Powered by Blogger.


 Sinopsis K2 Episode 16 - 1


Timer bom di Cloud Nine tinggal 36 menit saat Je Ha berusaha ngebut secepat mungkin ke markas JSS dan berusaha mengabaikan kepalanya yang kesakitan sambil-sambil terus menggumam "Tidak! Tidak!"



Yoo Jin menyarankan agar sebaiknya Sung Won berhenti keras kepala karena sekarang dialah yang memiliki kartu memorinya Suk Han. Tapi Sung Won cuma mengucap selamat dengan nada sinis. Yah, Yoo Jin memang benar. Sekarang dia sudah kehilangan segalanya dan akan mati di tempat ini dengan bom ini.

Saat Sung Won mengeluarkan rokoknya, terlihat ada pistol tersembunyi di celananya tapi Yoo Jin tidak memperhatikannya. Yoo Jin bertanya bagaimana bisa Sung Won terlibat dalam gerbang Kumar padahal JB Group tidak terdaftar dalam anggota konsorsium. Sung Won mengaku bahwa itu adalah jebakan yang dia buat bersama Ayah Mertuanya untuk anggota konsorsium.

Suk Han adalah teman sekelasnya. Dia pergi ke Irak untuk menjadi sukarelawan medis dan di sana, dia merawat Abdul Omar - pemimpin rakyat Kumar. Karena itulah dia meminta Suk Han untuk memperkenalkannya pada Abdul Omar dan Ayah Mertuanya mengurusi anggota konsorsium di Korea.


"Lalu kau meninggalkan konsorsium?"

"Betul. Karena situasi ini akan segera meledak cepat atau lambat. Tapi Suk Han jadi licik hingga namaku tercatat sebagai anggota juga, sebagai tameng untuk dirinya"

"Ckck! Sayang sekali. Padahal kau bisa lepas tangan dari seluruh skandal ini"

Tapi intinya, Sung Won adalah dalang dibalik gerbang Kumar, iya kan? Kurang-lebih, jawab Sung Won. Tapi bagaimana Yoo Jin bisa tahu padahal dia belum melihat isi kartu memori itu?

"Lewat Cermin" jawab Yoo Jin dengan entengnya dan diam-diam dalam batinnya dia menambahkan "Dan Kim Je Ha"

Sung Won tertawa mendengarnya, semakin kagum dengan kemampuan Cermin hingga membuatnya semakin ingin memiliki Cermin untuk dirinya sendiri.

 

Sekretaris Kim datang ke JSS dengan dikawal beberapa bodyguard yang lebih tangguh dalam melawan para bodyguardnya Gwan Soo yang sekarang menguasai JSS. Para bodyguardnya Gwan Soo pun berhasil dilumpuhkan dengan cepat.


Tinggal 33 menit dan Yoo Jin dengan santainya menyarankan agar mereka mengakhiri perbincangan ini hari ini dan sebaiknya Sung Won bawa pergi bomnya itu... tapi sebelum pergi, Sung Won harus menulis penyataan resmi yang menyatakan kalau Sung Won akan memberikan semua sahamnya kepadanya.

Sung Won menolak. Kalau caranya begitu, berarti dia tidak akan dapat apa-apa dong. Terus apa gunanya dia hidup kalau begitu? Lebih baik mereka mati bersama saja. Yoo Jin langsung sinis, apa Sung Won pikir mati bisa semudah itu?

Para bodyguard-nya Gwan Soo yang ketakutan, menggedor pintu kaca dan menuntut agar mereka segera dikeluarkan dari sini. Sung Won kesal pada mereka dan Yoo Jin semakin sinis, apa yang harus dia lakukan sekarang? Haruskah dia membukakan pintu untuk para bodyguard itu? Para bodyguard itu pasti sudah sangat putus asa dan bisa saja melakukan segala cara untuk menyelamatkan nyawa mereka sendiri dari tempat ini.
 

Cermin tiba-tiba mengumumkan bahwa Sekretaris Kim menelepon. Sekretaris Kim mengabarkan kalau mereka sudah berhasil mengamankan lobi, tapi masih ada beberapa baj*ngan yang berkeliaran di gedung dan mungkin akan butuh sedikit waktu untuk membasmi mereka. Yoo Jin senang mendengarnya dan Sung Won cuma bisa mendengus kesal.


Tapi kemudian Guru Song dengan panik menginformasikan pada Sekretaris Kim bahwa Anna ada di suatu tempat didalam gedung ini. Dia sedang berusaha melarikan diri dari orang-orang jahat yang mengejarnya. Mi Ran dan Sung Gyu datang saat itu dan mengabarkan kalau Anna dibawa turun dari pesawat oleh polisi dan kabarnya dibawa kemari, dan mereka juga tidak bisa menghubungi Je Ha.


Informasi itu jelas membuat situasi Yoo Jin dan Sung Won jadi terbalik. Anna dijadikan sandera untuk mengancam mereka. Sekretaris Kim pun memerintahkan mereka untuk segera menemukan Anna. Yoo Jin cemas walaupun dia berusaha menutupinya dengan pura-pura berkomentar bahwa dia lega setidaknya Anna sedang dalam pelarian dan bukannya disandera.


Anna bersembunyi dibalik tembok ruang bawah tanah saat anak-anak buah Gwan Soo tiba di sana. Salah satu diantara mereka sebenarnya sudah sangat dekat dengan tempat persembunyian Anna, tapi untunglah dia tidak melihat Anna dibalik kegelapan. 


Dia lalu menelepon Gwan Sooo untuk melaporkan kegagalannya menemukan Anna. Gwan Soo langsung ngamuk, takut Se Joon sudah mengetahuinya. Si bodyguard yakin kalau Anna tidak bisa menghubungi ayahnya mengingat dia tidak bawa ponsel.

Gwan Soo semakin menggila menyuruhnya untuk segera menemukan Anna sebelum Je Ha tiba di JSS. Saking marahnya dia sampai membanting-banting tiang kayu ke meja kerjanya dengan penuh amarah.


Merasa situasi sekarang berpihak padanya, Sung Won yakin sekali kalau Se Joon pasti akan menyerahkan kartu memori itu jika dia tahu Anna disandera. Yoo Jin berusaha untuk tetap tenang saat dia mengingatkan Sung Won bahwa segala hal belum tentu berjalan sesuai keinginannya.


Sung Won duduk membelakangi Yoo Jin saat dengan santainya dia mengklaim kalau dia baru saja mau mematikan bomnya tanpa alasan. Dia menantang Yoo Jin untuk menyuruh orang-orang itu masuk kemari, dia akan berjaga di sini sampai sisa pasukan mereka datang kemari, kalau tidak maka dia akan mematikan bomnya nanti.

Yoo Jin tertawa sinis, sama sekali tak mempercayai klaim Sung Won itu "Baiklah. Mungkin lebih baik aku melepaskan mereka sekarang. Aku akan menyuruh orang-orangku untuk turun kemari"

Dengan nada sindiran sinis, Yoo Jin memberitahu para bodyguard yang ingin segera keluar dari tempat ini, bahwa dia akan mengaktifkan lift-nya kembali jadi mereka boleh keluar dari sini. Tapi begitu para bodyguard itu ke lift, Yoo Jin menghubungi Sekretaris Kim dan menyuruhnya untuk menyingkirkan orang-orang yang keluar dari lift.


Sebelum Yoo Jin membuka lift-nya, dia memerintahkan mereka untuk membuang senjata mereka. Mereka langsung menurut dengan meninggalkan senjata mereka di lantai. lift pun terbuka untuk mereka. Tapi para bodyguard JSS sudah menunggu mereka dengan pistol saat lift membuka di lantai atas.

Para bodyguard-nya Gwan Soo itu pun digiring keluar dari gedung dibawah ancaman pistol para bodyguard JSS. Tepat saat itu, Se Joon datang bersama Ketua Joo. Setelah memberitahu mereka tentang apa yang sedang terjadi di sini, dia melapor bahwa mereka masih belum bisa menemukan keberadaan Anna.

"Jadi maksudmu, Anna ku sedang dikejar oleh para baj*ngan itu?" tanya Se Joon. Sekretaris Kim hanya bisa membenarkannya dengan menunduk diam.



Melihat kedatangannya melalui CCTV, Yoo Jin menghubungi Se Joon lewat Sekretaris Kim dan menyuruhnya untuk masuk ke Cloud Nine sekarang bersama Ketua Joo. Se Joon tak mau karena dia harus mencari Anna sekarang.

Yoo Jin terus berusaha membujuknya dengan mengingatkan Se Joon bahwa dia dan kartu memorinya harus aman dulu agar mereka bisa membarter kartu memori itu dengan Anna. Se Joon tidak akan bisa menyelamatkan Anna kalau dia sendiri tertangkap. Dia berjanji akan membawa Anna ke Cloud Nine begitu mereka menemukannya.


Kondisi Je Ha semakin memburuk saat akhirnya dia tiba di JSS. Tapi dia terus bertahan dan menolak dibawa ke klinik. Saat Sung Gyu mengabarkan kalau mereka belum menemukan Anna, Je Ha langsung masuk ke ruang kontrol CCTV dan mendapati video yang memperlihatkan beberapa anak buah Gwan Soo di ruang bawah tanah.

 

Anak buahnya Gwan Soo baru menyadari kalau tempat ini cuma punya satu jalan keluar, jadi Anna pasti belum melarikan diri. Mereka pun kembali menyusuri tempat itu sementara Anna terus berusaha menyembunyikan dirinya. Dia berusaha bergeser pelan-pelan saat seorang anak buahnya Gwan Soo mendekati tempat persembunyiannya, tapi anak buahnya Gwan Soo malah berhasil menangkapnya.

Tapi berkat pelatihan bela diri yang pernah didapatnya dari Guru Song dulu, Anna berhasil menyerang itunya si bodyguard. Dia berusaha melarikan diri tapi malah bertubrukan dengan Je Ha. Anak-anak buahnya Gwan Soo langsung menodongkan pistol, tapi pemimpin mereka melarang mereka pakai pistol agar tidak ketahuan musuh.

Akhirnya mereka mengeluarkan pisau mereka. Je Ha berjalan mundur mendekati Anna dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri sebelum dia bersiap melawan anak-anak buahnya Gwan Soo. Walaupun keadaannya lemah, tapi dia tetap berhasil menyerang dan mengalahkan mereka dengan cepat dan sadis.


Tapi seorang diantara mereka tiba-tiba menyandera Anna dengan pistol. Anna berusaha melawan dengan panik. Tapi Je Ha menenangkannya dengan diam-diam memberi isyarat Eoreum. Saat si bodyguard sedang lengah untuk melaporkan penemuannya, Je Ha memberi isyarat pada Anna untuk duduk. Begitu Anna menunduk, Je Ha bergerak kilat mengeluarkan pistolnya sendiri dan menembak si bodyguard.


Suara tembakannya terdengar oleh orang-orang di lobi. Para bodyguard JSS langsung turun ke ruang bawah tanah. Keadaan Je Ha semakin lemah. Nafasnya semakin berat saat dia meminta Anna untuk segera keluar dari sini. Anna mengiyakannya tapi dia sangat cemas dan memohon-mohon agar Je Ha sadar.


Se Joon dan Ketua Joo akhirnya tiba di Cloud Nine. Sung Won langsung menuntut kartu memoriya, tapi Ketua Joo mengawal Se Joon untuk masuk kedalam Cermin. Setelah Se Joon aman bersamanya, dia menyuruh Ketua Joo keluar untuk menghadang serangan anak-anak buahnya Gwan Soo. Yoo Jin lalu menyuruh Cermin untuk mematikan mode komunikasi luar ruangan.


Yoo Jin langsung menuntut Se Joon untuk menyerahkan kartu memorinya Suk Han kepadanya. Se Joon memamerkan kartu memori incaran mereka itu tapi dia menolak menyerahkan kartu memori itu pada Yoo Jin karena dia akan menggunakan kartu memori itu untuk menyelamatkan Anna.

"Kalau kau melakukan itu maka kau akan kehilangan kesempatanmu menjadi presiden"

"Yah, apa boleh buat"

"Kau akan kehilangan segalanya"

"Aku tak peduli"

Kesal dikacangin, Sung Won mengetuk kaca Cermin dan mengingatkan mereka kalau timer bomnya terus berjalan, sekarang bahkan tinggal 20 menit.


Tapi baik Yoo Jin dan Se Joon tak ada yang mempedulikannya. Yoo Jin tak percaya mendengarnya, Se Joon rela melepaskan kesempatannya menjadi presiden hanya demi putrinya? Se Joon dengan penuh kebencian memberitahu Yoo Jin bahwa alasan utamanya menjadi presiden adalah supaya dia menjadi lebih berkuasa daripada Yoo Jin dan menghancurkan Yoo Jin.

Yoo Jin sungguh tak menyangka melihat sikap Se Joon itu. Dia sampai kagum dan menatapnya dengan penuh haru, seharusnya Se Joon bersikap seperti ini sejak lama, dengan begitu dia akan melihat Se Joon dengan cara berbeda.

"Aku yakin tidak akan ada yang berubah. Aku akan tetap membencimu"

"Benar. Tapi sebenarnya, aku tidak membunuh Ume Hye Rin dan tidak pernah memerintahkan siapapun membunuhnya"

Se Joon tak percaya, dia yakin itu cuma akal bulus Yoo Jin untuk mendapatkan kartu memorinya. Tapi Yoo Jin menyangkalnya. Kalau dia ingin mencuri kartu memori itu dari Se Joon di tempat ini, maka dia bisa melakukannya dengan sangat mudah.


"Kalau begitu, kenapa selama ini kau pura-pura kalau kau lah yang membunuhnya?"

"Karena aku takut kau akan pergi meninggalkanku... tidak, mungkin karena aku takut mengkonfirmasi kalau aku telah membuat keputusan yang salah. Karena aku ingin membuktikan pada semua orang... tidak... pada mendiang ayahku, kalau aku membuat keputusan yang benar sampai akhir. Dan jika aku memang membuat keputusan yang salah, aku ingin membuktikan kalau aku bisa membuat keputusanku menjadi benar"

"Kau berakting seolah kaulah yang paling pintar. Tapi kau jelas bodoh"

Yoo Jin membenarkannya dengan sinis, iya dia memang bodoh. Jika selama ini dia tidak perlu membuktikan pada orang lain bahwa dia bahagia maka mereka tidak harus menjalani kehidupan seperti ini. tapi nyatanya mereka hidup seperti ini cukup lama.

"Maaf, karena aku telah membuatmu hidup seperti ini juga" ucap Yoo Jin dengan berkaca-kaca. Se Joon tertawa tak percaya mendengar ucapan maafnya.


Je Ha dilarikan ke klinik, tapi Sekretaris Kim langsung menyeretnya Anna ke Cloud Nine. Se Joon pun akhirnya bisa mendesah lega mendengar Anna selamat. Yoo Jin lalu memerintahkan Cermin untuk memanggil Mertuanya Sung Won dan meminta Se Joon untuk meminjamkan kartu memori itu sebentar.


Mertua Sung Woon menyalakan speaker saat Yoo Jin menghubunginya dan menyapa para anggota perkumpulannya. Dengan bangga dia memberitahu mereka kalau dia akan membuktikan bahwa dia memiliki kartu memori itu dengan mengirim pesan pada mereka semua tentang rekening-rekening bank yang mereka semua gunakan untuk dana gelap mereka.

Tak lama kemudian, satu per satu mereke menerima pesan yang dimaksud Yoo Jin. Saat salah satu dari mereka mengklaim kalau mereka mempercayai Yoo Jin, Yoo Jin mengancam mereka bahwa dia bisa saja membocorkan informasi itu pada media. Jadi sebaiknya mereka mengeluarkan semua orang suruhan Gwan Soo yang masih ada di sekitar gedungnya.


Timer bom hanya tinggal 18 menit saat Anna tiba di Cloud Nine dan langsung shock melihat Sung Won di sana. Tapi saat Anna hendak dimasukkan ke Cermin, Sung Won tiba-tiba mengeluarkan pistolnya, menembak kaki Sekretaris Kim dan menyandera Anna dengan pistol itu untuk mengancam Yoo Jin membuka pintu Cermin.


Se Joon panik, Yoo Jin kesal tapi terpaksa harus memerintahkan Cermin untuk membuka pintunya dan membiarkan Sung Won masuk. Dia lalu menuntut Se Joon untuk menyerahkan kartu memori itu. Tapi saat Yoo Jin melarangnya dan hendak memberi perintah pada Cermin, Sung Won langsung menembak perut Yoo Jin. 


Yoo Jin shock, tapi dalam keadaan lemah dia masih meneruskan perintahnya menyuruh Cermin untuk menonaktifkan lift dan langsung terjatuh lemas setelahnya. Tapi walaupun begitu dia tetap bersikeras menolak menyerahkan kartu memori itu. Sung Woon langsung mengarahkan pistolnya ke Anna hingga Se Joon terpaksa harus melemparkan kartu memori itu padanya. Sung Won tertawa puas.

Bersambung ke part 2

4 comments

Gumawo sinopsisnya. Di tunggu ya part 2 nya☺☺☺

Gumawo sinopsisnya. Di tunggu ya part 2 nya☺☺☺

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon