Powered by Blogger.


 Sinopsis K2 Episode 14 - 1

 

Setelah memastikan memory card-nya aman, Suk Han bertanya siapa Je Ha tapi Je Ha hanya menjawabnya dengan melirik ke memory card yang ada di tangannya. Suk Han sontak melarikan diri dan Je Ha berusaha membebaskan diri dari cengkeraman kedua pengawal Suk Han.




 

Dia berusaha mengejar Suk Han tapi saat dia hendak mengejar Suk Han di tangga darurat, dia dihadang oleh lebih banyak pengawal. Je Ha berusaha melawan mereka tapi ada dua pria lain yang tiba-tiba muncul, menatapnya dengan senyum licik lalu lari mengejar Suk Han.

Panik, Je Ha berusaha melawan para pengawal Suk Han lebih cepat dan begitu berhasil melumpuhkan semuanya, dia cepat-cepat mengejar Suk Han.


Suk Han baru masuk mobil saat kedua pria itu berhasil menyusulnya. Pria pertama berusaha memintanya keluar dengan menunjukkan ID-nya. Tapi saat Suk Han menolak keluar, pria kedua langsung mengeluarkan pistolnya. Suk Han terpaksa keluar.

"Apa kalian orang-orangnya Pak Gwan Soo? Atau Choi Yoo Jin?" tanya Suk Han. Orang itu cuma menjawabnya dengan seringai lalu menggeledah tubuh Suk Han. Memanfaatkan kesempatan, Suk Han mendorong pria itu ke temannya lalu melarikan diri.


Je Ha sendiri terus dihadang oleh para pengawalnya Suk Han. Karena jalannya terhalangi oleh mereka, Suk Han terpaksa kembali ke mobilnya. Tapi kedua pria itu berhasil mengejarnya. Suk Han tersudut sampai ke pagar pembatas parkiran sementara kedua pria itu terus mendekatinya.


Suk Han panik tapi malah terjungkal dari pagar pembatas. Je Ha datang tepat saat itu, dan langsung melompat melewati pagar pembatas dan sukses memegangi tangan Suk Han. Dengan seluruh kekuatannya, dia mengayunkan Suk Han hingga akhirnya Suk Han berhasil mendarat dengan selamat di lantai parkiran bawah dan Je Ha berhasil mendapatkan memory card itu dalam genggamannya.


Pria itu lega juga melihat mereka selamat tapi dia langsung menuntut Je Ha untuk menyerahkan memory card-nya. Tapi Je Ha menuntut mereka untuk membantunya naik dulu. Kebetulan saat pria itu menolak, ada sebuah mobil pickup yang meluncur di dekatnya. Je Ha langsung melompat hingga dia terjatuh ke atas tumpukan barang di mobil pickup dan terguling ke jalan.


Melihat tuannya pingsan, Pengawalnya Suk Han kesal dan langsung mencari pelakunya. Je Ha berusaha melarikan diri dari sana saat tiba-tiba saja peluru dari pengawalnya Suk Han melesat dan mengenai perutnya.

Je Ha langsung terhuyung lemah hingga dia harus bersandar di pagar pembatas. Orang-orang itu langsung turun untuk menghampiri Je Ha. Dalam keadaan lemah, Je Ha menyembunyikan memory card-nya di rerumputan dekat pagar. Tak lama kemudian, Ketua Joo datang menyelamatkan Je Ha.

Ketua Joo menyuruh anak buahnya untuk ngebut ke rumah sakit, tapi mereka malah diburu oleh dua mobil polisi. Terjadilah aksi kejar-kejaran di jalanan sementara kondisi Je Ha semakin melemah.


Yoo Jin tengah gelisah saat Sekretaris Kim datang dan memberikan telepon dari Ketua Joo untuknya. Yoo Jin shock mendengar kabar tentang Je Ha. Di rumah persembunyian, Mi Ran membangunkan Anna dengan panik. Dia begitu cemas dan sedih sampai-sampai dia tidak sanggup bicara dan membuat Anna cemas.


Dua mobil JSS ikut dalam pengejaran di jalan itu. Begitu tiba di perempatan jalan, mobil JSS yang membawa Je Ha langsung putar arah mendadak. Mobil polisi pun putar arah dari dua mobil JSS lain sontak menghadang mereka. Kedua mobil JSS pura-pura kesal dan bertengkar pada satu sama lain hingga polisi terpaksa mengalihkan perhatian mereka pada kedua orang yang sedang bertengkar itu.


Kepala polisi mendapat kabar tentang penyerangan terhadap putra presiden dan keterlibatan JSS dalam insiden ini.


Mi Ran dan K1 gelisah menunggu kabar yang tak kunjung datang, sementara Anna berdoa dan memohon agar Je Ha kembali padanya dengan selamat. Mi Ran tiba-tiba memanggilnya karena berita TV mengabarkan penyerangan terhadap Suk Han dan pelakunya sedang dalam pengejaran polisi. Pelakunya diduga adalah pegawai perusahaan private security.


Melihat berita itu, Gwan Soo punya ide dan memutuskan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerang markas besar JSS dengan cara menuntut mereka sebagai pelaku kejahatan. Gwan Soo pun langsung menelepon kepala polisi dan memerintahkannya untuk menggeledah Cloud Nine-nya JSS atau apalah namanya itu. Dari mana dia tahu tentang Cloud Nine?...


Dari siapa lagi kalau bukan dari Mertuanya Sung Won. Gwan Soo meminta Kepala Polisi ikut pergi kesana nanti dan berjanji kalau dia akan mengirimkan beberapa orang ahli bersama Kepala Polisi nanti. Dia ingin Kepala Polisi mendapatkan semua informasi rahasia yang dimiliki Yoo Jin dan hapus semua data di server utamanya.

Mertua Sung Won tertawa senang mendengar ide bagus Gwan Soo itu. Tapi Gwan Soo mengaku cemas, dia menduga kalau Je Ha mungkin sudah mengambil memory card-nya Suk Han. Tapi yang paling mencemaskannya, takutnya Yoo Jin sudah mengambil alih memory card itu.


Karena polisi ada di rumah sakit, terpaksa Je Ha dibawa ke markas JSS. Ketua Joo melapor kalau dia sedang membawa Je Ha ke klinik sekarang. Tapi Yoo Jin memerintahkannya untuk membawa Je Ha ke Cloud Nine karena dia yakin polisi akan segera kemari.


Bersama Dokter JSS, Ketua Joo melarikan Je Ha ke Cloud Nine. Yoo Jin shock saat melihat keadaan Je Ha dan memerintahkan mereka untuk segera mengoperasinya sekarang juga. Dan saat itu juga Yoo Jin memutuskan untuk mengangkat Dokter JSS sebagai anggota Cloud Nine.

"Nasib perusahaan kita sekarang ada di tanganmu, kau tidak boleh membiarkan Je Ha mati" perintah Yoo Jin

"Baik Nyonya"


Kepala Polisi dan rombongannya tiba tak lama kemudian. Kepala JSS menyambutnya dengan akrab, tapi Kepala Polisi dengan dinginnya mengklaim kalau ini adalah akhir dari JSS. Saat Kepala JSS tak mempercayainya, seorang penyidik langsung mengeluarkan surat perintah penggeledahan.

Terpaksa Kepala JSS harus membiarkan para polisi itu masuk. Tempat pertama yang mereka cari adalah bagian klinik tapi tempat itu kosong. Sementara para polisi tengah berusaha mencari keberadaan Je Ha, Yoo Jin gelisah melihat jalannya operasi Je Ha yang dilakukan Dokter dengan hanya dibantu oleh Ketua Joo. Dia terus mondar-mandir gelisah sementara Sekretaris Kim hanya bisa melihat reaksi Nyonya-nya dengan tak nyaman.


Pelurunya akhirnya bisa dikeluarkan dari tubuh Je Ha. Tapi detak jantung Je Ha malah melemah. Ketua Joo berusaha memompa dadanya dengan panik, Yoo Jin semakin panik dan cemas. Detak jantung Je Ha kembali tapi hanya sebentar, Dokter pun langsung berusaha memicunya dengan defibrillator. Dia terus berusaha beberapa kali, tapi detak jantung Je Ha terus datar.


Dalam pikirannya, Je Ha memimpikan dirinya dan Anna kencan layaknya pasangan pada umumnya. Membeli makanan di restoran dan piknik berdua di taman sambil bercanda tawa dengan penuh kebahagiaan.


Dalam sebuah mimpi lainnya, Anna sedang mempersiapkan tiket dan passport mereka berdua. Dia memanggil-manggil Je Ha tapi tak ada jawaban. Akhirnya dia naik tapi malah shock mendapati Je Ha pucat pasi dan perut Je Ha berlumuran darah. Je Ha roboh dan pingsan hingga membuat Anna semakin panik dan berusaha memanggil-manggil namanya, membangunkannya, tapi Je Ha tidak bangun.


Anna tersentak bangun dari mimpi buruk itu dengan nafas tersengal-sengal. Mi Ran datang saat itu dan memberitahu kalau Je Ha sekarang ada di markas JSS. Anna langsung bangkit.


Kepala polisi bersama beberapa ahli IT mau ke lantai 9, Kepala JSS dipaksa ikut bersama mereka. Saat Kepala Polisi memencet tombol 9, tombolnya tidak mau bekerja. Kepala Polisi langsung mengancan, kalau Kepala JSS tidak mau menggerakkan lift ini maka dia akan ditahan atas tuduhan berkomplot dengan penjahat. Kepala JSS terpaksa mengeluarkan kartu aksesnya dan seketika itu pula liftnya bekerja.


Mereka pun ke lantai 9, tapi bukan turun ke Cloud Nine, melainkan naik ke lantai 9 sungguhan. Tempat itu adalah pusat data JSS. Para ahli IT pun langsung bekerja mengeceknya dan mendapati ini memang server utama JSS. Kepala Polisi pun senang sementara Kepala JSS hanya bisa terdiam gelisah.


Detak jantung Je Ha sepertinya sudah kembali normal tapi operasi masih terus berjalan. Cermin menunjukkan rekaman rombongan Kepala Polisi di pusat data JSS, Yoo Jin kesal tapi juga gelisah karena Je Ha masih kritis.

"Cermin data-data penting akan aman, bukan?"

Cermin mengiyakannya "Server itu cuma server para pegawai JSS biasa"


Kepala Polisi melaporkan penemuan mereka ke Gwan Soo. Tentu saja Gwan Soo senang bukan main dan memerintahkan Kepala Polisi untuk segera mengurusnya secepat mungkin. Gwan Soo merasa menang, Yoo Jin baginya bukan lagi ancaman sekarang.


Sung Won dan Ayah Mertuanya rapat bersama para kroninya dalam kegelapan. Mereka senang mendengar Cloud Nine milik Yoo Jin akan segera berakhir. Tapi salah seorang diantara mereka bertanya cemas, info rahasia Cloud Nine tidak akan diserahkan pada Gwan Soo, bukan?

Mertua Sung Won meyakinkannya untuk tidak cemas, yang mereka kirim kesana adalah teknisi mereka sendiri jadi mereka tahu apa yang harus mereka lakukan. Seseorang mengucap selamat pada Mertua Sung Won karena sekarang JB menjadi miliknya. Mertua Sung Won senang, Sung Won diam walaupun dia tak terlalu senang mendengar pujian itu.

"Tapi, kurasa sekarang masih terlalu dini untuk merayakannya" ujar seseorang "Choi Yoo Jin mungkin punya memory-card-nya Suk Han"

"Aku yakin presiden tidak akan tinggal diam begitu saja melihat putranya terluka"

"Kau benar, tapi mungkin tak ada yang bisa dilakukannya juga" kata Mertua Sung Won

Entah apakah memory card-nya Suk Han dicuri atau tidak, mereka hanya bisa memastikannya setelah dia bangun nanti. Sung Won cuma diam saja sedari tadi, tapi sepertinya dia sibuk memikirkan sesuatu.


Suk Han akhirnya terbangun di ranjang rumah sakit dan dia langsung mengingat bagaimana Je Ha menyelamatkannya tapi juga mengambil memory card-nya. Saat pengawalnya memberitahu kalau mereka sedang berusaha menangkap Je Ha yang mereka yakini tengah bersembunyi di JSS, Suk Han langsung memerintahkannya untuk menghentikan pencarian mereka.

Yakin memory card itu ada di tangan Je Ha, dia memerintahkan agar mereka jangan menyentuh JSS sekarang dan jangan pula mengejar Je Ha, dia hanya beralasan kalau dia melakukan itu hanya karena Je Ha telah menyelamatkannya.


Teknisi baru menyadari kalau itu server itu cuma berisi informasi umum. Kepala JSS yang tadinya gelisah, langsung tersenyum senang. Tepat saat itu juga, Kepala Polisi menerima telepon yang menyuruhnya untuk mundur dan itu perintah dari Blue House. Walaupun kesal, Kepala Polisi terpaksa menarik mundur pasukannya dan keluar dari sana.


Kepala JSS mengantarkan mereka keluar dengan senyum remeh. Kesal, Kepala Polisi langsung menyindir keberuntungan Kepala JSS. Jelas saja Kepala JSS langsung tertawa ngakak "Lihatkan. Aku sudah bilang, aku ini lawan yang tangguh"

Begitu mereka keluar, Kepala JSS dengan kesal meneriakkan perintah pada resepsionis untuk mensetrilkan tempat ini dengan semprotan garam.


Kepala Polisi langsung melaporkan masalah ini pada Gwan Soo. Informasi itu membuat Gwan Soo menyadari kalau memory card-nya sekarang ada di tangan Je Ha.


Tidak cuma Gwan Soo, Yoo Jin pun menyadari hal yang sama. Suk Han harus melakukan itu lantaran takut Je Ha menyebarkan isi memory card itu ke publik. Menyadari mereka aman sekarang ini, Yoo Jin memerintahkan mereka untuk memasang gaya sok percaya diri untuk memberi kesan bahwa mereka memiliki memory card itu sekarang. Tapi karena memory card itu tidak ada di tangan Je Ha, Yoo Jin memerintahkan mereka untuk segera mencarinya secara diam-diam.

Bersambung ke part 2

3 comments

Waaah makin seru d tunggu part2 nya

je ha.. pleasee sadar, kasihan Anna kalo enggak ada kamu😢
next part 2 kak. fighting nulisnya kak😍😍

Semangat eon nulisnya...😊😊

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon