Powered by Blogger.


Sinopsis K2 Episode 16 - 2 [END]


Gwan Soo mendapat kabar dari Kepala Polisi bahwa anak-anak buahnya akan ditarik dari JSS. Gwan Soo langsung tahu kalau itu pasti perintah dari orang-orang itu.

Gwan Soo langsung menghubungi Mertua Sung Won dan bertanya apakah Yoo Jin yang memerintahkan mereka untuk menarik anak-anak buahnya. Mertua Sung Won tak ragu membenarkannya.



Saat salah seorang diantara mereka menyindir kehancurannya, Gwan Soo mengingatkan mereka bahwa bom di Cloud Nine sekarang hanya tinggal 10 menit dan bom itu tidak bisa dijinakkan. Itu artinya, semua orang yang ada di Cloud Nine, termasuk kartu memori Suk Han akan menghilang.

Setelah mereka semua mati dan bukti itu hancur, maka dia akan menjadi satu-satunya orang yang memiliki bukti tentang Kumar. Selain itu, dia juga akan menjadi satu-satu capres yang tersisa. Dia mau lihat apakah mereka masih berani berkata seperti itu lagi 10 menit yang akan datang.

Semua orang langsung panik. Mertua Sung Won pun langsung bersikap lebih sopan saat dia bertanya apa yang harus mereka lakukan untuknya. Gwan Soo memerintahkan mereka untuk memutus semua saluran komunikasi ke JSS. Hanya itu satu-satunya cara bagi mereka untuk bertahan hidup.


Je Ha masih diobati saat dia siuman dan langsung beranjak bangkit tanpa mempedulikan sakitnya dan menyuruh mereka untuk segera pergi meninggalkan tempat ini karena bom di Cloud Nine akan segera meledak. Sontak semua orang kaget mendengar adanya bom itu.


Ketua Joo langsung menghubungi Se Joon yang saat itu sedang berusaha merawat Yoo Jin dan mengabarkan kalau bom yang ada di sana tak bisa dijinakkan. Sung Won juga kaget mendengarnya. Dia langsung berusaha mematikan timernya tapi tak bisa. Dia langsung shock menyadari Gwan Soo telah menipunya.


Sung Won dengan panik berusaha memohon-mohon pada Yoo Jin untuk mengaktifkan lift-nya kembali. Dia bahkan berusaha memberi perintah sendiri pada Cermin, tapi tentu saja tak ada respon. Yoo Jin memberitahunya kalau Cermin patuh hanya kepadanya saja.

Sung Won makin panik dan terus berusaha membujuk Yoo Jin dengan alasan agar mereka bisa segera membawa Yoo Jin ke rumah sakit. Yoo Jin kesal mendengarnya, tapi saat dia hendak menyerah dan memberi perintah pada Cermin, listrik seluruh gedung tiba-tiba padam. Cermin langsung mengaktifkan daya listrik darurat dan melapor bahwa lift dan penerimaan jaringan mati.

Dalam keadaan lemah, Yoo Jin memberi ucapan selamat dengan sinis pada Sung Won "Sepertinya parlemen yang kau dukung itu ada dibalik semua ini"


Berbeda dengan Sung Won yang sangat amat panik, Se Joon tetap tenang melepaskan dasinya untuk menekan pendarahan Yoo Jin sambil meyakinkan Yoo Jin kalau anak-anak buahnya pasti akan segera turun untuk menyelamatkannya.

Se Joon lalu meminta Anna untuk membantunya menekan pendarahan Yoo Jin sementara dia akan keluar untuk melihat situasi. Anna galau harus membantu seseorang yang selama ini dibencinya. Yoo Jin pun menyadari hal itu, karena itulah dia menolak dibantu Anna. Se Joon memohon dengan tatapan matanya hingga Anna akhirnya menyerah dan membantu menekan pendarahan Yoo Jin.


Yoo Jin menatapnya dengan haru walaupun dia masih bersikap sinis dengan mengucapkan selamat untuk Anna, sepertinya keinginan Anna agar dia mati, sebentar lagi akan terkabul.

"Jangan bicara, kau bisa pendarahan lebih banyak" ketus Anna

Menyadari dirinya akan mati, Yoo Jin akhirnya mengaku bahwa dulu Ibunya Anna sudah sekarat saat dia baru tiba di sana "Aku juga punya ayah sepertimu. Tapi... yang lucu tentang ayah adalah mereka tak pernah ada saat kau membutuhkan mereka, tapi mereka selalu muncul saat ku tidak membutuhkannya. Ayahku mengetahui keberadaan ibumu dan bertindak sendiri saat tak ada yang memintanya. Meskipun aku memintanya untuk tidak melakukannya, tapi... pada akhirnya... ia memerintahkan salah satu anak buahnya untuk membunuh ibumu... demi aku"

Anna menebak kalau orang suruhan itu adalah Guru Song. Yoo Jin membenarkannya.

Flashback, 


Guru Song mengendap-endap masuk rumah dan menyuntik lehernya Hye Rin. Dalam keadaan sekarat, Hye Rin masih sempat memegangi tangan Guru Song hingga akhirnya dia terjatuh dan botol obat tidur itu ikut terjatuh dan berceceran di lantai.

"Maafkan aku" desah Guru Song penuh sesal.

 

Saat hendak keluar, terdengar suara Anna kecil memanggil Ibunya. Guru Song bersembunyi di balik pintu. Saat Anna berbalik menyadari kehadirannya, dia langsung menyorotkan senternya ke Anna, membekap mulut Anna dan membawa Anna bersembunyi bersamanya dibalik pintu saat dia mendengar suara seseorang hendak masuk.

Yoo Jin lah yang masuk saat itu dan langsung shock saat melihat Hye Rin sudah sekarat. Saat itu dia sudah tahu tentang perintah ayahnya, makanya dia pergi ke sana, tapi segalanya sudah terlambat saat dia tiba. Waktu itu Anna kecil sempat melihat sosok kakinya yang berhigh heels sebelum akhirnya dia pingsan.

Saat itu Yoo Jin sebenarnya tahu kalau Guru Song bersembunyi sambil membekap Anna dibalik pintu, tapi dia tidak berani berbalik dan melihat, dia takut melihat wajah Anna. Dia ingin langsung pergi saat itu. Tapi tiba-tiba saja Hye Rin yang ternyata masih hidup, mencengkeram tangannya dan memohon padanya untuk menyelamatkannya.


Yoo Jin sempat bimbang dan sempat punya niat untuk memanggil ambulance. Tapi pada akhirnya dia tidak melakukannya dan berkata "Maaf. Cinta bukan untuk dibagi"

Dia lalu berbalik pergi meninggalkan Hye Rin dan membiarkannya mati walaupun sebenarnya dia punya kesempatan untuk menyelamatkannya.

Flashback end,


Dengan dengan berlinang air mata, Yoo Jin mengakui bahwa dialah yang pada akhirnya membuat Ibunya Anna mati. Dan setelah kejadian itu, dia menjalani hidup seperti ayahnya, bahkan bisa dibilang lebih buruk daripada ayahnya.

"Pada hari kematian ibumu, aku mematuhi perintah yang diberikan iblis dalam diriku. kau bisa berhenti menekan ini (pendarahannya). Aku musuhmu, orang yang membunuh ibumu"

Anna menangis mendengarnya, tapi tetap tidak melepaskan pegangannya.

 

Je Ha mau turun ke Cloud Nine pakai tali. Tapi Guru Song menyuruh Je Ha untuk mengikutinya ke ruang bawah tanah karena itulah tempat terdekat dengan Cloud Nine. Ketua Joo mau ikut, tapi Je Ha melarangnya dan memintanya untuk memanggil bantuan lebih banyak orang.

Je Ha sedang membuat persiapan dengan tali-talinya untuk turun dari lift ruang bawah tanah saat beberapa agen datang untuk membantunya. Sung Won sudah sangat panik saat tiba-tiba dia melihat pintu lift dibuka Je Ha.


Panik, Sung Won langsung kembali ke Cermin dan menyandera Anna lagi sebelum Je Ha tiba di sana. Dia menuntut untuk naik duluan bersama Anna. Tapi Anna menolak dan berusaha memberontak dan gara-gara itu, kartu memorinya terjatuh.

Je Ha langsung menendang kartu memori itu menjauh dan Se Joon meminta Je Ha untuk menyetujui keinginan Sung Won, mereka juga butuh sesuatu untuk mengangkut Yoo Jin. Je Ha akhirnya mengantarkan mereka ke lift.

 

Je Ha minta Anna dikeluarkan duluan tapi tentu saja Sung Won terlalu egois untuk itu dan langsung menembak kaki Je Ha dan memerintahkan para agen untuk menaikkannya. Dan begitu dia sudah naik, dia malah membuang talinya lalu melarikan diri begitu saja.


Para agen JSS langsung panik bukan main. Tapi untunglah Je Ha masih bisa menghubungi mereka via radio dan menginstruksikan mereka untuk memotolong kabel lift-nya jika dia memberi sinyal. Yang lain tak setuju tapi ketua Tim Seo menyetujuinya.


Mereka berdua lalu kembali ke Cermin. Anna mengambil kartu memori itu dan Je Ha meminta Yoo Jin untuk keluar lebih dulu. Tapi Yoo Jin sudah memutuskan untuk menyerah, sudah terlambat "Tak ada tempat bagiku untuk pergi lagi. Aku ingin beristirahat sekarang. Pergilah, selamatkan Anna"

Je Ha menolak meninggalkan mereka semua dan menyuruh Se Joon untuk membawa Sekretaris Kim ke lift sekarang. Se Joon tampak bimbang, tak tega meninggalkan Yoo Jin.

 

Mereka akhirnya memapah Sekretaris Kim keluar. Je Ha sendiri pun berusaha berjalan terpincang-pincang sambil menjelaskan tentang rencana penyelamatannya yang ternyata bukan membawa mereka naik tapi turun.

Dia mengaku kalau sebenarnya dia tidak yakin tapi dia berasumsi kalau mereka bisa bertahan dari ledakan jika mereka turun. Begitu mereka semua sudah masuk lift, Je Ha memerintahkan para agen untuk menembaki kabel lift-nya sampai putus.


Se Joon melihat Anna beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar. Dia merasa tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri seperti ini. Anna hidup dengan baik tanpanya selama ini. Jadi dia pasti akan baik-baik saja. Lagipula, Anna sebenarnya tidak memerlukan seseorang seperti dirinya.

"Tolong jaga putriku, Anna" pinta Se Joon pada Je Ha.


Anna langsung menangis, berusaha mencegah ayahnya. Tapi Se Joon terus menutup pintu liftnya.


Tapi Se Joon langsung menutup pintu lift-nya lalu langsung berlari kembali ke Yoo Jin. Dia lalu menarik kotak bom itu masuk kedalam Cermin karena dia ingin mengurangi dampak ledakan keluar. Yoo Jin cuma tersenyum getir menerima nasibnya lalu menyuruh Se Joon untuk keluar.

Tapi yang tidak disangka Yoo Jin, Se Joon malah menyuruhnya untuk menutup pintunya sekarang dan memutuskan untuk mengurung dirinya bersama Yoo Jin. Melihat kesungguhan dalam tatapan Se Joon, air mata Yoo Jin berlinang haru sebelum akhirnya dia memerintahkan Cermin untuk menutup pintunya.


"Maukah kau jadi temanku menuji dunia selanjutnya?" pinta Se Joon dengan tulus sebelum akhirnya dia memeluk Yoo Jin.

"Kita hampir saja seperti pasangan bahagia, melakukan ini"

"Iya"


Mereka berpelukan dengan berlinang air mata sementara timer bom terus berjalan. Ketua Tim Seo terus berusaha menembaki kabel lift sampai akhirnya terputus dan lift itu pun meluncur jatuh membawa para penumpangnya. Yoo Jin dan Se Joon berpelukan dengan senyum saat akhirnya bom itu meledak dan efek getarannya berimbas ke seluruh gedung.


Agen JSS langsung berusaha menghubungi Je Ha dengan panik. Tapi tak ada jawaban apapun hingga mereka semua orang langsung menangis frustasi...

Tapi saat mereka sudah hampir putus asa, tiba-tiba terdengar bunyi gemerisik radio dan suara Anna terdengar menyapa mereka. Dan tak lama kemudian, terdengar suara Je Ha minta dikeluarkan dari sana. Sontak tangisan semua orang berubah menjadi tangisan penuh haru.


Entah berapa lama waktu berlalu, Je Ha yang sekarang sudah kembali seperti sedia kala, berhadapan dengan beberapa perwakilan negara dan disumpah untuk mengatakan kebenaran tentang pembataian warga sipil yang dilakukan Blackstone.


Ahjumma, Mi Ran dan Sung Gyu masih di rumah persembunyian. Ahjumma cemberut melihat Mi Ran dan Sung Gyu sedang asyik maskeran sambil mesra-mesraan. Dari percakapan mereka, Anna ternyata mewarisi seluruh kekayaan Se Joon dan Yoo Jin dan sekarang tinggal di rumah utama. Mereka bertanya-tanya apakah Anna akan menghubungi mereka lagi.

"Aku belum melihat wajahnya lagi sejak pemakaman Parlemen Jang dan Nyonya Choi. Dia tidak mengabaikan kita, kan?"

"Aku hanya perlu kau saja, sayang" ucap Sung Gyu dengan romantisnya pada Mi Ran yang langsung membuat ahjumma menggerutu kesal.


Anna baru tiba di rumah utama dan langsung disambut para agen JSS. Dia mendesah melihat rumah yang besar tapi sepi itu. Dia lalu berjalan-jalan keliling rumah hingga tiba di ruang kantornya Yoo Jin.


Sung Won cs rapat membahas Anna yang menjadi ahli waris tunggal semua kekayaan dan properti milik Yoo Jin dan Se Joon, termasuk yayasan beasiswa Pyeonchang. Tapi Sung Won meyakinkan mereka bahwa itu tidak akan ada gunanya karena Anna tidak memiliki Cloud Nine. Mertua Sung Won tetap cemas mengingat Anna memiliki kartu memori itu.


Gwan Soo di mobil sembari menelepon kroninya dan meyakinkan orang di seberang untuk tidak usah mencemaskan Anna. Memangnya apa yang bisa dilakukan gadis yatim piatu sepertinya. Dia yakin sebentar lagi Anna akan menghubunginya untuk membuat kesepakatan.

Supirnya kembali tak lama kemudian. Gwan Soo yang sedang senang, langsung menyuruhnya untuk berangkat... sampai saat dia menyadari kalau supirnya adalah Je Ha. Gwan Soo berusaha melarikan diri dengan panik tapi pintunya terkunci.

Beberapa saat kemudian, Je Ha menatap Gwan Soo yang hanya bisa merengek-rengek dengan suara teredam karena mulutnya disumpal dan tubuhnya diikat dan dimasukkan kedalam bagasi. Je Ha lalu membawanya ke pinggir sungai dimana Sekretarisnya Gwan Soo sudah menunggu di sana. 


Pada saat yang bersamaan, Sung Won dikawal ke mobilnya di parkiran. Tapi saat dia membuka pintu mobil, dia malah mendapati Sekretaris Kim ada di sana sedang memasang peredam pada pistolnya. Sung Won langsung panik. Tapi pengawalnya tadi langsung mendorongnya masuk dan Sekretaris Kim langsung menembaknya lalu pergi.


Gwan Soo begitu lega dan senang melihat Sekretarisnya sampai tidak menyadari ekspresi dingin Sekretarisnya itu.


Sekretaris mengeluarkan Gwan Soo dari mobil, tapi kemudian dia menggiring Gwan Soo ke sebuah pohon besar dimana sudah ada tali gantungan sedang menunggunya.

Gwan Soo tertawa miris, tak menyangka kalau dia akan dipaksa bunuh diri, terlebih oleh sekretarisnya sendiri. Sekretaris bersujud hormat padanya dan mengingatkan Gwan Soo bahwa dunia sudah berubah dalam waktu semalam.
 

Anna sedang menunggu Je Ha di restoran fastfood. Setelah beberapa lama, Je Ha akhirnya muncul dan memberitahu Anna bahwa sekarang semua urusannya sudah selesai dan mereka bisa bebas pergi kemanapun dan kapanpun. Bagaimana dengan Anna sendiri, apa dia bersenang-senang hari ini?

"Tidak. Aku mencoba hidup satu hari menjadi Choi Yoo Jin. Tapi tak ada satupun hal menyenangkan yang dia lakukan" Anna sampai bingung bagaimana Yoo Jin bisa hidup padahal hidupnya sangat membosankan.


Saat mereka pulang, Je Ha melakukan keinginan Anna dan memasukkan kartu memori itu ke laptop. Anna ingin mengekspos isinya dengan mengirimkannya ke media lewat email. Terlebih dulu Je Ha meminta Anna untuk memikirkannya dengan baik-baik. Jika dia melakukan ini maka itu artinya dia juga harus menyerahkan semua kekuasaan yang diwarisinya dari Yoo Jin.

Tapi keputusan Anna sudah bulat, dia sudah cukup menderita. Je Ha pun memberitahu Anna bahwa dia cukup menekan enter saja. Dia seang berceloteh panjang lebar bahwa jika Anna menekan enter maka emailnya akan terkirim dan skandal para politisi negeri ini akan terekspos. Tapi belum selesai bicara, Anna tiba-tiba saja menekan enter dan terkirimlah email itu.


Tercengang, Je Ha langsung menggerutu ngambek, seharusnya kan mereka menekan enter bersama-sama, seharus momen bersejarah ini dilakukan bersama-sama. Anna juga langsung ngambek, tiba-tiba dia mendekati Je Ha dengan muka masam...

 

Sebelum akhirnya berubah menjadi senyum dan meredakan emosi Je Ha dengan sebuah kecupan singkat.


Saat Je Ha terus menggerutu, Anna langsung menutup mulutnya dengan ciuman. Je Ha akhirnya menyerah dan membalas ciumannya.


Mereka tampak sedang menikmati kencan di Spanyol. Dalam voiceover, terdengar suara Je Ha bertanya apakah Anna tidak menyesal karena pada akhirnya dia tidak bisan mengembalikan reputasi ibunya?

"Tidak. Karena ku punya ayahku sebagai gantinya" jawab "Je Ha-yah, aku mencintaimu"

"Aku tahu"

"Ciiih! Tapi Kim Je Ha, siapa nama aslimu?"

"Nama asliku adalah..." (Ji Chang Wook? wkwkwkwk)

~THE END~

25 comments

Ini si Jeha diliat dari gerakan bibirnya kok malah nyebut Yoona bukan Anna? ���� akhirnya happy ending yaa walau tragis untuk Yoojin dan Sejoon :'v

Aach,, baper abiz, air mata bercucuran liat yoojin-sejoon berpelukan d saat" terakhir mereka, trus jantung lompat" liat kissu" jaeha-anna. Thanks mba ima & puji udah bikin sinopsis ini.

akhirnya.. setelah perjuang yg cukup panjang, hidup Anna dan je ha bahagia😚😚 walaupun yoo jin dan se joon harus meninggal tapi aku suka sama see joon yg enggak mau meninggalkan yoo jinπŸ‘πŸ‘ makasih kakak buat sinopsisnya πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™

happy ending, walaupun yoo jin meninggal tapi se joon akhirnya mau bersamanya, so sweet kali lihat se joon rela mati bersama yoo jin

Senyum2 baca tulisan terakhir Ima (hm Ji Chang Wook)..wkwk.. sbnrnya ku selalu baca sinopsis disini..cm aku pensaran kpn y Ima mw komen disetiap ending drama setiap ending sinopsis yg Ima buat..klo aku koq gatel y buat komen disini..aplgi byk hal didrama ini yg blm terjawab..gmn nasib Sek Kim y..

Yap,, bnr2 sesuatu untuk endingx... g nyangka ud habis bnran filmx. Mksh bwt penulisx,, dtggu drakor2 baru lainnyaπŸ˜„

hahaha bener ji chang wook ending yang bagus ...ji chang wook thumbs up

Akhirnya happybending bwt anna & jeha.pokoknya drama ini berhasil mengaduk2 perasaan. Daebak
Gumawo ya sinopsisnya
Di tunggu projet selanjutnya.

selesai juga ni drama. ditunggu drama lainnya.
gomawo^_^

Akhirnya .. Ending ini drama .. Daebak this drama .. Walaupun kematian Sejoon and Yoojin agak tragis namun gue bahagia mereka meninggal setidaknya dalam kebahagiaan .. Terutama Yonjin yg hanya inginkan orang menyayangi dia !! Dan Jeha Anna juga bahagia .. Daebak Anna waris kekayaan Yoojin dan Sejoon :)

This comment has been removed by the author.

Happy ending πŸ˜— epi 16 berhasil bikin nangis.

uhuhuhu, akhirnya selesai juga drama K2... setelah penantian yg lama.
Tapi bakalan kangen sama Yoona cs.
Ku tunggu selalu next project nya...

Hari Kamis nanti,
The Legend of The Blue Sea tlong buatin sinopsisnya..

Aigo .. PD nim harus kenapa saat akhir baru diberi Kebahagian buat Yoojin ?? Kebahagiaan yg Yoojin dapat cuma beberapa detik sebelum dia mati sama suami tercinta .. Tapi salute karakter Choi Yoojin Strong women bisa cool walaupun Ancaman Bom .. Ending sudah Jeha dan Anna ;)

Aduh Anna ama Yoojin emang musuh banget deh Yoojin udah sakit sekarat gitu masih mau adu mulut sama Anna . Apa yg gue mahukan Anna dan Yoojin bisa berbaik . Tapi realiti Yoona sama Song Yoona sumbenim emang dekat amat Kayak ibu dan anak benaran ..

sad ending sealigus happy ending hahaha
masih ada yg mengganjal sih sbnrnyaa... orang tua jeha disini gak diceritain
aku pikir yoo jin ibu kandungnya jeha hahahaa

Uuuu.. Ujung2 na tetap tanpa nama

yaaampuun..ini sinopsis bikin aku geregetan...hah...bener2....keren banget dramaa nyaa...so sweet...keren...thanks yg udah buaat sinopsis ini...ditunggu drama2 yang lainnya..semangat untuk menulisss

susah sih mau ditembak karakter Choi Yoojin .. Dalam jahat ada baiknya , dalam baik ada beraninya , dalam berani ada takutnya , dalam takut ada sayangnya , dalam sayang ada simpatinya !! Tapi sayang Anna sama Yoojin enggak sempat mau filling kayak Ibu dan Anak benaran .. Ini

bagus cuman gue heran.. kok calon presiden nya mati berdua.. kan udh lama merka siapin.. aduh.. yg jdi presiden siapa ? filmnya gantung..

Haduuhh jd baper sm yoojin,,bgtu tragis hidupnya, selama hidup hanya jd boneka org² terdekatnya. Salut dr awal ampe akhir kaga bisa ketebak alur critanya, kpn yah dunia perfilman indonesia bisa punya crita yg dr awal ampe akhir ga bisa ke tebak.

SETIAP KALI GUE ULANG SCENE YOOJIN SAMA SE JOON YG MEMILIH MATI BERSAMA DI RUANG C9 AIR MATA GUE JATUH !! :(

GUE FIKIR AKAN HAPPY ENDING SEMUANYA TERUTAMA ANNA SAMA YOOJIN ! STILL GUE ULANG INI DRAMA KALAU PUNYA FREE TIME.

Terima kasih telah membaca sinopsis di Drama Diary dan mohon untuk TIDAK COPY PASTE sinopsis dari blog Drama Diary dalam bentuk dan alasan apapun.
Terima kasih ^_^
EmoticonEmoticon