Powered by Blogger.


Sinopsis K2 Episode 14 - 2
 

Sung Won mengunjungi Suk Han di rumah sakit dan langsung menanyakan memory card-nya. Saat Suk Han berusaha menghindari pertanyaan itu, Sung Won berdecak pura-pura simpati. Suk Han dengan kesalnya menyuruh Sung Won untuk mengkhawatirkan dirinya sendiri saja agar dia tidak sampai kehilangan perusahaannya pada noona-nya.




"Kim Je Ha, kan?" tanya Sung Won. Suk Han langsung bereaksi kaget, Sung Won sekarang yakin kalau memory card itu diambil Je Ha.
 

Ketua Joo mengintruksikan anak-anak buahnya untuk mencari memory card itu di tempat Je Ha ditembak secara diam-diam, tapi mereka kesulitan mencarinya. Tepat saat itu dia dipanggil Se Joon. Begitu dia datang, Se Joon langsung bertanya apakah ketua Joo sedang mencari sesuatu yang dijatuhkan Je Ha?

Ketua Joo kaget mendengarnya, dari mana Se Joon mengetahuinya? Se Joon mengaku bahwa Je Ha sebenarnya berniat memberikan benda itu kepadanya agar dia bisa menjatuhkan Gwan Soo dan terlepas dari jeratan Yoo Jin. Ketua Joo terdiam bingung. Se Joon mengerti keraguannya tapi itulah yang sebenarnya, jika tidak lalu bagaimana bisa dia mengetahuinya.

"Aku ingin kau membawanya padaku jika kau menemukannya. Aku tahu kau lebih memihak Choi Yoo Jin daripada aku. Tapi jika benda itu jatuh ke tangan Yoo Jin, aku tidak akan pernah bisa menjadi presiden sejati. Aku akan menjadi presiden boneka sebagian... tidak, sepenuhnya. Dan hal itu akan berlangsung sepanjang masa jabatanku. Jika begitu, maka keseluruhan sistem politik tidak akan ada bedanya dengan pasar"

Ketua Joo masih ragu, lagipula dia tidak yakin bisa menemukannya.


Sementara itu di JSS, Dokter mengambil semua perlengkapan medis yang diperlukan untuk mengobati Je Ha lalu cepat-cepat pergi ke Cloud Nine. Anna datang bersama Mi Ran tak lama kemudian dan menanyakan keberadaan Je Ha pada Guru Song. Sebenarnya Guru Song tak yakin, tapi mungkin dia ada di lantai 9.


Mi Ran memberitahu Anna bahwa dia tidak akan bisa masuk kesana, tapi Anna tak peduli. Benar saja, lift-nya tidak mau jalan karena mereka tak punya kartu akses. Tapi Anna tak mau menyerah begitu saja dan memutuskan naik ke lantai 9 lewat tangga. Tapi setibanya di lantai 9, pintu tangganya malah terkunci. Anna panik, berusaha keras membuka pintu itu tanpa hasil.


Yoo Jin melihatnya dari CCTV Cloud Nine dan langsung memerintahkan Sekretaris Kim untuk mengeluarkan Anna dari tempat ini. Je Ha sendiri masih belum sadar walaupun kondisinya sudah mulai membaik. Sebelum pergi, Yoo Jin berpesan pada Dokter untuk menghubunginya kalau sampai terjadi apa-apa dengan Je Ha.


Anna diseret pergi tapi dia terus melawan, Mi Ran berusaha menenangkannya dan menyarankan agar mereka kembali saja lain kali. Tapi Yoo Jin tiba-tiba muncul dan mengklaim tidak ada gunanya bagi Anna untuk kembali kemari.

"Ahjumma, kumohon pertemukan aku dengan Je Ha"

Tapi Yoo Jin tak mau dipanggil ahjumma dan menuntut Anna untuk memanggilnya ibu dulu. Saat Anna diam tak menurutinya, Yoo Jin langsung tersinggung "Bukankah ibu tiri itu juga seorang ibu?"


Tapi Anna tetap tidak mau dan terus memohon agar dia bisa melihat Je Ha, setidaknya sekali saja. Saat Yoo Jin tetap menolak, Anna terpaksa memanggilnya ibu. Dengan berkaca-kaca, Anna menatap Yoo Jin dan mengulang "Ibu"

Yoo Jin tercengang mendengarnya. Melihat Yoo Jin tampak begitu tersentuh dengan panggilan ibu itu, Sekretaris Kim berusaha mengisyaratkan semua orang untuk pergi. Tapi yang mengejutkan, Anna tiba-tiba berlutut di hadapan Yoo Jin dan memohon setulus hati "Tolong biarkan aku melihat Je Ha. Kumohon... ibu"

Malu dilihat para pegawai JSS, Yoo Jin pura-pura iba pada Anna, bahkan sampai memeluknya. Padahal diam-diam dia berpikir bahw adia harus mempertimbangkan apa yang akan terjadi setelah Je Ha sadar.


Dia lalu membawa Anna ke Cloud Nine. Yoo Jin memperingatkan Anna untuk berhati-hati karena Je Ha masih dalam kondisi kritis. Tapi saat Anna hendak melangkah mendekati Je Ha, Yoo Jin bertanya apakah Anna benar-benar tidak mau pergi? Dalam kondisinya yang sekarang, akan sangat sulit bagi Je Ha untuk melindungi Anna.

"Jika kondisi Je Ha sudah lebih baik, aku akan pergi" ujar Anna

"Apa kau benar-benar akan pergi setelah dia sembuh?" tanya Yoo Jin tak percaya.


Dia mengingatkan Anna bahwa sekarang ini, Je Ha bahkan tidak bisa ke rumah sakit. Karena jika dia melakukannya maka dia akan ditahan atas tuduhan percobaan pembunuhan terhadap putra presiden. Dia mempertaruhkan segalanya demi melindungi Je Ha.

Jadi sekarang Anna juga harus melindungi Je Ha, apalagi sekarang identitas Je Ha sudah ketahuan. Dia mengklaim kalau Anna tetap ada di sini maka Je Ha tidak akan pernah bisa meninggalkan Anna dan pada akhirnya dia akan ditangkap. Dia akan melindungi Je Ha sementara Anna pergi saja. Yoo Jin mengklaim itulah hal terbaik yang bisa Anna lakukan demi Je Ha.

"Pergi dan lakukan apapun yang kau inginkan. Akan kubayari semuanya. Dan jika takdir mengizinkan... kau bisa bertemu dengannya lagi suatu hari nanti. Dan juga, kau pasti ingin Ahjumma, Mi Ran dan Sung Gyu tetap hidup, bukan?"

Anna menatap Je Ha dengan berlinang air mata sebelum akhirnya dia menyetujuinya dan berjanji untuk pergi. Tapi sebagai gantinya dia meminta Yoo Jin untuk membantu Je Ha bertahan hidup apapun yang terjadi. Yoo Jin mengangguk menyetujuinya.


Anna akhirnya berjalan mendekati Je Ha. Tangisnya langsung pecah melihat kondisi Je Ha. Dia terus berusaha membangunkan Je Ha dan memohon padanya untuk tetap hidup. Anna mengecup lembut bibir Je Ha, Yoo Jin tak senang melihat itu dan langsung memalingkan muka.

"Je Ha, aku mencintaimu. Aku mencintaimu, Je Ha. Kau tidak boleh mati"


Keesokan harinya, Se Joon sudah mengetahui tentang kepergian Anna dan bertanya kemana Yoo Jin akan mengirimnya kali ini. Yoo Jin dengan santainya berkata kalau dia akan mengirim Anna ke Lafelt. Se Joon tidak usah cemas, dia tidak akan lagi menyembunyikan Anna.

Tidak ada gunanya juga melakukan itu, toh seluruh dunia sudah tahu kalau dia adalah anaknya si artis terkenal Ume Hye Rin. Sekarang semua orang mengira kalau Ume He Rin adalah wanita jalang yang jahat dan para netizen sekarang sudah tidak lagi menyebut Anna sebagai 'malaikat'. Yoo Jin bahkan mengklaim kalau Anna tidak mau kembali lagi ke Korea.

"Aku akan cukup baik pada anak itu. Aku akan membuatnya cukup bahagia, seolah dia adalah putriku sendiri. Agar dia tidak akan pernah lagi mengingat ibunya sendiri. Dia bahkan memanggilku 'Ibu', tahu! Ini pertama kalinya aku dipanggil seperti itu. Ibu!" ujar Yoo Jin dengan tawa gilanya.

Se Joon cuma mendesah berat. Dia cukup lega, walaupun mereka punya rencana yang berbeda, setidaknya mereka sama-sama berusaha mendapatkan happy ending.


Dalam pertemuan rahasia mereka, Sung Won memberitahu para partner-nya bahwa memory card-nya Suk Han sudah dicuri walaupun Suk Han mengingkarinya. Mereka cemas, jika memory card itu benar-benar ada di tangan Yoo Jin maka pastinya mereka harus mengubah kesetiaan mereka pada Yoo Jin. Mertua Sung Won menyarankan mereka untuk tidak terlalu gegabah, lebih baik mereka mengawasi situasinya dulu.

Belum sempat dia melanjutkan ucapannya, ponsel semua orang tiba-tiba berbunyi, termasuk Sung Won. Itu adalah pesan group dari Yoo Jin yang menyapa semua orang. Pesan itu seolah dengan jelas mengisyaratkan pada mereka bahwa Yoo Jin sudah tahu siapa saja anggota perkumpulan mereka. Semua orang kecuali Sung Won dan Mertuanya berpikir bahwa sepertinya mereka harus menyambut Yoo Jin kedalam kelompok mereka.


Yoo Jin mendapatkan pesan balasannya tak lama kemudian, pesan yang menyatakan bahwa Yoo Jin sekarang resmi menjadi anggota baru kelompok mereka. Yoo Jin tertawa geli membaca pesan itu.


Kepala JSS hendak pergi saat Sung Won tiba-tiba mendatanginya dan menyatakan mau memberi Kepala JSS tumpangan ke kantornya agar mereka bisa bicara sekalian. Hmm... mencurigakan.


Sementara itu, Anna dan Mi Ran membantu Anna berkemas. Karena mereka tidak diperbolehkan ikut, Mi Ran jadi cemas, jangan-jangan mereka akan disingkirkan setelah Anna pergi nanti.

"Mereka tidak akan melakukan itu" sela Anna "Karena mereka sudah berjanji padaku kalau mereka tidak akan melakukan itu. Mereka bilang kalau mereka tidak akan mengganggu kalian. Jadi jangan khawatir"

Ahjumma dan Mi Ran terharu mendengarnya hingga mereka berkaca-kaca. Anna pun berusaha tampak tegar walaupun sebenarnya dia sangat sedih mengingat kondisi Je Ha dan percakapannya dengan Yoo Jin malam itu.


Sung Won menemui Gwan Soo dan menawarkan persekutuan dengannya. Dia meyakinkan Gwna Soo bahwa segalanya belum berakhir, dia yakin bahwa kesempatan mereka untuk bertahan akan meningkat.

"Kau bersenang-senang di Irak berkat aku, dan kau menderita karena bergabung dengan ayah mertuaku yang bodoh. Aku akan mengambil Cloud Nine untuk diriku sendiri dan sunbaenim bisa mengambil memory card-nya Suk Han"

Gwan Soo ragu dan bersikeras agar mereka bicara lagi nanti saja kalau Sung Won sudah mendapatkan semuanya dari lantai 9. Sung Won langsung tertawa ngakak mendengarnya, kenapa mereka terus berpikir kalau Cloud Nine itu ada di lantai 9? Gwan Soo langsung menatapnya penasaran.


Ketua Joo melapor bahwa mereka masih belum bisa menemukan memory card itu walaupun mereka sudah berusaha keras, lebih baik jika menunggu Je Ha bangun saja dan mengatakan dimana dia menyembunyikan benda itu.

Kepala JSS cemas jika mereka tidak segera menemukannya dan mengulur waktu, maka mereka akan dikira cuma membual. Karena itulah Ketua Joo berharap Je Ha akan sadar sebelum orang-orang menyadari kebohongan mereka. Kepala JSS cuma diam memikirkan sesuatu.


Je Ha akhirnya sadar. Dokter pun langsung mengabarkan hal ini pada Yoo Jin. Senang, Yoo Jin pun berkata kalau dia akan segera kesana. Dokter memberitahu Je Ha bahwa dia sekarang sedang berada di Cloud Nine "Dan... kemarin... Anna datang. Anna datang memohon jadi Nyonya membiarkannya masuk"

Yakin Anna pasti sangat mengkhawatirkannya, Je Ha langsung menyuruh Cermin untuk menunjukkan rekaman kedatangan Anna kemarin. Air mata Je Ha mengalir saat melihat Anna menangisinya.


Yoo Jin datang tepat saat itu. Dia datang dengan penuh semangat tapi langsung membeku tak senang saat melihat reaksi Je Ha pada rekaman itu.

"Tapi cinta adalah kemewahan yang tak bisa kita dapatkan" batin Yoo Jin


Gwan Soo mengucap ulang rencana Sung Won, mereka harus menyerang Yoo Jin sekarang untuk mendapatkan Cloud Nine dan Yoo Jin. Tapi Gwan Soo agak ragu, kalau gagal maka mereka malah akan memburuk keadaan.

"Karena itulah timing sangat penting" ujar Sung Won. Dia yakin bahwa walaupun Je Ha sadar, dia tidak akan bertahan lama karena dia terluka parah.

"Kau yakin pada orang yang akan membiarkan kita masuk?"

"Jangan khawatir. Sunbaenim persiapkan saja dengan baik"

"Baiklah"

Kedua sekutu pun mengakhiri pertemuan mereka dengan tertawa ngakak bersama.


Setelah Je Ha menenangkan diri, Yoo Jin akhirnya masuk bersama yang lain. Dengan nada lembut Yoo Jin menanyakan keberadaan memory card itu tapi Je Ha berterus terang menyatakan kalau dia mengambil memory card itu bukan untuk Yoo Jin. Kepala JSS langsung melabraknya dengan kesal, tapi Yoo Jin cepat menghentikannya.

"Lalu kenapa kau bersusah payah mengambilnya?" tanya Yoo Jin

"Untuk menghancurkan Park Gwan Soo"

"Kalau begitu berikan pada kami" tuntut Kepala JSS


Je Ha bersikeras menolak karena mereka tidak akan bisa menghancurkan Gwan Soo dengan itu. Karena jika informasi didalamnya tersebar maka JB Group akan ikut hancur. Orang yang paling terlihat dalam semua ini adalah Ketua Choi.

Jadi Yoo Jin tidak akan bisa mengungkapkan isi memory card itu pada dunia jika dia tidak punya niat untuk menghancurkan JB Group. Lagipula dia mengambil benda itu bukan untuk melindungi Yoo Jin "Ini akan jadi email baru yang akan kugunakan untuk melawanmu. Untuk melindungiku dan Anna darimu"

 
Kepala JSS kembali ke ruangannya sambil menggerutui Je Ha. Melihat sikap Yoo Jin yang terlalu lunak tadi, Kepala JSS yakin kalau Yoo Jin itu tergila-gila pada Je Ha. Lalu kemudian dengan sengaja Kepala JSS berusaha membuat Ketua Joo pergi dengan cara mengingatkan tugas Ketua Joo akan tugasnya untuk mengawal Se Joon di event-nya hari ini. Jelas Ketua Joo jadi curiga melihatnya, tapi kemudian dia pamit.


Yoo Jin masih ada di sana, kecewa menyadari Je Ha mengambil memory card itu untuk menjatuhkannya. Dia tidak mengerti kenapa, bukankah Je Ha adalah temannya?

"Apa kau pernah meratapi kesedihan sebelumnya?" tanya Je Ha

"Seumur hidupku penuh dengan air mata"

"Tidak. Bukan mengasihani dirimu sendiri tapi mengasihani orang lain. Aku yakin tidak pernah. Karena kau adalah orang yang sangat sensitif terhadap rasa sakitmu sendiri hingga rasa sakit orang lain tak berarti bagimu. Tapi kau tahu, orang lain juga terluka, sama sepertimu. Nenek dan Kakek di kebun itu, Ahjumma, Mi Ran dan juga Sung Gyu... dan Raniya juga. Mereka juga ingin hidup bahagia sepertimu"

"Tentu saja, semua orang ingin bahagia di kehidupan mereka masing-masing..."

"Sama seperti saat kau membunuh Ume Hye Rin demi mempertahankan hidupmu sendiri. Kau bisa membunuh orang lain dengan mudahnya. Karena itulah... aku tidak bisa jadi temanmu. Dan juga, saat ini yang kau butuhkan bukanlah teman. Kau butuh seseorang seperti Sekretaris Kim yang memujamu. Atau seseorang yang bisa kau sembah. Itulah yang kau butuhkan. Sama seperti kau memuja Jang Se Joon saat kau masih muda. Tapi maaf, tidak ada satupun dari semua pilihan itu yang cocok untukku"


Kepala JSS sedang merenung saat dia mendapat telepon dari Sung Won yang bertanya apakah dia sudah membuat keputusan. Kepala JSS menjawabnya dengan berkata kalau dia akan menunggu kedatangan Sung Won.


Sung Won sendiri sedang dalam perjalanan ke JSS dengan membawa pasukan khusus, sementara JSS berusaha mengalihkan perhatian petugas dari layar monitor CCTV. Jadilah mereka sibuk membersihkan kopi yang sengaja dijatuhkan Kepala JSS, tanpa menyadari pasukannya Sung Won yang baru tiba.


Penjaga gerbang JSS hendak mengecek siapa yang datang. Tapi mereka langsung diserang mendadak. Mereka juga membawa sebuah kotak besar yang entah apa isinya, sementara Sung Won tersenyum lebar menyaksikan anggota JSS dihajar habis-habisan.


Sementara orang-orang itu bertarung, Sung Won melangkah masuk dengan santainya dan bertemu dengan Kepala JSS di depan lift yang kemudian membawa mereka turun ke lantai 9.


Tercengang mendengar ucapan Je Ha, Yoo Jin berkata bahwa dia tidak mau Je Ha menyembahnya "Aku hanya ingin... aku..."

"Kau hanya ingin memanjakanku. Dan membuatku jadi budakmu"

Tepat saat itu juga, Je Ha dan Yoo Jin terkejut mendengar suara lift datang.

Bersambung ke episode 15

9 comments

tinggal 2 episode kan ya kak? aku berharap semoga bakal happy ending๐Ÿ˜Š Anna dan Je Ha๐Ÿ˜
gomawoo kakak, semangat juga buat nulis 2 episode terakhirnya๐Ÿ˜™

Gomawo unnie ... ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Paling terkesan saat Anna melutut ke Yoojin .. Anna sanggup melutut pada orang yang membunuh ibunya sendiri ! Serta demi menyelamatkan Jeha , Mi ran , Ajumma , K1 Anna rela menyakitkan dirinya sendiri ANNA KAMU EMANG ANGEL yg baik . Terlalu baik . Gue nangis di ep 14 .

Emang anna harus pergi dulu..biar jeha leleuasa buat bertindak..nah kau semua dah beres barulah anna am jeha bisa bersama dan hidup bahagia..

Semakin penasaran dgn endingnya. Gomawo sinopsis nya Tetap di tunggu lanjutannya semangat nulisnya. Daebak Delhy yg nulis

Semakin penasaran dgn endingnya. Gomawo sinopsis nya Tetap di tunggu lanjutannya semangat nulisnya. Daebak Delhy yg nulis

Hmmm semoga jeha bisa hadapin si Sung won dlm keadaan seperti itu, dan semoga lift macet mendadak,... blm tau mau mikir apa yg pasti ditunggu bngt 2 episode terakhir K2 bahkan kalo boleh ada K2 part 2 hehe

yah yah bersambung kan... huwaa mo tamat ๐Ÿ˜ข

menjelang episode2 akhir..terima kasih eonni ditunggu episode selanjutnya sampe 16..ditv udh tamat hikss Jehaa

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon