na Ri kepadanya.

Terserah saja, lagian dia memang tidak mau keluar dan mau tidur saja. Duk Bong tak percaya melihat sikap Na Ri, seharian ini sudah dua kali dia membawa Na Ri di mobilnya, apa Na Ri tidak merasa berterima kasih?

"Terima kasih" ucap Na Ri lalu pura-pura ngorok untuk menghindari percakapan lebih lanjut.


Dong Jin hendak pergi, tapi Nan Gil menghalangi jalannya dan berkata bawha dia akan melunasi hutang 30,000 dollar-nya Na Ri. Tapi dia memperingatkan Dong Jin untuk tidak lagi muncul di hadapan Na Ri lagi.


Di pesawat, rekan pramugari Na Ri bertanya apakah Na Ri benar-benar sudah putus dengan pacarnya. Begitu Na Ri membenarkan, rekannya memberitahu Na Ri bahwa dia mengetahui itu karena Yeo Joo mengumumkan putusnya Na Ri di acara makan malam bersama.

Rekan-rekannya yang lain tiba-tiba memberi kejutan ultah untuknya dan sebuah hadiah. Yeo Joo pura-pura ikut merayakan. Na Ri pun langsung menggunakan saat itu untuk mengkonfrontasi Na Ri yang katanya menyebar rumor bahwa dia putus dengan pacarnya.

Yeo Joo menyangkal pernah mengatakan itu. Tapi rekannya yang lain mengingatkannya bahwa Yeo Joo memang melakukannya. Malu, Yeo Joo langsung menghindar. Rekan mereka yang lain jadi semakin bingung.


Begitu turun dari pesawat, Na Ri mendapat rentetan pesan dari ayah tirinya tentang berbagai macam artikel yang membahas cara menghindari insomnia. Dia cerewet sekali, lebih buruk daripada ibunya, gerutu Na Ri. Dia lalu mencoba menghubungi pamannya lagi tapi tetap saja tidak bisa dihubungi. Akhirnya Na Ri hanya bisa mengirim pesan, meminta pamannya datang di hari ulang tahun ibunya.


Dalam perjalanan naik bis, Na Ri mendapat telepon dari nomor tak dikenal yang ternyata pamannya. Paman langsung meminta maaf pada Na Ri, tapi dia tidak akan bisa datang ke ultah Ibunya Na Ri. Na Ri mencoba menanyakan keberadaan pamannya, tapi paman hanya meminta maaf berkali-kali lalu menutup teleponnya.

Na Ri mencoba menghubungi nomor itu kembali, tapi kali ini yang menjawabnya adalah seorang nenek. Tapi dari nenek itu, dia berhasil mendapatkan info tempat pamannya barusan berada: Seulgi Supermarket yang berada di area sekitar rumahnya.

 

Tapi setibanya di sana, nenek memberitahu bahwa Pamannya Na Ri sudah pergi. Na Ri akhirnya berjalan ke rumah pamannya. Tapi setibanya di dekat rumah pamannya, dia melihat ada sebuah mobil terparkir di depan dan beberapa pria yang tampak seperti mafia. Anak-anak buah mafia itu melapor pada bosnya bahwa sepertinya tak ada orang di dalam rumah.


Di tengah-tengah kebingungannya, seseorang tiba-tiba menariknya menjauh dari sana dan orang itu ternyata Nan Gil dan dengan tegas dia memerintahkan Na Ri untuk pulang.


Si bos mafia lalu keluar saat melihat Nan Gil mendatangi mereka dan menyapa Nan Gil dengan akrab. Nan Gil menyindir si bos, kenapa mereka datang bergerombol? Apa dia masih begitu menakutkan bagi mereka?

Si Bos mafia mengklaim kalau anak-anak buahnya hanya penasaran tentang sang legenda. Si bos menyuruh anak-anak buahnya memberi salam pada Nan Gil dan mereka semua sontak membungkuk hormat padanya.
 
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Nan Gil

"Kudengar Shin Jung Nam sudah kembali"

"Siapa yang memberitahumu? Apa kau punya mata-mata di sini? Kita harus saling mempercayai"


Saat Na Ri kembali ke depan restoran dumpling, dia melihat rombongan mafia itu melaju pergi dari sana. Na Ri penasaran siapa mereka? Tapi Nan Gil cepat-cepat menghindari pertanyaan itu dengan mencoba mengalihkan topik. Tapi Na Ri terus menuntut, siapa orang-orang itu?

Nan Gil terus berusaha mengelak dan mengklaim bahwa orang-orang seperti itu biasanya tidak akan mengatakan identitas mereka. Tapi dilihat dari cara si bos mafia menyapa Nan Gil, sepertinya mereka teman. Nan Gil beralasan kalau orang-orang seperti itu memang biasanya SKSD.


Curiga, Na Ri langsung memberondong Nan Gil dengan berbagai pertanyaan. Apakah pamannya kemari? Nan Gil dengan cepat menjawab tidak. Apa pamannya dalam pelarian? Berapa banyak hutangnya? Nan Gil berusaha menghindari pertanyaan itu tapi Na Ri terus menuntut sampai Nan Gil jadi emosi dan akhirnya membenarkan bahwa Pamannya Na Ri memang sedang dalam pelarian.

Apa Nan Gil sering kontak dengan pamannya? Tidak, tidak! Apa Nan Gil meminjaminya uang dan semacamnya? Tidak, tidak! Na Ri jadi semakin emosi, memangnya berapa hutang pamannya? Kenapa Nan Gil tidak menyuruh paman menjual rumahnya saja. Jangan-jangan hutang pamannya lebih besar daripada harga jual rumahnya? orang bilang hutang itu bisa semakin membesar seperti bola salju. Lalu bagaimana dengan pamannya?

"Buang saja dia" saran Nan Gil dengan entengnya "Dia adik ibumu, jadi aku yang akan mengurusnya. Jadi kau buang saja dia dari pikiranmu"


Dia lalu menyuruh Na Ri masuk sementara dia harus membuat adonan lagi. Walaupun dia tampak begitu santai di depan Na Ri. Tapi begitu sendirian, Nan Gil tampak cemas.


Saat sedang mengeluarkan isi tasnya, Na Ri membawa sebuah kado untuk Nan Gil. Dia langsung masuk ke dapur untuk memberikan hadiah itu tapi mendapati Nan Gil tidak sedang membuat adonan. Tapi ada cahaya di kamarnya Nan Gil.

Na Ri mendekat, tapi malah mendengar Nan Gil bicara di telepon dengan seseorang. Hmm... dilihat dari percakapannya sepertinya dia bicara dengan Pamannya Na Ri. Nan Gil dengan kesal mengancam orang yang diteleponnya itu untuk tidak lagi datang kemari.


Dan yang lebih mencengangkan, saat Nan Gil sedang ganti baju, tampak dua buah tato besar menghiasi punggungnya, persis seperti tato mafia. Tepat saat itu juga Nan Gil menoleh padanya. (wah, mencurigakan nih Nan Gil? apa dia mantan mafia?)

Bersambung ke episode 3

4 comments

Haduh....kok kece yah kim youg kwang, sekarang:-)...
Kamsahamnida bak ima!

Seru...seru...ceritanya...jd penasaran dgn episode selanjutnya? Siapakah sebenarnya Nan Gil? Suka dgn Nan Gil yg sepertinya seorang jagoan...

Aaaa eottokkhae ?????? Penasaran banget sama ceritanyaa,,,

walaaa pamannya hutang sbanyak itu buat apa yaa.. halamakk tato nya Nan Gil 😱

Setelah membaca postingan ini harap berikan komentar dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog ini dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon